Recommended Movie of the Year : A GOOD DAY TO DIE HARD (aka DIE HARD 5)

"Yippee-Kiyay-Mother Fucker...!!!"

Sebagian besar orang berusia 30 tahun ke atas, tentu familiar dengan seruan itu. Yep, itu adalah seruan khas dari John McClaine, yang tidak lain adalah karakter protagonis yang "susah matinya" di film Die Hard yang pernah menggemparkan dunia pada tahun 1988. Bruce Willis membawakan karakter itu dengan sangat meyakinkan, membuatnya sangat lekat dengan John McClaine. Berkat karakter dan film itu pulalah, nama Bruce Willis dikenal dunia sebagai super star film eksyen di era 80-90an.

Dalam kurun waktu 25 tahun, Die Hard telah dibuat dalam 5 seri. Dan seri teranyarnya - A Good Day to Die Hard - akan beredar serentak di Asia (termasuk Indonesia) pada tanggal 7 Februari 2013. Di Amerika sendiri, film ini malah terlambat beredar, yaitu tanggal 14 Februari 2013. So... buat yang tinggal di Asia, bersyukurlah karena akan menjadi saksi pertama peredaran perdana film aksyen paling dasyat sepanjang masa ini.

Di seri kelima ini, Bruce Willis masih tetap dipercaya untuk memerani John McClaine. Sedangkan pendukung lain yang turut andil dalam film tersebut adalah Jai Courtney, Mary Elizabeth Winstead, Cole Hauser, dan Sebastian Koch. Film ini disutradarai John Moore, sutradara Irlandia yang sebelumnya menyutradarai film Behind Enemy Lines, Max Payne, dan The Omen (versi 2006). Melihat para pendukung film yang sedemikian dasyat, tentu kita bisa menduga jika film ini pun akan sama dasyatnya seperti seri-seri sebelumnya.

Film A Good Day to Die Hard akan menceritakan tentang John McClaine yang harus terbang ke Rusia untuk mengurusi anaknya, John McClaine Jr (Courtney) yang ditahan oleh Pemerintah Rusia tanpa sebab yang jelas. Tanpa disangka, penahanan anak John McClaine tersebut ada kaitannya dengan konspirasi teroris yang berupaya menggulingkan pemerintahan Rusia yang sah.

Sama seperti seri-seri sebelumnya, Die Hard seri kelima ini dipastikan penuh aksi tegang yang - bahkan - lebih dasyat daripada sebelumnya. Proses shooting dilakukan di Budapest, Hungaria, sejak tanggal 23 April hingga 14 Mei 2012. Guna menciptakan ketegangan yang sebenarnya, maka untuk sebagian besar adegan tembak-tembakan, John Moore - sang sutradara - menggunakan peluru asli. Bisa Anda bayangkan bagaimana ngerinya Bruce Willis yang harus bergerak cepat selama shooting, menghindari desingan peluru sungguhan. Nyawa jadi taruhan...!!!


SEJARAH DIE HARD
Pada masanya - di akhir 1980an, tepatnya 1988 - film Die Hard merupakan film eksyen yang ikonik dan menjadi salah satu film terbaik sepanjang masa. Berkat Die Hard-lah, nama Bruce Willis menjadi populer dan dikenal masyarakat dunia sebagai aktor laga top hingga hari ini. Pada masa itu, film Die Hard menjadi genre tersendiri yang saat itu idenya banyak diadaptasi oleh film-film lain. Beberapa di antaranya yang juga terkenal adalah Passenger 57 (diperani Wesley Snipes), Executive Decision (Steven Siegel), Speed (Keanu Reeves), dan High Risk (diperani Jet Li dan Jacky Cheung).

Die Hard sendiri adalah film yang diangkat dari novel terbitan 1979 yang berjudul Nothing Lasts Forever (karya Roderick Thorp). Film pertama Die Hard menceritakan tentang John McClaine (Bruce Willis), seorang polisi New York, yang terbang ke Los Angeles untuk menghabiskan liburan Natal bersama istrinya Holly (Bonnie Bedelia) dan kedua anaknya. Tiba di Los Angeles, John dibawa ke Nakatomi Plaza, tempat istrinya bekerja, di mana pada saat itu sedang berlangsung pesta Natal di tempat tersebut.

Di tengah pesta, tiba-tiba teroris beraksen Jerman pimpinan Hans Gruber (diperani Alan Rickman) menguasai gedung tersebut dan menyandera semua orang di dalam gedung. John yang saat itu sedang di toilet, berhasil lolos dari sergapan para teroris. Dengan menggunakan intuisi polisinya, serta dengan peralatan seadanya, John bergerilya di dalam gedung yang terkunci itu untuk mengalahkan para teroris dan menyelamatkan semua sandera di dalam gedung.

Die Hard kedua beredar pada tahun 1990 dengan judul Die Hard 2 : Die Harder.  Ceritanya mirip dengan yang pertama, walau kondisinya sedikit berubah. Kali ini John menunggu istrinya di Washington Dulles International Airport, di mana istrinya sedang terbang dari Los Angeles untuk menemuinya di Washington DC. Tanpa disangka, sepasukan tentara bayaran pimpinan Colonel Stuart (William Sadler) menyandera bandara dan meminta Pemerintah Amerika untuk membebaskan Diktator Amerika Latin yang ditahan. Jika tidak, maka semua pesawat yang mendekati bandara Dulles tidak akan dapat mendarat, bahkan disabotase. John harus berjuang keras mengalahkan para teroris untuk menyelamatkan istrinya yang ada di pesawat.

Lima tahun kemudian, tepatnya tahun 1995, Die Hard ketiga beredar dengan judul Die Hard With A Vengeance. Berbeda dengan dua seri sebelumnya, seri ini mengalami perubahan yang cukup dramatis. Dikisahkan John sudah pisah dengan istrinya, dan dia diskorsing dari kepolisian akibat kecanduan alkohol. Tanpa disangka, sepasukan teroris yang dipimpin Simon Peter Gruber (Jeremy Irons) mengancam akan menghancurkan kota New York jika John tidak melakukan beberapa instruksi yang diperintahkannya. Pada awalnya John menduga Simon adalah Saudara dari Hans Gruber (musuh John McClain di Die Hard 1) yang ingin membalas dendam. Ternyata tujuan Simon hanyalah mengalihkan perhatian John dan para polisi agar dia leluasa melakukan rencananya yang lain.

Tadinya Die Hard with A Vengeance akan menjadi seri terakhir dari trilogi Die Hard. Namun karena kesuksesan yang diraih, maka akhirnya dibuatlah Die Hard seri keempat yang berjudul Live Free or Die Hard. Film tersebut dirilis tahun 2007, nyaris 10 tahun jarak waktunya dengan yang ketiga. Film tersebut mengambil waktu 10 tahun kemudian setelah seri ketiga, dengan lokasi di Washington DC. Dikisahkan pada waktu itu, John sudah bercerai dengan istrinya dan sedang kesulitan menangani Lucy (Mary Elizabeth Winstead), anak perempuannya yang beranjak remaja. Musuh John kali ini adalah teroris dunia maya - dipimpin Thomas Gabriel (Timothy Olypant) - yang melakukan aksi hacking ke komputer guna menguasai perekonomian dunia. Dibantu oleh hacker bernama Matthew Farrell (Justin Long), mereka bersama-sama mengalahkan sang teroris.


FAKTA MENARIK TENTANG DIE HARD :
Jargon "Yippee-Ki-Yay-Motherfucker" yang diserukan John McClain dalam film Die Hard menduduki peringkat ke-96 sebagai "The 100 Greatest Movie Lines" versi majalah Premiere di tahun 2007.

Film Die Hard 1 menjadi satu-satunya film eksyen yang paling banyak memiliki judul alternatif. Saat ditayangkan di Serbia, film tersebut menggunakan judul "Die Manly". Di Spanyol, film ini ditayangkan dengan judul "Crystal Jungle". Di Polandia berjudul "The Glass Trap". Di Hungaria berjudul "Give Your Life Expensive". Dan di Rusia, film ini bertajuk "A Hard Nut To Crack".

Poster Die Hard 1
Poster Awal Die Hard 1
Poster film Die Hard 1 yang asli tidak menampilkan wajah Bruce Willis, hanya gambar gedung. Namun setelah film itu sukses dalam penayangan perdana, pihak produser kemudian mengganti poster tersebut dengan menambahkan wajah Bruce Willis. Poster itulah yang kini digunakan sebagai poster resmi Die Hard 1 hingga hari ini.

Sebuah kesalahan cukup "fatal" terjadi di film Die Hard 1, di mana semua teroris (kecuali Alan Rickman) berbicara dalam bahasa Jerman yang keliru secara gramatikal. Hal ini bisa terjadi karena para pemeran teroris tersebut adalah orang-orang Perancis. Kesalahan itu tidak pernah diperbaiki, bahkan saat film tersebut beredar di Eropa sekalipun. Anehnya, tidak ada yang protes dengan kesalahan itu.

Saat beredar di Jerman, nama dan latar-belakang para teroris diubah, di mana aslinya digambarkan sebagai teroris Jerman, diubah menjadi teroris asal Inggris. Namanya pun diubah menjadi mirip nama orang Inggris. Karakter Hans Gruber menjadi Jack Gruber, Karl menjadi Charlie, Heinrich menjadi Henry. Hal ini disebabkan karena Pemerintah Jerman kuatir film tersebut dapat memicu bangkitnya Rote Armee Fraktion (The Red Army Fraction),  kelompok terorisme Jerman yang pernah meresahkan Jerman di era 80an.

Semula, skenario film Die Hard akan digunakan sebagai sekuel film Commando (diperani oleh Arnold Schwarzenegger). Ketika Arnold menolak untuk berperan kembali sebagai Komandan John Matrix dalam sekuel Commando, skenario pun diubah menjadi skenario Die Hard yang sekarang.

Mel Gibson menjadi kandidat pertama yang ditunjuk untuk berperan sebagai John McClaine. Namun karena baru sukses memerani tokoh Riggs di film Lethal Weapon, Gibson menolak peran tersebut dengan alasan "terlalu mirip dengan karakternya di Lethal Weapon". Peran itu kemudian ditawarkan kepada Harrison Ford, namun juga ditolak, mengingat kala itu Ford baru saja menyelesaikan film Indiana Jones. Richard Gere - kandidat ketiga - pun menolak saat ditawari peran itu. Setelah melewati 7 kandidat lain- Nick Nolte, Robert de Niro, Arnold Schwarzenegger, Sylvester Stallone, Burt Reynolds (Cannonball Run), Don Johnson (Miami Vice) dan Richard Dean Anderson (MacGyver) - barulah pada akhirnya Bruce Willis yang mendapatkan peran tersebut.

Gedung Nakatomi yang merupakan set kejadian di Die Hard 1, aslinya adalah Gedung Kantor Pusat perusahaan 20th Century Fox. Saat digunakan sebagai tempat shooting, gedung tersebut masih belum sepenuhnya selesai, sehingga shooting dilakukan di salah satu bagian gedung saja. Setelah Die Hard sukses, pihak 20th Century Fox mengeluarkan larangan bagi para turis untuk berfoto di dekat gedung tersebut.

Sebagian besar lokasi shooting Die Hard 2 (interior dan eksterior) adalah di Old Stapleton Airport di Denver dan di Tom Bradley International Terminal di Los Angeles International Airport.

Salah satu kesalahan fatal yang terjadi di Die Hard 2 adalah saat John McClaine menelepon istrinya di telepon umum bandara. Di sana terpampang dengan jelas nama perusahaan telekomunikasi Pasific Bell, perusahaan telekomunikasi yang hanya ada di Los Angeles dan Pantai Utara. Padahal film itu bersetting di Washington DC.

Masih di urusan telpon, kesalahan kedua yang cukup fatal dalam Die Hard 2 adalah saat John McClain menelepon istrinya yang ada di pesawat. Hal ini cukup ganjil, mengingat telpon di pesawat hanya bisa digunakan untuk menelepon dan tidak dapat menerima telepon dari luar.

Kesalahan berikutnya di Die Hard 2 adalah saat McClain menembakkan senjata mesin otomatis berisi peluru kosong di dalam ruang polisi. Dengan kondisi ruang yang sempit dan suara senjata yang keras, sehingga menimbulkan gema yang memekakkan telinga, seharusnya orang-orang di dalam ruangan tersebut mengalami ketulian sesaat. Anehya, tidak satu pun yang mengalami hal itu.

Saat dirilis di Perancis, 2 seri Die Hard dirilis dengan judul yang berbeda : film Die Hard 2 dirilis dengan judul 58 Minutes Pour Vivre (58 Minutes to Live), sedangkan film Die Hard 4 dengan judul "Die Hard 4.0 : Return to Hell".

Dalam Die Hard 3, di adegan Bruce Willis berjalan setengah telanjang sambil menenteng papan putih, tulisan pada papan tersebut sebenarnya adalah "I Hate Every Body". Namun saat proses editing, tulisan itu diubah dengan teknik CGI menjadi "I Hate Niggers".

Awalnya Die Hard 3 akan dirilis dengan judul "Die Hard : New York". Namun kemudian diubah menjadi judul yang dikenal saat ini : Die Hard With A Vengeance.

Walau Bruce Willis dan Samuel L.Jackson pernah tampil bersama dalam film parodi Die Hard berjudul Loaded Weapon 1 dan Pulp Fiction, namun baru di film Die Hard 3 kedua bermain dalam adegan yang sama secara bersamaan.

Adegan awal Die Hard 3, yang menampilkan papan DKNY dengan orang-orang berjalan di pinggir jalan, adalah adegan yang sama persis digunakan di film Lake Placid. Perhatikan saja, orang-orang di kedua film tersebut adalah orang-orang yang sama dan pada posisi yang sama, hanya beda kostum saja.

Naskah pertama Die Hard 3 sempat mengalami beberapa kali perubahan, sebelum akhirnya ditolak oleh para produser. Naskah tersebut kemudian digunakan untuk film Speed 2 : Cruise Control.

Entah di sengaja atau tidak, dalam DVD Die Hard With A Vengeance Special Edition, jika kita mengaktifkan teks bahasa Inggris, maka akan terlihat banyak sekali percakapan yg tidak sama dengan teksnya. Salah satu contohnya saat Zeus (Samuel L. Jackson) mengatakan, "Damn", maka pada teksnya muncul tulisan "Fuck:".

Film Die Hard 4 tadinya akan diberi judul Die Hard 4 : Tears of The Sun. Namun Bruce Willis memprotes judul tersebut karena sama dengan film yang pernah diperaninya di tahun 2003. Akhirnya diputuskan "Live Free or Die Hard". 

Film "Live Free or Die Hard" memiliki kesamaan dengan motto Kota New Hampshire yang berbunyi "Live Free or Die". Hal ini menyebabkan banyak orang mengira film ini dibuat di kota tersebut. Petugas Kota New Hampshire sempat dibuat kewalahan oleh banyaknya telpon yang menanyakan lokasi shooting film tersebut.

Perhatikanlah, semua IP address komputer yang digunakan dalam film "Live Free or Die Hard" selalu  diawali dengan kode 10, 172.16, dan 192.168. Semua IP address tersebut adalah IP sebenarnya yang sehari-hari digunakan sebagai IP address komputer pengatur lalu lintas di Washington DC.

Saat melakukan shooting Die Hard 4, Bruce Willis mengalami luka cukup serius. Dalam adegan perkelahian dengan stunt double perempuan, tanpa sengaja sepatu hak tinggi stunt tersebut menghantam mata kiri Willis hingga tembus cukup dalam. Bahkan Len Wiseman - sutradara Die Hard 4 - dapat melihat tulang wajah Willis yang mencuat di balik luka tersebut. Dalam kesempatan lain, stunt dobel Willis bernama Larry Rippenkroeger pingsan setelah terjatuh dari ketinggian 8 meter saat melakukan adegan melompat dari ketinggian. Rippenkroeger mengalami patah tulang wajah, rusuk, dada, dan tangan.

Die Hard 4 semula direncanakan untuk diproduksi dan dirilis tahun 2001. Namun karena Kejadian 9 September 2001, proses pembuatan film tersebut diundur hingga 2007.





NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment