HOT GOSSIP - Perseteruan Donnie Yen dan Vincent Zhao

Apa trending-topic infotainmen bulan ini di Hong Kong? Tidak lain adalah : Perseteruan Donnie Yen dan Vincent Zhao. Yep, belakangan ini perseteruan kedua Raja Film Action Hong Kong ini makin melebar dan "seru", sehingga menjadi perbincangan hangat di media-massa Hong Kong.

Perseteruan mereka bermula Februari 2012 silam, saat pembuatan film Special ID dimulai. Saat itu, Donnie Yen mendapatkan peran protagonis, sedangkan Vincent Zhao terpilih sebagai pemeran antagonis film tersebut. Saat proses shooting dimulai, baik Donnie dan Vincent sudah mengalami masalah. Keduanya tidak pernah melakukan diskusi berkenaan dengan peran yang akan mereka bawakan. Keduanya bahkan merasa sulit untuk berkomunikasi.

Kiri : Donnie Yen;    Kanan : Vincent Zhao
Menurut versi Vincent, dominasi Donnie terlalu besar selama shooting. Ini terlihat dari seringnya Donnie meminta perubahan skrip, sehingga mengganggu jadwal shooting. Perubahan ini pun membuat Vincent kebingungan dan sulit berkonsentrasi serta mengantisipasi perubahan yang terjadi terus-menerus.

Selain kebingungan, Vincent pun merasakan kejengkelan yang luar biasa karena dia seringkali harus batal shooting setelah menunggu seharian di lokasi shooting gara-gara keinginan Donnie untuk mengubah skrip. Bahkan - menurut Vincent - dia pernah menunggu di hotel selama 6 hari tanpa kejelasan waktu shooting. Dan saat mendapatkan konfirmasi shooting, tiba-tiba dia disodorkan skrip baru yang berbeda total dengan apa yang pernah diterimanya. Perubahan ini sontak membuatnya makin bingung dan tidak mampu mengikuti alur perannya.

Tindakan Donnie ini dinilai Vincent sebagai tindakan yang tidak profesional dan tidak menghargai kode etik kerja, sehingga dia akhirnya memutuskan hengkang dari proyek Special ID.

Uniknya, Sutradara Clarence Fok justru membela Donnie Yen dan mengatakan kalau Donnie adalah orang yang penuh dedikasi. Donnie bahkan tidak dibayar selama 6 bulan karena keterlambatan shooting. Dia mengakui kalau Donnie sangat kasar dalam bertutur selama di lokasi shooting, tetapi dia memaklumi karena mereka adalah pekerja film eksyen. "Sangat tidak mungkin mengharapkan para kru film eksyen bertutur kata sopan di lokasi shooting yang selalu dalam kondisi tensi tinggi," jelas Clarence.

Sementara itu, Cheung Mong - Produser Special ID - menjelaskan bahwa skrip film tersebut tidaklah sempurna, karena itu butuh beberapa kali revisi. Keputusan revisi pun bukan atas keinginan Donnie tetapi seluruh kru.  Perubahan skrip adalah hal yang biasa terjadi, bahkan selalu terjadi. Tidak saja terjadi pada produksi film Special ID, namun semua produksi film di mana pun. "Vincent harusnya pernah mengalami kondisi seperti ini," ucap Cheung Mong. "Jadi perubahan skrip bukanlah hal yang aneh atau hanya terjadi dalam film ini saja. Harusnya dia memaklumi kondisi ini."

Dari pihak Donnie Yen sendiri, secara pribadi Donnie menjelaskan bahwa sejak awal dialah yang paling ngotot mengajak kerja sama dengan Vincent Zhou. Bahkan saat tahu Vincent keluar dari proyek, dia menyidiki sendiri penyebab keluarnya Vincent dan memaksa Vincent untuk tetap ikut. Pembicaraan empat mata pun sudah dilakukan antara Donnie dan Vincent. Namun tampaknya - di mata Donnie dan semua kru - Vincent adalah orang yang sangat sulit diajak bicara, sehingga hubungan mereka - baik secara pribadi maupun profesional - tidak akan mungkin terjalin dengan baik lagi di kemudian hari. 



NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment