TV Series - RUSE OF ENGAGEMENT (叛逃 / PAN TAO)

TVB, stasiun televisi terbesar di Hongkong, saat ini sedang berjuang keras untuk meningkatkan pamornya kembali setelah belakangan ini digempur terus-menerus oleh stasiun televisi lokal pesaingnya seperti CTI dan HKTV, serta stasiun televisi dari China seperti channel CCTV dan NTV yang menawarkan tayangan yang jauh lebih berkualitas. Karena itu, TVB rela mengeluarkan dana besar dalam memproduksi serial-serial televisinya. Dan salah satu serial drama produksi TVB yang sedang naik daun saat ini adalah Ruse of Engagement (叛逃). Serial bergenre drama-eksyen ini ditayangkan sejak tanggal 17 Maret - 18 April 2014. 

Bertotal 25 episode, serial yang diperani para aktor dan aktris papan atas asuhan TVB seperti Ron Ng, Ruco Chan, Louise Lee, Aimee Chan, Kenny Wong, Yoyo mung, Vin Choi, dan lain-lain ini mengisahkan tentang dua orang bersaudara - Chong Yau Ching (diperani Ruco Chan) dan Chong Yau Kit (Ron Ng) - yang bergabung dalam kesatuan kepolisian yang berbeda. Yau Ching bergabung dalam Kesatuan Kepolisian Hong kong divisi Inteligence Unit dan Yau Kit dalam Anti-Teroris Force (ATF), yang mana keduanya merupakan anggota paling berprestasi dan berada di bawah kepemimpinan Superior Shum Chi Ngo (Eddie Kwan). 

Namun satu ketika, terjadi aksi kejahatan terorisme yang membuat Kepolisian Hong Kong dan ATF saling curiga, tidak terkecuali kedua bersaudara tersebut. Diam-diam Yau Ching mendapatkan informasi mengenai adanya organisasi rahasia yang memang berusaha mengadu domba dua unit kepolisian tersebut, dan menimbulkan kekacauan di Hong Kong. Karena itu, Yau Ching menyusup ke dalam organisasi tersebut. 

Keberadaan Yau Ching dalam oganisasi tersebut justru meningkatkan kecurigaan Yau Kit yang semakin bernafsu untuk menangkap kakaknya tersebut. Perang antar saudara dan unit kepolisian tidak terhindarkan. Mungkinkah kepolisian Hong Kong hancur berantakan? 

Serial ini dipenuhi banyak aksi stunt yang mendebarkan serta aksi tembak-tembakan yang seru. Bahkan demi menampilkan aksi seru yang nyata, beberapa aktor serial - seperti Ruco Chan - ini melakukan sendiri adegan berbahaya tanpa bantuan stunt-men.  

TVB menaruh harapan besar jika serial ini mampu mendongkrak nama mereka. Dan terbukti serial ini meraih perhatian dari banyak penonton Hong Kong. Penonton memberikan respon yang sangat positif sehingga mendongkrak rating serial ini menjadi cukup tinggi serta membuat TVB berada di atas angin kembali. Dengan hasil seperti ini, tidak heran jika TVB mungkin akan membuat sekuel serial ini, atau bahkan membuat versi layar lebarnya. 


DO YOU KNOW? 
Tim AFT dalam serial ini adalah tim fiktif yang mana teknik penumpasan terorisnya didasarkan pada Prosedur Standar Operasional yang diterapkan oleh Counter Terrorism Respon Unit (CTRU), sebuah Kesatuan Polisi Hong Kong. CTRU adalah kesatuan kepolisian Hong Kong yang didirikan sejak tahun 2009 dan merupakan kesatuan khusus yang bertugas mengivestigasi dan mencegah tindakan terorisme di Hong Kong. CTRU merupakan unit kepolisian anti-teror pertama di Asia Tenggara.

Serial ini sebenarnya telah selesai produksi sejak tahun 2011 (shooting dilakukan sejak Mei dan selesai September 2011). Namun pihak TVB tidak segera menayangkan serial ini. Tidak jelas alasan TVB melakukan hal ini. Banyak spekulasi yang muncul. Salah satunya adalah prestasi Catherine Tsang, Produser Eksekutif TVB yang memproduseri serial ini kurang memuaskan belakangan ini. Serial-serial yang diproduserinya sepanjang tahun 2013 (Beauty At War, Bullet Brain, dan Karma Rider) semuanya gagal dan mendapatkan rating yang sangat buruk. Selain itu, tidak ditayangkannya Ruse of Engagement ditengarai karena Catherine Tsang terlalu menganak-emaskan Ruco Chan yang dinilai banyak pihak kurang mampu menampilkan akting yang baik. Bahkan Ron Ng jelas-jelas menunjukkan kemarahannya pada Tsang karena kurang diberi kesempatan untuk tampil banyak di serial tersebut. Namun setelah rating serial produksi TVB terus-menerus menurun, TVB akhirnya memutuskan untuk menayangkan serial Ruse of Engagement demi menaikkan pamor mereka. Dan keputusan itu terbukti tepat. 

Ruco Chan mengakui dirinya mengalami depresi mental dan fisik selama melakukan shooting serial ini. Hal ini dikarenakan banyaknya adegan berbahaya yang harus dilakukannya sendiri, tanpa bantuan stunt-men. Dalam salah satu adegan, saat dia harus meloncati gedung, menghindari ledakan, Ruco tiba-tiba pingsan dan merasakan tubuhnya panas demam. Dia mengira dirinya tewas terkena ledakan tersebut. Setelah beristirahat beberapa saat, Ruco kembali lagi menjalani shooting. 


NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment