Movie Review - RUMAH GURITA

Sebuah film yang diangkat dari legenda perkotaan (urban legend) yang cukup fenomenal dari Bandung. Disutradarai Jose Poernomo serta diperani Shandy Aulia, Boy William, Kemal Palevi, dan Maria Sabta, film drama horor yang akan tayang tangal 30 Oktober 2014 ini mengisahkan tentang kehidupan seorang remaja bernama Selina (Shandy Aulia) yang memiliki indra keenam.

Sejak kecil, Selina sudah memiliki kemampuan luar biasa yang mampu melihat dan merasakan hal-hal di luar nalar orang normal. Namun gara-gara kemampuannya ini, dia dikucilkan oleh teman-temannya. Parahnya lagi, ketika kekasihnya tahu kemampuannya, Selina pun diputus begitu saja. Melihat kondisi adiknya yang kurang baik, Kakak (Kemal Palevi) dan istrinya (Maria Sabta) memutuskan untuk memindahkan Selina dari Jakarta ke Bandung, agar Selina dapat memulai hidup baru di tempat baru.

Selina setuju dan pindah ke Bandung. Dia tinggal di rumah peninggalan orang tuanya. Rumah tersebut cukup "aneh" karena memiliki patung gurita raksasa di atas rumah. Selain itu desain interiornya pun terbilang tidak lazim. Yang lebih aneh lagi adalah nomer rumahnya, yaitu 666. Di rumah itu, Selina berkenalan dengan Rio (Boy William) yang kemudian menjelaskan kepada Selina tentang latar belakang rumah. Selain itu, Selina diharuskan menyiapkan sesaji kepada penunggu rumah setiap malam Jumat. Jika tidak, maka nyawanya akan terancam.

Secara umum, kalau bisa saya katakan, alur cerita yang digunakan tergolong cukup "basi". Tidak ada hal "modern" yang diangkat dalam film ini, tapi justru pengulangan dari film-film horor yang pernah ada. Parahnya lagi, pakem cerita yang digunakan adalah pakem cerita horor era 70 - 80an, yang bisa dibilang sudah "sangat ketinggalan jaman". Penggunaan sesaji untuk penunggu rumaah di setiap Malam Jumat, penggunaan angka 666 sebagai angka keramat, rumah dengan dekorasi gotik, serta cerita legenda rumah tua, merupakan cerita yang umum digunakan di film era 80an tersebut. Sehingga saat digunakan lagi di masa sekarang,terkesan sangat aneh ....

Cukup memprihatinkan sekali jika pada akhirnya film ini hanya menjadi film horor "biasa-biasa" saja. Padahal legenda tentang Rumah Gurita yang ada di Bandung ini sudah sangat kesohor. Patut disayangkan jika pada akhirnya film ini dibuat tidak secara optimal. Padahal banyak hal yang bisa digali dan diulik dari legenda Rumah Gurita yang sudah melegenda ini, seperti sejarah pembangunan rumahnya, adanya kematian dan pembunuhan misterius yang pernah terjadi di dalam rumah, atau apapun. Intinya banyak hal yang bisa diangkat lagi dari Rumah Gurita, daripada hanya sekedar menyediakan sesaji di Malam Jumat Kliwon (yang ceritanya sering untuk film-film lawasnya Suzanna ....)

Jangan berharap film ini sekelas film horor rumah berhantu seperti Amytiville Horor yang legendaris, Insidious, atau bahkan The Conjuring. Levelnya jauuuuhhhh.....

Buat Anda yang hanya sekedar ingin melihat wajah cantik Shandy Audia atau si ganteng Boy William, bolehlah menonton film ini. Anda akan puas menatap wajah mereka selama 90 menit. Tapi jika mengharapkan film horor yang bisa memacu adrenalin dan penuh ketegangan, jangan harap bisa Anda temukan dalam film ini.


TENTANG "RUMAH GURITA"
Rumah Gurita merupakan sebuah rumah yang cukup populer di Bandung. Berlokasi di Jalan Sukadamai, Kecamatan Sukajadi, Bandung, rumah ini menjadi sangat tersohor karena kemisteriusan bentuknya. Rumah ini memiliki hiasan patung Gurita hitam besar yang ditempatkan di lantai teratas rumah. Patung sangat besar itu seolah-olah menelan seperempat dari lantai teratas gedung itu menjadi sangat fenomenal dan bahan perbincangan banyak orang.

Rumah Gurita tampak dari Jalan Pasteur, Bandung
Rumah tersebut dibangun sejak tahun 1980. Pemiliknya bernama Frans (kini berusia 60 tahun), seorang pengusaha pertambangan yang juga penggemar seni. Menurut pemiliknya, di bagian atas rumahnya sengaja dibuat patung gurita raksasa sebagai perlambang agar hokinya tidak kemana-mana. Selain itu, bentuk gurita yang besar serta tentakelnya yang banyak berfungsi sebagai payung untuk menutupi lantai atas yang terbuka sehingga menghalangi panas matahari. Frans sendiri tinggal di Jakarta dan sangat jarang pulang ke rumah guritanya tersebut.

Meski demikian, banyak berita yang menyebutkan kalau rumah tersebut adalah tempat berkumpulnya pengikut sebuah sekte aliran sesat. Sepanjang tahun 2000 hingga hari ini, banyak bermunculan kesaksian orang tentang kegiatan tidak pantas di tempat itu. Mulai dari kegiatan seks bebas, pemujaan setan, hingga pengorbanan janin dan bayi.

Pernyataan kontradiksi justru diperoleh dari warga sekitar rumah tersebut yang menyatakan tidak pernah mendengar dan melihat adanya kegiatan sesat di rumah tersebut. Afriza, Ketua RT setempat yang telah tinggal di tempat itu sejak tahun 1983, mengaku tidak pernah melihat atau mendengar adanya kegiatan sekte sesat tertentu di rumah tersebut.

Rumah Gurita dari dekat
Benarkah rumah itu merupakan markas pengikut sekte ajaran sesat? Atau hanya sebuah rumah artistik biasa milik seorang eksentrik? Entahlah. Yang pasti hingga hari ini, Rumah Gurita telah menjadi salah satu bangunan landmark Bandung yang banyak menarik minat dan perhatian banyak orang.


FAKTA-FAKTA MENARIK DARI FILM "RUMAH GURITA"
Keseluruhan lokasi shooting film Rumah Gurita dilakukan di Rumah Gurita sungguhan di Bandung.

Selama proses shooting di dalam Rumah Gurita, Boy William dan Shandy Aulia sering mengalami gangguan dan kejahilan mahluk yang tidak kasat mata. Beberapa kali saat sendirian, Boy merasa mendengar suara bisikan. Shandy sendiri sudah merasa tidak nyaman saat hari pertama shooting di rumah tersebut. Bahkan Kemal Pahlevi pun sempat terbawa suasana dan ketakutan sendiri lantaran rumor yang didengarnya seputar Rumah Gurita.
NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment