Movie Review - THE DEATHDAY PARTY ( 死亡派对)

Jangan terkecoh dengan judul dan poster film ini. Meski tampak seperti sebuah film action-thriller, film ini adalah sebuah film drama biasa yang cukup mengharukan. Disutradarai Eddie Xie Hang - seorang sutradara asal New Zealand - film berdurasi hanya 82 menit ini berfokus pada 3 karakter saja. Dan meski judulnya cukup menyeramkan, alur cerita film ini tidaklah seseram judulnya.

Dengan teknik campuran fast forward dan flash back, film ini mengisahkan tentang seorang wanita guru sekolah (diperani Anita Yuen) dengan suaminya seorang polisi (Archie Kao) yang satu ketika sedang berjalan menuju ke tempat parkir. Di sana, sang suami mendengar suara tembakan dan langsung memburu ke tempat itu. Tidak jauh dari lokasi mobilnya diparkir, terjadi tindakan pembunuhan. Sang suami mengejar sang pembunuh yang mengendarai mobil. Mobil sang pembunuh hampir menabrak istri sang suami polisi itu, tapi sang suaminya berhasil mendorong istrinya. Akibatnya istrinya mengalami pendarahan, sedangkan suaminya tertabrak dan lumpuh.

Anak mereka lahir dengan selamat tetapi bisu. Selama bertahun-tahun, sang istri merawat suami dan anaknya. Hingga satu ketika sang suami meminta istrinya untuk mengakhiri hidupnya. Meski berat, namun akhirnya sang istri melakukannya. Setelah suaminya meninggal, istrinya mengalami depresi dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa, sedangkan anaknya dirawat di Panti Asuhan dan belajar untuk berbicara. Setelah dewasa, dia (diperani Xiong Naijin) menjadi seorang polisi dan berniat menghukum ibunya yang dituduh telah menelantarkannya dan membunuh ayahnya.

Tidak mudah untuk bisa memahami film ini karena banyaknya adegan maju-mundur yang tumpang-tindih dan bercampur aduk. Anda harus menonton film ini hingga tuntas, agar bisa memahami alur cerita secara utuh.

Akting Anita Yuen sebagai aktris senior sudah tidak perlu diragukan lagi. Dia bermain sangat gemilang sebagai seorang istri yang depresi. Begitu juga halnya dengan Archie Kao. Walau sering tampil di layar kaca (dalam serial televisi CSI), tapi aktingnya cukup prima (meski sesekali tampak terlalu "berlebihan"). Yang paling kurang adalah Xiong Naijin yang tampak kurang meyakinkan dalam segala hal. Wajahnya selalu dingin, dan tidak ekspresif, sehingga sulit membedakan kapan dia marah atau sedih.

Lepas dari kekurangan ini, film The Deathday Party merupakan tontonan yang cukup menarik dan lumayan "berkelas" karena alurnya yang tidak lazim dan kesederhanaan penyajiannya . Film ini ditayangkan di Hong Kong dan China tanggal 19 September 2014 silam dan menjadi salah satu film box-office di dua negara tersebut. 
NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment