Beberapa minggu terakhir ini, NBC sedang gencar-gencarnya menayangkan iklan mini seri terbaru produksi mereka yang akan ditayangkan dalam waktu dekat. Tanggal pastinya belum diumumkan, namun dengan rilisnya mini seri tersebut, telah membuat banyak penonton penasaran dengan mini seri tersebut.

Mungkin sebagian besar moviegoers (terutama yang berusia 50 tahun ke atas) tentu sangat familiar dengan film Rosemary's Baby. Yep... film tersebut adalah film fenomenal dan merupakan 1 dari 100 film horor paling menyeramkan sepanjang masa (versi American Film Institute). Film Rosemary's Baby dirilis tahun 1968 dengan sutradara Roman Polanski, dan diperani Mia Farrow, John Cassavettes, Ruth Gordon, dan Sidney Blackmer. Film berdurasi 138 menit tersebut merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Ira Levin.

Selain sukses secara finansial, film ini pun menjadi sangat legendaris karena digosipkan sebagai film "pemujaan setan" yang mana membawa malapetaka serta nasib buruk terhadap Roman Polanski, sutradara film tersebut. Sebab setahun setelah film tersebut dibuat, tepatnya bulan Agustus 1969, Sharon Tate - istri Polanski - tewas dibantai oleh kelompok Charles Mason. Charles Mason sendiri adalah pemimpin kelompok hippy yang dikenal dengan julukan Helter Skelter di masa 1960an, yang sering melalukan perampokan dan pembunuhan sadis.

Mini seri yang diproduksi NBC ini akan dibuat dalam 4 episode dengan total durasi 240 menit. Ceritanya pun tidak terlalu berbeda dengan novel maupun versi layar lebarnya 46 tahun silam.

Serial ini mengetengahkan tentang sepasang pengantin baru - Rosemary Woodhouse (diperani Zoe Saldana) dan suaminya, Guy Woodhouse (Patrick J. Adams) - yang baru pindah ke Perancis guna menjalani hidup baru mereka. Baru beberapa bulan tinggal di sana, Rosemary menyadari dirinya hamil. Awalnya, keluarga Woodhouse sangat menyambut baik kehamilan tersebut. Namun terjadi hal-hal aneh selama Rosemary hamil. Rosemary sering merasakan kesakitan yang luar biasa pada perutnya. Berat badannya susut drastis, dan wajahnya menjadi sangat pucat. Selain itu, Rosemary tiba-tiba suka makan daging mentah. Perubahan ini dirasakan oleh Rosemary yang kemudian menyidiki penyebab perubahannya tersebut.

Penyidikan Rosemary tertuju pada Keluarga Castevet - Roman Castevet (Jason Isaac), dan Margaux Castevet (Carole Bouquet) - tetangganya yang diduga pengikut Setan. Rosemary kemudian semakin panik ketika menyadari kalau suaminya pun ternyata punya keterkaitan dengan keluarga Castevet dan berniat untuk mengambil anaknya.

Well... premisnya cukup menarik dan layak untuk ditunggu.
Bulan Maret sudah lewat, dan kini kita sudah memasuki bulan April 2014. Meski banyak orang menyebutkan ada banyak film menarik yang akan tayang di bulan ini, namun ternyata tidak banyak yang bisa kita nikmati sebagai tontonan yang menarik. 

Rata-rata film yang akan beredar di bulan April adalah film-film drama dan eksyen yang mungkin tidak memiliki sesuatu yang lebih yang cukup diperhitungkan untuk menjadi tontonan. Hal ini terbukti dari daftar film yang saya peroleh. Setelah dipelajari, tidak terlalu banyak yang menarik minat dan membuat saya mencatatnya dalam daftar tonton. Dan berikut ini adalah film-film pilihan versi saya di bulan April yang mungkin bisa jadi referensi Anda. 


CAPTAIN AMERICA : THE WINTER SOLDIER (Rilis : 2 April 2014)
Awal April, para penonton langsung digempur dengan film super hero maha dasyat ini. Yep... Captain America (masih diperani Chris Evans) kembali lagi bertempur melawan kejahatan. Dan musuh yang akan dihadapinya adalah HYDRA, kelompok teroris yang berusaha menghancurkan dan menguasai dunia.
Kisahnya sendiri merupakan lanjutan dari film The Avengers (2012), di mana dikisahkan 2 tahun pasca even The Avengers, Steve Rogers kembali pada kehidupan normalnya kembali. Namun satu ketika, Nick Fury (Samuel L. Jackson) - pimpinan S.H.I.E.L.D - nyaris tewas dibunuh oleh seorang pembunuh misterius bernama Winter Soldier (Sebastian Stan). Keadaan ini membuat Steve Rogers beraksi kembali sebagai Captain America untuk menghadapi Winter Soldier, yang ternyata adalah musuhnya di masa lalu. Selain pertikaian antara Captain America dan Winter Soldier, S.H.I.E.L.D pun berada dalam bahaya karena ternyata ada penyusup yang berusaha menghancurkan organisasi tersebut dan menghidupkan organisasi HYDRA untuk menghancurkan dunia.

Film yang juga diperani Scarlett Johannson, Anthony Mackie, dan Cobie Smulders, dengan sutradara Anthony Russo dan Joe Russo ini dibuat dengan bujet US$ 170 juta dengan durasi 138 menit. Captain America : The Winter Soldier akan dirilis dalam format 2D, 3D, dan IMAX 3D. Meski film ini belum ditayangkan, namun saat ini tim kreator film Captain America telah mempersiapkan sekuel film ini yang rencananya akan ditayangkan di Mei 2016 mendatang.

Indonesia patut berbangga karena merupakan salah satu dari beberapa negara Asia yang mendapatkan kesempatan pertama untuk menyaksikan film ini lebih awal. Di negara kita, film ini akan dirilis tanggal 2 April 2014. Sedangkan di negaranya sendiri (Amerika Serikat), film ini baru akan dirilis tanggal 4 April mendatang. 



OCULUS (Rilis : 11 April 2014)
Ini film horor menarik yang sepertinya patut ditunggu. Disutradarai Mike Flanagan, dengan pemeran Katee Sackhoff, Karen Gillan, Brenton Thwaites, dan Rory Cochrane, film ini mengisahkan tentang seorang anak bernama Tim Russell (diperani Brenton Thwaites) yang menembak Alan Russell (Rory Cochrane), ayahnya, setelah sang ayah membunuh ibunya. Atas perbuatannya, Tim dimasukkan ke Rumah Sakit Jiwa. Sepuluh tahun kemudian, Tim keluar dari rumah sakit jiwa tersebut dan memutuskan untuk menjalani hidupnya sebagai manusia normal. Tapi ternyata dia tidak dapat lari dari masa lalunya.

Kakak perempuannya, Kaylie (Karen Gillan),  meyakini kalau tewasnya kedua orang tua mereka bukan karena Tim, tapi karena kaca antik yang mereka miliki di rumah. Selama Tim berada di rumah sakit jiwa, diam-diam Kaylie menyidiki latar belakang kaca itu dan menemukan adanya kemiripan kasus yang dialami pemilik sebelumnya. Karena itu, dia mengajak Tim untuk membuktikan kalau kaca antik itulah pelaku pembunuhan sebenarnya.

Benarkah kaca antik di rumah mereka ada penunggunya? Atau Kaylee yang mengalami halusinasi? Akankah kasus pembunuhan orang tua mereka 10 tahun silam akan terungkap?

Para kritikus mengapresiasi dan merespon positif film Oculus, serta menilainya sebagai film horor yang sangat cerdas serta penuh kejutan baru. Meski beberapa dari mereka mengakui film ini sedikit lemah pada alur cerita, namun konsep film ini terbilang cukup baru dan sangat menarik.



RIO 2 (Rilis : 11 April 2014)
Setelah sebelumnya film ini tertunda penanyangannya (semula 20 Maret), akhirnya film Rio 2 jadi juga tayang di bulan ini. Masih diisi oleh para pengisi suara yang sama dari seri sebelumnya, seperti Jesse Eisenberg, Anne Hathaway, will.i.am, George Lopez, dan Jamie Foxx, film yang disutradarai Carlos Saldanha melanjutkan kembali kisah petualangan Blu (Jesse Eisenberg), si burung Spix biru, yang kini telah menikah dengan Jewel (Anne Hathaway), dan mereka telah dikaruniai 3 orang anak. Keempatnya kini tinggal bersama di kota Rio de Janeiro.

Satu ketika, keluarga Blu, bersama Linda (Leslie Mann) - gadis yang mengadopsi Blu - melakukan perjalanan ke Hutan Amazon. Di sana, tanpa disengaja, Jewel bertemu dengan Eduardo (Andy Garcia), yang ternyata adalah ayah Jewel yang telah lama menghilang. Selain itu, Blu dan Jewel pun bertemu dengan sisa kelompok spesies burung Spix yang ternyata tinggal di dalam hutan tersebut.

Selama tinggal bersama kelompok tersebut, Blu harus berjuang keras untuk bisa beradaptasi dan diterima oleh kelompok Spix Amazon. Belum lagi dia harus bersaing dengan  Roberto (Bruno Mars), sahabat semasa kecil Jewel, yang juga menaruh hati pada Jewel. Di waktu bersamaan muncul para pemburu yang berusaha menangkapi burung Spix, dan menyebabkan kehidupan spesies itu terancam. Untuk itu, Blu dan semua burung Spix bahu-membahu untuk menghalau para pemburu tersebut.



TRANSCENDENCE (Rilis : 18 April 2014)
Johnny Depp memang terkenal sebagai aktor eksentrik yang banyak bermain di film-film papan atas dengan membawakan peran yang "tidak lazim". Setelah tahun lalu dia mengejutkan orang dengan berperan sebagai Tonto si Indian di film The Lone Rangers, maka di tahun ini dia akan berperan sebagai Will Caster, seorang peneliti yang sedang mengembangkan mesin yang dapat berpikir bahkan lebih cerdas dari manusia. 

Sekelompok orang berusaha menguasai mesin ciptaan Caster, namun gagal. Caster justru berhasil mengembangkan mesinnya menjadi mesin yang luar biasa, dan dirinya menjadi bagian dari mesin tersebut. Dengan demikian, Caster kini menjadi mesin yang tidak terhentikan dan membahayakan keselamatan dunia.


13 SINS (Rilis: 18 April 2014)
Film yang diadaptasi dari film Thailand berjudul 13 Beloved (2006) ini mengisahka tentang Elliot (diperani Mark Webber), seorang Salesman yang sedang terbelit hutang, padahal dia akan menikah dalam waktu dekat ini. Dalam kondisi terjepit, tiba-tiba dia dihubungi oleh seseorang yang tidak dikenal yang menawarinya untuk ikut dalam sebuah kuis televisi bernama 13 Quiz. Dalam acara tersebut, Elliot diharuskan melakukan 13 tugas. Apabila dia mampu menyelesaikan kesemua tugas tersebut, maka dia akan mendapatkan hadiah jutaan dollar. 

Sepanjang menjalankan tugasnya, semua gerak-gerik Elliot diawasi oleh kamera tersembunyi. Awalnya, tugas-tugas yang dilakukan Elliot masih terbilang mudah. Namun semakin mendekati akhir, tugasnya semakin tidak masuk akal. Bahkan pada akhirnya dia mendapati bahwa semua tugas tersebut bermuara pada tugas terakhir yang mustahil dia lakukan : membunuh seseorang. 

Selain Mark Webber, film ini didukung juga oleh Ron Perlman, Rutina Wesley, dan Tom Bower. Daniel Stamm mendapatkan kepercayaan untuk mengarahkan dan menyutradarai film ini. 

Para kritisi memuji film ini sebagai film yang sangat menarik dan menegangkan. 

Versi aslinya sendiri juga mendapatkan pujian yang sama dari kritikus film Thailand. Bahkan 13 Beloved mendapatkan banyak penghargaan dan menjadi salah satu film box-office di masanya. Karena kesuksesannya, film tersebut telah dibuatkan prekuelnya berjudul 12 Begin dan 14 Beyond yang keduanya dirilis tahun 2009 silam. Mudah-mudahan, jika 13 Sins sukses, juga dibuatkan seri prekuel dan sekuelnya. 






Satu lagi film yang bikin bangga Indonesia yang akan dirilis serentak di Indonesia dan Amerika Serikat pada tanggal 28 Maret 2014. Judul The Raid 2 : Berandal. Film ini merupakan sekuel dari film eksyen Indonesia The Raid : Redemption yang dirilis tahun 2012 silam. Sebelumnya, The Raid 2 : Berandal sudah ditayangkan di Festival Film Sundance tanggal 21 Februari 2014 silam dan mendapatkan sambutan yang hangat dari penonton. Daru baru di tangal 28 Maret 2014 film ini akhirnya secara resmi dirilis secara internasional.

Dengan sutradara dan penulis naskah yang sama, Gareth Evans, serta masih dibintangi oleh Iko Uwais, dengan tambahan aktor & aktris papan atas Indonesia seperti Arifin Putra, Oka Antara, Zach Lee, Tio Pakusadewo, Julie Estelle, Roy Martin, dan Arifin Putra, serta aktor Jepang Ryuhei Matsuda, Kenichi Endo, dan Kazuki Kitamura, film ini akan melanjutkan petualangan Rama (Iko Uwais), sang perwira pemula Satuan Senjata dan Taktik Khusus.

Kisahnya sendiri merupakan lanjutan langsung dari seri pertamanya. Dua jam setelah kejadian di The Raid Redemption, Rama akhirnya berhasil pulang ke rumahnya dan berharap untuk dapat melanjutkan kehidupannya kembali. Namun ternyata tugasnya belum berakhir. Para teroris yang berada di gedung pada seri pertama The Raid ternyata hanyalah bagian kecil dari sebuah sindikat teroris besar. Karena telah menaklukkan para teroris di gedung tersebut, maka Rama diminta untuk menyusup dan menyamar ke dalam sindikat utama teroris yang pernah dikalahkannya tersebut.

Tugas ini memang tidak mudah. Karena Rama harus bisa mendapatkan kepercayaan dari para anggota kelompok sebelum diterima. Karena itu, dia harus mempertaruhkan nyawanya dan melewati ujian-ujian yang disiapkan oleh kelompok teroris tersebut. Tugas ini dipersulit dengan fakta adanya polisi korup di dalam kesatuannya yang diam-diam mengincar nyawa Rama.

Dengan mempertaruhkan nyawa dan keluarganya, Rama akhirnya menjalankan tugas ini : Menghancurkan kartel teroris, sekaligus mengungkap penghianat di kesatuannya.


DO YOU KNOW? 
Awalnya Berandal bukanlah sekuel dari The Raid, namun merupakan film yang berdiri sendiri. Gareth Evans - sang sutradara - tadinya berniat membuat Berandal sebagai film bertemakan eksyen dengan setting kehidupan keras di penjara. Selain rencananya dibuat dengan bujet yang besar, film ini pun sebenarnya sudah dipersiapkan dengan sangat matang selama satu setengah tahun. Bahkan jauh sebelum filmnya selesai dibuat, Evans telah lebih dulu membuat dan merilis teaser trailer dari film tersebut. Namun dikarenakan keterbatasan dana, akhirnya skenario film tersebut diubah menjadi cerita yang lebih sederhana dengan judul "Serbuan Maut". Setelah selesai diproduksi, film itu pun berganti nama menjadi The Raid, dan akhirnya dirilis dengan judul The Raid Redemption. Ketika film The Raid Redemption laris manis di pasar, Evans mengeluarkan lagi skenario Berandal dan merilisnya menjadi film The Raid 2 : Berandal.

Setelah melihat sukses The Raid Redemption dan besarnya animo penonton atas The Raid 2 : Berandal, Evans memutuskan untuk membuat film The Raid menjadi trilogi. Seri ketiga dari The Raid belum diumumkan hingga hari ini.

Dana produksi yang dihabiskan oleh The Raid 2 : Berandal adalah Rp 26.9 milyar (US$ 3 juta), sedangkan saat pembuatan The Raid Redemption, biayanya "hanya" Rp 10 milyar (US$ 1 juta).

Julie Estelle as The Hammer Girl
Dalam film The Raid 2 : Berandal, Julie Estelle akan berperan sebagai seorang wanita petarung berjuluk Hammer Girl.  Ciri utama dari karakter ini adalah selalu membawa palu yang setiap saat akan digunakannya untuk menghabisi lawan-lawannya.

Di Amerika Serikat, film The Raid 2 : Berandal akan beredar dengan judul The Raid : Retaliation. Hak siar dan edar film ini di Amerika Serikat dibeli oleh Sony Pictures Worldwide Acquisition (SPWA) melalui anak perusahaannya, yaitu Sony Classic.  Perusahaan ini pula yang membeli hak siar film The Raid Redemption tiga tahun silam.





Tahun 2013 adalah tahun berjayanya film horor-komedi di Thailand. Sejak sukses film Pee Mak di awal tahun 2013, segera saja layar bioskop Thailand dibanjiri dengan film-film horor-komedi. Ada yang sukses, tetapi tidak sedikit yang jeblok. Nah, salah satu film bergenre ini yang terbilang cukup sukses adalah film ini.

Disutradarai Poj Arnon, film berdurasi 114 menit yang dirilis 2 Oktober 2013 silam ini mengisahkan tentang tujuh anak SMP yang suka mengunjungi rumah dan gedung yang diyakini berhantu. Adalah Nick (diperani Kunatip Pinpradub), yang mengomandoi teman-temannya untuk mendatangi tempat tersebut. Baginya, hantu itu tidak ada dan kejadian seram hanyalah berasal dari pikiran.

Nick kemudian mendengar kisah tentang sebuah sekolah tua bernama Daeng Building yang telah lama ditinggalkan sejak kasus ada murid yang bunuh diri di gedung tersebut. Bersama ketujuh sahabatnya - James (Pevadol Vechwongsa), Beu (Kittipal Samarntraguichai), Tape (Worachai Sirikongsuwan), Oiy (Rittichai Tasarika), Brian (Brain Garton), Benz (Suppakij Amornthitipong), dan Net (Sirapob Manitikun) - mereka pun mengunjungi gedung tersebut usai pulang sekolah.

Tiba di gedung tersebut, Nick menantang hantu dan roh penghuni gedung tersebut untuk muncul, karena dia tidak mempercayai keberadaan mereka. Dan ketika mereka memasuki gedung tersebut, maka mulailah petualangan menyeramkan - sekaligus konyol - terjadi pada mereka.

Secara umum, film yang ditujukan untuk remaja ini cukup menarik. Pesan yang ingin disampaikan pun cukup menarik, yaitu hormatilah guru. Meski demikian ada banyak kelemahan di film ini, yang sebenarnya cukup mengganggu. Seperti banyaknya adegan yang dibuat terlalu bertele-tele dan berkepanjangan. Selain itu, penjelasan dan konklusi dari film ini pun sepertinya dipaksakan. Selain itu, efek khusus yang ditampilkan di film ini terkesan sangat kasar dan terkesan sempalan. Cukup disayangkan, mengingat film ini dibuat dalam format 3D yang harusnya mampu menampilkan gambar-gambar yang mencekam.

Di luar kelemahan-kelemahan itu, film ini terbilang cukup sukses sebagai film remaja. Ceritanya terbilang sangat mudah dicerna, sederhana, dan bergaya khas remaja. Guyonan dan banyolan ala remaja Thailand ternyata sangat mirip dengan gaya remaja Indonesia pada umumnya, sehingga memudahkan kita untuk memahami maksud mereka. Selain itu, lagu tema film ini - I Love Teachers yang dinyanyikan oleh semua pemeran film ini - cukup catchy dan enak untuk dinikmati.


Banyak orang berpikir kalau film bertemakan agama haruslah film dengan cerita yang diangkat dan diadaptasi dari kitab suci sebuah agama tertentu. Selain itu, karakter orangnya haruslah seperti apa yang digambarkan dalam kitab suci tersebut. Padahal dengan penggambaran seperti itu, jelas-jelas sangat membosankan dan kurang memiliki "daya jual" karena hanya orang beragama tertentu saja yang bisa "menikmati" tontonan semacam itu.

Sineas dunia mungkin dapat belajar dari film-film produksi Hollywood. Tanpa kita sadari, banyak sineas Hollywood yang membuat film bertema agama namun tidak menampilkan cerita layaknya film agama yang diadaptasi dari kitab suci. Genrenya bisa beragam : fantasi, eksyen, drama, atau apapun. Para penonton pun dapat menikmati film tanpa merasa didoktrinasi dengan ajaran-ajaran agama yang tidak sesuai dengan kepercayaan mereka. Film menjadi sebuah tontonan murni yang bisa ditonton banyak orang, meski film tersebut punya misi mengajaran suatu agama tertentu.

Berikut ini adalah beberapa contoh film-film komersil produksi Hollywood yang bertemakan ajaran agama, namun dibuat layaknya film umum yang bisa dinikmati banyak kalangan. Mungkin ini bisa jadi sebuah pembelajaran bagi kita semua, bahwa film bertema agama tidak harus kaku-kaku amat diadaptasi mentah-mentah dari Kitab Suci agama tertentu yang justru membatasi jumlah dan kelompok penonton tertentu.


THOR (2011) & THOR : THE DARK WORLD (2013)
Marvel Studio mungkin akan membantah habis-habisan kalau film ini adalah film bertemakan agama, jika Anda menanyakannya pada mereka. Namun tidak dapat dipungkiri kalau banyak bagian dalam kedua film ini mengandung ajaran Kristen, terutama dari Kitab Perjanjian Lama.

Film Thor (2011) mengisahkan tentang Thor, seorang ksatria dari dunia Asgard yang ditugaskan menghadapi musuh-musuh yang berusaha menguasai Asgard. Dengan kekuatannya, dia berhasil membasmi musuh-musuh tersebut. Namun karena kesombongannya, dia diusir Odin - ayahnya - dari Asgard dan menjadi manusia biasa di bumi.

Tentu Anda tahu kalau kisah Thor sangat mirip dengan kisah Samson yang ditulis di kitab Kejadian Lama, mulai dari kesombongannya yang punya kekuatan yang tidak terkalahkan, hingga dirinya yang kehilangan kekuatan karena kesombongannya itu. Meski akhir kisah hidup Thor dan Samson berbeda, namun alur cerita mereka sangat mirip satu dengan yang lain.

Di sekuelnya, Thor : The Dark World (2013), Thor menjadi pemimpin Asgard yang melawan mahluk Elf. Dalam sebuah perang, dia bertemu dengan mahluk raksasa yang - terbuat dari batu dan - menantangnya berduel. Thor berhasil mengalahkan mahluk itu hanya dengan hantaman martilnya. Gaya beraksi Thor dalam mengalahkan mahluk itu adalah gaya bertarungnya Daud dalam mengalahkan Goliath.


HOLOCOUST 2000 (1977)
Film eksyen ini diperani oleh Kirk Douglas, Simon Ward, dan Agostina Belli. Disutradarai Alberto de Martino, film kolaborasi Inggris-Italia ini mengisahkan tentang pengusaha kaya bernama Robert Caine (Douglas) yang membuat pembangkit tenaga nuklir di Timur Tengah. Tindakan ini mendapatkan protes dari masyarakat sekitar. Tapi Caine tidak perduli dan meneruskan pengerjaan pembangkit tenaga nuklir tersebut. Diam-diam, Angel (Ward) - anak Caine - adalah keturunan dari Iblis yang berniat menggunakan pembangkit tenaga nuklir ayahnya untuk menghancurkan dunia.

Meski tampak sebagai film eksyen murni, namun film ini sarat dengan ajaran Kristen yang sangat halus dan tidak kentara, terutama berkenaan dengan hal-hal yang ditulis di Kitab Wahyu tentang akhir zaman. Tidak heran kalau film ini dapat diterima dan menjadi salah satu film yang cukup populer di eranya. 


CHARIOTS OF FIRE (1981)
Ini adalah film drama maha karya Hugh Hudson yang legendaris, terutama sekali lagu tema film yang dibuat oleh Vangelis. Film produksi Inggris ini diangkat dari kisah nyata, mengisahkan tentang 2 atlet yang mengikuti lomba lari Olimpiade 1924 - Eric Liddell dan Harold Abrahams - yang berlari demi hal yang berlawanan. Liddell berlari untuk menyatakan kejayaan Tuhan, sedangkan Abrahams berlari untuk mendapatkan pengakuan dunia.

 Film ini meraih 4 dari 7 nominasi Oscar, termasuk di antaranya Best Picture dan Best Screenplay. Film ini pun menduduki peringkat 19 sebagai Film Terbaik Inggris versi British Film Institute.  Judul Chariots of Fire sendiri adalah potongan kalimat yang terdapat di kitab 2 Raja-raja 2 : 11.


PRINCE OF EGYPT (1998)
Film animasi produksi Dreamworks ini merupakan salah satu film animasi termahal dan tersukses yang pernah dibuat Dreamworks. Film yang diisi suaranya oleh deretan aktor dan aktris terkenal seperti Val Kilmer, Ralph Fiennes, Michelle Pfeiffer, Sandra Bullock, Jeff Goldblum, Patrick Stewart, Danny Glover, Steve Martin, dan lain-lain ini mengisahkan tentang kehidupan Musa sejak dia menjadi bayi yang terlahir dari keluarga orang Yahudi, dibesarkan orang Mesir, hingga akhirnya membebaskan bangsa Yahudi dari perbudakan.

Film ini tidak saja menjadi film animasi dengan penghasilan terbesar kala itu (US$ 218 juta), tetapi juga lagu tema film ini - When You Believe yang dinyanyikan oleh duet Mariah Carey dan (almh) Whitney Houston - memenangkan penghargaan Best Original Song di ajang Academy Award 1999.


THE CHRONICLES OF NARNIA (2005)
Tidak seorang pun yang memungkiri kalau film fantasi yang diangkat dari novel karya C.S. Lewis ini adalah karya fenomenal yang tidak saja disukai anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Seri pertama film ini - bersub judul The Lion, The Witch, and The Wardrobe - dirilis tahun 2005 dan menjadi salah satu film anak-anak yang cukup populer di masa itu.

Film ini mengisahkan petualangan 4 anak yatim - Peter, Susan, Edmund, dan Lucy - yang hidup di masa Perang Dunia Kedua, yang tinggal di rumah paman mereka. Di sana, mereka bertemu dengan lemari besar yang ternyata membawa mereka ke dunia fantasi Narnia yang penuh keajaiban. Dan selama di Narnia itulah, mereka mengalami petualangan yang unik dan mendebarkan.

Film ini banyak sekali mengandung banyak sekali simbol dan ajaran Kristiani yang dikemas dengan sangat baik, sehingga tidak kentara sebagai film agama. Salah satunya yang paling kentara adalah tokoh Aslan, si singa bijak yang disuarakan oleh Liam Neeson. Karakter ini identik dengan karakter Yesus Kristus yang memang selalu digambarkan sebagai "Singa dari Yehuda".

Film ini tidak saja menjadi film yang meledak di pasaran, tetapi juga meraih banyak penghargaan, seperti Best Performance by A Youth in A Lead or Supporting Role di Phoenix Film Critics Society Award (2005), Outstanding Motion Picture di Satelite Awards (2005), Best Make Up di Academy Award (2006), dan Best make Up di BAFTA Award (2006).


FIVE MINARETS IN NEW YORK (2010)
Ini adalah salah satu film yang paling saya hormati karena menampilkan kerukunan agama yang luar biasa. Film produksi Turki yang disutradarai Mahsun Kirmizigul ini mengisahkan tentang dua orang polisi anti-teroris dari Istanbul yang dikirim ke New York untuk menangkapi seorang pemimpin agama Islam sayap kiri berjuluk Dajjal. Polisi New York berhasil menangkapi seorang pemimpin agama yang mereka duga adalah Dajjal. Namun ternyata pemimpin agama tersebut justru memberikan pencerahan terhadap kedua polisi Istanbul tersebut.

Film ini menjadi film box-office Turki yang cukup laris di masa itu. Pesan yang paling mendalam dari film ini adalah penciptaan hubungan kerukunan beragama. Di film ini, ditampilkan umat Kristen dan Muslim bersatu-padu melawan sang teroris yang beraksi mengatasnamakan agama. Banyak adegan menyentuh yang pada akhirnya menyadarkan banyak orang bahwa perbedaan agama bukanlah alasan untuk saling menghancurkan, tetapi saling menguatkan manusia di seluruh muka bumi ini.







NewerStories OlderStories Home