April 2014 silam, film That Demon Within arahan sutradara Dante Lam dirilis di Hong Kong dan secara mengejutkan meraih HK$ 7.9 juta hanya dalam waktu 4 hari, melampaui penghasilan yang diperoleh Captain America : The Winter Soldier. Prestasi ini membuat film ini mendapatkan perhatian dari dunia.



That Demon Within diperani oleh Nick Cheung dan Daniel Wu. Alur ceritanya cukup unik dan berbeda dari film eksyen Hong Kong pada umumnya. Dikisahkan Dave Wong (diperani Daniel Wu) adalah seorang petugas kepolisian yang - secara tidak sengaja - menyumbangkan darahnya pada Hon Kong (Nick Cheung), seorang pemimpin geng yang juga seorang pembunuh psikopat, yang kala itu terluka parah.

Dave kemudian menyadari latar belakang Hon, yang ternyata beberapa waktu lalu pernah menghabisi rekan-rekan kesatuannya dalam sebuah aksi perampokan dan tembak-tembakan brutal di jalanan. Tanpa diketahui banyak orang kalau sedang mengalami gangguan jiwa akibat trauma masa kecil, Dave pun menghabisi anggota geng pimpinan Hon dengan cara yang sadis dan kejam.

That Demon Within tidak saja mendapatkan apresiasi di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Dalam ajang 64th Berlin Internasional Film Festival yang diadakan 9 Februari 2014 silam, film ini mendapatkan standing applause dari 800 penonton yang menyaksikan film tersebut.


DO YOU KNOW? 
That Demon Within adalah seri ketiga dari trilogi Crime Film karya Dante Lam. Dua film sebelumnya - Beast Stalker ( 證人;  2008) dan The Stool Pigeon (綫人 ; 2010) - juga adalah film box office yang cukup sukses di Hong Kong. Bahkan Beast Stalker meraih banyak penghargaan, baik nasional maupun internasional.

Nick Cheung adalah satu-satunya aktor yang bermain di ketiga seri Crime Films Dante Lam ini.

Guna keperluan perannya di film ini, Daniel Wu melakukan diet ekstrim dengan tidak makan selama 2 bulan. Akibatnya dirinya mengalami gangguan pencernaan dan makan, serta beratnya turun lebih dari 16 kilogram. Selain itu, Daniel mengalami ketidakstabilan emosi selama di lokasi shooting, akibat diet yang dilakukannya.

Nick Cheung melakukan sendiri semua adegan berbahaya dalam film. Hal ini menyebabkan dirinya beberapa kali nyaris tewas.

Tsui Po Ko
Berbeda dengan proses pembuatan film eksyen yang lain, di mana jalan-jalan lokasi shooting berlangsung ditutup guna menghindari gangguan dari pengguna jalan umum, maka saat pembuatan film That Demon Within tidak dilakukan penutupan jalan. Akibatnya saat shooting adegan tembak-tembakan yang disertai ledakan, banyak orang yang kaget dan berlari menjauhi lokasi. Jika Anda melihat di film itu ada adegan di mana orang berlarian tunggang-langgang menghindari tembak-tembakan, itu bukan adegan yang diatur. Orang-orang itu beneran ketakutan....

Meski dibantah oleh Dante Lam, namun banyak orang menilai kalau film That Demon Within didasarkan pada kasus sensasional Tsui Po Ko, seorang anggota kepolisian yang mengalami gangguan kejiwaan dan delusional. Pada tahun 2006 silam, terjadi aksi perampokan yang terjadi di Tsim Sha Tsui dan terjadi aksi tembak-menembak yang menegangkan di bawah jembatan layang Tsim Sha Tsui antara polisi dengan para perampok. Setelah aksi itu berakhir, polisi berhasil menembak mati salah satu perampok yang belakangan diketahui namanya adalah Tsui Po Ko, anggota kepolisian Hong Kong Police Force. Sebelumnya, Tsui Po Ko telah diketahui mengidap gangguan kejiwaan dan mengalami Schizotypal Personality Disorder, di mana orang yang mengalami gangguan tersebut adalah orang-orang ambisius yang senang menempatkan dirinya sebagai seorang Tuhan, dengan cara mencabut nyawa orang lain. Selain melakukan perampokan, Tsui Po Ko ditengarai juga pernah melakukan aksi kejahatan lain, seperti pembunuhan dan penganiayaan, yang membuatnya dikeluarkan dari dinas tempatnya bekerja.


Salem adalah sebuah serial televisi baru yang cukup kontroversial saat ini. Serial hasil kreasi Adam Simon dan Brannon Braga ini diproduksi dan ditayangkan oleh WGN America. Para kritikus mengkritisi serial ini karena mengangkat tema yang cukup ekstrim - tentang kasus peradilan para penyihir yang pernah terjadi pada abad 17 - sedangkan para penonton memuji serial ini karena menghadirkan cerita yang benar-benar berbeda dari serial yang lain.

Ditayangkan sejak tanggal 20 April 2014, Season Pertama Salem akan terdiri dari 13 episode. Namun, melihat respon penonton yang sangat positif, baru juga tayang beberapa episode, WGN America sudah buru-buru menyiapkan Season Kedua serial ini, di mana rencananya juga akan terdiri dari 13 episode.

Seperti yang saya tulis di atas, serial ini terinspirasi dari kisah nyata peradilan penyihir yang pernah terjadi pada abad 17 di Salem yang dikenal dengan Salem Witch Trials. Kasus peradilan dan eksekusi orang-orang yang dituduh penyihir ini sempat menggemparkan masyarakat Amerika Serikat dan menjadi salah satu sejarah gelap yang pernah terjadi di sana. Peradilan tersebut berlangsung antara tahun 1692 - 1693, di mana sedikitnya 20 orang - mayoritas di antaranya adalah wanita - dihukum bakar. Kasus ini terjadi di Salem Town, Massachusetts, Amerika Serikat.

Serial ini mengisahkan tentang kehidpan masyarakat yang tinggal di Salem Town pada abad 17. Di kota itu,tinggallah wanita muda Mary Sibley (diperani Janet Montgomery) yang sedang hamil. Suaminya, John Alden (Shane West) sedang pergi berperang. Cukup lama Mary tidak mendengar kabar suaminya, sehingga dia mengira suaminya telah meninggal dan memutuskan untuk menikahi George Sibley, orang terkaya dan paling berpengaruh di Salem. Tanpa diketahui orang, Mary ternyata adalah seorang penyihir dan berniat menguasai Salem. Dengan menikahi George, Mary menjadi orang kaya dan dapat mengendalikan George untuk kepentingannya. Sementara itu, Mary pun melakukan serangkaian kekacauan yang membuat masyarakat resah dan mulai saling curiga.

Dalam kepanikan, Pemerintah Kota Salem melakukan penangkapan terhadap orang-orang yang diduga penyihir dan melakukan penyidangan. Mary memanfaatkan peradilan itu untuk membuat para penduduk saling bertikai dan saling bunuh. Saat kekacauan di Kota Salem makin meluas dan menguatirkan, muncullah Pendeta Cotton Mather (Seth Gabel), yang juga Pemimpin Pemburu Penyihir. Dia mencurigai kalau kekacauan tersebut akibat ulah dan provokasi penyihir yang ada di tengah para penduduk.

Mary menyadari kehadiran Pendeta Cotton dan menyiapkan jebakan untuknya. Celakanya, suami Mary yang dikira sudah meninggal, tiba-tiba pulang dalam kondisi selamat. Hal ini menyebabkan Mary harus berhati-hati untuk menyimpan rahasia identitas aslinya. Jika tidak, maka dia bakal mengalami penghukuman yang berat dari penduduk Salem.

Saat tulisan ini dibuat, serial Salem baru tayang episode 3 dari total 13 episode.



TRIVIA FACTS :
Pengembangan serial ini sudah dilakukan sejak Juli 2012. Awalnya serial ini berjudul Malice. Setelah menunggu hampir setahun, akhirnya WGN America setuju untuk merilis serial ini. Jika biasanya produser diminta membuat episode perdana (Pilot Episode) untuk melihat respon penonton sebelum merilis episode-episode berikutnya, maka serial ini langsung mendapat lampu hijau untuk diproduksi 13 episode sekaligus, tanpa perlu melihat respon penonton. Dan terbukti, respon penonton benar-benar sangat baik.

Banyak karakter yang muncul di serial ini didasarkan dari tokoh sebenarnya yang berhubungan dengan Kasus Salem Witch Trials. Beberapa di antaranya adalah :
1. John Alden : dalam sejarah kasus Salem Witch Trials, John Alden adalah salah satu orang yang diduga adalah penyihir. Dia mengalami peradilan dan menghadapi rentetan tuduhan tindakan kejahatan menggunakan sihir. Namun lewat perdebatan yang panjang, akhirnya John Alden terbebas dari hukuman. Setelah itu, John banyak menulis buku yang berhubungan dengan kasus tersebut. Salah satunya yang paling fenomenal adalah More Wonders of The Invisible World, yang diterbitkan oleh Robert Calef tahun 1700.

2. Pendeta Cotton Mather : merupakan Pendeta sekaligus Hakim yang banyak berperan dalam Salem Witch Trials.

3. Tituba : dalam serial Salem, Tituba adalah murid Mary. Dalam kenyataannya, dia adalah budak wanita yang dituduh pertama kali sebagai Tukang Sihir oleh masyarakat Salem. Dia jugalah adalah orang pertama yang mengaku sebagai Penyihir yang bisa berbicara langsung dengan Setan. Meski mengaku sebagai Penyihir, namun Tituba tidak pernah dihukum mati. Dalam catatan, dia hanya menjalani hukuman penjara, namun kemudian dibebaskan, lalu menghilang.


Sebuah serial televisi aksi-seru yang akan tayang sebentar lagi di Amerika - dan paling saya tunggu-tunggu - adalah serial Dominion. Mentang-mentang judulnya mirip karakter Minion, jangan mengira serial ini ada kaitannya dengan film animasi Despicable Me. Serial Dominion justru mengisahkan cerita yang sangat berbeda.


Kisahnya sendiri merupakan sekuel dari film layar lebar LEGION yang pernah menjadi box-office dan mengejutkan banyak karena ceritanya yang tidak lazim dan kontroversial.

Sebagai informasi, film LEGION (2010) - skenario ditulis oleh Peter Schink dan Scott Stewart, serta disutradarai oleh Scott Stewart - mengisahkan Malaekat Mikael yang turun ke bumi untuk melindungi seorang wanita hamil dan sekelompok manusia yang terjebak di padang Padang Gurun Mohave. Bayi yang dikandung wanita tersebut kelak akan menjadi Penyelamat bagi umat manusia. Sementara itu, Malaekat Gabriel dan kelompoknya juga turun ke bumi untuk menghabisi wanita hamil tersebut, karena kuatir kehadiran bayi tersebut justru akan membuat dunia makin kacau dan penuh dosa. Maka terjadilah perang antara malaekat dan manusia di gurun tersebut, yang berakhir dengan kemenangan Mikael dan manusia.

Kisah serial DOMINION akan melanjutkan cerita dari film LEGION tersebut. Dikisahkan 25 tahun setelah kejadian di film Legion, Malaekat Gabriel (diperani Carl Beukes) dan Mikael (Tom Wisdom) kembali lagi ke Surga. Kekalahannya 25 tahun silam atas manusia, membuat Gabriel mendendam pada manusia dan berusaha menghabisi spesies manusia di muka bumi. Karena itulah, diam-diam, dia mengumpulkan para malaekat tingkat rendah untuk turun ke bumi dan menghabisi seluruh manusia.

Di lain pihak, Malaekat Mikael adalah Malaekat Pejuang yang punya perasaan kasih pada manusia. Setelah pertarungannya dengan Gabriel 25 tahun di bumi, dia terus mengamati dan diam-diam menjaga keselamatan manusia di bumi. Maka ketika tahu Gabriel mengumpulkan pasukan baru untuk menghancurkan bumi, dia kembali lagi turun ke bumi untuk menolong manusia.

Di bumi, Mikael bertemu dengan Alex Lannen (Christophen Egan), seorang prajurit pemberontak, yang tidak lain adalah bayi yang pernah dilindunginya 25 tahun silam di Padang Gurun Mohave. Mikael kemudian menuntun Alex dan membuatnya menyadari bahwa dia punya misi di dunia, yaitu menyelamatkan umat manusia dari aksi genoside yang akan dilakukan Gabriel. Maka perang besar antara Malaekat dan Manusia pun terjadi kembali.

Serial yang ceritanya dikembangkan oleh Vaun Wimott ini akan tayang tanggal 19 Juni 2014 mendatang. Belum jelas berapa total episode yang akan diproduksi. Namun dipastikan serial yang keseluruhan shootingnya dilakukan di Cape Town, Afrika Selatan ini sangat ditunggu oleh masyarakat Amerika. Bagi yang berlangganan televisi kabel, bersyukurlah... karena Anda pun akan dapat menikmati serial ini dalam waktu dekat.


Produksi        :  tvN
Total Episode : 16 episode
Tanggal tayang : 14 April - 10 Juni 2014

Ini adalah salah satu serial televisi yang sedang seru-serunya di Korea Selatan. Bergenre drama-komedi kocak, serial yang juga dikenal dengan judul Witch's Romance ini merupakan remake dari serial drama Taiwan yang populer di tahun 2009, My Queen ( 敗犬女王). Serial yang diperani Ethan Ruan dan Cheryl Yang tersebut menjadi salah satu serial paling favorit saat itu di Taiwan dan mendapatkan penghargaan 44th Golden Bell Awards untuk kategori Best Channel Advertising. 
 
Kini versi Korea-nya sedang hangat-hangatnya ditonton warga Korea Selatan. Ceritanya masih sama, dengan kadar kekocakan yang jauh lebih daasyat dibandingkan versi aslinya. 

Serial ini mengisahkan tenang Ban Ji Yeon (diperani Uhm Jung Hwa), seorang reporter wanita berusia 33 tahun. Cantik, energik, dan sangat antusias dalam bekerja. Meski dikaruniai wajah yang sangat cantik, namun Ji Yeon tidak percaya dengan cinta sejati, karena dia pernah disakiti oleh kekasihnya yang menghilang saat menjelang pernikahan mereka. Karena itu, untuk menghilangkan rasa kecewanya, Ji Yeon memfokuskan hidupnya pada pekerjaan. Sakin serius bekerja dan juga sikapnya yang sangat tidak bersahabat, Ji Yeon dijuluki Si Nenek Tukang Sihir oleh teman-teman sekantornya. 

Sementara itu, di tempat lain, ada Yoon Dong Ha (diperani Park Seo Joon), seorang pria berusia 25 tahun pemilik sebuah biro jasa yang membantu orang yang membutuhkan jasa tertentu, seperti petugas keamanan untuk Artis, maupun Sinterklas. Di balik kesuksesannya dalam menjalankan bisnis, Dong Ha menyimpan kesedihan yang mendalam karena kekasihnya tewas dalam kecelakaan lalu lintas. Sejak itulah, Dong Ha kehilangan semangat untuk memadu kasih lagi. 

Secara tidak sengaja, keduanya bertemu dan menyadari kalau memiliki kesamaan, termasuk duka hati karena cinta. Meski terpaut usia, namun perlahan tapi pasti, cinta yang telah lama mati di hati, perlahan tumbuh kembali. 

Meski dibuat dengan sangat kocak, namun drama romantis ini sangat mampu membuat penontonnya menangis terharu. Sutradara Lee Jung Hyo mampu menghadirkan suasana romantis sekaligus kocak yang menyentuh hati. Tidak heran, serial ini mendapatkan respon yang sangat positif dari para penonton di Korea. 

Aktor dan aktris lain pendukung serial ini antara lain Han Jae Suk, Jung Yeon Joo, Yang Hee Kyung, Ra Mi Ran, Lee Se Chang, dan lain-lain. 

Hingga artikel ini dirilis, serial ini baru memasuki episode 8 dari total 16 episode. 


TRIVIA FACTS: 
Dalam versi aslinya (versi Taiwan), karakter utamanya adalah Shan Wu Shuang (diperani Cheryl Yang) yang bekerja sebagai Editor di majalah wanita iFound. Sedangkan prianya bernama Lucas (diperani Ethan Juan) adalah bodyguard Shan Wu Shuang. 

Pembuatan episode 3 dan 4 sempat ditunda selama 2 minggu guna menghormati para korban kapal ferry MV Sewol yang tenggelam pada tanggal 16 April 2014. Akibatnya, kedua episode tersebut yang tadinya tayang di tanggal 16 April diundur ke tanggal 28 April 2014. 


Minggu depan, tepatnya tanggal 29 Mei 2014, penonton Hong Kong akan mendapatkan suguhan film eksyen-thriller super seru berjudul Overheard 3. Sama seperti dua film sebelumnya, film ini mengisahkan tentang intrik di dunia bisnis, di mana seri ini tidak ada hubungannya dengan seri-seri sebelumnya. Benang merah dari film ini adalah kesamaan alur cerita dan pemeran film ini. Jadi Anda bisa menonton film ini tanpa harus dibebani kebingungan karena belum menonton dua seri sebelumnya.

Bersetting tahun 1980, Overheard 3 mengisahkan tentang sekelompok pengusaha yang melakukan penyadapan untuk mendapatkan informasi pengembangan real-estate Hong Kong. Sean Lau berperan sebagai seorang pengusaha kaya yang melakukan penyadapan untuk mengetahui rencana pemerintah dalam melelang tanah negara yang lokasinya strategis, guna pembangunan perumahan real-estate. Untuk bisa mendapatkan informasi ini, Sean tidak segan-segan melakukan tindakan kotor dan kejam dan membahayakan banyak orang.

Louis Koo dan Daniel Wu adalah mantan narapidana yang kini telah bertobat dan menjadi penyidik. Keduanya mengetahui sepak-terjang Sean, sehingga bermaksud untuk menjatuhkan Sean. Untuk itu, mereka menggunakan metode penyadapan yang tidak lazim guna mendapatkan informasi yang diketahui Sean, dan mengubahnya menjadi jerat untuk menjatuhkan Sean, serta membongkar kasus korupsi yang terjadi di lingkungan pemerintah dalam hal lelang tanah Hong Kong.

Film yang disutradarai oleh Alan Mak dan Felix Chong ini diperkirakan akan menjadi box-office pula, seperti dua seri sebelumnya. Selain ketiga aktor itu, film ini didukung pula oleh Alex Fong, Huang Yi, Michelle Ye, Zhang Jingchu, Gordon Lam, Dominic Lam, dan Kenneth Tsang.

Film Overheard 3 akan menjadi seri terakhir dari trilogi Overheard, dan dipastikan akan menjadi film thriller cerdas paling seru yang pernah ada sepanjang 10 tahun terakhir ini (sebelumnya film trilogi Infernal Affairs (2002-2003) dicap sebagai film thriller cerdas paling berpengaruh di Hong Kong sepanjang masa).


ABOUT "OVERHEARD"
Overheard (竊聽風雲 ) adalah film Hong Kong produksi tahun 2009. Film yang naskahnya ditulis dan disutradarai duo sutradara Alan Mak dan Felix Chong ini menjadi salah satu film thriller paling berpengaruh di Hong Kong kala itu. Film ini dibintangi oleh Sean Lau Ching Wa, Louis Koo, dan Daniel Wu, bercerita tentang intrik yang terjadi di dunia bursa efek internasional..


Secara garis besar, Overheard mengisahkan tentang Inspektur Leung (Sean Lau) dari Criminal Intelligence Bureau (CIB) bersama rekannya, Yeung (Louis Koo) dan Lam (Daniel Wu), yang melakukan penyadapan terhadap sebuah perusahaan telekomunikasi untuk mencegah terjadinya tindakan cuci uang yang dilakukan oleh seseorang berjuluk "Boss". Dalam penyadapan tersebut, mereka mendengar adanya percakapan rencana pembunuhan yang akan dilakukan pada Pemimpin perusahaan telekomunikasi tersebut. Tanpa melaporkan hal ini kepada Atasan, ketiga polisi itu berusaha menggagalkan tindakan pembunuhan itu. Namun justru terperangkap dalam intrik yang membahayakan nyawa dan karir mereka.

Film ini meraih penghargaan dalam 16th Hong Kong Film Critics Society Award untuk Best Director dan Film of Merit. Tidak hanya itu, di ajang 29th Hong Kong Film Awards (2010), film ini mendapatkan banyak nominasi dan mendapatkan penghargaan untuk Best Film Editing. Tidak hanya sukses secara artistik, film ini pun sukses secara finansial saat dirilis di Hong Kong dan China.

Kesuksesan ini mendorong duo sutradara Alan Mak dan Felix Chong untuk merilis sekuel film tersebut. Tahun 2011, Overheard 2 dirilis. Masih dengan sutradara dan 3 pemeran yang sama, film ini mengisahkan cerita yang sama sekali baru dan tidak ada hubungan dengan seri sebelumnya.

Masih menggunakan plot yang nyaris sama, Overheard 2 mengisahkan tentang mantan tentara Szema Nim-cho (Daniel Wu) melakukan pengintaian terhadap Law Man Sang (Sean Lau), kepala keamanan Man Sang Securities yang juga seorang broker pasar saham. Satu waktu, terjadi kecalakaan dan Law menyadari kalau dirinya sedang diintai oleh seseorang. Dia meminta bantuan Petugas Senior Ho Chi Keung (Louis Koo), petugas Security Bureau's Anti Terorrist Unit, untuk menyidiki pengintai tersebut. Dalam penyidikan tersebut, terungkap kalau tindakan Szema ada kaitannya dengan Krisis Saham di Hong Kong pada tahun 1973 silam, dan masa lalu Law.

Film ini berhasil menjadi film box-office kembali dan prestasinya justru melebihi seri sebelumnya. Banyak pengamat menilai film ini jauh lebih baik dibandingkan seri pertamanya, karena intrik yang ditampilkan jauh lebih berbobot, lebih realistis, dan lebih mencekam.

Karena kesuksesan itulah, maka pada tahun ini film Overheard 3 pun dirilis.


DO YOU KNOW?
Felix Chong dan Alan Mak sudah bekerja sama cukup lama sebagai penulis skenario. Karya pertama mereka - yang langsung menjadi pembicaraan masyarakat dunia - adalah skenario Infernal Affairs (2002). Mereka pulalah yang membuat skenario untuk film infernal Affairs 2 dan Infernal Affairs (keduanya dirilis tahun 2003). Mereka kemudian merambah ke kursi penyutradaraan tahun 2005 lewat film Moonlight in Tokyo. Dan sejak itulah, mereka dikenal sebagai duo penulis dan sutradara film-film box-office Hong Kong yang paling berpengaruh saat ini.

Film Overheard 3 bisa dikatakan cukup kontroversial karena aksi penyadapan yang ditampilkan - meski tidak lazim dan sepertinya tidak mungkin - benar-benar pernah dilakukan dan terjadi di era 1980an. Konsep cerita ini pun memang berangkat dari kejadian nyata yang pernah terjadi di masa itu. Karena temanya yang sangat sensitif inilah, kedua sutradara Overheard 3 mengakui pernah mendapatkan ancaman akan dihabisi nyawanya jika film ini dibuat. Namun setelah melalui diskusi panjang, terutama dengan Pemerintah Hong Kong dan Dinas Kepolisian Hong Kong, mereka mendapatkan jaminan keselamatan, sehingga film ini pun akhirnya jadi diproduksi.

Overheard 3 sedikit "melenceng" dari pakem dua seri sebelumnya. Dalam seri-seri sebelumnya tidak ada pemeran wanita, maka dalam seri ini ada pemeran wanita. Salah satunya adalah Zhou Xun, aktris populer  Daratan Tiongkok. Dia akan berperan sebagai seorang janda beranak satu.  Adanya karakter wanita dalam seri ini sengaja dilakukan mengingat film Overheard pernah dikritik karena terlalu "gersang" dan "kering". Diharapkan dengan adanya Zhou Xun akan membuat film seru ini menjadi lebih "cerah". Bagi Zhou Xun, Overheard 3 adalah film pertamanya bermain di film berbahasa Kanton.


Tepat tanggal 16 Mei 2014, film GODZILLA (2014) serentak ditayangkan di seluruh dunia. Film ini merupakan peringatan 60 tahun film Godzilla. Pertama kali film karya sutradara Ishiro Honda ini beredar pada tahun 1954, dan sejak saat itu telah menjadi ikon pop-culture di seluruh dunia.

Dalam rangka memperingati 60 tahun Godzilla serta menyambut kehadiran film terbaru Godzilla yang baru-baru ini beredar, tidak ada salahnya kita menyimak fakta-fakta unik tentang monster kebanggaan bangsa Jepang ini.

THE HISTORY OF GODZILLA
Godzilla merupakan film bergenre kaiju (monster) pertama di Jepang yang kelak menjadi genre tersendiri yang banyak diikuti oleh film-film monster lain, seperti Gamera dan Gorgo. Karakter Godzilla terinspirasi dari film King Kong (1933) yang kala itu sangat terkenal. Adalah Ishiro Honda, sutradara Jepang, yang kemudian membuat karakter Godzilla dan bersama Toho Company, mereka kemudian merilis film berjudul Godzilla yang dirilis tahun 1954. Film tersebut kemudian diedarkan di Amerika tahun 1956 dengan judul Godzilla, King of The Monster. Itulah film Godzilla pertama yang diadaptasi dan beredar di Amerika.

Di Jepang, kehidupan Godzilla dalam industri perfilman terbagi ke dalam 3 era, yaitu Era Showa (1954 - 1975), Era Heisei (1984 - 1955), dan Era Millenium (1999 - 2004).

Pada Era Showa, kebanyakan film Godzilla lebih menggambarkan sosok monster ini sebagai monster yang bersahabat dan melindungi manusia. Karakternya yang jauh lebih bersahabat digambarkan di film-film Godzilla yang beredar antara tahun 1964 - 1967. Bahkan setelah itu, Godzilla digambarkan sebagai super hero yang melawan banyak monster antagonis, seperti Hedorah, Gigan, dan Mechagodzilla. Tidak heran, pada zaman inilah Godzilla menjadi sosok superhero di mata anak-anak Jepang.

Adapun film Godzilla yang beredar di masa ini adalah Godzilla (1954), Godzilla Raids Again (1955),  Mothra vs Godzilla (1964), Ghidorah The Three Headed Monster (1964), Invasion of Astro-Monster (1965), Son of Godzilla (1967), Destroy All Monster (1968), All Monsters Attack (1969), Godzilla vs Hedorah (1971), Godzilla vs Gigan (1972), Godzilla vs Megalon (1973), Godzilla vs Mechagodzilla (1974), dan Terror of Mechagodzilla (1975).

Sembilan tahun Godzilla "bertapa", kemudian dihidupkan kembali pada tahun 1984 di mana Godzilla muncul kembali dalam film The Return of Godzilla. Tanpa mengindahkan alur cerita yang sudah dibuat di Era Showa, di masa tersebut - yang kemudian disebut sebagai Era Heisei - Godzilla digambarkan sebagai monster yang destruktif dan berkarakter antagonis. Alur cerita The Return of Godzilla pun dibuat tidak melanjutkan cerita Terror of Mechagodzilla (1975), namun melanjutkan cerita dari Godzilla pertama (1954), sehingga film ini dianggap sebagai "reboot" dari Godzilla. Dengan mengusung karakter yang kelam, gelap, dan mengerikan, Godzilla di era ini telah bertranformasi menjadi monster yang menakutkan dan mengerikan.

Di era ini, film Godzilla lebih banyak menampilkan dirinya bertarung melawan monster-monster lain. Adapun film Godzilla yang beredar di era ini adalah The Return of Godzilla (1984), Godzilla vs Biollante (1989), Godzilla vs King Ghidorah (1991), Godzilla vs Mothra (1992), Godzilla vs Mechagodzilla II (1993), Godzilla vs SpaceGodzilla (1994), dan Godzilla vs Destroroyah (1995).

Era terakhir dari kehidupan Godzilla di Jepang adalah Era Millenium, yang diawali dengan film Godzilla 2000 yang juga dikenal dengan judul Godzilla 2000 : Millenium. Di era ini, selain cerita lebih kelam dan kompleks, karakter Godzilla digambarkan lebih brutal dan sadis. Tidak hanya itu, film-film yang beredar di era ini lebih serius dan lebih meng-internasional. Hal ini dilakukan setelah Godzilla di-remake oleh Hollywood di tahun 1998. Karena itu, tidak heran, film-film Godzilla di era ini banyak dirilis di luar Jepang, baik dalam bentuk film layar lebar maupun DVD, serta diedarkan dalam beberapa bahasa internasional.

Ada pun film Godzilla yang masuk dalam era ini adalah Godzilla 2000 (1999), Godzilla vs Megaguirus (2000), Godzilla Mothra and King Ghidorah : Giant Monsters All Out Attack (2001), Godzilla Againts Mechagodzilla (2002), Godzilla : Tokyo SOS (2003), dan Godzilla : Final Wars (2004). 

Setelah merilis film Godzilla : Final Wars - yang dibuat untuk menyambut ulang tahun Godzilla ke-50 tahun - pihak Toho memutuskan untuk tidak akan lagi membuat Godzilla, paling tidak untuk 10 tahun ke depan. Dan sesuai janji mereka, maka di tahun 2014 ini, film Godzilla kembali dirilis untuk menyambut ulang tahun ke 60 monster legenda dunia ini. Hanya saja, film ini tidak dibuat oleh studio Jepang, tapi Hollywood, yang (mungkin) menandakan bahwa Godzilla sudah resmi menjadi milik dunia.


TRIVIA FACTS ABOUT GODZILLA
Nama "Godzilla" adalah romanisasi yang dibuat oleh Toho Company Ltd, dari nama Jepang "Gojira", yang merupakan kombinasi dari dua kata Jepang : Gorira (gorila) dan Kujira (ikan paus). Kata tersebut menggambarkan ukuran, kekuatan, dan kemampuan hidup di laut yang merupakan kemampuan mula-mula Godzilla.

Dalam film, Godzilla digambarkan sebagai kadal yang mengalami mutasi akibat efek bom hidrogen yang diledakkan di Bikini Atoll. Di dunia nyata, Amerika Serika memang pernah melakukan percobaan bom hidrogen di pulau kecil tersebut pada tanggal 1 Maret 1954. Inilah yang menjadi inspirasi bagi sineas Jepang untuk membuat dan merilis film Godzilla pada tahun 1954.

Tahun 1976, sutradara Itali Luigi Cozzi pernah mencoba merilis film Godzilla versi 1954 di Italia. Karena film tersebut aslinya hitam-putih dan dikuatirkan akan mendapat tanggapan negatif dari para penonton yang tidak suka film hitam-putih, maka Cozzi mencoba merilis film itu dengan menambahkan efek warna - menggunakan teknik Cozzi sendiri - pada film tersebut. Sejarah mencatat, inilah film hitam-putih pertama yang diberi warna.

Desain badan Godzilla merupakan kombinasi dan penggabungan dari berbagai jenis spesies dinosaurus. Tubuhnya diambil dari tubuh Tyrannosaurus rex. Tangannya merupakan tangan Iguanodon. Sedangkan lempengan punggung Godzilla merupakan bagian dari Stegosaurus.

Senjata andalan Godzilla adalah semburan listrik bertenaga nuklir yang mampu menghancurkan besi-baja. Selain itu, kulit Godzilla pun sangat keras dan kuat. Hal ini bisa dibuktikan dari kuatnya Godzilla yang terkubur selama bertahun-tahun di dalam magma, serta tahan terhadap hantaman asteroid.

Di film Godzilla (1954), monster ini menghancurkan kota Hibiya, salah satu bagian dari Distrik Chiyoda, Tokyo. Hari ini, di Hibiya Chante Square berdiri patung Godzilla sebagai penghargaan dan penghormatan atas monster tersebut.

Awalnya, nama yang akan digunakan untuk monster legendaris ini adalah Anguirus. Namun setelah melalui diskusi panjang, akhirnya Toho sepakat untuk menggunakan nama Godzilla. Nama Anguirus sendiri tetap digunakan dan menjadi musuh Godzilla di film Godzilla Raids Again (1955).


Inilah film yang menempati posisi teratas tangga film box-office Hong Kong dan Tiongkok beberapa minggu ini. Aberdeen dirilis tanggal 8 Mei 2014 serentak di kedua negara tersebut dan mendapatkan respon yang sangat positif dari para penonton di sana. Film arahan Pang Ho Cheung ini diperani oleh Louis Koo, Eric Tsang, Miriam Yeung dan Gigi Leung.


Menurut Pang dalam salah satu wawancara dengan radio di Hong Kong, film ini merupakan refleksinya atas kehidupan keluarganya dan kebanyakan keluarga yang tinggal di Hong Kong. Berbeda dengan film-film Pang sebelumnya yang selalu bertemakan slapstick dan komedi-komedi konyol, maka film ini murni drama yang cukup menyentuh hati.

Meski menampilkan beberapa sisi cerita yang berbeda, namun ceritanya sebenarnya berpusat pada Tang Bik Chi (diperani Miriam Yeung) dan adiknya, Tang Wai Tou (Louis Koo). Kedua bersaudara ini tinggal di Hong Kong dalam lingkungan keluarga biasa. Satu ketika Bing Chi melakukan tindakan yang menyakiti hati ibunya. Saat ibu mereka meningal, Bik Chi menyimpan penyesalan tersebut hingga bertahun-tahun.

Sementara itu, Wai Tou, adik Bing Chi, hidup bahagia dengan keluarganya. Namun kebahagiaan itu tidak lama, setelah Wai Tou mencurigai anaknya - yang masih di bawah umur - ternyata punya hubungan khusus dengan seorang pria yang telah menikah. Hal ini diperparah dengan gaya hidup Cici (Gigi Leung), istri Wai Tou yang berprofesi sebagai guru namun sangat terobsesi untuk berpenampilan fisik dan selalu menghabiskan uang untuk selalu tampil cantik dan seksi. Cici berprinsip bahwa kecantikan adalah kunci sukses. Maka dia melakukan berbagai cara untuk membuat dirinya selalu tampil cantik, berapa pun harganya.

Selain itu ada pula kisah tentang seorang dokter operasi plastik (diperani Eric Tsang) yang berselingkuh dengan perawatnya (Jacky Choi). Juga ada kisah cinta pasangan paruh baya (diperani Ng Man Tat dan Carrie Ng) yang sempat mengejutkan banyak penonton karena keduanya tampil cukup "vulgar" dan sangat tidak lazim.

Secara umum, film ini sangat menarik. Meski gaya Pang yang "nakal" masih cukup kentara, namun secara keseluruhan film drama ini dapat memotret sebagian sisi kehidupan masyarakat Hong Kong yang cukup unik dan jarang ditampilkan sebelumnya.

Hal yang cukup mengganggu adalah kemunculan Chapman To di film itu. Chapman yang selalu identik dengan gaya urakan dan asal-asalannya, sebenarnya sudah menjadi "musuh" saya sejak lama. Aktingnya  yang selalu "mo lei dou" (brainless) - sedikit-banyak mengingatkan saya pada gaya Stephen Chow saat pertama kali berakting - sangat konsisten dan tidak pernah ada kemajuan sejak 10 tahun terakhir ini. Ini yang membuat saya langsung merasa ilfil saat melihat kemunculannya.


DO YOU KNOW? 
Butuh waktu 10 tahun bagi Pang untuk membuat skenario film ini dan 2 tahun untuk melakukan persiapan (termasuk casting) sebelum proses pembuatan film ini dilakukan.

Agar tampil seksi dalam film ini, Gigi Leung harus mengenakan dada buatan untuk memperbesar penampilan buah dadanya.

Saat pertama kali dirilis di Hong Kong, film ini bersaing ketat dengan The Amazing Spider-Man 2, di mana Spider-Man akhirnya duduk di peringkat pertama box-office Hong Kong, dan Aberdeen berada di peringkat kedua. Secara berseloroh, Pang mengatakan bahwa meski kalah bersaing di tangga box-office, tapi secara "teknologi", Aberdeen masih unggul dibandingkan Spider-Man 2. "Spider-Man 2 menggunakan teknologi 3D," seloroh Pang. "Sedangkan Aberdeen menggunakan teknologi 33D (maksudnya ukuran dada Gigi Leung di film Aberdeen, saat dipasangi dada palsu)."
Sineas dan sutradara senior kenamaan Hong Kong, Tsui Hark, dalam waktu dekat ini akan merilis film produksi terbarunya berjudul Death Duel (三少爺的劍). Film bergenre wuxia yang dibuat dalam format 3D ini adalah remake dari film berjudul sama yang pernah populer di tahun 1977 silam. Versi pertama film yang diperani oleh Derek Yee, Candice Yu, Ku Feng, David Chiang, dan lain-lain tersebut menjadi film box-office di masa itu, sehingga sempat di-remake berkali-kali. Dan kali ini, Tsui Hark mengadaptasi kembali film ini ke layar lebar.

Dalam proses pembuatan film ini, Tsui Hark akan duduk sebagai Executive Produser. Sedangkan kursi penyutradaraan dipegang oleh Derek Yee, yang tidak lain adalah pemeran utama dari film Death Duel pertama. Derek Yee, yang dulunya merupakan aktor populer di Hong Kong era 1970-1980an, kini memang lebih banyak berperan di belakang layar sebagai sutradara.

Death Duel sendiri merupakan adaptasi dari novel wuxia karya penulis legendaris terkenal, Gu Long, yang populer di tahun 1960an. Ceritanya berpusat pada Xie Xiaofeng, pendekar pedang ternama berjuluk Tuan Ketiga (The Third Master). Dia merupakan seorang pendekar pedang ternama di Kangaow yang tidak pernah terkalahkan. Jika ada orang yang berhasil mengalahkan Xiaofeng, maka orang tersebut akan menjadi pendekar terhebat di Kangaow yang akan ditakuti dan dihormati.

Banyak pendekar yang menantang Xiaofeng untuk berduel namun semuanya tewas menggenaskan. Sampai akhirnya Yan Shisan, seorang pendekar berpedang, maju untuk menantang Xiaofeng berduel. Banyak orang melihat kalau kemungkinan Shisan untuk bisa mengalahkan Xiaofeng sangat besar, sehingga banyak dari mereka yang diam-diam memasang jebakan, untuk menjebak kedua pendekar tersebut, agar bisa diakui sebagai Pendekar Terbaik Kangaow. Mungkinkah Xiaofeng dan Shisan akan tewas terjebak oleh siasat busuk tersebut? Siapakah yang akan memenangkan duel maul tersebut?

Lin Gengxin dipercaya untuk memerani Xie Xiaofeng, dan Peter Ho menjadi Yan Shisan. Selain keduanya, film ini juga didukung oleh aktor dan aktris dari Daratan Tiongkok, yaitu Jiang Yiyan dan Jiang Mengjie.

Jadwal rilis Death Duel masih belum dirilis. Jadi... ditunggu saja ya....


Setahun lalu, saya pernah me-review film 3 A.M. (baca :http://funtertainment-facts.blogspot.com/2013/08/recommended-film-3-amthailand-movie.html), film horor yang dirilis November 2012 silam dan menjadi salah satu film box office Thailand saat itu. Februari 2014 ini, sekuel dari film horor tersebut dirilis. Sama seperti pendahulunya, sekuel ini pun menjadi box office di negara asalnya.



Masih sama seperti seri pertamanya, film ini masih mengetengahkan cerita-cerita misteri yang mana semua cerita itu memiliki benang merah yang sama : semua kejadian terjadi pukul 3 dini hari. Hanya bedanya, dalam seri kedua ini, ceritanya menggunakan teknik flashback dan cerita maju-mundur, sehingga penonton butuh konsentrasi penuh untuk memahami benar cerita masing-masing segmen. Ada 3 segmen dalam film ini, yaitu :

1. THE THIRD NIGHT
Disutradarai Putipong Saisrikaew, segmen ini mengisahkan tetnang anggota geng motor yang baru-baru ini ditinggal mati oleh ketua mereka, Rang.Kematian Rang sangat mengenaskan, sehingga diduga kuat dia dibunuh oleh orang yang sangat dendam padanya, namun juga dekat dengannya.

Menurut kepercayaan tradisional orang Thailand, arwah orang mati akan kembali ke rumahnya di malam ketiga kematiannya. Dan pada malam ketiga kematian Rang, satu-persatu rekan segengnya mendapat teror dari Rang. Dari sana, terkuak fakta bahwa memang pelaku pembunuhan Rang adalah salah satu anggota geng motor tersebut, dan Sang Ketua sedang mencari si penghianat tersebut, yang ternyata juga berselingkuh dengan istrinya.


2. THE CONVENT
Segmen kedua yang disutradarai Kirati Nakintanon ini mengisahkan tentang para gadis remaja yang belajar di sekolah biarawati. Di sekolah tersebut ada mitos dan legenda tentang biarawati kepala buntung yang tinggal di sebuah gereja tua, tidak jauh dari asrama mereka. Menurut mitos, jika ada orang yang berdoa  pada pukul 3 dini hari di gereja itu, maka doanya akan dikabulkan oleh Biarawati Kepala Buntung.

Khem, salah seroang murid di sekolah tersebut melakukan ritual agar salah satu murid perempuan yang disukainya dapat menjadi pacarnya. Doanya berhasil, tetapi masalahnya justru jadi malapetaka baginya.


3. THE OFFERING
Segmen terakhir yang disutradarai Issara Nadee, menceritakan tentang keluarga yang punya usaha menjual alat-alat sembahyang untuk orang mati. Satu ketika, Kow - kepala keluarga sekaligus pemilik usaha tersebut - mendapatkan kabar kalau istrinya mengalami kecelakaan dan tewas.

Yang paling mengejutkan, sang istri sendiri baru saja membelikan makan malam untuk keluarga tersebut dan dia saat ini ada di kamarnya. Segmen ini merupakan kesimpulan sekaligus penghubung dari dua segmen sebelumnya, di mana kejadian di kedua segmen sebelumnya berhubungan dengan segmen terakhir ini.


Latar belakang ketiga segmen dalam film ini lebih fokus mengangkat cerita mitos yang populer di Thailand. Dan sepertinya - karena sekarang Thailand masih tren film bergenre komedi horor - maka film ini masih mengusung genre serupa. Dan berbeda dengan seri pertamanya yang masih terbilang cukup seram dan misterius, film ini lebih kental komedinya. Kejutan-kejutan khas horor Thailand sih masih ada. Tetapi komedinya terlalu berperan di film ini, sehingga kejutan dan suasana horor yang dibangun tidak membuat penonton merinding, apalagi bermimpi buruk usai menonton filmnya. Meski dibuat dalam format 3D, namun efek 3D-nya terbilang sangat standar dan kurang "wah". Efek khususnya pun terbilang sangat biasa.

Secara umum, film ini merupakan tontonan hiburan yang menyenangkan. Meski tidak seseram dan lebih mengejutkan dibandingkan seri pertamanya, namun paling tidak bisa menghibur.


Judul : Hotel King (호텔킹)
Produksi :  MBC
Total episode : 32 
Tanggal tayang : 5 April - 27 Juli 2014

Serial ini adalah serial yang saat ini lagi booming, tidak saja di Korea Selatan, tetapi juga di beberapa negara Asia seperti Vietnam, Singapura, Brunnei, dan Malaysia (mungkin Indonesia sebentar lagi). Sekilas ceritanya mengingatkan kita pada serial Hotelier yang pernah juga booking di awal tahun 2000an. Namun serial ini memiliki sedikit perbedaan yang mampu membuat para penonton diam terpaku untuk terus menyaksikan setiap adegan di setiap episodenya. 

Hotel King mengisahkan tentang Ah Mo Ne (diperani Lee Da Hae), anak tunggal dari pemilik Hotel Ciel, sebuah hotel berbintang 7 termegah di Korea. Mo Ne adalah anak manja, dan menjalani hidup yang sangat berantakan. Satu ketika, ayahmnya meninggal dunia. Mau tidak mau, Mo Ne mendapat warisan dan tugas untuk menjaga dan terus mengembangkan Hotel Ciel peninggalan ayahnya. 



Tanpa pengalaman, dan tanpa keseriusan menangani hotel, Mo Ne membuat hotel tersebut dalam bahaya dan mengalami krisis yang luar biasa. Hotel Ciel terancam tutup dan keluarga Mo Ne terancam bangkrut. Di saat itulah Mo Ne sadar dan mulai berjuang mati-matian demi mempertahankan hotelnya tersebut. 

Di dalam krisis itu, dia mendapat dukungan dari Jayden / Cha Jae Wan (diperani Lee Dong Wook), General Manager dari Hotel Ciel. Dia adalah orang kepercayaan dari keluarga Mo Ne, dan telah berjanji untuk berjuang mati-matian menolong bahkan melindungi Mo Ne dari gempuran para pesaing yang berusaha menghancurkan Hotel Ciel. 

Bersama-sama keduanya bahu-membahu mempertahankan berdirinya Hotel Ciel. Dalam perjuangan itulah, benih asmara mulai tumbuh di dalam mereka. Dan saat benih asmara itu mulai mekar, Jayden mendapatkan informasi yang mengejutkan : Ayahnya (yang tidak pernah dikenalnya) ternyata adalah Pemilik Hotel Ciel, yang tidak lain adalah ayah dari Mo Ne. Dan ayahnya telah menelantarkan ibu dan dirinya saat masih kecil. Ketika tahu fakta itu, rasa hormatnya pada keluarga Mo Ne berubah menjadi benci dan dendam,. Mungkinkah Jayden akan menghancurkan Hotel Ciel untuk membalaskan sakit hatinya pada ayah Mo Ne? 

Selain Lee dong Wook dan Lee Da Hae, serial ini juga diperani Im Seul Ong, Wang Ji Hye, Lee Duk Hwa, dan Kim Hae Sook. Hingga tulisan ini dibuat, serial ini baru memasuki episode 8 dan akan berakhir masa tayangnya di Korea Selatan tanggal 27 Juli 2014 dengan total 32 episode. Yang menarik adalah rating serial ini selalu "bermain" di antara peringkat 3 - 8, yang menandakan kalau serial ini adalah serial yang cukup diminati banyak orang. 



 
Serial produksi Kanada ini sebenarnya sudah saya miliki setahun lalu. Entah mengapa - meski sudah memiliki serial tersebut - namun tidak ada minat untuk menontonnya (trus ngapain beli ya? Halah....). Butuh waktu setahun untuk bisa "memaksa" saya menontonnya.

Lima menit pertama menonton episode perdana Continuum, saya nyaris ketiduran. Meski seru, namun alurnya cukup bisa tertebak. Akhirnya saya tinggalkan. Barulah beberapa bulan kemudian, saya "memaksa" diri untuk nonton lagi (yalah... sudah beli mahal-mahal, kalo tidak ditonton, rugi dunk....). Akhirnya saya tonton lagi serial itu. Kali ini saya benar-benar bisa menikmatinya. Bahkan jadi "kalap" dan tidak sabar untuk melanjutkan serial 10 episode ini.

Yep.... serial kreasi Simon Barry ini benar-benar bikin kecanduan. Meski ceritanya terkesan standar - bahkan mirip dengan Terminator - namun pada kenyataannya sangat berbeda dan justru penuh intrik yang seru. Diperani Rachel Nichols, Victor Webster, Eric Knudsen, dan Stephen Lobo, serial ini mengisahkan tentang dunia di masa depan, tepatnya tahun 2077, di mana di masa itu hukum dikendalikan dengan tangan besi dan tindak kriminal dihadapi dengan teknologi super canggih.

Satu waktu, kota Vancouver diteror oleh kelompok teroris yang menamakan diri mereka Liber8, dipimpin oleh Edouard Kagame (diperani Tony Amendola). City Protective Services (CPS) - sekelas dinas kepolisian di masa depan - diturunkan untuk menangkap para teroris tersebut. Salah satu anggota CPS adalah Kiera Cameron (Rachel Nichols), istri dari Greg Cameron (John Reardon), yang merupakan staf proyek dari SadTech, sebuah perusahaan korporasi terbesar saat itu.

Tim CPS berhasil menangkap semua anggota Liber8. Namun saat akan menjalani hukuman mati, pada anggota Liber8 ternyata berhasil membuka portal lorong waktu yang membuat mereka terlempar ke tahun 2012. Dan secara tidak sengaja, Kiera - yang kala itu berusaha mencegah para anggota Liber8 kabur ke masa lalu - ikut terbawa ke tahun 2012. Di masa itu, selain berjuang untuk menangkapi semua anggota Liber8, dia pun berjuang untuk mencari cara guna bisa kembali lagi ke masanya.

Selama berpetualang di tahun 2012, Kiera tanpa sengaja berkenalan dengan Alec Sadler (Erik Knudsen), seorang remaja yang menguasai teknologi komputer dan secara tidak sengaja berhasil masuk ke dalam jaringan komunikasi nirkabel yang terpasang di dalam otak Kiera. Alec Sadler sendiri kelak di tahun 2077 ternyata adalah pendiri SadTech, yang juga Atasan suami Kiera. Dan lebih mengejutkan lagi : Sadler sendirilah yang sengaja menjebak Kiera untuk kembali ke tahun 2012 untuk melakukan sebuah misi untuknya.

Serial ini menjadi sangat menarik karena banyak menampilkan teori-teori perjalanan menembus waktu yang dikemas dengan sangat ringan dan sederhana, sehingga tidak membuat orang mengenyitkan kening. Selain itu, alur ceritanya bergerak sangat cepat, membuat para penonton tidak sabar untuk menonton serial ini terus-menerus tanpa henti.

Serial yang pertama kali tayang di stasiun televisi Showcase pada tanggal 27 Mei 2012 ini kini telah memasuki season ketiga. Season kedua tayang 25 Agustus 2012 - 21 April 2013 (13 episode). Season ketiga sendiri baru tayang di Kanada tanggal 16 Maret 2014 dengan total 13 episode.


TRIVIA FACTS : 
Tanggal 15 Januari 2013 silam, di ajang Canadian Screen Awards, serial Continuum dinominasikan untuk 5 kategori : Best Drama Series, Writing, Direction, Music, dan Visual Effects. Continuum akhirnya hanya memenangi penghargaan untuk kategori Best Visual Effects.

Untuk pertama kalinya, serial Continuum menjadi serial yang mendapatkan nominasi penghargaan paling banyak di ajang Leo Awards (ajang penghargaan untuk program televisi dan film British Columbia yang biasa dilakukan setiap bulan Mei atau Juni di Vancouver, British Columbia, Kanada). Di ajang tersebut, Continuum mendapatkan 16 nominasi, dan memenangkan 7 penghargaan, yaitu : Best Dramatic Series, Best Direction, Best Screenwriting, Best Editing, Best Costume Design, Best Male Guest Performance, dan Best Supporting Actor.

Anda akan temukan bahwa semua episode di Season 1 Continuum selalu menggunakan kata "Time" sebagai bagian dari judul episode, seperti "A Stitch In Time" (episode 1), "Fast Time" (episode 2), "Wasting Time" (episode 3), dan seterusnya.  Di Season 2, semua judul episode menggunakan kata "Second" seperti "Second Chances" (episode 1), "Split Second" (episode 2), "Second Thoughts" (episode 3), dan seterusnya. Sedangkan di Season 3, semua judul episode Continuum akan menggunakan kata "Minute", seperti "Minute by Minute" (episode 1), "Minute Man" (episode 2), dan "Minute to Win It" (episode 3).

Awalnya, Simon Barry - kreator serial Continuum - menuliskan naskah ini dengan memasang karakter seorang pria bernama Kyle sebagai tokoh utama. Namun dengan pertimbangan agar ceritanya lebih dramatis dan menyentuh, karakternya diubah menjadi seorang wanita bernama Kiera.
NewerStories OlderStories Home