Menutup tahun ini, Jackie Chan melakukan gebrakan dengan merilis film terbarunya : Police Story 2013. Film ini merupakan instalment ke-6 dari rangkaian film Police Story. Film ini akan dirilis tanggal 24 Desember 2013 di China, Singapura, dan Hong Kong.

Police Story merupakan salah satu film fenomenal yang telah membesarkan Jackie Chan. Namanya dikenal publik - terutama penonton Asia - karena "kegilaannya" dalam melakukan sendiri semua adegan berbahaya. Salah satu adegan paling fenomenal yang dilakukan Jackie Chan adalah meluncur dari tiang lantai tiga sebuah mal, di mana di sekeliling tiang tersebut terlilit kabel listrik yang siap menyengat tubuh Jackie Chan. Adegan fenomenal itu menyebabkan Jackie terluka bakar tingkat tiga. Keberanian Jackie itulah yang membuat namanya harum dan menjadikan semua seri Police Story menjadi legenda di kalangan penonton.

Film Police Story 2013 bercerita tentang Detektif Zhong Wen (Jackie Chan), seorang polisi dari China yang memiliki hubungan kurang harmonis dengan anaknya Miao Miao (diperani Jing Tian). Miao Miao akhirnya lari dan lebih banyak berhubungan dengan kekasihnya. Yang tidak diketahui Miao Miao, kekasihnya - bernama Wu Jiang (diperani Liu Ye) - tidak lain adalah anak dari seorang kriminal spesialis penculikan yang baru-baru ini dipenjara oleh Zhong Wen. Dia mendekati Miao Miao karena ingin menggunakan anak Zhong Wen sebagai sandera dan jaminan agar Zhong Wen melepaskan ayah Wu Jiang yang dipenjara.

Dengan waktu yang tidak banyak, Zhong Wen harus menyelamatkan anak perempuannya, serta menyelamatkan para sandera serta mengalahkan semua bawahan Wu Jiang.



Berbeda dengan film-film Police Story sebelumnya yang mana banyak menampilkan adegan komedi, dalam Police Story 2013, Jackie Chan tampil sangat dingin dan kelam. Nyaris tanpa senyum sedikit pun. Sekuens perkelahian - yang merupakan ciri khas film-film Jackie Chan pada umumnya - dibuat dengan sangat menarik dan menegangkan. Tidak ada efek khusus yang digunakan Jackie Chan. Hanya saja, untuk seri ini, Jackie Chan banyak menggunakan stunt-double guna menggantikannya melakukan adegan berbahaya. Faktor usia sudah tidak memungkinkan Jackie Chan untuk melakukan adegan berbahaya itu sendiri.

Kursi penyutradaraan dipercayakan pada Ding Sheng, sutradara yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan Jackie Chan di film Little Big Soldier.  Film ini didukung pula oleh aktor dan aktris lain dari China, seperti Liu Ye, Jing Tian, Huan Bo, dan Yu Rongguang.


DO YOU KNOW? 
Seri Police Story 2013 merupakan reboot ulang dari film Police Story sebelumnya. Tidak ada hubungan antara film ini dengan seri-seri Police Story sebelumnya. Satu-satunya benang penghubung adalah Jackie Chan yang memerani semua seri Police Story.

Proses pembuatan film Police Story 2013 dimulai November 2012 di Beijing dan selesai produksi Februari 2013. 

Film ini pertama kali ditayangkan di Beijing International Film Festival bulan April 2013 silam, dan mendapatkan respon yang sangat positif dari para penonton.

Seperti film-film sebelumnya, Jackie Chan menyanyikan lagu tema film ini. Judul lagu tema tersebut adalah "Rescue". Lagu ini ditulis oleh musisi Sun Nan, dan dirilis oleh Megavision Inc.

Karena kehidupan polisi China berbeda dengan polisi Hong Kong, maka Ding Sheng dan Jackie Chan menghabiskan waktu 2 tahun untuk mempelajari karakteristik polisi China yang memang terkenal kaku dan dingin. Mereka pun juga mempelajari berkas kasus-kasus penculikan yang terjadi di China untuk memahami pola pikir kriminal spesialis penculikan di Negara Bambu tersebut.



Beberapa tahun ini Marvel Comics sangat gencar mengangkat para pahlawan super heronya ke layar lebar dan layar kaca. Baru-baru ini, Marvel Comics merilis serial televisi live-action terbaru berjudul Marvel's Agents of S.H.I.E.L.D (yang disingkat dengan Agents of S.H.I.E.L.D). Ini adalah serial televisi live-action kedelapan yang diprodusi Marvel Comics setelah sebelumnya memproduksi Blade : The Series (1 season; 2006), Mutant X (3 season ; 2001-2004), dan beberapa serial lain.
Untuk memproduksi serial ini, Marvel Comics menggandeng ABC Studios dan Mutant Enemy. Serial ini diproduksi sejak awal 2013 silam dan sudah mulai tayang di televisi Amerika sejak 24 September 2013 dan akan berakhir 7 Januari 2013 mendatang.  Respon penonton ternyata sangat baik dengan rata-rata episode ditonton lebih dari 12 juta orang, menjadikan serial ini sebagai tontontan dengan jumlah penonton tertinggi dalam 4 tahun terakhir ini.

Melihat prestasi itu, tanggal 10 Oktober 2013, ABC Studios memberikan lampu hijau bagi Marvel Comics untuk memproduksi Season Kedua dari serial ini sebanyak 22 episode.

Season Pertama Agents of S.H.I.E.L.D yang berjumlah 22 episode ini mengisahkan tentang organisasi S.H.I.E.L.D. (Strategic Homeland Intervention, Enforcement, and Logistics Division) yang bertugas menangani kasus-kasus yang berhubungan dengan mahluk-mahluk super - dan juga manusia biasa - yang ingin menghancurkan dan menguasai bumi, salah satunya adalah HYDRA yang merupakan musuh lama S.H.I.E.L.D.

Serial ini memiliki kesinambungan dengan film The Avengers (2011). Bagi yang sudah menonton film The Avengers, tentu ingat adegan di mana Loki membunuh Agen Phil Coulson (diperani Clark Gregg) di markas S.H.I.E.L.D. Nah, dari sanalah serial Agents of S.H.I.E.L.D. ini dimulai. Agen Phil Coulson yang tadinya tewas, ternyata dapat dihidupkan kembali oleh para dokter.Setelah itu, Phil Coulson mendapat tugas untuk mengumpulkan tim kelompok kecil manusia biasa (bukan manusia berkekuatan super) untuk menangani kasus-kasus yang dapat mengancam keselamatan bumi.

Agen Phil pun akhirnya menemukan 5 orang yang menjadi anggota timnya : Pilot dan ahli persenjataan Melinda May (diperani Ming-Na Wen), Spesialis Operasi Penyusupan Grant Ward (Brett Dalton), Ahli Hacker Skye (Chloe Bennet), Spesialis Teknologi Persenjataan Leo Fitz (Iain De Caestecker), dan Spesialis Analis Kehidupan Manusia dan Alien Jemma Simmons (Elizabeth Henstridge).

Setiap episode menampilkan satu kasus - yang tidak berhubungan dengan episode sebelumnya - yang mana para agen S.H.I.E.L.D. harus berhadapan dengan orang-orang yang berniat menguasai dunia. Sesekali mereka berhubungan dengan Nick Fury (Samuel L. Jackson), Direktur S.H.I.E.L.D. Mereka pun juga terlibat dalam beberapa kejadian dari film layar lebar, seperti misalnya pada episode # 8 di mana tim Agents of S.H.I.E.L.D. bertugas untuk membersihkan lokasi pertempuran Thor dengan Dark Elf Malekith (even di film Thor : The Dark World).

Meski tidak menampilkan sosok superhero dalam serial tersebut, namun serial yang dibuat dengan format cerita yang terbilang baru ini cukup menarik untuk disimak.


Sebentar lagi tahun 2013 akan berakhir. Namun tidak berarti gak ada serian Korea baru lagi yang bisa ditongkrongin lagi. Ada banyak serian Korea yang sedang dan akan tayang dalam waktu dekat ini. Berikut ini saya memilih 8 serial televisi Korea yang keren dan wajib Anda tunggu kehadirannya (tahun depan). ^_^

1. YOUR NEIGHBOR'S WIFE 
Produksi         : jTBC
Tanggal Tayang : 14 Oktober - 24 Desember 2013
Total Episode :  22

Perselingkuhan mungkin saat ini sudah menjadi tren di semua negara. Karena itu, tidak heran jika produser Go Jung Ho dan Kim Eui Suk mengangkat tema tersebut dalam serial menarik ini. Diperani Jung Joon Ho, Yum Jung Ah, Kim Yoo Suk, dan Shin Eun Gyung, serial ini mengisahkan tentang perselingkuhan yang terjadi di masyarakat Korea. Ceritanya berpusat pada 2 keluarga yang tinggal dalam 1 apartemen namun berbeda lantai.

Adalah Min Sang Sik (diperani Jung Joon Ho), seorang suami yang merupakan Kepala Departemen di sebuah perusahaan besar. Walau sudah mengarungi hidup berkeluarga yang cukup bahagia dengan istrinya, Hong Kyung Joo (Shin Eun Gyung). Meski demikian, satu ketika hatinya terpikat dengan tetangganya, Chae Song Ha (Yum Jung Ah), yang secara kebetulan tinggal di apartemen yang sama dengannya, namun berbeda lantai.

Chae Song Ha sendiri adalah seorang Pemimpin Tim Marketing di sebuah perusahaan periklanan. Chae Song Ha adalah seorang perfeksionis yang menginginkan semuanya serba sempurna, baik di rumah maupun di kantor. Meski karirnya sangat gemilang, Song Ha merasakan kehampaan dalam hidup rumah tangganya. Suaminya, Ahn Sun Kyu (Kim Yook Suk) adalah seorang dokter yang selalu sibuk dan tidak punya waktu untuknya. Hanya pada Sang Sik, Song Ha menemukan kebahagiaan dan perhatian. Akankah perselingkuhan Sang Sik dan Song Ha akan berakhir bahagia?

Serial ini mendapatkan respon yang positif dari para penonton Korea. Meski ditayangkan di stasiun televisi berbayar - di mana penontonnya tidak sebanyak penonton stasiun televisi swasta biasa - namun ratingnya di luar dugaan justru sangat baik. Serial ini rata-rata menduduki posisi rating 1 - 3 setiap episodenya, yang membuat serial ini menjadi salah satu serial paling disukai saat ini di Korea.


2.EMPRESS KI 
Produksi         :MBC
Tanggal Tayang :28 Oktober 2013 - 15 April 2014
Total Episode : 50

Setelah tahun lalu bermain di serial televisi The King 2 Hearts - lalu kemudian disibukkan dengan berbagai kegiatan dan shooting layar lebar - artis Korea Selatan serba bisa Ha Ji Won kembali tampil dalam serial terbaru berjudul Empress Ki. Ji Won sendiri akan berperan sebagai Empress Ki, gadis kelahiran Goryeo yang kelak menikahi Kaisar Huizong dari Mongol. Serial ini didukung pula oleh Joo Jin Mo dan Ji Chang Wook.

Serial ini mengisahkan tentang kehidupan Permaisuri Ki yang menikah dengan Kaisar Mongol dan bagaimana peran sang Permaisuri dalam membantu suaminya dalam mengendalikan pemerintahan Dinasti Yuan di Mongol.

Sejauh ini, rating serial Empress Ki terbilang cukup baik. Meski saat pertama kali ditayangkan respon penonton kurang memuaskan dan membuat serial ini duduk di posisi 14, namun seiring berjalannya waktu, setelah mencapai episode 6, serial ini baru mulai diapresiasi penonton dan berhasil menempatkannya di posisi 4. Setelah itu, rating setiap episode serial ini selalu bertengger antara posisi 3 - 4 yang menandakan bahwa serial ini telah mendapatkan hati para penonton Korea Selatan.


3. GOLD RAINBOW 
Produksi         : MBC
Tanggal Tayang : 2 November 2013 - 20 April 2014
Total Episode : 50

Ada penggemar girlband Korea After School yang sedang membaca artikel ini? Nah, salah seorang vokalisnya, Uee (nama aslinya Kim Yu Jin) akan bermain dalam serial 50 seri ini. Bercerita tentang 7 anak yatim yang hidup bersama dan saling menjaga. Uee akan berperan sebagai Baek Won, pimpinan dari ketujuh anak yatim itu yang berjuang untuk menghidupi dan mempersatukan semua saudara-tidak sedarahnya itu. Selain dihiasi dengan cerita perjuangan hidup mereka, serial ini juga mengetengahkan tentang perjuangan Do Young (diperani Jung Il Woo), seorang pegacara muda, yang jatuh hati pada Baek Won namun menemui berbagai hambatan, terutama dari keluarganya.

Selain mereka berdua, serial ini juga didukung oleh Kim Yoo Jung, Lee Chae Mi, Oh Jae Moo, Lee Jae Yoon, dan Cha Ye Ryun. Serial ini cukup menarik perhatian para penonton Korea karena rating masing-masing episode selalu bertengger di posisi 2 - 6, yang menandakan serial ini memang populer dan patut dinanti.


4. PRETTY MAN  
Produksi         : KBS2
Tanggal Tayang :20 November 2013 - 9 Januari 2014
Total Episode :  16

Diangkat dari komik populer Korea berjudul sama karya Chon Jye Young, serial ini mengisahkan tentang seorang pria "cantik" bernama Doggo Ma Te (diperani Jang Geun Suk) yang dimanfaatkan oleh Hong Yoo Ra (Han Chae Young) - seorang wanita cantik dan kaya - untuk menggoda 10 wanita paling cantik di Korea dan mengambil harta mereka.  Ma Te membiarkan dirinya diperalat Yoo Ra karena dirinya sendiri jatuh cinta pada Yoo Ra. Hingga satu hari, kehidupan Ma Te yang sudah diatur Yoo Ra berubah berantakan setelah Kim Bo Tong (diperani penyanyi IU) - tetangga dan teman masa sekolah Ma Te - jatuh cinta dan berusaha mendekati Ma Te.

Film drama komedi romantis ini disukai banyak penonton Korea. Bahkan banyak yang kecewa karena serial ini hanya dibuat 16 episode (padahal komiknya sendiri 17 seri), sehingga terkesan serial ini adalah hasil "pemadatan" cerita di komik.


5. ONE WARM WORD
Produksi         : SBS
Tanggal Tayang : 2 Desember 2013 - 4 Februari 2014
Total Episode : 20

Satu lagi serial bertemakan perselingkuhan.  Mengisahkan tentang pasangan suami-istri,Yoo Jae Hak (Ji Jin Hee) dan Kim Ji Soo, yang hidup bahagia. Jae Hak adalah seorang pebisnis sukses yang selalu sibuk dengan pekerjaannya. Sebagai istri, Ji Soo menyadari kesibukan suaminya dan awalnya tidak terlalu keberatan. Namun satu waktu, dia mulai mencurigai suaminya berselingkuh dengan seorang wanita berkeluarga yang diketahuinya bernama Na Eun Jin (Han Hye Jin). Untuk mencari bukti jika suaminya berhubungan gelap, Ji Soo menyidiki dengan hati-hati. Semakin dalam investigasi dilakukan, tanpa disadari, Ji Soo justru terjebak dalam hubungan gelap dengan  pria lain, yaitu Kim Sung Soo (Lee Sang Woo), yang tidak lain adalah suami Na Eun Jin.


6. THE PRIME MINISTER AND I
Produksi         : KBS2
Tanggal Tayang : 9 Desember 2013 - 28 Januari 2014
Total Episode :  16

Serial drama komedi romantis ini mengisahkan tentang seorang reporter wanita bernama Nam Da Jung (diperani Im Yoon Ah) yang ingin membuat artikel mengenai kehidupan Perdana Menteri Kwon Yul (Lee Bum Soo) yang dikenal sebagai pribadi yang sangat tertutup. Untuk itu, dia menyamar sebagai guru les untuk anak-anak Perdana Menteri.

Selama bersama keluarga Perdana Menteri, Da Jung mempelajari jika sang Perdana Menteri adalah seorang duda yang sangat gila kerja (workaholic) dan kurang memperhatikan keluarganya. Nurani wanita dan seorang Ibu muncul dalam diri Da Jung. Dia memberikan kasih sayang pada anak-anak sang Perdana Menteri, dan membuat keluarga yang tadinya dingin menjadi ceria kembali. Hal ini mengubah hati Perdana Menteri yang keras dan dingin, menjadi lembut. Dan kisah cinta antara Perdana Menteri dan Da Jung pun dimulai. Namun ketika Perdana Menteri mengetahui identitas Da Jung sebagai wartawan, akankah cintanya akan terus menyala? Atau pupus dan berakhir karena merasa diperalat oleh Da Jung?


7. YOU WHO COME FROM THE STARS
Produksi         : SBS
Tanggal Tayang : 18 Desember 2013 - 20 Februari 2014
Total Episode : 20

Sebuah serial televisi bergenre drama komedi unik yang kayaknya wajib ditonton nih. Menuturkan tentang Do Min Joon (diperani Kim Soo Hyun) adalah mahluk alien yang memiliki bentuk fisik yang sangat persis dengan manusia. Dia memiliki kemampuan luar biasa dalam melihat jarak jauh, mendengar, dan berlari cepat. Min Joon mendarat di bumi 400 tahun silam, yaitu pada abad 17 di masa Dinasti Joseon.

Di masa kini, Min Joon menyamar sebagai seorang profesor dan mengajar di sebuah perguruan tinggi. Meski usianya sudah sangat tua, namun perawakannya masih seperti pria berusia 20. Meskipun sering memandang rendah manusia, namun Min Joon akhirnya jatuh hati pada Chun Song Yi (Jeon Ji Hyun), salah seorang muridnya di kampus yang juga seorang artis populer.

Serial ini diperkuat juga oleh Park Hae Jin, Yoo In Na, Na Young Hee, dan Uhm Hyo Sup.

Karena ceritanya yang cukup unik, rating serial ini langsung berada di puncak dan selalu bertengger di antara posisi 1 - 2.


8. MISS KOREA 
Produksi         : MBC
Tanggal Tayang : 18 Desember 2013 - 20 Februari 2014
Total Episode : 20

Bergenre drama komedi, serial ini mengambil setting tahun 1997, tentang seorang wanita bernama Oh Ji Young (diperani Lee Yeon Hee) yang di masa SMA dulu merupakan Ratu Kecantikan Sekolah. Namun setelah lulus, dia hanya menjadi penjaga elevator.

Nasib kemudian mempertemukannya dengan Kim Hyung Joon (Lee Sun Gyun), seorang pengusaha kosmetik yang sedang berjuang menyelamatkan perusahaannya. Hyung Joon berniat menjadikan Ji Young sebagai Miss Korea agar dapat menjadi Duta Produk Kecantikan miliknya, sehingga nama produknya terangkat dan perusahaannya selamat dari kebangkrutan. Ji Young menyambut baik tawaran Hyung Joon karena dia pun ingin namanya dikenal kembali sebagai Ratu Kecantikan. Berdua mereka pun bahu-membahu meraih impian.
Dan ... akhirnya .... inilah daftar 10 film terakhir dari total 30 film bertema identik yang dirilis di waktu yang nyaris bersamaan.


21. DESPICABLE ME VS MEGAMIND (2010)
Tidak banyak orang sadar kalau tahun 2010 silam terjadi persaingan cukup ketat antara 2 film animasi. Yang satu adalah Despicable Me (rilis : 9 Juli 2010) produksi Illumination Entertainment, dan satu lagi Megamind (rilis : 5 November 2010) produksi DreamWorks Animation. Walau konsepnya cukup berbeda tetapi temanya mirip : Tentang tokoh antagonis yang kemudian bertobat dan berubah menjadi protagonis.

Walau kedua film animasi ini sama-sama unggul dalam kualitas dan finansial, namun kita harus mengakui kalau Despicable Me yang menjadi pemenang sebenarnya dalam persaingan ini. Selain alur ceritanya yang lebih mengetengahkan tema keluarga, karakter tokoh Minion yang lucu menjadi salah satu alasan dan daya tarik mengapa film Despicable Me jauh lebih terkenal ketimbang Megamind. Maka tidak heran jika tiga tahun kemudian, film Despicable Me (2013) dirilis


22. MIRROR MIRROR VS SNOW WHITE AND THE HUNTSMAN (2012)
Entah mengapa, tema Putri Salju sangat "tren" sekali di tahun 2012. Terbukti dengan dirilisnya 2 film layar lebar bertema tersebut, plus 1 serial televisi yang juga bertema sama (Once Upon A Time, yang kini telah memasuki season kedua). Mirror Mirror (rilis : 30 Maret 2012) dan Snow White and The Huntsman (rilis : 30 Mei 2012) adalah film yang sama-sama bertema tentang Putri Salju. Yang membedakan kedua film ini adalah genrenya. Mirror Mirror bergenre drama-komedi dengan mengambil sudut pandang cerita dari Sang Ratu Jahat Clementianna (diperani Julia Robert). Sedangkan Snow White and The Huntsman bergenre action-fantasi dan lebih setia mengikuti alur cerita aslinya berdasarkan sudut pandang Sang Putri Salju (diperani oleh Kristen Stewart).

Walau secara komersil kedua film ini meraih keuntungan secara finansial, namun banyak orang lebih menyukai film Snow White and The Huntsman ketimbang Mirror Mirror. Selain ceritanya lebih kelam dengan efek khusus yang memanjakan mata, Snow White and The Huntsman mengingatkan penonton pada film Lord of the Rings. Selain pemandangan yang indah, juga adegan perkelahian yang menarik, membuat penonton lebih betah menonton film ini daripada Mirror Mirror.


23. AFTER EARTH VS OBLIVION (2013)
Tahun 2013 ini, paling tidak ada 3 film yang sebenarnya bertema nyaris mirip tentang bumi di masa depan : After Earth, Oblivion, dan Elysium. Namun diantara ketiganya, After Earth dan Oblivion merupakan 2 film yang memiliki kesamaan nyaris berdekatan, baik dari segi alur cerita hingga poster film. Keduanya merupakan film box office dunia yang sukses secara finansial.


Oblivion (rilis : 10 April 2013) meraih perolehan keuntungan sebesar US$ 286 juta, sedangkan After Earth (rilis : 31 mei 2013) meraih keuntungan sebesar US$ 243 juta. Hasil kedua film ini terbilang nyaris seimbang dan tidak terpaut jauh.

Meski masing-masing film memiliki penggemarnya sendiri, namun saya pribadi lebih menyukai Oblivion, meski ceritanya lebih "berat" dibandingkan After Earth yang lebih kaya dengan adegan CGI. Salah satu alasannya adalah akting Jaden Smith yang sangat kedodoran. Saya paham kalau lewat film ini Will Smith mencoba mengangkat nama anaknya. Maka tidak heran kalau - demi mempopulerkan anaknya  - Will Smith memproduseri sekaligus membuatkan skenario film After Earth untuk Jaden dan menjadikannya tokoh sentral film tersebut. Masalahnya, Jaden belum siap memegang peran penting tersebut dan sangat terkesan film ini memaksakan Jaden untuk menjadi pemeran utama. Akibatnya bisa ditebak : film ini menjadi kurang menarik karena akting Jaden sebagai Kitai yang sangat kaku dan dingin.

Jika orang bertanya, mengapa film After Earth bisa sukses? Ini tidak lain karena peran Will Smith dalam film itu. Andai saja Will Smith tidak bermain di film ini, belum tentu After Earth bisa sukses dan dilirik orang.

Sebaliknya Oblivion - meski menawarkan cerita yang sedikit lebih rumit daripada After Earth namun - jauh lebih menarik dan berkesan. Tom Cruise, Morgan Freeman, Olga Kurylenko, dan Andrea Riseborough bermain sangat prima dan benar-benar menampilkan akting kelas atas. Keempatnya dapat bersinergi dengan sangat baik, sehingga menghasilkan sebuah tontonan yang mengasyikkan dan penuh kejutan.


24. OLYMPUS HAS FALLEN VS WHITE HOUSE DOWN (2013)
Tahun ini pula secara "mengejutkan" muncul 2 film bergenre ala Die Hard yang mengambil cerita nyaris sama. Kedua-duanya tentang aksi teroris yang menyandera Gedung Putih. Keduanya pun mengisahkan tentang seorang anggota Secret Service Gedung Putih yang beraksi seorang diri mengalahkan para teroris dan menyelamatkan Presiden dari sandera teroris. Olympus Has Fallen (rilis : 22 Maret 2013) dan White House Down (rilis : 28 Juni 2013) terlalu banyak memiliki kesamaan, sehingga sulit bagi siapapun untuk mengatakan kedua film ini "beda".

Hasil yang diraih kedua film ini pun terbilang fantastis dan sama-sama sukses secara finansial. Olympus Has Fallen meraup keuntungan finansial US$ 161 juta (bujet US$ 70 juta), sedangkan White House Down meraih US$ 205 juta (dari bujet US$ 150 juta).

Meski demikian, para kritikus menilai kalau secara kualitas, film Olympus Has Fallen jauh lebih baik ketimbang White House Down. Antoine Faqua - sutradara Olympus - mampu membawakan ketegangan yang berkelas. Sedangkan Roland Emmerich - sutradara White House - dinilai kurang mampu membawakan film yang elegan seperti Faqua. Aksi tembak-tembakan yang ditampilkan Emmerich terkesan sangat "standar".

Akting Jamie Foxx sebagai Presiden di film White House pun saya nilai kurang berwibawa, bahkan terkesan plin-plan. Berbeda dengan peran Aaron Eckhart yang tampak sangat gagah, dan garang bak singa terluka. Secara umum, Olympus memang berada di atas White House. Maka tidak heran, jika produser film Olympus Has Fallen memutuskan untuk membuat sekuel film ini yang akan tayang awal tahun 2015 mendatang.


25. HERCULES : THE THRACIAN WARS VS THE LEGEND OF HERCULES (2014)
Tahun 2014 mendatang akan ada lagi 2 film dengan tema yang identik. Keduanya mengisahkan tentang Hercules, Anak Dewa Zeus yang berkekuatan setengah dewa dan setengah manusia. Tokoh legendaris ini secara "kebetulan" diangkat kembali ke layar lebar di waktu yang nyaris berdekatan.

Hercules : The Thracian Wars akan dirilis tanggal 25 Juli 2014 mendatang, sedangkan The Legend of Hercules (awalnya dirilis dengan judul Hercules : The Legend Begins) dirilis tanggal 10 Januari 2014.


Disutradarai oleh Renny Harlin dan diperani oleh Kellan Lutz (sebagai Hercules), The Legend of Hercules mengisahkan tentang kehidupan Hercules di masa muda, kisah cintanya dengan Hebe, Putri dari Crete, dan perjuangannya untuk menjadi pahlawan sejati.

Sementara Hercules : The Thracian Wars disutradarai Brett Ratner dan diperani Dwayne Johnson. Kisahnya lebih dramatis, mengisahkan kehidupan masa kecil Hercules yang - meskipun anak Dewa Zeus - hidup menderita di bumi. Mulai dari kehilangan keluarganya, hingga teman-temannya. Hingga satu ketika, dia menyadari akan takdirnya di bumi dan berubah menjadi pahlawan pembela kebenaran.


Sekilas, kedua film ini memang memiliki kesamaan alur cerita. Di atas kertas, kedua film ini punya kekuatan yang sama. Renny Harlin sudah dikenal sebagai sutradara senior yang banyak menelurkan film-film eksyen berkelas dan mencekam, seperti Die Hard, Cliffhanger, The Long Kiss Goodnight, dan Deep Blue Sea. Sedangkan Brett Ratner pun juga adalah sutradara papan atas yang sudah banyak menelurkan film-film eksyen box office, seperti trilogi Rush Hour, Red Dragon, dan X-Men : The Last Stand.

Hanya saja kekurangan dari kedua film tersebut justru pada casting pemilihan pemeran Hercules-nya. The Legend of Hercules memilih Kellan Lutz sebagai Hercules, yang menurut saya kurang pas karena wajahnya terlalu kelam dan dingin. Meski pernah bermain film epik cerita Yunani sebelumnya (tahun 2011 silam, Lutz pernah berperan sebagai Poseidon untuk film The Immortals), namun dengan melihat film-film yang pernah diperani Lutz (The Twilight Saga Arena, dan A Warrior's Heart), sepertinya kesan "salah casting" sangat melekat erat pada dirinya saat berperan sebagai Hercules. Mungkin kalau sosok seperti Gerald Butler atau Sullivan Stapleton yang dipilih, saya punya keyakinan film ini akan bagus sekali karena sosok mereka pas untuk memerani sosok Hercules yang garang dan berwibawa.

Sedangkan Dwayne Johnson yang dipilih sebagai Hercules di film Hercules : The Thracian Wars juga sama saja terkesan "salah casting". Johnson memang punya wajah garang dan sangar, serta bergaya "cave-man" banget saat melakukan aksi laganya. Meski demikian, karakternya yang belakangan identik dengan aktor laga-komedian, membuat saya sangsi kalau Johnson bisa membawakan peran Hercules dengan cukup baik. Ya, dia memang pernah bermain sangat bagus sebagai Mathayus di film The Scorpion King (2002). Tapi jangan lupakan film-film komedinya seperti The Game Plan (2007), Get Smart (2008), Tooth Fairy (2010), dan Journey 2 : The Mysterious Island (2012). Daftar film Johnson ini membuat saya bertanya, apakah Johnson nanti akan membawakan peran Hercules dengan gaya komedi (mengingat film paling sukses yang pernah disutradarai Brett Ratner adalah Rush Hour, yang juga merupakan film eksyen-komedi)?



Selain itu, ada film lain yang secara "kebetulan" dirilis di waktu yang nyaris bersamaan dengan tema yang sama. Tidak hanya 2, namun lebih dari dua film (bahkan ada yang hingga 5 film). Ada pun film tersebut adalah :

26. LIKE FATHER LIKE SON (1987) VS 18 AGAIN ! VS BIG VS VICE VERSA (1988)
Tema tentang seseorang yang dirasuki jiwa yang bukan dirinya ternyata sangat populer di Amerika pada era 80an. Dan uniknya, ada satu waktu tertentu di mana beberapa film bertema sejenis beredar di waktu yang nyaris bersamaan.

Setidaknya ada 4 film Hollywood bertema tersebut yang beredar nyaris bersamaan : Like Father Like Son (rilis : 2 Oktober 1987), 18 Again! (rilis : 8 April 1988), Big (rilis : 3 Juni 1988), dan Vice Versa (rilis : 11 Maret 1988).


Film Big merupakan yang paling sukses dan fenomenal di antara keempat film tersebut. Film drama-komedi yang diperani Tom Hanks dan Elizabeth Perkins serta disutradarai ini Penny Marshall berhasil meraih keuntungan hingga US$ 155 juta. Berkat film ini pula nama Tom Hanks terangkat sebagai aktor papan atas, dan Penny Marshall menjadi sutradara film drama paling berpengaruh di masa itu.

Sedangkan film Vice Versa menjadi film paling gagal diantara keempat film tersebut. Film ini hanya meraup keuntungan US$ 13 juta. 


27. DEEP STAR SIX VS LEVIATHAN VS THE ABYSS VS THE EVIL BELOW VS LORDS OF THE DEEP VS THE RIFT (1989)
Tahun 1989 bisa dikatakan sebagai tahunnya film bertema ekspedisi dasar laut yang bertemu dengan mahluk aneh di sana, karena ada 6 film bertema sejenis yang dirilis nyaris bersamaan di tahun itu. Secara umum, kesemua film tersebut memiliki alur yang nyaris sama.

Tetapi ada catatan khusus yang perlu saya berikan pada film The Abyss, karena film ini berbeda dengan yang lima film lainnya. Jika yang lain mengisahkan tentang pertemuan manusia dengan mahluk dasar laut yang kesemuanya adalah binatang laut "umum" berukuran raksasa, maka The Abyss justru menampilkan sosok spesies aneh bening yang mampu berubah wujud. Karya sutradara James Cameron (yang kelak sukses menyutradarai film Titanic) dipuji banyak kritikus sebagai film yang fenomenal berkat efek khusus mahluk bawah lautnya yang unik di mana efek yang digunakan Cameron masih terbilang sangat baru dan belum dikenal banyak orang.

Berkat efek khusus fenomenalnya ini, The Abyss berhasil menggondol Oscar di Ajang Academy Awards 1990 untuk kategori Best Visual Effects. Selain itu, secara finansial The Abyss meraih keuntungan finansial jauh di atas kelima film sejenis, di mana dia mendapatkan US$ 90 juta.


28. DARK CITY (1998) VS THE MATRIX VS THE THIRTEENTH FLOOR VS EXISTENZ (1999)
Kisah futuristik dengan cerita yang lumayan ngejelimet pernah secara beruntun beredar di akhir tahun 1998 - pertengahan 1999. Ceritanya nyaris sama, tentang kehidupan paralel di dua dunia yang berbeda.

Film Dark City dirilis 27 Februari 1998 dan merupakan film futuristik bertema dunia paralel pertama yang dirilis. Tidak lama berselang, film bertema sejenis beredar secara beruntun, mulai dari sang legendaris The Matrix (rilis : 31 Maret 1999), The Thirteenth Floor (rilis : 16 april 1999), dan eXistenZ (rilis : 23 April 1999).


Walau mengusung tema dan alur yang mirip, tidak bisa dipungkiri kalau semua film tersebut tidak mampu menandingi The Matrix. Film yang disutradarai The Wachowski Brothers ini menjadi film  eksyen paling keren di masanya.

Meski mengusung cerita yang sangat rumit dan tidak jelas, film ini menjadi legendaris karena banyaknya hal baru yang ditampilkan dalam film ini. Salah satunya yang menjadi trade-mark The Matrix adalah teknik  "Bullet Time" yang menampilkan slow motion 360 derajat. Selain itu, adegan laga dalam film ini pun sangat realistis, berkat arahan koreografi Yuen Wo-ping. Tidak heran jika kemudian The Matrix menjadi film fiksi ilmiah paling laris tahun itu (meraup keuntungan US$ 463 juta; dengan bujet pembuatan film US$ 63 juta).


29. THE ZODIAC (2006) VS ZODIAC VS CURSE OF THE ZODIAC (2007)
Salah satu pembunuh berantai misterius yang sempat menggemparkan Amerika - tepatnya California Utara - adalah Zodiac atau Zodiac Killer. Pembunuh yang melakukan aksi sadisnya sepanjang tahun 1960 - 1970an ini telah membunuh sedikitnya 3 orang pria dan 4 orang wanita. Inspirasi kekejiannya secara "kebetulan" diangkat oleh 3 studio film di waktu yang nyaris bersamaan. Dan terilislah film The Zodiac (produksi THINKFilm, rilis 17 Maret 2006), Zodiac (produksi Paramount Pictures dan Warner Bros, rilis tanggal 2 Maret 2007), dan Curse of The Zodiac (produksi Lionsgate, rilis 15 Mei 2007).

Meski ketiganya terbilang gagal secara finansial saat dirilis, namun bisa dikatakan film Zodiac produksi Paramount & Warner Bros-lah yang kualitasnya paling baik. Selain didukung oleh studio film besar, film tersebut juga didukung oleh para aktor ternama seperti Jake Gyllenhaal, Robert Downey Jr., Anthony Edwards, Brian Cox, dan Dermot Mulroney.  Dengan dukungan seperti itu, tentu saja menjadikan film ini menjadi film papan atas yang menarik minat lebih banyak penonton. Meski demikian, sosok Zodiac Killer tampaknya kurang berkesan di mata banyak orang, sehingga filmnya kurang mendapatkan respon yang positif.  Mungkin juga karena hingga hari ini Zodiac Killers belum tertangkap, sehingga banyak orang enggan menonton film ini karena dinilai sebagai alat propaganda dan "promosi" kekejian pembunuh misterius ini.


30.SURROGATES VS GAMER VS AVATAR (2009)
Tiga film burbujet tinggi dengan tema yang mirip secara kebetulan bertarung di layar lebar tahun 2009 silam. Adalah Surrogates (rilis : 25 September 2009), Gamer (rilis : 16 September 2009), dan Avatar (rilis : 18 Desember 2009) yang sama-sama mengisahkan tentang kehidupan masa depan, di mana manusia hidup dalam dunia virtual. Setiap kejadian yang dialami di dunia virtual, dirasakan juga secara fisik oleh manusia tersebut di dunia nyata.


Dari ketiga film tersebut, Surrogates dan Avatar memiliki kualitas film yang cukup seimbang. Gamer (diperani Gerald Butler dan disutradarai Neveldine / Taylor) cukup kedodoran dari segi tema dan sinematografi sehingga menjadi yang paling buruk diantara ketiga film tersebut, bahkan menjadi film yang paling jeblok dalam perolehan penghasilan, bahkan merugi (diproduksi US$ 50 juta, perolehan finansial US$ 40 juta).


Pada akhir pertarungan, Avatar unggul telak dengan penghasilan mencapai lebih dari US$ 2 juta (dibuat dengan bujet US$ 286 juta). Film hasil kreasi sutradara James Cameron ini terbukti menjadi film terbaik yang unggul dalam banyak hal, terutama teknologi efek khususnya yang sangat realistis. Tidak heran kalau film ini diganjar penghargaan 9 piala Oscar untuk berbagai kategori, termasuk Best Picture, Best Director, Best Art Direction, Best Cinematography, dan Best Visual Effects.

Sedangkan Surrogates (diperani Bruce Willis dan ving Rhimes, serta disutradarai Jonathan Mostow) harus cukup puas menjadi yang kedua dengan perolehan finansial sebesar US$ 122 juta (dari bujet US$ 80 juta).

Baca juga :
30 Film Bertema Identik yang Dirilis di Waktu Nyaris Bersamaan (Part 1) :
http://www.funtertainment-facts.blogspot.com/2013/12/30-film-bertema-identik-yang-dirilis-di.html

30 Film Bertema Identik yang Dirilis di Waktu Nyaris Bersamaan (Part 2) :
http://www.funtertainment-facts.blogspot.com/2013/12/30-film-bertema-identik-yang-dirilis-di_6.html

Sebuah film action-thriller super seru baru-baru ini dirilis di Hong Kong, tepatnya tanggal 12 Desember 2013. Film berjudul Control ini diperani Daniel Wu, Yao Chen, Simon Yam, Leon Dai, Shao Bing, dan Ady An.  Diproduseri dan disutradarai oleh Stephen Fung, film ini langsung menjadi salah satu box office Hong Kong yang saat ini ramai dibicarakan.

Control mengisahkan tentang  Mark, seorang pria biasa, yang suatu hari menerima telepon dari seseorang yang tidak dikenal. Lewat telepon, orang tersebut mengatakan kepada Mark jika hidupnya akan hancur 9 menit lagi. Tepat 9 menit kemudian, kehidupan Mark yang biasa-biasa saja berubah total setelah dirinya dimanipulasi dan dikendalikan lewat suara yang tiba-tiba muncul dari headset ponsel yang dikenakannya. Sejak itu, dia melakukan penipuan, perampokan bank, serta rentetan tindakan kriminal lain yang sama sekali tidak pernah dia lakukan sebelumnya.

Berbagai usaha dilakukan Mark untuk lepas dari kendali itu, namun justru dia terpuruk makin dalam. Dan orang yang mengendalikannya itu mengawasi semua gerak-geriknya lewat kamera CCTV yang ada di mana-mana. Mark pun menjadi boneka yang dapat dipermainkan semaunya. Siapakah orang yang membuatnya demikian dan mungkinkah Mark berhasil melepaskan diri dari kendali orang misterius itu?

Film yang awalnya berjudul Plan to Control the City, menggunakan setting dunia masa depan. Meski sekilas memiliki alur seperti film Enemy of The State yang diperani Will Smith tahun 1991 silam, film ini memiliki tensi ketegangan yang berbeda dan sedikit di atas Enemy of The State.

Walau minim adegan perkelahian, namun film ini sarat dengan efek khusus yang dapat memuaskan mata penonton, serta ceritanya yang tidak umum dan penuh kejutan. Film ini menjadi block-buster dan menjadi salah satu film paling sukses minggu ini.
Setelah di artikel sebelumnya saya memaparkan 10 film bertema identik, pada artikel ini terdapat 10 film lagi yang juga bertema identik dan dirilis di waktu yang nyaris bersamaan, bahkan berdekatan.


11. ARMAGEDDON VS DEEP IMPACT (1998)
Dua film blockbuster legendaris yang paling dasyat di tahun 1998 adalah kedua film ini. Dengan jadwal rilis yang sangat dekat (Armageddon dirilis  1 Juli 1998 dan Deep Impact tanggal 8 Mei 1998), kedua film ini mengisahkan perjuangan manusia menghadapi meteor dan asteroid yang mengarah ke bumi. Dari segi kualitas, Deep Impact diakui banyak kritikus jauh lebih baik daripada Armageddon karena film tersebut lebih dramatis dan mengharukan. Armageddon dinilai terlalu berlebihan dan tidak masuk akal (karena untuk menyelamatkan bumi, NASA mengirimkan orang untuk mengebor dan menghancurkan asteroid dari ruang angkasa).
 Sedangkan dari sisi finansial, Armageddon meraih perolehan lebih besar daripada Deep Impact (Armageddon meraih US$ 553 juta, sedangkan Deep Impact meraih US$ 349 juta). Kesuksesan Armageddon tampaknya banyak ditopang oleh Bruce Willis dan Ben Affleck yang merupakan aktor papan atas di masa itu. Ditambah lagi karena kepopuleran lagu tema "I Don't Wanna Miss a Thing" -nya Aerosmith, yang membuat film tersebut menjadi semakin sukses.

Hal ini berbeda sekali dengan Deep Impact yang hanya mengandalkan Robert Duvall dan Morgan Freeman sebagai pemeran utama. Akting mereka memang sangat baik. Sayangnya, mereka aktor senior yang mungkin kurang mampu menarik minat penonton muda. Walau ada Elijah Wood yang saat itu masih ABG,
namun wajah imutnya belum mampu menjual saat itu.


12. THE TRUMAN SHOW (1998) VS EDTV (1999)
The Truman Show (rilis 5 Juni 1998) dan EdTV (rilis 26 Maret 1999) mungkin nyaris terpaut 1 tahun jadwal rilisnya. Walau demikian, kemiripan tema kedua film ini mau tidak mau "memaksa" para penonton dan kritikus untuk membanding-bandingkan keduanya.

Kedua film ini mengetengahkan cerita yang nyaris sama : tentang kehidupan seseorang yang di-shoot dan ditayangkan secara "on-line" dan "live". Yang membedakan keduanya adalah dalam film The Truman Show sosok Truman (diperani Jim Carey) tidak pernah menyadari kalau kehidupannya menjadi komoditas film. Sedangkan Edward "Ed" Pekurny (Matthew McConaughey) sengaja merekam kehidupan gilanya untuk komoditas film.

Walau memiliki kesamaan, tapi tampak jelas kalau The Truman Show jauh di atas EdTV dari berbagai aspek. Jim Carey membawakan sosok Truman Burbank dengan sangat baik dan menyentuh hati. Gaya bercandanya sangat elegan dalam film ini, jauh dari gaya norak yang biasa dia tampilkan di film-filmnya yang lain. The Truman Show pun menampilkan banyak unsur kemanusiaan yang mengharukan. Jadi sangat pantas jika film ini berhasil meraup keuntungan finansial hingga US$ 264 juta.

Hal ini sangat kontras dengan EdTV yang menawarkan komedi "murahan" dan kurang berbobot. Matthew McConaughey kedodoran membawakan sosok Ed yang konyol dan terlalu memaksakan diri untuk berperan "slapstick", yang jelas-jelas bukan gayanya. Hal ini menyebabkan film EdTV hanya mampu meraup keuntungan sebesar US$ 36 juta, jauh di bawah bujet pembuatannya yang sebesar US$ 80 juta.


13. END OF DAYS VS STIGMATA (1999)
Akhir tahun 1999 - yang juga akhir abad 20 - diwarnai dengan banyak kepanikan dan kehebohan, terutama "ketakutan" orang akan terjadinya kiamat saat penggantian milenium. Isu inilah yang ditangkap oleh para sineas yang kemudian berbondong-bondong membuat film bertema kiamat. Dari sekian banyak film bertema itu, ada 2 film yang secara "kebetulan" memiliki alur cerita yang nyaris mirip. End of Days diperani Arnold Schwarzenegger dan Gabriel Byrne dengan sutradara Peter Hyams, dirilis tanggal 24 November 1999. Sedangkan Stigmata diperani Patricia Arquette dan Gabriel Byrne dengan sutradara Rupert Wainwright, dirilis tanggal 10 September 1999.

Kedua film ini pada intinya mengetengahkan kejadian-kejadian menjelang akhir zaman, di mana Iblis sedang memunculkan taringnya, dan manusia sedang berjuang untuk mengalahkan sang iblis. Stigmata banyak menampilkan unsur Alkitab dan lebih dramatis. Sedangkan End of Days lebih menampilkan eksyen. Dalam kedua film ini, hal yang paling unik adalah pada peran Gabriel Byrne di kedua film ini. Di Stigmata, Byrne berperan sebagai seorang Pastor Vatikan yang menyelamatkan Frankie Paige (Arquette) dari kerasukan. Kontradiksi dengan film End of Days, Byrne berperan sebagai Lucifer sang Iblis yang nyaris berhasil menguasai dunia jika tidak dihalangi oleh Jericho Cane (Schwarzenegger).

Secara finansial, kedua film ini bisa dikatakan imbang. End Of Days mengantongi penghasilan US$ 212 juta (dari bujet US$ 80 juta). Sedangkan Stigmata meraih US$ 89 juta (dari bujet US$ 29 juta). Jika nilainya disamakan, hasil kedua film ini mirip dan imbang. Dan secara kualitas pula, kedua film ini terbilang sama-sama baik. Mungkin kita bisa katakan inilah satu-satunya pasangan dua film identik yang memiliki kualitas dan perfomansi yang sama-sama baik.



14. MISSION TO MARS VS RED PLANET (2000)
Kalau mau jujur, kedua film ini bukan film yang bagus. Mission to Mars dirilis 10 Maret 2000 dan Red Planet tanggal 10 November 2000. Hasil keduanya pun cukup mengecewakan. Ceritanya sama : tentang satu tim astronot yang ditugaskan untuk menolong sekelompok astronot yang terdampar di Planet Mars.


Secara kualitas, kedua film ini terbilang buruk. Fakta ini mungki sulit dipercaya (bahkan sangat mengejutkan saya), mengingat sutradara film Mission to Mars adalah Brian de Palma yang sudah terkenal sebagai maestro film thriller papan atas terbaik setelah Alfred Hitchcock. Di lain pihak, film Red Planet punya potensi yang cukup besar untuk dapat menjadi film box-office karena menggandeng aktor papan atas Val Kilmer dan Carrie-Ann Moss yang harusnya menjadi jaminan kesuksesan film itu. Tapi apa daya, pasar berbicara lain.

Secara komersial, Mission to Mars hanya mampu mendulang penghasilan sebesar US$ 60 juta, jauh di bawah bujet pembuatan film ini yang mencapai US$ 90 juta. Demikian pula Red Planet yang hanya mampu meraup US$17.5 juta dengan bujet pembuatan mencapai US$ 75 juta.


15. MADAGASCAR (2005) VS THE WILD (2006)
Lagi-lagi dua film animasi yang - secara "sangat" kebetulan - bertema identik beredar. Tidak saja temanya, namun karakter di dalam filmnya pun sangat mirip. Hal ini menimbulkan spekulasi kalau terjadi saling jiplak  antara kedua studio yang memproduksi kedua film tersebut.

Madagascar (rilis 7 November 2008) diproduksi oleh DreamWorks Animation, dan mengisahkan tentang 4 sahabat binatang dari Kebon Binatang New York (Alex si Singa yang disuarakan Ben Stiller; Marty si Zebra yang disuarakan Chris Rock; Melman si Jerapah yang disuarakan David Schwimmer; dan Gloria si Kuda Nil yang disuarakan Jada Pinkett Smith). Keempatnya berusaha kabur dari Kebon Binatang, dan tidak disangka malah terbawa ke Pulau Madagascar.

Sementara The Wild (rilis 14 April 2008) diproduksi Walt Disney Pictures, mengisahkan tentang Samson si Singa (disuarakan Kiefer Sutherland) yang melarikan diri dari Kebon Binatang New York untuk mencari anaknya. Samson dibantu oleh 3 sahabatnya : Benny si Tupai (disuarakan James Belushi), Bridget si Jerapah (Janeane Garofalo), dan Nigel si Koala (Eddy Izzard).

Dengan alur dan tokoh yang sangat mirip (bahkan mengambil setting lokasi di kebon binatang yang sama), kedua film ini cukup hangat dibicarakan di kalangan moviegoers, bahkan sering dibandingkan. Namun pada akhirnya Madagascar berhasil menunjukkan kelasnya sebagai film yang unggul secara kualitas, dan mampu meraup keuntungan finansial hingga US$ 532 juta (dibuat dengan bujet US$ 75 juta).

Sedangkan The Wild hanya meraup keuntungan US$ 102 juta (dibuat dengan bujet US$ 80 juta). Nama besar Kiefer Sutherland (yang kala itu sedang berada di puncak popularitas berkat perannya di serial televisi "24") dan suara khasnya yang serat nan tegas ternyata tidak mampu menarik hati penonton untuk menyaksikan film animasi keluarga ini. Mungkin kalo alur ceritanya dibuat seperti plot serial televisi "24", baru orang-orang akan berminat nonton. Mungkin ....



16. FLIGHTPLAN VS RED EYE (2005)
Saya sangat terkesan saat menonton film Flightplan (dirilis 23 September 2005) dan Red Eye (19 Agustus 2005). Secara kebetulan, kedua film ini bisa-bisanya memiliki alur dan plot yang nyaris sama, walau didukung oleh artis, sutradara, produser, bahkan penulis skenario yang berbeda sekalipun.

Kedua film ini mengisahkan tentang seorang wanita yang terjebak di pesawat terbang dan bertarung antara hidup dan mati untuk menyelamatkan dirinya. Sepanjang film yang berdurasi nyaris sama (sekitar 90-an menit), keseluruhan adegan berlangsung di dalam pesawat terbang.

Secara kualitas, kedua film ini terbilang sangat baik. Akting Jodie Foster di film Flightplan dan Rachel McAdams di film Red Eye dinilai orang sangat sempurna - bahkan seimbang - meski Foster lebih unggul karena lebih berpengalaman, ditambah lagi prestasi Foster yang pernah memenangi beberapa penghargaan dan menerima piala Oscar sebagai Best Actress. Rachel McAdams yang kala itu terbilang masih cukup muda (26 tahun; sedangkan Foster saat itu sudah 43 tahun), mampu menunjukkan akting yang prima yang membuat para kritikus memujanya.

Dan jika bicara soal keuntungan finansial, Flightplan jelas unggul jauh berkat nama besar Jodie Foster. Film ini meraup keuntungan hingga US$ 225 juta. Sebaliknya Red Eye hanya mampu meraup keuntungan sebesar US$ 95 juta. Meski telah didukung oleh akting McAdams yang sangat baik - serta nama besar sutradara Wes Craven yang sudah dikenal sebagai spesialis film horror dan thriller - kalahnya film ini dalam persaingan dengan Flightplan kemungkinan besar karena imej McAdams yang kala itu masih dianggap sebagai sosok "ABG bau kencur" sebab baru saja sukses bermain di film komedi remaja Mean Girls. Hal ini membuat orang masih sulit menerima kalau remaja seperti dirinya memiliki bakat akting yang baik setingkat Jodie Foster atau aktris senior lain. Tidak heran jika film ini tidak mampu meraih kesuksesan secara finansial seperti Flightplan.



17. UNITED 93 VS WORLD TRADE CENTER (2006)
Tema kedua film ini memang sama, yaitu tentang insiden hancurnya World Trade Center (9 September 2001 yang dikenal dunia dengan Tragedi 9/11) akibat dihantam dua pesawat terbang komersial Amerika yang dibajak teroris. Meskipun bertema sama, kedua film ini menggunakan sudut pandang yang berbeda.

United 93 (rilis 28 april 2006) disutradarai oleh Paul Greengrass dan diperani Khalids Abdalla, Christian Clemenson, J.J. Johnson, serta Sarmed al-Samarrai ini mengisahkan tentang drama pembajakan yang terjadi di pesawat United Airlines Flight 93 di mana pesawat itu diarahkan untuk menabrak Gedung WTC.

Sedangkan World Trade Centre (rilis 9 Agustus 2006) disutradarai Oliver Stone dan diperani Nicholas Cage, Maggie Gyllenhall, Stephen Dorff, dan Maria Bello mengisahkan tentang satuan pemadam kebakaran yang terjebak di dalam Gedung WTC pasca runtuh setelah dihantam dua pesawat komersil yang dikuasai teroris. Salah satu pesawat yang menghantam Gedung WTC tersebut adalah Pesawat United Airlines flight 93.

Kedua film tersebut sama-sama memiliki kualitas yang sangat baik dan mampu merekonstruksi kembali drama tragedi yang meluluh-lantakkan Amerika tersebut. Dari sudut finansial, World Trade Centre berhasil keluar sebagai juara dengan meraup keuntungan sebesar US$ 163 juta, sedangkan United 93 hanya meraih US$ 76 juta. Meski kalah dalam perolehan finansial, namun United 93 mendapatkan lebih banyak penghargaan dan apresiasi. Bahkan di tahun 2006, United 73 terpilih sebagai film terbaik dan menduduki peringkat pertama US Top Ten List di berbagai media di Amerika.



18. CAPOTE VS INFAMOUS (2006)
Diangkatnya kisah kehidupan Truman Capote - seorang jurnalis yang memenangkan penghargaan berkat buku non-fiksinya yang berjudul "In Cold Blood" - ke layar lebar sudah menjadi perhatian, apalagi jika ada 2 film tentang dirinya yang diproduksi dan ditayangkan dalam waktu yang nyaris bersamaan.


Capote (dirilis 3 Februari 2006) dan Infamous (rilis 13 Oktober 2006) adalah 2 film yang sama-sama mengisahkan kehidupan Truman Capote, terutama proses penulisan buku non-fiksi "In Cold Blood". Keduanya mengambil sudut pandang yang sama, serta alur yang sama. Hal ini menyebabkan banyak orang kemudian membandingkan peran Philip Seymour Hoffman (Capote) dan Toby Jones (Infamous) yang sama-sama berperan sebagai Truman Capote.

Dalam hal kualitas akting, baik Hoffman maupun Jones sebenarnya memiliki kemampuan yang seimbang. Bahkan banyak kritikus yang menilai kalau kualitas akting Jones sebenarnya jauh di atas Hoffman. Mungkin karena Capote dirilis lebih awal, maka perhatian orang sudah tersedot lebih dulu ke film tersebut. Tidak heran kalau Capote meraih keuntungan finansial hingga US$ 49 juta (dibuat dengan bujet US$ 7 juta). Sedangkan Infamous yang dirilis belakangan - dan dianggap sebagai "pengulangan" dari film Capote - hanya meraup keuntungan US$ 2 juta (bujet US$ 13 juta).


19. THE PRESTIGE VS THE ILLUSIONIST (2006)
Ini merupakan film ketiga di tahun 2006 yang dirilis nyaris bersamaan dan mengangkat tema sama (yang mana temanya sangat spesifik). Keduanya mengangkat tema tentang dunia sulap. The Prestige (rilis : 20 Oktober 1996) diperani Hugh Jackman dan Christian Bale.  Sedangkan The Illusionist (rilis : 18 Agustus 2006) diperani Edward Norton yang kala itu masih belum terlalu populer.

Dalam hal kualitas, banyak fans menilai kalau sebenarnya The Prestige jauh lebih baik dibandingkan The Illusionist. Hal ini dikarenakan alur cerita The Prestige lebih seru karena menampilkan kisah persaingan dan adu kemampuan bersulap dua orang pesulap tangguh. Hal ini ditambah lagi dengan duel akting aktor Hugh Jackman dan Christian Bale yang menjadi daya tarik film ini. Sedangkan The Illusionist kurang menggigit dibandingkan The Prestige. Meski demikian, perolehan keuntungan finansial The Illusionist dan The Prestige nyaris sama.

The Prestige meraup keuntungan US$ 109 juta (bujet : US$ 40 juta), dan The Illusionist meraih keuntungan US$ 87 juta (dari bujet US$ 17 juta). Andai saja The Prestige dirilis lebih awal daripada The Illusionist, mungkin hasilnya akan beda jauh.


20. DEJA VU (2006) VS NEXT (2007)
Kedua film ini diperani oleh 2 aktor watak papan atas yang memang terbaik di dunianya. Deja Vu  (rilis : 22 November 2006) diperani Denzel washington, sedangkan Next (rilis : 27 April 2007) diperani Nicholas Cage. Di atas kertas, dapat dipastikan kalau keduanya bakal bersaing sangat ketat. Namun di luar dugaan, saat filmnya dirilis, justru yang terjadi adalah anti-klimaks.

Deja Vu yang dibuat dengan bujet US$ 75 juta, berhasil meraup keuntungan sebanyak US$ 180 juta lebih. Secara kualitas, film ini terbilang sangat baik. Sinematografi, skenario, akting, dan juga efek khusus dalam film ini memang patut diacungi jempol.

Hal ini justru berbanding terbalik dengan film Next yang kedodoran dari segala hal. Bahkan akting Nicholas Cage terlihat sekali tidak berkembang sepanjang film, dan terjebak dalam kebingungan skenario film yang kompleks. Tidak mengherankan jika film berbujet US$ 70 juta ini hanya mampu balik modal dan meraup perolehan sebesar US$ 76 juta. Atas perannya yang kurang meyakinkan itu,  Nicholas Cage diganjar nominasi Worst Actor untuk penghargaan Razzie Award.


Lihat juga :
30 Film Bertema Identik yang Dirilis di Waktu Yang Nyaris Bersamaan (Part 1) :
http://www.funtertainment-facts.blogspot.com/2013/12/30-film-bertema-identik-yang-dirilis-di.html

30 Film Bertema Identik yang Dirilis di Waktu Yang Nyaris Bersamaan (Part 3) :
http://funtertainment-facts.blogspot.com/2013/12/30-film-bertema-identik-yang-dirilis-di_20.html
Mungkin Anda menyadari kalau ada beberapa film bertema sama - namun berbeda pemeran - yang beredar nyaris bersamaan dalam waktu yang berdekatan (bahkan nyaris bersamaan), yang membuat Anda bertanya-tanya, "Apakah sutradara, penulis skenario, dan perusahaan film yang berbeda tersebut punya pikiran yang sama sehingga dapat membuat film yang temanya nyaris sama?"

Munculnya beberapa film bertema sama atau identik di waktu bersamaan bukan karena adanya kesamaan visi antar sineas, tapi karena beberapa hal, seperti misalnya penulis naskah yang mengirimkan naskahnya ke beberapa studio film dan mendapatkan respon yang positif dari studio-studio tersebut. Bisa juga karena adanya orang dalam suatu studio yang menjual ide studio tersebut pada studio yang lain. Hal ini sudah terjadi sejak tahu 1980an hingga hari ini.

Munculnya film identik ini seringkali menjadi bahan diskusi para penonton, mana yang paling bagus secara kualitas dan mana yang paling sukses secara finansial? Ada banyak film identik yang muncul, dan berikut ini adalah daftar 30 film identik yang fenomenal karena saling bersaing untuk menjadi yang terbaik.

1. IRON EAGLE VS TOP GUN (1986)
Dua film ini sangat populer di masanya dan secara "kebetulan" memiliki tema yang mirip, walau plotnya cukup berbeda. Iron Eagle dirilis tanggal 17 Januari 1986, sedangkan Top Gun  tanggal 16 Mei 1986. Kedua-duanya sama-sama mengisahkan dua orang pemuda yang mengikuti pendidikan di Akademi Angkatan Udara karena terinspirasi oleh ayah mereka yang sebelumnya juga adalah seorang pilot.

Walau sama-sama diperani aktor ganteng (Tom Cruise di Top Gun, dan Jason Gedrick di Iron Eagle), namun pada akhirnya Top Gun-lah yang lebih populer dan sukses secara finansial. Alasan utamanya karena alur Top Gun jauh lebih realistis dibandingkan Iron Eagle. Secara finansial, Top Gun meraup keuntungan US$ 176 juta, sedangkan Iron Eagle hanya US$ 24 juta. Meski Iron Eagle kemudian dibuat hingga 4 sekuel, namun tetap tidak mampu menggeser kepopuleran Top Gun.


2. PLATOON (1986) VS FULL METAL JACKET (1987)
Film perang pernah menjadi salah satu genre yang paling diminati, terutama saat era 80an. Dan Platoon menjadi film perang pertama yang dibuat dengan mengedepankan sisi drama, ketimbang eksyen perangnya. Platoon dirilis tanggal 19 Desember 1986. Berkat film ini, nama sutradara Oliver Stone berkibar setelah terpilih sebagai Best Director di Ajang Oscar, dan filmnya meraih perhargaan Best Picture di ajang yang sama.

Tidak lama setelah Platoon dirilis, tepatnya tanggal 26 Juni 1987, film Full Metal Jacket pun dirilis. Disutradarai oleh Stanley Kubrick, film ini pun mengangkat tema yang nyaris sama dengan Platoon : bercerita tentang kehidupan para tentara Amerika di Vietnam yang diambil dari sudut pandang dan kaca mata salah seorang tentaranya.

Kedua film ini sering dibanding-bandingkan karena memiliki kualitas yang sama. Walau secara finansial Platoon lebih unggul daripada Full Metal Jacket (Platoon meraih US$ 138 juta, sedangkan Full Metal Jacket hanya US$ 46 juta), namun Full Metal Jacket jauh lebih banyak mendapatkan penghargaan daripada Platoon. Beberapa penghargaan yang diraih Full Metal Jacket adalah Best Director dan Best Supporting Actor di Boston Society of Film Critics Awards (1988), Director of The Year di London Critics Circle Film Awards  (1988), dan Best Foreign Language Film Director di Kinema Junpo Awards (1989).


3. K-9 VS TURNER & HOOCH (1989)
Bisa dibilang film bertemakan hubungan kerja antara manusia dan hewan adalah "hal baru" di era 80an. Dan memang akan jadi perhatian khusus mana kala ada 2 film bertema tersebut yang muncul nyaris bersamaan. K-9 adalah film yang diperani James Belushi dan disutradarai Rod Daniel. Film ini dirilis tanggal 28 April 1989. Sedangkan Turner & Hooch diperani Tom Hanks dan disutradarai Roger Spottiswoode, dirilis tanggal 28 Juli 1989.

Keduanya sama-sama mengetengahkan hubungan kerja sama antara seorang polisi dengan anjing pelacak di kesatuannya. Bedanya, anjing yang digunakan di film K-9 adalah jenis German Shepard, sedangkan Scott & Hooch adalah jenis bulldog. Keduanya pun sama-sama sukses secara finansial, dan dikenal sebagai film favorit keluarga. Meski para kritikus lebih memilih K-9 sebagai film yang lebih unggul, namun ternyata penonton Amerika lebih memilih Turner & Hooch karena unsur drama keluarganya lebih kental. Film K-9 telah dibuat dalam 4 sekuel. Sedangkan Turner & Hooch pernah dicoba untuk dibuat dalam serial televisi. Seri perdananya pernah dibuat dan menjadi bagian dalam acara The Magical World of Disney. Namun hingga hari ini belum ada lagi episode lain yang dibuat untuk film tersebut.


4. 1492 : CONQUEST OF PARADISE VS CHRISTOPHER COLUMBUS : THE DISCOVERY (1992)
Walau dirilis dalam waktu yang nyaris bersamaan (1492 : Conquest of Paradise dirilis tanggal 12 Oktober 1992, sedangkan Christopher Columbus : The Discovery tanggal 21 Agustus 1992) dan ditayangkan sebagai Peringatan 500 Tahun Perjalanan Christopher Columbus, sudah sangat jelas kalau 1492 : Conquest of Paradise diakui dunia sebagai film yang terbaik, baik dari segi kualitas, sinematografi, efek khusus, dan lain-lain. Akting Gerald Depardieu - aktor Perancis yang berperan sebagai Christopher Columbus dalam film 1492 - dinilai sangat baik. Peran Ridley Scott sebagai sutradara pun membawa film ini menjadi film petualangan kolosal yang dipuja-puja hingga hari ini.

Hal berbeda justru terjadi pada film Christopher Columbus : The Discovering. Walaupun disutradarai John Glen - yang sebelumnya dikenal sebagai sutradara film-film James Bond - serta didukung oleh aktor-aktor papan atas kala itu seperti Marlon Brando, Tom Selleck, Catherine Zeta-Jones, Benicio del Toro, Robert Davi, dan Rachel Ward, film ini justru gagal total dan merugi (dibuat dengan bujet US$ 45 juta, namun hanya meraih penghasilan sebesar US$ 8 juta). Sejak awal produksi, film ini sudah mengalami banyak masalah, terutama dalam hal biaya produksi film yang membengkak saat pembuatan, sehingga memaksa produser Alexander dan Ilya Salkind (pasangan produser ayah dan anak yang pernah sukses mengangkat film Superman versi Christopher Reeves tahun 1978) untuk mengerem bujet pembuatan film kolosal ini. Akibatnya sudah bisa ditebak : kualitas film menjadi sangat buruk, dan film in mendapatkan banyak kritikan pedas dari para kritikus.


5. TOMBSTONE (1993) VS WYATT EARP (1994)
Dua biopik tentang Wyatt Earp - sheriff yang mengalahkan Curly Bill Brocius, perampok ternama di masanya  - dan aksi pertarungan legendarisnya yang dikenal dengan Gunfight at the O.K. Corral (26 Oktober 1881) ini menjadi pembicaraan hangat di kalangan para penikmat film kala itu. Selain karena beredar di waktu yang nyaris bersamaan (Tombstone tanggal 25 Desember 1993, sedangkan Wyatt Earp tanggal 24 Juni 1994), kedua film itu menampilkan alur yang nyaris sama.

Walau demikian, para kritikus lebih menyukai film Tombstone (berdurasi 130 menit) yang dianggap jauh lebih "straight-to-the-point" daripada Wyatt Earp (durasi 141 menit) yang terkesan sangat bertele-tele. Selain itu, akting Kurt Russell (pemeran Wyatt Earp di Tombstone) dinilai jauh lebih menawan daripada Kevin Costner (Wyatt Earp). Bahkan kumis palsu yang digunakan Kevin Costner menjadi olok-olok dan cibiran para kritisi.

Pada akhirnya, Tombstone memenangi pertarungan dengan mengantungi keuntungan finansial US$ 56.5 juta (dengan bujet pembuatan US$ 25 juta). Sedangkan Wyatt Earp hanya mengantongi US$ 25.1 juta (dengan bujet pembuatan US$ 63 juta).


6. TERMINAL VELOCITY VS DROP ZONE (1994)
Hal unik terjadi pada dua film identik ini : Kedua-duanya adalah film bertema "skydiving"  yang mana ide pembuatan kedua film itu berasal dari dua orang profesional skydiver Tony Griffin dan Guy Manos.

Karena berasal dari sumber yang sama, maka ceritanya sudah pasti nyaris sama, yaitu tentang aksi skydiver yang berusaha mengalahkan musuh mereka di angkasa. Dan hasilnya : kedua-duanya tercatat sebagai film eksyen paling gagal yang pernah diproduksi.


Terminal Velocity diperani Charlie Sheen dan disutradarai oleh Davy Twohy (dirilis 23 September 1994). Dengan bujet  US$ 45 juta (yang sebagian besar digunakan untuk membuat efek khusus skydiving), film ini hanya berhasil meraih penghasilan US$ 28 juta. Sedangkan Drop Zone diperani Wesley Snipes dengan sutradara John Badham (rilis 9 Desember 1994), yang berbekal bujet US$ 50 juta, hanya mampu mengantungi penghasilan sebesar US$ 16 juta saja.


7. BRAVEHEART (1995) VS ROB ROY (1996)
Keduanya adalah film bertema pahlawan Scotlandia. Braveheart mengangkat kisah hidup Sir William Wallace, dan Rob Roy mengangkat kehidupan tokoh Rob Roy MacGregor. Secara kebetulan, kedua film yang dirilis di waktu yang nyaris bersamaan ini (Brave Heart tanggal 24 Mei 1995, sedangkan Rob Roy tanggal 14 April 1995) menjadi nominator di ajang Oscar. Di mata kritikus, kedua film ini memiliki nilai artistik yang sangat baik. Sinematografi serta keakuratan historikalnya pun diakui sangat mendekati aslinya.


Braveheart berhasil mengungguli Rob Roy dari segi finansial dengan memperoleh US$ 210 juta (dibuat dengan bujet US$ 72 juta). Rob Roy sendiri hanya meraup pemasukan US$ 31 juta (dibuat dengan bujet US$ 28 juta). Salah satu faktor penyebab suksesnya film Braveheart - selain karena rasa penasaran para penonton untuk melihat film perdana yang disutradarai oleh Mel Gibson ini - adalah karena pendistribusian film tersebut dipegang oleh Paramount Pictures dan 20th Century Fox. Bekerja sama dengan dua perusahaan besar tersebut, membuat promosi dan marketing Braveheart jauh lebih gencar. Berbeda dengan Rob Roy yang hanya menggandeng United Artists untuk pendistribusian, sehingga jangkauannya kurang luas dan optimal.


8. INDEPENDENCE DAYS VS THE ARRIVAL (1996)
Dua buah film bertema invasi alien ke bumi secara kebetulan dirilis di waktu yang nyaris bersamaan. Independence Days karya sutradara Roland Emmerich dirilis tanggal 2 Juli 1996, sedangkan The Arrival karya sutradara David Twohy dirilis tanggal 31 Mei 1996.

Walau bertema sama, namun fakta membuktikan kalau Independence Days yang diproduksi dengan bujet  US$ 75 juta dan diperkuat dengan aktor Will Smith mampu menguasai tangga box-ofice dengan perolehan total US$ 817 juta. Sedangkan The Arrival yang diproduksi dengan dana US$ 25 juta hanya mampu mengumpulkan pemasukan sebesar US$ 14 juta, yang sudah dipastikan merugi.

Selain efek khusus yang digunakan jauh lebih banyak, faktor lain yang membuat Independence Days bisa sukses luar biasa karena dukungan 20th Century Fox sebagai distributor film tersebut. Dengan promosi yang gencar di berbagai media, tidak heran kalau film tersebut bisa sukses besar. Sangat kontras dibandingkan The Arrival yang minim promosi dan nyaris tidak terdengar gaungnya saat ditayangkan.


9. DANTE'S PEAK VS VOLCANO (1997)
Tahun 1997, penonton dunia dikejutkan dengan munculnya 2 film bertema bencana gunung berani yang dirilis pada waktu yang nyaris berdekatan. Dante's Peak dirilis 7 Februari 1997 dan Volcano tanggal 25 April 1997.

Keduanya sama-sama menampilkan cerita heroik tentang perjuangan untuk menyelamatkan penduduk dari amukan gunung berapi yang tiba-tiba aktif.  Dari alur cerita, Volcano lebih unggul dari segi eksyen, sedangkan Dante's Peak lebih unggul dari drama.

Walau demikian, pada akhirnya Dante's Peak memenangkan persaingan dengan meraup keuntungan US$ 67.2 juta, sedangkan Volcano hanya mendapatkan US$ 47.5 juta.


10. ANTZ VS A BUG'S LIFE (1998)
Inilah "perang" paling legendaris yang pernah terjadi antara studio film Dreamwork dan Walt Disney / Pixar Film. Dua film animasi komputer ini beredar dalam waktu yang nyaris bersamaan (Antz tanggal 2 Oktober 1998 dan A Bugs's Life tanggal 25 November 1998).

Keduanya sama-sama mengisahkan kehidupan koloni binatang kecil (lebih spesifik : semut), di mana keduanya bercerita tentang semut yang tidak populer yang berjuang untuk menjadi populer dan dikenal banyak orang.

Kritikus pun terpecah dua saat mengomentari kedua film ini. Keduanya sama-sama memiliki kualitas yang baik, sehingga ada dua kubu yang memihak masing-masing film. Namun  kemudian A Bugs's Life mendapatkan nilai yang lebih baik setelah terpilih sebagai salah satu nominasi Oscar untuk kategori Best Original Music. Dan pada akhirnya, A Bug's Life berhasil mengungguli Antz dengan perolehan finansial US$ 162.8 juta (Antz hanya berhasil meraup US$ 90.6 juta).


Selanjutnya : 
30 Film Bertema Identik yang Dirilis di Waktu Nyaris Bersamaan (Part 2) :
http://www.funtertainment-facts.blogspot.com/2013/12/30-film-bertema-identik-yang-dirilis-di_6.html

30 Film Bertema Identik yang Dirilis di Waktu Yang Nyaris Bersamaan (Part 3) :
http://funtertainment-facts.blogspot.com/2013/12/30-film-bertema-identik-yang-dirilis-di_20.html















NewerStories OlderStories Home