Fakta-fakta Ektrim Tentang Fast & Furious

Sebagian dari Anda tentu sudah menonton Fast & Furious 7 (atau dirilis dengan judul Furious 7; informasi tentang film ini bisa Anda temukan di artikel saya sebelumnya di sini : http://funtertainment-facts.blogspot.com/2015/03/film-film-terbaru-bulan-april-2015.html). Ya, film terakhir Paul Walker ini terbilang sangat dasyat dan luar biasa. Dengan modal pembuatan US$ 250 juta, film yang dirilis tanggal 3 April 2015 ini hanya butuh waktu 3 hari untuk bisa meraup keuntungan finansial sebesar US$ 490 juta. Sungguh prestasi yang sangat luar biasa. 

Ya, film serial Fast & Furious bisa dikatakan sebagai film luar biasa dan mengejutkan. Betapa tidak, ketika seri pertamanya dirilis tahun 2001, film ini dibuat dengan modal hanya US$ 30 juta dan tidak diprediksikan sebagai film box-office. Namun di luar dugaan, film ini justru meraup keuntungan mencapai US$ 250 juta lebih. Hal serupa dengan seri-seri selanjutnya, yang membuat film Fast & Furious menjadi salah satu film franchise paling fenomenal hingga hari ini.

Di balik kesuksesan franchise film-film Fast & Furious, terselip beberapa fakta mengejutkan yang tidak kita ketahui. Apa sajakah itu?

*****

Di film Fast and Furious yang pertama, ada kesalahan cukup fatal yang dibuat tim kreatif film, namun tidak disadari banyak orang hingga hari ini. Dalam balapan jalanan pertama di film itu, jarak perlombaan hanya 500 meter. Artinya, perlombaan itu dapat selesai dalam hitungan detik. Namun yang ditampilkan di layar justru adegan kebut-kebutan yang berlangsung lebih dari 2 menit.

Di seri 2 Fast 2 Furious, mobil Mitsubishi Eclipse GSX yang digunakan Brian O'Conner (karakter yang diperani Paul Walker) adalah mobil pribadi Paul Walker sendiri. Lantaran terbatasnya dana dalam pembuatan film tersebut, maka Walker memutuskan untuk memakai mobil balapnya sendiri dalam film ini. Dan seperti yang Anda ketahui, di film ini, semua aksi kebut-kebutan dan balapan yang menggunakan mobil tersebut dilakukan sendiri oleh Paul Walker. Ya tentu saja, siapa yang rela mobil pribadinya dipakai orang lain?

Banyak orang menyebutkan kalau teknik drifting yang dilakukan di seluruh seri Fast and Furious adalah efek khusus CGI karena tidak mungkin dilakukan. Faktanya : Semua teknik dan adegan drifting yang ada di seluruh seri Fast and Furious adalah nyata tanpa sentuhan komputer sedikitpun. Guna kepentingan pengambilan gambar adegan drifting, Mitsubishi dan Toyota - sebagai sponsor utama semua seri Fast and Furious - menyiapkan sedikitnya 4,000 ban agar setiap mobil dapat melakukan drifting dengan sempurna.

Ketika Paul Walker meninggal di tahun 2013 akibat kecelakaan, proses pembuatan film Fast and Furious 7 nyaris dihentikan. Namun setelah sutradara James Wan dan tim produser dari Universal Studio berdiskusi, mereka memutuskan untuk melakukan perubahan skenario dan tetap "menampilkan" Paul Walker di film itu, dengan menggunakan teknik CGI. Sedangkan untuk memerani karakter yang dibawakan Walker di film itu, Caleb dan Cody Walker yang melakukannya. Mereka adalah adik Paul Walker yang secara "kebetulan" memiliki fisik, tinggi badan, serta gerak tubuh yang nyaris sama dengan Paul Walker.

Dalam sebuah wawancara saat promosi film Fast & Furious 6, Michelle Rodriguez mengungkapkan kalau dirinys sama sekali tidak tahu karakter yang dibawakannya (Leticia Ortiz) akan dihidupkan kembali. Seperti yang Anda ketahui, karakter Leticia "Letty" Ortiz - yang merupakan kekasih Dominic Toretto (Vin Diesel) - tewas di Fast & Furious 4. Rodriguez tidak pernah berpikir akan dilibatkan lagi dalam film seri ini, sampai dia dipanggil kembali untuk bermain di film Fast & Furious 6.

Meski Fast & Furious pertama sukses besar, Vin Diesel sempat mengungkapkan keinginannya untuk tidak bermain dalam sekuel film tersebut. Meski demikian, Universal Studio punya keyakinan Vin Diesel akan tetap bergabung. Karena itu, mereka membuat 2 naskah skenario untuk Fast & Furious 2 : Skenario pertama menampilkan karakter Dominic Toretto, dan skenario kedua tanpa karakter tersebut. Pada akhirnya Vin Diesel memang tidak bermain di film 2 Fast 2 Furious, tapi kemudian muncul di seri ketiga (sebagai cameo), dan seri-seri berikutnya.

Dikarenakan film Fast and Furious adalah film tentang balapan mobil, maka semua pemeran dalam film tersebut diwajibkan untuk bisa mengendarai mobil dan punya SIM. Masalahnya, dalam film Fast and Furious pertama, Michelle Rodriguez dan Jordana Brewster adalah dua pemeran yang tidak punya SIM, sehingga mereka harus menjalani ujian SIM. Di Fast and Furious 2, Devon Aoki adalah satu-satunya pemeran yang sama sekali tidak bisa mengemudi dan juga tidak punya SIM.

Di film Fast and Furious pertama, adegan Race War dilakukan di lapangan balap yang sebenarnya. Karena adegan itu sangat berbahaya, maka semua pengemudinya adalah para pembalap profesional. Dan semua mobil yang tampil dalam adegan itu adalah mobil modifikasi khusus balap.

Untuk membuat film 2 Fast 2 Furious lebih menarik dan penuh kejutan, Sutradara John Singleton meminta para pemeran film tersebut melakukan improvisasi di luar skenario. Jadi jangan heran jika Anda temukan banyak adegan konyol dan terkesan "aneh" di film tersebut. Adegan improvisasi paling ekstrim di film itu adalah tabrakan antara mobil Corvette dengan Mustang yang terjadi di jalan tol. Meski tabrakan itu cukup hebat, stuntman yang mengemudikan mobil itu tidak menderita luka sedikit pun.

Mobil Nissan Skyline GT-R R34 yang dikemudikan Paul Walker di Fast and Furious 4 adalah mobil produksi Kaizo Industries dan merupakan mobil balap satu-satunya yang diklaim berijin resmi untuk dikemudikan sebagai mobil umum di jalan raya kota.

Sebelum melakukan adegan perkelahian di film Fast and Furious 1, Paul Walker dan Matt Schulze berhari-hari membuat koreografi perkelahian dan berlatih keras setiap hari. Namun entah mengapa, ketika hari pengambilan gambar, mereka lupa dengan koreografi yang mereka buat, sehingga adegan perkelahian yang mereka lakukan berdasarkan improvisasi mereka sendiri. 

Nyaris tidak ada adegan percakapan antara Paul Walker dan Michelle Rodriguez di semua seri film Fast and Furious. Satu-satunya adegan yang menampilkan mereka berdua bercakap-cakap adalah di akhir film Fast & Furious 6, ketika Brian (karakter Walker) mendekati Letty (Rodriguez) dan meminta maaf karena membuatnya terlibat dengan Braga. Letty berkata pada Brian, "I may not remember anything, but I do know one thing : Nobody makes me do anything I don't want."

Secara "kebetulan" jadwal tayang semua film serial Fast and Furious bersamaan dengan jadwal tayang X-Men :
X2 dan 2 Fast 2 Furious ditayangkan bersamaan di tahun 2003.
X-Men : The Last Stand dan The Fast & Furious : Tokyo Drift tayang tahun 2006.
X-Men Origins : Wolverine dan Fast & Furious 4 tayang 2009.
X-Men : First Class dan Fast Five tayang tahun 2011.
The Wolverine dan Fast & Furious 6 tayang 2013.
Tadinya Fast & Furious 7 akan tayang tahun 2014, bersama X-Men : Days of Future Past. Namun jadwal ini bergeser karena kematian Paul Walker, sehingga Fast & Furious 7 baru bisa tayang di tahun 2015.

Mobil RX-7 yang dikemudikan Vin Diesel di film The Fast and The Furious ternyata kekecilan sehingga Diesel tidak bisa masuk dan mengendarai mobil itu. Karena itu interior dalam mobil tersebut dirombak habis-habisan agar Diesel bisa masuk dan mengendarai mobil itu dengan nyaman.

Karakter Mia Toretto - adik Dominic Toretto - tadinya dibuat khusus untuk aktris Eliza Duskhu. Tapi Duskhu justru menolak peran itu. Aktris papan atas Hollywood seperti Natalie Portman, Sarah Michelle Gellar, Kirsten Dunst, dan Jessica Biel pun kemudian diaudisi untuk memerani karakter itu. Namun pada akhirnya Jordana Brewster-lah yang mendapatkan peran itu.

Secara kebetulan lokasi shooting 2 Fast 2 Furious dan Bad Boys 2 berada di tempat yang sama, yaitu Bill Bags Cape Florida State Park di Key Biscayne. Kedua film itu pun memiliki jadwal shooting yang sama. Untungnya tidak saling mengganggu.

Adegan truk menghantam kereta api berkecepatan tinggi di Fast Five dilakukan tanpba bantuan komputer sama sekali. Jadi adegan yang memperlihatkan gerbong kereta yang nyaris terbelah benar-benar kondisi sebenarnya, dan bukan rekayasa.

Mobil-mobil yang digunakan di 2 Fast 2 Furious adalah mobil-mobil yang sebelumnya juga digunakan di film Fast and Furious pertama. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menghemat biaya produksi. Bahkan mobil yang sudah hancur dan remuk di seri pertama pun dimodifikasi ulang agar tampak baru dan bisa digunakan kembali di sekuelnya tersebut.


Tadinya, adegan tank yang melindas mobil di jalan pada Fast and Furious 6 akan menggunakan teknik CGI. Namun Sutradara Justin Lin ingin adegan itu tampak nyata, sehingga diputuskan menggunakan tank sesungguhnya. Sebagai konsekuensinya, selama proses pengambilan adegan itu, lebih dari 100 mobil hancur digilas tank tersebut.

Pada seri Fast & Furious 1 - 3, mobil-mobil yang digunakan dalam film semuanya adalah mobil produk Jepang. Barulah di seri 4 hingga yang terbaru, semuanya menggunakan mobil Amerika.

Paul Walker tidak diajak bergabung di The Fast and The Furious 3 : Tokyo Drift karena dianggap sudah terlalu tua, meski di skenario awal karakternya muncul. Namun setelah melihat hasil film tersebut kurang memuaskan (meski box-office, tapi hasilnya jauh di bawah 2 seri Fast & Furious sebelumnya), Universal Studio merangkul Walker lagi dan mengajaknya memerani semua seri Fast and Furious.

Adegan kejar-kejaran antara mobil dan pesawat terbang di Fast and Furious 6 sempat menjadi bahan perbincangan serius para kritikus film, ahli matematika, dan aerodinamika, karena durasi adegan itu sangat panjang (lebih dari 13 menit). Berdasarkan perhitungan mereka, dengan kecepatan pesawat yang mencapai 115 mph, dan durasi adegan yang sedemikian panjang, mereka memprediksi panjang landasan pacu yang digambarkan dalam film itu adalah sekitar 18.37 mil (29.4 kilometer). Adegan ini dinilai para kritikus sangat tidak realistis, mengingat panjang rata-rata landasan pacu yang ada tidak pernah lebih dari 2 kilometer.

Sebelumnya pada tahun 1954, pernah beredar film berjudul The Fast and The Furious. Film bercerita tentang balap mobil ini disponsori oleh perusahaan mobil Jaguar. Meski memiliki alur cerita yang sangat berbeda, namun untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, pada tahun 2001, Universal Studio membeli hak penggunaan judul "The Fast and The Furious" pada Roger Corman, selaku produser film tersebut. Corman setuju menjual judul tersebut, asalkan Universal Studio bersedia memberikan kopi asli dari film Spartacus. Universal setuju. Dan akhirnya, judul itu pun menjadi milik Universal Studio.

NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment