Ini adalah film horror - thriller dengan alur cerita yang sangat cerdas dan penuh kejutan. Ya, baru kali ini saya menonton film horor India yang brilian seperti ini. Film arahan Sutradara Akshay Akkineni ini diperani Akshay Oberoi, Parvathy Omanakuttan, dan Dipannita Sharma. Sebenarnya bukan film baru, karena dirilis tanggal 18 Juli 2014 silam. Meski demikian, ceritanya masih sangat menarik untuk disimak.


Dikisahkan Kunal Malkholkar (diperani Akshay Oberoi) dan Nikita (Parathy Omanakuttan) adalah pasangan muda suami-istri yang baru menikah. Tapi mereka berdua belum punya karir dan penghasilan yang baik untuk mendukung kebutuhan keluarga mereka. Kunal adalah Pengantar Pizza dan Nikita adalah Novelis spesialis cerita horor. Masalah hidup mereka bertambah ketika Nikita positif hamil, dan Kunal merasakan kehidupannya menjadi berat.

Satu ketika, dia mendapat pesanan pizza untuk diantar ke sebuah alamat. Saat tiba di alamat tersebut, dia menemukan adanya kejanggalan, karena pemilik rumah tiba-tiba menghilang begitu saja. Dan parahnya, Kunal tiba-tiba terjebak di dalam rumah tersebut. Di dalam rumah, dia mengalami teror yang mengerikan dan membuatnya trauma. Beruntung ada polisi yang berhasil menyelamatkannya.

Pasca keluar dari rumah itu, hidup Kunal berubah. Dia tampak sering melamun, karena istrinya menghilang saat mencoba mencari dirinya di rumah tersebut. Dia pun mengaku sering melihat hal-hal aneh, seolah-olah penunggu rumah mengikutinya kemana pun dia berada. Meski sudah didoakan Dukun dan Orang Pintar, namun dia tetap tidak pulih. Agar tidak membahayakan rekan kerjanya, dan guna mencari istrinya, Kunal pun memutuskan untuk keluar dari tempat kerjanya.

Anda tentu berpikir, "Ya, kalo ceritanya begitu, apa cerdasnya film ini?" Ya, apa yang saya tulis tampak seperti cerita yang biasa-biasa saja. Tapi percayalah, sebenarnya apa yang saya tulis hanyalah garis besar ceritanya saja. Jika menonton sendiri, maka Anda akan tahu seberapa cerdas film ini, karena benar-benar luar biasa dan tidak terduga sama sekali (saya tidak bisa menceritakan konkretnya karena akan merusak rasa penasaran Anda. Anda harus menonton sendiri untuk tahu kedasyatan film ini).

Dengan durasi yang tidak terlalu panjang (hanya 103 menit), film ini merupakan film India "terpendek" yang pernah saya tonton. Dan sepanjang film, penonton akan disajikan dengan adean-adegan seram yang bergerak sangat cepat, dan tidak akan memberikan kesempatan Anda untuk berpikir, apalagi bernafas panjang.




ABOUT "PIZZA" 
Sebenarnya film merupakan remake dari film berjudul sama produksi Tamil yang disutradarai Karthik Subbaraj. Film yang dirilis tanggal 19 Oktober 2012 tersebut diperani oleh Vijay Senthupathi, Remya Nambeesan, Aadukalam Naren, Jayakumar Pooja, dan Simha.

Sama seperti film ini, versi asli film Pizza mengisahkan cerita yang persis sama : tentang seorang pengantar Pizza yang mengirimkan pesanan ke sebuah alamat yang ternyata merupakan rumah hantu, dan dia terjebak di dalam rumah tersebut. Dibuat dengan durasi yang lebih panjang (127 menit), film ini menjadi film box-office yang sangat dasyat (dengan dana pembuatan US$ 220,000, film ini berhasil meraup keuntungan hingga US$ 2.7 juta).

Poster film "Pizza" versi Tamil
Film tersebut tidak hanya untung besar secara finansial, tetapi juga mendapat respon positif dari banyak kritikus film India. Mereka menghujani film ini dengan berbagai pujian dan menyebutkan film Pizza sebagai film "suspens thirller yang paling cerdas, dan berhasil membuat para penonton terpaku sepanjang film".

Selain itu, Pizza juga memenangi banyak penghargaan bergengsi perfilman Bollywood, seperti Best Actor dan Best Debutant Director (2nd South Indian International Movie Awards), Best Screenplay dan Best Cinematography di ajang Vikatan Awards, serta Best Story dan Best Cinematography di Ajang 7th Vijay Awards.

Atas kesuksesan film ini, maka Pizza dibuat sekuelnya dengan judul Pizza 2: The Villa. Sekuel ini dirilis 14 November 2013. Meski mengambil judul layaknya sekuel, tetapi film ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan seri pertama. Yang sama adalah teknik penceritaannya yang mirip dengan Pizza pertama, di mana mengetengahkan cerita horor-thriller, dengan kejutan yang tidak terduga di akhir cerita.

Tidak hanya dibuat sekuelnya, film Pizza sendiri kemudian dibuat ulang dalam versi layar lebar dengan bahasa Dravidia, Telugu, Bengali, dan Hindi.




Di Malam Natal kemarin (24 Desember 2015), saya berkesempatan menonton film "lawas" dari Filipina berjudul Third Eye. Ini kali pertama saya menonton film produksi Filipina. Dan setelah menontonnya, saya berkesimpulan kalau film horor Filipina memiliki banyak kesamaan film horor Indonesia : bertele-tele, dan terlalu "sinetron banget".

Film karya sutradara Aloy Adlawan yang dirilis 26 Februari 2014 di Filipina ini sebenarnya menawarkan plot yang cukup menarik : Mylene (diperani Carla Abellana), saat masih belia menyaksikan sendiri keluarganya dibantai oleh suami tetangganya. Akibatnya, mata ketiganya terbuka dan dia bisa melihat arwah gentayangan. Mylene kemudian tinggal bersama neneknya yang dapat membantunya untuk menutup mata ketiganya itu.

Tapi ketika telah dewasa, mata ketiga Mylene terbuka kembali setelah dia memergoki Jimmy (Ejay Falcon) - suaminya - berselingkuh dengan seorang wanita lain bernama Janet (Denise Laurel).

Paruh pertama film berdurasi 1 jam 33 menit ini tampak menjanjikan dan sangat menarik. Tetapi di paruh kedua - ketika Mylene menguntit suaminya yang mengantar Janet, ceritanya menjadi terkesan ngawur dan dipaksakan.

Saat Mylene mengikuti suaminya yang membawa Janet melewati jalan hutan, mereka tersesat. Kemudian mereka bertemu dengan penduduk di tengah hutan, yang kemudian ternyata adalah penduduk kanibal yang mengincar korban wanita hamil tua, di mana nantinya wanitanya akan dimakan, lalu janinnya akan digunakan untuk menghidupkan penduduk desa itu yang telah mati.

Saya katakan ceritanya ngawur karena kemampuan Mylene yang bisa melihat arwah menjadi "mubazir" dan hanya sebatas "bisa" melihat arwah saja. Baik sutradara maupun penulis skenario tidak berusaha menggali lebih dalam apa yang bisa dilakukan Mylene dengan kemampuannya itu. Petemuan Mylene dengan penduduk desa yang kanibal pun terkesan menjadi sebuah cerita yang berdiri sendiri dan tidak ada kaitannya dengan kemampuan Mylene. Kalau pun ada, beberapa bagian terkesan dipaksakan

Misalnya ada tiga adegan di mana Mylene berhadapan langsung dengan arwah yang seolah-olah ingin melukainya. Tapi Mylene dengan tegas mengatakan pada arwah itu, "Kau tidak bisa melukaiku." Dan arwah itu pun menghilang. Dengan fakta ini, Mylene seharusnya tidak perlu takut saat bertemu arwah. Anehnya, ketika ada adegan bertemu arwah,  justru Mylene ketakutan dan bersembunyi dari arwah itu.
Pendukung film Third Eye (ki-ka) : Denise Laurel (Janet), Ejay Falcon (Jimmy), dan Carla Abellana (Mylene)

Film ini pun berjalan sangat lamban, bahkan terkesan bertele-tele sehingga menghilangkan kengerian dan suspens yang sudah dibangun di awal cerita. Semisal adegan saat Mylene dan Janet dikejar-kejar oleh Cenon (Alex Medina), seorang penduduk desa kanibal yang baru bangkit dari kematian. Bagaimana mungkin dalam keadaan dikejar-kejar, kedua wanita itu masih sempat-sempatnya berhenti di tengah hutan lalu berdebat soal Jimmy yang berselingkuh? Hal lain yang lebih menyebalkan adalah adegan ketika Mylene berhadapan dengan beberapa orang penduduk desa tersebut. Mylene beberapa kali punya kesempatan untuk mempersenjatai dirinya dengan senjata tajam yang tergeletak tidak jauh darinya. Tapi entah kenapa dia tidak pernah mengambil senjata itu, dan lebih memilih lari sambil menjerit-jerit dikejar-kejar orang-orang bersenjata tajam. Dan yang lebih parahnya lagi : Bagaimana mungkin Jimmy, Janet, dan Mylene bisa tersesat di tengah hutan, padahal mobil mereka bukanlah mobil "murah" yang dilengkapi dengan teknologi "anti-nyasar" seperti GPS?

Dengan banyaknya kejanggalan dan adegan bertele-tele, film Third Eye bisa saya katakan sama sekali tidak seseram trailer film ini. Bahkan sangat terkesan sebagai sebuah sinetron yang selalu mengulur-ulur adegan (yang semestinya pendek, dibuat berkepanjangan). Akting para pemainnya pun tampak kurang meyakinkan sehingga menimbulkan kesan mereka adalah pemain amatiran yang baru bermain film (padahal dari yang saya baca, para pemain film tersebut rata-rata adalah aktris dan aktor papan atas yang sudah malang-melintang cukup lama di dunia entertainmen Filipina).

Secara umum, saya kurang puas dengan film horor tangung dengan cerita aneh dan terlalu dipaksakan seperti ini. Tapi untuk penonton yang terbiasa menonton sinetron, film ini sepertinya menarik untuk mereka tonton. Selain menampilkan "intrik" cinta segitiga, juga akting nangis Carla Abellana dan Denise Laurel sepertinya bisa bikin trenyuh hati para penonton.


Strange Case of Dr Jekyll and Mr Hyde merupakan novel klasik karya Novelis Scotlandia Robert Louis Stevenson yang terbit tahun 1886. Novel tersebut mengisahkan tentang kasus pembunuhan yang melibatkan sosok misterius bernama Mr Hyde, yang kemudian diketahui merupakan alter-ego dari bangsawan Inggris bernama Dr Jekyll. Hingga hari ini, novel tersebut menjadi novel legendaris yang hingga hari ini masih diminati dan menjadi salah satu literatur wajib yang harus dibaca mahasiswa psikologi, bahasa, dan sastra.



Karya sastra ini telah sering diadaptasi dalam bentuk drama panggung, drama radio, dan film. Dan baru-baru ini, diadaptasi dalam sebuah serial televisi berjudul Jekyll & Hyde. Jaringan televisi ITV dari Inggris merilis serial tersebut sejak tanggal 25 Oktober 2015 silam. Diproduksi dengan total 10 episode, serial ini langsung menarik perhatian banyak penonton di Inggris.

Diawali dari kejadian suatu malam di London tahun 1885, seorang pria - yang kemudian diketahui adalah Edward Hyde - membunuh seorang anggota Senat. Tindakannya dipergoki oleh warga yang kemudian mengejarnya. Edward Hyde kemudian menghilang.

Tiga puluh tahun kemudian, tepatnya tahun 1930, di Kota Cylon, India, seorang dokter bernama Dokter Robert Jekyll (Tom Bateman) sedang menvaksinasi seorang anak, ketika sebuah truk rem blong tiba-tiba menghantam tempat prakteknya. Salah satu pasiennya terhimpit di bawah truk, dan Robert mengangkat truk itu untuk menyelamatkan pasiennya. Tindakan heroik Robert langsung menyebar ke seluruh kota, dan namanya dimuat di harian nasional.

Berita tentang dirinya ternyata menyebar hingga ke Inggris. Adalah Maxwell Utterson (Christian McKay), seorang pengacara yang ayahnya - Gabriel Utterson - sebelumnya adalah pengacara kepercayaan Dr Henry Jekyll, menghubungi Dokter Jekyll untuk datang ke London guna menerima harta warisan peninggalan Dr Henry Jekyll, yang tidak lain adalah kakek dari Robert Jekyll.

Saat Robert berangkat ke London, orang tua angkatnya - Dr Vishal Najaran (Ace Bhatti) dan Gurinder Najaran (Lolita Chakrabarti) - dibunuh oleh sekelompok orang misterius.

Sementara itu, di London muncul sekelompok orang pimpinan Sir Roger Bulstrode (Richard E. Grant) yang bertugas menangkapi mahluk supranatural yang berniat menguasai Inggris. Sudah cukup lama dia mencari keberadaan Edward Hyde. Dan kedatangan Robert Jekyll ke London dianggapnya dapat mengungkap keberadaan pembunuh supranatural psikopat yang sudah diburunya selama 30 tahun terakhir ini.

Banyak kritikus memuji serial ini karena alur ceritanya yang unik dan sangat berbeda, Bahkan banyak orang yang menyebutkan serial ini merupakan gabungan antara kisah supranatural Harry Potter dan cerita misteri Sherlock Holmes. Jika saya pribadi menilai alur cerita serial ini lebih mirip petualangan The Hulk di dunia Hellboy. Satu hal yang sedikit "mengganggu" dalam serial ini adalah transformasi Dr Jekyll menjadi Mr Hyde yang digambarkan sangat mirip dengan kondisi saat Dr Bruce Banner berubah menjadi Hulk. Meski wujudnya tidak berubah, namun faktanya Dr Jekyll baru bisa berubah menjadi Mr Hyde manakala dia sedang dalam kondisi stres atau marah. Dan untuk bisa mengendalikan emosinya, dia harus secara rutin menyuntikkan dirinya dengan obat penenang buatan ayah angkatnya, Dr Vishal Najaran. Selain itu, baik Hyde maupun Hulk punya kesamaan pada kekuatan super di mana mereka bisa mengangkat beban berat. Mereka berdua mirip kan?

Meski demikian, hal yang patut disaluti dari serial ini adalah kejutan-kejutan dalam film ini yang membuat penonton selalu penasaran untuk terus mengikutinya. Durasi 43 menit untuk setiap episode serial ini terasa "pendek" karena cepatnya alur cerita yang ditampilkan. Meski demikian, serial ini terbilang cukup sadis dengan banyaknya adegan berdarah-darah dan bagian tubuh yang termutilasi. Tidak heran jika baru tayang bererapa episode saja, produser serial ini (Jaringan televisi ITV) telah menerima 459 surat keluhan dari penonton yang keberatan dengan penayangan serial ini, terlebih serial ini ditayangkan di hari Minggu pukul 18.30 yang merupakan waktu untuk tayangan acara keluarga, dan kemungkinan ditonton oleh penonton di bawah usia 15 tahun.

Hingga artikel ini dibuat, serial ini telah memasuki episode 8 dan akan tuntas tayang tanggal 27 Desember 2015. Pasca penayangan di ITV, serial ini akan tayang di stasiun televisi CBC - Kanada awal bulan Januari 2016.
Film yang paling ditunggu-tunggu ini pun akhirnya tayang juga. Tepatnya tanggal 24 Desember 2015, beberapa negara di Asia Tenggara (China, Hong Kong, Indonesia, Singapura, dan Malaysia) secara serentak dapat menikmati film drama-eksyen-biopik dari Master Bela Diri Wing Chun ini. Selain aksi bela diri Wing Chun yang menarik, film ini digadang-gadang akan menjadi film eksyen Donnie Yen terakhir.


Masih disutradarai Wilson Yip, seri ketiga Ip Man ini bersetting Hong Kong tahun 1959, di mana saat itu dunia baru selesai berperang melawan Jepang, dan Hong Kong sedang berbenah pasca perang. Rupanya dalam kondisi yang masih belum kondusif itu, muncul sekelompok gangster sadis yang ingin menguasai kota. Aksi mereka tidak saja untuk mengacaukan keadaan, tetapi juga mengintimidasi penduduk agar mau menjual tanah mereka dengan harga murah, agar bisa dibeli oleh orang kulit putih dan digunakan untuk membangun perumahan, untuk kemudian dijual balk ke penduduk Hong Kong dengan harga tinggi.

Aksi preman itu jelas ditentang Ip Man yang menolong para penduduk yang tertindas tersebut. Aksi patriot Ip Man mengundang amarah para gangster yang kemudian menantang Ip Man untuk bertarung habis-habisan. Akhirnya Ip Man pun menanggapi tantangan itu dan berhadapan dengan Frank (Mike Tyson), pemimpin gangster sekaligus petarung jalanan yang tidak terkalahkan.

Seperti yang sudah digembar-gemborkan banyak orang, di film ini akan menampilkan hubungan antara Ip Man dengan murid kesayangannya, Bruce Lee. Awalnya, karena tidak mendapatkan pemeran yang cocok, pihak produser memutuskan untuk menggunakan sosok Bruce Lee yang dibuat dari teknologi CGI. Namun ide ini kemudian ditentang keras oleh keluarga Bruce Lee.
Danny Chan (pemeran Bruce Lee di Ip Man 3)
Setelah didiskusikan ulang, akhirnya dipilihlah Danny Chan sebagai pemeran Bruce Lee. Sebagai informasi, sebelumnya Danny Chan sudah pernah memerani Bruce Lee dalam serial televisi The Legend of Bruce Lee (2008) produkti CCTV - China.

Selain Donnie Yen, beberapa aktor dan aktris pendukung di seri sebelumnya pun masih ikut serta bermain di film ini, seperti Lynn Hung (pemeran Cheung Wing Sing, istri Ip Man), Simon Yam, dan Louis Fan.



DO YOU KNOW?
Film berdurasi 105 menit ini dibuat dengan dengan biaya US$ 36 juta, dua kali lipat lebih mahal dibandingkan seri sebelumnya (US$ 13 juta).

Saat proses pengambilan gambar perkelahian antara Donnie Yen dan Mike Tyson, jari Tyson patah terkena pukulan Yen. Sebaliknya, Yen sempat tersungkur akibat terkena pukulan keras Tyson yang telak mengenai perutnya.

Awalnya film ini dijadwalkan dirilis akhir Januari 2016, bertepatan dengan Tahun Baru Imlek. Namun kemudian dipercepat menjadi tanggal 24 Desember 2015.

Dikabarkan bahwa film tersebut sudah tayang di bioskop-bioskop di beberapa kota besar di Indonesia tanggal 24 Desember 2015.

Tidak banyak fans yang tahu kalau sejak 4 tahun terakhir ini, Maria Ozawa - Ratu Film Porno Jepang - ini telah memutuskan untuk mundur dari dunia film esek-esek yang telah membesarkan namanya itu. Ya, Ozawa memasuki dunia film dewasa (Adult Video / AV) menggunakan nama Miyabi tahun 2005, saat dia baru berusia 19 tahun. Sejak itu, dia langsung menjadi artis ternama yang disukai banyak orang. Basis fans-nya dalam waktu sangat singkat menyebar hingga ke seluruh dunia.

Ozawa sempat berseteru dengan orang tuanya yang tidak setuju dengan apa yang dilakukan Ozawa. Meski ditentang keras keluarga, dia tetap memutuskan menapak karir di dunianya tersebut. Hingga pada tahun 2011, Ozawa memutuskan untuk berdamai dengan orang tuanya dan "pensiun" dari dunia film dewasa tersebut. Kini dia mulai fokus untuk bermain di film layar lebar berbujet tinggi. Dan film serius berbujet tinggi pertama yang diperaninya adalah film produksi Filipina berjudul Nilalang (Arwah Gentayangan). Di Jepang, film ini akan dirilis dengan judul Sonzai-Sha.

Film ini mengisahkan tentang Tony (Cesar Montano), seorang agen polisi Manila yang diam-diam menjalin hubungan dan menerima uang dari Yakuza Jepang. Satu waktu, terjadi kasus pembunuhan misterius yang memakan 14 korban, yang kesemuanya adalah wanita. Salah satu korbannya adalah Tin (Aubrey Miles), kekasih Tony.

Bersama rekan kerjanya, Jane (Meg Imperial), Tony menelusuri semua bukti yang ditinggalkan pelakunya. yang pada akhirnya menghubungkannya dengan Yakuza. Tony pun menemui Mr Kazudo, pemimpin Yakuza, yang kemudian meminta Miyuki (Maria Ozawa) - anaknya - untuk mendampingi Tony menuntaskan kasus pembunuhan itu.

Ternyata pembunuhan itu dilakukan oleh mahluk supranatural bernama Zahagur yang sebelumnya pernah membunuh adik Miyuki. Tujuan Mr Kazudo menyuruh Miyuki mendampingi Tony bukan saja melacak keberadaan Zahagur, tetapi juga menghabisi mahluk itu, sebagai bentuk balas dendam atas kematian adik Miyuki.

Meski masih dibumbui adegan sensual, tapi dapat dipastikan Anda tidak akan melihat Maria Ozawa berakting seronok di film ini. Aktingnya pun jauh lebih matang, serius, dan berbobot. Selain itu, kehadiran Ozawa sudah bukan lagi sebagai "pemanis" belaka, tapi benar-benar bagian dari cerita film. So... film ini patut ditunggu banget ni.... !!!

Film yang disutradarai Pedring Lopez ini akan tayang di Filipina pada tanggal 25 Desember 2015. Kapan ya akan main di Indonesia? Tunggu saja...



DO YOU KNOW?
Film ini adalah salah satu finalis di Metro Manila Film Festival 2015.

Saat proses pembuatan film, sempat terjadi insiden yang kurang mengenakkan. Awalnya karakter Tony akan diperani aktor Robin Padilla. Tapi karena istrinya, Mariel Rodriguez, mengalami masalah kesehatan karena sedang hamil, maka Padilla memutuskan untuk mundur dari proyek itu, dan digantikan Cesar Montano. Rupanya mundurnya Padilla dianggap Maria Ozawa sebagai bentuk ketidakprofesionalan, dan kekesalannya pada Padilla ditumpahkan Ozawa lewat akun Twitter-nya. Rupanya cuitan Ozawa dibaca Padilla, dan terjadilah perang cuitan antara mereka. Kasus ini sempat ramai dan menjadi bahan pembicaraan netizen Filipina. Pada akhirnya Ozawa meminta maaf pada Padilla, dan hubungan mereka membaik.

Film ini menjadi film internasional keempat Maria Ozawa. Film internasional pertamanya adalah Invitation Only (2008, produksi Taiwan), diikuti oleh Menculik Miyabi (2009) dan Hantu Tanah Kusir (2010) yang merupakan produksi Indonesia.

Saya jarang menonton serial komedi, dan ini adalah serial televisi bergenre komedi pertama yang saya ulas. Satu hal yang membuat saya tertarik mengulas serial ini adalah karena serial ini merupakan serial PERTAMA yang menampilkan aktor dan aktris Asia sebagai pemeran utamanya. Meski merupakan produksi Hollywood, tetapi kehadiran orang Asia (dalam hal ini Asia Tenggara ras Mongoloid) tentu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Asia, terutama yang tinggal di Indonesia.

Serial ini mengadaptasi kisah masa kecil Eddie Huang, seorang chef keturunan Taiwan-Amerika ternama sekaligus penulis dan pemilik restoran sandwich BaoHaus yang cukup populer di East Village di Manhattan. Dikisahkan pada tahun 1995, Eddie Huang (diperani Hudson Yang) yang masih berusia 12 tahun dan tinggal di Chinatown, Washington DC, harus pindah bersama keluarganya ke Orlando, Florida, setelah ayahnya, Louis Huang (Randall Park), memutuskan untuk membuka usaha restoran steak di sana.

Di kota itu, keluarga ini ternyata harus beradaptasi dengan kondisi yang sangat berbeda dengan kondisi mereka saat masih tinggal di Chinatown. Jumlah penduduk Asia yang sangat kecil, membuat mereka mau-tidak mau harus berusaha beradaptasi dengan masyarakat sekitar yang notabene mayoritas orang bule. Tentu saja ini tidak mudah, terutama bagi Jessica Huang (Constante Wu) - ibu dari Eddie Huang - yang masih memegang teguh budaya Tionghua kental dari keluarganya. Hal inilah yang kemudian memunculkan banyak kejadian kocak yang bikin sakit perut.

Salah satunya adalah ketika Louis mengajak keluarganya berlibur dan menginap di hotel. Karena sudah "terlatih" dalam keluarga yang berhemat, Jessica enggan berlibur karena menganggapnya sebagai kegiatan menghambur-hamburkan uang. Namun setelah dibujuk, akhirnya dia bersedia. Konyolnya, karena sudah mengeluarkan uang cukup banyak, Jessica tidak mau rugi, dan memanfaatkan semua fasilitas hotel sepuas-puasnya (mumpung semuanya gratis).

Serial berdurasi 21 menit ini memang sangat kocak, dan daya tarik serial ini memang ada pada karakter Jessica Huang yang unik dengan tradisi super kolot keluarga Tionghua Totok. Tidak heran atas penampilannya ini, Constance Wu mendapatkan apresiasi dan respon yang sangat positif dari para penonton. Selain itu, keseluruhan serial Fresh Off the Boat ini mendapatkan pujian dari para kritikus yang menilainya sebagai tontonan yang menyegarkan karena menghadirkan cerita yang sama sekali baru dan baru pertama kali ini menampilkan dilema kehidupan masyarakat Tionghua di Amerika Serikat.

Serial yang pertama kali tayang 4 Februari 2015 ini, kini sedang tayang Season Kedua, dan sepertinya akan berlanjut ke Season Ketiga.


DO YOU KNOW? 
Dua episode pertama serial ini ditonton lebih dari 7.94 juta penonton, menjadikan serial ini sebagai serial komedi kedua dengan rating tertinggi. Posisi pertama diduduki oleh serial Modern Family.
Nahnatchka Khan, kreator serial Fresh Off the Boat. Wajahnya mirip karakter Sadness di film animasi Inside Out kan?

Kreator serial ini adalah Nahnatchka Khan, produser dan penulis naskah film keturunan Iran yang lahir di Las Vegas, Amerika Serikat. Wanita berwajah mirip karakter Sadness di film Inside Out ini bekerja untuk Disney Television Animation dan membuat serial animasi popler American Dad! serta sitkom Don't Trust the B--- in Apartment 23.

Season Pertama serial ini bertotal 13 episode. Awalnya, Season Kedua juga akan dibuat sebanyak 13 episode. Namun karena tingginya Rating serial ini, maka Jaringan ABC - produser serial ini - setuju untuk merilis Season Kedua menjadi 24 episode. Season Kedua baru tayang 22 September 2015 dan hingga hari ini masih tayang.

Eddie Huang (kiri) dan buku yang ditulisnya
Serial ini mengadaptasi kehidupan Eddie Huang dari bukunya yang berjudul Fresh Off the Boat : A Memoir. 

Eddie Huang ikut berpartisipasi dalam Season Pertama serial ini. Selain menjadi Penasihat Kreatif, dia pun menjadi Narator dalam beberapa episode awal Season Pertama.

Di Season Kedua, Eddie Huang tidak ikut serta lagi dalam pembuatan serial ini dikarenakan perbedaan pandangan dengan produser ABC. Menurutnya, pihak ABC memiliki cara pandang sendiri terhadap kehidupan masyarakat Asia-Amerika, sehingga memilih menggunakan persepsi mereka sendiri dalam mengadaptasi cerita ini, dan mengabaikan semua masukan Eddie Huang. Karena perbedaan pandangan inilah, Eddie akhirnya memilih mundur dari proyek ini.

Hal yang sama juga diutarakan Constance Wu yang merasa komedi yang diangkat dalam serial ini sudah "terlalu" komedi khas Amerika, karena telah menghilangkan aspek tradisi masyarakat Tionghua sebenarnya.

Serial Fresh Off The Boat masuk dalam beberapa nominasi penghargaan serial televisi bergengsi. Beberapa di antaranya : Critics Choice Televisian Award, TCA Awards, Ewwy Awards, dan NAACP Image Award.

Meski serial ini mengisahkan kehidupan keturunan Taiwan-Amerika, namun hanya Constante Wu yang merupakan satu-satunya artis keturunan Taiwan-Amerika yang bermain di serial ini. Hudson Yang, Forrest Wheeler (pemeran Emery Huang, anak kedua keluarga Huang), dan Ian Chen (Evan Huang, anak bungsu keluarga Huang) adalah keturunan Tionghua-Amerika. Sedangkan Randall Park adalah keturunan Korea-Amerika.



Setelah film Everest (2015) sukses di layar lebar dunia beberapa waktu lalu, di bulan ini sebuah film bertema petualangan pendakian gunung akan hadir lagi. Judulnya The Himalayas. Film Korea Selatan ini disutradarai Lee Suk Hoon dan diperani Hwang Jung Min, Jung Woo, Cho Seung Ha, Kim In Kwon, dan Ra Mi Ran.


Diangkat dari kisah nyata tentang pendakian tim pendaki pegunungan Korea Selatan tahun 2005, film ini mengisahkan tentang perjuangan Park Moo Taek (Jung Woo) dan teman-temannya untuk bisa menaklukkan Gunung Everest, Himalaya. Dengan persiapan yang sangat matang, Moo Taek dan timnya berhasil tiba ke puncak Everest. Tapi masalahnya, saat turun dari gunung tersebut, terjadi bencana Avalanche yang menyebabkan Moo Taek terkubur dan meninggal di Everest.

Keluarga Moo Taek kemudian menghubungi Pendaki Gunung Um Hong Gil (Hwang Jun Gil) untuk mencari dan membawa pulang jenazah Moo Taek. Karena sudah pernah beberapa kali mendaki Everest, Hong Gil tahu kalau tugas ini tidak mudah dan sangat berisiko. Tapi demi keluarga Moo Taek, Hong Gil akhirnya setuju untuk mendaki Gunung Everest, yang waktu itu sedang berada dalam kondisi yang sangat tidak bersahabat.

Dan seperti yang diduga, perjalanan itu benar-benar sangat sulit dan berbahaya, bahkan mengancam jiwa anggota tim Hong Gil. Namun dengan semangat baja, anggota tim Hong Gil berjuang pantang menyerah, dan berhasil menemukan jenazah Moo Taek yang tertimbun di salju Everest.

Film yang menguras emosi dan mengharukan ini baru tayang tanggal 16 Desember 2015 silam di Korea Selatan, dan akan tayang internasional dalam waktu dekat.


ABOUT  UM HONG GIL
Mungkin sangat sedikit orang yang kenal dengan Um Hong Gil, padahal dia adalah salah satu pendaki gunung senior yang sangat disegani di dunia. Lahir tanggal 14 September 1960 di Korea Selatan, Um Hong Gil adalah pendaki gunung yang telah sering mendaki gunung-gunung tertinggi di dunia. Gunung Aconcagua di Argentina menjadi gunung pertama yang ditaklukkannya pada tahun 1988. Sejak itu, dia sering menjadi pemimpin ekspedisi untuk membawa para pendaki Korea Selatan mendaki gunung tersebut.

Tahun 2000, dia berhasil menaklukkan Gunung K2 (terletak di perbatasan Tiongkok-Pakistan), Gunung Tertinggi kedua setelah Gunung Everest. Gunung tersebut menjadi gunung tertinggi (dengan ketinggian 8,000 meter di atas permukaan laut) ke-14 yang ditaklukkannya dalam kurun waktu 12 tahun. Atas prestasinya tersebut, dia dianugrahi Mahkota Himalaya, dan menjadi orang Korea Selatan pertama serta pendaki ke-11 di dunia yang meraih mahkota tersebut.

Dia pernah memimpin tiga kali pendakian ke puncak Gunung Everest, yaitu tahun 2001, 2002, dan 2003. Ketiganya sukses dan Hong Gil menjadi orang Korea Selatan pertama yang menapaki puncak Gunung Everest lebih dari 1 kali. Dia pernah mencoba mendaki Gunung Everest untuk yang keempat kalinya tahun 2005, tapi gagal.

Selain menjalani hidup sebagai pendaki profesional, Um Hong Gil juga bergabung dengan organisasi nirlaba The Beautiful Foundation di Korea Selatan, dan menjalankan program "Gil Sarang Fund" guna mendukung aktivitas pelestarian budaya yang dilakukan para penyandang cacat.

Serial bertotal 13 episode ini sebenarnya sudah selesai tayang dua bulan silam. Ditayangkan tanggal 15 September 2015, serial ini berakhir tayang tanggal 2 Oktober 2015. Meski demikian, tidak ada salahnya untuk diulas. Selain seru, serial ini sudah dipastikan akan diperpanjang dan Season Kedua dari serial ini akan tayang pertengahan tahun depan.

Zoo merupakan serial televisi yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya James Patterson dan Michael Ledwidge. Meski judulnya terkesan seperti film anak-anak, namun dapat dipastikan serial ini bukan serial yang cocok untuk ditonton anak-anak karena mengandung banyak adegan sadis dan mengerikan.

Di Botwana, Afrika, terjadi kejadian aneh yang tidak biasa. Hewan-hewan liar yang tadinya tinggal di hutan dan sabana, tiba-tiba menyerang para penduduk tanpa alasan. Sang hewan tidak saja menyerang, tapi juga membunuh dan memakan manusia dengan sadisnya. Jackson Oz (James Wolk), seorang Zoologis (Ahli Binatang) dari Amerika menyidiki kasus misterius ini. Bersama sahabatnya yang berasal dari Kenya Abraham Kenyatta (Nonso Anozie), dan Reporter Los Angeles Jamie Campbell (Kristen Conolly), mereka kemudian mencari penyebab serangan hewan liar tersebut. Kasus itu menjadi aneh, setelah mereka menyadari ada yang aneh dalam perilaku para hewan. Bahkan kucing peliharaan di rumah yang biasanya jinak pun tiba-tiba menampakkan perilaku aneh yang membahayakan pemiliknya.

Rupanya apa yang terjadi di Botswana adalah awal dari sebuah bencana besar yang mengancam jiwa manusia. Karena tidak lama kemudian, di berbagai kota di belahan dunia lain - Amerika Serikat - terjadi kasus yang sama. Para binatang biar - seperti burung gagak, kelelawar, buaya, kera, dan serigala - mengamuk dan menyerang manusia. Korban tewas pun berjatuhan dengan sangat cepat. Dokter Oz dan teman-temannya bertarung dengan waktu, untuk segera mengungkap penyebab amukan para binatang itu, sebelum manusia di dunia punah dimakan para binatang.

Serial ini terbilang cukup menarik karena menampilkan cerita yang berbeda tentang kepunahan manusia. Jika biasanya manusia digambarkan punah karena virus atau wabah zombie, maka serial ini menampilkan cerita lain di mana ancaman kepunahan tersebut datangnya justru dari para binatang yang berinteraksi sangat dekat dengan manusia.

Secara umum, serial ini cukup asyik untuk dinikmati. Alurnya yang cepat, tidak membuat penonton bosan, bahkan akan sangat antusias untuk menontonnya. Tidak sabar untuk menunggu Season berikutnya....



DO YOU KNOW? 
Umumnya, setiap serial televisi harus dibuat Seri Pilot (seri perdana) untuk ditonton para produser eksekutif. Jika mereka puas dengan tayangan seri tersebut, maka mereka akan setuju untuk memproduseri seri-seri berikutnya.  Zoo mendapatkan kesempatan langka dari CBS - produser serial ini - di mana serial ini langsung mendapat persetujuan para petinggi CBS untuk langsung dibuat sebanyak 13 episode tanpa perlu membuat Seri Pilotnya dulu.

Ketika ditayangkan, serial ini ditayangkan serentak di Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan Inggris.

Episode pertama serial ini ditonton oleh 8.8 juta orang di Amerika Serikat. Sedangkan episode berikutnya ditonton rata-rata 6 - 7 juta orang penonton.



Film apa yang asyik ditonton akhir Desember ini? Kalau untuk film Hollywood, Anda sudah dapat informasinya (untuk detilnya, silakan klik saja link berikut ini). Kalau untuk film Hong Kong, sepertinya Anda perlu tonton Mojin : The Lost Legend (鬼吹灯之寻龙诀). Film ini akan tayang di Hong Kong dan China pada tanggal 18 Desember 2015 mendatang.
Disutradarai Wu Er Shan, film ini diperani oleh aktor dan aktris papan atas Hong Kong Shu Qi, Chen Kun, Huang Bo, Angelababy, dan Xia Yu. Dengan durasi 127 menit, film bergenre eksyen-fantasi yang diadaptasi dari novel Ghost Blows Out the Light (鬼吹灯) karya novelis Zhang Mu Ye ini mengisahkan tentang Wang Kai Xuan (dipernai Huang Bo), mantan pemburu harta karun ternama dari China, kini telah pensiun dan memutuskan untuk menikmati hari tuanya sebagai pedagang barang antik kaki lima di New York City.

Tapi waktu pensiunnya tidak lama, ketika seorang klien misterius memintanya untuk mencari harta terpendam di sebuah makam kuno di China. Tanpa banyak berpikir, Kai Xuan segera berangkat ke China untuk mencari harta tersebut.

Informasi kepergian Kai Xuan sampai ke telinga Hu Ba Yi (Chen Kun) dan Shirley Yang (Shu Qi), sahabat Kai Xuan. Mereka berdua kuatir Kai Xuan yang sudah tua dan ceroboh akan terperangkap di dalam makam tersebut. Keduanya segera menyusul untuk melindungi sahabat mereka tersebut.

Meski tampak seperti misi sederhana yang pernah dialami Kai Xuan di masa lalu, ternyata pencarian harta karun itu tidaklah sesederhana yang diduga. Selain harus berhadapan dengan para monster dan mayat hidup, Ba Yi dan Kai Xuan harus berhadapan dengan Ding Si Tian (Angelababy), gadis yang pernah sama-sama mereka cintai tetapi telah meninggal 20 tahun silam. Si Tian bangkit kembali dari kematian dan berniat membunuh mereka. Akankah Ba Yi dan Kai Xuan tega menghabisi Si Tian? Berhasilkah mereka mendapatkan harta dalam makam tersebut?

Film ini dirilis dalam format 2D, 3D, dan IMAX 3D. Format terakhir merupakan format yang saat ini sangat digandrungi para penonton Hong Kong dan China. Dua film sebelumnya - Monster Hunt dan Lost in Hong Hong, yang tayang beberapa bulan silam - mendulang sukses yang luar biasa saat tayang di bioskop IMAX 3D.



DO YOU KNOW? 
Ghost Blows Out the Light - yang juga dirilis dengan judul Candle in the Tomb - adalah novel karya Novelis Zhang Mu Ye yang dipublikasikan secara online bulan Maret 2006 silam. Novel ini langsung menjadi novel online terlaris di China, di mana pembacanya mencapai lebih dari 6 juta orang. Novel ini kemudian dicetak dalam bentuk hard-copy dan dirilis bulan Oktober di tahun yang sama. Hingga hari ini, novel tersebut telah terjual sebanyak 500,000 kopi.

Lagu tema film ini berjudul Xun Long Jue (寻龙诀) dan dinyanyikan oleh Chen Kun, yang juga pemeran utama film ini. Lagu tersebut diciptakan oleh Penyanyi dan Komposer Yan Yi Dan, yang juga dikenal dengan nama panggung "Ivyan". Banyak orang mengira penulis lagu tersebut adalah pria (karena konten lagu tersebut sangat maskulin), padahal Yan Yi Dan adalah seorang wanita. Lagu tema film tersebut bisa Anda dengar dengan meng-klik video di bawah ini :

Judul awal film ini adalah "The Ghouls". Namun karena film ini lebih condong mengisahkan petualangan ala Indiana Jones, judul film tersebut dirasa kurang tepat. Sehingga akhirnya diputuskan untuk menggunakan judul Mojin : The Lost Legend.

Film ini sudah dipastikan akan tayang di Indonesia, dengan jadwal tayang yang sama dengan Hong Kong dan China (18 Desember 2015). Jadi tunggu saja kehadiran film ini di Indonesia...



NewerStories OlderStories Home