Movie Review - MAKE ME SHUDDER (2013)

Tahun 2013 adalah tahun berjayanya film horor-komedi di Thailand. Sejak sukses film Pee Mak di awal tahun 2013, segera saja layar bioskop Thailand dibanjiri dengan film-film horor-komedi. Ada yang sukses, tetapi tidak sedikit yang jeblok. Nah, salah satu film bergenre ini yang terbilang cukup sukses adalah film ini.

Disutradarai Poj Arnon, film berdurasi 114 menit yang dirilis 2 Oktober 2013 silam ini mengisahkan tentang tujuh anak SMP yang suka mengunjungi rumah dan gedung yang diyakini berhantu. Adalah Nick (diperani Kunatip Pinpradub), yang mengomandoi teman-temannya untuk mendatangi tempat tersebut. Baginya, hantu itu tidak ada dan kejadian seram hanyalah berasal dari pikiran.

Nick kemudian mendengar kisah tentang sebuah sekolah tua bernama Daeng Building yang telah lama ditinggalkan sejak kasus ada murid yang bunuh diri di gedung tersebut. Bersama ketujuh sahabatnya - James (Pevadol Vechwongsa), Beu (Kittipal Samarntraguichai), Tape (Worachai Sirikongsuwan), Oiy (Rittichai Tasarika), Brian (Brain Garton), Benz (Suppakij Amornthitipong), dan Net (Sirapob Manitikun) - mereka pun mengunjungi gedung tersebut usai pulang sekolah.

Tiba di gedung tersebut, Nick menantang hantu dan roh penghuni gedung tersebut untuk muncul, karena dia tidak mempercayai keberadaan mereka. Dan ketika mereka memasuki gedung tersebut, maka mulailah petualangan menyeramkan - sekaligus konyol - terjadi pada mereka.

Secara umum, film yang ditujukan untuk remaja ini cukup menarik. Pesan yang ingin disampaikan pun cukup menarik, yaitu hormatilah guru. Meski demikian ada banyak kelemahan di film ini, yang sebenarnya cukup mengganggu. Seperti banyaknya adegan yang dibuat terlalu bertele-tele dan berkepanjangan. Selain itu, penjelasan dan konklusi dari film ini pun sepertinya dipaksakan. Selain itu, efek khusus yang ditampilkan di film ini terkesan sangat kasar dan terkesan sempalan. Cukup disayangkan, mengingat film ini dibuat dalam format 3D yang harusnya mampu menampilkan gambar-gambar yang mencekam.

Di luar kelemahan-kelemahan itu, film ini terbilang cukup sukses sebagai film remaja. Ceritanya terbilang sangat mudah dicerna, sederhana, dan bergaya khas remaja. Guyonan dan banyolan ala remaja Thailand ternyata sangat mirip dengan gaya remaja Indonesia pada umumnya, sehingga memudahkan kita untuk memahami maksud mereka. Selain itu, lagu tema film ini - I Love Teachers yang dinyanyikan oleh semua pemeran film ini - cukup catchy dan enak untuk dinikmati.


NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment