Fakta Nyata Menyeramkan di Balik Kisah 10 Film Horor "Based on True Story" Paling Populer di Dunia ...

Banyak film horor yang dibuat "berdasarkan kisah nyata". Kejadian-kejadian yang ditampilkan di film tersebut sangat menyeramkan, sehingga kita sering bertanya-tanya, "Apa benar kejadian dalam film itu benar-benar nyata dan terjadi saat kejadian sebenarnya terjadi?"

Well... namanya juga film. Tentu saja banyak adegan menyeramkan dalam film tersebut dibuat-buat (bahkan dibesar-besarkan) untuk menimbulkan efek seram. Tapi percaya atau tidak, ada juga film yang justru "mengecilkan" atau "merendahkan" tingkat keseraman film tersebut, sehingga apa yang ditampilkan di layar lebar - meskipun sangat seram - sebenarnya tidak seseram kejadian sebenarnya. Dan jika sampai Sutradara memutuskan untuk mereka-ulang adegan sebenarnya dan diangkat ke layar lebar, dijamin Anda akan mengalami "gangguan kejiwaan akut".

So... film "based on true story" apa saja yang sebenarnya tidak seseram kejadian nyatanya? Ini dia daftarnya....

1. THE EXORCIST (1973)
Film legendaris karya sutradara William Friedkin ini dicap sebagai film horor-supranatural paling menyeramkan hingga hari ini. Meski pun sudah banyak film horor yang jauh lebih seram, namun keseraman film ini diyakini tetap tidak terkalahkan.

Diadaptasi dari novel berjudul sama karya William Peter Blatty - di mana novel tersebut juga merupakan adaptasi dari kejadian nyata yang benar-benar terjadi di tahun 1949 pada diri seorang bocah bernama Roland Doe - film ini mengisahkan tentang Regan MacNeil (Linda Blair), seorang remaja perempuan berusia 12 tahun yang tiba-tiba menampakkan keganjilan perilaku setelah bermain Ouija Board. Tidak lama, dia tiba-tiba mengalami kerasukan yang membahayakan jiwanya. Pastor Lankester Merrin (Max von Sydow) dan Pastor Damien Karras (Jason Miller) kemudian diutus untuk melakukan pengusiran roh jahat.

Kejadian nyatanya tidak jauh berbeda, tapi lebih mengerikan. Pada tahun 1949, seorang remaja laki-laki 14 tahun bernama Roland Doe (yang kelak diketahui bernama asli Robbie Mannheim) mengalami kerasukan setelah sering bermain Ouija Board setiap malam. Berbeda dengan apa yang ditampilkan dalam film The Exorcist, pengusiran roh jahat pada diri Roland Doe melibatkan cukup banyak pihak, mulai dari pastor, pendeta, psikiater, hingga parapsikolog. Prosesi pengusiran pun dilakukan mulai dari rumah sakit, gereja, hingga di rumah keluarga Roland Doe.

Selama proses pengusiran roh, Roland Doe menunjukkan kekuatan supranaturalnya yang luar biasa dan menyebabkan orang-orang yang mencoba "mengusiknya" terluka parah, dan nyaris tewas. Setidaknya ada 30 kali upaya pengusiran roh yang dilakukan, dan semuanya berakhir dengan kegagalan. Upaya pengusiran roh terakhir dilakukan oleh Pastor Raymond Bishop dan Pastor William S. Bowdern dari Gereja St. Louis. Mereka berdua berhasil melakukan pengusiran roh jahat dalam tubuh Roland, meski pada akhirnya upaya mereka ditanggapi miring oleh banyak pihak, dan dianggap sebagai kebohongan belaka. Roland yang sudah terbebas dari roh jahat kemudian dirawat di Rumah Sakit Jiwa St. Louis, sebelum akhirnya dikembalikan ke orang tuanya.

Kini Roland yang telah dewasa bekerja sebagai salah seorang astronot NASA.

Sebagai catatan : Kengerian yang ditampilkan dalam film The Exorcist (saat Regan muntah cairan hijau, pinggangnya berputar 360 derajat, melakukan mutilasi, dan cara berjalan laba-labanya yang sangat fenomenal) merupakan versi "halus" dari apa yang terjadi pada diri Roland. Kenyataannya, Roland bisa memuntahkan semua isi di dalam tubuhnya (usus, jantung, hati, paru-paru, pangkreas, dan lain-lain), kemudian "memakannya" kembali. Roland bisa dengan sengaja mematahkan semua tulang tubuhnya, lalu "menyembuhkan" dirinya kembali. Roland bahkan bisa memuntahkan semua cairan dalam tubuhnya selama satu jam penuh tanpa henti. Tidak hanya cairan hijau seperti dalam film, tetapi semua enzim dalam tubuhnya dimuntahkan olehnya.

Jadi bersyukurlah karena Sutradara William Friedkin tidak mereka ulang semua kejadian yang terjadi pada Roland secara utuh. Jika dia benar-benar melakukannya, bisa dipastikan Anda akan dihantui mimpi buruk sepanjang hidup setelah menonton film tersebut ....



2. THE HAUNTING OF CONNECTICUT (2009)
Film ini mengisahkan tentang pasangan suami-istri Sara Campbell (Virginia Madsen) dan Peter Campbell (Martin Donovan) yang sedang berjuang menyembuhkan anak mereka, Matthew (Kyle Gallner), yang menderita kanker. Mereka kemudian membawa anak mereka tersebut ke Connecticut untuk pengobatan. Selama di kota tersebut, mereka menyewa sebuah rumah yang terletak cukup dekat dari rumah sakit. Setelah beberapa lama tinggal di rumah itu, Matthew sering berhalusinasi, dan kemudian mengalami perubahan perilaku yang membuat keluarganya kuatir. Belakangan diketahui kalau Matthew mengalami kerasukan. Dan roh yang merasukinya adalah roh-roh jahat penunggu rumah tempat mereka tinggali.

Meski sudah disebutkan kalau film ini dibuat berdasarkan kisah nyata, masih banyak penonton yang skeptik dan tidak percaya kalau apa yang ditampilkan di film itu benar-benar pernah terjadi. Faktanya apa yang ditampilkan dalam film itu memang kejadinya nyata yang terjadi di Southington, Connecticut, Amerika Serikat pada tahun 1986. Keluarga Snedeker menyewa sebuah rumah yang berlokasi dekat dengan rumah sakit, guna pengobatan kanker anaknya. Namun saat tinggal di rumah itu, anak mereka justru mengalami kerasukan dan nyaris tewas.

Ed dan Lorraine Warren - dua orang ahli pengusiran roh jahat (sepak-terjang mereka sudah pernah diangkat ke layar lebar, yaitu di film horor The Conjuring dan Annabelle) - pernah melakukan penyidikan di rumah tersebut, dan menyebutkan kalau rumah itu dulunya adalah rumah mayat. Tempat itu sering digunakan sebagai tempat upacara pemanggilan roh dan aktivitas perdukunan yang menggunakan mayat. Hal ini menyebabkan rumah tersebut dilingkupi energi negatif yang berbahaya. Pasangan Warren kemudian membantu keluarga itu dan pihak terkait untuk melakukan pengusiran roh jahat dan pembersihan rumah dari energi negatif. Proses itu berlangsung lebih dari 2 tahun, dan rumah tersebut akhirnya dinyatakan bersih pada tahun 1988.



3.  THE EXORCISM OF EMILY ROSE (2005)
Film ini mengisahkan tentang persidangan yang dilakukan pada Pastor Richard Moore (Tom Wilkinson) setelah dia dituduh telah melakukan pembunuhan atas Emily Rose (Jennifer Carpenter), seorang wanita muda 18 tahun. Pembunuhan itu terjadi setelah Pastor Moore melakukan upacara pengusiran roh karena menduga Emily Rose mengalami kerasukan. Film tersebut kemudian flashback dan mengisahkan kisah hidup Emily Rose yang mengalami psikosis dan epilepsi. Perilakunya berubah justru setelah berkonsultasi dan meminum obat resep dokter.
 Tingkahnya yang makin mengerikan, memunculkan kesimpulan kalau Emily Rose kerasukan, sehingga harus ditolong dengan cara pengusiran roh. Meski pengusiran itu berhasil, tapi nyawa Emily Rose tidak terselamatkan, dan dia pun meninggal dunia.

Kisah Emily Rose merupakan kisah nyata yang benar-benar pernah terjadi di Jerman pada tahun 1952, di mana korban sebenarnya bernama Anneliese Michel. Michel mengalami depresi dan epilepsi, sehingga dia dibawa orang tuanya untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter kemudian memberinya obat anti-konvulsan untuk mengobati penyakitnya. Namun, bukannya sembuh, Michel justru mengalami kondisi berhalusinasi, perubahan perilaku, malnutrisi dan gangguan kesehatan lainnya.

Anneliese Michel sebelum (kiri) dan sesudah (kanan) menjalani pengobatan, dan dinyatakan kerasukan
Lewat konsultasi dengan pihak gereja, keluarga Anneliese Michel mendapatkan informasi kalau anak mereka mengalami kerasukan. Pastor Renz dari Gereja Katolik setempat melakukan 67 kali prosesi pengusiran roh. Selama proses itu, kondisi Michel makin menurun, dan dia sudah tidak bisa makan lagi. Akhirnya Michel meninggal dunia pada tahun 1976 akibat dehidrasi dan malnutrisi. Saat meninggal, berat tubuh gadis remaja 18 tahun itu tidak lebih dari 40 kilogram.



4. THE SERPENT AND THE RAINBOW (1988)
Film yang disutradarai Raja Film Horor Wes Craven ini mengisahkan tentang Dennis Alan (Bill Pullman), seorang pekerja di sebuah perusahaan obat di Boston, yang diminta Atasannya untuk menyidiki obat "super anesthetic" yang ada di Haiti. Obat itu disebut mampu membunuh orang hidup dan menghidupkan orang mati. Dalam penyidikannya ke Haiti, Dennis nyaris tewas dibunuh sekelompok orang pengikut Sekte Voodoo. Bahkan Dennis dapat melihat langsung bagaimana "saktinya" ramuan obat Dukun Voodoo yang mampu membunuh istri Atasannya, dan kemudian hidup kembali.

Film tersebut merupakan adaptasi dari novel non-fiksi berjudul sama karya penulis - yang juga etnobotanis (peneliti hubungan manusia dan tumbuhan) Wade Davis. Novel itu merupakan hasil investigasi Davis terhadap kasus prosesi membangkitkan orang mati yang dilakukan masyarakat Haiti dengan bantuan Voodoo (ilmu sihir hitam Haiti), di mana orang mati yang bangkit tersebut dikenal dengan sebutan Zombie. Orang yang menjadi sumber penelitiannya adalah Clairvius Narcisse, seorang warga Haiti yang diubah menjadi zombie melalui prosesi Voodoo. Nama Narcisse menjadi sangat terkenal berkat novel Davis, karena disebutkan sebagai "orang pertama" yang berhasil dihidupkan kembali melalui sihir Voodoo.



5. THE MOTHMAN PROPHECIES (2002)
Diangkat dari novel berjudul sama karya Parapsikolog John Keel, film yang disutradarai Mark Pellington ini mengisahkan tentang kolumnis John Klein (Richard Gere) dan istrinya, Mary (Debra Messing), yang satu ketika mengalami sebuah kecelakaan misterius di jalan. John Klein menderita luka-luka akibat kecelakaan itu. Sebaliknya, Mary - meski selamat dari kecelakaan itu - namun dia terdiagnosa mengalami kanker otak. Beberapa saat sebelum meninggal, Mary menggambar sebuah gambar misterius yang disebutnya sebagai penyebab kecelakaan.

Pasca meninggalnya sang istri, John kemudian mendapati berita terjadinya kejadian-kejadian misterius yang berhubungan dengan gambar yang dibuat Mary. Dari penelusuran John, terungkap kalau gambar itu ternyata adalah gambar mahluk mitologi bernama Mothman.

Pada kenyataannya, Mothman bukanlah mahluk yang asing di telinga masyarakat Amerika Serikat, terutama yang tinggal di West Virginia. Nama mahluk ini menghiasi berita di berbagai media di Amerika sepanjang era 1960-an. Mahluk ini digambarkan sebagai mahluk besar, bersayap dengan mata putih (kadang merah) dan dapat terbang. Diyakini sebagai mahluk ruang angkasa (alien), keberadaan Mothman mencapai puncaknya di tahun 1966 - 1967, ketika laporan kemunculannya meningkat sangat drastis. Di bulan Desember 1967, jembatan Silver Bridge di West Virginia runtuh dan menewaskan 46 orang. Banyak orang menyebutkan kejadian itu disebabkan oleh Mothman. Benarkah Mothman pelakunya? Hingga hari ini tidak ditemukan fakta yang mendukung pernyataan tersebut.



6. SHADOW PEOPLE (2012)
Film yang disutradarai Matthew Arnold ini mengisahkan tentang pembaca acara radio bernama Charlie Crowe (Dallas Roberts) yang mendapat telepon dari salah seorang pendengarnya yang memintanya melakukan penyidikan atas kehadiran sosok misterius bernama "Shadow People" yang menyebarkan kematian mendadak pada orang-orang di lingkungan tempat tinggalnya. Bersama penyidik dari Centers for Disease Control and Prevention Sophie Lacombe (Alison Easwood), mereka pun mencari jawaban atas kematian orang-orang tersebut.

Legenda tentang "Shadow People" bukanlah hal baru di Amerika Serikat. Mirip seperti "The Sandman" yang merupakan legenda tentang "Sang Manusia Pasir" yang muncul dalam mimpi, "Shadow People" adalah mahluk yang disebut-sebut sering muncul dalam mimpi seseorang. Bedanya dengan "The Sandman", "Shadow People" adalah mahluk pencabut nyawa yang hanya mencabut nyawa seseorang saat dia sedang tertidur.

Meski banyak orang yang mempercayai adanya "Shadow People" yang selalu mencabut nyawa seseorang yang sedang tertidur, tapi dalam dunia medis, kasus orang yang meninggal saat tidur merupakan kasus umum yang dikenal dengan istilah SUNDS (Sudden Unexpected Noctural Death Syndrome), di mana seseorang dapat tiba-tiba meninggal akibat adanya infeksi virus atau gangguan kesehatan seperti kelainan jantung, epilepsi, dan serangan asma akut.

Kasus SUNDS tercatat pertama kali terjadi pada tahun 1977 di Amerika Serikat, yang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Di Thailand, sebanyak 230 orang dilaporkan meninggal secara misterius saat tidur antara tahun 1982 - 1990. Sedangkan di Filipina, rata-rata 43 dari setiap 100,000 orang juga tercatat meninggal dengan cara yang misterius seperti itu. Anehnya pula, hanya pria remaja (berusia 15 - 20 tahun) yang meninggal. Belum pernah ada laporan adanya korban wanita yang meninggal dalam kondisi tidur.



7. A NIGHTMARE ON ELM STREET (1984)
Film horor legendaris karya sutradara Wes Craven ini bercerita tentang sekelompok remaja yang tinggal di Kota Midwestern, Springwood, Ohio, yang mengalami teror dari roh jahat bernama Freddy Krueger (Robert Englund). Freddy sendiri adalah seorang pembunuh berantai yang mengincar dan membunuh anak-anak. Setelah dia berhasil ditangkap, dirinya dibakar hidup-hidup oleh masyarakat kota tersebut. Rohnya kemudian hidup lagi dan beraksi di dalam mimpi para remaja kota tersebut.

Meski film ini murni adalah fiksi, namun ide ceritanya didapat Wes Craven saat membaca sebuah artikel di LA Times terbitan tahun 1970. Dalam artikel itu, dituliskan tentang sekelompok pengungsi Khmer (Kamboja) yang berhasil diselamatkan dan dibawa ke Amerika Serikat. Dalam kem pengungsian, banyak dari mereka yang meninggal secara tiba-tiba saat sedang tertidur.



8. WHEN THE LIGHTS WENT OUT (2012)
Arahan Sutradara asal Inggris Pat Holden ini bersetting 1970, tentang keluarga Maynard - Len Maynard (Steven Waddington), Jenny Maynard (Kate Ashfield), dan anak gadis remaja mereka Sally (Tasha Connor) yang baru berusia 13 tahn - baru pindah ke sebuah rumah baru di Yorkshire. Tak lama setelah tinggal di rumah itu, mereka kemudian mengalami serangkaian kejadian aneh di rumah itu, di mana benda di rumah dapat berterbangan, suhu di dalam rumah tiba-tiba berubah ekstrim, hingga munculnya suara-suara aneh. Puncaknya adalah serangan yang dialami Sally ketika dirinya tiba-tiba dicekik dan diangkat ke langit-langit, sehingga nyaris tewas.

Apa yang ditampilkan di film ini merupakan kejadian nyata yang benar-benar terjadi di West Yorkshire - tepatnya di rumah yang beralamatkan 30 East Drive Chequerfield Estate di Pontefract, West Yorkshire, Inggris - di mana kejadian tersebut dikenal dengan sebutan "The Black Monk of Pontefract". Di rumah tersebut, pasangan suami-istri Joe dan Jean Prichard mengalami gangguan supranatural dari mahluk tidak kasat mata yang mereka sebut "Fred". Beberapa kali mahluk tersebut muncul dan terlihat mengenakan pakaian terusan mirip biarawan. Selain barang di dalam rumah berterbangan, suhu di dalam rumah sering mendadak turun dan naik secara ekstrim. Bahkan beberapa kali pasangan Prichard nyaris tewas karena diserang mahluk tersebut.

Kisah kengerian yang dilakukan "Biarawan Pontefract" itu baru dikenal publik internasional pada tahun 1981, setelah Penulis Colin Wilson melakukan investigasi dan menulis artikel tentang kejadian di rumah tersebut.



9. THE BLOB (1958 & 1988)
Ide film ini mungkin terkesan aneh di telinga Anda, di mana mahluk seram yang menyerang manusia adalah mahluk berbentuk jeli. Ya, film yang pertama kali dirilis tahun 1958 karya sutradara Irvin Yeaworth ini mengisahkan tentang serangan mahluk ruang angkasa yang berbentuk Jeli. Film ini sukses besar, sehingga pada tahun 1988 dibuat ulang dengan disutradarai Chuck Russell dan diperani Kevin Dillon, Shawnee Smith, dan Candy Clark.

Cerita film ini terbilang cukup sederhana : Sebuah meteor jatuh di Arborville, California. Dari dalam meteor itu, keluarlah cairan jeli yang bisa bergerak dan menelan manusia. Angkatan Bersenjata Amerika Serikat kemudian turun tangan guna mengalahkan cairan jeli hidup tersebut.

Anda mungkin tertawa geli saat menonton film ini, karena merasa film ini seperti mengada-ada. Tapi tahukah Anda kalau apa yang ditampilkan dalam film The Blob bukanlah fiksi belaka, karena kejadian itu memang benar-benar pernah terjadi.

Pada tahun 1950, sebuah meteorit mendarat di Philadelphia. Tidak ada korban jiwa dalam jatuhnya metorit tersebut. Tetapi yang mencengangkan adalah meteorit tersebut membawa substansi berbentuk jeli yang mengotori sebagian besar kota itu. Peristiwa misterius itu hingga hari ini masih menjadi tanda-tanya. Para ilmuan pun tidak mengetahui dengan pasti bagaimana jeli kenyal itu bisa berada di dalam meteorit. Mereka pun tidak paham partikel apa saja yang terkandung di dalam jeli tersebut. Meski jeli tersebut tidak hidup dan memakan manusia seperti yang digambarkan dalam film The Blob, tetapi kehadirannya sudah sangat merepotkan masyarakat karena mengotori kota.



10. THE TEXAS CHAINSAW MASSACRE (1974, 2003, 2016)
Leatherface adalah salah satu tokoh sentral dalam film The Texas Chainsaw Massacre dan menjadi ikon horor film Hollywood (bersama Jason Voorhees, Michael Myers, Freddy Krueger, Frankenstein, dan Dracula). Karakter ini muncul pertama kali di film The Texas Chainsaw Massacre tahun 1974. Film itu sukses, dan nama Leatherface menjadi sangat populer. Pasca kesuksesannya, film tersebut kemudian dibuat sekuelnya sebanyak 2 seri (dirilis tahun 1986 dan 1990).

Pada tahun 1994, The Texas Chainsaw Massacre dirilis kembali dengan judul Texas Chainsaw Massacre : The Next Generation. Film ini merupakan re-boot pertama, di mana cerita tentang latar belakang Leatherface dibuat berbeda dan tidak berhubungan dengan seri sebelumnya.

Karakter ini kemudian dihidupkan lagi lewat reboot kedua berjudul The Texas Chainsaw Massacre (2003). Film tersebut laris manis, sehingga dibuat sekuel / prekuelnya berjudul The Texas Chainsaw Massacre : The Beginning (2006).

Petualangan Leatherface kembali di-reboot pada tahun 2013 dengan dirilisnya film Texas Chainsaw 3D, yang merupakan seri ketujuh dari franchise Texas Chainsaw Massacre dan seri pertama yang dibuat dalam format 3D. Dan pada tahun 2016 mendatang, karakter Leatherface akan muncul lagi di film berjudul Leatherface, di mana film itu mengisahkan latar belakang dan masa kecil Leatherface.

Bagi Anda yang belum terlalu paham tentang karakter ini, saya bisa jelaskan dengan sederhana sebagai berikut : Leatherface adalah anak bungsu dari sebuah keluarga kanibal (nama keluarga tersebut berubah-ubah dalam setiap film) yang tinggal di daerah Texas. Dia mengalami gangguan kejiwaan, di mana meski tubuhnya besar (diperkirakan berusia di atas 30 tahun), namun memiliki perilaku layaknya anak-anak. Meski tampak sebagai sosok pendiam dan penyendiri, Leatherface adalah karakter kejam yang senang menyiksa dan memutilasi orang, untuk kemudian daging korbannya dijadikan santapan makan keluarganya. Selain terkenal karena topeng kulit manusianya, Leatherface juga terkenal karena selalu membawa gergaji mesin saat mengejar dan memotong-motong korbannya. Karena itulah dia dikenal dengan nama The Texas Chainsaw Massacre.

Dia disebut Leatherface karena selalu menyembunyikan dan menutupi wajahnya dengan topeng yang dibuatnya dari wajah manusia yang dikulitinya.

Tidak banyak yang tahu kalau Leatherface merupakan adaptasi dari pembunuh berdarah dingin paling sadis dalam sejarah kriminal Amerika Serikat : Edward Theodore "Ed" Gein. Pembunuh kelahiran Plainfield, Wisconsin, Amerika Serikat ini, ditengarai melakukan pembunuhan sadis atas 2 wanita - Mary Hogan (8 Desember 1954) dan Bernice Worden (16 November 1957) - di mana setelah membunuh, Ed Gein mengambil kulit wajah korbannya dan menjadikannya sebagai topeng. Meski polisi mengonfirmasi korban kekejaman Ed Gein hanya 2 orang, namun dari fakta yang ditemukan di lapangan, kemungkinan besar korbannya lebih dari 40 orang, karena ditemukan banyak sisa tulang, pakaian, dan bagian-bagian tubuh (mayoritas wanita) di rumah Ed Gein.

NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment