Dan akhirnya.... kita pun memasuki bulan terakhir di tahun 2015 ini. Menjelang akhir tahun ini, ada beberapa film wajib notnon yang perlu kita tunggu kehadirannya. Film apa sajakah itu?

Tanpa perlu basa-basi lama, berikut ini adalah film-film pilihan yang akan dirilis Desember 2015 mendatang...


1. KRAMPUS
Tanggal Rilis       : 4 Desember 2015
Sutradara             : Michael Dougherty
Pemeran              :  Adam Scott, Toni Collette, David Koechner, Allison Tolman

Diangkat dari legenda mahluk pegunungan bernama Krampus, film ini mengisahkan tentang 2 keluarga yang anak-anak mereka saling berseteru. Kedua keluarga itu memutuskan untuk merayakan pesta Natal bersama. Namun pesta itu berubah menjadi kengerian, manakala mahluk Krampus tiba-tiba meneror keluarga tersebut.

Sebagai info, Krampus sebenarnya adalah legenda masyarakat pegunungan Jerman. Nama lengkapnya Krampuslauf. Mahluk ini diyakini muncul menjelang Natal dan bertugas menghukum anak-anak nakal yang tidak taat pada orang tua dan guru. Di Indonesia, karakter ini dikenal dengan nama Piet Hitam.



2. IN THE HEART OF THE SEA
Tanggal Rilis       : 11 Desember 2015
Sutradara             :  Ron Howard
Pemeran              :  Chris Hemsworth, Benjamin Walker, Cillian Murphy, Tom Holland

Meski judulnya mirip film drama, tapi sebenarnya film ini adalah film drama-thriller yang merupakan kisah nyata tenggelamnya kapal penangkap ikan paus Essex pada tahun 1820. Dengan menggunakan data berdasarkan buku In The Heart of The Sea : The Tragedy of the Whaleship Essex (2000) karya Nathaniel Philbrick, film arahan sutradara Ron Howard ini mengisahkan tentang perjalanan kapal penangkap Ikan Paus Essex yang dipimpin oleh Kapten George Pollard Jr (Benjamin Walker).


Dalam perjalanannya, kapal ini tiba-tiba diserang oleh seekor Ikan Paus Raksasa, yang menyebabkan kapal tersebut terbelah dan tenggelam. Beruntung para awak kapal berhasil selamat. Selama 90 hari mereka terombang-ambing di lautan. Dalam kondisi kelaparan, mereka akhirnya berubah menjadi kanibal yang saling bunuh untuk bisa bertahan hidup.



3. STAR WARS : THE FORCE AWAKENS
Tanggal Rilis       : 18 Desember 2015
Sutradara             :  J.J. Abrams
Pemeran              :  Harrison Ford, Mark Hamill, Carrie Fisher, Adam Driver, Daisy Ridley

Akhirnya saga terbesar sepanjang masa ini tayang juga di bulan Desember. Film ini adalah seri pertama dari Trilogi ketiga Star Wars, dan mengangkat cerita 30 tahun pasca Star Wars V : Return of the Jedi. Hingga tulisan ini dibuat, belum ada informasi jelas tentang alur cerita film ini. Tapi dipastikan film ini akan mengisahkan tentang keturunan Luke Skywalker yang akan memulai petualangan baru, menghadapi kekuatan gelap baru yang berniat menghancurkan dunia.

Untuk informasi detil mengenai hal-hal yang berkenaan dengan film ini, saya sudah menulisnya dalam artikel saya yang lain (untuk membaca artikel tersebut, silakan klik link berikut ini) .   



4. JOY
Tanggal Rilis       : 25 Desember 2015
Sutradara             :  David O. Russell
Pemeran              : Jennifer Lawrence, Robert De Niro, Bradley Cooper

Film drama-keluarga yang inspiratif ini diangkat dari kisah hidup dan perjuangan Joy Mangano (Lawrence), seorang penemu dan juga pemilik perusahaan Ingenious Designs, LLC.

Joy Mangano adalah seorang wanita beranak tiga yang baru berpisah dengan suaminya. Dengan kondisi yang sangat kekurangan, Joy mencoba untuk bertahan hidup dan membesarkan anak-anaknya tanpa mengharapkan belas kasihan dari siapapun, termasuk ayahnya, Rudy Mangano (De Niro). Kehidupannya berubah secara tidak sengaja menciptakan Miracle Mop, sebuah alat pel canggih yang mampu membantu pekerjaan banyak orang. Joy berhasil menjadikan produk itu sebuah produk best-seller yang membuatnya kaya-raya, serta memiliki perusahaan sendiri.

Di dunia nyata, Joy Mangano masih duduk sebagai pemimpin perusahaan Ingenious Designs dan telah mematenkan lebih dari 100 penemuannya. Produknya selain dijual di toko, juga dijual secara online dan Home TV Shopping. Pengguna produk Joy tidak hanya masyarakat umum, bahkan para selebritis pun menjadi pengguna setia produk ciptaan Joy. Beberapa diantara mereka adalah Serena Williams, Oprah Windfrey, Frank Sepe, Rosie O'Donnell, dan Chef Todd English.



5. POINT BREAK
Tanggal Rilis       : 25 Desember 2015
Sutradara             : Kurt Wimmer
Pemeran              : Edgar Ramirez, Luke Bracey, Teresa Palmer, Ray Winstone

Remake dari film berjudul sama yang dirilis tahun 1991 dan mempopulerkan nama Patrick Swayze dan Keanu Reeves ini tayang di penghujung tahun 2015.

Film ini mengisahkan tentang agen FBI Johnny Utah (Luke Bracey) yang mendapat tugas menyidiki kasus perampokan bank yang dilakukan oleh kelompok perampok bernama "Ex-Presidents". Dari penyidikannya, Utah menduga para perampok itu adalah peselancar air. Dia pun menyusup ke dalam komunitas peselancar air dan berkenalan dengan pemimpin kelompok peselancar bernama Bodhi (Edgar Ramirez).

Setelah bergaul cukup lama, Utah mencurigai Bodhi sebagai pemimpin "Ex-Presidents" yang melakukan perampokan bank. Benarkah dugaannya? Akankah Utah mampu menangkap Bodhi dan kelompoknya?

Sama seperti versi aslinya, film ini dipenuhi dengan adegan berselancar air. Lokasi pengambilan gambar selancar air dilakukan di Teahupo'o, sebuah desa kecil yang terletak di pantai selatai Pulau Tahiti. Tempat itu dikenal sebagai tempat favorit para peseluncur dunia karena memiliki ombak tinggi mencapai 3 - 7 meter. Lokasi itu merupakan lokasi Perlombaan Selancar Air Profesional Tahiti yang disponsori Billabong dan berlangsung setiap tahun.

Saat shooting berlangsung, terjadi insiden di mana Laurie Towner - stunt-double Luke Bracey yang memerani Johhny Utah - mengalami patah rahang akibat terpental ombak di Teahupo'o saat proses pengambilan gambar.



6. THE  HATEFUL EIGHT
Tanggal Rilis       : 25 Desember 2015
Sutradara             : Quentin Tarantino
Pemeran              : Samuel L. Jackson, Kurt Russell, Jennifer Jason Leigh, Tim Roth, Walton Goggins

Film terakhir arahan sutradara Quentin Tarantino - Djanjo Unchained - tayang 3 tahun silam. Waktu yang cukup lama untuk melihat kembali film terbaru sutradara kontroversi ini. Sebenarnya rencana pembuatan film ini sudah dibuat Tarantino sejak November 2013. Naskah pun sudah selesai di waktu itu. Tapi bulan Januari 2014, skenario itu bocor di internet, sehingga Tarantino membatalkan pembuatan film ini, dan mengubah skenario tersebut menjadi novel. Skenario dibuat ulang dan baru selesai Desember 2014.

Film bergenre western-action ini mengambil setting pasca Perang Saudara Amerika Serikat pada abad 18. Adalah John "The Hangman" Ruth (Russell) mendapat tugas mengawal buronan Daisy "The Prisoner" Domergue (Leigh) dari Wyoming ke Red Rock untuk menjalani peradilan atas tuduhan pembunuhan. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan 2 orang pemburu bayaran - Major Marquis Warren (Jackson), Chris Mannix (Googins) - yang secara kebetulan menuju tujuan yang sama dengan John Ruth. Kemudian terjadi badai salju dasyat yang memaksa mereka berempat berlindung di dalam sebuah gubuk. Ternyata di dalam gubuk itu sudah ada 4 orang yang lain, yaitu Bob The Mexican (Demian Bichir), Oswaldo Mobray (Roth), Joe Gage (Madsen), dan Sanford Smithers (Bruce Dern).

Meski pertemuan kedelapan orang itu di dalam gubuk tampak seperti kebetulan, tapi ternyata semuanya telah direncanakan. Dan mereka semua dipastikan tidak akan dapat keluar hidup-hidup dari gubuk itu.






Film Hungaria ini adalah film drama yang sangat mengharukan dan merupakan film panjang pertama karya sutradara Laszlo Nemes. Pertama kali ditayangkan di Cannes Film Festival tanggal 15 Mei 2015 silam, film ini langsung menarik perhatian banyak orang dan mendapatkan sambutan yang sangat hangat dari para penonton. Tidak sedikit penonton yang meneteskan air mata karena terharu menonton film ini.

Bersetting di bulan Oktober 1944, Saul Auslander (dipernai Geza Rohrig), seorang Yahudi Hongaria yang dipenjara di Auschwitz. Dia mendapat tugas dari Sonderkommando (divisi kerja Nazi Jerman di penjara yang bertugas menyiksa dan membunuh orang Yahudi yang menjadi tawanan mereka) untuk membakar mayat-mayat orang Yahudi di krematorium. Saat sedang membakar para mayat, Saul melihat ada mayat seorang anak kecil di tengah-tengah tumpukan mayat manusia tersebut.

Dengan bersusah-payah, Saul mengeluarkan mayat itu dari dalam tempat pembakaran mayat. Iba dengan kondisi sang anak, Saul memutuskan untuk memberikan pemakaman yang layak untuk anak tersebut. Maka dia pun menjadi seorang Rabi untuk dapat melakukan prosesi pemakaman untuk anak tersebut.

Sementara itu, para anggota Sonderkommando mendapat instruksi untuk menghabisi para tahanan di penjara tersebut, sekaligus meratakan penjara dengan tanah. Maka Sonderkommando pun dengan kejam menghabisi semua tawaran Yahudi di dalam penjara. Dalam kondisi panik dan kacau, Saul tetap berusaha untuk menepati janjinya pada mayat anak kecil itu. Mampukah Saul menepati janjinya sebelum dia dihabisi pasukan Sonderkommando?

Film berdurasi 107 menit ini benar-benar menguras emosi dan air mata. Semua kritikus film memberikan nilai tertinggi untuk film ini dan menyebutkan film ini sebagai fim yang menampilkan "keberanian dan kepahlawanan yang luar biasa" (Peter Bradshaw dari The Guardian). Boyd van Hoeij dari The Hollywood Reporter pun memuji film ini karena menampilkan sinematografi yang sangat menawan, sehingga hanya lewat gambar saja, Sutradara Nemes sudah mampu mengharu-biru emosi penonton.

Di ajang Cannes Film Festival, film ini juga sukses dengan meraih 4 penghargaan dari 6 nominasi.

Film yang baru tayang di Hungaria tanggal 11 Juni 2015 ini mungkin tidak akan tayang di Indonesia, mengingat banyaknya adegan "seram" yang mungkin bisa bikin trauma, seperti mayat-mayat yang berserakan, tumpukan mayat yang dibakar, serta adegan pembunuhan brutal dan kejam yang dilakukan Sonderkommando.
Setelah saya mengulas tentang serial televisi Jessica Jones yang tayang beberapa waktu silam (untuk mengetahui informasi detil serial ini, klik saja artikel tersebut di sini ), maka berikut ini saya hadirkan fakta-fakta unik dan ekstrim yang mungkin tidak Anda ketahui tentang Jessica Jones.

Siapakah Jessica Jones sebenarnya?


LATAR BELAKANG "JESSICA JONES"
Sebagian dari kita mungkin awam dengan karakter ini, padahal di negara asalnya (Amerika Serikat), karakter superhero ini tergolong karakter yang cukup disegani, sama seperti Spiderman, Captain America, Iron Man, Hulk, dan lain-lain.

Karakter kreasi penulis Brian Michael Bendis dan pelukis Michael Gaydos ini bernama lengkap Jessica Campbell Jones Cage. Karakter ini pertama kali muncul dalam komik Alias #1 (terbit November 2001). Dia adalah istri dari Luke Cage, salah seorang anggota New Avengers. Jessica sendiri bergabung dengan kelompok itu pada tahun 2010. Selain dikenal dengan namanya sendiri, Jessica juga sering menggunakan nama superhero seperti Jewel, Knightress, dan Power Woman.

Ketika masih anak-anak, Jessica keluarganya mengalami kecelakaan lalu lintas, ketika mobil mereka ditabrak konvoi kendaraan militer yang membawa bahan kimia radioaktif. Semua anggota keluarganya meninggal. Jessica sendiri terkena cairan radioaktif, yang membuatnya memiliki kekuatan luar biasa, melebihi manusia pada umumnya. Jessica kemudian diadopsi oleh keluarga Jones, dan namanya berubah menjadi Jessica Jones.

Saat SMA, Jessica satu sekolah dengan Peter Parker. Dia menaruh hati pada Parker dan sempat ingin mengungkapkan isi hatinya saat mereka melakukan kunjungan ke laboratorium, tapi keburu perhatian Parker terganggu karena digigit laba-laba yang terkena radiasi (dan kelak membuat Parker menjadi Spiderman).

Di masa kuliah, Jessica sempat jatuh hati pada Johnny Storm (anggota Fantastic 4), namun cintanya bertepuk sebelah tangan, karena Johnny adalah playboy yang tidak suka dengan hubungan asmara yang mengikat.

Satu ketika, dia menjadi saksi pertarungan antara Spider-Man dan Sandman. Hal ini kemudian menginspirasinya untuk menggunakan kekuatan yang dimilikinya pada hal-hal yang positif. Dan sejak itulah dia menjadi Superhero.

Jessica Jones memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Daredevil dan sering bersama superhero ini bertarung bersama Zebediah Killgrave (berjuluk Purple Man). Dia pun menjalin hubungan yang dekat dengan X-Men, setelah ditolong dan dirawat Jean Grey dari X-Men, saat koma pasca disiksa oleh anggota Avengers setelah mencoba membunuh Daredevil. Saat itu, pikiran Jessica berada di bawah kendali Killgrave, sehingga dia tidak menyadari semua tindakannya itu.

Pasca tersadar dari koma dan trauma akibat penyiksaan yang dialaminya, Jessica memutuskan untuk mundur dari dunia superhero dan menjadi Detektif Swasta dengan membuka Agensi Detektif bernama Alias Investigating. Di masa ini, dia sempat menjalin hubungan asmara dengan Scott Lang (Ant-Man). Hubungan mereka tidak lama, dan kandas. Setelah itu, Jessica menjalin hubungan dengan Luke Cage, yang kelak menjadi suaminya.



FAKTA-FAKTA UNIK TENTANG JESSICA JONES
Sebelum menonton serial Jessica Jones, ada baiknya Anda memahami dulu fakta-fakta unik tentang Jessica Jones, yang mungkin tidak akan Anda temukan dalam serial tersebut. Ada pun fakta tersebut adalah :

Setelah menikah dengan Luke Cage, Jessica melahirkan seorang anak yang diberi nama Danielle Cage. Danielle merupakan nama sahabat Luke Cage, yaitu Danny Rond, yang tidak lain adalah nama asli dari superhero Iron Fist. Kelak, Jessica akan menitipkan Danielle kepada Doctor Strange di Sanctum Santorum, sebuah rumah pelatihan milik Doctor Strange yang berlokasi di Greenwich Village. Doctor Strange akan menjadi mentor Danielle yang melatihnya bela diri dan ilmu sihir.

Jessica Jones tercatat sebagai satu-satunya pahlawan super yang mundur sebagai superhero tetapi tetap melanjutkan perannya sebagai penolong manusia dalam wujud manusia tanpa kostum superhero. Dalam cerita komik, dia sempat ditawari untuk bergabung dengan anggota S.H.I.E.L.D. tapi Jessica menolaknya, dan lebih memilih menjadi Detektif Swasta.

Komik Jessica Jones merupakan komik pertama Marvel Comics yang menampilkan tema-tema dewasa dengan gambar yang sangat eksplisit, sadis, dan adegan seks yang vulgar. Sebagai dampak dari perilisan komik ini, Marvel merilis divisi Marvel MAX, yang merupakan divisi penerbitan komik-komik dewasa yang menampilkan tema-tema dewasa, vulgar, dan sadis.

Selain menjadi Detektif Swasta, Jessica Jones pun dikisahkan pernah menjadi reporter dan satu kantor dengan Peter Parker di Daily Bugle.
Supergirl vs Jessica Jones : Siapa yang Akan Menang?
Saat ditayangkan, serial Jessica Jones bersaing ketat dengan serial Supergirl yang juga tayang di waktu bersamaan. Untuk mengetahui detil tentang serial Supergirl, Anda bisa baca review-nya di sini.   

Meski Jessica Jones punya sejarah hubungan yang cukup unik dengan Spider-Man (terlebih karena Peter Parker adalah cinta pertamanya) dan Human Torch / Johnny Storm dari Fantastic Four, Anda jangan harap kedua karakter itu akan muncul di salah satu episode Jessica Jones, karena elemen cerita yang diusung Jessica Jones sama sekali tidak relevan dengan Spiderman dan Fantastic Four. Hal yang sama juga terjadi pada X-Men dan Avengers, di mana Jessica Jones tidak akan muncul di salah satu sekuel film tersebut, karena dia bukan bagian dari kelompok itu, meski memiliki hubungan yang cukup dekat dengan keduanya.

Aslinya, komik Jessica Jones mengandung banyak sekali gambar adegan seks yang vulgar. Begitu vulgarnya, sehingga sangat tidak mungkin untuk diadaptasi ke layar televisi. Jadi jangan kaget jika apa yang ditayangkan di serial televisi sedikit berbeda dengan cerita di komiknya, karena menghindari protes dari para penonton.




Tanpa banyak promosi, Netflix merilis serial terbarunya via web-television berjudul Marvel's Jessica Jones (atau cukup disingkat "Jessica Jones" saja). Serial tersebut merupakan adaptasi dari karakter komik berjudul sama yang merupakan bagian dari Marvel Cinematic Universe, dan merupakan seri kedua dari kisah anggota Defenders (anggota Defenders pertama yang telah diangkat ceritanya adalah Daredevil. Untuk informasi detil serial ini, silakan di sini. ). 

Berbeda dengan kisah Superhero pada umumnya, di mana dalam setiap seri awal selalu dikisahkan kehidupan awal dan transformasi mereka menjadi superhero, maka serial ini justru mengambil cerita sedikit ke tengah, di mana dalam serial ini Jessica Jones dikisahkan telah meninggalkan kehidupan super heronya pasca menderita Post-Traumatic Stree Disorder, dan memutuskan untuk membuka Agen Detektif pribadi bernama Alias Investigations.

Tayang simultan sebanyak 13 episode di Netflix tanggal 20 November 2015 silam, serial ini mengisahkan tentang Jessica Jones (diperani Krysten Ritter), mantan superhero yang memiliki kekuatan manusia super dan ahli bela-diri, yang menjalani hidupnya sebagai Detektif Pribadi. Dalam menjalankan pekerjaannya, Jessica berjumpa dengan Kilgrave (David Tennant), seorang pria misterius dari masa lalu Jesica yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan pikiran, dan berniat membunuh Jessica.

Untuk bisa mengalahkan Killgrave, Jessica dibantu oleh Luke Cage (Mike Colter) - sahabat yang juga anggota Defenders, serta kelak adalah kekasih Jessica - yang beberapa kali menyelamatkan Jessica dari serangan Killgrave. Meski sudah berusaha ditaklukkan, tapi Killgrave sangat licin, dan selalu bisa terhindar dari jebakan Jessica dan Luke Cage. Bahkan Luke sendiri terluka para saat berhadapan dengan Killgrave.

Saat dirilis, serial ini mendapatkan respon yang sangat baik dari para penonton. Mereka memuja akting Ritter yang sangat pas dalam memerani Jessica Jones, serta akting David Tennant yang sangat kejam sebagai Killgrave. Respon yang positif ini tentu saja menjadikan serial ini berpotensi untuk diperpanjang.

Serial ini terbilang cukup ekstrim dibandingkan serial atau film superhero lain karena menampilkan adegan-adegan sensual yang vulgar, pemerkosaan, serta penganiayaan terhadap wanita. Karena itu, serial ini sangat tidak direkomendasikan untuk ditonton penonton di bawah usia 18 tahun.



DO YOU KNOW?
Pengembangan serial ini sebenarnya sudah berlangsung sejak Desember 2010 silam. Melissa Rosenberg - produser serial Jessica Jones - mengumumkan kalau dia sedang mengembangkan sebuah serial superhero berjudul AKA Jessica Jones yang diadaptasi dari komik berjudul Alias. Stasiun televisi ABC Studio dan Marvel Television telah menyatakan kesediaan mereka untuk menayangkan serial tersebut. Namun proses pengembangan skenarionya berjalan sangat lambat, sehingga rencana tayang serial ini molor terus, hingga akhirnya ABC Studio kehilangan minat terhadap serial ini dan mundur. Serial tersebut akhirnya selesai diproduksi akhir 2014, dan Netflix mengambil alih hak tayang serial ini.

Krysten Ritter sebagai Jessica Jones
Bukan hal mudah bagi Krysten Ritter untuk mendapatkan peran Jessica Jones. Meski sudah diaudisi sejak Oktober 2014 dan mendapatkan perhatian khusus dari Melissa Rosenberg, tapi bulan November 2014, Ritter kembali diaudisi bersama para artis lain (Alexandra Daddario, Teresa Palmer, Jessica de Gouw, dan Marin Ireland) untuk peran Jessica Jones. Barulah di bulan Desember 2014, Ritter resmi dinyatakan lulus dan mendapatkan peran Jessica Jones tersebut.

Stephanie Maslansky ditunjuk sebagai desainer kostum untuk serial Jessica Jones. Dia juga adalah desainer yang sama untuk serial televisi Daredevil.

Visual efek serial ini dikerjakan oleh New York Shade VFX Studio, yang juga mengerjakan efek khusus serial televisi Daredevil.

Meski merupakan bagian dari Daredevil, dapat dipastikan tidak akan ada crossover antara serial Daredevil dan Jessica Jones. Hal ini dikarenakan area dan kasus yang mereka tangani sangat jauh berbeda, sehingga sangat sulit menghadirkan sosok Daredevil ke dalam serial Jessica Jones, begitu juga sebaliknya. Meski demikian, dapat dipastikan mereka akan bertemu dalam serial televisi Defenders yang akan tayang antara tahun 2017 - 2018, setelah serial Luke Cage dan Iron Fist dirilis.


Bagaimana latar belakang Jessica Jones sebenarnya? Hal-hal unik apa yang tidak Anda ketahui tentang sosok superhero ini? Temukan faktanya dengan meng-klik : Fakta Unik Serial Televisi Jessica Jones.
Wa... tahun 2016 tinggal beberapa saat lagi. Ga terasa...

Tentunya untuk menyambut tahun 2016 yang cemerlang, ada banyak film yang wajib untuk kita nantikan kehadirannya. Kira-kira film apa saja ya yang wajib kita tunggu? Berikut ini adalah 12 film pilihan yang akan rilis dalam Semester (6 bulan) Pertama yang wajib kita tunggu kehadirannya tahun depan.

JANUARI
1. 13 HOURS : THE SECRET SOLDIERS OF BENGHAZI
Tanggal Rilis           : 15 Januari 2016
Sutradara                 : Michael Bay
Pemeran                  : James Badge Dale, John Krasinski, Max Martini, Tobi Stephens

Meski film ini tidak ada hubungannya dengan aksi teroris yang terjadi di Paris dan menelan korban 170 orang beberapa waktu, tapi film ini patut kita tunggu kehadirannya karena memiliki kemiripan cerita dengan aksi teroris di negara tersebut.

Diangkat dari kisah nyata (yang dibukukan dalam buku 13 Hours karya penulis Mitchell Zuckoff), film ini mengisahkan tentang 6 anggota keamanan Amerika Serikat yang bertahan di dalam ruang persembunyian Diplomat di Benghazi, Libya, pasca penggempuran teroris radikal ke gedung diplomat pada tanggal 11 September 2012.

Gempuran hebat yang kelak dikenal dengan sebutan The Battle of Benghazi itu menewaskan Duta Besar Amerika Serikat J. Christopher Stevens dan Staf Managemen Pelayanan Informasi Sean Smith, seorang anggota CIA, serta melukai puluhan staf diplomat dan anggota keamanan lainnya.


2. KUNG FU PANDA 3
Tanggal Rilis                :  29 Januari 2016
Sutradara                      : Jennifer Yuh Nelson dan Alessandro Carloni
Pengisi Suara               : Jack Black, Angelina Jolie, Dustin Hoffman, Jackie Chan, Lucy Liu

Lima tahun pasca diriliskan Kung Fu Panda 2 (2011), sekuel teranyar film animasi kocak ini akhirnya tayang juga. Masih menggunakan pengisi suara yang sama seperti 2 seri sebelumnya, seri ini akan mengisahkan Po (Jack Black), yang akan berjumpa dengan ayah biologisnya dan berpetualangan dengan sang ayah ke tempat persembunyian rahasia para panda. Meski bergabung dengan sejenisnya, Po justru merasa asing dan tidak dapat beradaptasi dengan para panda yang lain. Di sana, Po diperkenalkan dengan Mei Mei (Kate Hudson), seekor panda perempuan, yang ternyata sejak kecil telah dijodohkan dengan Po.

Sementara itu, Kai (J.K. Simmons), seekor mahluk supranatural, meneror China dan mencuri kekuatan untuk mengalahkan para ahli kung fu China. Dan ketika ancaman mahluk itu sedang mengarah ke tempat persembunyian para panda, Po segera bertindak dan melatih para panda bela diri untuk melawan Kai. Tapi sepertinya tidak mudah, karena semua panda di sana sangat ceroboh dan sulit diatur. Namun dengan semangat juang pantang menyerah, akhirnya Po berhasil melatih para panda menjadi sekelompok pendekar Kung Fu Panda yang pantang menyerah menghadapi Kai.



FEBRUARI
3. DEADPOOL
Tanggal rilis               : 15 Februari 2016
Sutradara                    : Tim Miller
Pemeran                     : Ryan Reynolds, Morena Beccarin, Ed Skrein, T.J. Miller, Gina Carano

Meski secara pribadi saya merasa skeptis dengan kualitas film ini (terutama setelah melihat trailer filmnya yang sudah dirilis beberapa bulan silam), tapi dengan melihat respon para penonton yang justru sangat antusias menyambut super hero terbaru Marvel Comics ini, maka akhirnya saya putuskan untuk memilih film ini sebagai salah satu film "wajib tonton" di bulan Februari 2016 mendatang.

Wade Wilson (Ryan Reynolds), mantan anggota kesatuan khusus Amerika Serikat, menderita kanker stadium parah. Untuk bisa sembuh dari penyakitnya, dia setuju menjadi kelinci percobaan proyek pemerintah. Setelah menerima suntikan serum, wajah Wilson berubah mengerikan, dan pikirannya sedikit terganggu. Meski begitu, dia punya kemampuan untuk menyembuhkan diri, dan kemampuan bela dirinya meningkat cukup drastis.

Dengan kemampuannya ini, Wilson bertranformasi menjadi Deadpool, Senjata Perang yang mengejar  orang-orang yang telah menghancurkan hidupnya. Apakah Deadpool adalah pahlawan, atau justru musuh yang harus dimusnahkan? Tidak jelas.


4. ZOOLANDER 2
Tanggal rilis         : 12 Februari 2016
Sutradara              : Ben Stiller
Pemeran                : Ben Stiller, Owen Wilson, Christine Taylor, Will Ferrell, Penelope Cruz

Empat belas tahun yang lalu, tepatnya tahun 2001, Zoolander menjadi salah satu film komedi yang disutradarai dan diperani Ben Stiller paling sukses di masa itu. Awalnya hanya sebagai film pendek untuk acara Fashion Awards yang diselenggarakan oleh stasiun televisi VH1, Zoolander kemudian dikembangkan menjadi sebuah film komedi yang sangat menghibur. Film yang dibuat dengan bujet US$ 20 juta itu, berhasil meraup keuntungan finansial hinga U$ 60 juta. Meski demikian, film tersebut sempat dikritik karena dianggap menghina Negara Malaysia (karena alur cerita mengisahkan tentang upaya Zoolander menghentikan rencana pembunuhan terhadap Perdana Menteri Malaysia dalam sebuah ajang peragaan busana dunia).

Mencoba mengulang kesuksesan di masa lalu, maka Stiller merilis kembali sekuel dari film komedi populernya ini. Dengan tetap duduk sebagai Sutradara sekaligus Pemeran Utama, Stiller akan kembali berperan sebagai Derek Zoolander, Top Model Pakaian Pria. Bersama rekan yang juga mantan saingannya Hansel McDonald (Owen Wilson), mereka kembali terjun ke dunia fashion yang sudah lama mereka tingalkan. Dan dunia fashion masa kini ternyata sudah sangat jauh berbeda dengan masa kejayaan mereka dulu. Akankah kedua Top Model "gaek" itu dapat mengangkat nama mereka kembali di dunia fashion?



MARET
5. LONDON HAS FALLEN
Tanggal Rilis           : 4 Maret 2016
Sutradara                 : Babak Najafi
Pemeran                   : Gerald Butler, Aaron Eckhart, Morgan Freeman

Tahun 2013 silam, Olympus Has Fallen menjadi salah satu film eksyen-thriller super seru yang sangat sukses. Film yang mengetengahkan tentang perjuangan Mike Banning (Butler) sebagai anggota Secret Service yang menyelamatkan Presiden Benjamin Asher (Eckhart) yang disandera para teroris di dalam Gedung Putih. Dibuat dengan dana US$ 70 juta, film ini meraup keuntungan hingga US$ 161 juta. Film ini pun mendapatkan sambutan yang sangat positif dari para kritikus dunia, serta respon yang sangat baik dari penonton di dunia.


Dan kini, sekuelnya siap untuk dirilis di awal Maret 2016. Dikisahkan kalau Perdana Menteri Ingris meninggal secara tiba-tiba. Para Pemimpin dunia turut berduka-cita dan datang ke London untuk mengikuti prosesi penguburan sang Perdana Menteri. Namun di tengah suasana duka itu, para teroris justru menyebar ketakutan di London dan menyandera semua pemimpin dunia di Rumah Duka.

Dalam kondisi itu, Presiden Menjamin Asher (Eckhart) dan Agen Rahasia kepercayaannya, Mike Baning (Butler), serta dibantu Agen MI6 (diperani Charlotte Riley), bahu-membahu untuk menghabisi para teroris, menyelamatkan para pemimpin dunia dari penyanderaan, serta menghentikan tindak kriminal para teroris yang berniat menghancurkan London.


6. BATMAN V. SUPERMAN : DAWN OF JUSTICE
Tanggal Rilis           : 25 Maret 2016
Sutradara                 :  Zack Snyder
Pemeran                   : Ben Aflleck, Henry Cavill, Amy Adams, Jesse Elsenberg, Laurence Fishburne

Ini adalah film yang paling dinantikan oleh banyak fans film superhero. Betapa tidak? Karena untuk pertama kalinya Batman akan bertemu - bahkan berhadapan langsun sebagai lawan - Superman. Keren ga tuh?

Tidak banyak yang bisa diungkap dari alur cerita film ini, karena dirahasiakan. Namun dari sumber yang saya peroleh, film ini akan mengisahkan adanya kesalah-pahaman antara Superman (Hery Cavill) dan Batman (Ben Affleck), yang kemudian memaksa mereka berdua harus bertarung di Metropolis.

Dalam film ini, Lex Luthor (Jesse Eisenberg) akan menjadi antagonis sebenarnya yang mengadu-domba kedua superhero dunia itu. Sementara itu General Zod (Michael Shannon) yang sebelumnya sudah dikalahkan oleh Superman, kini muncul lagi untuk membalas dendam.

Dalam pertarungan ini, kedua superhero itu juga dibantu oleh sahabat-sahabat superhero mereka : Wonder Woman (Gal Gadot), Aquaman (Jason Momoa), dan Cyborg (Ray Fisher).



APRIL 
7. RINGS
Tanggal Rilis           : 1 April 2016
Sutradara                 :  F. Javoer Gutierrez
Pemeran                   :  Matilda Lutz, Alex Roe, Johnny Galecki

Ini adalah seri ketiga dan merupakan sekuel dari film The Ring (2002) dan The Ring Two (2005), yang merupakan adaptasi dari film horor legendaris Jepang Ringu.
Meski film sekuel, namun film ini menggunakan cerita yang sama sekali baru, dan nyaris tidak behubungan dengan film sebelumnya. Dikisahkan 13 tahun pasca kejadian The Ring Two, Gabriel (Johnny Galecki), seorang profesor diminta bantuannya untuk menolong Holt (Alex Roe) dan Julia (Matilda Lutz) yang diduga mengalami kejadian yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah.

Penyidikan yang dilakukan Gabriel ternyata membawanya pada kutukan Samara yang mengancam jiwa pasangan tersebut. Kini kutukan itupun mengancam hidup Gabriel, dan dia hanya punya waktu 7 hari untuk menghancurkan kutukan tersebut.


8. THE HUNTSMAN : WINTER'S WAR
Tanggal Rilis           : 22 April 2016
Sutradara                 :  Cedric Nicolas-Troyan
Pemeran                   : Chris Hemsworth, Charlize Theron, Emily Blunt, Nick Frost

Tahun 2012 silam, film Snow White and The Huntsman menjadi salah satu film box-office yang cukup fantastis. Film yang mengisahkan cerita Putri Salju (tapi dari sudut yang berbeda) ini dibuat dengan baya US$ 170 juta, dan meraup keuntungan finansial hingga US$ 396 juta. Sukses itulah yang kemudian membuat produser film tersebut memutuskan untuk membuat kelanjutannya.

Setelah skenario dibuat dan disempurnakan selama 2 tahun oleh David Koepp (penulis skenario Jurassic Park, Mission Impossible, dan Spider-Man), Craig Mazin , Evan Spilliotopoulos (penulis skenario film Hercules), dan Frank Darabont (kreator serial televisi The Walking Dead), maka akhirnya film ini pun tuntas juga dibuat dan dapat dirilis tahun depan.

The Huntsman mengisahkan petulangan Eric The Huntsman (Chris Hemsworth), jauh sebelum dia bertemu Putri Salju / Snow White, Dikisahkan Ratu Ravenna (Theron) mengambil alih kerajaan keluarganya dan mengusir adiknya, Freya (Blunt), dari kerajaan. Sakit hati diperlakukan kakaknya demikian, Freya - yang memiliki kemampuan untuk membekukan musuhnya - segera membentuk pasukan Huntsmen untuk mengalahkan Ravenna.

Freya berhasil mengalahkan, bahkan membunuh Ravenna. Tapi ketika tanpa sengaja dia membangkitkan kakaknya tersebut, Ravenna justru membunuh Freya dan mengutuki tanah kerajaan mereka menjadi tempat yang dipenuhi oleh kekuatan jahat. Dan terjadilah perang hidup-mati antara pasukan iblis Ratu Ravenna dengan para huntsman yang akan menentukan nasib dan masa depan manusia.



MEI
9. CAPTAIN AMERICA : CIVIL WAR
Tanggal Rilis           : 6 Mei 2016
Sutradara                 : Anthonny Russo dan Joe Russo
Pemeran                  : Chris Evans, Robert Downey Jr, Scarlett Johansson, Jeremy Renner

Ini juga salah satu film superhero yang paling ditunggu tahun ini, karena untuk pertama kalinya akan menampilkan konfrontasi berdarah Captain America dan Iron Man.


Diadaptasi dari cerita komik Civil War (2006) karya Mark Millar, film ini melanjutkan cerita Avengers : Age of Ultron, di mana pasca pertarungan dengan Ultron berakhir, Tim Avengers mengalami perpecahan setelah Tony Starks (Robert Downey Jr) keberatan dengan gaya kepemimpinan Captain America (Chris Evans) dan memutuskan untuk keluar dari kelompok. 

Dalam perseteruan Captain America dan Iron Man ini, hadir pula karakter Winter Soldier (Sebastian Stan), Black Widow (Scartlett Johansson), Bullseye (Jeremy Renner), Sharon Carter / Agent 13 (Emily VanCamp), Falcon (Anthony Mackie), Black Panther (Chadwick Boseman), Vision (Paul Bettany), Scarlet Witch (Elizabeth Olsen), Ant-Man (Paul Rudd), Crossbones (Frank Grillo), dan... Spider-Man (Tom Holland). Wow.... !!!!


10. THE ANGRY BIRDS MOVIE
Tanggal Rilis           : 20 Mei 2016
Sutradara                 :  Fergal Reilly, Clay Kaytis
Pemeran                   :  Jason Sudeikis, Josh Gad, Danny McBride, Maya Rudolph, Bill Hader

Film yang diadaptasi dari permainan paling populer di dunia ini merupakan hasil kolaborasi perusahaan Amerika - Finlandia. Dibuat dengan format 3D, film ini mengisahkan tentang kehidupan para burung Angry Birds yang tinggal di sebuah pulau yang indah. Namun ketenangan hidup mereka terusik dengan kehadiran pasukan Babi (The Pigs) yang ingin menguasai pulau tersebut.

Demi mencegah rencana jahat para Babi, 4 ekor Angry Birds - yang terdiri dari Red (Jason Sudeikis), Chuck (Josh Gad), Bomb (Danny McBride), dan Matilda (Maya Rudolph) - bersatu melawan pasukan Babi itu.

Dibuat dengan dana US$ 80 juta, film ini menghabiskan dana tambahan US$ 100 juta untuk promosi dan marketing, di mana biaya tersebut dibagi 2 antara perusahaan Amerika Serikat (Sony Picture Imageworks) dengan Finlandia (Rovio Entertainment). Dengan biaya sebesar itu, film The Angry Birds menjadi film produksi Finlandia yang paling mahal yang pernah dibuat. Sebelumnya, film termahal yang pernah diproduksi Finlandia adalah film Big Game (2014) yang menghabiskan dana sebesar US$ 9 juta.



JUNE
11. WARCRAFT 
Tanggal Rilis           : 10 Juni 2016
Sutradara                 : Duncan Jones
Pemeran                  : Travis Fimmel, Paula Patton, Ben Foster,Dominic Cooper, Daniel Wu

Para penggemar game sudah pasti kenal dengan game legendaris ini. Ya, Warcraft adalah video game real-time strategy paling populer sepanjang masa. Dirilis pertama kali pada tanggal 23 November 1994, game ini telah menjadi game paling sukses di dunia dan telah dirilis sebanyak 14 seri. Selain game, Warcraft juga telah dirilis pula dalam bentuk permainan kartu (World of Warcraft Trading Card Game), novel, komik, dan manga. Di tahun 2016 mendatang, film yang diadaptasi dari game ini akhirnya dirilis. Film Warcraft akan menceritakan latar belakang konflik antara Manusia dan Orcs. yang menjadi awal perang mereka di game Warcraft.

Di suatu masa, manusia hidup dalam di Planet Azeroth. Tapi kedamaian manusia terancam dengan kehadiran pasukan Orc dari Planet Draenor. Saat itu, Planet Draenor sedang berada dalam kehancuran, sehingga memaksa Orc untuk mencari tempat baru pengganti planet mereka. Orc menggunakan Portal lintas planet bernama Dark Portal untuk masuk ke Planet Azeroth.

Pasukan manusia dipimpin Anduin Lothar (Travis Fimmel) dan pasukan Orc pimpinan Durotan (Toby Kebbell) bersiap ke medan perang guna mempertahankan eksistensi bangsanya. Bangsa manakah yang akan punah dalam perang dasyat itu : Manusia atau Orc?


12. INDEPENDENCE DAY : RESURGENCE
Tanggal Rilis           : 24 Juni 2016
Sutradara                 : Roland Emmerich
Pemeran                  : Jeff Goldblum, Bill Pullman, Judd Hirsch, Vivica A. Fox, Brent Spiner

Tahun 1996 silam, film Independence Day merupakan film epik fiksi-ilmiah yang super keren. Film yang mengisahkan pertarungan manusia melawan Alien yang berusaha menguasai dunia ini sangat fenomenal dan ikonik, terutama adegan saat piring terbang raksasa Alien menutupi kota-kota di seluruh dunia. Meski banyak adegan ga masuk akalnya, tetapi film karya sutradara Roland Emmerich ini menjadi film box-office di seluruh dunia, dan menjadikan Emmerich sebagai salah satu sutradara paling berpengaruh di Hollywood pada masa itu.

Dua puluh tahun pasca perilisan film itu, sekuelnya kini muncul. Masih diperani Jeff Goldblum dan Bill Pullman sebagai pemeran utama, Independence Day : Resurgence ini mengisahkan tentang kondisi bumi pasca penyerbuan Alien 20 tahun silam. Setelah perang melawan Alien berakhir, manusia mulai mengembangkan teknologi pertahanan yang lebih canggih, dengan menggunakan informasi yang mereka peroleh dari puing pesawat Alien. Namun mereka tidak mengetahui kalau sesaat sebelum pesawat induk Alien dihancurkan, pasukan Alien sempat mengirimkan pesan permintaan bantuan ke planetnya.

Pesan itu kemudian direspon pasukan Alien yang mengirimkan tentaranya lebih banyak lagi untuk menyerang bumi. Para Alien pun mempersenjatai mereka dengan senjata yang lebih canggih, dan memungkinkan untuk menghancurkan ras manusia. Mengetahui kehadiran musuhnya, manusia pun bersiap lagi untuk menghadapi perang dunia melawan Alien.

Ide pembuatan sekuel film Independence Day sebenarnya sudah mencuat cukup lama, terutama saat film tersebut menjadi film box-office (dibuat dengan dana US$ 75 juta, film ini meraup keuntungan hingga US$ 817 juta). Bahkan saat serangan teroris ke Amerika Serikat tanggal 11 September 2001, produser film Dean Devlin makin berhasrat membuat sekuel film ini, agar dapat membangkitkan semangat patriotisme masyarakat Amerika Serikat kembali. Meski demikian, hingga tahun 2004, skenario sekuel Independence Day tidak pernah tuntas.

Tanggal 24 Juni 2011, Devlin memberikan konfirmasi kalau dia dan Roland Emmerich telah berhasil membuat konsep sekuel Indenpende Day. Sekuel tersebut rencananya akan dibuat dalam 2 seri sekaligus, di mana kedua sekuel itu akan menjadi film yang saling berhubungan dan dibuat dalam waktu yang bersamaan. Kedua sekuel itu awalnya diberi judul ID Forever Part 1 dan ID Forever Part 2 (ID merupakan singkatan dari "Independence Day"). Dan saat seri pertama selesai dibuat, tanggal 22 Juni 2015, film tersebut diganti judulnya menjadi Independence Day : Resurgence.

Sebagai informasi, Will Smith yang awalnya bermain di film Independence Day pertama, dipastikan tidak akan muncul dalam 2 sekuel Independence Day karena "terlalu mahal".
Alur cerita adalah bagian terpenting dari sebuah film. Bayangkan bagaimana pusingnya menonton sebuah film tanpa alur cerita. Film tersebut menjadi sebuah film tanpa arah yang jelas, hanya menjadi tontonan yang sangat membosankan dan buang-buang waktu.

Biasanya film seperti ini adalah film yang dibuat para sutradara amatir, yang baru mulai membuat film. Dengan dana yang sangat terbatas, mereka kemudian membuat film "apa adanya". Alhasil film kreasi mereka menjadi sebuah tontonan yang ... ya, begitulah....

Tapi ada juga sutradara ternama yang membuat film tanpa alur cerita. Hal ini dilakukannya karena ada bagian dalam naskah yang tidak sreg dengan jiwa kreativitas sang sutradara. Dan meski bagian itu sudah diganti berkali-kali, sang Sutradara masih juga belum merasa pas. Alhasil, dia menuntaskan pembuatan film tanpa mengikuti alur yang telah ditulis di skrip. Para pemeran film harus berimprovisasi sendiri selama proses shooting. Dan - seperti yang Anda duga - film yang dihasilkan menjadi tidak jelas arahnya mau ke mana.

Namun - percaya atau tidak - meski dibuat tanpa alur cerita, ternyata ada juga film yang sukses bahkan menjadi fenomena dan legenda dalam dunia perfilman. Film apa sajakah itu? Banyak. Dan berikut ini saya pilihkan 10 di antaranya ....


1. RESERVOIR DOGS (1992)
Mogiegoers mana yang tidak tahu film karya perdana sutradara Quentin Tarantino ini? Diperani Harvey Keitel, Tim Roth, Steve Buscemi, Chris Penn, Lawrence Tierney, dan Michael Madsen, film ini menjadi film klasik dan disukai banyak penonton di dunia hingga hari ini. Bahkan Majalah Empire menjuluki film ini sebagai "The Greatest Independent Film of All Time".


Film berdurasi 99 menit (dengan menggunakan 3 lokasi shooting saja : tempat sarapan 6 orang perampok, jalan raya, dan gudang persembunyian mereka), dipenuhi dengan percakapan berdurasi sangat panjang di antara mereka berenam. Jelas merupakan film yang sangat melelahkan, karena para penonton "dituntut" untuk terus fokus dengan percakapan mereka yang terkesan tidak bermakna dan "gak nyambung" dengan situasi yang tampak di film.

Meski pada akhirnya Anda bisa menyimpulkan kalau alur cerita film ini adalah tentang perampokan yang gagal dilakukan keenam perampok tersebut, tetapi film ini sendiri tidak menampilkan aksi perampokan mereka sedikit pun. Anda hanya bisa berasumsi karena melihat Mr Orange (Tim Roth) yang terluka parah, Mr Pink (Steve Buscemi) yang marah-marah karena merasa dijebak, dan Mr White (Harvey Keitel) yang menjelaskan pada Mr Pink kondisi pasca perampokan.

Andai saja bagian ini dihapus saja, Anda pasti akan bingung menonton film ini, karena melihat 6 orang berdebat sepanjang film, tanpa paham apa yang sebenarnya mereka debatkan.



2. EASY RIDER (1969)
Film ikonik ini mendapat tempat yang sangat khusus di Amerika Serikat. Pada tahun 1998, film ini menjadi salah satu film yang masuk dalam daftar pustaka Library of Congress National Registry, dan menjadi salah satu karya seni warisan budaya Amerika Serikat. Film ini disebut sebagai film yang mengubah wajah perfilman Hollywod di era 1970-an, karena menampilkan secara utuh gerakan Hippie yang sedang berkembang saat itu, dan menjadi pencetus gaya hidup Komunal masyarakat Amerika Serikat di masa itu.

Dengan prestasi sekeren ini, Anda mungkin berpikir film yang disutradarai Dennis Hopper (dengan diperani Peter Fonda dan Dennis Hopper) ini adalah film yang menampilkan alur cerita yang sangat menarik. Faktanya : Film ini sama sekali tidak punya alur cerita yang jelas. Lebih dari setengah film berdurasi 95 menit ini menampilkan adegan dua orang pria hippie - Wyatt (Fonda) dan Billy (Hopper) - melakukan perjalanan mengelilingi Amerika Serikat dengan menggunakan moge (motor gede). Di beberapa lokasi, mereka berhenti untuk beristirahat, lalu berinteraksi dengan pendududk di kota tersebut.

Film ini dipenuhi adegan perkelahian brutal, hubungan seksual, serta penggunaan marijuana. Semua adegan dibuat sealami mungkin - termasuk penggunaan marijuana, di mana mereka benar-benar menggunakan marijuana sungguhan - sehingga semua adegan itu terlihat sangat nyata dan sungguhan.

Tidak saja menjadi film ikonik Amerika, film ini pun sukses dalam perolehan pendapatan. Dibuat dengan dana US$ 360,000, film ini berhasil meraup keuntungan finansial sebesar US$ 60 juta. Wajar jika kemudian film ini dibuat sekuelnya - Easy Rider : The Ride Back - yang dirilis tahun 2013 silam.



3. DAZED AND CONFUSED (1993)
Disutradarai Richard Linklater, film yang judulnya terinspirasi dari lagu Led Zeppelin berjudul sama ini diperani oleh para artis muda yang kelak menjadi artis papan atas dunia : Matthew McConaughey, Ben Affleck, Milla Jovovich, Adam Goldberg, Nicky Katt, Rory Cochrane, dan Parker Posey.

Bersetting tahun 1976, film ini mengisahkan tentang petulangan para remaja Lee High School di Austin, Texas, yang menghabiskan hari terakhir mereka di sekolah; mulai dari mempermainkan adik-adik kelas mereka, mengisap marijuana untuk pertama kalinya, berkeliling kota, dan ditegur polisi. Film ini bahkan ditutup dengan adegan absurb yang tidak jelas : para remaja itu berhenti di SPBU, buang air kecil, untuk kemudian melanjutkan perjalanan keliling kotanya kembali. Ya, akhir film ini memang dibuat menggantung, seolah akan ada sekuelnya. Meski demikian, film berdurasi 102 menit ini tidak menampilkan apapun selain tindakan-tindakan konyol ga jelas para remaja.

Meski terkesan sebagai sebuah film "kacangan", faktanya film ini mendapatkan respek dan sambutan yang hangat dari para kritikus film. Tidak kurang Quentin Tarantino bahkan mencantumkan film ini dalam daftar 10 Film Terbaik versi majalah Sight & Sound. Majalah Entertainment Weekly juga menyebut film ini sebagai salah satu dari 50 Film Remaja Terbaik Sepanjang Masa dan Film Paling Lucu dalam 25 Tahun Terakhir.



4. LOST IN TRANSLATION (2003)
Apa yang Anda harapkan saat menonton film drama-percintaan? Tentu sebuah akhir yang indah di mana sepasang sejoli - yang menjadi pemeran utama film tersebut - saling jatuh hati dan menjadi pasangan kekasih. Tapi apa jadinya jika akhir film drama-percintaan yang Anda tonton tidak sesuai seperti yang Anda harapkan?

Inilah yang terjadi pada film karya sutradara Sofia Coppola. Diperani Bill Murray dan Scarlett Johansson, film ini mengisahkan tentang cinta yang unik antara Aktor Gaek Bob Harris (diperani Murray) dan mahasiswi Charlotte (Scarlett Johansson) di sebuah hotel di Tokyo.


Sepanjang film, Anda akan menonton sebuah proses hubungan cinta yang unik antara Bob dan Charlotte, dimulai dari pertemuan mereka di sebuah hotel di Tokyo, Jepang. Hubungan yang tadinya saling menyapa, berubah menjadi akrab, dan mereka pun menjadi sangat dekat. Tapi di akhir film, ketika kita berharap keduanya bisa jadian, ternyata tidak terjadi. Meski sangat intim, namun tidak sedikit pun adegan yang menampilkan hubungan mereka menjadi dekat dan mesra layaknya pasangan kekasih. Bahkan film ini ditutup dengan adegan keduanya berciuman di Airport, mengucapkan salam perpisahan, lalu Bob pun pulang ke Amerika Serikat. Tamat.

Apakah keduanya jadian? Apakah kisah cinta ini akan dilanjutkan dengan sekuel yang menampilkan hubungan percintaan mereka berakhir bahagia. Hingga hari ini, tidak pernah ada pembicaraan untuk membuat sekuelnya. Film ini memang diakhiri seperti itu saja.

Meski akhir cerita film ini sangat mencengangkan, para kritikus dan penonton justru menyambut film ini dengan sambutan yang hangat dan meriah. Banjir pujian mengalir deras pada film "artistik" ini. Bahkan film ini mendapatkan 4 nominasi Academy Awards dan memenangkan piala Oscar untuk kategori Best Original Screenplay. Murray dan Johansson juga meraih penghargaan di ajang BAFTA Award 2003, di mana masing-masing dari mereka meraih penghargaaan Best Actor in A Leading Role dan Best Actress in A Leading Role. Secara komersil, film ini pun sukses meraup US$ 119 juta (padahal dibuat dengan bujet US$ 4 juta).



5. CLERKS (1994)
Dibuat dengan format hitam-putih, film murah-meriah (dibuat dengan bujet US$ 27,000) ini disutradarai Kevin Smith dan diperani Brian O'Halloran dan Jeff Anderson. Cerita film ini terbilang sangat sederhana : Dante Hicks (O'Halloran) - seorang staf di toko Quick Stop - yang harusnya cuti hari ini, terpaksa masuk kerja karena harus menggantikan staf lain yang kebetulan sakit.

Sepanjang hari yang membosankan di toko itu, Dante menghabiskan waktu berdebat dengan Randal Graves (Anderson), sahabatnya. Perdebatan mereka kebanyakan tentang film Star Wars : Return of the Jedi. Di akhir cerita, Dante mulai memikirkan apa makna hidupnya, dan memutuskan untuk mencarinya. Dan film pun selesai.

Film yang hanya mengandung 9 perpindahan adegan ini disebut-sebut merupakan adaptasi dari cerita klasik Divine Comedy karya Dante Allghieri. Meski demikian, jangan dikira film ini sarat dengan filosofi Dante yang dalam. Tidak. Film sepanjang 100 menit ini menampilkan percakapan (lebih tepatnya debat berkepanjangan) antara Dante dan Randal dengan kalimat masa kini dan mudah dipahami, serta sangat membosankan.

Meski tanpa alur cerita, film ini nyatanya menjadi film yang sangat sukses. Selain meraup keuntungan besar (US$ 3 juta), film ini juga meraih banyak penghargaan perfilman bergengsi, seperti Penghargaan Award of the Youth dan Mercedes-Benz Award di ajang Cannes Film Festival 1994. Film ini pun meraih 4 penghargaan bergengsi dalam Sundance Film Festival di tahun yang sama. Majalah Total Film menempatkan film Clerks di urutan 16 dalam daftar The Greatest Comedy Film of All Time (2006). Sedangkan Entertainment Weekly menempatkan film ini di beberapa daftar film favorit mereka : peringkat 13 dalam "The Cult 25 : The Essential Left-Field Movie Hits Since 1983", peringkat 21 dalam "The Funniest Movie of the Past 25 Years", dan peringkat 361 dalam "500 Greatest Movies of All Time".

Pasca kesuksesannya, film Clerks kemudian dibuat dalam 2 sekuel, yaitu Clerks II (2006) dan Clerks III (yang akan dirilis tahun 2016 mendatang). Selain itu, film ini juga dibuat dalam versi animasi (Clerks : The Animated Series) yang dirilis tahun 2001.



6. BOYHOOD (2014)
Apa yang menarik dari film karya sutradara Richard Linklater, yang diperani Patricia Arguette, Ellar Coltrane, Lorelei Linklater, dan Ethan Hawke ini? Jika Anda sudah menyaksikan film ini, saya bisa pastikan Anda akan bingung menjelaskannya, karena film ini memang tidak ada alur cerita yang jelas. Bahkan akhir ceritanya dibuat tidak tuntas dan menggantung, seolah-olah bakal ada sekuelnya.

Kalau mau dijelaskan dengan sederhana : Film ini hanya menceritakan tentang perkembangan seorang anak laki-laki, mulai dari usia 8 hingga 20 tahun. Itu saja. Tidak lebih.

Ya, film ini memang mengisahkan kehidupan Mason Evans, Jr (Contrane) - sejak berusia 8 hingga 20 tahun - yang tinggal di Texas dan tinggal bersama orang tuanya yang telah bercerai. Mason menjalani hidupnya dengan menghadapi tantangan-tantangan yang biasa dihadapi oleh anak-anak dan remaja seusianya.

Boyhood bisa dikatakan sebagai film indie yang dibuat dengan rentang waktu yang sangat panjang, yaitu 12 tahun (proses shooting dilakukan dari tahun 2002 hingga 2014). Kehebatan dari film ini adalah bagaimana selama 12 tahun, para pemainnya dapat dengan setia bermain dalam film ini, dan menuntaskannya dengan baik. Padahal rentang waktu pengerjaannya tidak sebentar.

Perlu Anda ketahui pula, bahwa film ini dibuat tanpa skenario, karena naskah tersebut tidak pernah diselesaikan. Setiap kali akan shooting, Sang Sutradara hanya menjelaskan beberapa plot penting dalam film yang akan dibuatnya, dan para pemain harus bermain menggunakan improvisasi mereka yang sesuai dengan arahan plot sang sutradara. Hanya pada akhir cerita film ini saja yang menggunakan naskah skenario utuh.

Karena dibuat dalam rentang waktu yang panjang, maka setiap kali sebelum shooting dimulai, para pemain dan sutradara lebih dulu menonton film potongan film yang mereka buat sebelumnya, kemudian mendiskusikan alur cerita yang mereka akan tampilkan saat itu.

Dengan rentang waktu 12 tahun pembuatan, film ini menghabiskan dana sebesar US$ 4 juta, dan meraup perolehan pendapatan sebesar US$ 46.4 juta saat dirilis. Boyhood juga mendapatkan respon yang sangat baik dari para kritikus, dan sering mendapatkan review yang sangat baik di berbagai media massa. Hebatnya lagi, film ini masuk dalam 536 buah Daftar Film Terbaik berbagai kategori, dan 189 di antaranya menempatkan Boyhood di posisi pertama.



7. DINER (1982)
Ini adalah salah satu film drama-komedi paling populer di tahun 1980-an. Disutradarai Barry Levinson, film yang diperani Steve Guttenberg, Daniel Stern, Mickey Rourke, dan Kevin Bacon ini bersetting di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat tahun 1959, dan mengisahkan tentang sekelompok pria yang ber-reuni ke kampung halaman mereka dan merayakan pernikahan salah seorang sahabat mereka.

Setelah acara pernikahan usai, mereka pun berkumpul di sebuah restoran dan menceritakan kondisi ihidup mereka saat ini dan pergumulan hidup mereka. Sepanjang 110 menit, film ini menampilkan percakapan para pria itu di dalam restoran tersebut. Dan semua percakapan mereka sepenuhnya adalah improvisasi dan tanpa naskah sama sekali. Akibatnya bisa ditebak : Film ini tidak menampilkan tujuan apapun hingga akhir cerita, selain percakapan tanpa arah para pria tersebut.

Meski terkesan membosankan, film ini terbukti mampu menarik hati para kritikus film, dan mereka menganugrahi film ini dengan berbagai pujian. Tidak hanya itu, film ini bahkan masuk nominasi Piala Oscar untuk kategori Best Original Screenplay. American Film Institute bahkan memasukkan film ini dalam daftar 100 Years, 100 Laughs yang mereka buat.



8. AMERICAN GRAFFITI (1973)
Beberapa tahun sebelum terkenal lewat film legendaris Star Wars-nya, George Lucas pernah menyutradarai film fenomenal berjudul American Graffiti. Film yang diperani calon-calon artis papan atas Hollywod seperti Richard Dreyfuss, Ron Howard, Harrison Ford, Candy Clark, dan Cindy Williams itu mengisahkan tentang para remaja Amerika yang hidup di tahun 1962, dan menghabiskan malam mereka dengan berkeliling kota sambil berpesta.

Berdurasi 112 menit, film ini sepenuhnya menampilkan adegan malam di mana para remaja itu berkeliling kota menggunakan mobil Ford Thunderbird putih keluaran tahun 1956. Meski film ini diakhiri dengan adegan yang penuh kejutan, secara keseluruhan film ini memang sangat membosankan.  Wajar jika banyak studio yang menolak memproduseri film ini karena konsep ceritanya yang sangat monoton.

Meski demikian, saat dirilis, di luar dugaan film ini meraih kesuksesan luar biasa. Dibuat dengan dana US$ 777,000, film ini meraih keuntungan hingga US$ 200 juta dan menjadikannya sebagai film paling menguntungkan di tahun 1973. Pada tahun 1995, film ini dimasukkan sebagai salah satu karya seni paling berharga dalam Library of Congress dan menjadi "cagar budaya" yang dilindungi National Film Registry.



9. THE THIN RED LINE (1998)
Film perang ini sangat fenomenal, karena didukung banyak aktor papan atas. Disutradarai Terrence Malick, film adaptasi novel berjudul sama karya James Jones ini diperani Jim Caviezel, Sean Penn, Ben Chaplin, Nick Nolte, John Cusack, Adrien Brody, Woody Harrelson, Miranda Otto, John Travolta, Don Harvey, Jared Leto,  George Clooney, Tim Blake Nelson, dan Larry Romano.

Berdurasi 170 menit, film ini bisa dikatakan sebagai film yang tidak punya alur cerita yang jelas. Hampir keseluruhan adegan di film ini menampilkan para tentara Amerika Serikat bergerilya di tengah padang rumput tinggi, berjalan perlahan-lahan, menghindari tentara Jepang yang juga bergerilya di tengah padang. Sesekali mereka berpapasan dengan tentara Jepang, dan tembak-menembak pun terjadi. Hanya begitu saja sepanjang film.

Meski film ini penuh ketegangan dan seru, para penonton dihadapkan pada sebuah tontonan yang tidak jelas alur cerita. Memang ada beberapa percakapan yang membuat kita menduga-duga apa "misi" para tentang Amerika Serikat itu, tapi tetap saja tidak menjelaskan dengan rinci cerita apa yang ingin disampaikan film ini.



10. SLACKER (1991)
Daftar ini saya tutup dengan film debut sutradara Richard Linklater. Film indie yang dibuat dengan dana US$ 23,000 ini bisa dikatakan sebagai film paling rumit yang pernah ada. Tidak saja karena tanpa alur cerita yang jelas, film ini juga tidak punya pemeran utama. Para pemeran dalam film ini hanya tampil dalam satu adegan dengan durasi beberapa menit saja. Tidak lebih.

Film ini menampilkan seorang sopir taksi yang cerewet, seorang penggila hal-hal yang berhubungan dengan UFO, seorang penganut paham Teori Konspirasi, seorang pria tua yang bersahabat dengan perampok yang barusan merampok rumahnya, seorang mahasiswa, dan seorang wanita yang menjual alat pendeteksi kanker cervix.

Masing-masing cerita berdiri sendiri dan tidak ada keterkaitan. Tapi jika "dipaksakan" untuk diambil kesimpulan, film ini menceritakan kekuatiran masyarakat Amerika pada aksi terorisme dan kekuatran akan terjadinya ledakan pengangguran di negara tersebut.

Meski dibuat dengan teknik yang sangat amatiran, film ini mampu memikat para kritikus film yang memujinya sebagai film indah yang mengandung elemen "budaya, sejarah, dan estetika" yang sangat baik. Film ini menjadi salah satu produk seni cagar budaya yang dilindungi National Film Registry dan menjadi bagian dalam literatur Library of Congress Amerika Serikat.
Film Arpat adalah film kontroversi yang sedang jadi bahan pembicaraan hangat di Thailand saat ini. Hal ini dikarenakan tema yang diangkat film ini terbilang sangat sensitif, sehingga sangat dikuatirkan dapat menimbulkan unjuk rasa yang berujung pada kericuhan.

Film yang disutradarai Pratya Pinkaew dan Kanitta Kwanyoo, dengan diperani Charlie Traitat dan Ploy Somarin ini mengisahkan tentang seorang pria bernama Son (diperani Charlie) yang memiliki perilaku yang sangat buruk, sehingga sering bikin ulah. Ayahnya sangat malu dengan sikap buruk anaknya itu, sehingga memaksa anaknya untuk menjadi Biksu. Meski Son tidak mau, tapi mau-tidak mau dia harus menuruti perintah ayahnya.

Di biara tempatnya dididik menjadi Bhiksu (yang berlokasi di daerah pedesaan), Son bukannya bertobat tapi perilakunya semakin menjadi-jadi. Dia berkenalan dengan Fai (diperani Ploy), seorang gadis remaja yang tinggal di desa itu. Kecantikan Fai membuat hati Son tergugah. Mulailah dia mendekati Fai, dan Fai pun menyambut baik Son. Hubungan mereka yang semula hanya pertemanan, berubah menjadi hubungan kekasih yang terlarang. Puncaknya, mereka melakukan hubungan suami-istri di dalam biara.

Keduanya menyimpan rahasia hubungan tersebut rapat-rapat. Tapi rupanya tindakan mereka mengubah aura di dalam tempat sakral itu, dari yang semula tenang dan damai, berubah menjadi kengerian dan ketakutan. Banyak kejadian aneh terjadi dan menghantui para bhiksu di dalam biara tersebut. Bahkan Fai pun tiba-tiba mengalami perubahan perilaku dan berubah bukan dirinya lagi.

Saat para bhiksu kebingungan dengan perubahan yang terjadi, ternyata banyak roh jahat yang sedang mengintai Son dan berusaha menghabisinya. Akankah Son dan Fai mampu menghentikan gangguan roh jahat tersebut?

Masyarakat Thailand sempat berang dengan film ini. Para pengikut Buddha bahkan melayangkan protes keras ke Dewan Badan Sensor Film Thailand, dua hari sebelum film ini dirilis, menuntut film ini dilarang peredarannya. Jika tidak, mereka akan melakukan demo besar-besaran, yang dapat berujung kericuhan. Kondisi Thailand saat itu sempat memanas terkait rencana peredaran film ini.

Setelah berdiskusi cukup intensif, Dewan Badan Sensor Film Thailand akhirnya memutuskan untuk tetap meluluskan perilisan film itu, dengan meminta produser film melakukan pemotongan beberapa adegan (dengan total durasi 2 menit), sehingga film yang awalnya berdurasi 88 menit itu diizinkan tayang dengan durasi 86 menit. Emosi masyarakat Thailand berhasil diredam, setelah pihak produser melakukan pertemuan dan negosiasi dengan para pemuka agama setempat.

Ketegangan dan kontroversi seputar perilisan film itu ternyata berbuah positif. Masyarakat justru menjadi penasaran dengan hasil akhir film ini setelah mengalami re-edit dan pengurangan waktu tayang sepanjang 2 menit. Tidak heran, ketika tayang 15 Oktober 2015 silam, film ini langsung meraup keuntungan lebih dari 15.72 juta Bath (US$ 1,6 juta) hanya dalam satu hari tayang. Hasil itu membuat film ini menempati posisi kedua tangga Box Office Thailand, tepat di bawah The Last Witch Hunter yang meraih pendapatan sebesar US$ 2.2 juta.


DO YOU KNOW? 
Selain temanya yang sangat kontroversi, banyak adegan dalam film ini pun yang kontroversi dan menuai kritikan keras dari berbagai pihak. Beberapa diantaranya yang paling ekstrim : Adegan ciuman bhiksu dengan seorang gadis, adegan bhiksu minum minuman beralkohol, bhiksu merangkul pinggang seorang gadis, bhiksu memegang kepala patung Buddha, dan tempat duduk bhiksu yang diinjak dengan sepatu kotor.

Awalnya, film ini berjudul Arbat, dari bahasa Thailand yang berarti "hukuman keagamaan bagi orang yang melanggar aturan Ajaran Buddha". Namun setelah menuai protes keras dari masyarakat Thailand (karena kata itu adalah kata sakral yang tidak etis dipakai sebagai nama produk hiburan), judul film ini diubah menjadi Arpat, bahasa Pali yang artinya sama.

Ketika film ini ditayangkan, muncul protes keras dari para penonton yang menuntut adegan 2 menit - yang disensor Dewan Badan Sensor - dimunculkan lagi. Menurut mereka, adegan tersebut ternyata sangat penting dan punya korelasi dengan keseluruhan cerita film. Lebih dari 100,000 orang menanda-tangani petisi online yang kemudian dikirim ke Dewan Badan Sensor Film Thailand, menuntut film itu ditayang ulang dengan menambahi adegan 2 menit yang telah dibuang.

Charlie Traitat - pemeran Bhiksu Son - aslinya beragama Katolik.

Shooting dilakukan di beberapa daerah pinggiran Thailand, seperti Distrik Nakhon, Ratchasima, dan Nakhon Nayok. Nakhon Nayok merupakan lokasi shooting paling angker di antara semua tempat. Selain karena lokasinya yang sangat terpencil, distrik itu memiliki banyak desa dengan perumahan dan bangunan tua yang terbuat dari kayu. Nakhon Nayok juga memiliki banyak pohon besar yang sudah berusia tua, sehingga menimbulkan suasana seram di malam hari.

Tahun 2000 silam, masyarakat Hong Kong pernah diharu-biru oleh sebuah drama televisi bertotal 20 episode produksi TVB. Judulnya Return of The Cuckoo (十月初五的月光 ) atau dirilis dengan judul lain The Street of Macao (澳門街 ). Serial tersebut mengisahkan tentang seorang anak bernama Man Cho (diperani Julian Cheung / Chilam Cheung) yang sejak kecil sudah bisu karena mendapat perlakuan tidak baik dari ibunya. Man Cho kemudian diadopsi oleh Ah Kiu (Nancy Sit), seorang wanita baik hati yang tidak tega melihat perlakuan ibu Man Cho pada anaknya.

Man Cho tumbuh dewasa dalam keluarga Ah Kiu dan bersahabat sangat dekat dengan anak Ah Kiu bernama Kwan Ho (Charmaine Sheh). Dari hubungan persahabatan, perasaan Man Cho dan Kwan Ho berubah menjadi cinta. Namun Man Cho tidak berani mengungkapkan isi hatinya, karena merasa rendah hati akibat kekurangan yang dimilikinya. Ditambah lagi Ah Kiu ternyata keberatan dengan hubungan keduanya dan berusaha memisahkan mereka berdua. Kisah cinta Man Cho dan Kwan Ho bertambah kompleks, ketika Szto Lai Su (Steven Ma) hadir sebagai pihak ketiga yang jatuh hati pada Kwan Ho.

Serial ini tidak saja sukses sebagai serial televisi dengan jumlah penonton terbanyak, tetapi juga meraih banyak penghargaan bergengsi pertelevisian Hong Kong. Kesuksesan serial ini pula ikut mengangkat nama Julian Cheung dan Charmaine Sheh menjadi aktor dan aktris papan atas televisi Hong Kong.

Kini, setelah 15 tahun, serial itu dirilis kembali dan diangkat ke layar lebar. Dan tanggal 12 November 2015, Return of The Cuckoo - The Movie pun dirilis. Meski jarak antara serial televisi dan layar lebarnya terpaut sangat jauh, tapi ternyata tidak membuat para penontonnya lupa. Bahkan sepertinya banyak penonton sangat merindukan lanjutan kisah cinta pasangan Man Cho dan Kwan Ho. Jadi tidak heran, ketika dirilis di layar lebar, film tersebut langsung duduk di peringkat pertama tangga Box-Office Hong Kong.

Disutradarai Patrick Kong, versi layar lebar berdurasi 1 jam 43 menit ini akan melanjutkan cerita yang ditinggalkan versi televisinya 15 tahun silam. Para pemerannya pun hampir semuanya adalah para pemeran asli dari serial televisi aslinya.

Bersetting tahun 1999, Man Cho (Chilam Cheung) dan adiknya, Kiki (Joe Chen) merayakan ulang tahun Bibi Ah Kiu (Nancy Sit). Sebuah kejutan tidak terduga terjadi di pesta ulang tahun tersebut, ketika Kwan Ho (Charmaine Sheh) yang sudah 15 tahun terakhir tinggal di Amerika Serikat, mendadak pulang menemui Bibi Ah Kiu, yang tidak lain adalah ibunya.

Kehadiran Kwan Ho menghidupkan kembali kisah cinta lama yang sudah mereka kubur 15 tahun silam, ketika Kwan Ho memutuskan untuk menikah dengan Lai Su (Steven Ma) dan pindah ke luar negeri. Meski demikian, Kwan Ho berusaha melupakan kisah cinta lamanya dan menjauhi Man Cho.

Baru beberapa hari bertemu ibunya, Kwan Ho mendapatkan kabar kalau Lai Su tewas dalam sebuah kecelakaan lalu-lintas. Hati Kwan Ho hancur, dan dia berniat bunuh diri. Tapi Man Cho berhasil menyelamatkan Kwan Ho. Guna menghibur Kwan Ho, Bibi Ah Kiu menyuruh anaknya menetap di Macao bersamanya. Man Cho pun dengan setia menemani Kwan Ho.

Di saat itulah, hati Kwan Ho terbuka kembali dan dia mencoba menerima cinta Man Cho kembali. Meski sebelumnya pernah menentang hubungan mereka berdua, tapi akhirnya Bibi Ah Kiu merestui hubungan mereka. Dan ketika cinta mereka mulai menapak ke langkah yang lebih serius, Man Cho mendapati fakta yang mengejutkan tentang dirinya : Dia saat itu sedang mengidap kanker ganas, dan hidupnya hanya tinggal 6 bulan lagi.

Akankah cinta mereka yang telah tertunda selama 15 tahun, kini harus berhenti sampai di sini dan berakhir mengenaskan? Akankah Man Cho rela  melepaskan cinta Kwan Ho untuk kedua kalinya? Akankah pula cinta Man Cho dan Kwan Ho dapat bersatu?

Ketika tayang di hari pertama, film ini langsung meraup keuntungan sebesar HK$ 1.2 juta, dan langsung menjadikannya duduk di peringkat pertama tangga film Box Office Hong Kong. Sambutan para penonton sangat antusias, terutama pada Julian Cheung yang memerani Man Cho. Banyak orang yang mengelu-elukan "Cho Gor Gor" (panggilan Man Cho di film itu) di film tersebut.

Tidak ada informasi, apakah film ini akan tayang di Indonesia atau tidak. Kalau pun tidak tayang, sepertinya Anda wajib mencari dan menonton film ini. Dapat dipastikan film ini sangat mengharukan, dan dramatis banget. Sangat cocok buat Anda yang sedang mencari cinta sejati Anda, atau sedang memastikan, apakah kekasih di sampingmu adalah memang belahan jiwa yang disiapkan bagimu? Beranikah Engkau memperjuangkan cintamu, meski kau tau waktumu tidak lama lagi hidup di dunia ini?


Kritikus memujinya habis-habisan.

Puluhan penghargaan bergengsi diraihnya.

Namun hal itu tidak mampu membuat penonton terpikat untuk menonton serial televisi berikut ini. Tayangan tersebut justru sepi penonton. Hanya segelintir orang saja yang menontonnya.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengangkat rating serial tersebut, namun semuanya tidak berhasil. Masih untung para sponsor tetap mempercayai serial tersebut, dan terus mengisi slot iklan di setiap episodenya. Tapi jika kondisinya terus begini, mau sampai kapan serial tersebut bertahan?

Dan berikut ini adalah 10 serial televisi terbaik Amerika Serikat saat ini yang - ironisnya - minim (bahkan nyaris tidak ada) penonton.


1. THE KNICK
Serial drama produksi Cinemax ini disutradarai oleh Steven Soderbergh, Sutradara kawakan Hollywood yang namanya sudah tidak diragukan lagi. Film-filmnya selalu sukses, baik dari pendapatan finansial, maupun respon positif para kritikus film dunia. Serial ini juga diperani oleh Clive Owen, yang juga aktor papan atas kenamaan yang kerap menggondol berbagai penghargaan film internasional. Meski Season Pertama serial bertotal 10 episode ini punya modal kuat menjadi serial paling dinanti penonton Amerika Serikat, nyatanya serial ini justru minim penonton. Bahkan tidak banyak penonton yang tahu tentang serial ini, meski promosinya sudah dilakukan sangat gencar.


Serial ini mengisahlan tentang kehidupan Dr. John W. Thackery (Clive Owen), seorang dokter bedah di Rumah Sakit Kickerbocker (yang dikenal dengan sebutan "The Knick"), New York, di tahun 1900-an. Di masa itu, ilmu bedah bisa dikatakan hal baru dan masih berada dalam tahap pengembangan. Dr. Thackery waktu itu adalah Kepala Rumah Sakit baru di The Knick, dan dihadapkan pada kondisi rumah sakit yang kurang baik. Selain berjuang memperbaiki sistem manajemen rumah sakit, dia pun berperang melawan kecanduan kokain dan opiumnya.

Serial ini menampilkan banyak adegan yang cukup "mengganggu" mata. Karena teknik bedah di masa itu belum canggih, proses pembedahan masih dilakukan dengan cara yang terbilang "barbar" dan brutal. Banyak adegan sadis dan miris yang berhubungan dengan teknik pembedahan masa lalu dipaparkan dengan sangat vulgar dan "apa adanya" dalam setiap episode serial ini.

Serial ini mendapat respon yang sangat positif dari para kritikus. Media online seperti Metacritic, Rotten Tomatoes, IGN, dan lain-lain memberikan nilai sangat tinggi (rata-rata nilai 8 - 9 dari 10) dengan komentar yang sangat baik tentang serial ini. Bahkan serial ini juga diganjar berbagai penghargaan sebagai pembuktian kualitasnya. Beberapa penghargaan yang diraih, antara lain Best Drama Series, Best Ensemble, dan Best Actor in a Drama Series di ajang 19th Satelite Awards, dan Peobody Award di ajang 74th Peobody Awards.

Saat ini serial tersebut sudah memasuki Season Kedua dan sedang tayang di Amerika Serikat.

Penonton serial ini berkisar antara 200,000 - 400,000 orang setiap episodenya. Episode ke-3 dari Season 1 (The Busy Flea) adalah episode yang "paling banyak" ditonton dengan total penonton 407,000 orang, sedangkan Episode ke-4 Season 2 (Wonderful Surprises) merupakan episode dengan penonton "paling sedikit" di mana total penontonnya hanya 166,000 orang saja.



2. PENNY DREADFUL
Season pertama serial drama-horor produksi jaringan televisi Showntime dan Sky ini tayang sejak 28 April 2014. Dengan total 8 episode, serial ini mengangkat "cerita picisan" (penny dreadful) kisah-kisah horor yang pernah populer di abad 19. Disebut "cerita picisan" karena ceritanya banyak mengumbar cerita supranatural yang digabungkan dengan elemen detektif dan pembunuhan, dengan alur yang sangat ringan dan mudah ditebal. Dan hal demikianlah yang diangkat oleh serial tersebut.

Serial yang diperani Reeve Carney, Timothy Dalton, Eva Green, Rory Kinnear, dan Billie Piper ini banyak menampilkan cerita-cerita yang dikait-kaitkan dengan legenda horor yang sudah dikenal orang, seperti Frankenstein, Dracula, Dorian Gray, Dr Jekyll and Mr Hyde, dan lain-lain.

Kritikus memuji serial ini - dan memberinya nilai antara 7 - 8 dari 10 - karena dinilai punya alur cerita yang sangat cerdas, didukung dengan akting prima dari setiap pemerannya, tata-rias yang pas, kostum yang sangat apik, serta sinematografi yang menarik.

Serial ini pun memenangi banyak penghargaan bergengsi pertelevisian Amerika Serikat, seperti Most Exciting New Series (di ajang Critics' Choice Television Awards 2014), Best Actress (IGN Awards 2014), Best Television Series dan Best Supporting Actor (Satelite Awards 2015), Best Production Design, Best Make Up & Hair Design, dan Best Original Television Music (BAFTA Television Craft Awards 2015), serta Best Editing in Long Form Television Series (Canadian Cinema Editors 2015).

Dan meski Episode Pertama dari Season Pertama serial ini mampu menarik perhatian lebih dari 1,4 juta penonton di seluruh dunia, tapi episode berikutnya jumlah penontonnya turun 700,000-an ribu penonton. Dan meski telah memasuki Season ketiga, jumlah penonton tidak bertambah tetapi terus menurun. Jumlah penonton paling sedikit yang "diraih" serial ini adalah pada Episode ke-8 Season kedua (Memento Mori), di mana episode itu hanya ditonton 523,000 orang saja.



3. IZOMBIE
Saya pernah pernah mengulas serial televisi ini di artikel sebelumnya (untuk melihat review saya tentang serial ini, Anda bisa klik di sini.). Serial yang diadaptasi dari komik berjudul sama karya Chris Robertson dan Michael Alfred (diterbitkan oleh DC Comics, kemudian Vertigo Imprint) ini memang unik, karena mengangkat cerita yang sama sekali berbeda dengan film bertema zombie yang pernah ada.

Meski bercerita tentang zombie, serial ini tidaklah sesadis The Walking Dead. Satu-satunya bagian yang paling menyeramkan di setiap episode serial ini adalah saat Olivia Moore (diperani Rose McIver) - sang pemeran utama - memakan otak mayat. Cara makannya pun tidaklah seram-seram amat : Otak tersebut hanya dipotong kecil dan dicampur dengan spageti. Jadi meski ceritanya Liv (panggilan akrab Olivia) sedang makan otak, tapi yang terlihat adalah dirinya sedang makan spageti dengan saus tomat dan potongan bakso. Selebihnya, serial ini banyak berfokus pada penyidikan tindak kejahatanyang dilakukan Liv bersama Detektif Clive Babineaux (Malcolm Goodwin), dibantu Dr. Ravi Chakrabarti (Rahul Kohli), teman sekerja yang menjaga rahasia Liv.

Sejak dirilis hingga hari ini, setiap episode iZombie selalu mendapatkan pujian yang luar biasa dari para kritikus. Bahkan majalah Online Rotten Tomatoes, Metacritic, dan IGN pun mengganjar setiap episode dengan nilai tinggi yang nyaris sempurna (rata-rata semuanya bernilai 9 - 9.5 dari 10). Serial ini bahkan memenangi penghargaan Best New Fandom of the Year di ajang mtvU Fandom Awards 2015.

Tapi mau dikata apa : Penonton kurang bergairah untuk menonton film ini. Meski secara akumulasi setiap episode serial ini ditonton (secara streaming) rata-rata lebih dari 2 juta orang di seluruh dunia, tapi di Amerika Serikat sendiri, penontonnya tidak pernah lebih dari 400,000 orang setiap episodenya. Episode pertama Season 1 (The Pilot) merupakan episode dengan jumlah penonton tertinggi di mana penontonnya mencapai 2.29 juta orang (hanya 600,000 penonton adalah penduduk Amerika Serikat). Sedangkan episode dengan penonton paling sedikit adalah Episode 10 Season 1 (Dead Rat, Live Rat, Brown Rat, White Rat) di mana jumlah penontonnya "hanya" 1.8 juta orang (dan hanya 300,000 penonton Amerika Serikat yang menonton episode ini....).

Saat ini Season Kedua serial ini sedang tayang di Amerika Serikat dengan total 7 episode, dan rencananya akan selesai tayang tanggal 17 November 2015 mendatang. Meski belum ada kepastian apakah serial ini akan terus dilanjutkan produksinya, namun The CS - stasiun televisi yang memproduseri serial ini - telah membuat 5 naskah terbaru serial ini.  Belum jelas apakah naskah tersebut merupakan tambahan episode untuk Season Kedua, atau akan menjadi bagian dari Season Ketiga mendatang.



4. ORPHAN BLACK
Saya pun pernah membahas serial ini dalam artikel saya sebelumnya (untuk melihat ulasan tentang film ini, silakan klik di sini ).  Serial yang diproduksi Temple Street Productions yang bekerja sama dengan BBC America dan Bell Media's Space ini merupakan salah satu serial televisi thriller yang cukup menegangkan. Salah satu hal yang paling menarik adalah akting Tatiana Maslany yang memerani 18 klon dirinya di serial tersebut. Akting Maslany banyak mendapat pujian para kritikus karena mampu menampilkan 18 orang dengan pribadi yang berbeda, bahkan dengan gaya bicara dan aksen yang berbeda-beda pula. Adegan yang paling menarik adalah ketika Maslany harus memerani beberapa orang yang berbeda dan tampil bersamaan dalam satu adegan. Dan dia mampu melakukannya dengan sempurna.

Selain mendapatkan pujian, serial ini pun dihujani berbagai penghargaaan bergengsi pertelevisian internasional, seperti penghargaan Best Actress in Drama Series (Critics Choice Television Award 2013), Breakthrough Performance - Female (Young Hollywood Awards 2013), Best Actress in A Drama Series dan Best Drama Series (EWwy Award 2013), Best Direction in a Dramatic Series dan Best Photography in a Dramatic Program or Series (Canadian Screen Award), dan lain-lain.

Di luar perkiraan, serial ini justru minim penonton. Season pertama bertotal 10 episode - yang tayang tanggal 30 Maret 2013 hingga 1 Juni 2013 - hanya ditonton rata-rata 300,000 orang saja di seluruh dunia. Episode yang paling banyak ditonton adalah Episode 1 (Pilot) dengan jumlah penonton 684,000 orang, dan Episode 9 (Unconscious Selection) menjadi episode dengan jumlah penonton paling sedikit, yaitu hanya ditonton 253,000 orang saja.

Season 2 (10 episode) yang tayang 19 April - 21 Juli 2014 memberikan hasil yang agak lumayan, di mana Episode 2 (Governed by Sound Reason and True Religion) ditonton 718,000 orang dan menjadi episode dengan jumlah penonton terbanyak. Sedang Episode 3 (Mingling Its Own Nature With It) hanya ditonton 450,000 orang dan menjadi episode dengan penonton paling rendah di Season ini.

Season 3 (10 episode) ditayangkan 18 April - 20 Juni 2015, di mana Episode 1 serial ini (The Weight of This Combination) berhasil tembus ke angka 1.25 juta penonton di seluruh dunia dan menjadi episode dengan jumlah penonton paling banyak, tidak saja untuk Season ini tetapi juga semua Season Orphan Black. Sayangnya, prestasi ini tidak dapat dipertahankan dan jumlah penonton kembali turun ke angka 300,000-an ribu orang. Episode dengan penonton paling sedikit di Season ini adalah Episode 7 (Community of Dreadful Fear and Hate) dengan 372,000 orang penonton.

Meski jumlah penonton cukup sedikit, namun pihak produser serial ini tetap optimis kalau serial Orphan Black masih sangat diminati. Karena itu mereka sudah menyiapkan Season Keempat serial ini yang rencananya akan tayang di pertengahan tahun 2016 mendatang.



5.CRAZY EX-GIRLFRIEND
Serial ini baru tayang 12 Oktober 2015 silam dan rencananya akan tuntas tayang 23 November 2015 mendatang (dengan total 7 episode). Bergenre drama-komedi-musikal, serial yang diproduseri The CW dan merupakan kreasi Rachel Bloom bersama Aline Brosh McKenna ini mengisahkan tentang Rebecca Bunch (Rachel Bloom), seorang wanita lajang yang cintanya diputus oleh Josh Chan (Vincent Rodriguez III) tahun 2005 silam. Setelah menonton sebuah iklan televisi dan berpapasan kembali dengan Josh (setelah sekian lama tidak berhubungan), Bunch memutuskan untuk mengejar Josh kembali. Dan Bunch benar-benar melakukan apapun demi bisa mendapatkan Josh kembali, termasuk keluar dari tempat kerjanya dan pindah ke West Covina, California, mengikuti Josh yang pindah ke sana.

Serial ini dipuji banyak kritikus karena lagu-lagu dalam film ini yang semuanya asyik didengar dan pas di setiap adegan. Serial ini pun mendapatkan penilaian yang cukup fantastis dari banyak majalah film online di seluruh dunia (dengan nilai rata-rata 9.8 dari 10). Mereka memuji akting Rachel Bloom yang sangat energik dan menebar keceriaan di setiap episode, membuat serial ini benar-benar menyenangkan untuk diikuti.

Meski mendapat penilaian yang sangat baik dari kritikus, serial ini kurang mampu menarik perhatian penonton untuk menyaksikannya. Serial ini rata-rata hanya ditonton 900,000 orang di seluruh dunia, di mana Episode 5 (Josh and I Are Good People) menjadi episode yang paling banyak ditonton di seluruh dunia (950,000 orang), dan Episode 3 adalah episode dengan penonton paling sedikit (670,000 orang).



6. RECTIFY
Ditayangkan sejak 22 April 2013, serial ini merupakan serial pertama produksi Sundance TV. Serial ini mengisahkan kehidupan Daniel Holden (Aden Young) yang dipenjara atas tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan kekasihnya. Setelah 19 tahun menjalani hukuman dan terancam hukuman mati, sebuah bukti baru ditemukan polisi. Bukti itu membatalkan hukumannya, dan Daniel pun dibebaskan.
Pasca bebas dari penjara, Daniel harus beradaptasi dengan kehidupan keluarga, lingkungan, dan teman-temannya, sambil menelusuri pelaku pembunuhan kekasihnya.

Serial ini mendapat pujian bertubi-tubi dari kritikus, termasuk Los Angeles Times dan Hollywood Reporter. Mereka menilai serial Rectify adalah serial yang unik, dengan mengambil sudut pandang cerita yang sama sekali berbeda dari serial drama pada umumnya. Rectify adalah serial yang kaya dengan adegan yang indah, dan mampu menangkap jiwa orang-orang yang marah, terkucil, dan kebingungan melalui dialog-dialog cerdas dan detil.

Meski mendapatkan pujian yang luar biasa, Rectify justru tidak mendapatkan perhatian dari penonton. Meski telah dibuat sebanyak 3 Season (Season pertama 6 episode, Season Kedua 10 Episode, dan Season ketiga 6 episode), setiap episode serial ini hanya ditonton rata-rata 200,000 orang saja di seluruh dunia.

Episode dengan penonton terbanyak adalah Episode 1 Season 3 (Hoorah) dengan jumlah penonton 224,000 orang. Sedangkan episode dengan penonton paling sedikit adalah Episode 5 Season 3 (The Future) yang hanya ditonton 113,000 orang saja.

Meski penontonnya sedikit, Sundance merasa yakin serial ini punya basis pnggemar yang cukup kuat dan terus menantikan kehadiran serial ini. Karena itu, mereka kini sedang mempersiapkan Season 4 serial Rectify yang rencananya akan dirilis pertengahan tahun 2016 mendatang.



7. BANSHEE
Serial drama-eksyen ini sebenarnya cukup keren. Tapi entah mengapa gaungnya kurang terdengar. Serial produksi Cinemax Network ini merupakan hasil kreasi Jonathan Tropper dan David Schickler, bertutur tentang seorang mantan residivis tanpa nama (diperani Antony Starr) yang bersembunyi di Banshee, sebuah kota kecil yang terletak di Pennsylvania Amish County. Dengan menggunakan identitas palsu Lucas Hood, sheriff kota itu yang tewas terbunuh, residivis tersebut bersembunyi dari kejaran Rabbit (Ben Cross), Raja Kriminal paling berpengaruh di Amerika Serikat.

Serial ini disambut cukup baik oleh para kritikus, termasuk Wall Street Journal, Boston Herald, dan The San Francisco Chronicle. Mereka menilai serial Banshee adalah serial drama televisi yang sangat cerdas dengan eksyen yang cukup berimbang. Season ketiga dari serial ini disebut sebagai Season terbaik dari Banshee.

Melengkapi pujian para kritikus, Banshee memenangkan penghargaan Outstanding Special Visual Effect di ajang Primetime Creative Arts Emmy Awards (2013).

Hingga saat ini, Banshee telah tayang 3 Season (Season 1 tayang 11 Januari - 15 Maret 2013 dengan total 10 episode, Season 2 tayang 10 Januari - 14 Maret 2014 dengan 10 episode, dan Season 3 tayang 9 Januari - 13 Maret 2015 dengan total 10 episode). Season keempat akan menjadi season terakhir serial ini yang akan tayang pertengahan tahun 2016 mendatang.

Secara umum, penonton serial ini rata-rata berkisar antara 700,000 - 300,000 orang, di mana Episode 10 Season 2 (Bullets and Tears) merupakan episode yang paling banyak ditonton (733,000 orang) dan Episode 9 Season 1 (Always the Cowboy) menjadi episode dengan penonton paling sedikit (335,000 orang).



8. TOGETHERNESS
Tayang perdana 11 Januari 2015, serial produksi HBO hasil kreasi Mark Duplass, Jay Duplass, dan Steve Zissis ini merupakan serial drama-komedi yang cukup menarik. Serial ini mengisahkan tentang 2 pasang suami-istri yang tinggal serumah dan berjuang untuk mempertahankan hubungan mereka, sekaligus berjuang meraih impian mereka masing-masing.

Season pertama serial ini bertotal 8 episode dan semuanya mendapatkan sambutan yang sangat baik dari para kritikus film. Rotten Tomatoes memberikan nilai 9.2 dari 10, dan menyebutkan kalau serial ini penuh kejutan yang menyenangkan, serta menawarkan cerita yang sangat membumi tentang kehidupan masyarakat menengah dan tantangan hidup mereka saat ini. Komedi yang dibawakan tidak konyol, bahkan berhasil menyentil gaya hidup orang Amerika saat ini.

Meski para kritikus menyambut serial ini dengan baik, penonton justru sebaliknya. Mereka tidak tampak antusias dengan serial ini. Bahkan rata-rata penonton serial ini hanya 400,000 orang saja, di mana episode terbanyak penontonnya adalah Episode 3 (Insanity) dengan 472,000 orang, dan Episode 5 (Kick the Can) menjadi episode dengan jumlah penonton paling sedikit, yaitu hanya 231,000 orang.



9. MANHATTAN
Serial televisi yang diangkat dari kisah nyata dalam sejarah manusia ini diproduksi oleh WGN America. Bersetting tahun 1943, serial ini mengupas tentang awal-mula pengembangan program Manhattan Project, yang merupakan proyek bom nuklir pertama di dunia yang dilakukan oleh Amerika Serikat dengan dukungan Inggris dan Kanada. Serial ini memfokuskan pada kehidupan masyarakat di kota Los Alamos, New Meksiko, yang merupakan lokasi pengembangan proyek itu. Kebanyakan ilmuan tinggal di kota tersebt, dan Pemerintah Federal menginstruksikan mereka untuk tidak menceritakan proyek tersebut pada keluarga mereka.

Sejak Season Pertama (13 episode, tayang 27 Juli - 19 Oktober 2014) hingga saat ini telah masuk Season Kedua (7 episode, tayang 13 Oktober - 24 November 2015), serial ini terus-menerus mendapatkan respon yang sangat positif dari para kritikus. Meski banyak kritikus menilai alur cerita serial ini cukup lambat di beberapa episode pertama, Manhattan akhirnya bisa menunjukkan kekuatannya di episode belakangan dengan jajaran pemeran yang cerdas, sinematografi yang indah, dan intrik yang menarik.

Meski Episode Pertama mendapat perhatian 904,000 penonton (dan menjadi episode paling banyak ditonton), tapi di episode selanjutnya, jumlah penonton menurun cukup tajam. Episode 2 Season 2 adalah episode yang paling sedikit ditonton, karena jumlah penontonnya hanya 191,000 orang.



10. THE AFFAIR
Sejak Season pertama serial produksi Showtime ini tayang perdana tanggal 12 Oktober 2014, serial ini langsung memincut hati kritikus film dunia. Betapa tidak, serial ini mengisahkan tentang kondisi keluarga masa kini di seluruh dunia, di mana perselingkuhan menjadi bagian hidup (bahkan gaya hidup) sebagian besar keluarga di dunia.

Season pertama (10 episode) yang ditayangkan hingga tanggal 21 Desember 2014 mengisahkan tentang kisah cinta terlarang antara Noah Solloway (Dominic West), seorang pria yang telah menikah dengan seorang istri dan punya 4 orang anak, dengan Alison Bailey (Ruth Wilson), seorang novelis muda yang sedang membuat novel keduanya. Hubungan Noah dengan keluarga istrinya yang kurang harmonis karena merasa dirinya dikendalikan oleh mereka lantaran mereka jauh lebih kaya dari dirinya. Sementara itu, Alison baru bercerai pasca kematian anak pertamanya. Takdir kemudian mempertemukan Noah dan Alison, yang akhirnya membuat mereka terjebak dalam sebuah hubungan terlarang yang akan mengubah hidup mereka selamanya.

Serial ini dipuji sebagai serial drama yang sangat baik, karena menceritakan dengan detil proses perselingkuhan, yang ditampilkan dari sudut pandang Noah dan Alison melalui cerita mereka berdua yang dikisahkan secara terpisah. Para kritikus sepertinya sepakat untuk memberikan nilai hampir sempurna (9.5 - 9.8 dari 10) kepada serial ini karena ceritanya yang sangat cerdas dengan akting brilian dari setiap pendukungnya. Serial itu menampilkan cerita yang tidak cengeng, dan tidak menempatkan siapapun jadi korban perselingkuhan, tapi justru menunjukkan bagaimana sebuah perselingkuhan dapat mengubah hidup banyak orang.

Season kedua (10 episode) yang tayang 4 Oktober 2015 silam, dan akan berakhir 20 Desember 2015 mendatang mendapatkan apresiasi jauh lebih dasyat lagi dari Season terdahulunya. Alur ceritas Season Kedua dinilai telah berkembang sangat jauh - bahkan melampaui - dari apa yang diprediksi para kritikus, sehingga mereka yakin kalau The Affair akan menjadi Serial Terbaik Sepanjang Masa.

Analisa para kritikus tidak terlalu muluk. Terbukti The Affair berhasil meraih penghargaan Best Actress dan Best Television Series di ajang Golden Globe Awards 2015. Selain itu, serial ini juga masuk banyak nominasi di berbagai ajang penghargaan internasional lain, yang menjadi pembuktian kalau serial ini merupakan salah satu tontonan yang memang layak ditonton.

Yang terjadi justru sebaliknya. Penonton malah tidak terlalu antusias menanggapi serial ini. Hal ini terbukti dari jumlah penonton yang menonton serial ini tidak menunjukkan angka yang fantastis. Episode 1 Season 1 serial ini hanya ditonton 500,000 orang dari seluruh dunia (ditonton secara streaming), dan membukukan diri sebagai episode dengan jumlah penonton paling sedikit. Meski sempat meraih penonton cukup fantastis di Episode 10 Season 1 dengan jumlah penonton yang mencapai 951,000 orang, tetapi tetap saja rata-rata penonton yang menyaksikan serial ini tidak pernah lebih dari 500,000-an orang.
NewerStories OlderStories Home