Between Like & Dislike - BULLET TO THE HEAD (2013)

Tanggal 1 Febrauri 2013 silam, Warner Bros merilis film teranyar Sylvester Stallone berjudul Bullet to the Head. Film yang diadaptasi dari novel grafik Perancis berjudul Du Plomb Dans La Tete karya Alexis Nolent disutradarai oleh Walter Hill. Selain Stallone, artis lain pendukung film ini adalah Sun Kang, Jason Momoa, Sarah Shahi, dan Christian Slater.

Di film ini, Stallone berperan sebagai Jimmy Bobo, seorang pembunuh bayaran. Saat akan menjalankan tugasnya - membunuh seorang pelacur yang menjadi saksi sebuah kasus pembunuhan - Jimmy malah melepaskan saksi itu dan membiarkannya hidup. Tindakannya membuat berang Jendral Morel (diperani Adewale Akinnuoye-Agbaje) - orang yang menyewa Bobo - yang kemudian menugasi seorang tentara bayaran untuk membunuh Jimmy. Beruntung Jimmy selamat, namun sahabatnya tewas terbunuh. Terbakar dendam membara, Jimmy pun kemudian mengejar sang tentara serta Jendral Morel.

Sementara itu, di waktu bersamaan Detektif Taylor Kwan (Sun Kang) mendapat tugas untuk menangkap Jimmy karena diduga mengetahui segala hal yang berhubungan Jendral Morel. Setelah Jimmy berhasil dibekuk, Detektif Kwan lalu menyadari kalau mereka berdua memiliki tujuan yang sama. Dan atas nama hukum dan keadilan, mereka berdua bahu-membahu menumpas kelompok Jendral Morel.

Bagi sebagian besar orang yang sudah menonton, film ini punya kemiripan plot dengan film "48 Hrs" yang sukses di tahun 1982. Film tersebut diperani Eddie Murphy dan Nick Nolte dan - secara "kebetulan" - disutradarai Walter Hill.

Sejak sukses menghidupkan kembali film eksyen gaya 80an lewat Rambo 4 dan dwilogi The Expendables,  tampaknya Stallone jadi makin sering terlibat dalam film-film bertema sejenis. Di satu sisi, bagi penggemar film jenis "full-frontal action' yang cukup populer di era tersebut, film ini bisa memuaskan "dahaga" mereka. Namun di sisi lain, menonton film demikian, lama-lama bisa sangat membosankan. Selain cerita yang sangat datar, akting yang tidak menonjol, film demikian tidak punya "kekuatan" apapun selain aksi tembak-menembak dan perkelahian dengan koreografi "standar" yang berkepanjangan.

Dan jika mengamati film-film Stallone pasca kebangkitan dan suksesnya kembali, saya tiba-tiba kangen dengan film-filmnya yang berbobot dan bermutu di era 80 dan 90an yang fenomenal : Rocky, First Blood, Over the Top, Cliffhanger, dan Daylight. Semuanya adalah film eksyen yang punya moral cerita yang mendalam. Jadi tidak hanya sekedar "dar-der-dor", dan penonton mendapatkan "sesuatu" dari film yang mereka tonton.

Akankah film berbujet US$ 55 juta ini akan meraup keuntungan yang sama seperti tiga film Stallone sebelumnya? Kita lihat saja hasilnya nanti.


TRIVIA & FACTS :
Wayne Kramer adalah sutradara pertama yang ditunjuk untuk menyutradarai film Bullet To The Head. Namun sebelum shooting dimulai, terjadi pertengkaran hebat antara Kramer dan Stallone yang berujung pada hengkangnya Kramer. Posisinya kemudian diganti oleh Walter Hill.

Film ini ditayangkan pertama kali tanggal 14 November2012 silam di  Rome Film Festival. Penayangan secara luas baru dilakukan 1 Februari 2013.

Awalnya sutradara Wayne Kramer memilih aktor Thomas Jane untuk memerankan Detektif Taylor Kwan. Namun setelah Kramer keluar dari proyek film ini, Jane dipecat Walter Hill dan digantikan dengan Sun Kang. Alasannya karena Hill ingin aktor yang memerankan karakter itu adalah aktor keturunan etnis Asia.

Lagu-lagu yang menjadi lagu latar di film Bullet To The Head adalah :

NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment