Movie Review - BANG BANG !

Ini film India kedua yang saya tonton dalam 10 tahun terakhir ini, setelah sebelumnya saya menonton Mary Kom (review komplitnya ada di : http://funtertainment-facts.blogspot.com/2014/11/recommended-film-mary-kom.html). Film yang disutradarai Siddharth Anand ini merupakan film remake resmi dari film Hollywood berjudul Knight and Day (2010) yang diperani Tom Cruise dan Cameron Diaz. Untuk versi Bollywood, peran utamanya dipegang oleh Hrithik Roshan dan Katrina Kaif.

Dikisahkan Kolonel Viren Nanda (diperani Jimmy Shergill) dari India terbang ke Inggris untuk menemui teroris Omar Zafar (Danny Denzongpa) yang ditahan Dinas Inteligen Inggris MI6. Ketika akan meng-ekstradisi teroris tersebut, gedung MI6 diserbu kelompok Omar Zafar. Viren Nanda pun tewas dalam aksi itu.

Pada saat melarikan diri, Zafar meminta bawahannya untuk menyebarkan informasi kalau dia menyediakan hadiah US$ 5 juta bagi semua orang India yang bisa mencuri permata Koh-I-Noor yang tersimpan di Menara London. Permata itu nantinya akan digunakan Zafar sebagai senjata untuk bernegosiasi dengan pihak Inggris agar dia diberi kebebasan dalam menentukan Perjanjian Ekstradisi Tahanan dengan pihak Inggris.

Tidak lama setelah informasi itu disebar, seorang pencuri dari India bernama Rajveer Nanda (Hrithik Roshan) mengaku telah mencuri Permata Koh-I-Noor. Sebagai bukti, dia memperlihatkan permata itu pada pengikut Zafar. Pada saat mereka ingin merebut permata itu, Nanda berhasil kabur dan secara kebetulan bertemu dengan Harleen (Katrina Kaif) - seorang sekretaris bank - di sebuah kafe, di mana Harleen sedang menunggu pasangan kencan butanya bernama "Vickie" yang didapatnya dari Situs Kencan Online. Harleen yang menyamar sebagai Vickie akhirnya berkenalan dengan Harleen.

Pihak polisi dan teroris dalam waktu singkat mengetahui identitas Harleen dan memburunya. Harleen yang awalnya tidak tahu-menahu soal permata Koh-I-Noor, akhirnya ikut terlibat bersama Nanda dalam kejar-kejaran yang mendebarkan.

Film ini terbilang cukup asyik untuk ditonton. Dari tata suara, efek khusus, adegan stunt, dan sinematografi, semuanya benar-benar kelas dunia. Film ini jauh dari imej "India Klasik" yang penuh tarian dan nyanyian. Ya, memang masih ada sih adegan itu, namun tidak kentara. Dengan durasi 154 menit, film ini hanya menampilkan 3 lagu saja sepanjang film. Selebihnya, film ini penuh aksi yang seru dan mendebarkan.

Meski terbilang cukup menarik untuk ditonton, film ini memiliki banyak celah yang sebenarnya sangat "mengganggu" saya saat menonton. Salah satu diantaranya adalah adegan Nanda yang melompat dari lantai atas sebuah rumah, dan mendarat di tanah dengan selamat. Adegan ini diulang hingga 4 scene, seolah-olah adegan itu merupakan "master-piece" film ini yang adegannya harus ditampilkan beberapa kali.

Selain itu, Nanda ditampilkan seolah-olah sebagai seorang Super Hero yang luar biasa : Tidak mudah mati, bisa berada di mana saja, dan tahu apa saja. Beberapa saat sebelum Harleen ditangkap polisi, Nanda sudah membisiki Harleen bahwa apabila mobil polisi tersebut merek A, maka ada pistol di bagian kiri jok mobil yang didudukinya. Tapi jika mobil itu merek B, maka pistol ada di bagian kanan jok mobil. Nah, coba pikir : Bagaimana Nanda bisa tahu sedetil itu? Bukankah mobil polisi itu banyak model, jenis, dan jumlahnya? Bagaimana mungkin Nanda bisa se-spesifik itu tahu ada pistol di jok mobil?

Hal lain tampak pula dari adegan Nanda di atas bis. Dengan gagahnya, Nanda berdiri tanpa berpegangan di atas bis yang melaju kencang. Saat terjadi tabrakan beruntun, dengan santainya, Nanda meloncat dari bis, bergelantungan dengan bantuan kabel listrik (listriknya aktif...!!!!) melewati jalan penuh mobil bak Spiderman, lalu terjun ke sungai tanpa lupa sedikit pun. Kok bisa?

Yang paling konyol adalah kemampuan dia untuk mengetahui keberadaan  Harleen saat wanita itu diculik dan dibawa ke tempat persembunyian Zafar. Faktanya adalah : Zafar bersembunyi di sebuah istana di tengah padang gurun. Dengan kondisi tempat yang terbuka tanpa ada celah untuk bersembunyi, bagaimana mungkin Nanda bisa menyusup masuk ke dalam istana Zafar (di siang hari bolong), dan luput dari perhatian para pengawal Zafar bersenjata lengkap yang berjaga di seluruh bagian istana?  Jangankan untuk masuk istana, untuk bisa mendekat dalam radius 1 kilometer (apalagi di siang hari di mana Nanda mengenakan pakaian serba hitam) saja, sudah dapat dipastikan dia akan tewas dihabisi pengawal Zafar.

Masih banyak lagi adegan-adegan heroik Nanda yang ditampilkan sangat berlebihan, yang membuatnya mungkin bisa dipertimbangkan menjadi anggota baru The Avengers maupun Justice League. 

Anyway, film yang dibuat dengan bujet US$ 22 juta ini meraup keuntungan hingga US$ 54 juta dalam peredarannya di India dan seluruh dunia.  Secara umum, film ini punya kualitas setara film Hollywood, baik dari segi sinematorafi (yang mirip dengan gaya film Bourne Identity), editing, efek khusus, hingga tata-suara. Selain menggunakan New Delhi sebagai lokasi shooting, film ini juga mengambil gambar di Nepal, Yunani, dan Thailand (Phuket).



TENTANG "KOH-I-NOOR"
Anda mungkin mengira Permata "Koh-I-Noor" yang diperebutkan Nanda dan kelompok Zafar dalam film ini adalah benda fiksi.Nyatanya, Permata "Koh-I-Noor" benar-benar ada.

Permata yang dikenal juga dengan sebutan "The Mountain of Light" ini merupakan permata yang ditemukan di pertambangan Kollur yang berlokasi di Distrik Guntur, Andhra Pradesh, India. Permata ini merupakan salah satu permata terbesar di dunia, dengan berat 21.6 gram dan 793 karat (sebelum dipotong). Permata ini aslinya dimiliki oleh Keluarga Kerajaan Dinasti Kakatiya dan disimpan di Biaya penyembahan dewa Hindu.
Bentuk Permata Koh-I-Noor yang asli
Pada tahun 1849, Inggris menduduki India dan berhasil menaklukkan Maharaja Lahore, yang pada waktu itu memimpin India. Permata "Koh-I-Noor" pun kemudian diserahkan kepada Kerajaan Inggris sebagai upeti dan tanda takluk bangsa India. Permata itu kemudian dibawa ke Inggris.

Tahun 1852, permata itu dipasang di Mahkota Kerajaan dan hingga hari ini "Koh-I-Noor" masih terpasang dengan baik di mahkota tersebut. Ratu Alexander (1844 - 1925) tercatat sebagai Ratu pertama yang mengenakan mahkota berhias permata "Koh-I-Noor" tersebut. Setelah dirinya, secara berurutan mahkota itu kemudian dikenakan oleh Ratu Maria, Ratu Elizabeth, dan Raja George VI.

Sejak tahun 1997, warga India telah mengajukan protes kepada Pemerintah Inggris dan menyatakan kepemilikan Inggris atas permata "Koh-I-Noor" adalah ilegal dan mereka menuntut pengembalian permata itu ke India. Meski demikian, permintaan itu hingga hari ini tidak pernah ditanggapi Pemerintah Inggris.


NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment