Sutradara Wong Jing yang di era 1990-an sempat berjaya sebagai Sutradara Box Office (karena film-film yang disutradarainya selalu jadi box-office), kembali menggebrak awal tahun 2015 ini dengan film drama-komedi yang nyeleneh, dan di luar dugaan menjadi film Hong Kong paling laris awal tahun ini.

Diperani Dominic Ho, Candy Yuen, Jeana Ho, Hazel Tong, dan Fan Ling, film yang ditayangkan 30 Januari 2015 silam ini mengisahkan tentang Ho Kui Fung (diperani Dominic Ho), seorang pria muda tampan yang drop-out dari sekolahnya. Demi menghidupi dirinya sendiri, Ho kemudian bekerja di Club Gigolo yang dimiliki sepupunya, Hung (Elena Kong). Awalnya sebagai petugas kebersihan, Ho kemnudian mendapat perhatian dari dua orang tamu rutin klub itu, yaitu Yoyo (Hazel Tong) dan Michelle (Candy Yuen).

Keduanya kemudian mengajak Ho ikut dalam pesta di atas kapal yacht, yang merupakan pesta para istri kesepian. Ho yang tidak punya pengalaman soal "berpesta dengan para istri kesepian" kemudian dilatih Abson (Pal Sin), seorang gigolo senior di klub tersebut. Abson yang berjuluk "The King of Gigolos" mengajari segala teknik yang harus dimiliki seorang gigolo, mulai dari menari, mendesah, hingga berhubungan intim. Abson mengajari Ho bahwa jika bisa "memenangi hati wanita, maka akan bisa memenangi dunia". 

Meski terbilang bergenre "softcore", namun film ini menampilkan banyak adegan yang cukup vulgar, seperti (maaf) banyaknya adegan pria yang mengenakan penis karet yang tampak sangat nyata, serta adegan hubungan intim berdurasi cukup panjang.

Kesuksesan film ini terbilang sangat mengejutkan, karena dalam kurun hampir 20 tahun terakhir, belum pernah ada film "softcore" berkategori III (Parental Guide) yang meraih sukses yang cukup gemilang. Bayangkan saja, dengan butujet US$ 1 juta, film ini sudah meraup keuntungan US$ 4 juta hanya dalam waktu 4 hari. Bahkan setelah seminggu tayang, film ini telah meraup keuntungan mencapai US$ 10 juta.

Alasan mengapa film ini bisa sangat sukses, tidak lain adalah karena Candy Yuen, pendukung film ini yang adalah mantan Miss Hong Kong, melakukan adegan bugil dalam film ini. Sebuah potongan adegan film ini - yang menampilkan Yuen setengah telanjang dan beradegan intim, menjadi pembicaraan banyak orang di Hong Kong dan membuat mereka ramai-ramai datang menonton. Selain itu, hot isu lainnya adalah soal adanya adegan ciuman mesra yang dilakukan Candy Yuen dengan Jeana Ho, salah seorang pendukung lain dalam film ini yang tentu saja juga menjadi pembicaraan ramai, dan semakin bikin penasaran banyak orang.

Melihat kesuksesan ini, dapat dipastikan film ini ada sekuelnya.

Mungkin karena "panasnya" film ini, sepertinya Anda tidak akan mungkin melihatnya beredar di layar lebar Indonesia. Tapi mungkin jika lewat "jalur khusus", Anda bisa menyaksikan film box-office Hong Kong yang menghebohkan ini.


Saya agak terlambat mendapatkan film produksi Australia ini. Dirilis tanggal 21 Maret 2014, film thriller ini mendapatkan perhatian dan apresiasi yang sangat tinggi dari penonton di seluruh dunia. Tidak saja karena kekerasan berlebihan yang ditayangkan dalam film sepanjang 93 menit, tetapi juga sebuah renungan moral tentang kondisi masyarakat sekarang, yang sudah mulai banyak main hakim sendiri. Hal ini terjadi karena makin hari mereka sudah makin tidak percaya dengan sistem peradilan. Ketika polisi dan hakim bisa disuap, ketika orang bersalah bisa bebas dari hukuman sedangkan orang benar justru harus menanggung kesalahan yang bukan mereka lakukan, maka saat itulah masyarakat bertindak.



Disutradarai Kelly Dolen, film ini menuturkan hidup seorang pria yang tidak diketahui nama aslinya selain sebutan John Doe (diperani Jamie Bamber) yang melakukan wawancara dengan Ken Rutherford (Lachy Hulme), seorang jurnalis televisi. Dalam wawancara itu, John Doe mngutarakan sepak terjangnya yang membunuh para pelanggar kejahatan seperti Pembunuh, Pemerkosa, Pedofil, dan para kriminal yang lain. Dalam melakukan aksinya, John Doe selalu mengenakan topeng dan jaket berpenutup kepala, sehingga menutupi identitas dan jati dirinya.

Di satu sisi, tindakannya mengundang apresiasi dari masyarakat yang sudah geram dengan tindakan para pelaku kejahatan itu. Bahkan John Doe diagungkan sebagai Pahlawan, sampai-sampai masyarakat membentuk Gerakan "Speak  For The Dead", sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih karena John Doe sudah melakukan apa yang pantas diberikan bagi para pelaku kejahatan itu. Tidak sampai di situ. Malah ada sebagian orang yang begitu fanatik dan memuja John Doe, sehingga meniru aksi yang dilakukan John kepada pelaku kejahatan yang lain.

Sementara di sisi lain, para penegak hukum menganggap dia adalah kriminal yang harus ditangkap. John Doe yang licin sangat sulit ditangkap, membuat para polisi kewalahan. Hingga pada satu ketika, John Doe menawarkan jasanya pada Pemerintah untuk menghabisi para kriminal.

Film ini mendapatkan tanggapan positif dari banyak kritikus dunia. Meski penuh aksi kekerasan yang sangat "berdarah-darah", John Doe : Vigilante justru dinilai sebagai sebuah karya sinema yang brilian dan mengusik rasa keadilan masyarakat. Bagi mereka, memang seharusnya beginilah yang harus dilakukan para penegak hukum pada para pelaku kejahatan.

Apakah John Doe adalah kriminal atau orang baik? Apakah tindakannya wajar atau tidak? Anda yang tentukan sendiri.




March is coming, Man.... Yeah...!!!!

Ya... tidak terasa, kini kita sudah akan sampai di bulan Maret. Dan ini berarti saatnya untuk mengetahui film apa saja yang akan tayang di bulan ini. So... tanpa banyak basa-basi, inilah daftar film pilihan (versi saya) yang akan beredar bulan Maret ...

1. CHAPPIE
Tanggal Rilis     : 6 Maret 2015
Sutradara           : Neill Blomkamp
Pemeran            : Hugh Jackman, Sharito Copley, Sigourney Weaver, Dev Patel

Awal bulan ini diawali dengan sebuah film drama-action fiksi-ilmiah yang wajib ditunggu. Di masa depan, kejahatan semakin meningkat dan perilaku para kriminal semakin brutal, sehingga polisi tidak memungkinkan lagi untuk mengendalikannya lagi. Karena itu, Pemerintah membentuk Pasukan Kepolisian Robot untuk menghadapi para kriminal. Masalahnya, pasukan robot tersebut justru dirancang untuk menghadapi para kriminal dan orang yang diduga "pelaku kriminal" dengan cara kekerasan yang berlebihan. Hal ini membuat masyarakat protes dan melawan Pasukan Kepolisian itu.

Salah satu dari robot tersebut berhasil dicuri. Setelah diprogram ulang, robot polisi yang diberi nama Chappie (disuarakan Sharlto Copley) itu kemudian menjadi robot yang memiliki kemampuan untuk berpikir dan merasakan, layaknya manusia biasa. Perilakunya yang berubah dan pro-manusia, membuat pemerintah merasa Chappie adalah musuh yang harus dimusnahkan. Chappie pun tidak tinggal diam. Bersama para manusia, dia berjuang menegakkan keadilan dan melindungi kaum lemah.

Meski terkesan seperti film anak-anak, tapi yakinlah : Film ini bukanlah film yang pantas ditonton oleh anak-anak di bawah umur, karena penuh aksi pertarungan yang super-seru. 



2. CINDERELLA
Tanggal Rilis      : 13 Maret 2015
Sutradara            : Kenneth Branagh
Pemeran             : Cate Blanchett, Lily James, Richard Madden, Helena Bonham Carter

Kisah klasik ini tentu sudah Anda ketahui alur ceritanya. Ya, kisah Si Upik Abu ini diangkat kembali ke layar lebar dengan alur cerita yang mirip namun dengan pendekatan yang cukup berbeda dari cerita aslinya.

Film yang ceritanya diangkat dari novel berjudul sama karya Charles Perrault ini merupakan remake dari film animasi yang pernah diproduksi Walt Disney tahun 1950. Alur cerita si Upik Abu / Cinderella (diperani Lily James) ini mirip dengan cerita aslinya. Bedanya, ceritanya dibuat lebih dramatis dan mengharukan. Pangeran Tampan yang sebelumnya hanya dikenal publik dengan nama "Prince Charming", dalam film ini bernama Kit (diperani Richard Madden) dan dia menyamar sebagai Pengawal Istana. Sedangkan Peri Yang Baik Hati / The Fairy Godmother (diperani Helena Bonham) akan punya latar belakang kisah hidup dan perjumpaannya dengan Cinderella digambarkan bukanlah sebuah hal yang "tidak disengaja".



3. RUN ALL NIGHT
Tanggal Rilis           : 13 Maret 2015
Sutradara                 : Jaume Collet-Serra
Pemeran                  : Liam Neeson, Joen Kinnaman, Ed Harris

Sukses trilogi Taken dan film eksyen lain yang diperaninya sepanjang tahun 2010 - 2014, membuat Liam Neeson menjadi salah satu aktor film eksyen paling dicari dan paling sering diajak berkolaborasi dalam pembuatan film eksyen. 

Kali ini, dia kembali tampil di film eksyen terbaru garapan sutradara Perancis Jaume Collet-Serra berjudul Run All Night.

Jummy Conlon (Neeson) adalah pembunuh bayaran di Brooklyn yang terkenal sadis dan brutal dalam menangani setiap tugasnya, membuat dia dikenal dengan julukan The Gravedigger. Karena selalu menyelesaikan tugasnya dengan sempurna, dia menjadi orang kepercayaan dan sahabat Atasannya, seorang pemimpin geng bernama Sean Maguire (Ed Harris).
Namun satu malam Mike (Joel Kinnaman) - anak Jimmy - melakukan kesalahan pada geng Sean, sehingga Sean menugaskan anggotanya untuk membunuh Mike. Demi sang anak, Jimmy terpaksa melawan Atasannya, membuatnya juga menjadi target utama geng Sean Maguire. Ayah dan anak tersebut akhirnya harus bertarung mati-matian melawan para anggota geng, serta para pembunuh kontrak, dan polisi korup upahan Sean, dan bertahan hidup melewati malam yang panjang.



4. INSURGENT
Tanggal Rilis     : 20 Maret 2015
Sutradara            : Robert Schwentke
Pemeran             : Shailene Woodley, Kate Winslet, Theo James, Ansel Elgort, Naomi Watts

Akhirnya seri kedua dari The Divergent Series dirilis juga tahun ini. Masih diperani oleh para artis pendukung yang sama dengan seri pertamanya, seri kedua ini akan kembali melanjutkan petualangan Beatrice "Tris" Prior (Shailene Woodley) dalam menentukan jati dirinya.

Melanjutkan cerita di seri sebelumnya, Tris dan Four (Theo James) sedang melarikan diri dan menghindari kejaran Jeanine Matthews (Kate Winslet), Pemimpin Faksi Erudite. Dalam pelariannya, selain mencari sekutu yang dapat membantunya dalam memerangi kekejaman Jeanine, Tris pun menyidiki alasan di balik sikap Kelompok Erudite yang berusaha membunuhnya. Selain itu, di seri ini akan diperlihatkan perjuangan Tris dalam melindungi kelompok Abnegation, yang merupakan kelompok kelahirannya.




5. THE GUNMAN


Tanggal Rilis        : 20 Maret 2015
Sutradara              :  Pierre Morel
Pemeran               : Sean Pean, Idris Elba, Peter Franzen, Javier Bardem, Jasmine Trinca

Rasanya sudah cukup lama saya tidak menonton akting Sean Pean. Film Milk (2008) yang diperaninya dengan sangat cemerlang adalah film "terakhir" Pean yang saya tonton. Meski dia masih aktif bermain dalam beberapa film pasca Milk, namun tidak ada filmnya yang berkesan dan cukup mampu mendorong saya untuk menonton aktingnya lagi. Baru tahun inilah, saya tertarik lagi untuk menonton aksinya di layar lebar.

Film teranyarnya ini akan tayang di minggu terakhir Maret 2015. Disutradarai Pierre Morel - yang tidak lain adalah sutradara yang menghantarkan film Taken (2009) sebagai salah satu film eksyen box office dengan penghasilan paling tinggi di tahun tersebut - sudah dapat diperkirakan kualitas seperti apa yang akan diusung film ini.

Di film ini, Sean Pean berperan sebagai Jim Terrier, seorang mantan anggota Special Force Amerika Serikat yang mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang memaksanya harus beristirahat dan mundur dari kesatuannya. Dalam kondisi itu, Terrier memutuskan untuk menjadi warga sipil dan hidup layaknya kebanyakan orang. Namun saat dia berniat untuk menjalin cinta dengan kekasih lamanya, terjadi kasus yang menyeret namanya. Terrier menjadi tersangka dalam sebuah kasus konspirasi dan dirinya dikejar oleh banyak pihak.

Kejadian itu mengharuskannya pergi ke London, Barcelona, dan beberapa negara lain, untuk mengungkap kasus konspirasi itu sekaligus membersihkan namanya.

Film berdurasi 115 menit yang diadaptasi dari novel berjudul The Prone Gunman (terbit tahun 2002) karya Jean-Patrick Manchette ini dipastikan akan penuh adegan eksyen yang luar biasa dasyat dan menegangkan. Kita tunggu saja kemunculannya ....

Di usianya yang telah melewati 60 tahun (lahir tanggal 7 April 1954), Jackie Chan masih tampak sangat energik dan bugar. Meski demikian, kita harus sadar bahwa dalam usianya yang sudah bisa dikatakan rawan, kita tidak bisa mengharapkan lagi Jackie Chan melakukan banyak aksi berbahaya seperti yang dia lakukan 20 - 30 tahun lalu.Dan Jackie pun sadar akan hal itu. Dalam upayanya untuk tetap eksis dan berkarya di dunia film, Jackie masih tetap berupaya untuk menampilkan banyak hal baru yang mungkin belum pernah dilakukannya. Salah satunya adalah dengan bermain dalam film ini.

Dragon Blade merupakan film yang diadaptasi dari sebuah permaianan on-line berjudul sama produksi Hong Kong. Disutradarai Daniel Lee, film kolosal ini merupakan film multi-ras yang melibatkan banyak perusahaan produksi film China dan Hong Kong, seperti Sparkle Roll Media Corporation, Huayi Brothers Media Corporation, Shanghai Film Group, Tencent Video, dan Beijing Cultural Assets Chinese Film and Television Fund. Dengan bujet pembuatan film yang mencapai US$ 65 juta, Dragon Blade menjadi film Hong Kong berbiaya tertinggi pertama yang dirilis tahun 2015 ini.

Selain Jackie, film ini didukung pula oleh aktor dan aktris internasional dari beberapa negara seperti John Cusack dan Adrian Brody (Amerika Serikat), Lorie Pester (Perancis), Vanness Wu (Taiwan), Choi Si Won (Korea), Sharni Vinson (Australia), dan Jozef Waite (Inggris). Keseluruhan lokasi shooting dilakukan di Hengdian, Dunhuang, dan Gurun Gobi, China.

Di film ini, Jackie Chan berperan sebagai Huo An, seorang Jendral dari Pasukan Pelindung Resimen Barat yang hidup di masa Dinasti Han (206 - 220 M). Terkenal sebagai Jendral yang sangat berani dan berdedikasi, Huo An justru kemudian dijebak oleh rekannya dan dihukum menjadi budak.

Sementara itu di Romawi, Jendral Lucius (John Cusack) terpaksa melarikan diri dari negaranya karena nyawanya terancam setelah menyelamatkan Pangeran Roma. Pelarian yang tidak tentu arah itu justru membawanya ke China dan mempertemukan dirinya dengan Huo An. Kedua orang yang berasal dari budaya berbeda itu dengan cepat menjadi sahabat lantaran mengalami pengalaman yang mirip. Bersama-sama, keduanya menjalani petualangan yang kelak menjadikan mereka bagian dari Sejarah Dunia.

Film ini pertama kali dirilis tanggal 18 Februari 2015 di Taiwan, kemudian 19 Februari 2015 di China dan Hong Kong. Dunia Internasional baru mendapat kesempatan menonton film ini tanggal 12 Maret 2015 mendatang.

Jika mau jujur, mungkin film ini merupakan film yang sedikit mengecewakan. Idenya cukup baik, karena Jackie berhasil mengumpulkan beberapa artis dari beberapa negara untuk bermain bersama dengannya dalam 1 film. Namun masalahnya, film ini menjadi terasa ganjil karena mengetengahkan Sejarah Tiongkok Kuno tapi mempertemukan Bangsa Han dan Pasukan Romawi.

Sebagian penonton yang telah menyaksikan film ini - dan tahu Sejarah Tiongkok Kuno - menyatakan kekecewaannya karena keanehan alur cerita ini (mana pernah dalam sejarah Bangsa Han bekerja sama dengan Pasukan Romawi mengalahkan para pemberontak di China?). Namun sebagian lain mengapresiasi usaha Jackie Chan sebagai ide yang brilian. Sebenarnya konteksnya sama saja seperti saat Marvel Comics mengangkat cerita Captain America dengan latar belakang kejadian era 1940-an, tapi menggunakan teknologi tahun 2000. Tidak masuk akal, tapi bisa diterima. Jadi, seharusnya alur cerita yang diusung film ini pun bisa diterima juga.



DO YOU KNOW? 
Jozef Waite adalah aktor, model, dan presenter belia dari Inggris. Meski baru berusia 7 tahun, anak ini sangat fasih berbahasa Mandarin. Lho kok bisa? Ya, dong....!! Karena meski lahir di Berkshire, Inggris, Jozef sudah dibawa oleh orang tuanya tinggal di Changsa, Provinsi Hunan, China sejak dia berusia 1 tahun. Jadi meskipun berkebangsaan Inggris, namun karena kecakapannya berbahasa Mandarin, Jozef banyak mendapatkan tawaran membawakan acara televisi lokal Tiongkok, serta menjadi model untuk beberapa produk lokal Tiongkok.

Adegan paling sulit yang dilakukan di film ini adalah adegan perang. Para kru dan pemain film mengalami kesulitan karena harus melakukan adegan shooting dalam kondisi udara yang sangat panas. Yang paling menderita adalah para pemeran film karena harus mengenakan kostum perang yang berat dalam cuaca yang sangat panas tersebut.

Gosip menyebutkan kalau awalnya pemeran Jendral Romawi Lucius akan dipercayakan pada Mel Gibson. Namun gosip itu ternyata tidak benar dan pada akhirnya John Cusack-lah yang terpilih memerani Lucius.

Daniel Lee adalah Produser, Sutradara, dan Penulis Skenario Hong Kong yang cukup handal. Sejak tahun 2008, sepertinya dia memfokuskan karyanya pada film-film bertema klasik. Hal ini tergambar pada empat karya terakhirnya yang kesemuanya mengangkat sejarah Tiongkok Kuno, yaitu Three Kingdoms : Resurrection of The Dragon (2008; epik Tiga Kerajaan / Sam Kok), 14 Blades (2010; korupsi di era Dinasti Ming), White Vengeance (2011; kejatuhan Dinasti Qin dan bangkitnya Dinasti Han), dan yang paling anyar : Dragon Blade.





Sebelum Borat : Cultural Learnings of America for Make Benefit Glorious Nation of Kazakhstan (disingkat Borat) sukses sebagai film mockumentary paling kontroversi dan menghebohkan tahun 2007, film Dark Side of The Moon telah lebih dulu menjadi film bergenre sama yang sangat kontroversi.

Dirilis pertama kali tanggal 16 Oktober 2002, film mockumentary produksi Perancis berdurasi 52 menit ini mengetengahkan laporan yang cukup mengejutkan tentang teori kalau manusia sebenarnya tidak pernah ke bulan.

Pada tanggal 21 Juli 1969, Neil Armstrong dan Edwin "Buzz" Aldrin menjadi manusia pertama yang mendarat di Bulan. Dengan pesawat Apollo 11, mereka tiba di permukaan bulan tanggal 20 Juli 1969 pukul 20.18 UTC dan Armstrong keluar dari pesawat ruang antariksa tanggal 21 Juli 1969, pukul 02.56.  Pendaratan manusia ke bulan ini menjadi salah satu catatan bersejarah bagi umat manusia, terutama di bidang perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan.

Meski menjadi hal bersejarah, namun pencapaian tersebut menjadi kontroversi ketika publik mencurigai adanya konspirasi dan pembohongan publik yang terjadi dalam pendaratan tersebut. Lewat penyidikan yang dilakukan William Karel (Sutradara film Dark Side of The Moon), ditemukan fakta bahwa di masa itu, manusia sebenarnya belum ke Bulan. Film yang menampilkan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin tersebut tidak lain merupakan film yang dibuat oleh Stanley Kubrick, sutradara yang beberapa waktu sebelumnya merilis film bertema perjalanan ke ruang antariksa, 2001 : A Space Odyssey (1968).

Penyidikan lebih lanjut yang dilakukan Karel mengungkapkan kalau pembuatan film pendaratan ke bulan itu melibatkan 700 teknisi Hollywood yang membuat efek khusus pendaratan Neil Armstrong tersebut.

Konspirasi ini disebutkan tidak lepas dari peran calon Presiden Amerika Serikat kala itu - Richard Nixon - yang sengaja mempropagandakan berita pendaratan manusia ke bulan itu sebagai kampanye pemilihan kepresidenan yang berlangsung tahun 1968 (dan berkat propaganda ini, Nixon terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat ke-37 pada tahun 1969). Untuk menutupi kebohongan yang dilakukannya, Presiden Richard Nixon mengutus agen CIA untuk menghabisi semua pendukung film tersebut. Semuanya berhasil terbunuh, kecuali Kubrick yang berhasil melarikan diri dan selamat dari aksi pembunuhan tersebut.

Meski penuh dengan "ketegangan", namun di akhir film, ditampilkan adegan "blooper" yang memperlihatkan para pendukung film ini melakukan kesalahan-kesalahan saat pengambilan gambar. Dengan demikian, film ini dipastikan merupakan dokumenter bohongan belaka. Meski demikian, banyak penonton yang masih mempercayai jika apa yang ditayangkan di film ini adalah sebuah kebenaran. Tidak heran jika hingga hari ini, film ini menjadi bahan perdebatan hangat, tidak saja di fakultas perfilman dunia, tetapi juga para politikus Amerika Serikat masih memperdebatkan konten film ini, karena sebagian percaya kalau apa yang ditayangkan di film itu benar.

Guna membuat efek nyata film ini terasa, banyak orang yang terlibat dalam Misi Apollo 11 di dunia nyata, ikut disertakan dalam film ini. Beberapa orang di antaranya adalah :
1. Christiane Kubrick (janda dan istri Sutradara Stanley Kubrick),
2. Henry Kissinger, Donald Rumsfeld, Alexander Heig, dan Lawrence Eagleburger (mantan staf Presiden Richard Nixon).
3. Edwin "Buz" Aldrin.
4. Farouk El-Baz (ilmuan Mesir yang bekerja di NASA).
5. Richard Helms (Direktur CIA periode 1966 - 1973).



APA ITU "MOCKUMENTARY"? 
Mockumentary adalah gabungan dari dua kata, yaitu "Mock" (Bohongan / Buatan) dan "Documentary". Sesuai namanya, Mockumentary merupakan tipe film atau acara televisi yang menampilkan kejadian fiksi namun dikemas dalam bentuk film dokumenter. Produksi film ini dibuat serealistis mungkin dengan tujuan membuat para penonton percaya kalau dokumenter yang ditayangkan itu merupakan laporan tentang kejadian nyata yang benar-benar terjadi.

Untuk menciptakan atmosfir nyata, film sejenis ini sering disemati komentar dan analisa dari pakar (kadang pakar sebenarnya). Meski tampak serius, kebanyakan "mockumentary" menampilkan bentuk parodi dan komikal yang mempelintir fakta dari kejadian sebenarnya.

Film jenis mockumentary sudah mulai dikenal sejak tahun 1960-an, di mana film A Hard Day's Night (1964) karya Alun Owen diyakini sebagai film bergenre "mockumentary" pertama yang populer. Selain itu, beberapa film mockumentary lain yang cukup populer antara lain Zelig (1983), This Is Spinal Tap (1984), Forgotten Silver (1995), dan tentu saja : Borat (2006).



PASCA PEREDARAN "DARK SIDE OF THE MOON"
Pasca perilisan film Dark Side of The Moon - hingga hari ini - muncul sekelompok siswa sosiologi yang mempelajari Teori Konspirasi (Conspiracy Theories) dan percaya kalau apa yang ditampilkan dalam film itu adalah benar. Mereka menganggap film tersebut adalah film serius dan menjadikan film tersebut itu sebagai bahan diskusi.

Film ini tidak saja menjadi bahan pembahasan di dalam kelas, tetapi juga bahan perdebatan yang sangat ramai di sosial media dan forum diskusi online.



DO YOU KNOW? 
Perdebatan tentang kebenaran adanya pendaratan ke bulan pada tahun 1969 oleh pesawat antariksa Apollo 11 sebenarnya sudah lama terjadi, jauh sebelum film ini dibuat. Perdebatan tersebut dimulai ketika buku We Never Went to The Moon : America's Thirty Billion Dollar Swindle yang ditulis Bill Kaysing dan dirilis tahun 1976 beredar. Kaysing yang saat itu adalah penulis senior yang pada tahun 1956 bekerja di perusahaan Rocketdyne, sebuah perusahaan yang menciptakan mesin F-1 yang kala itu dipakai untuk roket Saturn V. Menurutnya, pada masa itu, teknologi untuk terbang ke bulan belum ada sehingga ada kemungkinan pendaratan ke bulan adalah tipuan. Baginya, peluang keberhasilan mendarat ke bulan pada masa itu  adalah 0,0017%, sehingga dipastikan sangat tidak mungkin ada manusia yang bisa ke bulan di masa itu.

Sejak itulah muncul Teori Konspirasi yang menyebutkan kalau Pendaratan di Bulan hanyalah tipuan. Ada 3 teori populer tentang penipuan ini :
Teori pertama berhubungan dengan Perang Dingin yang terjadi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet sepanjang tahun 1947 - 1991. Pada tahun 1962, Presiden John F. Kennedy dalam sebuah pidatonya yang populer, menyebutkan tentang rencana Amerika Serikat menjalankan misi ruang angkasa guna memenangkan perang melawan Uni Soviet. Sebelumnya, pada tahun 1959, Uni Soviet telah melakukan perjalanan antariksa dengna mengirimkan pesawat antariksa tanpa penumpangnya ke bulan. Sehingga untuk menyaingi negara tersebut, Amerika Serikat sengaja memunculkan berita pendaratan ke bulan guna menyaingi prestasi yang telah dilakukan sebelumnya oleh Uni Soviet.

Teori Kedua menyebutkan bahwa berita tentang keberhasilan manusia mendarat di bulan adalah berita yang sengaja disebarkan oleh NASA untuk menutupi rasa malu mereka setelah menghabiskan dana sangat banyak (lebih dari US$ 30 milyar di tahun 1968) untuk melakukan eksperimen perjalanan ke bulan. Dengan munculnya berita tersebut, maka NASA dapat menghindari rasa malu mereka karena gagal melaksanakan program Misi ke Bulan. Selain itu, dengan munculnya berita itu, maka diyakini para investor masih akan mempercayai NASA dan bersedia untuk terus mendanai program NASA tersebut.

Teori Ketiga menyebutkan kalau berita tentang pendaratan ke bulan adalah bentuk pengalihan perhatian dari kegagalan Perang Vietnam yang terjadi tahun 1964 - 1969. Perang itu merupakan tamparan yang memalukan bagi Amerika Serikat, dan mereka mendapat kecaman dari masyarakatnya. Guna mengalihkan perhatian mereka, dibuatlah skenario cerita heroik tentang pendaratan manusia ke bulan tersebut. Jika memang teoi ini benar adanya, maka bisa dikatakan skenario ini berhasil dengan baik. Masyarakat sedikit melupakan kepahitan akibat Perang Vietnam tersebut. Skenario ini pun diyakini merupakan salah satu taktik yang dibuat calon Presiden Richard Nixon untuk berkampanye dan memenangkan pemilihan kepresidenan waktu itu.

Meski Teori Konspirasi ini beredar luas dan hingga hari ini masih dipercaya kebenarannya, namun ada sekelompok ahli yang telah meneliti dengan serius fakta ini selama bertahun-tahun, dan mereka berhasil membuktikan kalau pendaratan manusia ke bulan yang terjadi tahun 1969 benar-benar terjadi, bukan hasil rekayasa. Vince Calder dan Andrew Johnson, ilmuan dari Argonne National Laboratory adalah sebagian dari ilmuan yang berhasil membuktikan fakta tersebut.

Bahkan sebuah acara televisi berjudul MythBusters telah melakukan penitian secara langsung dan berhasil membuktikan fakta kalau pendaratan di bulan yang dilakukan Neil Armstrong dan Edwin Aldrin pada tahun 1969 benar-benar terjadi, serta bukan hasil rekayasa. Berdasarkan fakta-fakta ini, kita sekalian sebenarnya sudah bisa menutup perdebatan puluhan tahun ini mengenai kebenaran pendaratan manusia ke bulan pada tahun 1969. Meski demikian, hingga hari ini masih banyak orang yang tetap yakin pendaratan ke bulan di tahun 1969 tidak pernah terjadi. Anda salah satunya?

Dalam waktu dekat ini, akan ada satu film Super Hero Marvel baru yang akan dirilis. Judulnya Ant-Man.  Komik hasil kreasi Stan Lee, Larry Lieber, dan Jack Kirby ini telah diadatasi dalam bentuk layar lebar dan akan didistribusikan oleh Walt Disney Studios Motion Pictures pada tanggal 17 Juli 2015 mendatang.

Proyek pembuatan film ini sebenarnya sudah dimulai sejak 2006, di mana pihak Marvel Studios saat itu memilih Joe Cornish sebagai penulis cerita dan Edgar Wright sebagai Sutradara. Meski rencana pembuatan film ini sudah cukup lama, lamanya proses pembuatan skenario film, membuat film ini baru mulai diproduksi Oktober 2013. Pembuatan film pun sempat terhambat setelah Wright memutuskan untuk mundur dari proyek ini bulan Mei 2014 setelah berselisih paham dengan Cornish. Posisinya digantikan oleh Peyton Reed yang menuntaskan pembuatan film ini bulan Desember 2014.

Meski belum ada informasi yang jelas mengenai alur ceritanya, namun banyak orang yang sudah sangat penasaran dengan film ini. Alasannya adalah karena Ant-Man adalah salah satu karakter yang sudah cukup populer dan terbilang "melegenda", meski tidak sepopuler The Avengers, Spider-Man, maupun Hulk. Karakter ini pertama kali muncul sebagai Scott Lang di komik The Avengers #181 (terbit Maret 1979). Sedangkan sebagai alter-ego Lang, Ant-Man muncul pertama kali di komik Marvel Premiere #47 (April 1979).

Sambil menunggu kehadiran pahlawan super ini, mari kita simak apa saja berita-berita di balik proses pembuatan filmnya yang sedemikian lama.

*****
Mengikuti gaya humor film Marvel sebelumnya - Guardians of the Universe (2014) - yang juga didiris Walt Disney Studios, film ini juga menampilkan gaya humor yang sama dalam promosi film. Poster pertama film ini menggunakan latar putih dengan judul "Marvel's Ant-Man" bertulisan warna merah di bagian bawah, serta sebuah "titik" kecil di tengah poster yang menggambarkan sang Super Hero. Apakah Anda melihatnya?

Poster Pertama "Ant-Man"
Awalnya, Paul Rudd - pemeran Scott Lang / Ant-Man - sangat kecil dan kurus. Namun, ketika dipilih menjadi pemeran utama film ini, dia berlatih dan menjalani diet sangat keras untuk membentuk badannya. Alhasil, tubuhnya menjadi sangat berbentuk. Bahkan sakin sempurnanya, para kru harus merombak bahan kostum Ant-Man menjadi kostum yang lebih tipis serta natural, bahkan menghilangkan bentuk "six-pack" di dadanya.

Rencana produksi film Ant-Man sebenarnya sudah dimulai sangat jauh sebelum Marvel memilih Cornish dan Wright sebagai penulis serta Sutradara film Ant-Man. Tahun 1989, Stan Lee telah membuat skenario Ant-Man dan menawarkannya ke New World Entertainment (waktu itu adalah Parent Company dari Marvel's Comics). Namun ide itu tidak terealisasi karena waktu itu Walt Disney Pictures merilis film Honey I Shrunk the Kids (1989), yang ide ceritanya mirip dengan Ant-Man. Tahun 2003, berdasarkan skenario awal Stan Lee, Joe Cornish dan Edgar Wright membuat naskah kasar (draft) cerita Ant-Man dan menawarkannya ke Marvel Studio. Naskah ini baru direspon Marvel - Disney tahun 2006 dengan mengajak mereka berkolaborasi. Jika diakumulasi, mulai dari naskah pertama dibuat hingga selesai produksi dan ditayangkan, proses pembuatan film Ant-Man memakan waktu 26 tahun.

Karena tubuh Ant-Man sangat kecil, maka untuk menampilkan gambar mikro yang realistis, sineas Ant-Man menggunakan teknologi Macro Photography dan Motion Capture Technology. Dengan teknologi ini, kamera dapat merekam area yang sangat kecil dan membuatnya jadi besar.

Trailer pertama Ant-Man dirilis berbarengan dengan dirilisnya serial televisi Agent Carter (6 Januari 2015) dan ditonton 29 juta penonton di seluruh dunia dalam waktu 3 hari. Hasil ini menjadikan trailer Ant-Man sebagai trailer film Marvel ketiga yang paling banyak ditonton, setelah Iron Man 3 dan Avengers : Age of Ultron.

Meski awalnya saya mengira serial televisi ini bergenre "police procedural" model CSI, NCIS, Blue Blood, maupun Chicago PD (dan ini yang membuat saya "malas" untuk menonton serial ini sejak awal), namun setelah menontonnya, saya jadi sangat bersemangat sekali untuk terus mengikutinya.

Season pertama serial yang ditayangkan jaringan televisi TNT dengan total 10 episode ini sudah tayang 13 Agustus - 4 Desember 2014 silam. Season keduanya - dengan total 10 episode - rencananya akan tayang di pertengahan 2015 mendatang. Serial ini merupakan adaptasi dari novel Legends : A Novel of Dissimulation karya Robert Littell. Sekilas, alur cerita Legends mirip cerita Bourne Identity. Bedanya, dalam Bourney Identity, karakter utamanya (Jason Bourne) menderita amnesia dan mencari tahu jati dirinya. Sedangkan dalam Legends, sang karakter utama (Martin Odum) justru dalam keadaan sadar dan mencari tahu siapa dirinya.

Dikisahkan Martin Odum (Sean Bean) adalah salah seorang agen FBI yang menyamar dan menyusup ke dalam jaringan teroris. Satu waktu dia berhasil menyusup masuk ke sebuah jaringan teroris spesialis bom yang dipimpin oleh seorang pria misterius berjuluk "Founding Father". Menggunakan nama Jonathan, Odum mendapatkan kepercayaan masuk ke anaggota tersebut. Dan berkat kerja sama yang baik dengan tim FBI, mereka berhasil menghabisi kelompok itu dan menangkap "Founding Father", serta menghentikan teror bom yang dilakukan kelompok itu.

Masalah selesai?

Itu baru awal dari segalanya. Pasca penangkapan kelompok pengebom tersebut, Odum mengalami "kebingungan" karena beberapa kali salah menyebut dirinya sebagai "Jonathan". Orang-orang mengira Odum menderita trauma dan gangguan kejiwaan akibat kasus terakhir. Tapi setelah bertemu dengan seorang pria misterius berjaket hijau, Odum mulai meragukan identitas dirinya karena orang tersebut mengatakan kalau identitas "Martin Odum" adalah palsu. Pria itu menjelaskan kalau Odum adalah salah satu korban konspirasi besar yang menyebabkan identitasnya hilang.

Pria tersebut berusaha memberikan bukti pada Odum, namun keburu tewas terbunuh. Odum berhasil mendapatkan informasi tersebut, dan kemudian mulai meragukan kewarasan serta identitas yang dimilikinya sekarang. Benarkah namanya Martin Odum. Jika bukan, lalu siapa dia sebenarnya?


MY OPINION 
Premis serial ini sebenarnya sangat baik. Sayang, produser serial ini sepertinya kurang pede sehingga sempat mengubah alur cerita pada episode kedua - keempat menjadi cerita polisi biasa model NCIS : Los Angeles, Hawaii-Five-O, CSI : New York, Chicago PD, dan lain-lain yang sejenis. Akibatnya, muncul semacam lompatan cerita yang cukup mengganggu saat menonton episode 1 dan 2. Lalu lompatan itu terasa kembali di episode 5, saat jalan ceritanya dikembalikan ke cerita awal.

Meski sedikit mengganggu, namun secara umum serial ini menawarkan cerita yang sangat seru dan menegangkan. Memang tidak setegang serial 24 atau seseru Blacklist, namun paling tidak serial ini bisa membuat kita terus penasaran untuk terus mengikutinya.

Bagian yang mungkin sedikit mengganjal adalah peran Morris Chestnut sebagai Detektif Tony Rice, seorang agen FBI yang selalu penasaran dengan Martin Odum yang menjadi tersangka pembunuh gelandangan berjaket hijau. Meski pun dia sudah diinformasikan kalau Martin Odum adalah anggota FBI yang sedang menjalankan misi penyamaran, dan Odum bukan pelaku pembunuhan gelandangan itu, tetapi tetap saja dia terus menyidiki kasus tersebut. Memang pada akhirnya penyidikan Tony Rice berhasil membongkar dan menjawab misteri jati diri Odum, tapi kehadirannya sejak awal seri terasa sangat mengganggu, apalagi terus mempermasalahkan hal yang remeh, sehingga keberadaan dirinya seperti "dipaksakan".



DO YOU KNOW? 
Peran Sean Bean sebagai Martin Odum di serial ini mendapatkan apresiasi dan respon yang sangat positif dari para kritikus film. Tidak heran untuk perannya ini, Sean Bean berhasil dinominasikan sebagai Best Actor dalam Ajang People's Choice Award for Favorite Cable TV Actor.

Karena terlalu seringnya Sean Bean berperan sebagai karakter yang tewas (salah satunya sebagai Lord Eddard "Ned" Stark di serial Game of Thrones yang "ditewaskan" setelah bermain 9 episode pada Season 1), maka saat serial ini akan ditayangkan, pihak TNT membuat kampanye "Jangan Bunuh Sean Bean" (Don't Kill Sean Bean) yang bermaksud untuk memberitahu kepada fans Sean Bean kalau dalam serial ini, aktor pujaan mereka dipastikan tidak akan "dibunuh" dan akan menjadi tokoh sentral sepanjang serial berlangsung. Selain memasang poster "Don't Kill Sean Bean" di berbagai tempat, pada akun Tweeternya, produser Howard Gordon mengunduh foto-foto para selebritis populer yang mengenakan kaos bertuliskan tersebut (Anda bisa melihat foto itu dengan hashtag #DontKillSeanBean). Beberapa seleb yang diunduh mengenakan kaos tersebut adalah Kiefer Sutherland dan George R.R. Martin (penulis novel Game of Thrones).

Episode perdana Legends ditonton lebih dari 2.8 juta penonton. Sedangkan episode terakhirnya ditonton 1.08 juta penonton.




Sebelumnya, saya sudah me-review serial ini (lihat review-nya di link berikut ini : http://funtertainment-facts.blogspot.com/2013/04/recommended-walking-dead-2010-onward.html). Serial ini menjadi salah satu tontonan paling populer dan ditunggu di seluruh dunia saat ini, dan saat ini telah masuk Season 5. Delapan episode pertama serial ini telah tayang tahun lalu, dan delapan berikutnya akan tayang tanggal 8 Februari 2015 mendatang.

Sambil menunggu lanjutan petualangan Rick Grimes dan kawan-kawan, mari kita simak hal-hal unik yang tidak Anda ketahui tentang serial ini. Sebelumnya saya juga pernah menampilkan informasi ini (simak artikel lengkapnya di sini : http://funtertainment-facts.blogspot.com/2013/04/the-walking-dead-part-2-hal-hal-yg.html). Berbeda dengan informasi sebelumnya, berikut ini adalah informasi ter-update tentang serial ini yang sepertinya belum Anda ketahui, terutama yang berhubungan dengan Season 5 yang akan tayang sebentar lagi. Apa saja informasi terbaru dari serial horor ini?

*****

Anda mungkin memperhatikan kalau semua zombi yang tampil di Season 5 berwajah makin seram dan makin pucat. Hal ini memang disengaja karena disesuaikan dengan kondisi ceritanya sendiri. Seperti yang kita ketahui, semakin lama dibiarkan, mayat akan berubah semakin hancur sebagai akibat proses dekomposi. Jadi wujud zombi di Season 5 adalah zombi hasil dekomposi, sehingga wajar jika melihat kulit mereka makin banyak yang terkelupas, serta wajah mereka makin hancur.

Crossbow yang digunakan Daryl Dixon (diperani Norman Reedus) di serial ini adalah crossbow seri The Horton Scout HD-125, dan kini menjadi produk crossbow paling laris dan paling dicari masyarakat Amerika Serikat. Jika Anda ingin memiliki crossbow tersebut, datang saja ke Walmart dan dapatkan produk crossbow tersebut dengan harga US$ 300.

Percaya atau tidak, di Season 5 ini, pemeran pengganti Carl (Chandler Riggs) - anak Rick Grimes - adalah seorang wanita bertubuh mungil berusia 31 tahun bernama Ashley.

Andrew Lincoln (pemeran Rick Grimes) dan Lauren Cohan (pemeran Maggie Greene) adalah aktor dan aktris Inggris.

Selama proses shooting, semua pemeran Walker diwajibkan berjalan mengikuti cara yang sudah ditentukan dan berakting tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Suara Walker baru ditambahkan pada saat proses editing dan post-production.

Selain itu, para pemeran Walker juga diwajibkan tidak boleh berkedip selama proses shooting. Karena aturan ini, para editor diwajibkan untuk memeriksa setiap hasil shooting (khususnya saat shooting close-up para Walker) dan memastikan tidak ada pemeran yang iseng dan sengaja melanggar "aturan" tersebut.

Untuk menghilangkan rasa jijik yang menghinggapi para pemeran Walker saat melakukan adegan-adegan memakan bangkai, pihak properti film telah menyiasatinya dengan membuatkan daging yang sudah dimasak matang dan dibumbui saos Barberkiu. Hal ini membuat para pemeran Walker menjadi sangat lahap memakan daging "bangkai" dan adegan itu jadi tampak sangat nyata.

Semua bagian tubuh korban yang dimakan para Walker terbuat dari daging ham masak yang dibumbui saos barbekiu. Namun khusus di Season 2, saat Dale Horvath (diperani Jeffrey DeMunn) tewas, bagian tubuhnya yang digerogoti para Walker terbuat dari dada ayam. Tidak ada alasan apapun dari penggunaan dada ayam tersebut, selain penghormatan atas karakter Dale Horvath, yang waktu itu sangat disukai para penonton.

Pada Bagian Kedua Season 5 (Episode 9 - 16), akan muncul karakter antagonis baru bernama Aaron (diperani Ross Marquand). Dalam versi komiknya, Aaron adalah seorang gay yang awalnya membantu kelompok Rick Grimes, namun diam-diam punya misi tersembunyi yang membahayakan kelompok tersebut.

Proses shooting Season 5 berlangsung sejak 5 Mei - 22 November 2014. Delapan episode pertama Season ini telah tayang tanggal 12 Oktober - 30 November 2014. Sedangkan delapan episode kedua akan tayang 8 Februari - 29 Maret 2015.

Episode pertama Season 5 (berjudul "No Sanctuary") yang tayang tanggal 12 Oktober 2014 memecahkan rekor jumlah penonton serial The Walking Dead di mana episode itu ditonton sebanyak 17.29 juta orang di Amerika Serikat. Rekor ini mengalahkan jumlah penonton Episode Pertama Season 4 ("30 Days Without An Accident") yang tayang 13 Oktober 2013, di mana episode tersebut ditonton 16.11 juta orang.

Sejak tahun 2011 - 2013, AMC - stasiun televisi yang memproduksi serial The Walking Dead - telah merilis 3 mini seri The Walking Dead yang ditayangkan di website resmi AMC. Alur mini seri tersebut berjalan simultan dengan alur cerita yang sedang ditayangkan di televisi.
Bicycle Girl
Web Series The Walking Dead pertama berjudul Torn Apart yang ditayangkan tanggal 3 Oktober 2011, bersamaan dengan tayangnya The Walking Dead Season 2 di televisi. Mini seri 6 episode (masing-masing episode berdurasi 2 - 5 menit) ini mengisahkan tentang Hannah (Lili Birdsell), seorang ibu dan dua orang anaknya, yang berusaha melarikan diri bersama mantan suaminya, Andrew (Rick Otto), dari kejaran Walker. Meski pada akhirnya Hannah dan Andrew tewas dibantai Walker, anak-anak mereka berhasil selamat.  Hannah adalah Walker dengan tubuh setengah yang ditembak Rick Grames di episode pertama The Walking Dead Season 1. Karakter Walker berjuluk "Bicycle Girl" ini sangat populer sehingga menjadi trade-mark serial televisi The Walking Dead.

Web Series kedua The Walking Dead berjudul Cold Storage. Terdiri dari 4 episode, serial ini semuanya ditayangkan pada tanggal 1 Oktober 2012 di website resmi AMC, dua minggu sebelum The Walking Dead Season 3 ditayangkan (14 Oktober 2012). Serial ini mengisahkan tentang Chase (diperani Josh Stewart) yang menyidiki sebuah gudang yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Gudang yang dimiliki seorang pria bernama BJ (Daniel Roebuck) - namun kemudian diketahui milik Rick Grimes, setelah Chase menemukan album foto Rick Grimes dan keluarganya di dalam gudang itu - ternyata berisi mayat orang-orang yang dibantai BJ. Chase nyaris menjadi korban BJ. Dibantu oleh mantan staf BJ bernama Kelly (Cerina Vincent), Chase berhasil membunuh dan memenggal kepala BJ.

Web Series ketiga berjudul The Oath dan dirilis AMC di website-nya tanggal 1 Oktober 2013, 2 minggu sebelum The Walking Dead Season 4 dirilis (13 Oktober 2013). Serial bertotal 3 episode ini mengambil alur cerita episode pertama The Walking Dead Season 1, mengisahkan latar belakang tulisan "Don't Open, Dead Inside" yang terdapat pada pintu kafetaria rumah sakit tempat di mana Rick Grimes tersadar dari pingsannya. Dikisahkan Paul (Wyatt Russel) dan Karina (Ashley Bell) adalah dua orang yang melarikan diri dari kejaran Walker dan bersembunyi di sebuah rumah sakit. Di sana, mereka bertemu Dr Gale Macones (Ellen Greene), seorang dokter yang mengalami gangguan jiwa dan berusaha membunuh mereka berdua. Gale berhasil menyuntikkan racun mematikan pada Karina, sehingga dia meninggal dan berubah menjadi Walker. Paul berhasil membunuh Gale dan kemudian membawa Karina meninggalkan rumah sakit. Sebelumnya, Paul membuat tulisan di pintu kafetaria dengan cat semprot. Tulisan yang dibuatnya : "Don't Open, Dead Inside".

Seiring dengan suksesnya serial The Walking Dead, AMC telah menyiapkan serial spin-off dari The Walking Dead berjudul Cobalt (sebelumnya berjudul "Fear the Walking Dead"). Serial yang juga dikembangkan Frank Darabont (kreator serial televisi The Walking Dead) ini akan mengisahkan kejadian yang sama dengan The Walking Dead, namun dengan lokasi dan karakter yang berbeda. Beberapa karakter utama serial tersebut adalah :
- Sean Cabrera (diperani Cliff Curtis), seorang guru yang baru bercerai.
- Nancy Tomkins (Kim Dickens), konselor sekolah.
- Nick Tomkins (Frank Dillane), anak Nancy yang kecanduan narkoba.
- Ashley Tomkins (Alycia Debnam Carey), anak kedua Nancy.
Spin-off ini akan mulai diproduksi awal tahun 2015 dan rencananya akan ditayangkan sekitar Oktober 2015, berdekatan dengan dirilisnya The Walking Dead Season 6.


NewerStories OlderStories Home