Movie Review - PREDESTINATION

Film produksi Australia ini sudah tayang sejak 4 Maret 2014 silam di negaranya, dan saya baru berkesempatan menontonnya semalam. Usai menonton, saya langsung bersemangat untuk segera me-review-nya, karena film ini benar-benar luar biasa hebat.

Film yang naskahnya ditulis dan filmnya disutradarai oleh duo bersaudara Spierig (Michael dan Peter Spierig) ini merupakan adaptasi dari cerpen berjudul " -- All You Zombies --" yang ditulis oleh Robert A. Heinlein dan diterbitkan tahun 1959. Dengan durasi 97 menit, film ini menampilkan akting gemilang Ethan Hawke dan Sarah Snook di mana akting keduanya mendominasi keseluruhan film.

Film ini diawali dengan adegan yang cukup menegangkan. Seorang pria memasuki sebuah gedung bergaya vintage, yang kemudian turun ke lantai basement. Ternyata di sana ada bom waktu yang disimpan seorang teroris bernama "The Fizzle Bomber". Dengan cepat, dia berusaha mematikan bom tersebut. Namun pekerjaannya terganggu oleh seseorang yang menembakinya. Sang pria berusaha menghentikan bom, namun dia terkena ledakan dan wajahnya hancur. Meski demikian, dia berhasil selamat setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Cerita pun berpindah tempat dan masa. Seorang bartender (diperani Ethan Hawke) sedang melayani pengunjung di bar yang sepi. Lalu masuklah seorang pria bernama John (Sarah Snook) yang kemudian mengajak sang bartender ngobrol. Dari cerita John, yang ditampilkan melalui adegan maju-mundur (flashback and move-forward), terungkaplah kalau dia tadinya adalah seorang wanita bernama Jane. Waktu kecil, bayi Jane ditinggalkan di panti asuhan, kemudian tumbuh menjadi wanita cantik yang sulit bergaul, namun punya kekuatan fisik melebihi para pria.

Setelah dewasa, dia mendaftar menjadi staf sebuah perusahaan penerbangan antariksa. Tapi karena hamil dan berbuat onar, Jane dikeluarkan. Saat melahirkan, Jane diberitahu dokter kalau tubuhnya punya kelainan di mana dia memiliki dua organ kelamin. Karena saat melahirkan dia mengalami pendarahan hebat, maka organ wanitanya diangkat, dan dia harus menjalani operasi menjadi pria, dan berganti nama menjadi John.

Mendengar cerita panjang John tersebut, penonton dibuat bingung karena tidak merasa ada kaitan antara cerita panjang itu dengan tindakan terorisme - peledakan bom - yang terjadi di awal cerita. Tapi jangan salah. Justru cerita John itu adalah alasan mengapa peledakan bom itu terjadi. Dan kisah John itu berhubungan dengan keseluruhan cerita film ini. Bahkan di akhir cerita, akan ada kejutan di mana keseluruhan kejadian itu ternyata bersumber pada 1 orang. Siapakah dia?

Terus terang, saya sangat menikmati film ini. Meski alur ceritanya sebenarnya sangat kompleks dan rumit sekali, tapi Michael dan Peter Spierig mampu membungkus film ini sedemikian rapi, sehingga penjelasan cerita yang serumit itu (terutama penjabaran Konsep Paradok Kehendak Bebas) bisa menjadi tontonan yang "sederhana" dan menarik, sekaligus mudah dipahami. Buat penonton film sains-fiksi, Predestination merupakan film yang keren banget, baik dari segi alur cerita, akting, bahkan visual efek. Penjelasan tentang lompatan waktu, repetisi even, hingga konsep fisika kuantum yang rumit dijelaskan dalam bentuk adegan film yang ringan, dan sesekali mendebarkan. Penonton tidak saja disuguhi tontonan seru dan menegangkan, tetapi juga pengetahuan yang sangat baik. Rasanya tidak akan bosan untuk menonton film ini lebih dari satu kali.


DO YOU KNOW? 
Istilah "Predestination" atau Predestinasi adalah doktrin teologi yang juga dikenal dengan istilah Paradok Kehendak Bebas (Paradox of Free Will). Teori ini dipopulerkan oleh John Calvin (10 Juli 1509 - 27 Mei 1564), seorang teolog Perancis pendiri Gerakan Kristen Protestan Reformasi. Teori ini menjelaskan bahwa jauh sebelum Penciptaan, Tuhan sudah menentukan nasib alam semesta, berikut waktu, ruang, dan isinya (termasuk nasib masing-masing manusia). Teori inilah yang menjadi dasar cerita film ini.

Saat mengadaptasi cerpen Robert A. Heinlein tersebut, duo sutradara Spierig Bersaudara sama sekali tidak menganalisa dan memahami konsep Predestinasi yang ditulis oleh cerpenis itu. Mereka percaya begitu saja dengan apa yang ditulis Robert A. Heinlein, dan menerjemahkan cerpen itu ke dalam skenario film apa adanya, sama persis dengan apa yang ditulis dalam cerpen.

Untuk pemeran karakter Jane / John, Spierig Bersaudara mencari aktris lokal yang tidak terlalu populer namun punya kemampuan akting yang sangat baik, setara Cate Blanchett (salah satu aktris Australia yang sukses di Hollywood). Dari sekian banyak kandidat, akhirnya Sarah Snook terpilih karena dianggap punya kemampuan akting yang setara dengan Blanchett.

Tanggal 6 Agustus 2014, guna mengantisipasi "kebingungan" para penonton saat menonton film ini, maka dalam premier film di Bioskop Palace Verona, Sydney, Australia, dibuat sesi forum Tanya-Jawab di mana penonton yang kurang paham dengan alur cerita film, dapat menanyakannya kepada Sutradara Spierig Bersaudara.

Film ini memenangkan penghargaan Special Award for Best Schi-Fi Film dan Special Award for Best Screenplay dalam 9th Toronto After Dark Film Festival tanggal 16 - 24 Oktober 2014.
NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment