Review Film - JACK THE GIANT SLAYER

Kalau tahun lalu kita cukup "dibosankan" dengan serangkaian film adaptasi dongeng Putri Salju yang dibuat dalam berbagai versi, maka tahun ini ada sedikit "pencerahan". Kali ini, dongeng "Jack and the Beanstalk" dan"Jack the Giant Killer" yang diadaptasi ke layar lebar. Adalah kerjaan Bryan Singer (sutradara film X-Men) yang menghidupkan dongeng legendaris karya penulis Benjamin Tabart tersebut.

Diperani Nicholas Hoult, Eleanor Tornlnson, Stanley Tucci, Ian McShane, dan Ewan McGregor, film yang akan rilis tanggal 1 Maret 2013 ini akan bersetting di masa kini dan bercerita tentang Jack (Hoult), seorang petani muda yang tanpa sengaja masuk ke dunia para raksasa. Selain berusaha untuk kabur dari kejaran para raksasa, Jack pun harus berjuang untuk menolong seorang putri cantik yang ditahan oleh para raksasa tersebut.

Bagi para penggemar genre fantasi, film ini tampaknya cukup pantas untuk ditunggu kehadirannya. Selain ceritanya yang benar-benar"baru" di dunia perfilman era 2000an, keterlibatan Bryan Singer dalam film ini pun menjadi daya tarik tersendiri.  Banyak film-film box-office yang dihasilkan dari tangan diri suptradara papan atas ini. Beberapa di antaraya adalah X-Men, X2, Superman Returns, dan Valkyrie. Jadi rasanya ga ada alasan bagi saya untuk tidak menunggu kemunculan film ini.


DO YOU KNOW? 
Sebagai informasi, "Jack and the Beanstalk" adalah dongeng Inggris karya Benjamin Tabart yang pertama kali dipublikasikan tahun 1807. Kisah ini baru populer tahun 1842 saat Felix Summerly (nama samaran dari penulis Henry Cole) memasukkan dongeng ini ke dalam bukunya yang berjudul The Home Treasury (1842).

Sedangkan dongeng "Jack and The Giant Killer" sendiri adalah dongeng klasik Inggris yang tidak jelas siapa penulisnya. Kisahnya sendiri adalah cerita dari mulut ke mulut yang diyakini menyebar di masyarakat kota Cornish dan Welsh Bardic sekitar tahun 1711. Beberapa penulis Inggris seperti Henry Fielding, John Newberry, Dr. Johnson, Boswell, dan William Cowper menggunakan plot cerita "Jack and The Giant Killer" ke dalam karya mereka. Diantara semua dongeng tentng "Jack Si Pembunuh Raksasa" yang pernah beredar, karya John Cotton dan Joshua Eddowes (1760).-lah yang paling populer dan paling banyak dipublikasikan hingga hari ini.

Cerita "Jack and The Beanstalk" pertama kali diangkat ke layar lebar oleh Walt Disney pada tahun 1922 sebagai film pendek. Kemudian tahun 1947 dibuat lagi dalam versi yang "sedikit" lebih panjang dengan judul Mickey and the Beanstalk.

Sementara "Jack the Giant Killer" sendiri pertama kali diadaptasi ke dalam bentuk film pada tahun 1962. Film yang diperani Kerwin Matthews dan disutradarai Nathan H. Juran ini sempat ditarik dari peredaran dan diedit kembali untuk kemudian ditayangkan kembali, setelah Edward Small - produser film tersebut - diancam akan dituntut Columbia Pictures setelah film tersebut dianggap memiliki kesamaan dengan film The 7th Voyage of Sinbad.

Rencana pembuatan film Jack and The Giant Slayer sebenarnya sudah mulai sejak Januari 2009. Pada waktu itu New Line Cinema bekerja sama dengan sutradara D.J. Caruso untuk membuat film ini setelah membaca skrip tulisan Darren Lemke.  Skrip tersebut kemudian diubah dan ditulis ulang oleh Mark Bomback. Skrip baru tersebut memunculkan perdebatan antara Caruso dan New Line, yang pada akhirnya membuat Caruso memutuskan untuk meninggalkan proyek ini di bulan Agustus 2009. Kursi sutradara pun dipindahkan ke Bryan Singer, yang kemudian bersama Christopher McQuarrie menulis ulang skrip Darren Lemke. Naskahnya selesai Mei 2010. Namun proses shooting sendiri baru dimulai Februari 2011 karena Singer butuh waktu untuk membuat konsep visualisasi gambarnya yang cukup rumit.

Film Jack and the Giant Slayer rencananya akan dirilis dalam 2 versi : 2D dan 3D.


NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment