Recommended - THE SNOW WHITE MURDER CASE (白ゆき姫殺人事件)

Film yang dirilis di Jepang 29 Maret 2014 silam ini cukup spesial, karena mengisahkan tentang betapa kejamnya jejaring sosial belakangan ini, dan bagaimana dasyatnya kekuatan jejaring sosial yang dapat mengubah hidup seseorang dalam waktu singkat. Meski judulnya "Snow White", namun film ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan kehidupan Sang Putri Salju tersebut.

Disutradarai Yoshihiro Nakamura, film berduras 126 menit ini mengisahkan tentang Yuji Akahoshi (diperani Gou Ayano), seorang reporter, kameramen, sekaligus produser dari sebuah televisi swasta. Biasanya dia memproduseri liputan sederhana yang "ga penting banget" untuk stasiun televisi tempatnya bekerja (mayoritas tentang informasi wisata kuliner). Sifat buruknya adalah selalu mem-posting atau men-tweet ke jejaring sosial apapun yang dikerjakannya. Satu ketika dia ditelpon teman semasa SMA-nya, Risako Kano (Misako Renbutsu), yang mengisahkan tentang kejadian pembunuhan keji yang terjadi pada Noriko Miki (Nanao), rekan kerjanya di perusahaan sabun kecantikan.

Kematian Noriko saat itu memang sedang hangat-hangatnya dibahas berbagai televisi swasta karena dia dibunuh dengan cara yang keji (ditusuk sebanyak 16 kali, lalu dibakar).

Yuji melihat kasus itu sebagai sebuah terobosan bagi karirnya, kemudian dengan antusias menyidiki misteri pembunuhan itu. Tidak lupa dia selalu meng-update semua tindakannya, termasuk hasil investigasinya, ke jejaring sosial. Tidak ayal, terbentuklah opini publik yang sesat akibat komentar dan informasi Yuji tersebut. Ditambah lagi, ketika Yuji menemukan bahwa di hari yang sama saat Noriko tewas, Miki Shirono (Mao Inoue) - yang juga rekan sekerja Noriko - menghilang dan tidak diketahui keberadaannya.

Yuji menduga Miki-lah pelakunya, dan kemudian memposting komentarnya tersebut. Alhasil, publik jejaring pun menyerang Miki. Namun kemudian, misteri itu pun terkuak dan fakta membuktikan Miki bukanlah pelakunya. Cerita diakhiri bahagia, di mana Miki terbebas dari segala tuduhan dan karir Yuji di stasiun televisi berakhir.

Film ini sangat menarik karena mengambil sudut pandang dari berbagai sisi, sehingga penonton dapat menganalisa kasus tersebut dari berbagai sisi, baik dari sisi Yuji, Miki, Risako, Noriko, serta orang-orang yang terlibat dalam kasus itu. Alurnya pun sangat ringan, sehingga sangat enak untuk diikuti hingga akhir. Dan meski pembunuhannya digambarkan sangat kejam, dalam kenyataannya kekejaman itu tidak ditampilkan secara eksplisit (bahkan saat Noriko ditikam dengan "kejam" pun digambarkan dengan sangat halus). 

The Snow White Murder Case mengajarkan moral cerita yang sangat bagus tentang jejaring sosial, dan bagaimana pepatah "Mulutmu, Harimaumu" berlaku di dunia tersebut. Menjadi seorang Netizer yang melaporkan berbagai hal sebenarnya baik. Tetapi jika sudah melakukan penghujatan tanpa fakta yang benar, dapat berakibat fatal.


DO YOU KNOW? 
Film ini diadaptasi dari novel "Shiro Yuki Hime Satsujin Jiken" (The Snow White Murder Case) karya Kanae Minato. Novel ini dirilis tanggal 26 Juli 2012 oleh Shueisha Inc.

Film ini memulai shooting sejak tanggal 9 Juli 2013 dan tuntas akhir Agustus 2013.

Theme song film ini adalah lagu klasik instrumental berjudul All Alone in The World yang dibawakan oleh Serizawa Brothers (Tsukemen).

Film ini mendapatkan penghormatan untuk ditayangkan dalam berbagai festival film dunia, seperti Udine Far East Film, Nippon Connection, New York Asia Film Festival, Puchon International Fantastic Film Festival, dan Fantasia Film Festival.



NewerStories OlderStories Home

1 comment:

  1. jadi ke inget kasus "コーヒーのシアン殺人事件" alias "Kasus Pembunuhan Kopi Bersianida" ketika nonton film ini. Dimana opini publik melalui media menggiring pubilik menyimpulkan hal yg belum pasti !

    ReplyDelete