TV Series - LEGENDS (2014 - onward)

Meski awalnya saya mengira serial televisi ini bergenre "police procedural" model CSI, NCIS, Blue Blood, maupun Chicago PD (dan ini yang membuat saya "malas" untuk menonton serial ini sejak awal), namun setelah menontonnya, saya jadi sangat bersemangat sekali untuk terus mengikutinya.

Season pertama serial yang ditayangkan jaringan televisi TNT dengan total 10 episode ini sudah tayang 13 Agustus - 4 Desember 2014 silam. Season keduanya - dengan total 10 episode - rencananya akan tayang di pertengahan 2015 mendatang. Serial ini merupakan adaptasi dari novel Legends : A Novel of Dissimulation karya Robert Littell. Sekilas, alur cerita Legends mirip cerita Bourne Identity. Bedanya, dalam Bourney Identity, karakter utamanya (Jason Bourne) menderita amnesia dan mencari tahu jati dirinya. Sedangkan dalam Legends, sang karakter utama (Martin Odum) justru dalam keadaan sadar dan mencari tahu siapa dirinya.

Dikisahkan Martin Odum (Sean Bean) adalah salah seorang agen FBI yang menyamar dan menyusup ke dalam jaringan teroris. Satu waktu dia berhasil menyusup masuk ke sebuah jaringan teroris spesialis bom yang dipimpin oleh seorang pria misterius berjuluk "Founding Father". Menggunakan nama Jonathan, Odum mendapatkan kepercayaan masuk ke anaggota tersebut. Dan berkat kerja sama yang baik dengan tim FBI, mereka berhasil menghabisi kelompok itu dan menangkap "Founding Father", serta menghentikan teror bom yang dilakukan kelompok itu.

Masalah selesai?

Itu baru awal dari segalanya. Pasca penangkapan kelompok pengebom tersebut, Odum mengalami "kebingungan" karena beberapa kali salah menyebut dirinya sebagai "Jonathan". Orang-orang mengira Odum menderita trauma dan gangguan kejiwaan akibat kasus terakhir. Tapi setelah bertemu dengan seorang pria misterius berjaket hijau, Odum mulai meragukan identitas dirinya karena orang tersebut mengatakan kalau identitas "Martin Odum" adalah palsu. Pria itu menjelaskan kalau Odum adalah salah satu korban konspirasi besar yang menyebabkan identitasnya hilang.

Pria tersebut berusaha memberikan bukti pada Odum, namun keburu tewas terbunuh. Odum berhasil mendapatkan informasi tersebut, dan kemudian mulai meragukan kewarasan serta identitas yang dimilikinya sekarang. Benarkah namanya Martin Odum. Jika bukan, lalu siapa dia sebenarnya?


MY OPINION 
Premis serial ini sebenarnya sangat baik. Sayang, produser serial ini sepertinya kurang pede sehingga sempat mengubah alur cerita pada episode kedua - keempat menjadi cerita polisi biasa model NCIS : Los Angeles, Hawaii-Five-O, CSI : New York, Chicago PD, dan lain-lain yang sejenis. Akibatnya, muncul semacam lompatan cerita yang cukup mengganggu saat menonton episode 1 dan 2. Lalu lompatan itu terasa kembali di episode 5, saat jalan ceritanya dikembalikan ke cerita awal.

Meski sedikit mengganggu, namun secara umum serial ini menawarkan cerita yang sangat seru dan menegangkan. Memang tidak setegang serial 24 atau seseru Blacklist, namun paling tidak serial ini bisa membuat kita terus penasaran untuk terus mengikutinya.

Bagian yang mungkin sedikit mengganjal adalah peran Morris Chestnut sebagai Detektif Tony Rice, seorang agen FBI yang selalu penasaran dengan Martin Odum yang menjadi tersangka pembunuh gelandangan berjaket hijau. Meski pun dia sudah diinformasikan kalau Martin Odum adalah anggota FBI yang sedang menjalankan misi penyamaran, dan Odum bukan pelaku pembunuhan gelandangan itu, tetapi tetap saja dia terus menyidiki kasus tersebut. Memang pada akhirnya penyidikan Tony Rice berhasil membongkar dan menjawab misteri jati diri Odum, tapi kehadirannya sejak awal seri terasa sangat mengganggu, apalagi terus mempermasalahkan hal yang remeh, sehingga keberadaan dirinya seperti "dipaksakan".



DO YOU KNOW? 
Peran Sean Bean sebagai Martin Odum di serial ini mendapatkan apresiasi dan respon yang sangat positif dari para kritikus film. Tidak heran untuk perannya ini, Sean Bean berhasil dinominasikan sebagai Best Actor dalam Ajang People's Choice Award for Favorite Cable TV Actor.

Karena terlalu seringnya Sean Bean berperan sebagai karakter yang tewas (salah satunya sebagai Lord Eddard "Ned" Stark di serial Game of Thrones yang "ditewaskan" setelah bermain 9 episode pada Season 1), maka saat serial ini akan ditayangkan, pihak TNT membuat kampanye "Jangan Bunuh Sean Bean" (Don't Kill Sean Bean) yang bermaksud untuk memberitahu kepada fans Sean Bean kalau dalam serial ini, aktor pujaan mereka dipastikan tidak akan "dibunuh" dan akan menjadi tokoh sentral sepanjang serial berlangsung. Selain memasang poster "Don't Kill Sean Bean" di berbagai tempat, pada akun Tweeternya, produser Howard Gordon mengunduh foto-foto para selebritis populer yang mengenakan kaos bertuliskan tersebut (Anda bisa melihat foto itu dengan hashtag #DontKillSeanBean). Beberapa seleb yang diunduh mengenakan kaos tersebut adalah Kiefer Sutherland dan George R.R. Martin (penulis novel Game of Thrones).

Episode perdana Legends ditonton lebih dari 2.8 juta penonton. Sedangkan episode terakhirnya ditonton 1.08 juta penonton.




NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment