Hal yang (mungkin) muncul dalam benak Anda ketika saya menyebut "Gotham City" adalah kotanya Batman. Ya, Gotham City adalah kota kelahiran pahlawan kelelawar yang legendaris tersebut. Nah, baru-baru ini, tepatnya tanggal 22 September 2014 silam, FOX merilis serial televisi terbaru berjudul GOTHAM. Serial hasil pengembangan cerita Bruno Heller - berdasarkan komik produksi DC Comics - ini akan tetap mengisahkan tentang Batman, namun dari sudut pandang yang berbeda. Jika biasanya Batman yang menjadi karakter utama, maka di serial televisi ini, Detektif James Gordon-lah yang menjadi karakter utama yang akan menceritakan tentang sepak terjang Batman dari sudut pandangnya.


Serial ini tidak saja mengisahkan tentang petualangan Gordon, tetapi bagaimana hubungan antara dirinya dan Batman, yang semula memusuhi pahlawan kelelawar itu, namun kemudian menghormati dan bekerja sama dengannya.

Serial ini diawali dengan direkrutnya Detektif James Gordon (diperani Ben McKenzie) dalam kesatuan Gotham City Police Department. Atasan Gordon, yaitu Kapten Sarah Essen (Zabryna Guevara) menugasi Gordon berpasangan dengan Harvey Bullock (Donal Logue), untuk menyidiki kasus pembunuhan yang terjadi pada pasangan suami-istri Thomas dan Martha Wayne.

Dalam penyidikan itu, Gordon berkenalan dengan anak Wayne yang masih belia, bernama Bruce (David Mazouz) yang saat itu telah dirawat oleh Alfred Pennyworth (Sean Pertwee), pelayan setia keluarga Wayne. Lewat informasi yang disampaikan Bruce, Gordon pun mulai mengumpulkan pecahan teka-teki dan informasi berkenaan dengan pembunuhan pasangan suami-istri Wayne tersebut.

Selain menyelidiki kasus pembunuhan itu, Gordon pun berhadapan dengan Kepala Geng Fish Mooney, pebisnis licik Carmine "The Roman" Falcone, Selina Kyle (yang kelak menjadi Cat Woman, musuh sekaligus rekan kerja dan kekasih Bruce Wayne), Edward Nygma (petugas penjara yang kelak menjadi The Riddler, musuh Batman yang berciri khas senang memberikan teka-teki), dan Oswald Cobblepot (yang kelak menjadi The Pinguin, salah seorang musuh bebuyutan Batman yang mirip binatang Pinguin).

Selain itu, dalam penyidikannya, tanpa Gordon ketahui, Bruce yang dia anggap sebagai anak kecil yang tanpa daya, diam-diam berlatih dan bertumbuh menjadi sosok luar biasa yang kelak menjadi pahlawan pelindung kota Gotham yang dikenal dengan sebutan The Dark Knight, atau Batman.


DO YOU KNOW? 
Proyek serial televisi Gotham ini pertama kali diumumkan Fox pada tanggal 24 September 2013, di mana mereka mengabarkan telah membuat sebuah serial televisi tentang Sang Pahlawan Kelelawar yang berbeda dari cerita tradisional Batman pada umumnya. Untuk mewujudkan hal itu, mereka telah menyewa Bruno Heller untuk mengembangkan ceritanya. Bruno Heller sendiri adalah penulis skenario handal asal Inggris yang telah sering bekerja sama dengan banyak stasiun televisi Amerika. Beberapa serial populer yang pernah dibuatnya adalah Rome (untuk HBO), dan serial populer The Mentalist (untuk CBS).

Awalnya Season 1 serial televisi Gotham direncanakan untuk diproduksi dalam 13 episode saja. Namun setelah melihat respon penonton yang cukup positif saat seri pertama ditayangkan Juli 2014 silam, maka Fox mengumumkan akan membuat 3 episode tambahan, sehingga total episode untuk Gotham Season 1 adalah 16 episode.

Seri perdana Gotham ditayangkan tanggal 22 September 2014 silam, dan ditonton lebih dari 8 juta penonton.

Para kritikus memuji seri perdana Gotham dan menyebutnya sebagai serial yang bernilai sangat tinggi, dan didukung oleh para pemain yang sangat tepat dalam membawakan peran mereka. Pendekatan penulis atas karakter Batman dari sudut pandang yang berbeda pun ditanggapi dengan sangat positif karena berbeda dengan film-film Batman yang lain.

David Mazouz - pemeran Bruce Wayne kecil - sebelumnya bermain sangat mengesankan dalam serial televisi Touch sebagai Jake Bohm, anak Kiefer Sutherland yang bisu namun cerdas.

Jada Pinkett Smith - yang tidak lain adalah istri Will Smith - dipercaya memerani karakter Fish Mooney, sang bos mafia yang bekerja sama dengan detektif Harvey Bullock dan bekerja di bawah Carmine Falcone.




Di minggu terakhir September ini, saya akan ulas film yang akan tayang di bulan Oktober mendatang. Dibandingkan bulan ini, sepertinya bulan Oktober lebih banyak film menarik yang patut dicatat dalam agenda sebagai Film Wajib Tonton.

Oke.... daripada panjang-panjang pembukaannya, kita mulai saja ya....


ANNABELLE
Tanggal Rilis   : 3 Oktober 2014
Sutradara         : John R. Leonetti
Pemeran           : Annabelle Wallis, Alfre Woodoar, Eric Ladin, Brian Howe

Akhirnya film Annabelle dirilis juga dan bisa ditonton bulan ini. Film ini merupakan film prekuel dari The Conjuring (2013), film horor yang mendapat gelar "Film Horor Paling Seram" tahun itu. Siapa Annabelle? Dia tidak lain adalah nama sebuah boneka terkutuk. Dalam dunia nyata, boneka terkutuk bernama Annabelle memang ada, dan film ini memang diangkat dari kisah nyata tersebut. Namun tentu saja, untuk keperluan pembuatan film, boneka yang digunakan bukan boneka Annabelle yang sebenarnya.

Film ini mengangkat cerita beberapa bulan sebelum kejadian di film The Conjuring. John Horton (diperani Ward Horton) dan istrinya, Mia Gordon (Annabelle Wallis), sedang menantikan kelahiran anak pertama mereka. Satu waktu, John menemukan sebuah boneka lucu yang kemudian dibelinya untuk mainan anaknya saat lahir nanti.

Satu malam, rumah mereka tiba-tiba dimasuki oleh anggota Sekte Pemuja Setan, yang menganiaya John dan Mia dengan sangat brutal. Tidak hanya itu, para anggota sekte tersebut juga melakukan ritual dengan memasukkan roh jahat ke dalam boneka yang dibeli John. Dan boneka Annabelle pun akhirnya menjadi boneka mengerikan yang tidak saja hidup, namun juga menyebarkan kengerian dan ketakutan pada siapapun yang memilikinya.

Mengikuti tradisi dan kengerian yang ditampilkan The Conjuring, maka film Annabelle ini pun dipastikan memiliki tingkat kengerian yang setara dengan film terdahulunya. Jadi, kalau nonton The Conjuring saja Anda tidak berani, jangan coba-coba nonton Annabelle.



GONE GIRL
Rilis Tanggal : 3 Oktober 2014
Sutradara       : David Dincher
Pemeran         : Ben Affleck, Rosamund Pike, Neil Patrick Harris, Tyler Perry, Kim Dickens

David Fincher adalah sutradara yang pernah dinominasikan sebagai Sutradara Terbaik untuk film The Curious Case of Benjamin Button (2008) dan memenangkan penghargaan Golden Globe Award untuk Kategori Best Director untuk film The Social Network (2010). Belakangan, Fincher dikenal publik sebagai sutradara yang getol mengadaptasi novel-novel penulis populer ke layar lebar.

Film terbaru yang diadaptasinya adalah film ini yang aslinya merupakan novel karya Gillian Flynn yang diterbitkan tahun 2012. Didukung oleh Ben Affleck, Rosamund Pike, Neil Patrick Harris, dan Tyler Perry, film bergenre drama-misteri yang cukup menegangkan ini mengisahkan tentang Nick Dune (dipernai Ben Affleck) dan Amy Elliot-Dunne (Rosamund Pike), sepasang suami-istri yang pindah dari New York ke North Carthage, Missouri, setelah karir Nick sebagai jurnalis kandas. Di kota kecil itu, mereka membuka bar kecil untuk menghidupi keluarga mereka.

Di perayaan ulang tahun pernikahan kelima mereka, Amy tiba-tiba menghilang. Nick tiba-tiba menjadi tersangka utama setelah polisi menemukan banyak bukti dan fakta : selain pernikahan mereka sedang tidak harmonis, Nick sedang butuh banyak uang untuk menjalankan bisnisnya dan secara "kebetulan" baru menaikkan uang asuransi jiwa untuk istrinya. Yang lebih membuat polisi curiga adalah wajah Nick yang sangat tenang. Benarkah Nick membunuh istrinya? Jika ya, di manakah mayat Amy disembunyikan?

Naskah film berdurasi 149 menit ini sebenarnya telah dibuat oleh Gillian Flynn sejak tahun 2011 dan ditawarkan ke banyak produser. Reese Witherspoon - aktris dan produser Hollywood - juga menerima naskah itu dan sudah tertarik untuk memproduksinya. Baru pada tahun 2013, proses produksi film ini bisa terwujud.

Gone Girl mendapatkan respon yang sangat positif dari para kritikus film saat ditayangkan di 52nd New York Film Festival beberapa waktu lalu. Tidak hanya itu, berbagai media dan majalah film dunia pun memuji film ini karena ketajaman dalam pengolahan alur ceritanya. Untuk penggemar film berkualitas, film ini benar-benar sangat tidak boleh dilewatkan.



LEFT BEHIND
Rilis Tanggal : 3 Oktober 2014
Sutradara       : Vic Armstrong
Pemeran         : Nicolas Cage, Cassi Thomson, Chad Michael Murray, Nicky Whelan, Jordin Sparks

Sepertinya belakangan ini Nicolas Cage kurang beruntung dalam memilih peran. Film-film yang diperaninya seperti The Sorcerer's Apprentice (2010), Season of The Witch (2011), Drive Angry (2011), Trespass (2011), dan termasuk Ghost Rider (2007 & 2012), semuanya terbilang gagal. Namun sepertinya di film ini Cage sepertinya mampu membuat bintangnya bersinar lagi.

Left Behind merupakan film thriller yang cukup fenomenal dan legendaris. Diangkat dari novel berjudul sama (yang telah terjual sebanyak milyaran kopi di seluruh dunia dan telah dibuat dalam beberapa sekuel serta spin-off), Left Behind berkisah tentang kejadian misterius yang terjadi di dunia ini.

Satu ketika, jutaan penduduk di dunia tiba-tiba menghilang. Yang tertinggal hanyalah pakaian dan barang milik mereka. Akibat orang-orang yang menghilang secara misterius itu, dunia menjadi gempar. Pada saat itu, Ray Steele (Cage) - seorang pilot pesawat jumbo jet komersial - sedang membawa pesawat yang terdiri dari ratusan penumpang. Secara mendadak, orang-orang di dalam pesawatnya pun satu-persatu hilang begitu saja. Hal ini menimbulkan kepanikan yang menyebabkan pesawat yang dibawa Steele.

Sementara itu, Chloe Steele (Cassi Thomson) - anak Ray - terjebak di tengah kekacauan. Ibu dan adiknya hilang entah ke mana. Ke manakah semua orang? Mengapa mereka bisa menghilang tiba-tiba? Apa latar belakang semua kejadian ini?

Sebelumnya Left Behind sudah pernah diadaptasi dalam bentuk film layar lebar tahun 2005. Film tersebut diperani oleh Kirk Cameron, Brad Johnson, Gordon Currie, dan Clarence Gilyard, serta disutradarai Vic Sarin. Berbeda dengan versi tahun 2014, film bersi 2005 lebih berfokus pada peran jurnalis Cameron "Buck" Williams yang menyidiki kasus menghilangnya orang-orang di dunia. Meski demikian, baik film versi 2005 maupun 2014 sama-sama setia pada alur cerita novelnya. Dan tentu saja, kalau bicara soal efek khusus, Left Behind yang sekarang jauh lebih baik dan keren dibandingkan versi sebelumnya.



ALEXANDER AND THE TERRIBLE, HORRIBLE, NO GOOD, VERY BAD DAY
Rilis Tanggal : 10 Oktober 2014
Sutradara       : Miguel Arteta
Pemeran         :Steve Carell, Jennifer Garner, Ed Oxenbould

Diangkat dari cerita anak-anak berjudul sama karya Judith Viorst yang diterbitkan tahun 1972, film drama-komedi-keluarga yang diproduseri Walt Disney ini sudah dapat dipastikan akan mengocok perut penontonnya hingga sakit.

Film ini mengisahkan tentang Alexander Cooper (Ed Oxenbould), seorang anak berusia 11 tahun yang mengalami hari yang tidak menyenangkan. Dia mengawali hari dengan mendapati rambutnya tertempel permen karet, kemudian dilanjutkan dengan rentetan kejadian yang membuatnya frustrasi. Dia menceritakan kejadian buruknya itu pada keluarganya. Yang mengejutkan : Alexander kemudian mendapati bahwa para anggota keluarganya pun mengalami hal buruk, bahkan lebih buruk darinya.

Film ini memberikan pesan moral kepada para penonton, bahwa setiap orang punya hari-hari buruk. Meski demikian, tidak berarti hidup menjadi kiamat, namun justru mengajari kita untuk bisa mensyukuri hari-hari indah yang pernah kita alami, dan menjadikan hari-hari buruk sebagai pengalaman hidup.



DRACULA UNTOLD 
Rilis Tanggal : 10 Oktober 2014
Sutradara       : Gary Shore
Pemeran         :Luke Evans, Sarah Gadon, Dominic Cooper, Samantha Barks

Tren mengangkat cerita klasik menjadi cerita baru yang jauh berbeda dari aslinya kini makin marak dilakukan. Jika beberapa waktu lalu kita menonton film I, Frankenstein (2013) yang mengangkat cerita Monster Frankenstein dengan sudut pandang yang jauh berbeda dari novel aslinya, maka kini muncul film ini yang mengangkat latar belakang dan kehidupan Count Dracula dari sudut pandang yang juga jauh berbeda (meski setia pada alur cerita yang digambarkan dalam novel Dracula karya Bram Stoker).

Film ini mengangkat kehidupan Kaisar Vlad III atau Vlad III Tepes yang juga dikenal dengan nama Vlad The Impaler yang hidup pada tahun 1431 - 1477. Kaisar Vlad (Luke Evans) memeritah di Kerajaan Transylvania yang di masa itu mendapat ancaman dari Sultan Mehmed II yang meminta Kaisar Vlad menyerahkan 1,000 remaja (termasuk anak Vlad) untuk menjadi anggota pasukannya.

Demi menyelamatkan anak dan kerajaannya, Kaisar Vlad pergi ke Broken Tooth Mountain untuk meminta pertolongan Caligula, Iblis dari Masa Lalu, yang memberinya kekuatan 100 orang dan kecepatan laksana bintang jatuh untuk menghabisi musuh-musuhnya. Dengan memiliki kekuatan tersebut, Vlad akan menjadi orang  yang haus darah dan akan diperbudak oleh nafsu hausnya untuk meminum darah manusia. Kekuatan - dan kutukan - inilah yang kelak membuat Kaisar Vlad dikenal dunia sebagai Raja Vampir Pengisap Darah bernama Dracula.



FURY
Rilis Tanggal : 17 Oktober 2014
Sutradara       : David Ayer
Pemeran         : Brad Pitt, Shia LaBeouf, Logan Lerman, Jon Bernthal, Michael Pena, Scott Eastwood

Jarang-jarang bisa menyaksikan film perang di layar lebar. Dan kita cukup beruntung jika tahun ini ada lagi film perang fenomenal yang akan dirilis di layar lebar.

Bersetting masa Perang Dunia Kedua, pada bulan April 1945, Tentara Aliansi Amerika Serikat saat itu sedang melakukan pertempuran untuk menyudutkan tentara Nazi Jerman. Pasukan 2nd Armored Division yang dipimpin Sersan Don "Wardaddy" Collier (Brad Pitt) bersama pasukan Tank M4A3E8 Sherman yang dijuluki "Fury" kemudian mendapat tugas untuk menghancurkan garis belakang Nazi untuk memudahkan tentara aliansi membabat habis Tentara Nazi. Dengan hanya beranggotakan 5 orang kru dan senjata yang sangat terbatas, Wardaddy harus berhadapan dengan ribuan Tentara Nazi yang siap menghabisinya.

Ini adalah sebuah film heroik yang sepertinya bakal menguras emosi para penonton.


OUIJA 
Rilis Tanggal : 24 Oktober 2014
Sutradara       : Stiles White
Pemeran         : Daren Kagasoff, Douglas Smith, Olivia Cooke, Ana Coto, Vivis Combetti

Selain Annabelle, film horor lain yang patut ditunggu kehadirannya adalah film ini. Awalnya, film ini hanyalah film horor indie yang dibuat dengan bujet murah. Namun di luar dugaan, pasca produksi film ini banyak diminati oleh perusahaan distribusi besar dan berusaha untuk mendapatkan hak edarnya. Alhasil, Universal Pictures berhasil mendapatkan hal edar film ini.

Ceritanya cukup menarik : Sekelompok remaja dengan iseng memainkan permainan Papan Ouija tua yang mereka temukan. Permainan yang tadinya hanya iseng saja, berubah menjadi menegangkan, ketiga salah seorang teman mereka yang ikut dalam permainan itu tewas dengan sangat mengerikan dalamn sebuah kecelakaan. Dari sana mereka baru sadar kalau mereka baru saja menghidupkan kekuatan gelap yang selama ini terkubur di dalam Papan Ouija tua tersebut.

Tidak ada cara lain. Mereka harus bertarung melawan waktu untuk bisa mengetahui cara mematikan kembali kekuatan gelap pada Papan Ouija itu, sebelum mereka semua tewas dibantai oleh Roh Jahat dari papan tersebut.




Film produk Tanah Air ini bakal bikin penonton banjir air mata di bulan Oktober nanti. Sangat mengharukan dan benar-benar merupakan film yang wajib tonton. Film ini sendiri diangkat dari novel berjudul sama karya Agnes Davonar yang cukup sukses di pasaran.


Kisahnya sebenarnya sederhana, namun sarat adegan emosional. Angel (diperani Adila Fitri), gadis berusia 15 tahun, punya seorang kakak bernama Hendra (Ali Mensan) yang terlahir dengan keterbelakangan mental. Sejak kecil, Angel sudah sangat membenci kakaknya, karena gara-gara sang kakak, Angel selalu diejek teman-temannya dengan panggilan "Si Idiot". Namun Hendra tetap menyayangi adiknya dan selalu berusaha ada untuk sang adik.

Dalam kehidupan remaja, tentu ada juga cerita kisah cintanya. Adalah Aji (Aaron Ashad), seorang remaja tampan yang menyukai Angel. Sementara itu ada Agnes (Kimberly Ryder), teman sekolah Angel yang juga jatuh hati pada Aji. Mengetahui Aji punya hati pada Angel, dan sepertinya Angel juga merespon dengan positif uluran cinta Aji, Agnes pun berusaha sangat keras untuk merebut hati Aji. Puncaknya adalah saat pesta ulang tahun Aji, di mana dalam acara itu, Aji mengadakan pemilihan Ratu dalam acara tersebut.

Pesta yang tadinya berjalan mulus, berubah ricuh gara-gara kehadiran Hendra yang mempermalukan Angel. Padahal kehadirannya ke pesta itu hanya gara-gara ingin mengantarkan kado yang tertinggal. Angel yang malu, lari meninggalkan pesta. Namun dia mengalami kecelakaan dan berada dalam kondisi kritis. Melihat adik tercintanya berada dalam kondisi kritis, Hendra melakukan hal yang tidak terduga demi menyelamatkan adiknya. Dan itu berarti, nyawa pun dia serahkan pada Angel, demi kesembuhan sang adik.

Film yang disutradarai Alyandra ini akan tayang tanggal 3 Oktober 2014 mendatang. Banyak orang yang memberikan respon positif terhadap film ini. Dan sepertinya bisa dipastikan film ini akan menjadi salah satu film box-office Indonesia di bulan Oktober ini.

Ada banyak serial baru dari stasiun televisi Korea Selatan yang beredar. Dan rasanya ga ada salahnya jika saya memilihkan beberapa serial terbaik dan populer yang mungkin bisa jadi referensi tontonan Anda.


1. THE IDLE MERMAID (잉여공주; Ingyeo gongju )
Ditayangkan     : tvN
Tanggal tayang : 7 Agustus - 20 November 2014
Total episode    : 16

Dikenal pula dengan judul Surplus Princess atau The Mermaid, serial fantasi-roman-komedi ini mengadaptasi cerita The Little Mermaid karya Hans Christian Anderson yang settingnya dibuat di kehidupan masyarakat Korea masa kini.

Adalah Aileen (Jo Bo Ah), seorang Putri Duyung yang jatuh cinta pada Kwon Shi Kyung (Song Jae Rim), seorang pria manusia yang berprofesi sebagai chef yang sangat populer. Saat sedang melakukan shooting di pinggir sungai, Shi Kyung terpeleset dan jatuh ke dalam air. Aileen yang saat itu berada di dekat lokasi, segera menolong Shi Kyung dan mengangkatnya ke permukaan air.

Agar dapat bertemu Shi Kyung kembali, diam-diam Aileen mencuri cairan sihir yang dapat mengubahnya menjadi manusia. Namun kemudian, Aileen baru mengetahui bahwa dia hanya punya waktu 100 hari untuk bisa mendapatkan cinta sejatinya. Jika tidak, maka dia akan mati dan berubah menjadi gelembung air. Aileen menggunakan identitas dan nama palsu Kim Ha Ni dan menetap di sebuah rumah yang tidak jauh dari kediaman Shi Kyung.

Ternyata untuk mendapatkan cinta Shi Kyung tidak semudah yang diduga. Karena ada Yoon Jin Ah (Park Ji Soo), seorang pekerja magang yang juga jatuh hati pada Shi Kyung. Sementara itu, tetangga Aileen, yaitu Lee Hyun Myung adalah mantan kekasih Yoon Jin Ah dan ingin kembali lagi ke hati Jin Ah. Dengan bantuan sahabatnya, Ah Ma Nyeo (Ahn Gil Kang), Aileen berusaha untuk mendapatkan cinta Shi Kyung sekaligus mengembalikan hubungan cinta Jin Ah dan Hyun Myung. Mungkinkan itu terjadi dalam 100 hari?



2.WHAT'S WITH THIS FAMILY (가족끼리 왜 이래; Gajokggiri Wae Irae)
Ditayangkan     : KBS2
Tanggal tayang :16 Agustus 2014 - 1 Februari 2015
Total episode    :50

Serial yang dikenal juga dengan judul What Happens to My Family? ini merupakan serial yang cukup menarik karena mngangkat nilai-nilai kekeluargaan yang sudah mlai dilupakan banyak orang, terutama generasi masa kini.

Cha Soon Bong (diperani Yoo Dong Geun) adalah seorang ayah yang tinggal dengan anak-anaknya. Namun anak-anaknya tersebut ternyata tidak pernah menghargai Soon Bong sebagai seorang ayah. Satu waktu, tindakan anak-anaknya tersebut sudah diluar batas, sehingga Soon Boong mengambil langkah yang cukup ekstrim : menuntut anak-anaknya ke pengadilan karena perilaku mereka yang tidak menghargai orang tuanya sendiri.

Selain Yoo Dong Geun, pemeran lain dalam serial ini adalah Kim Hyun Joo, Yoon Park, Park Hyung Shik, Yang He Kyung, dan Kim Jung Nan.

Serial ini berusaha mengajarkan anak-anak remaja dan pemuda agar bisa menerima dan menghargai orang tua mereka. Selain itu, serial ini juga memilii pesan moral bahwa masing-masing anggota keluarga harus saling menghargai. Rahasia kebahagiaan keluarga tidak terletak pada banyaknya harta, tetapi kerendahan hati untuk mengasihi anggota keluarga.

Serial ini banyak mengundang perhatian para penonton di Korea Selatan. Terbukti rating serial ini selalu berada di posisi 1 - 2 saja. Luar biasa.



3. MY SECRET HOTEL (마이 시크릿 호텔; Mai Sikeurit Hotel)
Ditayangkan     : tvN
Tanggal tayang : 18 Agustus - 14 Oktober 2014
Total episode    :16

Serial bergenre drama-misteri-romantis ini mengisahkan tentang terjadinya pembunuhan di sebuah hotel besar, di mana pada saat bersamaan hotel tersebut sedang bersiap-siap untuk mengadakan sebuah acara pesta pernikahan yang cukup megah.

Cerita diawali saat Nam Sang Hyo (diperani Yoo In Na), seorang manager Departemen Pernikahan di sebuah hotel mewah, bertemu dengan klien bernama Koo Hae Young (Jin Yi Jan), yang tidak lain adalah mantan suaminya. Mereka pernah menikah 7 tahun silam, namun bercerai setelah menikah kurang dari 100 hari. Akibatnya pernikahan mereka tidak pernah diakui dan mereka tidak pernah mendapatkan surat pernikahan resmi. Kedatangan Hae Young di hotel tersebut, bersamaan dengan terjadi kasus pembunuhan.

Sementara itu,Jo Sung Gyum (Nam Goong Min), Direktur hotel tersebut yang juga Atasan Sang Hyo, ternyata jatuh hati pada Sang Hyo. Namun pada saat itu, Eun Joo (Lee Young Eun), Manager Public Relation, juga jatuh hati pada sang Direktur. Eun Joo adalah wanita karir yang sangat ambisius dan akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.

Kasus pembunuhan yang terjadi tidak saja menjadikan nama baik hotel menjadi taruhan, tetapi juga orang-orang di dalam hotel menjadi tersangka dan karir mereka berada di ujung tanduk. Siapakah pelaku pembunuhan tersebut dan apa motifnya?



4. DISCOVERY OF LOVE ( 연애의 발견; Yeonaeui Balgyeon)
Ditayangkan     : KBS2
Tanggal tayang : 18 Agustus - 7 Oktober 2014
Total episode    :16

Serial yang super kocak sampe bikin sakit perut ini mengisahkan tentang Ha Yeo Reum (Jung Yu Mi), adalah seorang designer furnitur yang berbagi tempat kerja dengan designer lain. Sudah tiga tahun terakhir, wanita cantik ini berpacaran dengan Nam Ha Jin (Sung Joon), seorang dokter bedah plastik yang sangat baik dan sopan.

Hubungan cinta mereka tiba-tiba terusik ketika mantan kekasih Yeo Reum, Kang Tae Ha (Eric Mun) tiba-tiba muncul. Tae Ha yang dulu bukan siapa-siapa, kini telah menjadi CEO dari perusahaan interior design, dan menjadi klien Yeo Reum. Yeo Reum mau tidak mau harus bekerja sama dengan mantan kekasihnya itu. Cinta lamanya yang tadinya sudah padam, mendadak terpercik kembali dan membuatnya mempertanyakan hubungannya dengan Ha Jin.

Diam-diam, Ahn Ah Rim (Yoon Jin Yi), sahabat Ha Jin semasa kecil, ternyata memendam perasaan pada Ha Jin sejak mereka masih kecil. Namun Ah Rim tidak berani mengungkapkan perasaannya dan hanya bisa berharap sahabatnya itu mengetahui isi hati terdalamnya yang sebenarnya.

Serial ini ternyata cukup banyak digandrungi penonton Korea Selatan, karena rating setiap episode serial ini berkisah antara 4 - 6. 



5. RESET (리셋 ; Riset)
Ditayangkan     :OCN
Tanggal tayang : 24 Agustus - 16 Oktober 2014
Total episode    : 10

Seung Hee (diperani Kim So Hyun), kekasih Cha Woo Jin (Chun Jung Myung), tewas dibunuh 15 tahun silam. Terobsesi untuk menemukan pembunuh kekasihnya itu, Woo Jin kemudian bekerja sebagai Jaksa dan mendedikasikan hidupnya untuk memenjarakan pelaku pembunuhan tersebut.

Sepuluh hari sebelum kasus pembunuhan Seung Hee dimatikan oleh Negara, Woo Jin bertemu dengan seorang gadis SMA bernama Jo Eun Bi yang memiliki kemiripan dengan Seung Hee. Petemuan dan hubungannya dengan Eun Bi, menyadarkan Woo Jin kalau dia ternyata sudah sangat dengan sang pembunuh. Dan sang pembunuh menyadari hal itu, sehingga kini mengincar nyawa Eun Bi. Akankah kejadian 15 tahun silam terulang kembali?



6. PLUS NINE BOYS (아홉수 소년; Ahobsu Sonyeon)
Ditayangkan     : tvN
Tanggal tayang : 29 Agustus - 18 Oktober 2014
Total episode    : 16

Serial drama komedi ini mengisahkan tentang 4 orang dengan usia 9, 19, 29, dan 39 yang masing-masing menghadapi tantangan dalam hidup mereka. Dalam budaya Korea, dipercaya bahwa apapun yang berhubungan dengan 9 (Gu) selalu membawa kesialan. Hal ini juga terjadi pada usia.

 Koo Gwang Soo (diperani Oh Jung Se), 39 tahun, adalah seorang Production Director dari sebuah program musik ternama di Korea Selatan. Namun karirnya langsung hancur ketika band indie yang diusungnya membuat ulah dengan membuka celana mereka di atas panggung saat acara live-music sedang berlangsung. Acara yang ditayangkan ditelevisi secara langsung tersebut sontak membuat heboh masyarakat Korea (cerita ini diangkat dari kejadian sebenarnya yang pernah terjadi di MBC pada tahun 2005).

Kang Jin Gu (Kim Young Kwang), 29 tahun, adalah keponakan dari Kwang Soo. Dia adalah seorang Tour Planner dan bekerja di sebuah Agen Travel terbesar di Korea. Meski disukai banyak wanita, namun Jin Gu memilih untuk mencintai rekan kerjanya yang cantik dan berasal dari desa sederhana bernama Se Young (Kyung Soo Jin). Masalahlah. sahabat terbaiknya Park Jae Bum (Kim Hyun Joon) juga jatuh hati pada Se Young.

Kang Min Gu (Yook Sung Jae), 19 tahun, juga adalah keponakan Kwang Soo. Dia adalah siswa SMA yang temperamental dan atlet judo. Namun satu waktu, dia harus kehilangan medali emas gara-gara sakit perut dan mencret di celana saat pertandingan semi-final berlangsung. Sejak kejadian memalukan tersebut, peringkat judonya turun drastis. Min Gu lalu  jatuh hati pada seorang gadis bernama Han Soo Ah (Park Cho Rong) dan yakin kalau gadis itu ditakdirkan untuk hidup bersama dengannya. Masalahnya, hampir semua teman sekolahnya juga jatuh hati dengan Soo Ah, dan punya pikiran yang sama seperti Min Gu. 

Kang Dong Goo (Choi Ro Woon), 9 tahun, adalah juga keponakan Kwang Soo. Dia adalah aktor anak-anak yang sukses menjadi bintang iklan produk makanan gara-gara hasrat makannya yang luar biasa. Namun bintangnya tiba-tiba meredup ketika perusahaan iklan memilih aktor lain yang lebih muda, tampan, dan punya nafsu makan yang jauh lebih baik darinya. Dong Goo diam-diam sudah berkencan dengan Jang Baek Ji (Lee Chae Mi) selama dua tahun terakhir, namun Baek Ji malah memutuskan hubungan dengan Dong Goo dan memilih aktor pengganti Dong Goo yang lebih tampan. Hadeuh.....



Butuh 3 tahun lamanya bagi saya untuk mencari film ini. Beneran. Saya sudah tahu soal kedasyatan film ini sejak film ini dirilis tahun 2011 silam. Tapi untuk bisa mendapatkan film ini bukanlah perkara mudah. Selain tidak beredar secara utuh dalam bentuk DVD bajakan (yang beredar hanya seri pertamanya saja), DVD originalnya pun tidak beredar di Indonesia mengingat konten film ini sangat brutal dan sadis.

Beruntunglah akhirnya semalam saya berhasil mendapatkan film ini secara "kebetulan" dan menontonnya hingga tuntas.

Warriors of the Rainbow : Seediq Bale merupakan film kolosal produksi Taiwan. Disutradarai Wei Te Sheng dan diproduseri John Woo, film ini mengangkat kisah nyata kepahlawanan Mona Rudao, pemimpin suku Seediq - sebuah suku pedalaman asli Taiwan - yang juga dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional Taiwan.

Durasi total film ini terbilang cukup panjang (4.5 jam). Saat dirilis, film ini dibagi dalam 2 bagian. Bagian pertama berjudul The Sun Flag dan bagian kedua berjudul The Rainbow Bridge.

Bagian pertama mengisahkan tentang berhasilnya Jepang menguasai Taiwan berkat Perjanjian Shimonoseki (1895). Saat mendarat di Taiwan, Jepang menyadari bahwa ada banyak suku pedalaman yang tinggal di hutan rimba Taiwan yang sangat luas kala itu. Karena suku tersebut sangat banyak dengan populasi yang sangat besar, serta dikuatirkan dapat mengganggu proses penjajahan,, maka Jepang memutuskan untuk mengendalikan mereka.

Di daerah pegunungan, terdapat Suku Seediq. Suku ini terbagi ke dalam 12 kelompok, yang mana ada 2 kelompok yang sudah bertahun-tahun bermusuhan, yaitu Kelompok Mahebu dan Toda. Adalah Mona Rudao dari Mahebu berseteru dengan Temu Walis dari Toda yang melanjutkan perseteruan abadi itu saat mereka memperebutkan daerah perburuan. Di tengah perselisihan tersebut, Jepang masuk dan menguasai perkampungan Seediq.

Dua puluh tahun kemudian, Pemerintah Jepang mendirikan Kota Wushe di kaki Gunung Shilai, kawasan yang dulunya milik Suku Seediq. Masyarakat Suku Seediq dijadikan buruh angkat kayu yang digaji murah serta diperlakukan tidak pantas oleh orang Jepang. Mona Rudao yang kala itu sudah diangkat sebagai Kepala Suku Mahebu juga diperlakukan sama. Diam-diam, dia telah menyusun rencana untuk memerdekakan sukunya. Mona mendekati 12 Kepala Suku Seediq agar bisa mendukungnya dalam pemberontakan pada Jepang, namun hanya 5 yang bersedia ikut. Dengan total 300 orang pendukung, pada tanggal 27 Oktober 1930, Mona Rudao dan Suku Seediq membantai para penduduk Kota Wushe - total 130 penduduk - yang mayoritas orang Jepang. Kejadian menjadi awal dari insiden yang dikenal Masyarakat Taiwan sebagai Insiden Wushe.

Bagian Kedua merupakan lanjutan dari Insiden Wushe. Setelah membumi-hanguskan Kota Wushe, Mona Rudao memimpin pasukannya melakukan gerilya di hutan untuk menghabisi tentara Jepang. Sementara itu, berita pemberotakan Suku Seediq didengar oleh Pemerintah Jepang yang ada di Taipei, sehingga mereka mengutus 3,000 orang tentaranya untuk menghadapi 300 orang Suku Seediq. Namun dengan kemampuan bertempur di tengah hutan, Suku Seediq justru mampu mengalahkan tentara Jepang yang bersenjata lengkap.

Jepang semakin kalap dan membombardir hutan untuk memancing Suku Seediq keluar. Dalam kondisi terjepit dan sudah tidak mungkin menang, sebagian wanita Suku Seediq yang putus asa memilih bunuh diri bersama anak-anak mereka. Sementara Mona Rudao terus memimpin kelompoknya untuk bertempur melawan Jepang dan menguasai kembali wilayah Mahebu miliknya.

Sementara itu, Temu Walis dan kelompoknya menolong Jepang untuk mengalahkan pasukan Mona Rudao. Dengan kekuatan yang cukup seimbang, kedua kelompok itu bertarung di tengah hutan. Tapi dalam sebuah pertempuran frontal, Temu Walis tewas di tangan Piho Sapo, orang kepercayaan Mona Rudao. Sementara itu, pasukan Mona Rudao makin tersudut oleh pasukan Jepang, yang memaksa mereka akhirnya melakukan tindakan yang tidak terduga yang kelak membuat mereka dikenal sepanjang masa sebagai Pahlawan Taiwan.

Film ini mengingatkan saya pada film Tjut Nya' Dien karena adegan perang di dalam hutannya yang cukup memikat. Film ini juga mengingatkan saya pada film The Last of the Mohichans dan 300 karena alurnya yang mirip seperti kedua film tersebut.

Film Warriors of the Rainbow : Seediq Bale merupakan film yang sangat sadis dan brutal karena menampilkan fakta otentik tentang cara membunuh Suku Seediq, yaitu memenggal kepala musuhnya. Jadi jangan kaget jika lebih dari setengah adegan pertempuran, Anda akan menyaksikan banyak adegan penggal kepala dan gorok leher.

Meski menampilkan banyak kekejaman, film ini juga menampilkan banyak adegan yang mengharukan. Ditambah dengan musik latar - yang kebanyakan lagu tradisional Suku Seediq - menambah suasana haru dalam film tersebut.

Secara umum, film ini saya katakan sangat menarik. Alurnya yang cepat, serta penggambaran perilaku orang Jepang memperlakukan Suku Seediq yang mereka jajah, sedikit-banyak membuat saya hampir menitikkan air mata karena terharu. Untuk menampilkan film ini otentik dan nyata, bahasa yang digunakan sepanjang film adalah bahasa Seediq dan Jepang.


ABOUT "SEEDIQ BALE" 
Suku Seediq adalah salah satu suku pedalaman Taiwan yang tinggal di daerah Nantou dan Hualien. Bahasa daerah mereka adalah bahasa Seediq, sedangkan keturunan Seediq disebut Seediq Bale (yang berarti Orang Seediq). Dalam sejarah, Suku Seediq diketahui sudah ada sejak Jaman Dinasti Qing (1644 - 1912).

Menurut para antropologis, Suku Seediq memiliki kesamaan budaya dengan Suku Taiya dan punya hubungan dengan Suku Truku. Meski demikian, ketiga suku tersebut memiliki perbedaan dalam gaya hidup. Salah satu ciri khas dan hal penting dari Suku Seediq adalah penggunaan tato pada kening dan dagu yang mereka sebut "Chucao", sebuah tradisi yang dilakukan pada para pemuda yang berhasil memenggal kepala musuhnya.

Dalam sejarah, Suku Seediq dikenal sebagai Suku yang gagah berani dan merupakan suku pedalaman Taiwan pertama yang berani melawan penjajahan Tentara Jepang. Insiden Wushe yang terjadi tahun 1930 merupakan bukti keberanian dan kegigihan Suku Seediq dalam memerangi Jepang yang menjajah wilayah mereka.


DO YOU KNOW? 
Semua pemain dalam film ini mayoritas bukan aktor dan aktris profesional, tapi orang-orang keturunan suku-suku asli Taiwan. Ada pun para pemerannya adalah :
Kiri : Wajah Mona Rudao yang asli; Kanan : Lin Ching Tai pemeran Mona Rudao Tua
LIN CHING TAI (pemeran Mona Rudao Tua) : adalah seorang Pendeta Presbyterian dan tidak punya pengalaman sebagai aktor sebelumnya. Dia keturunan Suku Atayal.
DA CHING (pemeran Mona Rudao Muda) : adalah seorang model yang juga keturunan Suku Atayal.
MA CHIH HSIANG (pemeran Temu Walis) adalah aktor televisi keturunan Suku Seediq daerah Yuli, Hualien.
LI YUAN JIE (pemeran Pawan Nawi) adalah remaja SMP dan anggota tim gulat sekolah. Dia adalah anak keturunan Suku Ren-Ai daerah Nantou.
BOKEH KOSANG (pemeran Dakis Nomin) adalah aktor televisi dari Suku Truku daerah Halien.

Kota Wushe dibuat ulang dengan sangat detil sesuai dengan bentuk aslinya tahun 1930. Kota tersebut dibuat di Linkou, New Taipei City. Kota tersebut dibuat dengan biaya NT$ 80 juta dan terdiri dari 36 rumah. Setelah shooting selesai dilakukan, kota tersebut sempat dijadikan wahana wisata untuk para pengunjung dan turis sebelum dibongkar.

Pembuatan film Warriors of the Rainbow menggunakan 400 teknisi dari Jepang, Taiwan, dan Hong Kong, serta mempekerjakan 1,500 aktor non-profesional (belum pernah berakting di depan kamera sebelumnya).

Total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi kedua seri film ini adalah NT$ 750 juta (US$ 25 juta) dan merupakan film termahal yang pernah dibuat di Taiwan. Film ini mencetak box-office sebagai film terlaris dengan meraih perolehan total US$ 29 juta.

Film ini sempat mengundang beberapa kontroversi dari kalangan sejarawan Taiwan yang mempertanyakan keakuratan film ini. Meski sebagian dari mereka mengakui penggambaran perang dalam Insiden Wushe sangat nyata dan mirip dengan bukti dan catatan sejarah yang ada, namun ada beberapa bagian yang menjadi perdebatan di antara mereka. Salah satunya adalah adanya kelompok anak-anak pimpinan Pawan Nawi yang ikut berperang bersama Mona Rudao. Setelah film tersebut ditayangkan, muncul protes yang dilakukan oleh Sesepuh Suku Atayal yang menyebutkan kalau Mona Rudao bukan pahlawan seperti yang digambarkan dalam film, karena sesaat setelah Insiden Wushe, ada juga Insiden Qingshan di mana Mona Rudao ditengarai bekerja sama dengan Tentara Jepang menyerang perkampungan Suku Atayal dan menewaskan 26 wanita, anak-anak, dan orang tua. Meski banyak orang yang mengamini kejadian tersebut, namun para sesepuh dan masyarakat Suku Seediq menyebut tidak pernah mendengar ada Insiden Qingshan.

Film ini terpilih sebagai salah satu nominator di ajang Academy Awards untuk Kategori Best Foreign Languagae Film 2011. Film ini meraih penghargaan sebagai Best Feature Film dan Audience Choice Award di Ajang Taipei Golden Hoser Film Festival 2011.

Koin uang Taiwan bergambar wajah Mona Rudao
Koin mata uang Taiwan bergambar wajah Mona Rudao
Untuk menghormati perjuangan Mona Rudao, Pemerintah Taiwan membangun Patung Mona Rudao dan Monumen Insiden Wushe di Kota Nantou. Figur Mona Rudao sendiri pernah diabadikan dalam salah satu koin mata uang Taiwan.





Saya harus mengatakan kalau 2 film terakhir Donnie Yen (Special ID dan Iceman) kurang memuaskan. Kedua film tersebut sebenarnya punya potensi untuk menjadi block-buster secara internasional. Alurnya menarik, eksyennya bagus, sinematografinya pun sangat baik. Sayang, film tersebut justru keteteran dalam penyajiannya. Perubahan naskah yang terus-menerus (terutama dalam kasus film Special ID), serta kurang mampunya sutradara menjalin cerita yang menegangkan, menjadi menyebab film ini kurang mampu bicara, dan Donnie mendapatkan kritikan pedas atas kedua filmnya itu.

Tanggal 31 Oktober 2014 mendatang, film terbaru Donnie berjudul Kung Fu Jungle akan dirilis. Meski tidak mengalami perubahan skenario beberapa kali seperti yang terjadi di film Special ID, namun film ini telah mengalami beberapa perubahan judul. Awalnya, film ini berjudul Last of the Best. Kemudian berubah menjadi Kung Fu Killer. Dan terakhir berganti lagi menjadi Kung Fu Jungle.

Film ini disutradarai Teddy Chen, sutradara yang pernah bekerja sama dengan Donnie Yen di film Bodyguards and Assassins serta membawa film ini sukses secara finansial. Namun sepertinya, Teddy membuat kekeliruan dengan menggait Wang Baoqiang sebagai karakter antagonis yang akan berhadapan dengan Donnie Yen. Wang sendiri baru-baru ini menjadi "musuh" Donnie di film Iceman. Apa gara-gara dia punya kemampuan bela diri yang sepadan dengan Donnie, sehingga sudah dipertemukan kembali dengan Donnie di film berikutnya?


Premis filmnya sepertinya demikian : Donnie berperan sebagai Xia, soerang instruktur bela diri di akademi kepolisian. Satu waktu tanpa sengaja dia membunuh seseorang. Akibat hal ini, dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menjalani hukuman penjara.

Baru beberapa waktu menjalani hukuman penjara, Xia mendapat kabar bahwa di luar sana ada seorang pembunuh kejam yang mengincar dan membunuh para ahli bela diri. Banyak jagoan bela diri yang tewas dibunuh dengan kejam. Xia menawarkan diri untuk membantu menangkap sang pembunuh, dengan ganti pembebasan dirinya. Polisi setuju, dan Xia pun turun tangan mencari sang pembunuh. Dia menemukan sang pembunuh dan berhasil mengalahkannya.

Merasa Xia adalah musuh tangguh, sang pembunuh menantang Xia duel. Namun Xia menolak. Hal ini memicu kemarahan sang pembunuh, sehinga dia menculik kekasih Xia dan mengancam akan membunuhnya, kecuali Xia setuju untuk berduel sampai mati. Tidak ada pilihan lain, Xia pun menerima tantangan untuk bertarung habis-habisan dengan sang pembunuh itu.

Film yang juga diperani Charlie Young, Michelle Bai, Alex Fong, Louis Fan, dan David Chiang ini menampilkan bela diri gaya bebas (free-style martial arts) yang menjadi ciri khas film-film Donnie Yen. Berbagai gaya bela diri muncul di sini : Brazillian Jiujitsu, Kung Fu, Boxing, Muay Thai, Mongolian Wrestling, dan lain-lain. Perkelahian brutal nan sadis yang pernah ditampilkan Donnie Yen di film SPL (2005) dan Flash Point (2006) sepertinya akan muncul lagi di film ini.

Secara umum, alur demikian mengingatkan saya pada film-film eksyen Hong Kong era 1970an dan 1990an yang banyak menampilkan perkelahian duel. Meski begitu, film ini patut ditunggu mengingat aksi bela diri yang dikoreografi Donnie yang sangat enak dilihat namun juga terkesan brutal dan kejam, selalu menarik untuk ditonton. Mudah-mudahan film ini punya kualitas yang lebih baik daripada Special ID dan Iceman. Minimal setaralah dengan film SPL atau Flashpoint yang mengangkat nama Donnie Yen ke tingkat dunia.





Tanggal 11 Agusts 2014 silam, aktor dan komedian legendaris Robin Williams berpulang ke rumah Tuhan dengan cara yang tragis : Bunuh diri. Sungguh kepergiannya mengejutkan, karena dia dikenal sebagai sosok yang selalu tampil ceria, riang, dan menghangatkan suasana. Beberapa filmnya pun sangat memotivasi dan membangkitkan semangat.

Sebelum kepergiaannya, Robin Williams telah terlebih dahulu menyelesaikan 3 film layar lebar dan 1 sitkom. Karena ketiga film layar lebarnya belum ditayangkan, maka yang akan saya ulas di sini adalah sitkomnya dulu, yang berjudul The Crazy Ones.

The Crazy Ones merupakan sitkom produksi CBS yang ditayangkan 23 September 2013 - 17 April 2014. Sitkom ini sebenarnya merupakan tonggak kembalinya Robin Williams ke dunia televisi yang membesarkannya, dan serial ini merupakan seri pertama yang diperaninya setelah 31 tahun terakhir.

Dalam serial ini, Robin Williams bekerja sama dengan Sarah Michelle Gellar yang didalam serial ini berperan sebagai anak Robin.

Serial yang ceritanya ditulis dan diproduseri David E. Kelley ini mengisahkan tentang Simon Roberts (Robin Williams), seorang pemilik perusahaan periklanan Chicago yang terkenal dengan gayanya yang sangat eksentrik. Dia punya motto "mampu menjual apapun kepada siapapun". Dalam menjalankan bisnisnya, dia bekerja sama dengan anaknya, Sydney Roberts (Sarah Michelle Gellar), seorang wanita muda yang "sangat lurus" dalam menjalankan usaha, sehingga sering berseberangan pendapat dengan ayahnya yang nyeleneh. Meski demikian, saat berhadapan dengan klien, keduanya mampu bekerja sama, bahkan saling mendukung dalam menciptakan kreasi dan inovasi promosi yang unik dan keren.

Keduanya dibantu oleh staf mereka : Zach Cropper (James Wolk), seorang copywriter yang bertugas menulis promosi sebuah produk. Kemudian Andrew Keanelly (Hamish Linklater), art director yang cerdas dan pandai bicara. Serta Lauren Slotsky, asisten Sydney yang sedikit culun dan lugu namun punya emosi yang bisa meledak-ledak setiap saat.

Dalam setiap episode berdurasi 20 - 22 menit ini, mereka berhadapan dengan setiap klien yang menginginkan mereka untuk membuatkan bentuk promosi dan iklan untuk perusahaan mereka. Karena permintaan para klien unik, maka Simon dan Sydney serta para stafnya harus berpikir keras untuk bisa membuatkan bentuk iklan yang selalu berbeda dan "unik". Tidak jarang cara mereka sangat ekstrim, namun pada akhirnya disukai oleh para klien.

Jika Anda sudah sering menonton film-film Robin Williams, maka apa yang Anda tonton di seri ini bisa dikatakan tidak ada yang istimewa. Semuanya merupakan mengulangan dan kompilasi dari apa yang pernah dilakukan oleh Robin di film-film sebelumnya sepanjang karirnya. Mulai dari perubahan-perubahan suara (mengingatkan kita pada serial televisi Mork and Mindy, serta film Mrs Doubtfire), gaya kekanak-kanakan (mirip film Jack dan Jumanji), atau bahkan tutur katanya yang bersahaja dan menyentuh hati (seperti Good Will Hunting, Dad Poets Society, Patch Adams, Good Morning Vietnam, dan World According to Garth). Bagi sebagian orang, mungkin komedi Robin di serial ini bisa saja terasa "basi". Tapi mungkin juga sebenarnya serial ini merupakan pesan terakhir Robin untuk para penonton agar kita semua mengenangnya.

Secara umum, sitkom ini cukup menggelitik, meski tidak sampai bikin ketawa sampai sakit perut. Paling tidak, serial ini bisa jadi obat kangen bagi para penggemar Robin Williams.

Good bye, Robin. Make God Laugh....


DO YOU KNOW? 
Guna membuat sitkom ini menjadi sangat realistik, semua perusahaan yang tampil dalam film ini adalah perusahaan sebenarnya. Untuk itu, bagi semua perusahaan yang muncul di setiap episode, tidak perlu membayar biaya beriklan.

Kelly Clarkson bermain dalam episode pilot serial ini. Dia berperan sebagai dirinya sendiri, dan membawakan lagu "You Derserve A Break Today", salah satu lagu jingel McDonald. Lagu tersebut merupakan lagu jingel pertama McDonald yang pernah ditayangkan di televisi tahun 1973. Kelly menyanyikannya dalam versi yang sangat berbeda.

Selain Kelly Clarkson, Josh Groban juga muncul dalam sitkom ini. Dia akan berperan sebagai Danny Chase, mantan karyawan Sydney yang terobsesi pada mantan bosnya, bahkan membuat lagu untuk Sydney. Danny nantinya akan bekerja di perusahaan periklanan saingan perusahaan Simon dan mereka akan saling bersaing.

Karakter Simon Roberts ternyata sangat mirip dengan Robin Williams, di mana Simon dan Robin sama-sama pernah gagal dalam pernikahan dan sudah beberapa kali masuk rehab (Robin Williams masuk rehab karena masalah penyakit bipolar yang dideritanya, sedangkan Simon karena kecanduan minuman keras).

Pada tangggal 10 Mei 2014, pihak CBS menyatakan bahwa sitkom serial ini dihentikan produksinya karena rendahnya rating. Saat pertama kali ditayangkan, serial ini berhasil menyedot 15.5 juta penonton. Namun setelah itu, jumlah penonton terus menurun, dan di episode terakhir, serial ini hanya ditonton kurang dari 5 juta penonton. 
NewerStories OlderStories Home