10 Film Cerdas Terbaik yang Wajib Ditonton Lebih dari Sekali

Dalam produk hiburan - entah itu novel, film, komik, video game, maupun produk hiburan lain - dikenal istilah "Plot Twist", yang berarti sebuah perubahan radikal yang terjadi pada plot atau alur cerita. Perubahan ini biasanya terjadi di bagian menjelang akhir cerita, sehingga dikenal juga dengan istilah "Surprise Ending". Di dunia film, "Plot Twist" adalah hal normal - bahkan sangat lazim - diterapkan di film-film masa kini. Metode ini dibuat agar para penonton tidak terlalu mudah menebak alur cerita sebuah film, sehingga film yang mereka tonton menjadi lebih menarik dan menantang kemampuan analisa penonton.

Banyak penonton menikmati film "Plot Twist" karena film demikian merangsang penonton untuk berpikir kritis dan tidak hanya pasif saat menonton. Ada berbagai jenis dan metode "Plot Twist" yang digunakan dalam film. Salah satu jenis "Plot Twist" yang paling saya sukai adalah jenis "Red Herring".

"Red Herring" adalah metode plot film yang menggiring para penonton mengira alur filmnya adalah seperti demikian, padahal setelah mendekati akhir, barulah para penonton menyadari kalau alur sebenarnya tidak seperti yang mereka kira. Metode "Plot Twist" jenis ini sangat menarik karena selalu berhasil mengecoh penonton sejak awal film, dan penonton sama sekali tidak menyadari hal itu hingga menjelang akhir film.

Karena teknik ceritanya yang selalu berhasil mengecoh para penonton, saya selalu menyebut film-film demikian dengan istilah "Film Cerdas".

Berikut ini adalah beberapa "film cerdas" (versi saya) yang wajib ditonton lebih dari sekali, karena plotnya yang bikin penasaran, meski penonton sudah tahu jalan cerita sebenarnya. Film apa sajakah itu?


1. NOW YOU SEE ME (2013)
Sulit mencari kata-kata yang tepat untuk menggambarkan kekaguman saya pada film garapan sutradara Louis Leterrier ini. Diperani Jesse Eisenberg, Mark Ruffalo, Woody Harrelson, Isla Fisher, Dave Franco, Michael Caine, dan Morgan Freeman, film ini merupakan film cerdas yang luar biasa dasyat dengan alur cerita yang tidak terduga sama sekali dan tidak terbayangkan oleh penonton.

Film ini mengisahkan 4 pesulap jenius yang dikenal dengan sebutan The Four Horsemen. Keempatnya adalah : Daniel "Danny" Atlas (Eisenberg), Merritt McKinney (Harrelson), Henley Reeves (Fisher), dan Jack Wilder (Franco). Mereka berempat menjadi incaran polisi dan interpol setelah dituduh melakukan trik perampokan bank di Perancis,  padahal di saat bersamaan mereka melakukan pertunjukan di Las Vegas dan ditonton banyak penonton.

Cerita pun bergulir dengan sangat cepat, di mana The Four Horsemen kemudian melakukan perampokan kembali dan membuat mereka semakin diburu para polisi.

Film ini dengan cerdas mengarahkan para penonton untuk "mengira" kalau ceritanya hanya akan mengisahkan kucing-kucingan seru antara The Four Horsemen dengan para polisi. Nyatanya cerita sebenarnya jauh lebih mengejutkan dari itu. Bahkan para penonton akan makin terkejut setelah menuntaskan tontonan film ini, karena cerita sebenarnya bukanlah seperti yang kita duga di awal cerita. Belum lagi ditambah dengan fakta-fakta trik sulap yang makin bikin penonton geleng-geleng kepala.

Kehebatan film Now You See Me "menipu" penonton berbuah manis, karena film ini sukses besar dengan mengantongi pendapatan hingga US$ 351,7 juta (padahal dibuat dengan dana US$ 75 juta). Atas prestasinya, film ini telah dibuat sekuelnya dan akan tayang 10 Juni 2016 mendatang. Sebagai informasi, di sekuel Now You See Me akan ada aktor dan penyanyi Jay Chou serta aktor Inggris Daniel Radcliffe (pemeran Harry Potter) yang akan turut bermain.



2. SAW (2004)
Buat saya ini adalah film yang sangat luar biasa keren. Dibuat dengan sangat sederhana (mayoritas lokasi shooting hanya di dalam ruangan tertutup, dengan 2 orang di dalamnya), film yang dibuat dengan dana US$ 1.2 juta ini nyatanya laku keras dan membuatnya meraup keuntungan hingga US$ 103.9 juta dan menjadikannya fenomenal di dunia film. Pasca kesuksesannya, film ini kemudian dibuat sekuelnya hingga 6 seri dan semuanya laku keras.

Film arahan Sutradara James Wan ini diawali dengan adegan seorang fotografer bernama Adam Stanheight (Leight Whannell) yang terbangun dan menemukan dirinya terborgol di sebuah bath-tub. Tidak jauh darinya ada seorang dokter bernama Lawrence Gordon (diperani Cary Elwes) yang juga terborgol. Dan tidak jauh dari mereka terdapat seonggok mayat berwajah rusak. Mereka kemudian menyadari kalau mereka terkurung di dalam sebuah ruangan.

Sepanjang film, mereka akan menemukan banyak petunjuk serta informasi yang muncul di sebuah televisi yang berada di dalam ruangan tersebut. Informasi itu perlahan menguak masa lalu kedua orang itu, serta alasan penyekapan mereka.

Sebenarnya jawaban teka-teki dan misteri film ini sudah dipaparkan di menit-menit awal. Tapi hebatnya, Sutradara James Wan justru dengan cerdas mengarahkan para penonton untuk menebak-nebak apa yang akan terjadi pada kedua orang tersebut, sehingga konsentrasi penonton terus terfokus pada kedua orang yang terjebak di dalam ruang tersebut, dan tidak punya kesempatan untuk mengamati sekeliling ruang tersebut.



3. IDENTITY (2003)
Bagi penggemar Agatha Christie, tentu pernah membaca novelnya yang berjudul 10 Anak Negro (... And Then There Were None). Novel ini menjadi salah satu bacaan favorit saya karena mengetengahkan kasus pembunuhan yang terjadi pada 10 orang yang kesemuanya terjebak di satu tempat, di mana pelaku pembunuhan tersebut justru adalah salah satu dari ke-10 orang itu. Nah, film garapan Sutradara James Mangold ini pun mengangkat tema serupa, namun dengan cara yang sama sekali berbeda dan mengejutkan.

Diperani John Cusack, Ray Liotta, Amanda Peet, Alfred Molina, dan Rebecca De Mornay, film ini mengetengahkan tentang 10 orang yang terjebak di dalam sebuah motel di daerah terpencil di Nevada. Saat itu hujan badai sehingga mereka harus bermalam di hotel tersebut, Tidak lama, satu-persatu orang yang ada di motel tersebut tewas. Kepanikan mulai merebak. Masing-masing dari mereka mulai mencurigai satu dengan yang lain. Dan mereka harus segera menemukan pembunuh sebenarnya, sebelum nyawa mereka dihabisi olehnya.

Hebatnya, sepanjang film para penonton terus digiring untuk menebak-nebak "Siapa Pelaku Pembunuhan Sebenarnya", tanpa menyadari kalau cerita sebenarnya bukan tentang itu.

Jika film Saw telah menampilkan petunjuk dan jawaban teka-teki di menit-menit awal film, film ini justru lebih ekstrim lagi : Petunjuk teka-teki film ini sudah terpajang jelas di poster film. Jadi sebelum menonton film ini pun sebenarnya penonton sudah disodorkan jawabannya yang terlihat jelas di poster film. Saya pun tidak menyadari hal itu sampai saya membaca buku psikologi yang membahas tentang Rorschach Test. Dari sanalah saya kemudian menyadari jawaban film Identity yang ada di poster. Apakah Anda menemukannya?



4.HAUTE TENSION (2003)
Film produksi Perancis ini dirilis dalam beberapa judul di luar Perancis : High Tension (Amerika Serikat dan negara lain) serta Switchblade Romance (Inggris). Film yang disutradarai Alexandre Aja dan diperani Cecille de France, Maiwenn, serta Philippe Nahon ini adalah film thriller yang super sadis, sehingga banyak adegannya yang terpaksa dipotong saat dirilis (Anda bisa menonton versi utuhnya dengan membeli DVD Haute Tension yang dirilis di Perancis). Meski demikian, film ini tetap meraih kesuksesan luar biasa di dunia dan mengangkat nama Sutradara Alexandre Aja menjadi Sutradara Internasional Spesialis Film Horor Sadis. Hal yang sama juga diraih Cecile de France dan Maiwenn - dua pemeran utama film ini - yang sontak terkenal secara internasional berkat film ini.

Dikisahkan dua orang wanita muda - Marie (Cecile de France) dan Alex (Maiwenn) - melakukan perjalanan ke rumah orang tua Alex di pedesaan terpencil untuk berlibur dan belajar. Tanpa mereka ketahui, di daerah itu ada seorang pembunuh psikopat yang berkeliaran dan mencari mangsa. Sang pembunuh selalu memenggal kepala korbannya (yang rata-rata wanita), lalu menggunakan kepala itu untuk (maaf) masturbasi.

Tengah malam, ketika semua orang di dalam rumah Alex telah tertidur lelap, Marie terbangun karena terdengar suara ribut-ribut. Saat keluar dari kamarnya, dia menemukan orang tua Alex telah dibantai oleh sang psikopat dengan cara yang keji dan super sadis. Alex sendiri dibawa oleh sang psikopat untuk kemudian dibunuh di tempat lain. Demi menyelamatkan temannya, Marie diam-diam mengikuti sang psikopat, dan mencari kesempatan untuk bisa menghabisi pembunuh itu.

Dalam membuat film ini, saya perlu mengacungi 4 jempol pada Sutradara Alexandre Aja dan mengatakan dia sebagai Sutradara yang cerdas sekali. Semua adegan diaturnya dengan sangat rapi, dan berhasil mengecoh penonton berpikir seolah-olah film ini bercerita tentang pengejaran psikopat yang dilakukan Marie. Cerita sebenarnya baru terkuak 15 menit menjelang akhir film dengan cara yang cukup brutal, membuat penonton tidak saja kaget, tetapi juga termuntah-muntah karena adegan sadis berdarah-darah yang ditampilkan.

Jika Anda seorang penonton kritis tapi juga senang menonton film yang dipenuhi adegan sadis, maka film ini adalah film yang sangat cocok untuk Anda.



5. UNKNOWN (2011)
Film arahan sutradara Jaume Collet-Serra yang diperani Liam Neeson, January Jones, Diane Kruger, dan Frank Langella ini awalnya berjalan layaknya film drama biasa. Dr Martin Harris (Neeson) dan istrinya, Liz (Jones), baru tiba di Berlin untuk menghadiri Pertemuan Tahunan Biotecknologi. Namun baru tiba di hotel, Liam menyadari tasnya tertinggal di Bandara. Ketika mengambil tas dengan mengendarai taksi, dia mengalami kecelakaan lalu-lintas dan mengalami koma selama 4 hari.

Setelah sadar dari koma, saat itulah Dr Martin Harris menyadari kalau identitasnya telah diambil orang lain. Istrinya pun tidak mengenal dirinya, dan semua identitas jati dirinya pun telah berganti. Dari sanalah dia kemudian mencari tahu, siapa yang telah mengambil identitasnya dan bagaimana dirinya seolah menjadi orang yang tidak pernah "lahir" di bumi ini. Namun semakin dalam menyelidiki, Dr Martin Harris semakin menemukan fakta-fakta mengejutkan yang mengubah semua hal yang dia ketahui tentang dirinya sendiri.

Banyak orang berpikir kalau film ini bercerita tentang kasus pencurian identitas. Dan memang inilah yang sengaja dibangun oleh Sutradara Jaume Collet-Serra sejak awal film. Para penonton diarahkan untuk "mngira" kalau film ini bercerita tentang Dr Martin Harris yang mencoba mengambil kembali identitasnya yang telah dicuri oleh orang lain (sama seperti yang terjadi di film The Net yang diperani Sandra Bullock pada tahun 1993 silam). Tapi setelah menonton hingga tiga-perempat film, para penonton baru disajikan fakta yang jauh lebih mengejutkan di mana kasus sebenarnya jauh lebih hebat dari itu.

Film produksi Inggris-Jerman- Perancis ini mendapat respon yang positif, dan meraup keuntungan hingga lebih dari US$ 136 juta (padahal dibuat dengan dana US$ 30 juta).



6. THE OTHERS (2001)
Film horor ini adalah salah satu dari sebagian kecil film horor cerdas yang saya sukai, dan telah saya tonton lebih dari 10 kali. Disutradarai Alejandro Amenabar, film ini diperani Nicole Kidman dan Fionnula Flanagan. Kehebatan dan kecerdasan film ini dibuktikan dengan raihan berbagai penghargaan perfilman internasional (8 Goya Awards, 3 Saturn Awards, dan berbagai nominasi seperti Golden Globel, dan BAFTA) yang menjadikan film ini sebagai Film Bergenre Horror dan Film Non-Hollywood Pertama yang meraih penghargaan-penghargaan prestise tersebut.

Bersetting Pasca Perang Dunia Kedua (sekitar tahun 1945), Grace Stewart (Nicole Kidman) adalah wanita penganut ajaran Katolik yang tinggal di sebuah rumah terpencil di British Crown Dependency di New Jersey, Amerika Serikat. Di dalam rumah, dia tinggal bersama dua orang anaknya - Anne (Ajakina Mann) dan Nicholas (James Bentley) - serta 3 orang asisten rumah tangga : Mrs Bertha Mills (Fionnula Flanagan), Edmund Tuttle (Eric Sykes), dan Lydia (Elaine Cassady). Di dalam rumah itu, Grace merasakan banyak hal aneh di dalam rumah, dan merasa kalau rumah mereka ada penunggunya.

Selain itu , Grace pun merasakan kejanggalan pada ketiga asisten rumah tangganya yang makin hari makin bertingkah aneh, membuatnya merasa rumah tersebut ada "penunggu" yang mencoba mengganggu ketenangan hidupnya.

Sepanjang 104 menit durasi film, Penonton memang dibuat percaya dengan apa yang dirasakan Grace. Hingga 5 menit menjelang film berakhir, penonton baru dikejutkan dengan fakta bahwa keseluruhan cerita film ini justru berlawanan dengan apa yang Grace rasakan tersebut.



7. BRAKE (2012)
Film arahan Sutradara Gabe Torres ini merupakan film cerdas selanjutnya yang dengan cerdas memainkan persepsi para penonton lewat dialog yang secara "tunggal" dilakukan oleh aktor Stephen Dorff sepanjang film berdurasi 92 menit ini.

Ceritanya sangat sederhana : Jeremy Reins (Dorff) adalah seorang Agen Rahasia Amerika Serikat yang bertugas mengawal Presiden. Satu ketika dia mendapati dirinya terbangun di dalam sebuah kotak kaca sempit yang ditempatkan di dalam bagasi mobil yang gelap. Di dalam kotak tersebut terdapat penunjuk waktu yang angkanya bergerak mundur, yang diasumsikan Reins sebagai pengatur waktu aktivasi bom yang ditanam di mobil tempatnya berada.

Satu-satunya orang yang bisa berkomunikasi dengannya adalah seorang "korban penculikan" lain yang berada di mobil lain. Kedua berkomunikasi dengan walkie-talkie yang tanpa sengaja tertinggal di dalam kotak tersebut.

Sepanjang film, yang ditampilkan hanya kondisi Jeremy Reins di dalam kotak kaca itu, dan para penonton diarahkan untuk membayangkan apa yang terjadi "di luar", melalui percakapan, dan suara-suara latar yang terdengar. Hebatnya, intensitas ketegangan berhasil dibangun dengan baik, membuat penonton mampu merasakan ketakutan dan kekuatiran yang dirasakan Reins. Namun sekitar 15 menjelang akhir film, penonton dibuat kaget dengan fakta yang sama sekali bertolak belakang dengan apa yang dipikirkan penonton sepanjang film. Lebih parahnya lagi, sekitar 2 menit menjelang film berakhir, Sutradara Gabe Torres memberikan sebuah kejutan lagi yang lebih mengejutkan, yang membuat apa yang disimpulkan penonton 13 menit sebelumnya "buyar"......



8. THE GAME (1997)
Film thriller-misteri karya Sutradara David Fincher yang diperani Michael Douglas dan Sean Penn ini merupakan film yang sungguh keren sekali. Betapa tidak, para penonton diajak ke sebuah petulangan mengerikan yang dialami Nicholas Van Orton (Douglas) secara bertubi-tubi dalam satu malam, yang nyaris merenggut nyawanya. Aksi seru dalam film ini sangat fenomenal, membuat saya terus penasaran dan terus menonton film ini berulang-ulang.

Nicholas Van Orton adalah seorang banker kaya-raya yang terlalu fokus pada pekerjaan, sehingga menelantarkan istri dan anaknya. Di hari ulang tahunnya yang ke-48, Conrad (Penn) - adik Orton - menghadiahinya sebuah voucher "The Game", dan meyakinkan kakaknya kalau hidupnya akan berubah setelah ikut kegiatan "The Game". Dengan ogah-ogahan Nicholas akhirnya mendaftarkan diri ke "The Game".

Namun setelah dia mendaftar ke CRS (Consumer Recreation Services), perusahaan yang membuat "The Game", hidup Nicholas langsung berubah. Bisnis dan keuangannya dilaporkan bermasalah. Hidupnya pun terancam karena dikejar-kejar orang-orang CRS yang berniat membunuhnya. Nicholas kemudian terdampar di Mexico, di mana dia kembali dikejar-kejar oleh anggota CRS.

Sepanjang 128 menit durasi film, adrenalin penonton terus dipacu oleh ketegangan yang dibangun di film ini. Penonton nyaris tidak punya kesempatan bernafas karena berbagai kejutan yang datang silih-berganti. Memang inilah yang sengaja dilakukan Sutradara David Fincher untuk mengalihkan perhatian agar penonton lebih memperhatikan nasib karakter Nicholas van Orton, dan tidak menyadari alur cerita sebenarnya yang telah dibangun Fincher sejak menit pertama film ini tayang. Keren banget... !!!



9. EXAM (2009)
Saya mengusulkan film ini sebagai film wajib yang perlu ditonton oleh para pekerja yang duduk di posisi HRD (Human Resources Department - Departemen Personalia Perusahaan). Mengapa? Karena film yang disutradarai Stuart Hazeldine ini memberikan ide kreatif tentang cara seleksi karyawan yang sederhana tapi cerdas dan sedikit "tricky".

Film yang diperani Colin Salmon, Chris Carey, Jimi Mistry, Luke Mably, dan Gemma Chan ini mengisahkan tentang 8 orang kandidat yang sedang menjalani tes penerimaan karyawan di sebuah perusahaan bernama DATAPREV. Para kandidat diberi waktu ujian 80 menit, dan hanya perlu menjawab 1 pertanyaan. Selama proses ujian ada 3 aturan yang tidak boleh dilakukan para kandidat : Tidak boleh berbicara atau bertanya kepada Petugas Ujian, Tidak boleh membocorkan isi dan tulisan yang ada di kertas ujian, dan tidak boleh meninggalkan ruangan.

Meski tampak sebagai tes "sederhana", tapi apa yang terjadi kemudian tidaklah semudah yang diduga orang. Banyak kejadian yang memaksa para kandidat untuk melakukan 3 larangan yang diterapkan Petugas Ujian, termasuk aksi bunuh-membunuh.

Para penonton yang semula dihadapkan pada tontonan "seleksi karyawan" berubah menjadi tontonan ketegangan pasca terjadinya penembakan dan pembunuhan di dalam "ruang ujian", sehingga konsentrasi penonton mengarah kepada "mencari pelaku kejahatan", dan lupa kalau inti dari film ini adalah "menjawab pertanyaan yang ada di kertas ujian". Bayangkan.... Sebuah cerita sederhana, dikemas menjadi sebuah film thriller-misteri menegangkan. Giman gak keren tuh?



10. THE SIXTH SENSE
Bicara tentang "film cerdas", tentu kita tidak boleh melupakan film ini. Ya, ini adalah film ketiga karya Sutradara M. Night Shyamalan, dan menjadi film pertamanya yang sukses luar biasa. Dibuat dengan dana US$ 60 juta, film ini sukses telak meraup keuntungan finansial sebesar US$ 673 juta.

Dibintangi Bruce Willis, Haley Joel Osment, Toni Colette, Olivia Williams, dan Donnie Wahlberg, film ini mengisahkan hubungan Dr Malcolm Crowe (Willis) - seorang dokter psikolog anak-anak - dengan Cole Sear (Osment), seorang anak berkepribadian tertutup yang memiliki indra keenam dan mampu berkomunikasi dengan roh orang mati.

Sebenarnya sepanjang film berdurasi 107 menit ini, Sutradara Shyamalan telah menyebarkan banyak petunjuk kepada penonton tentang cerita sebenarnya dari film ini. Yang paling nyata - sekaligus menjadi ciri khas film ini - adalah saat adegan di mana Cole berbisik pada Dokter Malcolm, "I see dead people." Dengan cerdasnya, adegan itu disamarkan Shyamalan dengan menampilkan sosok mahluk halus di belakang tubuh Dokter Malcolm, sehingga penonton tidak memperhatikan dengan jelas maksud ucapan Cole tersebut.

Dan keseluruhan cerita menjadi jelas ketika penonton menyaksikan 5 menit terakhir yang menjelaskan keseluruhan cerita film ini sebenarnya dalam bentuk summary film, dari awal hingga akhir. Sungguh.... film ini memang luar biasa.... !!!

NewerStories OlderStories Home

1 comment:

  1. Film ini emang bagus2. Brake, identity keren lah. Saya tambahin film flight plan juga keren hehe.

    ReplyDelete