Fakta-fakta Ekstrim di Balik Serial Televisi DAREDEVIL

Beberapa hari lalu saya baru membuat review mengenai serial keren ini (untuk membaca review lengkapnya, klik link berikut ini : http://funtertainment-facts.blogspot.com/2015/04/web-tv-recommendarion-daredevil-2015.html).

Dirilis tanggal 10 April 2015, serial ini langsung menarik hati banyak penonton dunia, dan membuatnya menjadi serial web-tv paling sukses saat ini. Di balik kesuksesannya, ada hal-hal ekstrim yang menarik untuk Anda ketahui. Apa sajakah itu?

*****

Serial televisi Daredevil merupakan serial pertama yang kesemua episodenya ditayangkan bersamaan pada hari yang sama (10 April 2015) di web-tv milik Netflix.

Percaya atau tidak, hampir semua adegan di dalam serial Daredevil - mulai dari tata cahaya, sudut kamera, pewarnaan pakaian, hingga setting ruangan - dibuat sangat mirip dengan setiap panel gambar pada komik. Jadi jangan kaget jika Anda melihat adanya kemiripan sebuah adegan di serial tersebut dengan salah satu komik Daredevil yang sedang Anda baca saat ini.

Berbeda dengan cerita komik di mana kostum merah ikonik Daredevil dibuat oleh Matt Murdock sendiri, maka dalam serial televisi ini, kostum tersebut dibuat oleh seseorang yang dekat dengan Matt Murdock. Siapakah dia? Anda perlu menonton serial ini hingga tuntas untuk mengetahui jati dirinya.

Berbeda juga dengan cerita komiknya di mana Daredevil digambarkan sebagai tokoh yang benar-benar memegang teguh keadilan, maka dalam serial televisi ini Daredevil justru digambarkan sebagai karakter superhero yang ambigu, yang kadang memihak yang baik tetapi juga sesekali menolong yang jahat. Hal ini memang sengaja dilakukan guna menampilkan sosok Daredevil yang berbeda dengan sosok superhero Marvel sebelumnya yang kisah hidupnya sudah diadaptasi ke layar lebar.

The Defenders (ki-ka) : Daredevil, Iron Fist, Luke Cage, dan Jessica Jones
Daredevil merupakan proyek pertama Marvel dalam mengangkat kisah petualangan kelompok superhero The Defenders. Selanjutnya, Marvel akan mengadaptasi juga kisah petualangan anggota The Defenders yang lain (Jessica Jones, Luke Cage, dan Iron Fist) ke layar televisi. Nantinya kesemua karakter itu akan digabung ke dalam serial televisi tersendiri berjudul The Defenders.

Sukses serial televisi Daredevil ini mendorong Netflix untuk berencana mengangkat tokoh superhero Marvel lain ke layar kaca. Ada pun beberapa superhero tersebut adalah Ghost Rider, The Punisher, Blade, dan beberapa super hero lain.

Karena serial Daredevil ini brutal dan sadis, serial ini nyaris mendapatkan rating R (Restricted ; tontonan untuk penonton di atas 21 tahun).

Tidak banyak yang tahu kalau pakaian superhero Daredevil pertama berwarna Kuning-Hitam-Merah.

Charlie Cox adalah aktor Inggris dan merupakan aktor pertama di luar Hollywood yang memerani karakter Daredevil. Sebelumnya, Daredevil / Matt Murdock diperani oleh para aktor kelahiran Amerika Serikat : Ben Affleck, Rex Smith, Edward Albert, dan Frank Schuler.

Sama seperti Daredevil, maka karakter Kingpin / Wilson Fisk (diperani Vincent D'Onofrio) yang merupakan "musuh abadi" Daredevil juga digambarkan sebagai karakter yang ambigu. Di satu sisi dia memang adalah karakter antagonis, tapi di sisi lain, dia juga seorang karakter protagonis yang akan dicintai banyak penonton.

Secara kebetulan, semua karakter superhero Marvels yang dianggap ke layar lebar tinggal di New York. Hal yang sama juga terjadi pada Daredevil yang tinggal di sebuah daerah bernama Hell's Kitchen, yang tidak lain sebuah bagian kecil di wilayah New York.

Michael C. Hall merupakan kandidat paling kuat untuk memerani Matt Murdock / Daredevil. Anehnya, meski mendapatkan dukungan banyak orang, Hall justru tidak lulus audisi. Charlie Cox-lah yang kemudian terpilih.



NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment