Movie Review - MAN OF TAI CHI

Film bertema pertarungan bela diri gaya bebas ilegal sempat populer di tahun 1980an dan awal 1990an, berkat film Bloodsport yang diperani Jean Claude van Damme. Di tahun ini, genre ini dihidupkan kembali oleh Keanu Reeves dengan merilis film berjudul Man Of Tai Chi. Dalam film ini, Reeves tidak saja berperan sebagai pemeran utama (antagonis) tetapi juga menjadi sutradara. Proyek film ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2008, dimana, Reeves dan timnya menghabiskan 5 tahun untuk merampungkan skrip dan naskah film ini. Saat dirilis di Beijing dan Cannes Film Festival, film ini mendapatkan respon yang luar biasa. Berkat film ini pula, nama Tiger Chen (pemeran utama protagonis film ini) langsung dikenal.

Film yang ceritanya terinsipirasi dari kisah hidup Tiger Chen ini, mengisahkan tentang adanya sindikat yang - dikelola oleh Donaka Mark (Keanu Reeves), seorang pengusaha Amerika - mengadakan kompetisi pertarungan bela diri bawah tanah. Setelah salah seorang petarungnya menolak untuk menghabisi lawannya, Donaka membunuhnya dan mencari pengganti petarungnya tersebut. Perhatiannya tertuju pada Tiger Chen (diperani oleh Tiger Chen), seorang ahli bela diri Tai Chi dari Beijing. Donaka pun merekrut Tiger untuk bergabung dengan kelompoknya.

Tiger yang awalnya menolak bergabung, akhirnya setuju menjadi petarung Donaka, setelah kuil tempatnya berlatih yang juga tempat tinggal guru Tiger, Master Yang (Yu Hai),diancam akan digusur. Tiger butuh uang untuk merenovasi kuil tersebut, sehingga setuju bertarung untuk Donaka.

Semakin lama mengikuti Donaka, temperamen dan sikap Tiger berubah. Yang awalnya tenang, berubah menjadi petarung beringas. Master Yang yang kuatir dengan sikap Tiger mencoba untuk menegur muridnya itu. Namun dirinya justru nyaris menjadi korban keberingasan Tiger.

Dalam pertarungan terakhir, Tiger akhirnya menyadari dirinya diperalat dan sedang digiring Donaka untuk berubah menjadi mesin pembunuh, sehingga memutuskan untuk keluar. Namun untuk keluar dari cengkraman Donaka bukan perkara mudah, dan Tiger harus mempertaruhkan nyawanya untuk itu.

Film multi-bahasa ini (percakapan dalam film menggunakan bahasa Mandarin, Inggris, dan Cantonese) didukung oleh banyak artis top. Selain Keanu Reeves dan Tiger Chen, film ini juga didukung Karen Mok, Simon Yam, Sam Lee, Michael Tong, dan Iko Uwais. Selain itu, koreografi laga film ini dipercayakan kepada Yuen Wo-Ping yang sudah pasti menghasilkan tontonan perkelahian yang asyik untuk disaksikan.

Dengan premis yang menjanjikan dan mendapatkan pujian dari dunia, tidak berarti film ini benar-benar sebuah film yang layak tonton. Alur ceritanya sangat datar sehingga lebih terkesan sempalan dan bukan unsur penting film ini. Akting Keanu Reeves dan Tiger Chen pun cukup mengecewakan. Sangat datar tanpa ekspresi. Jika Tiger Chen masih bisa dimaklumi, mengingat film ini adalah film pertamanya di mana dia dituntut utuk berakting dan berdialog. Tetapi Keanu Reeves? C'mon... Bahkan saat dia tertawa pun, terasa sekali tawa Keanu itu bohong banget.

Sebuah "kesalahan" kecil yang mungkin tidak diperhatikan penonton adalah konsep bela dirinya. Walau - sesuai dengan judulnya - film ini mencoba mengangkat tema bela diri Tai Chi (dalam film ini dibawakan oleh Tiger Chen), namun yang terlihat justru mix-martial art. Dalam beberapa scene adegan laga, Tiger Chen "kelepasan" berlaga dengan teknik bela diri wu-shu, kungfu, dan gulat. Meski beberapa kali menggunakan kuda-kuda Tai Chi, namun saat implementasi laga, Tiger tidak selalu menggunakan gaya Tai Chi.

Salah satu kekecewaan saya saat menonton film ini adalah tidak tampil maksimalnya Iko Uwais. Dalam film ini, dia tampil sebagai petarung asal Indonesia bernama  Gilang Sanjaya yang bertarung dengan Tiger. Dari gaya pencak silat yang ditampilkan Iko, disengaja ataupun tidak, tampak sangat jelas kalau kemampuan Iko berada sangat jauh di atas Tiger. Sayang, penampilan Iko yang kurang dari 3 menit itu harus diakhiri dengan dibubarkannya pertarungan itu oleh polisi. Sebagai penonton Indonesia, saya jelas kecewa karena aktor negara saya tidak diberi kesempatan tampil lebih banyak dan maksimal.

Satu-satunya yang patut diacungi jempol dalam film ini hanyalah koreagrafi laga. Jadi jika Anda mengharapkan sebuah tontonan dengan alur cerita yang menarik, lupakan saja. Tetapi jika Anda hanya ingin menonton adegan laga "bak-bik-buk" yang memacu adrenalin (dengan darah minimalis), film ini memiliki segalanya.


WHO IS TIGER CHEN? 
Tiger Chen adalah murid Yuen Wo-Ping. Dia pun adalah guru bela diri dan sahabat Keanu Reeves. Pria bernama asli Chen Hu ini lahir di Sichuan dan telah berlatih dan menjadi anggota tim wushu Sichuan sejak berusia 8 tahun. Di usia itu, dia telah memenangkan banyak penghargaan di ajang kompetisi wushu di seantero China. Kemampuannya itu dilirik Yuen Wo-ping yang kemudian mengajaknya bergabung dalam kelompok Yuen miliknya. Di sana, kemampuan bela diri Tiger melesat tinggi dan menguasai berbagai bela diri seperti tai-chi, karate, dan berbagai bela diri lain.

Di usia 19 tahun (tahun 2004), bersama Yuen Wo-ping, Tiger pindah ke Hollywood dan bekerja sebagai stunt-man di beberapa film Hollywood seperti dwilogi Kill Bill dan trilogi The Matrix. Selain itu, Tiger juga pernah dilibatkan sebagai koreografer bela diri untuk film Crouching Tiger-Hidden Dragon, dan Charlie's Angels. Tiger pun adalah penasihat bela diri untuk Stephen Chow saat dia membuat film Kungfu Hustle.


DO YOU KNOW? 
Sepanjang film Man of Tai Chi, Iko Uwais sama sekali tidak berdialog sepatah kata pun. Dia hanya muncul kurang dari 3 menit di film berdurasi 100 menit ini. Perannya pun terbilang sangat tidak penting, sehingga mungkin membuat sebagian penggemarnya kecewa. Walau demikian, kita cukup berbangga karena dapat melihat scene pendek yang menampilkan Iko mengeluarkan beberapa jurus Pencak Silat yang merepotkan Tiger Chen.

Film Man of Tai Chi dirilis secara internasional tanggal 11 Juli 2013. 
NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment