Classic Review - DARK SIDE OF THE MOON (2002)

Sebelum Borat : Cultural Learnings of America for Make Benefit Glorious Nation of Kazakhstan (disingkat Borat) sukses sebagai film mockumentary paling kontroversi dan menghebohkan tahun 2007, film Dark Side of The Moon telah lebih dulu menjadi film bergenre sama yang sangat kontroversi.

Dirilis pertama kali tanggal 16 Oktober 2002, film mockumentary produksi Perancis berdurasi 52 menit ini mengetengahkan laporan yang cukup mengejutkan tentang teori kalau manusia sebenarnya tidak pernah ke bulan.

Pada tanggal 21 Juli 1969, Neil Armstrong dan Edwin "Buzz" Aldrin menjadi manusia pertama yang mendarat di Bulan. Dengan pesawat Apollo 11, mereka tiba di permukaan bulan tanggal 20 Juli 1969 pukul 20.18 UTC dan Armstrong keluar dari pesawat ruang antariksa tanggal 21 Juli 1969, pukul 02.56.  Pendaratan manusia ke bulan ini menjadi salah satu catatan bersejarah bagi umat manusia, terutama di bidang perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan.

Meski menjadi hal bersejarah, namun pencapaian tersebut menjadi kontroversi ketika publik mencurigai adanya konspirasi dan pembohongan publik yang terjadi dalam pendaratan tersebut. Lewat penyidikan yang dilakukan William Karel (Sutradara film Dark Side of The Moon), ditemukan fakta bahwa di masa itu, manusia sebenarnya belum ke Bulan. Film yang menampilkan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin tersebut tidak lain merupakan film yang dibuat oleh Stanley Kubrick, sutradara yang beberapa waktu sebelumnya merilis film bertema perjalanan ke ruang antariksa, 2001 : A Space Odyssey (1968).

Penyidikan lebih lanjut yang dilakukan Karel mengungkapkan kalau pembuatan film pendaratan ke bulan itu melibatkan 700 teknisi Hollywood yang membuat efek khusus pendaratan Neil Armstrong tersebut.

Konspirasi ini disebutkan tidak lepas dari peran calon Presiden Amerika Serikat kala itu - Richard Nixon - yang sengaja mempropagandakan berita pendaratan manusia ke bulan itu sebagai kampanye pemilihan kepresidenan yang berlangsung tahun 1968 (dan berkat propaganda ini, Nixon terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat ke-37 pada tahun 1969). Untuk menutupi kebohongan yang dilakukannya, Presiden Richard Nixon mengutus agen CIA untuk menghabisi semua pendukung film tersebut. Semuanya berhasil terbunuh, kecuali Kubrick yang berhasil melarikan diri dan selamat dari aksi pembunuhan tersebut.

Meski penuh dengan "ketegangan", namun di akhir film, ditampilkan adegan "blooper" yang memperlihatkan para pendukung film ini melakukan kesalahan-kesalahan saat pengambilan gambar. Dengan demikian, film ini dipastikan merupakan dokumenter bohongan belaka. Meski demikian, banyak penonton yang masih mempercayai jika apa yang ditayangkan di film ini adalah sebuah kebenaran. Tidak heran jika hingga hari ini, film ini menjadi bahan perdebatan hangat, tidak saja di fakultas perfilman dunia, tetapi juga para politikus Amerika Serikat masih memperdebatkan konten film ini, karena sebagian percaya kalau apa yang ditayangkan di film itu benar.

Guna membuat efek nyata film ini terasa, banyak orang yang terlibat dalam Misi Apollo 11 di dunia nyata, ikut disertakan dalam film ini. Beberapa orang di antaranya adalah :
1. Christiane Kubrick (janda dan istri Sutradara Stanley Kubrick),
2. Henry Kissinger, Donald Rumsfeld, Alexander Heig, dan Lawrence Eagleburger (mantan staf Presiden Richard Nixon).
3. Edwin "Buz" Aldrin.
4. Farouk El-Baz (ilmuan Mesir yang bekerja di NASA).
5. Richard Helms (Direktur CIA periode 1966 - 1973).



APA ITU "MOCKUMENTARY"? 
Mockumentary adalah gabungan dari dua kata, yaitu "Mock" (Bohongan / Buatan) dan "Documentary". Sesuai namanya, Mockumentary merupakan tipe film atau acara televisi yang menampilkan kejadian fiksi namun dikemas dalam bentuk film dokumenter. Produksi film ini dibuat serealistis mungkin dengan tujuan membuat para penonton percaya kalau dokumenter yang ditayangkan itu merupakan laporan tentang kejadian nyata yang benar-benar terjadi.

Untuk menciptakan atmosfir nyata, film sejenis ini sering disemati komentar dan analisa dari pakar (kadang pakar sebenarnya). Meski tampak serius, kebanyakan "mockumentary" menampilkan bentuk parodi dan komikal yang mempelintir fakta dari kejadian sebenarnya.

Film jenis mockumentary sudah mulai dikenal sejak tahun 1960-an, di mana film A Hard Day's Night (1964) karya Alun Owen diyakini sebagai film bergenre "mockumentary" pertama yang populer. Selain itu, beberapa film mockumentary lain yang cukup populer antara lain Zelig (1983), This Is Spinal Tap (1984), Forgotten Silver (1995), dan tentu saja : Borat (2006).



PASCA PEREDARAN "DARK SIDE OF THE MOON"
Pasca perilisan film Dark Side of The Moon - hingga hari ini - muncul sekelompok siswa sosiologi yang mempelajari Teori Konspirasi (Conspiracy Theories) dan percaya kalau apa yang ditampilkan dalam film itu adalah benar. Mereka menganggap film tersebut adalah film serius dan menjadikan film tersebut itu sebagai bahan diskusi.

Film ini tidak saja menjadi bahan pembahasan di dalam kelas, tetapi juga bahan perdebatan yang sangat ramai di sosial media dan forum diskusi online.



DO YOU KNOW? 
Perdebatan tentang kebenaran adanya pendaratan ke bulan pada tahun 1969 oleh pesawat antariksa Apollo 11 sebenarnya sudah lama terjadi, jauh sebelum film ini dibuat. Perdebatan tersebut dimulai ketika buku We Never Went to The Moon : America's Thirty Billion Dollar Swindle yang ditulis Bill Kaysing dan dirilis tahun 1976 beredar. Kaysing yang saat itu adalah penulis senior yang pada tahun 1956 bekerja di perusahaan Rocketdyne, sebuah perusahaan yang menciptakan mesin F-1 yang kala itu dipakai untuk roket Saturn V. Menurutnya, pada masa itu, teknologi untuk terbang ke bulan belum ada sehingga ada kemungkinan pendaratan ke bulan adalah tipuan. Baginya, peluang keberhasilan mendarat ke bulan pada masa itu  adalah 0,0017%, sehingga dipastikan sangat tidak mungkin ada manusia yang bisa ke bulan di masa itu.

Sejak itulah muncul Teori Konspirasi yang menyebutkan kalau Pendaratan di Bulan hanyalah tipuan. Ada 3 teori populer tentang penipuan ini :
Teori pertama berhubungan dengan Perang Dingin yang terjadi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet sepanjang tahun 1947 - 1991. Pada tahun 1962, Presiden John F. Kennedy dalam sebuah pidatonya yang populer, menyebutkan tentang rencana Amerika Serikat menjalankan misi ruang angkasa guna memenangkan perang melawan Uni Soviet. Sebelumnya, pada tahun 1959, Uni Soviet telah melakukan perjalanan antariksa dengna mengirimkan pesawat antariksa tanpa penumpangnya ke bulan. Sehingga untuk menyaingi negara tersebut, Amerika Serikat sengaja memunculkan berita pendaratan ke bulan guna menyaingi prestasi yang telah dilakukan sebelumnya oleh Uni Soviet.

Teori Kedua menyebutkan bahwa berita tentang keberhasilan manusia mendarat di bulan adalah berita yang sengaja disebarkan oleh NASA untuk menutupi rasa malu mereka setelah menghabiskan dana sangat banyak (lebih dari US$ 30 milyar di tahun 1968) untuk melakukan eksperimen perjalanan ke bulan. Dengan munculnya berita tersebut, maka NASA dapat menghindari rasa malu mereka karena gagal melaksanakan program Misi ke Bulan. Selain itu, dengan munculnya berita itu, maka diyakini para investor masih akan mempercayai NASA dan bersedia untuk terus mendanai program NASA tersebut.

Teori Ketiga menyebutkan kalau berita tentang pendaratan ke bulan adalah bentuk pengalihan perhatian dari kegagalan Perang Vietnam yang terjadi tahun 1964 - 1969. Perang itu merupakan tamparan yang memalukan bagi Amerika Serikat, dan mereka mendapat kecaman dari masyarakatnya. Guna mengalihkan perhatian mereka, dibuatlah skenario cerita heroik tentang pendaratan manusia ke bulan tersebut. Jika memang teoi ini benar adanya, maka bisa dikatakan skenario ini berhasil dengan baik. Masyarakat sedikit melupakan kepahitan akibat Perang Vietnam tersebut. Skenario ini pun diyakini merupakan salah satu taktik yang dibuat calon Presiden Richard Nixon untuk berkampanye dan memenangkan pemilihan kepresidenan waktu itu.

Meski Teori Konspirasi ini beredar luas dan hingga hari ini masih dipercaya kebenarannya, namun ada sekelompok ahli yang telah meneliti dengan serius fakta ini selama bertahun-tahun, dan mereka berhasil membuktikan kalau pendaratan manusia ke bulan yang terjadi tahun 1969 benar-benar terjadi, bukan hasil rekayasa. Vince Calder dan Andrew Johnson, ilmuan dari Argonne National Laboratory adalah sebagian dari ilmuan yang berhasil membuktikan fakta tersebut.

Bahkan sebuah acara televisi berjudul MythBusters telah melakukan penitian secara langsung dan berhasil membuktikan fakta kalau pendaratan di bulan yang dilakukan Neil Armstrong dan Edwin Aldrin pada tahun 1969 benar-benar terjadi, serta bukan hasil rekayasa. Berdasarkan fakta-fakta ini, kita sekalian sebenarnya sudah bisa menutup perdebatan puluhan tahun ini mengenai kebenaran pendaratan manusia ke bulan pada tahun 1969. Meski demikian, hingga hari ini masih banyak orang yang tetap yakin pendaratan ke bulan di tahun 1969 tidak pernah terjadi. Anda salah satunya?

NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment