Movie Recommendation - BRAKE

Terus terang, film ini adalah film yang sangat "murah-meriah" tapi mampu membuat nafas saya tertahan dan nyaris berhenti karena hanyut dalam ketegangan yang diramu di dalamnya. Dengan durasi sepanjang 93 menit, nyaris keseluruhan film hanya diperani oleh satu orang pemeran saja. Jika Anda belum menontonnya, tentu mengira film ini bakal "garing" dan membosankan. Tapi percayalah, sekali Anda menonton, dijamin tidak akan mampu berhenti untuk terus menontonnya hingga tamat.
Film thriller yang disutradarai Gabe Torres ini dirilis tanggal 23 Maret 2012. Sudah sedikit jadul, tapi tetap mampu mengundang decak kagum, sekaligus penghormatan saya atas film ini. Hampir keseluruhan film ini dilakoni oleh Stephen Dorff yang menjadi sentral cerita. Para pendukung film ini semuanya hanya bisa didengar suaranya saja, dan mereka baru muncul di akhir cerita.
Kisahnya sangat sederhana, tapi benar-benar mendebarkan. Dikisahkan Jeremy Reins (Dorff) adalah salah seorang Agen Khusus Secret Service yang pecandu judi. Film ini diawali dengan Jeremy yang tersadar dari pingsan dan menemukan dirinya terkurung dalam sebuah kotak kaca tebal di dalam sebuah tempat yang gelap. Di hadapannya ada sebuah jam digital yang bergerak mundur. Jam tersebut hanya disetel 4 menit. Setiap 4 menit, dia akan mendapatkan 'kejutan-kejutan" di luar dugaan.

Sebuah radio polisi diletakkan di dalam kotak itu, yang memungkinkan Jeremy berkomunikasi dengan siapapun yang berada di dekatnya. Dia kemudian berhasil mengontak seorang pria bernama Henry (JR Bourne), yang mengaku sebagai staf Gedung Putih yang juga disekap di dalam kotak kaca. Jeremy kemudian paham kalau dia diculik agar memberitahu para penculiknya di mana lokasi persembunyian Presiden dan Wakil Presiden saat kejadian bahaya. Lokasi tersebut dikenal dengan istilah "Roulette", dan hanya beberapa orang - termasuk Jeremy - yang tahu tempatnya.

Berbagai cara dilakukan Jeremy untuk bisa melarikan diri dari kotak itu, tetapi tidak berhasil. Bahkan kekasihnya berhasil diculik dan disandera oleh kelompok penculik. Dengan hanya mengandalkan insting, Jeremy terus berupaya untuk mencari cara melarikan diri. Pada akhirnya, semua usahanya gagal, dan dia nyaris tewas. Tapi sebelum itu terjadi, kejadian tidak terduga - dan mengejutkan - terjadi. Kejadian apa itu? Well.... sorry to say, saya tidak bisa mengatakannya, karena tidak ingin mengganggu kenikmatan Anda menonton film super seru ini.

Hal menarik dari film ini adalah adanya "double twist" dalam alur ceritanya. Jika biasanya kejutan hanya terjadi satu kali di akhir cerita, maka di film ini ada dua kejutan yang terjadi. Jadi ketika Anda telah dikejutkan dengan jawaban di akhir cerita, dan mengira film ini telah usai, Anda akan dikejutkan lagi dengan kejutan tambahan di bagian terakhir cerita.

Akting Stephen Dorff benar-benar sangat sempurna. Meski bukan aktor senior atau kawakan, namun Dorff menunjukkan akting luar biasa yang terbilang "di atas rata-rata". Banyak orang membandingkan aktingnya dengan akting Ryan Reynolds yang bermain di film Buried, film bertema sama yang menampilkan akting tunggal Reynolds sepanjang film. Semuanya sepakat kalau akting Dorff jauh lebih baik daripada Reynolds.

So... buat Anda yang senang menonton film seru yang mengandalkan kekuatan akting dan alur cerita yang mantap, Brake merupakan film yang sangat seru untuk ditonton. Meski sepanjang film hanya menampilkan Dorff yang berputar-putar di dalam kotak kaca, tapi jangan kuatir dan mengira film ini bakal membosankan. Sebaliknya, film ini akan memacu adrenalin dan akan memaksa Anda untuk tidak berkedip sedikit pun. Buktikan saja.... !!!!
NewerStories OlderStories Home

1 comment:

  1. gua yg terakhir gk ngerti Jeremy di bunuh begitu saja

    ReplyDelete