Salah satu film drama biograpik yang saya tunggu-tunggu adalah film ini. Diperani aktor veteran Anthony Hopkins dan disutradarai Sacha Gervasi, film ini akan menceritakan sepenggal kisah hidup sineas spesial film-film misteri asal Inggris ini. Kisahnya sendiri akan difokuskan pada hubungan Hitchcock (Hopkins) dan Alma Reville (Helen Mirren), istri sang sineas, saat mereka berdua terlibat dalam pembuatan film kontroversi sekaligus fenomenal Hichcock berjudul "PSYCHO".

Film tersebut diadaptasi dari buku biopik "ALFRED HITCHCOCK & THE MAKING OF PSYCHO" yang ditulis oleh Stephen Rebello. Buku setebal 224 halaman yang dipublikasikan tanggal 15 April 1990 di Amerika tersebut berisi penusuran Rebello yang menginvestigasi proses pengerjaan film "Psycho" yang dibuat dengan budjet yang sangat terbatas, disertai berbagai masalah selama pengerjaan film tersebut.

TRIVIA:
Untuk Anda yang belum tahu, Alfred Hitchcock adalah produser dan sutradara kenamaan asal Inggris. Terlahir pada tanggal 13 Agustus 1899 dengan nama Alfred Joseph HItchcock, dia menjadi legenda karena menjadi pionir dan pencetus film thriller dan suspens. Banyak karyanya yang menjadi legenda dan masih dikenang orang sebagai film terbaik di dunia. Beberapa diantaranya adalah Psycho (1960), North by Northwest (1959), The Birds (1963), dan lain-lain. Hitchcock meninggal dunia pada tanggal 29 April 1980 karena gagal

Hitchcock adalah satu-satunya sutradara yang pernah membuat ulang (remake) film buatannya sendiri, yaitu The Man Who Knew Too Much. Film itu pertama kali dibuat Hitchcock pada tahun 1934, diperani Peter Lorre, dan didistribusikan oleh Gaumont British. Film tersebut menjadi film thriller paling sukses pada masa itu. Hitchcock kemudian membuat ulang film tersebut dengan diperani James Stewart dan Doris Day. Film tersebut pun sukses, bahkan jauh lebih sukses dibandingkan versi aslinya. Lewat film remake tersebut, Doris Day meraih popularitas berkat lagu "Que Sera, Sera" yang dinyanyikannya sebagai lagu tema film tersebut. Lagu tersebut pun meraih penghargaan Academy Award untuk Song tahun 1956.
                                                                               
Walau telah membuat 52 film sepanjang karirnya, dan sebagian filmnya mendapatkan nominasi di Ajang Penghargaan Piala Oscar (Academy Award), Alfred Hitchcock tidak pernah sekalipun meraih penghargaan sebagai Best Director.Walau demikian, Hitchcock meraih banyak penghargaan di luar Oscar, seperti Golden Globes (2 kali), Laurel Awards (8 kali), dan Lifetime Achievement Award (5 kali).

Alfred Hitchcock hampir selalu tampil sebagai cameo dalam semua filmnya, yang mana penampilannya tersebut merupakan "trade mark" Hitchcock yang dia gunakan dalam film-film yang dibuatnya.

Clare Greet (14 Juni 1871 - 14 Februari 1939) adalah satu-satunya artis yang paling banyak bekerja sama dengan Alfred Hitchcock.  Dia telah bermain di 7 film Hitchcock, yaitu Number 13 (1922), The Ring (1927), The Manxman (1929), Murder! (1930), The Man Who Knew Too Much (1934), Sabotage (1936), dan Jamaica Inn (1939). Selain Greet, Hitchcock juga banyak bekerja sama dengan aktor dan artis seperti Leo G. Carroll (6 film), Hannah Jones (5 film), Cary Grant, James Stewart (masing-masing 4 film), Grace Kelly dan Ingrid Bergman (masing-masing 3 film).

Di awal karirnya, banyak filmnya yang gagal, baik dalam pembuatan, maupun dalam pemasarannya. Film pertama Hitchcock berjudul Number 13 (1922) tidak pernah terselesaikan karena masalah finansial. Sebagian dari adegan yang sudah difilmkan pun hilang. Film keduanya - Always Tell Your Wife (1923) - mengalami masalah finansial sehingga tidak pernah terselesaikan. Film The Pleasure Garden (1925) yang merupakan film ketiganya pun gagal di pasaran. Film keempatnya, The Mountain Eagle (1925) mengalami hal yang mengenaskan : Filmnya hilang dan tidak pernah ditemukan. Barulah pada film keempat, The Lodger : A Story of The London Fog (1926), Hitchcock baru meraih kesuksesan dan namanya terangkat. 

Ada pun film-film Hitchcock yang melegenda hingga hari ini adalah :
The Man Who Knew Too much (1934)
Sabotage (1936)
Mr & Mrs Smith (1941)
Bon Voyage (1944)
Spellbound (1945)
Dial M for Murders (1954)
Rear Window (1954)
To Catch A Thief (1955)
Vertigo (1958)
North by Northwest (1959)
Psycho (1960)
The Birds (1963)
Frenzy (1972)
Family Plot (1976)

Proyek terakhir Hitchcock sebelum dia meninggal adalah The Short Night (1960), yang merupakan kolaborasinya degnan penulis James Costigan dan Ernest Lehman. Naskah ini tidak pernah terselesaikan dan tidak pernah dibuat filmnya, namun dibuat dalam bentuk buku dan dipublikasikan pada tahun 1980.


Salah satu tren genre film yang sedang populer saat ini adalah adaptasi dongeng klasik anak-anak yang dibuat dalam cerita yang sangat jauh berbeda dari dongeng aslinya. Jika mau dirunut, sebenarnya genre ini mulai dipopulerkan oleh film Shrek (2001) di mana film animasi itu menyisipkan beberapa tokoh dongeng klasik yang kisahnya dipelintir sedemikian rupa, menjadi sebuah cerita baru yang sama sekali berbeda dari aslinya. Kesuksesan Shrek diikuti oleh animasi Hoodwinked (2005) yang juga mempelintir kisah Red Riding Hood menjadi cerita kriminal yang unik dan "aneh" tapi menarik.

Di tahun 2011-2012, banyak produser yang mengangkat dongeng klasik ke layar lebar, namun dengan cerita yang sangat jauh berbeda dari dongeng aslinya. Sebut saja film Alice in Wonderland, Neverland (adaptasi dongeng Peter Pan), Red Riding Hood, Mirror Mirror (adaptasi dongeng Putri Salju), dan Snow White and The Huntsman. Ada juga yang diadaptasi ke dalam versi televisi, seperti Once Upon A Time dan The Grimms. 

Genre adaptasi dongeng ini ternyata masih berlanjut hingga tahun 2013. Dan film dongeng yang akan mengawali tahun 2013 adalah Hansel and Gretel : Witch Hunters. Jika tidak ada halangan, film ini direncakanakan akan beredar serentak ke seluruh dunia tanggal 25 januari 2013. Seperti film-film terdahulunya, kisah Hansel and Gretel ini akan bercerita jauh dari apa yang pernah kita ketahui dari buku dongeng sebelumnya. Jika Hansel dan Gretel yang kita kenal dulu adalah 2 anak malang yang dibuang orang tuanya di hutan lalu menjadi tawanan Nenek Sihir pemilik rumah permen, maka film yang akan kita tonton akan berkisah tentang Hansel dan Gretel yang perkasa dan pemburu para penyihir.

Film yang disutradarai Tommy Wirkota dan diperani Famke Janssen, Gemma Artenton, dan Jeremy Renner ini bisa dibilang "sekuel" dari dongeng Hansel and Gretel (1812) karya Brother Grimm. Dalam film tersebut, dikisahkan bahwa kakak-beradik Hansel dan Gretel berhasil lolos dari tawanan Nenek Sihir di rumah permen. Lima belas tahun kemudian, kedua saudara itu tumbuh menjadi pemburu bayaran yang mengkhususkan diri sebagai pemburu para penyihir.

Satu waktu, kedua saudara itu mendapat tugas dari Walikota Augsburg, Jerman, untuk menghabisi Muriel (diperani Famke Janssen), Penyihir Kejam yang tinggal di dalam hutan. Penyihir itu kerap menangkapi anak-anak di kota. Untuk menghadapi penyihir itu ternyata tidak mudah. Selain memiliki banyak pasukan yang kuat, Muriel ternyata dibantu oleh Sheriff Berringer (Peter Stormare) yang kejam dan melindungi para penyihir.

TRIVIA : 
Banyak orang ragu dengan genre film ini karena Will Ferrell - yang dikenal sebagai komedian handal - duduk sebagai salah satu produser film tersebut (bareng Adam McKay, Kevin Messick, dan Beau Flynn). Lewat Entertainment Weekly, Ferrell memastikan kalau film itu murni bergenre action-adventure-horror. Tidak akan ada lelucon konyol khas Ferrell dalam film itu. Jadi, buat Anda yang kurang suka dengan gaya konyol-menjijikkan ala Ferrell bisa bernafas lega...

Film ini akan dirilis tanggal 25 Januari 2013 dan akan ditayangkan dalam layar IMAX 3D. Paramount Pictures akan mendistribusikan film ini ke seluruh dunia.

Film ini diproduksi dengan budjet "hanya" US$ 60 juta. Sebagai sebuah film petualangan yang "menjanjikan", budjet film ini mungkin sedikit meragukan, terutama jika dibandingkan dengan Pirates of Carribean yang berbudjet hingga US$ 300 juta. But, we'll see....

Bagi Anda yang sudah menonton trailer film ini (premiere tanggal 5 September 2012), tentu mendengar alunan lagu yang menjadi latar trailer tersebut. Lagu itu berjudul The Wreched dan dinyanyikan oleh Nine Inch Nails. Belum jelas apakah lagu tersebut akan menjadi lagu tema resmi film tersebut atau hanya "dipinjam" untuk trailer tersebut.





Saat ini lagu A Thousand Years adalah salah satu lagu "anthem" yang belakangan ini sering digunakan sebagai lagu pengiring pengantin dalam resepsi pernikahan di Indonesia.

Yep, lagu yang ditulis oleh Christina Perri dan David Hodges, serta dinyanyikan oleh Christina Perri ini adalah lagu romantis yang menjadi salah satu lagu film (original soundtrack) Twilight Saga : Breaking Dawn Part 1. Walaupun sangat romantis dan sangat "nyambung" dengan filmnya, lagu ini sendiri justru muncul di penghujung film, saat kredit akhir film ditayangkan dan menjadi lagu keempat yang ditayangkan setelah Endtapes (The Joy Formidable; lagu pertama saat kredit), I Didn't Mean It (The Belle Brigade; lagu kedua), dan It Will Rain (Bruno Mars; lagu ketiga).Di album Original Soundtrack Twilight Saga : Breaking Dawn Part 1, lagu berdurasi 4:48 ini ditempatkan di track 6, setelah lagu From Now On (dinyayikan The Features).

Video klip lagu ini pertama kali ditayangkan pada tanggal 17 Oktober 2011 lewat Facebook dan Twitter milik Christina Perry, dan barulah pada tanggal 26 Oktober 2011, lagu itu secara resmi diunduh di Youtube.

Para kritikus memberikan nilai 4 (dari 5 bintang) untuk lagu tersebut.

Sejak ditayangkan pertama kali hingga Maret 2012 silam, lagu ini telah berhasil terjual secara online sebanyak lebih dari 1 juta kopi. Dan ini hanya di Amerika saja.

Di film Breaking Dawn Part 2, Christina Perri merekam ulang lagu ini namun dalam versi duet. Untuk versi itu, dia berduet dengan Steve Kazee, Judulnya diubah menjadi A Thousand Years Pt. 2. Lagu dengan durasi 5:07 ditempatkan dalam Track 13 pada album soundtrack film tersebut.

Christina Perri adalah orang pertama - selain Sutradara, Produser, dan Editor Film - yang menonton Breaking Dawn Part 1. Pada saat film itu selesai dibuat (6 bulan sebelum rilis), Perri mendapat tawaran membuat lagu soundtrack untuk film tersebut. Untuk mendapatkan gambaran filmnya seperti apa, Perri meminta ijin produser untuk menonton film tersebut. Dan Perri mendapatkan ijin itu.



Rasanya tidak ada berita yang paling mengejutkan pecinta musik Rock selain rencana konser grup Guns & Roses yang akan digelar di Jakarta tanggal 15 Desember 2012 mendatang. Tentu saja ini adalah kesempatan langka untuk menyaksikan aksi grup musik cadas paling fenomenal tersebut di negara kita.

Guns N Roses Formasi terakhir
Buat Anda yang menikmati dunia remaja di era 80-90an, Guns & Roses - dikenal pula dengan sebutan GnR atau G N'R - bukanlah grup asing. Dibentuk bulan Maret 1985, grup ini merupakan gabungan dari 2 band terkemuka kala itu, yaitu Hollywood Rose dan L.A. Guns. Adalah Axl Rose dan Izzy Stradlin dari Hollywood Rose serta Tracii Guns, Ole Beich, dan drummer Rob Gardner dari L.A. Guns yang menjadi pionir berdirinya grup ini. Tidak lama setelah terbentuk, terjadi perubahan formasi di mana Beich keluar dan digantikan Duff McKagan (bass), Guns digantikan Slash (gitar), dan Gardner digantikan Steven Adler. Inilah formasi yang hingga hari ini paling dikenal oleh para fans Guns & Roses.

Pada bulan Juli 1987, GnR merilis album perdana mereka - Appetite for Destruction - yang langsung menjadi buah bibir karena "kedasyatan" isi albumnya. Lagu-lagu seperti Welcome to The Jungle, Sweet Child O'Mine, Night Train, dan Paradise City langsung menjadi lagu fenomenal yang hingga hari ini masih sering dinyanyikan oleh banyak orang. Album ini menjadi tonggak kebangkitan kembali musik Rock di era 80 - 90an setelah genre tersebut tenggelam oleh gempuran lagu-lagu disko yang kala itu merajai tangga lagu dunia.

Sukses album itu diikuti dengan mini album GnR bertitel G N'R Lies (rilis : November 1988) yang hanya berisi 4 lagu yang direkam dalam beberapa tur mereka. Salah satu single di album tersebut - Patience - menjadi lagu yang sangat populer, dan sempat bertengger di tangga kedua Billboard 200 pada saat itu.

Awal tahun 1990, Guns & Roses menggebrak dunia lagi lewat double album mereka yang fenomenal berjudul Use Your Illusion I dan Use Your Illusion II. Kedua album tersebut mencetak prestasi yang luar biasa dengan penjualannya yang fenomenal. Bahkan hingga hari ini, double album tersebut masih banyak dicari oleh fans Guns & Roses di seluruh dunia. Di album tersebut, terdapat banyak lagu-lagu legendaris Guns & Roses yang tidak akan mudah dilupakan orang : Civil War, Don't Cry, November Rain, Estranged, dan You Could Be Mine.

Tanggal 23 November 1993, Guns N Roses mengeluarkan album The Spagetti Incident. Album ini adalah kumpulan lagu punk dan glam rock penyanyi lain yang dinyanyi-ulang oleh Guns & Roses. Sayang, penjualan album ini tidak sebaik album-album sebelumnya. Bahkan banyak fans yang mengkritik album ini sebagai album Guns & Roses yang paling gagal. Di album tersebut, lagu "Since I Don't Have You" sempat merajai tangga lagu beberapa stasiun radio, walau tetap tidak mampu mendongkrak penjualan album tersebut secara internasional.

Usai rilis album The Spagetti Incident, Guns & Roses mengalami vakum yang cukup panjang. Kondisi grup ini pada saat itu sedang sangat kritis karena timbul banyak perpecahan. Satu-persatu personil Guns & Roses keluar karena muncul ketidakpuasan dan ketidaksepahaman dengan Axl Rose (sang vokalis). 

Tahun 1999, Guns & Roses tampil dengan komposisi personil yang baru : Axl Rose (vokalis), Dizzy Reed (keyboard), Tommy Stinson (bass), Chris Pitman (sub-bass), Richard Fortus (ryhtm gitar), Ron "Bumblefoot" Thal (lead gitar), Frank Ferrer (drum), dan DJ Ashba (lead gitar). Dizzy Reed sendiri sebenarnya bukanlah personil baru, karena dia sudah mulai terlibat dengan Guns & Roses saat pembuatan album Use Your Illusion 1.

Walau sudah terbentuk, grup ini tidak langsung dapat meluncurkan album baru, walau banyak kabar burung yang mengatakan jika GnR sedang menggarap album baru bertitel Chinese Democracy. Album tersebut sebenarnya memang sudah dibuat sejak tahun 1994. Namun baru pada tanggal 22 November 2008, Chinese Democracy dirilis. Walau sudah dibuat sedemikian lama, album yang dibuat dengan dana lebih dari US$ 13 juta dan telah ditunggu-tunggu oleh para fans GnR ternyata tidak segarang yang diduga banyak orang. Bahkan penjualannya tidak sesuai harapan banyak orang, meski pun beberapa lagunya seperti Chinese Democracy, Better, dan Street of Dreams sempat merajai tangga lagu Billboard.


FAKTA TENTANG GNR : 
Di masa lalu, konser GnR hampir selalu ricuh. Salah satu kericuhan yang paling dikenal adalah kericuhan dalam konser Riverport Amphitheater di Maryland Heights, Missouri tanggal 2 Juli 1991. Dalam konser tersebut, saat sedang menyanyikan lagu "Rocket Queen", Axl melihat seorang penonton sedang merekam aksinya dengan menggunakan kamera. Sontak dia menghentikan nyanyiannya dan meminta sekuriti untuk mengambil kamera tersebut. Beberapa detik kemudian, Axl tiba-tiba melompat ke arah penonton untuk kemudian merebut kamera tersebut. Setelah direlai dan kembali ke panggung, Axl menghentikan konser dan meninggalkan panggung. Tindakannya menyulut amarah para penonton dan kericuhan meledak saat itu. Untungnya polisi segera turun tangan dan menghentikan aksi anarkis para penonton tersebut. Kasus itu kemudian dikenal dengan Kerusuhan Riverport (Riverport Riot).


Kericuhan fenomenal berikutnya adalah pada 8 Agustus 1992, dalam gelaran Guns N' Roses / Metallica Stadium Tour. Dalam konser yang diadakan di Montreal Olympic Stadium tersebut, Metallica mendapatkan kesempatan pertama menyanyikan lagu. Namun baru beberapa melantunkan beberapa lagu, tiba-tiba terjadi konsleting yang mengakibatkan James Hetfield - vokalis dan gitaris Metallica - terbakar. Akibatnya Metallica harus menghentikan pertunjukan. Panggung sempat vakum cukup lama, sebelum akhirnya GnR tampil. Namun, celakanya, monitor panggung tidak dinyalakan dan mic tidak berfungsi dengan baik sehingga tidak ada suara di panggung. Axl - yang kala itu mengaku sedang sakit tenggorokan - langsung meninggalkan panggung begitu saja. Kontan tindakan Axl yang dianggap "tidak bertanggung jawab" direspon penonton dengan melakukan pengrusakan panggung, yang meluas menjadi kerusuhan massal di sebagian kota Montreal.

Dan kericuhan terakhir yang paling dikenang banyak orang adalah kericuhan pada konser GnR di River Plate Stadium, Buenos Aires, Argentina pada tanggal 17 Juli 1993. Sebelum konser berlangsung, Axl Rose berada dalam kondisi mabuk dan terlambat 2 jam tiba di stadium. Saat di panggung, kondisi Axl yang mabuk parah tidak memungkinkan dia tampil maksimal, sehingga mengecewakan banyak penonton. Beberapa orang mulai melemparkan botol ke panggung, membuat Axl marah dan mogok menyanyi. Akibatnya penonton geram dan kericuhan terjadi. Sedikitnya 50 orang ditahan, dan seorang remaja tewas dalam kejadian tersebut.

Video Klip November Rain adalah video klip termahal yang pernah dibuat oleh GnR, yaitu US$ 1.5 juta. Selain habis untuk membayar artis yang tampil di video klip tersebut, sekitar US$ 8,000 digunakan untuk membuat peti mati yang didesain khusus.

Use Your Illusion Tour tercatat sebagai konser musik terpanjang sepanjang sejarah. Konser tersebut dilakukan sejak tanggal 20 januari 1991 hingga 17 Juli 1993, dengan 194 pertunjukan di 27 negara. Konser ini pun merupakan konser yang paling sarat dengan keributan dan kerusuhan selama dan usai pertunjukan.

Tanggal 25 November 1992, usai melakukan Use Your Illusion Tour di Caracas, Venezuella, Angkatan Udara Venezuella melancarkan kudeta militer terhadap pemerintahannya. Akibatnya, semua kru band tertahan beberapa hari di Venezuella.

Tanggal 30 November 1992, saat melakukan konser di Bogota, Columbia, ketika GnR mulai melantunkan lagu November Rain, tiba-tiba hujan mengguyur. Untuk menghindari risiko para personil band tersetrum akibat air hujan yang membasahi panggung, maka pihak penyelenggara menghentikan konser sesaat, menunggu hujan reda, kemudian mengeringkan panggung. Setelah dirasa aman, GnR diizinkan untuk melanjutkan konsernya kembali.

Album The Spagetti Incident menuai kontroversi karena GnR memasukkan lagu Look At Your Game, Girl yang merupakan lagu yang diciptakan dan dinyanyikan Charles Manson - pembunuh legendaris yang membunuh artis Sharon Tate dan Leno LaBianca. Lagu tersebut tidak ditemukan dalam daftar track lagu dan terekam tersembunyi di bagian paling akhir album. Entah apa tujuan Axl memasukkan lagu tersebut, yang jelas tindakan ini diprotes fansnya. Untuk menghindari kontroversi berkepanjangan, Axl pernah mengatakan akan menghilangkan lagu tersebut di album The Spagetti Incident. Namun, hingga hari ini, dan telah mengalami beberapa kali rilis-ulang, lagu tersebut masih tetap ada.


Begitu kita bicara soal film arahan Quentin Tarantino, saya yakin pikiran Anda langsung membayangkan film-film yang penuh kekerasan, brutal, sadis, berdarah-darah, dengan cerita yang ringan, datar, bahkan terkadang seenaknya. Yep, yep....Itulah ciri khas Quentin Tarantino. Film-filmnya selalu berdarah-darah, dibuat seenaknya, sehingga terkesan sebagai film kelas B. Namun di sanalah letak daya tariknya, karena bagi penonton yang "haus darah", film seperti itulah yang mampu memuaskan dahaga mereka. Dan Tarantino memastikan, apa yang diinginkan para fansnya akan selalu terpenuhi.

Hal yang sama juga berlaku untuk film Django Unchained yang merupakan film terbaru Tarantino. Dibintangi Jamie Foxx, Leonardo diCaprio, dan Samuel L. Jackson, sudah dapat dipastikan kalau film western yang akan dirilis di Amerika tepat di hari Natal (25 Desember 2012) ini adalah film yang cukup menjanjikan tayangan berbobot dan berdarah-darah.

Buat Anda yang terlahir di tahun 90an, mungkin tidak terlalu tahu siapa Django sebenarnya. Karakter ini adalah salah satu karakter film western yang cukup populer di akhir era 60an dan merupakan salah satu Spagetti Western (film western yang dibuat oleh sineas Italia) yang fenomenal, bahkan hingga hari ini. Film Django pertama kali dirilis tahun 1966, disutradarai Sergio Corbucci dan diperani Franco Nero. Saat dirilis, film ini langsung diganjar reputasi sebagai film paling brutal saat itu. Sakin brutalnya, film tersebut sempat ditolak badan sensor beberapa negara Eropa. Bahkan Badan Sensor Film Inggris merilis 18 sertifikat penolakan rilis film itu. Barulah pada tahun 1993, film tersebut diizinkan untuk beredar. Itu pun dalam ruang lingkup yang sangat terbatas.

Resminya, Django hanya dibuat 2 seri, yaitu Django (1966) dan Django 2 : Il Grande Ritorno (Django Strikes Back) di mana kedua film itu skenarionya ditulis Corbucci dan diperani Franco Nero. Namun karena sukses, banyak produser yang kemudian merilis film dengan embel-embel judul Django, sehingga sepanjang era 1970an, setidaknya lebih dari 30 judul film yang menggunakan judul Django.

Django sendiri adalah petualang yang selalu membawa peti mati kemana pun dia pergi. Di dalam peti mati itu, tersimpan senjata mesin yang siap membantai siapapun yang menghalanginya. Di cerita aslinya, diceritakan Django berpetualang untuk membalas dendam pada bandit yang telah menghabisi istrinya. Selanjutnya, film-film Django banyak menampilkan tokoh itu berpetualang dari kota ke kota untuk menghabisi para bandit yang mengacau.

Dalam film Django Unchained, Tarantino mengubah total sosok Django menjadi karakter yang sama sekali baru. Jika dulu karakter Django adalah koboi berkulit putih, maka dalam versi Tarantino, tokohnya berubah menjadi seorang budak berkulit hitam. Filmnya sendiri sama sekali tidak ada kaitan dengan film Django terdahulu, bahkan bisa dikatakan sama sekali baru. Dikisahkan Django (Foxx) adalah budak dari daerah Selatan Amerika yang terpisah dari istrinya - Broomhilda (Kerry Washington). Django dibeli oleh Dr. King Schultz (Christoph Waltz), pria berdarah Jerman yang bekerja sebagai pemburu bandit dan menjalankan profesi dokter gigi sebagai kamuflase. Setelah dibeli, Schulz membebaskan Django namun memintanya untuk membantu menangkap kelompok bandit, Brittle Brothers, yang mana hanya Django yang pernah bertemu dengan mereka. Sebagai balasan, Schultz membantu Django membebaskan istrinya dari sekapan Raja Bandit Calvin Candie (diCaprio), pemilik Candyland, sebuah perkebunan kamuflase yang digunakan untuk menjadikan para budak wanita sebagai wanita penghibur.

TRIVIA :
Will Smith adalah orang pertama yang dipilih Tarantino untuk memerani tokoh Django ini. Namun Tarantino berubah pikiran, dan akhirnya memilih Jamie Foxx untuk memerani tokoh tersebut.

Franco Nero diikutisertakan bermain dalam film ini, namun tidak memerani Django yang pernah membesarkan namanya. Awalnya Nero dipersiapkan untuk memerani tokoh antagonis Calvin Candie. Namun kemudian perannya diganti sebagai cameo saja, memerani Amerigo Vassepi.

Tarantino membuat kejutan dengan mengikutisertakan Lady Gaga berperan dalam filmnya ini. Sebagai siapakah dia nanti? Tarantino tidak mau berkomentar. Silakan Anda tonton sendiri .... ^_^....



Peter Jackson - sutradara trilogi The Lord of the Ring - akan menghibur kita kembali lewat trilogi kolosal teranyarnya : The Hobbit. Trilogi tersebut dibagi dalam 3 sub-judul : An Unexpected Journey, The Desolation of Smaug, dan There and Back Again, yang mana ketiganya akan dirilis dengan selisih waktu 1 tahun (2012, 2013, dan 2014).

Seri pertamanya akan dirilis secara internasional tanggal 14 Desember 2012 dengan judul The Hobbit : An Unexpected Journey.

Film tersebut diangkat berdasarkan novel karya JRR Tolkien berjudul sama yang diterbitkan tahun 1937, dan diperani Martin Freeman (Bilbo Baggins), Ian McKellen (Gandalf the Grey), Richard Armitoge (Thorin Oakenshield), dan James Nesbtt (Bofur). Film ini merupakan prekuel dari The Lords of The Ring yang mana menceritakan tentang kehidupan Bilbo Baggins muda, bagaimana dia berkenalan dengan si penyihir Gandalf dan perjalanannya bersama 13 orang kurcaci ke Lonely Mountain untuk mengambil harta karun di gunung tersebut. Perjalanan mereka tidak akan mudah karena harta tersebut dijaga oleh Smaug, naga penunggu gunung yang kejam.

Sepanjang perjalanan pula, akan dikisahkan sejarah perkenanan Bilbo dengan Gollum dan bagaimana sejarah Bilbo mendapatkan cincin emas milik Gollum, yang akhirnya kelak menjadi milik keponakannya, Frodo Baggins.

Sambil menunggu kehadiran filmnya, rasanya Anda perlu tahu apa saja fakta-fakta menarik dari film ini :

Pada awalnya, Martin Freeman tidak dapat memerankan karakter Bilbo dikarenakan jadwalnya bertabrakan dengan jadwal shooting serial televisi BBC Sherlock. Beberapa bintang yang sempat dipertimbangkan untuk menggantikan Freeman adalah James McAvoy, Tobey Maguire, dan David Tennant. Beruntung jadwal shooting Sherlock selesai, dan Freeman dapat kembali memerankan Bilbo.

Ryan Gage awalnya dipersiapkan untuk memerankan Drogo Baggins, ayah dari Frodo Baggins, dan hanya merupakan peran kecil dalam film The Hobbit. Peter Jackson melihat Gage adalah aktor muda yang sangat berpotensi, sehingga memberikan peran yang lebih besar, yaitu Alfrid, pembantu dari Master of Laketown.

Bagi Anda yang belum tahu, nama 13 Kurcaci yang akan mengiringi petualangan Bilbo di film The Hobbit adalah Fili, Kili, Oin, Gloin, Dwalin, Balin, Bifor, Bofur, Bombur, Dori, Nori, Ori, dan pemimpin para Kurcaci : Thorin Oakenshield. 

Rencana pembuatan film The Hobbit sudah didengungkan sejak tahun 2007 dan seharusnya sudah selesai diproduksi tahun 2010. Sayangnya, karena masalah legalitas (berkenaan dengan hak cipta) dan masalah finansial (karena film ini menelan dana yang tidak sedikit), maka proses pembuatan film baru berakhir di tahun 2011 akhir.

Selain Ian McKellen, aktor The Lord of the Rings lain yang akan turut serta bermain dalam film The Hobbit dan kembali memerankan karakter mereka di film The Lord of The Rings adalah : Andy Serkis (Smegol / Gollum), Hugo Weaving (Elrond), Christopher Lee (Saruman The White), Cate Blanchett (Galadriel), Elijah Wood (Frodo Baggins), Orlando Bloom (Legolas), dan Ian Holm (Bilbo Baggins tua).

Awalnya, trilogi ini akan disutradarai oleh Guillermo del Toro. Namun karena berlarut-larutnya proses pengurusan legalitas dan hak cipta produksi The Hobbits (April 2008 - Mei 2010, membuat del Toro tidak bisa menunggu lama. Akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari proyek the Hobbits dan digantikan oleh Peter Jackson, yang sebelumnya merilis trilogi The Lord of The Rings.

Proses shooting The Hobbit yang dilakukan di New Zealand mengalami hambatan terus-menerus yang tidak mudah. Tanggal 24 September 2010, Federasi Aktor Internasional yang berada di New Zealand mengeluarkan Instruksi Tidak Bekerja (Do Not Work Order) kepada para pekerjanya yang bekerja dalam tim produksi The Hobbits dikarenakan produser film dianggap tidak menyepakati kontrak kerja sama dengan serikat pekerja New Zealand.  Instruksi itu memicu kemarahan Warner Bros dan New Line Cinema - selaku produser dan distributor film The Hobbits - sehingga mengancam untuk memindahkan lokasi shooting di Eropa. Ancaman produser film itu disambut dengan demo besar-besaran yang dilakukan oleh ratusan penduduk New Zealand. Demo tersebut tidak dilayangkan pada produser namun Federasi Pekerja New Zealand, karena menurut mereka, instruksi yang dikeluarkan Federasi akan berdampak pada pariwisata New Zealand dan pendapatan negara akan berkurang hingga US$ 1.5 milyar. Setelah melalui perdebatan alot (yang ditengahi oleh Perdana Menteri John Key), akhirnya tanggal 27 Oktober 2010, diputuskan The Hobbits tetap dibuat di New Zealand, dan instruksi Federasi dicabut. 

Semua adegan The Hobbits direkam dengan menggunakan kecepatan 48 fps (frames per second), dua kali lebih cepat daripada film normal (24 fbc). Hal ini dilakukan agar semua adegan menimbulkan efek nyata. Hal ini akan sangat terasa jika penonton menonton film tersebut dalam bioskop 3-D.

The Hobbit : An Unexpected Journey diputar pertama kali tanggal 28 November 2012 di Wellington, New Zealand. Tiket untuk premiere film tersebut - sejumlah 100,000 lembar - habis terjual hanya dalam hitungan menit.

The Hobbit : the desolation of Smaug akan dirilis secara internasional tanggal 13 Desember 2013, dan seri terakhirnya The Hobbit : There and Back Again akan dirilis tanggal 18 Juli 2014.

Sebagai informasi, The Hobbit sebelumnya pernah dibuat dalam versi kartun. Pada tahun 1977, studio film animasi Topcraft membuat film adaptasi novel JRR Tolkien tersebut. Animasi ini ditayangkan pertama kali di NBC pada tanggal 27 November 1977. Film berdurasi 77 menit itu dibuat dengan cerita yang nyaris mirip novelnya, namun dalam versi yang lebih sederhana dan mudah dicerna anak-anak. Film tersebut waktu itu sempat masuk nominasi penerima penghargaan Hugo Award untuk kategori Best Dramatic Presentation. Sayangnya, gagal dan dikalahkan oleh Star Wars.

Selamat datang di Funtertainment Facts, blog yang didedikasikan untuk para penyuka dunia entertainment yang ingin tahu seluk-beluk detil, informasi, dan hal-hal heboh dari dunia entertainment yang tidak banyak diketahui banyak orang.

Bisa informasi film, anime, album, artis, tempat hangout, makanan unik, tempat hangout, tempat wisata, ... apapun yang berkenaan dengan entertainment, di sini referensinya.....

So... let's get started....

NewerStories Home