Move Review - THE TRANSCEND

Ini merupakan film Malaysia kedua yang saya review (sebelumnya, saya pernah mereview film KL Gangsters 2 yang keren banget. Anda bisa membacanya di bagian ini : http://funtertainment-facts.blogspot.com/2013/11/movie-review-kl-gangster-2.html). Dan sama seperti film sebelumnya, saya pun sangat menyukai film ini.

Diperani Mindee Ong, Teddy Chin, James Wong, dan Cheng Kam Cheong, serta disutradarai Ryon Lee dan James Wong ini mengisahkan tentang Yan Dong (Teddy Chin), seorang penulis novel horor, yang karir menulisnya kurang begitu berkembang dan novel-novelnya kurang laku di pasaran. Untuk memacu semangat Yan Dong, Bao Jin (James Wong) - sahabat dan juga Managernya - menantang Yan Dong untuk membuktikan bahwa di dunia ini tidak ada yang namanya mahluk supranatural sejenis hantu dan roh. Keduanya kemudian bersepakat untuk membuktikan keberadaan mahluk tersebut.

Mereka pun melakukan riset ke sebuah kuil biarawati yang biasa melayani keperluan mendoakan orang-orang yang meninggal. Di sana, Yan Dong berkenalan dengan Lek Lek (Mindee Ong), seorang gadis pendiam, yang diam-diam punya kemampuan melihat mahluk supranatural. Dalam melakukan riset, Yan Dong secara tidak sengaja berhasil membuka "mata ketiga", yaitu "mata supranatural" yang tersembunyi di setiap manusia. Jika mata tersebut bisa dibuka, maka manusia bisa melihat dunia lain yang tidak kasat mata oleh orang awam. Karena bisa melihat mahluk supranatural, Yan Dong kemudian banyak didekati oleh mahluk tersebut, dan ada yang berusaha membunuhnya.

Dengan dibantu Lek Lek, Yan Dong kemudian dapat menggunakan kemampuannya ini untuk membantu banyak orang, terutama orang yang kehilangan keluarga yang dicintainya. Tidak hanya itu, Yan Dong pun bahkan berhasil memulihkan rasa berdosa Lek Lek pada ayahnya akibat perbuatannya di masa lalu.

Film bergenre drama-horor ini memiliki komponen drama dan horor yang sangat berimbang. Horornya terbilang cukup menegangkan, dan unsur dramanya pun sangat mengharukan. Meski efek khusus yang digunakan terbilang sederhana, namun yang patut diapresiasi adalah kemampuan sutradara film ini meramu cerita sedemikian baik, sehingga menampilkan film berdurasi 108 menit yang sangat menarik dan mengharukan.

Banyak penonton dan kritikus film yang mengomentari film ini sangat menyeramkan dan penuh kejutan. Namun, buat orang yang sering menonton film horor, apa yang ditampilkan dalam film ini terbilang "standar" dan umum. Sebenarnya unsur dramalah yang - menurut saya - paling menonjol dalam film ini. Film ini lebih banyak mengulas "aturan" hubungan dunia manusia dan alam gaib, dilihat dari sudut pandang Taoisme dan Budhaisme. Batasan dan aturan hubungan inilah yang nantinya menjadi benang merah banyak hal yang dialami Lek Lek dan Yan Dong.

Di Malaysia, film ini dirilis tanggal 9 Januari 2014 silam. Sepertinya masyarakat Indonesia hanya bisa menyaksikan film ini lewat DVD.



DO YOU KNOW?
Ini merupakan film pertama yang disutradarai Ryon Lee. Sebelumnya dia adalah Co-Director dan banyak bekerja sama dengan Produser James Wong. Dengan pengetahuan tradisi masyarakat keturunan Tionghua di Malaysia, Ryon Lee kemudian mengajak James Wong untuk duduk di kursi sutradara dan bersama-sama menyutradarai film ini.

Dalam poster promosi film ini, disebutkan bahwa The Transcend didasarkan dari "kejadian nyata". Sebenarnya yang dimaksud di sini hanyalah konteks "Mata Ketiga"-nya saja. Istilah "Mata Ketiga" atau "Inner Eye" merupakan budaya dan kepercayaan mistis tentang kemampuan seseorang untuk melihat sesuatu yang tidak terlihat dan berada di luar nalar manusia. Tradisi ini semula dipercaya Ajaran Hindu (dikenal dengan istilah "Ajna" atau "Chakra"), kemudian diadaptasi oleh ajaran Tao dan Zen. Berdasarkan kepercayaan ini, disebutkan bahwa semua manusia memiliki "Mata Ketiga" yang selama ini tersembunyi. Mata tersebut dapat terbuka jika melalui prosesi tertentu atau trauma. Apabila terbuka, maka orang tersebut dapat berkomunikasi dengan dunia roh. Berdasarkan laporan dan kumpulan kasus manusia yang dapat berinteraksi dengan mahluk supranatural setelah "mata ketiga"-nya terbuka, maka dibuatlah film ini. Alur film sendiri semuanya hanyalah fiksi belaka.

Metode melihat mahluk supranatural seperti yang dijelaskan di film hanyalah fiksi belaka. Metode seperti melihat hantu dengan cara berdiri di atas buah kelapa lalu mendongak ke belakang melewati selangkang, sebenarnya merupakan cerita mulut-ke-mulut yang biasanya dimainkan anak-anak Malaysia. Tidak ada fakta yang menyatakan bahwa metode tersebut benar-benar efektif dan mampu membuat seseorang bisa melihat hantu.

Hampir semua percakapan dalam film Transcend menggunakan bahasa Mandarin. Beberapa bagian kecil menggunakan bahasa Melayu, Inggris, dan Tamil, untuk menunjukkan keragaman budaya di Malaysia.

NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment