Andy Lau lagi-lagi bikin gebrakan lagi. Setelah dua filmnya yang dirilis tahun ini - Switch dan The Blind Detective - sukses besar di pasar Asia Tenggara, kini film ketiganya beredar dan menjadi film penutup tahun paling dasyat. Judulnya Firestorm (風暴). Selain menjadi pemeran utama, Andy Lau juga duduk sebagai Produser bersama William Kong.

Film yang disutradarai sutradara baru Alan Yuen ini disebut-sebut sebagai film eksyen paling otentik dari Hong Kong. Konsepnya mengambil gaya film eksyen Hong Kong era 80an, seperti film-film garapan John Woo, Tsui Hark, dan Yuen Ho Ping, di mana film tersebut akan penuh dengan adegan baku tembak dan ledakan seru.

Di dalam film ini, Andy Lau berperan sebagai Inspektur Senior Lui Ming Chit yang bertekad untuk menangkap Cho Nam (diperani Hu Jun), pemimpin kelompok kriminal yang keji dan licik. Satu ketika  Cho Nam mencuri kendaraan anti peluru milik kepolisian, kemudian melakukan perampokan, serta menembaki penduduk sipil di siang bolong.

Tindakannya menjadi tantangan terbuka bagi Inspektur Lui dan timnya yang segera menyambutnya dengan serangan balik. Perang terbuka antara geng Cho Nam dan tim polisi pimpinan Inspektur Lui di jalan pun tidak terelakkan.

Sepanjang 100 menit, lebih dari 70% adegan merupakan adegan baku tembak, ledakan, kejar-kejaran, dan perkelahian yang seru. Andy Lau sendiri melakukan sendiri semua adegan laga dan baku-tembak dengan total durasi 60 menit.

Banyak kritikus menilai Firestorm merupakan film pertama dalam industri perfilman yang menampilkan sekuens adegan tembak-tembakan berdurasi paling panjang dan cukup berisiko karena dilakukan di tengah keramaian di siang hari. Sebagai sebuah film eksyen, Firestorm merupakan film yang tampaknya akan sangat memuaskan.

Selain Andy Lau dan Hu Jun, film ini juga diperani oleh Gordon Lam, Yao Chen, Ray Lui, dan Michael Wong.  Firestorm dirilis dalam format 3D. Jadi bisa dibayangkan bagaimana serunya menonton film eksyen ini.




Akhirnya.... sampailah kita di penghujung tahun 2013. Well... jika dianalisa, terus terang akhir tahun ini diakhiri dengan daftar film siap rilis yang lumayan "mengecewakan". Tidak banyak film keren yang wajib ditonton, dan akhir tahun ditutup dengan anti-klimaks. Cukup menyedihkan, mengingat di awal dan petengahan tahun, banyak film-film bagus yang membanjiri bioskop.

Walau demikian, tidak ada salahnya kita menyimak beberapa film di bulan Desember yang wajib ditonton akhir tahun nanti.

OUT OF FURNACE (Rilis : 6 Desember 2013)
Di minggu pertama Desember, kita disambut dengan film eksyen keren karya sutradara Scott Cooper. Film yang diproduseri Ridley Scott dan Leonardo DiCaprio ini diperani Christian Bale, Casey Affleck, Woody Harrelson, Zoe Saldana, Forest Whitaker, Willem Dafoe, dan Sam Shepard.  Film ini sebenarnya sudah ditayangkan di Amerika secara terbatas tanggal 27 November 2013 silam, dan baru ditayangkan secara nasional di Amerika serta seluruh dunia tanggal 6 Desember 2013 mendatang.

Kisahnya sendiri cukup menarik : Russell Baze (Bale) dan adiknya Rodney Jr. (Affleck) adalah dua bersaudara yang tinggal di perkampungan kumuh di Rust Belt. Dengan impian besar agar dapat hidup lebih baik, mereka pergi ke kota. Tapi harapan tinggal harapan. Mereka justru terjebak dalam intrik geng yang menyebabkan Rodney tewas dan Russell dipenjara. Keluar dari penjara, Russell dihadapkan pada pilihan : membalaskan dendam atas kematian saudaranya dengan risiko tewas di tangan para gengster, atau kembali ke kampung halamannya dan hidup seperti dulu lagi.




AMERICAN HUSTLE (Rilis : 13 Desember 2013)

Awalnya Ben Affleck akan menyutradarai film ini, namun akhirnya kursi penyutradaraan diserahkan kepada David O. Russell. Film yang diangkat dari operasi FBI yang fenomenal di era 1970 - 1980 bernama ABSCAM (Abdul Scam; sebuah operasi inteligen FBI yang ditujukan pada investigasi atas tindakan korupsi yang dilakukan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang property). 

Dengan menggandeng Christian Bale, Bradley Cooper, dan Amy Adams, film bersetting era 1980an ini mengisahkan tentang Irving Rosenfeld (Bale) dan kekasihnya, Sydney Prosser (Adams), yang direkrut dengan paksa oleh FBI untuk menyusup ke dalam dunia broker properti di New Jersey yang dikuasai mafia. Film yang penuh tipu-muslihat ini cukup menarik untuk ditonton karena alur ceritanya yang enak untuk diikuti. Bagi penikmat film cerdas, American Hustle adalah tontonan yang wajib untuk ditongkrongi.


THE HOBBIT : THE DESOLATION OF SMAUG (Rilis : 13 Desember 2013)
Seri kedua dari trilogi The Hobbit akhirnya akan dirilis juga tahun ini. Masih disutradarai Peter Jackson, film ini akan melanjutkan petualangan Bilbo Baggins (Martin Freeman) bersama sahabatnya Si Penyihir Abu-abu Gandalf (Ian McKellen) dan tiga belas kurcaci pimpinan Thorin Oakenshield (Richard Armitage).

Petualangan mereka sudah memasuki Kerajaan Erebor, di mana mereka akan menghadapi banyak tantangan selama perjalanan mereka, termasuk melawan Naga Smaug di Dale.



ANCHORMAN 2 : THE LEGEND CONTINUES (Rilis : 20 Desember 2013)
Salah satu drama komedi kocak Steve Carell yang cukup sukses adalah Anchorman : The Legend of Ron Burgundy (2004) yang menjadi film komedi fenomenal pada masanya. Kini, sembilan tahun kemudian, Carell kembali tampil sebagai Ron Burgundy, si penyiar berita super gila dari Channel 4 News. 

Kisahnya berpindah 10 tahun kemudian, setelah seri pertama, di mana Burgundy yang tadinya di San Diego, pindah ke New York. Bersama 3 orang rekan sekerjanya - Brick Tamland (Steve Carell), Brian Fantana (Paul Rudd), dan Champ Kind (David Koechner) - mereka bahu-membahu kembali membawakan berita-berita serius (tapi ancur habezz...) di Channel 4. Dapat dipastikan mereka akan tampil lebih gila, lebih kacau, dan lebih bikin ngakak.



WALKING WITH DINOSAURS : THE MOVIE (Rilis : 20 Desember 2013)
Diangkat dari miniseri dokumenter berjudul sama yang diproduksi oleh BBC Earth dan pernah populer di tahun 1999, film ini akan mengisahkan kehidupan para dinosaurus di era Creataceous (70 juta tahun silam). Berbeda dengan mini seri televisinya yang menggunakan narasi, film ini dibuat layaknya animasi digital komputer berformat 2D dan 3D, di mana tokoh sentralnya - yang juga narator dari film ini - adalah Alex (disuarakan John Leguizamo), seekor burung Alexornis, bersama tiga sahabat Pachyrinosaurus-nya : Patchi (Justing Long), Scowler (Skyler Stone), dan Juniper (Tiya Sircar) yang lahir dan tumbuh bersama di masa tersebut. Selain berjuang menghadapi perubahan zaman, mereka juga harus berhadapan dengan predator jenis Gorgosaurus bernama Gorgon yang mencari celah untuk memangsa mereka.

Sutradara Neil Nightingale dan Barry Cook membuat film ini dengan teknik yang mirip dengan apa yang ditampilkan dalam serial televisinya, di mana latar belakang film menggunakan gambar nyata, sedangkan semua dinosaurus merupakan hasil animasi komputer.  Film ini bisa dikatakan sebagai film independen termahal yang dibuat tahun ini, karena menelan biaya produksi sebesar US$ 85 juta yang mana keseluruhan biaya ini ditanggung oleh BBC Earth dan Evergreen Films. Untuk di Amerika Serikat, distribusi film ini diserahkan kepada 20th Century Fox. 



47 RONIN (Rilis : 20 Desember 2013)
Setelah menjadi tokoh antagonis di film Man of Taichi (2013), Keanu Reeves kembali lagi berperan sebagai tokoh protagonis dalam film terbarunya ini. Diangkat dari kisah nyata tentang 47 samurai tanpa tuan (Ronin), film ini mengisahkan Lord Kira (Tadanobu Asano), seorang penguasa yang membantai sekelompok samurai. Adalah Kai (Keanu Reeves), yang lolos dari pembantaian itu, kemudian bergabung dalam kelompok Ronin pimpinan Kuranosuke Oishi (Hiroyuki Sanada) guna membalaskan dendam pada Lord Kira.

Bersama samurai tanpa pimpinan lain yang Pimpinan mereka tewas dibantai Lord Kira, akhirnya terkumpullah 47 Ronin yang bahu-membahu untuk membalaskan dendam mereka pada pasukan Lord Kira. Disutradarai Carl Erich Rinsch, film bergaya semi-fantasi yang penuh adegan pertarungan pedang yang menarik ini sudah digadang-gadang sejak awal tahun ini akan menjadi film jawara yang akan menguasai tangga box-office dunia. Tampaknya bisa jadi kenyataan mengingat tidak ada saingan berat - kecuali the Hobbits - yang akan berdampingan dengan film ini saat tayang di akhir tahun ini.



LONE SURVIVOR (Rilis : 27 Desember 2013)
Tampaknya ini akan menjadi film yang akan saya pilih sebagai penutup akhir tahun 2013. Bergenre drama perang, film yang disutradarai Peter Berg ini diangkat dari tulisan Marcus Luttrell berjudul sama, yang mana menceritakan tentang kegagalan misi Operasi Sayap Merah (Operation Red Wings) yang dilakukan oleh pasukan SEAL Team 10 pada pertengahan Juli 2005 silam di Pech District, Provinsi Kunar, Afganistan.

Operasi yang tujuannya menggagalkan aktivitas pasukan militer Anti-Coalition Militia (ACM) ini justru berakhir kacau karena Seal Team mendapatkan perlawanan sengit dari pasukan militer pemberontak itu, sehingga menewaskan banyak personel pasukan Seal Team. Film yang diperani oleh Mark Wahlberg, Taylor Kitsch, Eric Bana, Emile Hirsch, Ben Foster, dan Alexander Ludwig ini dibuat untuk mengenang para anggota Seal Team 10 yang tewas dalam operasi tersebut. Sebuah film perang yang tampaknya bakal akan menguras emosi banget...













Tampaknya tahun depan sudah banyak film seru yang akan meramaikan panggung hiburan dunia. Dibandingkan tahun 2013, sepertinya film yang akan beredar di tahun 2014 lebih menarik dan lebih "merepotkan" kalian yang gemar menonton (soalnya jadwal edarnya nyaris berdekatan. Bisa-bisa satu hari bisa nonton 2-3 film sekaligus neh. Hadeuh....).

Anyway... berikut ini adalah film-film keren yang akan beredar di semester pertama 2014 mendatang (Januari - Juni) yang patut Anda antisipasi untuk ditonton.

JANUARI :
PARANORMAL ACTIVITY : THE MARKED ONES (Rilis : 3 Januari 2014)
Inilah instalasi kelima dari franchise Paranormal Activity yang wajib ditonton awal tahun nanti. Berbeda dengan seri-seri sebelumnya, Paranormal Activity ini mengambil cerita yang terpisah dari seri sebelumnya (spin-off). Format filmnya masih menggunakan format "found footage" seperti yang biasa diterapkan oleh seri-seri Paranormal Activity yang lain. Dan sama seperti seri sebelumnya, film ini pun tetap dibuat dengan bujet rendah.

HERCULES : THE LEGEND BEGINS (Rilis : 10 Januari 2014)
Disutradarai Renny Harlin - sutradara spesialisasi film eksyen yang pernah menyihir penonton lewat karyanya seperti Die Hard - hadir kembali membawakan film kolosal mitologi Yunani Hercules. Film ini akan menampilkan sosok Hercdules yang sangat berbeda dari apa yang kita kenal sebelumnya. Dipenuhi spesial efek CGI yang canggih, film ini dipastikan akan menjadi film eksyen awal tahun yang wajib Anda tunggu.

JACK RYAN : SHADOW RECRUIT (Rilis : 17 Januari 2014)
Jack Ryan merupakan karakter kreasi penulis Tom Clancy yang sangat populer di luar negeri. Beberapa seri petualangan Jack Ryan telah diangkat ke layar lebar. Dan tahun ini, petualangan Jack Ryan diangkat kembali ke layar lebar. Ini akan menjadi seri kelima dari franchise Jack Ryan. Chris Pane (pemeran Captain Kirk di film Star Trek versi J.J. Abrams)  dipercaya menjadi Jack Ryan. Berbeda dengan seri sebelumnya yang lebih banyak menampilkan intrik dan alur yang menegangkan, maka versi ini akan lebih banyak eksyen dan adegan seru seperti yang ditampilkan dalam film franchise Jason Bourne.


FEBRUARI :
THE LEGO MOVIE (Rilis : 7 Februari 2014)
Dengung film ini sudah terdengar sejak awal tahun 2013 ini. Awalnya saya mengira ide film ini hanyalah promosi untuk perilisan tema mainan Lego yang baru. Tidak disangka, trailer yang saya tonton sejak awal tahun ini benar-benar adalah promosi untuk film Lego. Dengan dukungan penuh dari Lego - perusahaan permainan rancang-bangun terkenal di dunia - serta para artis dan aktor papan atas di film ini, bisa dipastikan film ini akan menjadi calon jawara box-office dunia.

ROBOCOP (Rilis : 12 Februari 2014)
Remake dari film berjudul sama yang pernah ditayangkan tahun 1987 silam, film ini merupakan salah satu film fiksi ilmiah yang paling dinanti tahun 2014 nanti. Robocop akan merupakan reboot dari film originalnya. Dengan cerita yang sama, namun konsep yang lebih baik, dapat dipastikan Robocop versi 2014 akan jauh lebih seru dan menegangkan dibandingkan dengan versi aslinya.


MARET : 
300 : RISE OF AN EMPIRE (Rilis : 7 Maret 2014)
Film ini merupakan sekuel dari film 300 yang sukses saat ditayangkan tahun 2006 silam. Alur ceritanya lebih terfokus pada kehidupan Xerxes 1 of Persia sebelum, saat, dan sesudah perang melawan pasukan Leonidas di seri sebelumnya. Selain itu, film ini juga akan mengangkat kisah di balik gelar "Tuhan para Raja" (The God King) yang disandang Xerxes dan membuatnya ditakuti banyak bangsa, kecuali Sparta.

NOAH (Rilis : 28 Maret 2014) 
Sudah cukup lama tidak ada film bertema cerita Alkitab yang diangkat ke layar lebar. Terakhir, adalah film The Passion of Christ (2004) dan The Nativity Story (2006) yang cukup fenomenal di masanya. Dengan dirilisnya Noah tahun depan, cukup menarik perhatian saya. Dengan mengangkat cerita yang sama persis dengan yang ditulis di Alkitab, ditambah dengan para aktor pendukung film ini yang keren banget (Russell Crowe, Jennifer Connelly, Anthony Hopkins, Emma Watson, dan lain-lain), dapat dipastikan film ini akan menjadi film yang keren banget.


APRIL : 
CAPTAIN AMERICA : THE WINTER SOLDIER (Rilis : 4 April 2014)
Buat para penggemar Captain America, pasti akan bersorak gembira karena sekuel film favorit mereka akan tayang. Mengambil setting dua tahun setelah even film The Avengers, Captain America akan bertarung kembali mengalahkan musuh barunya yang bersembunyi di Washington DC. Kali ini Captain America akan dibantu oleh Black Widow, yang merupakan sohidnya yang pernah bertarung bersamanya di film The Avengers. Premis film ini cukup menarik. Selain itu, Chris Evans akan kembali lagi berperan sebagai Captain America.


MAY : 
THE AMAZING SPIDER-MAN 2 (Rilis : 2 Mei 2013)
Kalau mau jujur, saya cukup kecewa dengan film The Amazing Spider-Man yang dirilis tahun lalu. Sebagai sebuah reboot dari trilogi Spider-Man garapan Sam Raimi, The Amazing Spider-Man tampil sebagai film yang kurang menggigit, walau secara finansial, film ini terbilang sukses. Dengan akan dirilisnya The Amazing Spider-Man 2 di bulan Mei 2013 ini, saya menaruh harapan besar kalau film ini bisa jauh lebih baik daripada seri pertamanya.  Selain para pemeran di seri pertama akan kembali memerani karakter yang sama di seri sebelumnya (Andrew Garfield sebagai Peter Parker / Spider-Man dan Emma Stone sebagai Gwen Stacy), film ini akan menampilkan Jamie Foxx yang untuk pertama kalinya berperan sebagai karakter antagonis Electro serta Paul Giamatti akan berperan sebagai The Rhino.





GODZILLA (Rilis : 16 Mei 2014)
Monster Raksasa kebanggaan Jepang akhirnya dihidupkan kembali untuk kedua kalinya oleh Hollywood. Setelah film Godzilla (1998) versi Hollywood dinilai gagal, maka kali ini Hollywood kembali menghidupkan kembali Godzilla dengan memperhatikan elemen dari versi asli monster ini.  Untuk itu, Legendary Pictures dan Warner Bros bekerja sama langsung dengan  Toho Picture, pemilik lisensi Godzilla, untuk memproduksi film ini. Film ini akan mengangkat cerita kelahiran Godzilla, yang mana ceritanya mirip dengan versi Jepang Godzilla yang beredar di tahun 1959 silam. Godzilla akan dirilis dalam format 2D dan 3D.

X-MEN : DAYS OF FUTURE PAST (Rilis : 23 Mei 2014)
Boleh dibilang inilah film super hero paling "rame" yang pernah dibuat selama ini. Dengan mengambil alur cerita komik Uncanny X-Men : Days of Future Past yang dirilis tahun 1981 silam, film ini akan mempertemukan para X-Men di masa kini (yang diwakili oleh pemeran X-Men dari trilogi X-Men seperti Hugh Jackman, Halle Berry, Patrick Steward, dan Anne Paquin) dengan para X-Men muda di masa lalu (para pemeran karakter X-Men dari film X-Men : First Class yang beredar tahun lalu, seperti James McAvoy, Jeniffer Lawrence, dan Nicholas Hoult). Bisa dibayangkan, bakal seseru apa film ini nantinya.


JUNI : 
TRANSFORMERS : AGE OF EXTINCTION (Rilis : 27 Juni 2014)
Cukup mengejutkan saat mengetahui kalau seri keempat dari film robot Transformers ini akan beredar dengan karakter yang semuanya baru, kecuali Optimus Prime dan Bumblebee. Walau kursi penyutradaraan tetap dipegang Michael Bay dan eksekutif produser tetap dipegang oleh Steven Spielberg, sama seperti seri-seri Transformers sebelumnya, namun dipastikan cerita di seri ini jauh berbeda daripada tiga seri sebelumnya. Sayangnya, hingga hari ini jalan cerita film ini masih dirahasiakan dan belum dirilis ke publik, sehingga saya pun belum bisa menginformasikan lebih detil mengenai film ini.








EVIL DEAD (2013)
Jika Anda dengan sabar menonton film ini hingga penghujung film (setelah tayangan end-credit berakhir), maka akan ada adegan di mana Bruce Campbell - pemeran karakter Ash di film Evil Dead (1983) - menghadapkan kamera ke arahnya dan berkata "Groovy" dengan gaya khasnya. Gaya itu merupakan gaya khas yang digunakan Bruce Campbell di film "Evil Dead 2".

Lima orang karakter utama dalam film ini adalah : David (diperani Shiloh Fernandez), Eric (Lou Taylor Pucci), Mia (Jean Levy), Olivia (Jessica Lucas), dan Natalie (Elizabeth Blackmore). Apabila semua huruf awal kesemua karakter tersebut digabung, maka Anda akan membaca kata : DEMON.

Mobil yang diduduki Mia di belakang rumah tua di hutan adalah mobil Delta 88, yang tidak lain adalah mobil tua milik Sam Raimi. Sam Raimi adalah sutradara Evil Dead versi original film ini.


THE CABIN IN THE WOODS (2012)
Film ini menampilkan banyak mahluk dan monster dari film-film horror populer. Badut psikopat bersenjatakan pisau merupakan mahluk dari film Killer Clowns from Other Space. Kelelawar pembunuh merupakan kelelawar dari film Bats. Pembunuh bergergaji mesin merupakan Leather Face dari film Texas Chainsaw Massacre. Dokter buruk rupa yang mengoperasi korbannya sambil melihat ke kamera merupakan psikopat di film House On Haunted Hill. Dan zombi berleher merah yang bangkit dari kematian adalah mahluk yang ada di film Evil Dead.


DEVIL (2010)
Lima orang karakter yang terjebak di dalam lift memiliki kesamaan warna merah : tas sang mekanik, rambut wanita tua, kuku wanita muda, logo lambang perusahaan pada seragam petugas sekuriti, dan dasi sang salesman.


FRIDAY THE 13TH (2009)
Produser membutuhkan waktu tiga tahun untuk menyelesaikan hak paten atas film Friday the 13th sebelum memproduksi seri terbaru film ini. Hal ini terjadi karena hak peredaran film ini dipegang oleh 3 pihak yang berbeda : Paramount memegang hak atas produksi dan semua aspek dari seri pertama film ini. Sedangkan New Line Cinema memegang hak produksi atas seri kedua dan 3 seri berikutnya dari franchise ini. Platinum Dunes memegang hak untuk memproduksi versi terbaru film ini.


DEAD SILENCE (2007)
Film ini menampilkan beberapa unsur yang ada di franchise film Saw. Ini mungkin bisa dimaklumi mengingat sutradara film ini - James Wan - adalah juga sutradara semua franchise film Saw. Seperti misalnya adegan saat Detective Jim Lipton (diperani Donnie Wahlberg) berada di ruang atas teater yang berisi boneka. Pada adegan tersebut, Anda bisa lihat beberapa boneka yang juga digunakan di film Saw.

Hal serupa tampak pada adegan saat kepala boneka ventriloquist berputar ke kiri, menatap boneka badut yang duduk di kursi goyang. Tampak Boneka Billy dari film Saw tergolek tidak jauh dari kursi tersebut.

Donnie Walhberg yang bermain sebagai Detective Jim Lipton ini juga bermain dari 4 seri franchise Saw (Saw II, Saw III, Saw IV, dan Saw V) sebagai Detective Eric Matthews.


SILENT HILL (2006)
Banyak unsur dari game Silent Hill yang diadaptasi dengan sangat detil ke dalam film ini. Salah satunya adalah jalan tempat di mana Rose (diperani Radha Mitchell) terbangun setelah mengalami kecelakaan. Jalan tersebut didesain sedemikian rupa, persis sama seperti apa yang tampak di game Silent Hill.  Terdapat 107 set tempat yang dibuat menyerupai suasana di kota Silent Hill versi game.

Setting jalan di film Silent Hill
Untuk menciptakan suasana seperti game, Akira Yamaoka - kreator game Silent Hill - diundang dan diterbangkan dari Jepang ke lokasi shooting beberapa kali guna memberikan masukan mengenai hasil shooting film.

Christophe Gans - sutradara film Silent Hill - membawa televisi 40 inci dan Play Station 2 miliknya ke lokasi shooting dan memainkankan game Silent Hill di lokasi shooting. Selama bermain, dia meminta kru dan para pemain film untuk memperhatikannya cara bermain, agar mereka semua paham adegan seperti apa yang ingin dia buat dan bagaimana gerakan kamera harus dilakukan untuk mendapatkan nuansa seperti yang ada di game.

Christophe Gans membutuhkan waktu 5 tahun untuk mendapatkan hak paten dari Konami untuk memproduksi Silent Hill menjadi film. Berbagai usaha dilakukannya guna mendekati para eksekutif Konami dan mendapatkan restu mereka. Salah satunya adalah dengan mengirimkan rekaman video pada para eksekutif tersebut dengan menerangkan tujuan dan keinginannya untuk mengadaptasi Silent Hill.


THE OMEN (2006)
Perhatikan wallpaper kamar tidur Damien (diperani Seamus Davey-Fitzpatrick). Jika Anda perhatikan dengan seksama, desain wallpaper tersebut adalah rangkaian dari angka 6.

Guna menciptakan nuansa mistis, film ini dirilis di pertengahan minggu, bukan akhir minggu seperti yang biasa dilakukan oleh para distributor film pada umumnya. The Omen dirilis di hari Selasa, tanggal 6 Juni 2006 (06/06/06).

Harvey Stephens - pemeran Damien di versi original The Omen (1976) - tampil sebagai cameo dalam film ini. Di film The Omen ini, Stephens berperan sebagai seorang kameramen yang berdiri di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat.


THE RING TWO (2005)
Saat Rachel (diperani Naomi Watts) berbicara dengan Dr Emma Temple (Elizabeth Perkins), disebutkan bahwa "Dr Koji" adalah dokter yang sebelumnya pernah merawat Rachel untuk penyakit PPD yang dideritanya. Percakapan ini adalah guyonan untuk Koji Suzuki, penulis dan pengarang novel Ringu (versi Jepang).

Daveigh Chase
Daveigh Chase - pemeran Samara, sang arwah gentayangan di film ini -  menolak bermain di sekuel film The Ring versi Amerika ini karena peran yang dibawakannya jauh lebih sedikit dibandingkan seri pertamanya. Karena itu, hanya suaranya saja yang muncul di film ini.

Promosi film ini dilakukan para Marketing film dengan cara meninggalkan "video terkutuk" dari film The Ring di tempat publik yang mudah ditemukan. Di dalam video itu, selain rekaman gambar-gambar aneh "video terkutuk" di film, juga ada informasi mengenai website film The Ring Two.


LAND OF THE DEAD (2005)
Edgar Wright dan Simon Pegg - duo penulis skenario film Shaun of The Dead - turut bermain dalam film ini. Mereka berperan sebagai zombie yang berada di dekat telepon umum, saat Riley (diperankan Simon Baker) sedang berlari keluar dari tempat judi.

Awalnya film ini memiliki 3 judul alternatif : Twilight of the Dead, Dead City, dan Dead Reckoning. Studio Film 20th Century Fox berniat membeli hak paten film ini asal judul film ini diganti menjadi Night of The Living Dead. George A. Romero - sutradara dan penulis film ini - menolak dan menghendaki film ini diberi judul Dead Reckoning. Studio 20th Century Fox tetap bersikukuh untuk menggunakan judul mereka, dengan menggabungkan judul usulan Romero, sehingga judul film ini pun menjadi cukup panjang, yaitu Night of The Living Dead : Dead Reckoning. Romero tetap tidak setuju untuk menggunakan judul tersebut, dan memutuskan untuk tidak bekerja sama dengan 20th Century Fox. Pada akhirnya hak produksi film ini dibeli oleh Universal Studio dan judulnya disepakati menjadi "Land of The Dead".

Karena dinilai terlalu sadis, film ini dilarang beredar di Ukraina.


DAWN OF THE DEAD (2004)
Film ini diawali dengan adegan sebuah kendaraan yang hilang kendali dan menabrak sebuah SPBU, sehingga menimbulkan ledakan dasyat. Adegan ini sama persis seperti adegan awal film "Night of The Living Dead" (1968)

Adegan di dalam dan atap mal dilakukan di Thornhill Square Shopping Center di Thornhill, Ontario. Mal tersebut sebenarnya sudah ditutup, sehingga dapat dengan leluasa digunakan oleh para kru untuk melakukan shooting film. Toko di dalam mal semuanya dirombak total.

Dawn of The Dead adalah film kedua di mana Lindy Booth dan Kim Poirier bermain bersama. Sebelumnya mereka bekerja sama dalam film American Psycho 2.

Dalam film ini, para zombi  bergerak cepat dan sangat agresif, sangat berbeda dengan versi asli film ini (produksi tahun 1978) yang mana para zombi berjalan pelan dan lunglai. Majalah Wizard menempatkan zombi ini di rangking #5 dalam daftar "100 Greatest Villains Ever". Sejak saat itu, gaya zombi yang bergerak cepat dan agresif ini menjadi tren yang digunakan banyak film-film zombi di masa berikutnya. Salah satunya adalah serial televisi The Walking Dead yang juga menampilkan para zombi agresif yang bergerak cepat.


FREDDY VS JASON (2003)
Dalam sebuah adegan di mana Lori (diperai Monica Keena) sedang bermimpi melihat anak-anak menggoda Jason Voorheas muda dan mengenakan penutup kepala dari karung ke kepala Jason, adegan ini sebenarnya sama dengan adegan yang ada di film Friday the 13th : Part 2 (1981).

Kepala Sekolah tempat di mana Lori sekolah diperani oleh Robert Shaye, yang tidak lain adalah produser semua seri franchise film Nightmare on Elm Street.

Ronny Yu - yang merupakan sutradara film ini - sama sekali tidak tahu apa-apa soal film Jason Voorhees (Friday the 13th) maupun Freddy Kruger (Nightmare on Elm Street). Dia memproduksi film ini menggunakan insting dan pengalamannya sebagai sutradara film laga.

Film ini dibuat juga dalam bentuk novel yang diedarkan tanggal 29 Juli 2003 (filmnya sendiri baru dirilis tanggal 15 Agustus 2003). Novelnya ditulis oleh Stephen Hand dan diproduksi oleh Black Flame. Penerbit Black Flame adalah perusahaan penerbitan yang mendapatkan lisensi khusus untuk menerbitkan novel yang dibuat berdasarkan film yang diproduksi New Line Cinema.


THE RING (2002)
Nomor kamar apartemen Rachel (diperani Naomi Watts) adalah 601, yang jika kesemua angka tersebut dijumlah akan menjadi 7, yang merupakan petunjuk jumlah hari seseorang akan tewas setelah menonton film dari "video kutukan" Samara.

Promosi film ini sempat meresahkan masyarakat Amerika karena dilakukan dengan cara meletakkan "video kutukan" di berbagai tempat terbuka di Amerika. Video tersebut berisi rekaman Kutukan Samara dan sama sekali tidak menyebutkan merupakan bentuk promosi dari film apapun. Video tersebut disebarkan secara rutin ke berbagai tempat di seluruh Amerika selama 1 bulan.

Di adegan saat Rachel dan Noah (diperani Martin Henderson) berbicara di dekat sumur besar, mereka menyebutkan bahwa alasan seseorang tewas 7 hari setelah menonton "video kutukan" adalah merupakan waktu lamanya Samara bertahan hidup di dalam sumur. Penjelasan ini sama sekali tidak ada dalam The Ring versi Jepang.


JASON X (2001)
Dalam adegan saat Jason menghabisi Stoney (diperani Yani Gellman), darah Stoney menyiprati wajah Kinsa (Melody Johnson) yang berdiri di dekatnya. Sebagian darah palsu tersebut mengenai mata Melody Johnson dan menyebabkan matanya perih. Jeritan Melody di adegan tersebut bukan dibuat-buat, tapi benar-benar jeritan kesakitan.

Dalam adegan saat para marinir mengenakan pakaian tempur mereka, bersiap mengejar Jason Voorhees, salah satu di antara mereka bertanya, "Who has the BFG?" BFG merupakan istilah senjata yang digunakan dalam game PC "Quake" (!996) dan "Doom" (1993), serta merupakan senjata paling dasyat di game tersebut. BFG merupakan singkatan dari Big F**cking Gun.


FINAL DESTINATION (2000)
Adegan meledaknya pesawat Flight 180 saat mengudara di film ini (yang menjadi awal dari rentetan kecelakaan dan malapetaka di sepanjang film) merupakan adaptasi dari kejadian sebenarnya, di mana pesawat Trans World Airlines Flight 800 (TWA 800; pesawat Boeng 747 -100) meledak pada tanggal 17 Juli 1996 silam, saat baru mengudara. PEsawat TWA 800 mengangkut para murid yang berniat berlibur bersama ke Paris.

Pada adegan saat para murid sedang berjalan memasuki pesawat, Alex (diperani Devon Sawa) berjalan sambil melirik ke jendela dan melihat mobil yang membawa tas bagasi sedang melewatinya. Perhatikan nomer di atas mobil tersebut. Di sana tertulis : 666.



Film horor memang aslinya sudah mengerikan. Tapi apa jadinya jika fakta di balik pembuatan filmnya pun sama "mengerikan" dengan filmnya sendiri? Tentu akan bikin kita semua merinding. Berikut ini adalah fakta-fakta mengejutkan yang melingkupi film-film horror klasik yang tidak Anda ketahui.

1. Tahukah Anda bahwa topeng yang digunakan Michael Myers dalam film horror legendaris "Halloween" sebenarnya adalah topeng wajah William Shatner? Yep, benar sekali. William Shatner adalah aktor pemeran Captain James T. Kirk di serial televisi Star Trek (1969) yang cukup populer di masanya. Guna menciptakan efek "seram" dan menyamarkan wajah Shatner, maka topeng tersebut disemprot dengan warna putih.

2. Jubah yang dikenakan pembunuh dalam film kuarlogi "Scream" aslinya berwarna putih. Namun Wes Craven - sutradara film tersebut - akhirnya memutuskan untuk menggantinya menjadi warna hitam. Selain untuk menciptakan efek misterius, dia pun ingin menjauhkan kesan kalau pembunuh di film tersebut memiliki hubungan dengan anggota Ku Klux Klan, yang biasanya mengenakan jubah putih.

3. Sebelum diputuskan beredar dengan judul Scream, film horror ini pertama kali diberi judul "Scary Movie".

4.   Anda tidak akan pernah mendengar kata "Elm Street" diucapkan sekalipun dalam seri pertama film "Nightmare on Elm Street".

5. Sebelum dirilis dengan judul "Texas Chainsaw Massacre" (1973), film horor tersebut awalnya diberi judul "Head Cheese". Film tersebut merupakan satu-satunya film yang dibuat secara berurutan sesuai dengan urutan adegan yang tertulis di skrip. Selain itu, tulang-belulang manusia yang digunakan dalam film tersebut adalah tulang manusia sungguhan yang dibeli dari India. Waktu itu, tulang manusia sungguhan jauh lebih murah ketimbang membuat tulang palsu dari bahan plastik.

6. Fairuza Balk, artis yang bermain sebagai penyihir di film The Craft, dalam kehidupan nyatanya ternyata adalah seorang Wican (keturunan penyihir).

7.  Nama Charles Lee Ray - pembunuh yang rohnya merasuk ke dalam tubuh boneka Chucky dalam film horor legendaris "Child's Play" dan "Chucky" - sebenarnya merupakan gabungan dari 3 nama pembunuh legendaris Amerika : Charles Mason, Lee Harvey Oswald, dan James Earl Ray.

8.  Untuk merekam adegan jalan London yang sepi (karena para penduduknya telah berubah menjadi zombi) di film "28 Days Later", pihak sutradara bekerja sama dengan kepolisian setempat dengan memperlambat perubahan lampu merah ke lampu hijau. Saat jalan sedang kosong karena lampu merah itulah, maka para kru film dengan sigap merekam dengan cepat adegan di lokasi tersebut.

9. Saat shooting adegan pengusiran roh jahat di kamar Regan di film "The Exorcist" (1973), ruangan tersebut dipasangi AC yang diset bersuhu minus 3- 4 derajat. Akibat suhu yang sangat dingin tersebut, keringat para pemain dan kru pun membeku. Tidak itu saja. Karena saat itu sedang musim panas, dan kelembabannya sangat tinggi. Akibat perbedaan udara yang cukup ekstrim di luar dan di dalam ruang shooting tersebut, menyebabkan muncul salju yang turun di dalam ruang shooting.

10. Trailer pertama film "The Exorcist" menampilkan layar gelap, di mana tiba-tiba muncul sekelebat wajah setan berwajah putih yang dengan cepat menghilang dari layar tersebut. Trailer yang kurang dari 1 menit tersebut dilarang beredar di semua bioskop karena "terlalu menakutkan".

11. Ketika film "Psycho" dirilis pada tahun 1960 dan meraih kesuksesan sebagai film horror paling mengerikan saat itu, Alfred Hitchcock - sutradara film tersebut - justru dicekal Walt Disney dan tidak diizinkan untuk masuk ke wahana Disneyland. Alasannya karena Hitchcock membuat film "Psycho" yang menjijikkan.


12. Film horor Night of The Living Dead (1969) aslinya adalah film hitam-putih. Namun film ini pernah 4 kali dicoba di-mastering ulang dengan pemberian warna ke dalam film tersebut : tahun 1986, 1987, 2004, dan 2009. Namun karena pertimbangan kesadisan film ini jadi terlihat lebih realistis dan mengerikan, akhirnya diputuskan untuk tetap diedarkan dalam bentuk hitam-putih.

13. Para aktor pemeran zombie di film "Night of The Living Dead" hanya dibayar US$ 1 untuk peran mereka. Selain itu, masing-masing pemeran tersebut mendapatkan T-shirt bertuliskan "I Was A Zombie in Night of The Living Dead".

14. Eiko Ishioka, designer kostum Dracula untuk film "Dracula" (1992), tidak pernah menonton film tersebut sama sekali. Padahal dia meraih penghargaan Oscar atas desain pakaiannya untuk film tersebut.


Para moviegoers mengenai sosok Quentin Tarantino sebagai sutradara, produser, dan aktor film-film ekstrim dan kontroversial. Ciri utama filmnya adalah banyaknya adegan berdarah-darah yang - entah bagaimana caranya - dibuat sangat artistik yang membuat orang terpukau sekaligus miris saat menontonnya. Memulai karirnya sebagai sineas tahun 1992, dengan merilis film Reservoir Dogs yang menjadi film indie hits yang hingga hari ini dipuja-puja banyak penggemar. Kesuksesan itu berlanjut dengan film arahan berikutnya Pulp Fiction (1994) yang juga mendapatkan pujian dari para kritikus karena keunikan ceritanya.

Tahun 2003 dan 2004, Tarantino menggebrak kembali dengan film dwilogi Kill Bill yang menggabungkan elemen tokusatsu Jepang, wuxia Hong Kong, spagetti western, dan Italian horror. Film ini secara mengejutkan mendapatkan respon yang sangat positif dari para penonton, bahkan menjadi salah satu film eksyen yang paling populer di masa itu.

Terakhir, Tarantino merilis film Django Unchained (2012), yang bertema spagetti western dengan twist yang cukup mengejutkan, di mana biasanya tokoh Django sudah dikenal sebagai koboi berkulit putih, maka dalam film tersebut, Tarantino menggunakan tokoh koboi berkulit hitam. Cukup ekstrim, namun - sekali lagi - mendapatkan respon yang luar biasa kembali dari para penonton dunia.

Film Tarantino tidak saja sukses secara finansial, namun secara kualitas pun mendapatkan apreasiasi dari kritikus dunia. Terbukti dengan penghargaan yang diperolehnya : 2 Academy Awards, 2 Golden Globe Awards, 2 BAFTA Awards, dan 1 piagam Palme d'Or dari Canness. Dengan semua kesuksesannya ini, Tarantino kini sudah diakui sebagai sineas paling berpengaruh di dunia.

Karena itu, sebagai penghargaan pada Tarantino yang terkenal sebagai sutradara ekstrim, pada kesempatan ini saya akan mengulas 8 sisi ekstrim dirinya yang tidak diketahui banyak orang, namun sangat menarik untuk Anda ketahui :

1. Tidak ada yang tahu bahwa saat membuat film Reservoir Dogs, Tim Roth yang memerani Mr Orange benar-benar ditembak dengan senjata karena Tarantino ingin mendapatkan adegan yang nyata. Demi menjaga kondisi Tim Roth agar tidak shock akibat tembakan tersebut, Tarantino menyiapkan tim medis yang siap sedia setiap saat di lokasi shooting.

2. Quentin Tarantino memiliki dompet kulit dengan bordir tulisan "Bad Mother Fucker". Dompet tersebut pernah dipinjamkannya pada Samuel L. Jackson untuk digunakan dalam film Pulp Fiction.

3. Film Jackie Brown adalah satu-satunya film arahan Tarantino yang merupakan adaptasi dari novel (Rum Punch karya Elmore Leonard). Selain itu, film ini adalah film yang termasuk film yang paling sedikit adegan berdarah-darah serta tembak-tembakan. Sepanjang film, Anda hanya akan menyaksikan 9 kali tembakan saja.

Mobil "Pussy Wagon' di Kill Bill Vol 2
4. Saat menyutradarai film Kill Bill Vol 1 dan 2, Tarantino sangat ingin adegan penuh darahnya dibuat dengan efek kuno model film wuxia Shaw Brothers era 1970an. Karena itu, tidak ada efek khusus yang canggih yang digunakan dalam pembuatan film tersebut. Bahkan untuk membuat adegan luka berdarah-darah terkena sabetan senjata, Tarantino mengikuti cara yang biasa dilakukan oleh sutradara Chang Cheh (salah satu sutradara ternama Shaw Brothers) : memasukkan darah palsu ke dalam kondom yang diselipkan di beberapa bagian tubuh aktornya.

6. Sakin banyaknya adegan berdarah-darah, secara keseluruhan, dua seri Kill Bill menghabiskan lebih dari 480 galon darah palsu.

Mobil "Pussy Wagon" di video klip "Telephone"
7.  Mobil VW Wagon bertulisan "Pussy Wagon" yang terlihat di film Kill Bill Volume 2 adalah mobil pribadi Tarantino. Saat perilisan film tersebut, Tarantino mengendarai mobil itu setiap hari guna mempromosikan film terbarunya tersebut. Mobil itu digunakan oleh Missy Elliot dalam video klipnya berjudul "I'm Really Hot". Selain itu, mobil tersebut juga digunakan oleh Lady Gaga dan Beyonce Knowles untuk video klip mereka, "Telephone".

8. Saat memproduksi segmen Dead Proof untuk film Grindhouse (2007; film produksi bareng sohid kentalnya, Robert Rodriguez), Tarantino sengaja merusaki negatif dari film tersebut untuk menciptakan efek film tua. Jadi gambar pudar dan rusak yang tampak sepanjang film bukan efek digital atau efek khusus.










Sebuah film eksyen Heng Kong baru yang layak untuk ditunggu adalah The White Storm (掃毒 ). Disutradarai Benny Chan, film ini akan diperani oleh 3 aktor papan atas Hong Kong : Sean Lau (Lau Ching Wan), Nick Cheung, dan Louis Koo.

Film ini mengisahkan tiga orang sahabat sejak kecil - Tin (Sean Lau), Wai (Nick Cheung), dan Chow (Louis Koo) - yang bergabung dalam kepolisian. Satu ketika, ketiganya mendapatkan tugas untuk menumpas kelompok pengedar narkoba yang berpusat di Segitiga Emas, Thailand. Maka ketiganya menyamar dan menyusup masuk ke dalam kelompok kartel narkoba yang dipimpin oleh pemimpin kejam bernama Eight-Faced Buddha (Lo Hoi Pang). Ketika ketiganya telah masuk terlalu dalam ke kartel tersebut, terjadi kekacauan dan kedok mereka terbongkar. Nyawa mereka berada di ujung tanduk, dan mau tidak mau mereka harus memilih : menyelamatkan nyawa mereka masing-masing dengan mengorbankan sahabat karib mereka? Atau berjuang bersama-sama memerangi Eight-Faced Buddha dengan taruhan nyama mereka?

Di Hong Kong, Benny Chan sudah dikenal sebagai sutradara eksyen terbaik yang karya-karyanya banyak dipuji kritikus - tidak saja di Hong Kong tetapi juga - dunia. Karya pertamanya, Police Story (1983) yang diperani Jackie Chan, menjadi film fenomenal yang hingga hari ini disebut sebagai "The Best Action Movies of All Time".

Film The White Storm sepertinya mengingatkan saya kembali akan film-film Hong Kong era 80-90an yang banyak mengusung tema drama persahabatan yang kental di tengah ketegangan dan aksi seru. Rasanya tema seperti ini sudah sangat jarang diangkat, karena film-film Hong Kong belakangan ini lebih banyak mengusung film eksyen dengan tema konspirasi. Alur cerita The White Storm sangt kental dengan tema persahabatan dan keluarga yang sangat kental khas masyarakat Asia, sehingga sangat pas jika ditayangkan dan ditonton masyarakat Asia.


DO YOU KNOW? 
Naskah The White Storm ditulis oleh 5 orang penulis. Salah satu penulis naskah yang terlibat adalah Manfred Wong. Bagi penggemar film Hong Kong, Manfred Wong adalah produser dan penulis naskah film saga Young And Dangerous yang sangat populer di era 1995 - 2000 silam.

Film The White Storm berdurasi 120 menit dan dibuat dengan bujet HK$ 120 juta.

Shooting dilakukan di 2 negara : Hong Kong dan Thailand.

Premiere perdana film ini akan dilakukan di China tanggal 29 November 2013, baru di Hong Kong tanggal 5 Desember 2013.







Anita Mui adalah salah satu diva Hong Kong era 80-90an yang hingga hari ini masih dihormati dan digandrungi hingga hari ini. Komitmennya sebagai enterprener sejati - bahkan hingga beberapa hari sebelum kematiannya tanggal 30 Desember 2003 dilam - menjadikan inspirasi banyak orang dan pekerja seni dunia, khususnya Hong Kong. Untuk menghormati dan mengenang 10 tahun kepergian dirinya, maka Eric Tsang dan Jacky Cheung - yang merupakan sahabat Anita Mui - berencana untuk menggelar konser amal bertajuk Anita Mui's Memorial Concert yang akan diadakan tanggal 30 Desember 2013 mendatang. Semua hasil dari konser tersebut akan disumbangkan untuk penelitian kanker, serta pembangunan Sekolah Dasar di Hong Kong yang merupakan impian Anita Mui saat masih hidup.

Lokasi konser masih belum dipastikan karena belum mendapatkan izin dari pihak berwenang, serta konfirmasi dari pemilik gedung. Menurut sumber terdekat kami, ada 3 tempat yang mungkin akan digunakan sebagai tempat konser tersebut : Hong Kong Convention & Exhibition Centre, Kownloon Bay International Trade and Exhibition Centre, dan Exhibition Centre dekat Hong Kong International Airport.

Harga tiket dipatok HKD 980, HKD 680, dan HKD 480, sudah dapat dipesan mulai sekarang melalui website fansclub resmi Anita Mui (http://www.anitamuinet.com/). Dalam konser tersebut telah dipastikan sahabat-sahabat Anita Mui akan ikut berpartisipasi, di antaranya Andy Lau, Eason Chan, Miriam Yeung, William So, dan Denise Ho. Buat para penggemar Anita Mui, konser ini tentu tidak akan dilewatkan begitu saja.


TENTANG ANITA MUI
Buat kaum muda yang lahir di era 2000an, tentu tidak akan mengenai siapa dirinya. Anita Mui (Mei Yen Fang; 梅艷芳 ) adalah artis legendaris Hong Kong yang di masanya meraih banyak penghargaan karena lagu-lagunya yang fenomenal dan hampir selalu menduduki posisi tertinggi tangga lagu Hong Kong, Taiwan, dan China. Anita Mui merupakan artis pertama Hong Kong yang pernah melakukan konser "sold-out" di Hammersmith, London, sehingga mendapat gelar "Madonna of Asia" (東方麥當娜) yang membuatnya meraih kesuksesan internasional. Gelar tersebut masih tetap melekat pada dirinya hingga hari ini.

Lahir tanggal 10 Oktober 1963, Anita Mui merupakan anak bungsu dari 4 bersaudara dari sebuah keluarga "single parent" yang miskin (hingga masa hayatnya, Anita Mui tidak pernah tahu siapa ayahnya). Sejak kecil, dia telah menunjukkan bakatnya di bidang seni, di mana pada usia 4 tahun, dia telah bisa menyanyikan lagu-lagu Opera China yang terbilang cukup sulit. Dengan kemampuannya itu, Anita dan kakak perempuannya, Ann Mui (yang kelak juga adalah seorang penyanyi populer), bernyanyi di klab malam dan mengamen di jalan demi membantu perekonomian keluarga.

Tahun 1982, Anita mengikuti lomba adu bakat New Talent Singing Awards Pertama di mana dia memenangkan lomba tersebut, mengalahkan 3,000 kontestan. Kemenangan itu memberikannya kesempatan untuk merilis album pertamanya di bawah perusahaan rekaman Capital Artists. Walau album perdananya tersebut - Debt Heart (心債) - tidak laris di pasaran, namun dia tetap mendapatkan kesempatan untuk rekaman.

Di tahun 1985, untuk pertama kalinya Anita meraih penghargaan sebagai Best Female Singer dalam Top 10 Jade Solid Gold Best Female Singer Award. Penghargaan ini diraihnya terus-menerus secara beruntun hingga tahun 1989. Dan pada tahun 1989, lagunya yang berjudul Sunset Melody (夕陽之歌) meraih Gold Songs Gold Awards sebagai lagu terbaik di masa itu. Dan lagu itu kelak menjadi lagu khasnya Anita sepanjang kariernya.

Sepanjang kariernya hingga tahun 1990an, Anita Mui telah merilis lebih dari 50 album. Album terlarisnya - "Bad Girl" (壞女孩) - dirilis tahun 1985 yang terjual lebih dari 400.000 kopi. Anita pun mencatatkan rekor sebagai penyanyi muda pertama yang melakukan konser solo selama 15 malam berturut-turut di Hong Kong Coliseum. Itu terjadi saat dia baru berusia 21 tahun (tahun 1985). Kariernya terus meroket, tidak saja di Hong Kong, tetapi juga di luar Hong Kong. Tahun 1988, Anita mendapatkan kesempatan untuk bernyanyi bersama Janet Jackson di pembukaan Summer Olympics 1988 yang diadakan di Seoul.

Selain menyanyi, Anita pun juga dikenal sebagai artis berbakat. Tahun 1983 - 2002, dia menjajal dunia akting. Ada 40 film yang diperaninya sepanjang masa tersebut, mulai dari drama, eksyen, thriller, komedi, hingga horror. Dia mendapatkan penghargaan pertamanya sebagai Pemeran Pembantu Wanita Terbaik di Hong Kong Film Awards untuk penampilannya di film Behind The Yellow Line (1984). Tiga tahun kemudian, di tahun 1987, dia berhasil meraih penghargaan Best Actress di ajang Golden Horse Awards untuk filmnya Rouge. Tahun 1989, dia kembali meraih penghargaan Best Actress untuk film Rouge di Hong Kong Film Awards. Setelah itu, penghargaan demi penghargaan di bidang film terus diterimanya. Tahun 1997, dia meraih Best Supporting Actress di Hong Kong Film Awards dalam film Eighteen Springs. Dan tahun 2002, dia meraih penghargaan sebagai Best Actress di ajang Changchun Film Festival Golden Deer Awards untuk film July Rhapsody.

Seharusnya Anita Mui akan berperan dalam film terakhirnya - House Of Flying Dagger (2004), arahan sutradara Zhang Yimou - namun terpaksa mengundurkan diri karena kesehatannya yang tidak memungkinkan. Anita meninggal tepat dua minggu sejak dia mengundurkan diri dari proyek film tersebut.

Sebelumnya, tanggal 5 September 2003, Anita sudah mempublikasikan pada publik jika dia menderita Cervical Cancer. Walau sudah melakukan berbagai terapi, namun kondisinya terus menurun. Karena menyadari waktunya yang sudah tidak panjang lagi, Anita kemudian menggelar konser terakhir yang merupakan konser perpisahannya dengan para fans bertitel "Anita Classic Moment Live Concert" yang diadakan tanggal 6 - 11 November dan 14 - 15 November 2003 di Hong Kong Coliseum. Hadir sebagai bintang tamu dalam konser itu adalah Jacky Cheung, Sandy Lam, David Tao, Eason Chan, Andy hui, Alan Tam, George Tam, Hacken Lee, The Grasshopper, dan Kelly Chen.

Sepanjang hidupnya, Anita dikenal sebagai orang yang memiliki perhatian sangat besar pada orang-orang yang kurang beruntung. Tanggal 18 April 1992, dia membangun rumah bagi anak-anak gelandangan di San Francisco, yang menyentuh hati banyak orang, sehingga Gubernur San Francisco mengumumkan tanggal 18 April sebagai "Anita Mui Day". Anita juga membuat yayasan "Anita Mui True Heart Charity Foundation" di Hong Kong untuk membantu kaum miskin di dunia. Atas jasa dan perhatiannya itu, Gubernur Toronto pun mengumumkan tanggal 23 Oktober merupakan "Anita Mui Day".









Jika Indonesia punya film eksyen seru The Raid Redemption yang berhasil tembus ke layar lebar Hollywood, maka Malaysia juga punya film sejenis berjudul KL Gangster.



KL Gangster adalah film eksyen produksi Malaysia yang super seru dan keren banget. Diperani Aaron Aziz dan Syamsul Yusof, film yang dirilis tanggal 9 Juni 2011 silam tersebut menjadi film Malaysia pertama yang berhasil meraih penghasilan lebih dari Ringit $ 3 juta (US$ 10 juta). Uniknya, pendapatan itu diperoleh hanya di peredaran lokal di Malaysia saja. Tidak heran film tersebut menjadi fenomena tersendiri di Malaysia.

Tahun ini, sekuel film tersebut dirilis. Masih tetap diperani Aaron Aziz, Adi Putra, Syamsul Yusof (juga merangkap sebagai Sutradara), Sofi Jikan, dan Rosyam Nor, film ini mengisahkan kembali petualangan Malek (Aziz) dan Jai (Putra), dua bersaudara yang awalnya merupakan anggota dunia hitam geng di Malaysia, telah bertobat dan keluar dari dunia hitam tersebut setelah ayah mereka meninggal dunia. Keduanya kemudian memutuskan untuk hidup di jalan yang benar, sembari menemani ibu mereka yang telah tua.

Keluarnya Malek dan Jai dari kelompok geng justru membuat hidup mereka terbalik. Mereka mendapat teror dari para anggota geng karena ayah mereka ternyata berhutang dengan geng tersebut. Demi melunasi hutang ayah mereka, Malek dan Jai berusaha bekerja apapun, asal tidak jadi anggota geng. Namun catatan masa lalu kelam mereka menyulitkan untuk mendapatkan pekerjaan. Jai mulai frustrasi dan berseteru dengan Malek dan ibunya. Jai memutuskan untuk kembali lagi bergabung dengan anggota geng. Keputusan ini membuat hubungannya dengan Malek retak.

Saat kondisi keluarganya berantakan, Malek menemukan fakta mengejutkan : Shera, adiknya, diperkosa anggota geng, dan ibunya ternyata mengidap kanker ganas yang setiap saat dapat merenggut jiwanya. Akankah kondisi ini akan membuat Malek juga kembali ke dunia hitam?

Film drama yang dipenuhi dengan aksi seru ini memang memiliki alur cerita yang tidak lazim, bahkan lebih mirip cerita eksyen Hong Kong. Dan tampaknya alur seperti ini dapat memikat masyarakat Malaysia untuk menontonnya. Hmm... kapan ya bisa masuk Indonesia.

Film ini baru dirilis dan ditayangkan di bioskop Malaysia tanggal 3 Oktober 2013 silam.


TENTANG KL GANGSTER
Film KL Gangster adalah salah satu film eksyen Malaysia yang cukup fenomenal. Diproduksi dengan bujet Ringit $ 500 ribu, film ini berhasil meraup penghasilan hingga Ringit $ 3.889.344,50. Sebuah prestasi yang fantastis mengingat belum ada film Malaysia yang berhasil penjualan tiketnya dapat menembus ke angka di atas Ringit $ 3 juta. Karena prestasinya ini, KL Gangster berhasil memenangi 6 penghargaan di Festival Film Malaysia (FFM) dan 4 penghargaan lain di ajang Blockbuster Awards.

Seri pertama KL Gangster dirilis tanggal 9 Juni 2011. Berdurasi 81 menit, film ini mengisahkan tentang kehidupan Malek (diperani Aaron Aziz) dan Jai (Ady Putra), dua bersaudara anggota geng Malaysia. Satu ketika, keduanya dijebak oleh Shark (Syamsul Yusof), rekan satu kelompok mereka yang juga anak angkat dari King (Ridzuan Hashim), pemimpin geng paling berpengaruh di Kuala Lumpur. Akibatnya, Malek dan Jai harus mendekam di penjara selama beberapa tahun.

Lepas dari penjara, Malek memutuskan untuk bertobat dan keluar dari dunia hitam gengster. Saat menjadi orang biasa itulah, Malek sering diganggu oleh kelompok geng lain yang pernah berseteru dan memendam benci padanya. Untungnya, King menolong dan membelanya. Hal ini menimbulkan kebencian pada Shark yang kala itu memang sudah berniat untuk menjatuhkan dan menggantikan posisi King.

Sementara Jai, tetap hidup di dunia gengster dan kemudian bergabung dengan kelompok Shark. Kehadiran Jai dimanfaatkan Shark untuk melawan King, terutama Malek yang telah menjadi kepercayaan King.



Pada hakekatnya, ketika memutuskan untuk menonton film, kita berharap film yang kita tonton akan dapat menghibur kita, minimal untuk 90 menit di muka. Namun pada kenyataannya tidak semua film dapat membuat kita terhibur. Apalagi jika kita "salah" memilih film (mungkin tidak ada pilihan film menarik, sehingga "terpaksa" menonton hanya karena mencari hiburan yang tidak jelas), maka bisa jadi bukan hiburan yang kita dapat, malah sakit kepala usai menonton.

Sepanjang sejarah perfilman Hollywood, ada beberapa sineas dan sutradara film yang - atas nama seni dan film berkualitas - telah menghasilkan film legendaris yang disebut-sebut kritikus sebagai "film bermutu dan berkelas". Walau demikian, di mata penonton awam, film ini bukanlah sebuah film yang "menyenangkan" untuk ditonton, tapi bikin sakit kepala, karena alurnya yang tidak jelas, ceritanya yang membingungkan, dan pada akhirnya malah tidak memberikan konklusi apapun yang dapat dengan mudah dipahami penonton.

Ada banyak film seperti itu. Namun saya hanya memilih 10 saja film yang menurut saya paling bikin sakit kepala kalau sudah menontonnya, karena film tersebut benar-benar membingunkan. Jika Anda tertarik untuk terlihat "berkelas", silakan nonton film-film ini. Tapi tanggung sendiri efek samping usai menontonnya ya. Hehehehe....

1.2001 : A Space Odyssey (1968)
Film produksi Inggris karya sutradara Stanley Kubrick - yang merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Arthur C. Clarke - ini adalah salah satu karya "agung" di dunia perfilman yang telah diakui para kritikus film sebagai salah satu film terbaik higga hari ini. Sederhananya, film ini mengisahkan tentang perjalanan para astronot ke Jupiter, namun kemudian mendapatkan sinyal aneh di bulan yang membuat mereka mendarat di sana untuk menyidiki asal sinyal tersebut. Ternyata sinyal itu muncul dari sebuah kotak hitam misterius yang disebut Monolith. Penemuan itu nantinya akan menguak tabir tentang misteri evolusi manusia di dunia dan misteri jagat raya.

Walau terkesan "sederhana" jangan dikira film berdurasi 161 menit ini mudah untuk diikuti. Sepanjang film Anda akan menyaksikan banyak adegan panjang tanpa dialog dan hanya menampilkan kondisi hening di ruang angkasa (saya tidak bisa membayangkan, betapa membosankannya para penonton harus duduk "menikmati" suasana kosong dan sepi tersebut di bioskop). Hal ini diperparah dengan ending film ini yang menampilkan sosok astronot Dave Bowman (diperani Keir Dullea) yang mengintip melalui sebuah kaleidoskop, yang kemudian berubah menjadi bayi raksasa yang disebut sebagai "Star Child". Dan tanpa penjelasan lebih lanjut, film pun usai. Huh???


2.  Memento (2000)
Jauh sebelum terkenal karena trilogi Dark Knight yang dibuatnya, sutradara Christopher Nolan telah dikenal lebih dulu sebagai sutradara berbakat dengan visi yang luar biasa. Salah satu filmnya yang dipuja para kritikus adalah film ini. Diperani Guy Pierce, Joe Pantoliano, dan Carrie-Anne Moss, film ini mengisahkan tentang Leonard Shelby (Pearce) yang memburu orang yang memerkosa dan membunuh istrinya. Walau tampak sederhana, film ini juga sangat tidak mudah untuk diikuti. Alurnya tidak paralel dan lurus, namun bolak-balik. Hal ini diperparah dengan fakta bahwa Shelby menderita amnesia, sehingga secara logika sangat tidak mungkin baginya untuk mengingat kejadian tentang istrinya. Dengan alur dan fakta seperti ini, tentu penonton akan sangat bingung dan garuk-garuk kepala sepanjang film.


3. Eraserhead (1977)
Film arahan sutradara David Lynch ini menjadi salah satu film warisan dunia pilihan National Film Registry karena dinilai memiliki nilai "kultural, historikal, dan estetika yang signifikan". Film ini pun merupakan salah satu dari 100 film pilihan dalam Online Film Critics Society.

Eraserhead mengisahkan seorang pria bernama Henry Spencer (diperani Jack Nance) yang harus mengasuh anaknya yang mengalami kelainan fisik. Sepanjang film, Henry mengalami mimpi dan halusinasi aneh yang mana di dalam mimpinya itu selalu ada anaknya dan seorang wanita misterius yang muncul dari radiator.

Film horror-surealis yang dikemas dalam format hitam-putih ini sarat dengan adegan seksual, wajah aneh orang-orang yang telah bermutasi, serta dibuat dengan alur yang sangat tidak jelas. Mungkin karena konten film ini merupakan halusinasi, jadi rasanya tidak dibutuhkan alur yang jelas untuk menjelaskan jalan film ini.


4.  Primer (2004)
Bertemakan fiksi-ilmiah, film karya sutradara, produser, dan penulis naskah Shane Carruth ini dibuat dengan bujet yang sangat murah (hanya US$ 7,000). Walau demikian, film ini berhasil memenangkan Grand Jury Prize sebagai Film Terbaik di ajang Sundance Film Festival 2004. Bahkan Shane Carruth pun meraih penghargaan sebagai Best Writer / Director di ajang Nantucket Film Festival 2004.

Primer mengisahkan 4 orang peneliti yang meneliti dan berhasil membuat mesin waktu.  Walau inti ceritanya sangat sederhana, namun filmnya sendiri tidak sesederhana itu. Banyak paparan sains ngejelimet yang dijelaskan dalam film ini, membuat saya berpikir sedang menonton pelajaran Fisika Kuantum yang pernah saya terima waktu kuliah dulu (hadeuh....*_*). Untungnya, film ini hanya berdurasi 77 menit. Jika lebih lama lagi, tampaknya kepala penonton akan pecah,


5. Cloud Atlas (2012)
Film arahan sutradara Lana Wachowski, Tom Tykwer, dan Andy Wachowski yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya David Mitchell ini didukung oleh para artis papan atas yang sangat berkualitas : Tom Hanks, Halle Berry, Hugo Weaving, Ben Whitshaw, Hugh Grant, Susan Sarandon, dan lain-lain. Sederhananya, film ini menceritakan tentang Hukum Tabur-Tuai : Apa yang dilakukan seseorang di masa lalu, berdampak besar pada penerusnya di masa-masa berikutnya. Film ini terbagi ke dalam 6 segmen di mana masing-masing segmen menggambarkan 1 masa yang merupakan efek dari masa sebelumnya. Ditayangkan pertama kali tanggal 9 September 2012 di Toronto International Film Festival, film ini mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari penonton. Bahkan film ini mendapatkan nominasi untuk kategori Best Original Score di ajang Golden Globe Award dan beberapa nominasi lain (Best Make Up, Best Editing, dan Best Science Fiction Film) di ajang Saturn Awards.

Meski mendapatkan penghargaan yang begitu banyak, Cloud Atlas bukan sebuah film yang mudah dicerna oleh penikmat film awam. Butuh pemahaman dan daya tangkap yang luar biasa untuk bisa memahami alur film ini secara utuh. Selain karena banyaknya pendukung film ini - yang mana masing-masing peran mereka ternyata berhubungan satu dengan yang lain (penonton harus mampu melihat benang merah hubungan antar peran tersebut) - film ini memiliki alur cerita multipel yang cukup kompleks. Sehingga butuh konsentrasi penuh untuk mampu memahami dan "menikmati" film berbujet US$ 102 juta dan berdurasi 172 menit ini.


6.  Trilogi The Matrix (1999, dan 2003)
Apakah ada dari Anda yang bisa menjelaskan secara utuh, sebenarnya bagaimana dan apa alur cerita trilogi The Matrix yang diperani Keanu Reeves, Carrie-Anne Moss, Laurence Fishburne, Hugo Weaving, dan Jada Pinkett Smith ini? Jika Anda bisa, berarti Anda sangat jenius karena hingga hari ini belum ada penonton di dunia yang paham dan mengerti alur cerita film arahan sutradara dua bersaudara Andy dan Larry Wachowski ini. The Matrix adalah film eksyen yang sarat dengan adegan baku-hantam yang elegan (terutama adegan bullet-time yang fenomenal). Ketiganya menjadi film dengan penghasilan tertinggi di masanya, serta mengangkat nama duo Wachowski sebagai sutradara ternama di dunia.

Jika mau sederhananya, The Matrix Trilogi mengisahkan tentang dua kehidupan manusia yang berjalan paralel, di mana kehidupan pertama adalah kehidupan imajiner di mana manusia hidup di dunia yang seperti sekarang kita kenal, sementara kehidupan kedua adalah kehidupan riil di mana manusia sedang berperang melawan mesin yang menguasai manusia. Neo (Reeves) adalah pemimpin manusia dalam perjuangan melawan mesin, yang diramalkan akan dapat menghentikan perang abadi tersebut. Namun dirinya masih terjebak di kehidupan imajiner, sehingga Morpheus (Fishburne) masuk ke dunia tersebut untuk menarik Neo ke dunia riil. Inilah alur yang mungkin ditangkap oleh para penonton awam. Namun jika benar-benar mengikuti film ini secara rinci, maka akan muncul banyak pertanyaan yang membuat Anda bingung dengan cerita sebenarnya. Dan pada akhirnya, penonton akhirnya memilih menikmati saja adegan perkelahiannya yang fantastis, atau special-effect canggih film ini. Som, jika tidak mau sakit kepala, jangan ambil pusing dengan alur cerita film ini.


7. The Tree of Life (2011)
Diperani Brad Pitt, Sean Penn, Jessica Chastain, dan disutradarai Terrence Malick, garis besar film drama-fantasi ini adalah menjelaskan tentang awal mula terbentuknya jagat raya hingga akhir hidup manusia di bumi. Mengambil setting tahun 1950 di Texas, The Tree of Life mengisahkan kehidupan Mr O'Brien (Pitt) yang baru berduka karena kematian anaknya. Ternyata kematian anaknya berhubungan dengan awal terbentuknya jagat raya hingga kehancuran dunia di masa depan. Masalahnya, film ini terlalu banyak menggunakan naratif dengan fragmen non-linear, dan penuh adegan metafor yang membingungkan penonton awam. Tidak mengherankan jika film ini sangat sulit untuk dicerna dan dipahami, walau memiliki makna yang dalam.

Meski demikian, film ini memenangkan penghargaan Palme d'Or sebagai Best Picutre di ajang Cannes Film Festival 2011. Film ini pun mendapatkan 3 nominasi (Best Picture, Best Director, dan Best Cinematopgrahy) dalam Academy Awards 2012.


8. Mulholland Drive (2001)
Satu lagi karya David Lynch yang diakui para kritikus film sebagai film berkualitas. Merupakan salah satu film nominasi Oscar untuk Best Director, Mulholland Drive yang diperani Justin Theroux, Naomi Watts, dan Laura Harring mengisahkan tentang seorang aktris bernama Betty Elms (Watts) yang baru tiba di Lost Angeles, lalu menemukan Rita, sahabat lamanya, yang amnesia dan sedang bersembunyi di dalam apartemen Betty. Film ini banyak menggunakan potongan-potongan adegan yang tampak seolah-olah tidak ada korelasinya dengan jalan cerita film, dan sangat memusingkan. Tidak mudah bagi banyak orang untuk mengerti apa yang ingin disampaikan Lynch dalam film ini, walau mereka sudah menonton film ini beberapa kali.


9. The Fountain (2006)
David Aronofsky mungkin dikenal banyak orang berkat film mainstream arahannya The Wrestler (2006) dan Black Swan (2011) yang mendulang popularitas. Namun sedikit yang ingat kalau dia pernah mengarahkan sebuah film surealis yang cukup "ngejelimet" di masa lalu. Ya, adalah film The Fountain yang diperani Hugh Jackman dan Rachel Weisz yang mengisahkan tentang perjuangan Tom Creo (Jackman), seorang dokter, yang berusaha menyembuhkan istrinya, Izzi (Weisz) yang menderita kanker stadium akhir. Saat bekerja di lab-nya guna mencari obat untuk istrinya, Creo menulis cerita tentang kisah cinta Ratu Isabella dengan Tomas Verde di abad 16. Lalu Izzy membantu Creo menyelesaikan cerita itu dan membayangkan diri mereka hidup panjang hingga tahun 2500.

Alurnya yang tidak linier dan banyaknya metafor serta permainan visual, membuat film ini tidak mudah untuk diikuti. Bahkan sutradara Aronofsky pun sulit untuk menjelaskan makna dari film yang dibuatnya sendiri. Dia hanya bisa mendeskripsikan filmnya sebagai "kisah cinta 2 manusia".


10. Antichrist (2009)
Walau judulnya terdengar seram, filmnya tidak seseram yang Anda kira. Film surealis ini diperani Willem Dafoe dan Charlotte Gainsbourg dengan sutradara Lars von Trier. Kisahnya sebenarnya sederhana : sepasang suami-istri yang berduka karena ditinggal mati anak mereka yang masih kecil, menyendiri di pondok mereka di hutan. Di sana mereka mengalami pergulatan dan perdebatan mengenai makna kehidupan, yang berakhir dengan saling bunuh. Bagi penonton awam, film ini benar-benar membingungkan karena penuh dengan dialog panjang yang terkesan bergaya Vickisisasi (seolah dialog cerdas, namun maknanya gak jelas). Belum lagi penyelesaian film ini yang menampilkan aksi usaha saling bunuh sepasang suami-istri itu, membuat penonton makin bingung dengan makna film ini sendiri.

Film produksi Denmark ini memenangi banyak penghargaan, seperti kategori Best Actress di ajang Canness Film Festival 2009, Best Film di Robert Award, Best Nordic Film dalam The Nordic Council Film Prize, serta Best Cinematography di ajang European Film Award.

NewerStories OlderStories Home