Review TV Series - THE CRAZY ONES

Tanggal 11 Agusts 2014 silam, aktor dan komedian legendaris Robin Williams berpulang ke rumah Tuhan dengan cara yang tragis : Bunuh diri. Sungguh kepergiannya mengejutkan, karena dia dikenal sebagai sosok yang selalu tampil ceria, riang, dan menghangatkan suasana. Beberapa filmnya pun sangat memotivasi dan membangkitkan semangat.

Sebelum kepergiaannya, Robin Williams telah terlebih dahulu menyelesaikan 3 film layar lebar dan 1 sitkom. Karena ketiga film layar lebarnya belum ditayangkan, maka yang akan saya ulas di sini adalah sitkomnya dulu, yang berjudul The Crazy Ones.

The Crazy Ones merupakan sitkom produksi CBS yang ditayangkan 23 September 2013 - 17 April 2014. Sitkom ini sebenarnya merupakan tonggak kembalinya Robin Williams ke dunia televisi yang membesarkannya, dan serial ini merupakan seri pertama yang diperaninya setelah 31 tahun terakhir.

Dalam serial ini, Robin Williams bekerja sama dengan Sarah Michelle Gellar yang didalam serial ini berperan sebagai anak Robin.

Serial yang ceritanya ditulis dan diproduseri David E. Kelley ini mengisahkan tentang Simon Roberts (Robin Williams), seorang pemilik perusahaan periklanan Chicago yang terkenal dengan gayanya yang sangat eksentrik. Dia punya motto "mampu menjual apapun kepada siapapun". Dalam menjalankan bisnisnya, dia bekerja sama dengan anaknya, Sydney Roberts (Sarah Michelle Gellar), seorang wanita muda yang "sangat lurus" dalam menjalankan usaha, sehingga sering berseberangan pendapat dengan ayahnya yang nyeleneh. Meski demikian, saat berhadapan dengan klien, keduanya mampu bekerja sama, bahkan saling mendukung dalam menciptakan kreasi dan inovasi promosi yang unik dan keren.

Keduanya dibantu oleh staf mereka : Zach Cropper (James Wolk), seorang copywriter yang bertugas menulis promosi sebuah produk. Kemudian Andrew Keanelly (Hamish Linklater), art director yang cerdas dan pandai bicara. Serta Lauren Slotsky, asisten Sydney yang sedikit culun dan lugu namun punya emosi yang bisa meledak-ledak setiap saat.

Dalam setiap episode berdurasi 20 - 22 menit ini, mereka berhadapan dengan setiap klien yang menginginkan mereka untuk membuatkan bentuk promosi dan iklan untuk perusahaan mereka. Karena permintaan para klien unik, maka Simon dan Sydney serta para stafnya harus berpikir keras untuk bisa membuatkan bentuk iklan yang selalu berbeda dan "unik". Tidak jarang cara mereka sangat ekstrim, namun pada akhirnya disukai oleh para klien.

Jika Anda sudah sering menonton film-film Robin Williams, maka apa yang Anda tonton di seri ini bisa dikatakan tidak ada yang istimewa. Semuanya merupakan mengulangan dan kompilasi dari apa yang pernah dilakukan oleh Robin di film-film sebelumnya sepanjang karirnya. Mulai dari perubahan-perubahan suara (mengingatkan kita pada serial televisi Mork and Mindy, serta film Mrs Doubtfire), gaya kekanak-kanakan (mirip film Jack dan Jumanji), atau bahkan tutur katanya yang bersahaja dan menyentuh hati (seperti Good Will Hunting, Dad Poets Society, Patch Adams, Good Morning Vietnam, dan World According to Garth). Bagi sebagian orang, mungkin komedi Robin di serial ini bisa saja terasa "basi". Tapi mungkin juga sebenarnya serial ini merupakan pesan terakhir Robin untuk para penonton agar kita semua mengenangnya.

Secara umum, sitkom ini cukup menggelitik, meski tidak sampai bikin ketawa sampai sakit perut. Paling tidak, serial ini bisa jadi obat kangen bagi para penggemar Robin Williams.

Good bye, Robin. Make God Laugh....


DO YOU KNOW? 
Guna membuat sitkom ini menjadi sangat realistik, semua perusahaan yang tampil dalam film ini adalah perusahaan sebenarnya. Untuk itu, bagi semua perusahaan yang muncul di setiap episode, tidak perlu membayar biaya beriklan.

Kelly Clarkson bermain dalam episode pilot serial ini. Dia berperan sebagai dirinya sendiri, dan membawakan lagu "You Derserve A Break Today", salah satu lagu jingel McDonald. Lagu tersebut merupakan lagu jingel pertama McDonald yang pernah ditayangkan di televisi tahun 1973. Kelly menyanyikannya dalam versi yang sangat berbeda.

Selain Kelly Clarkson, Josh Groban juga muncul dalam sitkom ini. Dia akan berperan sebagai Danny Chase, mantan karyawan Sydney yang terobsesi pada mantan bosnya, bahkan membuat lagu untuk Sydney. Danny nantinya akan bekerja di perusahaan periklanan saingan perusahaan Simon dan mereka akan saling bersaing.

Karakter Simon Roberts ternyata sangat mirip dengan Robin Williams, di mana Simon dan Robin sama-sama pernah gagal dalam pernikahan dan sudah beberapa kali masuk rehab (Robin Williams masuk rehab karena masalah penyakit bipolar yang dideritanya, sedangkan Simon karena kecanduan minuman keras).

Pada tangggal 10 Mei 2014, pihak CBS menyatakan bahwa sitkom serial ini dihentikan produksinya karena rendahnya rating. Saat pertama kali ditayangkan, serial ini berhasil menyedot 15.5 juta penonton. Namun setelah itu, jumlah penonton terus menurun, dan di episode terakhir, serial ini hanya ditonton kurang dari 5 juta penonton. 
NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment