Movie Review - HANSEL AND GRETEL : WITCH HUNTERS

Salah satu tren genre film yang sedang populer saat ini adalah adaptasi dongeng klasik anak-anak yang dibuat dalam cerita yang sangat jauh berbeda dari dongeng aslinya. Jika mau dirunut, sebenarnya genre ini mulai dipopulerkan oleh film Shrek (2001) di mana film animasi itu menyisipkan beberapa tokoh dongeng klasik yang kisahnya dipelintir sedemikian rupa, menjadi sebuah cerita baru yang sama sekali berbeda dari aslinya. Kesuksesan Shrek diikuti oleh animasi Hoodwinked (2005) yang juga mempelintir kisah Red Riding Hood menjadi cerita kriminal yang unik dan "aneh" tapi menarik.

Di tahun 2011-2012, banyak produser yang mengangkat dongeng klasik ke layar lebar, namun dengan cerita yang sangat jauh berbeda dari dongeng aslinya. Sebut saja film Alice in Wonderland, Neverland (adaptasi dongeng Peter Pan), Red Riding Hood, Mirror Mirror (adaptasi dongeng Putri Salju), dan Snow White and The Huntsman. Ada juga yang diadaptasi ke dalam versi televisi, seperti Once Upon A Time dan The Grimms. 

Genre adaptasi dongeng ini ternyata masih berlanjut hingga tahun 2013. Dan film dongeng yang akan mengawali tahun 2013 adalah Hansel and Gretel : Witch Hunters. Jika tidak ada halangan, film ini direncakanakan akan beredar serentak ke seluruh dunia tanggal 25 januari 2013. Seperti film-film terdahulunya, kisah Hansel and Gretel ini akan bercerita jauh dari apa yang pernah kita ketahui dari buku dongeng sebelumnya. Jika Hansel dan Gretel yang kita kenal dulu adalah 2 anak malang yang dibuang orang tuanya di hutan lalu menjadi tawanan Nenek Sihir pemilik rumah permen, maka film yang akan kita tonton akan berkisah tentang Hansel dan Gretel yang perkasa dan pemburu para penyihir.

Film yang disutradarai Tommy Wirkota dan diperani Famke Janssen, Gemma Artenton, dan Jeremy Renner ini bisa dibilang "sekuel" dari dongeng Hansel and Gretel (1812) karya Brother Grimm. Dalam film tersebut, dikisahkan bahwa kakak-beradik Hansel dan Gretel berhasil lolos dari tawanan Nenek Sihir di rumah permen. Lima belas tahun kemudian, kedua saudara itu tumbuh menjadi pemburu bayaran yang mengkhususkan diri sebagai pemburu para penyihir.

Satu waktu, kedua saudara itu mendapat tugas dari Walikota Augsburg, Jerman, untuk menghabisi Muriel (diperani Famke Janssen), Penyihir Kejam yang tinggal di dalam hutan. Penyihir itu kerap menangkapi anak-anak di kota. Untuk menghadapi penyihir itu ternyata tidak mudah. Selain memiliki banyak pasukan yang kuat, Muriel ternyata dibantu oleh Sheriff Berringer (Peter Stormare) yang kejam dan melindungi para penyihir.

TRIVIA : 
Banyak orang ragu dengan genre film ini karena Will Ferrell - yang dikenal sebagai komedian handal - duduk sebagai salah satu produser film tersebut (bareng Adam McKay, Kevin Messick, dan Beau Flynn). Lewat Entertainment Weekly, Ferrell memastikan kalau film itu murni bergenre action-adventure-horror. Tidak akan ada lelucon konyol khas Ferrell dalam film itu. Jadi, buat Anda yang kurang suka dengan gaya konyol-menjijikkan ala Ferrell bisa bernafas lega...

Film ini akan dirilis tanggal 25 Januari 2013 dan akan ditayangkan dalam layar IMAX 3D. Paramount Pictures akan mendistribusikan film ini ke seluruh dunia.

Film ini diproduksi dengan budjet "hanya" US$ 60 juta. Sebagai sebuah film petualangan yang "menjanjikan", budjet film ini mungkin sedikit meragukan, terutama jika dibandingkan dengan Pirates of Carribean yang berbudjet hingga US$ 300 juta. But, we'll see....

Bagi Anda yang sudah menonton trailer film ini (premiere tanggal 5 September 2012), tentu mendengar alunan lagu yang menjadi latar trailer tersebut. Lagu itu berjudul The Wreched dan dinyanyikan oleh Nine Inch Nails. Belum jelas apakah lagu tersebut akan menjadi lagu tema resmi film tersebut atau hanya "dipinjam" untuk trailer tersebut.





NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment