TV Series Recommendation - THE STRAIN (2014 - onward)

Bagi sebagian orang, serial televisi The Strain terbilang cukup ekstrim dan mungkin sulit diterima. Tapi kalau mau jujur, serial ini bisa dikatakan terobosan baru, terutama untuk serial televisi bertemakan monster maupun vampir. Ceritanya sangat tidak lazim, brutal, sadis, bahkan bisa dikatakan sudah melampaui level "kewajaran" untuk sebuah serial televisi.



Saya termasuk sebagian orang lain yang mengangap kalau The Strain adalah serial yang menarik. Di luar efek khususnya yang menampilkan banyak adegan sadis yang sudah di luar batas "manusiawi", serial ini menawarkan alur cerita dan penggambaran yang sangat baru dan berbeda.

The Strain ditayangkan di stasiun televisi FX. Season pertama serial ini tayan sejak tanggal 13 Juli -  5 Oktober 2014. Serial ini merupakan adaptasi dari novel horor berjudul sama karya Guillermo del Toro dan Chuck Hogan. Saat ditayangkan, The Strain meraih sukses yang luar biasa, sehingga FX langsung memberi lampu hijau untuk segera memproduksi Season 2. Proses produksi akan dimulai pertengahan November dan rencananya akan mulai tayang pertengahan tahun 2015 mendatang.

Serial bertotal 13 episode ini diawali dengan kepanikan pramugari dan pramugara karena adanya suara gaduh di ruang cargo sebuah pesawat yang akan mendarat di Bandara Internasional JFK, Amerika Serikat. Tidak digambarkan lagi apa yang terjadi di dalam pesawat itu. Lalu adegan beralih pada menara kontrol Bandara JFK di mana pihak bandara melihat sebuah pesawat yang tiba-tiba mendarat di bandara namun mesinnya mati dan dalam kondisi gelap. Kuatir pesawat itu berisi orang-orang yang terjangkit penyakit mematikan, mereka kemudian menghubungi CDC (Centers for Disease Control and Prevention) untuk menyidiki pesawat itu.

Dr Ephraim Goodweather (Corey Stoll) dan Dr Nora Martinez (Mia Maestro) mereson panggilan dari Bandara JFK. Bersama tim CDC, mereka pun meneliti isi pesawat. Ternyata 206 penumpang dalam pesawat ditemukan dalam kondisi tewas tanpa alasan yang jelas. Dari 206 korban tersebut, 4 diantaranya ternyata hidup dan dirawat. Saat mayat penumpang diperiksa di kantor CDC, tiba-tiba semuanya hidup kembali dan memangsa para petugas CDC.

Di tempat lain, Abraham Setrakian (David Bradley) menonton berita mengenai kematian para penumpang tersebut. Dia segera menyadari kalau kejadian itu bukan kejadian biasa. Setrakian sendiri pernah mengalami kejadian serupa 70 tahun silam, dan berhasil selamat. Menyadari akan bahaya yang sedang mengancam masyarakat New York, Setrakian mencoba memperingatkan Dr. Ephraim. Namun tindakannya dihalang-halangi polisi, dan bahkan dia dipenjarakan. Di sana, Setrakian bertemua dengan Thomas Eichhorst (Richard Sammel), yang tidak lain adalah vampir yang pernah menjadi Komandan Nazi dan musuh Setrakian 70 tahun silam.

Dr Ephraim baru menyadari bahaya yang mengancam dirinya dan penduduk New York ketika dia menyadari mayat-mayat pesawat tersebut menghilang dan para petugasnya berubah menjadi mahluk pengisap darah. Bersama beberapa orang stafnya yang tersisa, dan Setrakian, mereka berusaha melindungi diri mereka dan penduduk kota agar tidak berubah menjadi vampir dan menjadi budak bagi The Master (Robert Maillet), Pemimpin Vampir yang sudah berusia ribuan tahun.

Meski temanya vampir, namun wujud mahluk pengisap darah yang ditampilkan benar-benar jauh berbeda dari apa yang biasa ditampilkan film atau serial sejenis. Tidak ada bekas lubang taring di leher korban. Tidak ada bekas darah. Bahkan korbannya pun tidak tewas kehabisan darah, meski darah dalam tubuhnya habis terhisap oleh para vampir. Nah, bingung kan?


DO YOU KNOW? 
The Strain diadaptasi dari novel berjudul yang ditulis oleh Guillermo del Toro dan Chuck Hogan. Dirilis pada tahun 2009, novel ini merupakan seri pertama dari trilogi The Strain. Kelanjutannya berjudul The Fall (2010) dan The Night Eternal (2011).

Pada awalnya, Del Toro membuat cerita The Strain untuk serial televisi. Namun dia kesulitan mendapatkan produser yang mau mendanai pembuatan serial tersebut karena konten ceritanya yang sangat sadis. Dia kemudian berkenalan dengan Penulis Chuck Hogan, yang kemudian menyarankannya untuk mengubah bentuk naskah skenario The Strain menjadi novel. Setelah itu, The Strain menjadi salah satu novel laris yang banyak dibaca orang. Jaringan televisi FX melirik novel tersebut dan bersedia memproduseri novel itu untuk diadaptasi ke dalam serial televisi. Maka jadilah The Strain menjadi serial televisi seperti sekarang.

Ketika pertama kali ditawarkan dalam bentuk skenario televisi kepada beberapa jaringan televisi, banyak yang tidak bersedia karena menilai ceritanya yang terlalu sadis. Bahkan Fox Broadcasting Company meminta Del Toro untuk mengubah alur ceritanya menjadi drama-komedi. Untung, Del Toro tidak mengikuti kemauan Fox.

Dana untuk membuat efek khusus mahluk pengisap darah adalah senilai US$ 500,000.

Dua belas pedang yang digunakan dalam serial ini untuk mengalahkan The Master adalah pedang khusus yang dibuat pabrik pembuat pedang bernama Zombie Tools yang berada di Missoula, MT.

Lagu tema dan musik latar serial ini hasil kreasi Ramin Djawali, yang juga mengisi musik latar untuk film Pacific Rim (2013), film layar lebar produksi Del Toro.


NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment