Film ini cukup istimewa karena saat dirilis 13 April 2016 silam di Korea Selatan, Time Renegades langsung duduk di peringkat pertama tangga Box Office Korea Selatan dengan meraup keuntungan finansial sebesar US$ 3.4 juta hanya dalam waktu 5 hari penayangan saja. Wow... cukup luar biasa.

Ya, film yang disutradarai Kwak Jae Yong ini adalah film drama-thriller yang cukup mendebarkan. Diperani Jo Jung Suk, Im Soo Jung, dan Lee Jin Wook, film ini menampilkan akting prima dengan alur cerita yang sangat mendebarkan dari awal hingga akhir film. Total durasi 107 menit pun terasa sangat singkat untuk film ini.

Tahun 1983, Ji Hwan (Jo Jung Suk) adalah seorang guru musik yang berniat untuk melamar kekasihnya, Yoo Jung (Im Soo Jung), pada Malam Tahun Baru. Pasca menyatakan lamarannya, Ji Hwan menemukan kalau kekasihnya terlibat sebuah kasus kejahatan. Yoo Jung berjuang untuk menyelamatkan kekasihnya itu, namun gagal. Kasus itu tidak pernah terungkap, dan pelaku pembunuhan tidak pernah tertangkap.

Cerita pun berpindah ke tahun 2015, di mana seorang detektif bernama Kim Gun Woo (Lee Jin Wook) bermimpi tentang kejadian yang dialami Jo Hwan dan Yoo Jung di tahun 1983. Anehnya, Gun Woo seolah-olah mengikuti kehidupan keseharian sepasang kekasih itu, hingga terjadinya kasus pembunuhan yang menimpa Yoo Jung.

Lebih aneh lagi, ternyata Ji Hwan yang hidup di tahun 1983 juga bermimpi dan seolah-olah melihat keseharian Gun Woo di tahun 2015.

Secara kebetulan dia bertemu dengan seorang wanita bernama So Eun (juga diperani Im Soo Jung) yang punya wajah dan kepribadian yang sama dengan Yoo Jung. Dengan profil yang sangat mirip, So Eun berpeluang menjadi korban selanjutnya dari pelaku kejahatan di tahun 1983.

Gun Woo dan Ji Hwan pun kemudian menyadari tentang keberadaan masing-masing dalam mimpi. Karena itu, Ji Hwan berusaha membantu Gun Woo menyediakan semua data dan informasi, agar Gun Woo bisa menuntaskan kasus itu sebelum kejadian tersebut terulang kembali pada So Eun.

Meski terdengar tidak masuk akal, tapi film bertema unik ini memang sangat seru dan menegangkan. Banyak pihak juga memuji alur cerita film ini yang dibangun dengan sangat baik, dengan memasukkan elemen dramatis dan fondasi emosional yang mampu menyentuh hati para penonton.



DO YOU KNOW? 
Lee Min Ho ikut berperan dalam film ini sebagai Kang Seong Beom. Siapa Kang Seong Beom dan apa peran karakter itu dalam film ini? Hmm... bikin penasaran ya...

Keseluruhan shooting film dilakukan di kota Jongno, Seoul, Korea. Shooting dilakukan dari tanggal 1 Oktober 2015 hingga 1 Februari 2015.

Adegan terakhir yang diambil untuk film ini adalah adegan di awal film di mana Ji Hwan melamar Yoo Jung di Malam Tahun Baru 1983. Untuk pengambilan adegan itu, dikerahkan lebih dari 200 orang figuran dan tanpa bantuan efek komputer sama sekali. (Saat shooting berlangsung, sedang turun hujan salju, sehingga sangat mendukung suasana yang ingin dibangun di adegan tersebut).

Pada tahun 1998, film layar lebar Rush Hour menjadi salah satu film box-office yang luar biasa. Film hasil kreasi Ross LaManna yang dibintang Jackie Chan dan Chris Tucker, dengan sutradara Brett Ratner meraup keuntungan hingga US$ 244 juta lebih (padahal dibuat dengan dana hanya US$ 33 juta). Prestasi ini tidak saja membuat nama Jackie Chan semakin terkenal di Amerika Serikat (setelah sebelumnya di tahun 1996, film Rumble in the Bronx miliknya sukses besar di Negara Paman Sam itu), tetapi juga mengangkat nama Chris Tucker yang sebelumnya kurang mendapat tempat di hati penonton Amerika Serikat.



Atas prestasi itu, Rush Hour kemudian dibuat hingga 3 seri, dan rencananya Rush Hour 4 akan segera diproduksi, meski hingga hari ini belum tahu kejelasannya kapan film itu akan mulai diproduksi dan tayang.

Sambil menunggu kemunculan sekuel film komedi-eksyen tersebut, baru-baru ini CBS menayangkan serial televisi Rush Hour. Dengan cerita yang dikembangkan Blake McCormick dan Bill Lawrence, film ini mengangkat alur cerita yang mirip dengan layar lebarnya (terutama seri perdananya). Meski demikian, para pemeran serial televisi ini sama sekali baru, meski karakter dalam serial televisi ini sama dengan yang versi layar lebar. Justin Hires didapuk untuk menggantikan Chris Tucker memerani Detektif James Steven Carter / Detektif James Carter, sedangkan Jon Foo menggantikan Jackie Chan memerani Detektif Jonathan Lee / Yan Naing Lee.

Tayang tanggal 31 Maret 2016 silam, serial ini mengisahkan tentang Detektif Lee yang berasal dari Hong Kong mendapat tugas untuk mengawal patung Teracotta berharga yang harus dipindahkan dari Hong Kong ke Los Angeles. Tapi tugas ini kemudian diambil alih oleh Kim Lee (Jessika Van), adik dari Detektif Lee. Saat tiba di Los Angeles, para pengawal patung tersebut dijebak oleh Kelompok Kwan Dao yang berpura-pura menjadi polisi penerima patung tersebut. Adik Detektif Lee dinyatakan hilang dalam kejadian itu.

Detektif Lee kemudian diutus ke Los Angeles guna menyidiki kasus pencurian patung teracotta tersebut. Dia mendapat dampingan Detektif Carter asal Los Angeles. Sejak awal, keduanya sulit rukun karena perbedaan budaya kerja. Namun pada akhirnya mereka dapat bekerja sama untuk menuntaskan kasus pencurian itu.

Setelah kasus pencurian patung teracotta berhasil dipecahkan, Atasan Detektif Lee meminta Lee untuk tinggal di Amerika Serikat, membantu kepolisian Los Angeles. Selain menuntaskan masalah-masalah kejahatan, Detektif Lee pun ditugaskan menyidiki keberadaan Kelompok Kwan Dao, termasuk Kim Lee, yang diam-diam bergabung dengan kelompok tersebut.

Film ini sarat adegan kocak yang menyegarkan, serta aksi perkelahian yang mendebarkan. Meski pun demikian, bagi penonton yang sudah menyaksikan film Rush Hour sebelumnya, tentu merasa kurang sreg dengan serial ini. Jika di layar lebar Chris Tucker nyaris selalu ngomong tanpa henti sehingga mendapat julukan "Si Mulut 7/11 (Seven Eleven)", maka karakter Detektif Carter yang diperani Justin Hires terkesan "pendiam". Kalimat yang diucapkannya terkesan hafalan, dan dia sama sekali tidak bisa melakukan improvisasi, melemparkan rentetan komedi segar tanpa henti seperti yang dilakukan Chris Tucker di film layar lebar Rush Hour.

Kondisi mengecewakan juga terjadi pada Jon Foo, pemeran Detektif Lee. Jika kita terkesan dengan aksi bela-diri Jackie Chan yang cukup menegangkan dan selalu menantang bahaya, maka Jon Foo tampak keteteran untuk mengimbangi Jackie Chan. Diperparah lagi dengan teknik sinematografi dan koreografi perkelahian yang - menurut saya - keteteran dan kurang "rapi" dalam penyajian, membuat adegan perkelahian yang dilakukan Jon Foo jadi kurang menarik.

Tapi secara umum, jika Anda belum pernah menonton film layar lebar Rush Hour sebelumnya, serial televisi ini terbilang menarik dan asyik untuk ditonton. Alurnya sangat ringan, tidak tegang, apalagi terlalu serius. Karena setiap episode mengetengahkan cerita yang tidak berhubungan langsung (kecuali jika menyangkut kasus adik Detektif Lee dan Kelompok Kwan Dao), maka penonton bisa menonton serial ini tanpa perlu berurutan.



ABOUT "RUSH HOUR"
Seperti yang saya tulis di awal, Rush Hour adalah film layar lebar Amerika Serikat yang cukup populer di era 1998, di mana film ini mengangkat kembali nama Jackie Chan di panggung perfilman Hollywood, setelah sebelumnya film Rumble in The Bronx miliknya sukses saat dirilis di Amerika Serikat tahun 1996. Memang pasca kesuksesan Rumble in The Bronx, Jackie Chan masih bermain film untuk pasar luar negeri seperti Police Story 4 : First Strike, Mr Nice Guy, dan Who Am I?. Tapi semuanya - yang pendistribusiannya dilakukan Golden Harvest Company, Hong Kong - hanya berhasil dirilis dalam bentuk video dan DVD saat perilisan di Amerika Serikat. Barulah pada tahun 1998, Jackie Chan bermain di film yang sepenuhnya produksi Amerika Serikat berjudul Rush Hour, yang membuat namanya kembali sukses di dunia internasional.

Di film ini, dia berpartner dengan Chris Tucker yang dijuluki "Pria Bermulut 7/11" (artinya "orang yang tidak bisa diam, dan terus-menerus ngoceh").Chris Tucker sendiri - sebelum sukses di Rush Hour - sudah terkenal sebagai Stand Up Comedian. Dia sempat bermain di beberapa film layar lebar seperti House Party 3, Friday, Money Talks, dan The Fifth Element. Sayangnya, kesemua film itu belum mampu mengangkat namanya. Barulah di film Rush Hour, dia mendapatkan popularitasnya.

Film Rush Hour pertama dirilis tanggal 8 Agustus 1998. Disutradarai Brett Ratner (yang merupakan salah seorang fans fanatik Jackie Chan), film ini mengisahkan tentang Detektif Lee - seorang detektif asal Hong Kong - berhasil mengungkap kasus pencurian barang berharga yang dicuri oleh kawanan perampok pimpinan Lord Juntao (yang identitasnya tidak diketahui).

Sementara itu, Diplomat China Han untuk Amerika Serikat Solon Han (Tzi Ma) baru menunaikan tugasnya di Los Angeles, ketika anaknya Soo Yung Han (Julia Hsu) diculik sekelompok orang tidak dikenal, yang kemudian dikenal sebagai orang suruhan Juntao. Karena punya hubungan cukup dekat dengan Detektif Lee, Diplomat Han lalu meminta bantuannya untuk menyelamatkan Soo Yung. Karena kuatir Detektif Lee terluka, maka Polisi Los Angeles mengutus Detektif Carter untuk mengawal Lee. Meski pada awalnya kedua detektif itu sulit bekerja sama, namun pada akhirnya keduanya bisa saling bahu-membahu dan menuntaskan kasus penculikan tersebut.

Rush Hour yang diproduksi dengan biaya US$ 33 juta, di luar dugaan berhasil mencetak keuntungan finansial sebesar US$ 244 juta, yang membuatnya menjadi salah satu film eksyen paling laris saat itu.

Atas kesuksesan ini, maka dirilislah Rush Hour 2 yang dirilis tahun 2001. Masih disutradarai Brett Ratner dan diperani pemeran utama yang sama (Jackie Chan serta Chris Tucker), film ini mengisahkan empat tahun pasca kejadian di Rush Hour pertama, Detektif Carter mengambil cuti ke Hong Kong untuk mengunjungi sahabatnya, Detektif Lee. Namun liburan yang menyenangkan itu berubah setelah sebuah bom meledak di Gedung Konsulat Amerika Serikat, dan membunuh beberapa agen Amerika Serikat. Kasus itu menjadi masalah pribadi Detektif Lee setelah dia mengetahui kalau pelaku peledakan itu adalah Ricky Tan (John Lone), Ketua Triad. Tidak hanya itu, Tan juga adalah anak sahabatnya yang juga menjadi tersangka pembunuh ayah Detektif Lee.

Sama seperti seri awalnya, Rush Hour 2 juga meraih keuntungan yang luar biasa. Dibuat dengan bujet yang lebih besar (US$ 90 juta), film ini meraup keuntungan hingga US$ 347.3 juta. Film ini tidak saja sukses, tetapi juga mendongkrak pariwisata ke China. Ditengarai jumlah wisatawan Amerika Serikat yang pergi ke China naik 3 juta orang di bulan yang sama saat film Rush Hour 2 dirilis (Agustus 2001).

Rush Hour 2 pun mendapatkan 10 dari total 27 Nominasi Penghargaan Perfilman Internasional, termasuk di antaranya Penghargaan Best Fight di MTV Movie Award, Film-Choice Actorand Comedy untuk Teen Choice Award, serta Favorite Male Butt Kicker, Favorite Movie Actor, dan Favorite Movie di Kid's Choice Award.

Melanjutkan sukses 2 seri sebelumnya, maka pada tahun 2007, dirilislah Rush Hour 3. Masih tetap disutradarai Brett Ratner dan diperani Jackie Chan serta Chris Tucker, film ini mengisahkan tentang tindakan sekelompok triad yang nyaris membunuh Dubes Han (Tzu Ma). Dalam pengejarannya, Detektif Lee menemukan kalau pelakunya adalah Kenji (Hiroyuki Sanada), yang tidak lain adalah saudara angkat Lee waktu mereka masih tinggal bersama di Panti Yatim Piatu. Aksi Kenji ternyata merupakan serangkaian aksi teroris besar yang dilakukan oleh teroris yang berpusat di Paris, Perancis.

Demi mencegah tindakan terorisme itu terjadi, Lee dan Carter - dibantu Soo Yung (Zhang Jingchu), anak Dubes Han yang sudah beranjak dewasa - beranjak pergi ke Paris.

Diproduksi dengan dana yang lebih besar (US$ 140 juta), film ini masih tetap perkasa dan mampu menyumbangkan penghasilan sebesar US$ 258 juta. Meski demikian, Rush Hour 3 mendapatkan banyak kritikan dari kritikus dan penonotn karena dinilai banyak menampilkan adegan rasis, serta banyak mengulang apa yang sudah ditampilkan di seri sebelumnya.

Meski demikian, atas prestasi penghasilan yang dicapai Rush Hour 3, para produser berencana untuk merilis sekuelnya kembali. Baik Brett Ratner, Jackie Chan, dan Chris Tucker belum memberikan konfirmasi untuk kembali lagi bermain di sekuel film Rush Hour berikutnya. Sambil menunggu kemunculan Rush Hour 4, Anda bisa lebih dulu menonton versi televisinya yang baru tayang bulan kemarin di CBS.



Heboh...!!!

Itulah yang akan terjadi di bulan Mei 2016 nanti. Betapa tidak? Banyak film calon box-office dan blockbuster yang dinanti-nantikan para penonton dunia tayang juga bulan ini. Jadi siap-siap menjerit histeris, buru-buru ngantri di loket tiket, dan dapatkan tiketnya. Soalnya bulan Mei nanti adalah bulan yang rame dengan film-film rame.

1. CAPTAIN AMERICA : CIVIL WAR
Tanggal tayang   : 6 Mei 2016
Sutradara            : Anthony Russo, Joe Russo
Pemeran             : Chris Evans, Robert Downey Jr, Scarlett Johansson, Sebastian Stan, Don Cheadle

Minggu pertama Mei akan diawali dengan film "heboh" yang sudah ditunggu-tunggu oleh penonton dunia. Gemanya sudah dimulai sejak setahun kemarin, bahkan makin bikin orang penasaran ketika promo iklannya makin gencar tayang di hampir semua stasiun televisi Indonesia.

 Seperti yang Anda ketahui semua, seri Captain America ini adalah seri ketiga dari film Captain America. Selain melanjutkan cerita dari seri keduanya (Captain America : The Winter Soldier, rilis tahun 2014),film ini pun melanjutkan cerita Avengers : Age of Ultron (2015).

Setahun setelah kejadian di film Avengers : Age of Ultron, Pemerintah Amerika mengumumkan pemberlakukan peraturan Superhuman Registration Act, yang diduga akan membatasi ruang gerak orang-orang bertenaga super. Steve Rogers / Captain America (Chris Evans) menolak mengikuti aturan tersebut karena sangat membahayakan kehidupan pribadi para superhero. Sebaliknya, Tony Stark / Iron Man (Robert Downey Jr) sangat mendukung aturan tersebut.

Hal ini menyebabkan terjadinya perselisihan yang berujung pada perseteruan antara Captain America dan Iron Man. Terjadilah perpecahan di tubuh The Avengers, di mana muncul sekelompok superhero yang mendukung Captain America dan sebagian lagi mendukung Iron Man.Perang besar antara kedua kubu ini pun tidak terelakkan. Kelompok mana yang akan menang?

Selain para superhero yang tergabung di The Avengers (Black Widow), Falcon (Anthony Mackie), Blackeye (Jeremy Renner), dan Scarlet Witch (Elizabeth Olsen), ada pula superhero lain yang ikut dalam pertempuran dasyat ini : War Machine / James Rhodes (Don Cheadle), Black Panther / T'Challa (Chadwick Boseman), Vision (Paul Bettany), Ant Man / Scott Lang (Paul Rudd), Agent 13 / Sharon Carter (Emily VanCamp), Crossbones / Brock Rumlow (Frank Grillio), dan ... Spider-Man / Peter Parker (Tom Holland)... !!! Gimana ga keren tuh???



2. THE DARKNESS
Tanggal tayang    :  13 Mei 2016
Sutradara             : Greg McLean
Pemeran              : Kevin Bacon, Radha Mitchell, David Mazouz, Lucy Fry

Setelah tampil mengesankan sebagai Charles McGuire di film Black Mass (2015) bareng Johnny Depp, tahun ini Kevin Bacon muncul kembali di film horor berjudul The Darkness (sebelumnya berjudul "6 Miranda Drive"), film yang diangkat dari kejadian nyata yang dialami oleh sebuah keluarga saat mereka mengunjungi tempat wisata Grand Canyon.

Peter Taylor (Bacon) dan Gary Carter (Mat Walsh) adalah sahabat baik. Satu ketika mereka memutuskan untuk mengajak keluarga berwisata ke Grand Canyon. Maka kedua keluarga itu pun bertamasya ke sana. Tanpa mereka sadari, sebuah kekuatan supranatural yang bersembunyi di tempat wisata tersebut diam-diam mengikuti kepulangan mereka.

Pasca liburan, mulailah gangguan-gangguan misterius terjadi dan dialami kedua keluarga itu. Pada saat anggota keluarga mereka menjadi korban, Peter dan Gary baru menyadari kalau ada mahluk kasat mata dari Grand Canyon yang sedang mengincar nyawa keluarga mereka.



3. MONEY MONSTER
Tanggal tayang     : 13 Mei 2016
Sutradara              : Jodie Foster
Pemeran               : George Clooney, Julia Roberts, Jack O'Connell, Dominic West

Aktris Serba Bisa dan Super Cerdas Jodie Foster belakangan ini lebih memilih berkarir di balik layar, meski popularitasnya sebagai aktris papan atas sebenarnya belumlah surut. Sedikitnya sudah 6 film yang disutradarainya (1 adalah serial televisi, yaitu "Orange Is The New Black"). Dan yang paling anyar adalah Money Monster, film bergenre thriller yang akan tayang 13 Mei 2016.

Lee Gates (George Clooney) adalah Pembawa Acara Kepribadian dan Penasihat Keuangan Ternama di sebuah stasiun televisi. Acaranya selalu meraih rating yang cukup tinggi, berkat kepiawaiannya memberikan tajam dan pas mengenai analisa bisnis serta keuangan. Meski demikian, tidak berarti semua nasihatnya benar.

Kyle Budwell (Jack O'Connell) adalah salah seorang penonton setia acara Gates. Satu waktu dia mengikuti saran finansial Gates, tapi akibatnya cukup fatal : Budwell kehilangan semua uangnya dan dia bangkrut total. Depresi karena hartanya habis, Budwell menyusup masuk ke dalam studio dan menyandera Gates. Akankah Gates dapat melepaskan diri dari Budwell yang sedang kalap?



4. THE ANGRY BIRDS MOVIE
Tanggal tayang            : 20 Mei 2016
Sutradara                     : Clay Kaytis dan Gergal Reilly
Pengisi suara                : Jason Sudeikis, Josh Gad, Danny McBride, Maya Rudolph, Bill Hader

Akhirnya... Film tentang Burung Pemarah ini pun tayang di layar lebar Mei 2016 ini. Dibuat dalam format animasi 3D, film ini mengisahkan tentang sebuah pulau yang ditinggali oleh burung-burung yang tidak bisa terbang. Meski merupakan tempat yang sangat damai dan indah, tapi suasana itu tidak bisa dirasakan oleh Red (Jason Sudeikis), seekor burung warna merah yang sangat emosional. Red bisa marah hanya karena alasan kecil, sehingga dia sulit merasakan suasana damai dan bahagia seperti yang dirasakan oleh burung yang lain.

Satu ketika, pulau tersebut didatangi kelompok babi hijau. Meski mengaku datang untuk perdamaian, tapi niat babi tersebut dicurigai oleh sekelompok burung, yaitu Ross (Tony Hale), Earl (Blake Shelton), dan Leonard (Bill Hader). Diam-diam, ketiga burung itu menyidiki tujuan sebenarnya dari babi hijau tersebut. Ketika tahu kalau babi tersebut berniat menguasai pulau dan mencuri telor-telor burung untuk dimakan, maka para burung pun langsung mempersiapkan diri untuk bertempur melawan para babi.

Ide pembuatan film berdurasi panjang ini telah lama bergulir. Rovio Entertainment - selaku pengembang video game Angry Bird - mengajak Sony Pictures Imagework Vancouver untuk bekerja sama menggarap film ini. Film yang telah mulai diproduksi sejak 2014 ini menelan biaya produksi lebih dari US$ 80 juta. Itu belum termasuk biaya promosi sebesar US$ 95 juta, menjadikan film animasi The Angry Birds Movie ini sebagai proyek termahal yang pernah dibuat Rovio.



5. THE NICE GUYS
Tanggal tayang           : 20 Mei 2016
Sutradara                    : Shane Black
Pemeran                     : Russell Crowe, Ryan Gosling, Angeurie Rice, Matt Bomer

Kalau biasanya Russell Crowe tampil dalam film-film eksyen, maka di film ini Anda akan melihat gaya Crowe yang agak berbeda. Masih tetap mengandalkan eksyen, film ini menampilkan banyak adegan kocak yang bikin sakit perut.

Berseting Kota Los Angeles tahun 1970, Jackson Healy (Russell Crowe) adalah seorang polisi yang dibayar sebuah keluarga kaya untuk mencari anak mereka, Amelia (Margaret Qualley), yang hilang. Di sisi lain, keluarga itu pun menyewa detektif Holland March (Ryan Gosling) untuk menyidiki hal yang sama. Awalnya, bukti-bukti mengarah pada Detektif March, sehingga Healy menyantroninya. Belakangan setelah tahu mereka menyidiki kasus yang sama, keduanya pun bekerja sama memecahkan kasus tersebut.

Mereka kemudian dihadapkan pada kasus kematian seorang artis film porno. Meski tampak tidak berkaitan, tapi kemudian mereka menemukan benang merah yang mengarah pada fakta-fakta tentang keberadaan Amelia. Semakin dalam mereka menyidiki kasus ini, mereka malah terseret ke dalam konspirasi politik dan kriminal yang melibatkan banyak Politisi.



6. ALICE THROUGH THE LOOKING GLASS
Tanggal tayang     : 27 Mei 2016
Sutradara              : James Bobin
Pemeran               : Johnny Depp, Anne Hathaway, Mia Wasikowska, Rhys Ifans

Sekuel dari film Alice In Wonderland (2010) ini akhirnya tayang juga.... !!! Meski tidak disutradarai Tim Burton lagi, tetapi gaya penyutradaraan sutradara nyentrik itu tetap digunakan dalam film ini. Tim Burton sendiri bertindak sebagai produser di film ini.

Masih didukung oleh para pemeran dari film Alice in Wonderland, seperti Mia Wasikowska, Johnny Depp, Helena Bonham Carter, dan Anne Hathaway, film ini mengisahkan kondisi Dunia Underland yang mengalami musibah saat Time (Sacha Baron Cohen) - mahluk setengah manusia, setengah jam - menguasai dunia tersebut. Dia pun menyandera Mad Hatter (Depp) dan teman-teman Alice di negeri mimpi tersebut.

Untuk bisa mengalahkan Time, Alice harus bisa mendapatkan Chronosphere. Masalahnya Ratu Merah (Helena Bonham Carter) juga ingin mendapatkan benda itu agar dapat mengendalikan Time dan menguasai negara Underland.



7. X-MEN : APOCALYPSE
Tanggal tayang     : 27 Mei 2016
Sutradara              : Bryan Singer
Pemeran               : James McAvoy, Michael Fassbender, Jennifer Lawrence

Seolah tidak mau kalah dengan kelompok superhero Captain America dan Iron Man (yang juga produksi Marvel Comics) yang dirilis bulan ini, maka X-Men pun dirilis di bulan yang sama. Film yang merupakan seri kesembilan dari seri film layar lebar X-Men ini akan disutradarai oleh Bryan Singer, yang tidak lain adalah sutradara yang bertanggung jawab atas kesuksesan film layar lebar X-Men Pertama dan Kedua.

Berbeda dengan pakem film-film X-Men sebelumnya di mana Wolverine selalu jadi tokoh sentral, maka di film ini Wolverine tidak akan ada. Wajar saja, karena cerita film ini akan melanjutkan cerita dari X-Men : Days of Future Past (2014) di mana sentral cerita akan difokuskan pada hubungan Charles Xavier / Profesor X Muda (James McAvoy) dan Erik Lehnsherr / Magneto Muda (Michael Fassbender) yang masih bersahabat dan sama-sama bertempur untuk melindungi umat manusia. Wonverine sendiri dikisahkan pada masa itu belum bergabung dengan X-Men, sehingga wajar jika dia tidak muncul di seri kali ini.

Pada zaman purbakala, muncul mutan pertama yang paling perkasa di dunia bernama En Sabah Nur / Apocalypse (Oscar Isaac). Dia adalah mutan kuat yang tidak bisa mati, dan disembah banyak orang sebagai Dewa. Setelah beratus-ratus abad lamanya berhibernasi, Apocalypse tiba-tiba muncul di masa kini. Ketika melihat dunia sudah rusak, dia berencana untuk membumi-hanguskan dunia. Karena itu dia merekrut 4 orang pengikutnya yang paling hebat yang dikenal dengan nama Four Hoursemen untuk menghancurkan manusia dan membangun dunia baru.

Dalam kekacauan itu, Raven Darkholme / Mystique (Jennifer Lawrence) mengambil inisiatif membantu Profesor X dengan mengumpulkan para mutan untuk melindungi bumi dari serangan Apocalypse dan The Four Horsemen. Sementara itu, Magneto (Michael Fassbender) jatuh hati pada seorang wanita di Polandia, dan berusaha menyelamatkan wanita itu dari pembantaian yang dilakukan The Four Horsemen. Dia bahkan berhasil memanipulasi Horsemen Ketiga - bernama War - untuk membelot dan menentang Apocalypse.

Dapat dipastikan film ini akan menjadi penantang terberat Captain America : Civil War dalam perebutan posisi pertama tangga Box-Office dunia. Siapa yang akan menang?




"Kamu jahat, Rangga ...."

Seiring dengan beredarnya kabar tentang sekuel Ada Apa dengan Cinta yang akan tayang dalam waktu dekat, kalimat di atas jadi sering muncul di mana-mana. Tentu buat Anda yang baru menginjak usia ABG beberapa tahun ini, akan sangat bingung dengan kalimat itu. Siapa Rangga? Mengapa dia jahat? Siapa orang yang mempopulerkan kalimat itu?

Pertanyaan itu akan saya jawab di akhir artikel ini. Sementara itu, bagi Anda yang sudah pernah menonton film ini, tentu pasti tahu siapa orang yang mengatakan kalimat itu, dan alasan dia mengatakannya.

Film yang merupakan sekuel dari Ada Apa dengan Cinta? yang pernah booming di tahun 2002 silam ini mengisahkan lanjutan kisah cinta romantis Rangga dan Cinta setelah 14 tahun berpisah.

Empat belas tahun terakhir ini, Rangga menetap di New York dan telah menjalani hidupnya sebagai warna di sana. Sementara itu, Cinta telah pula menjalani hidupnya yang sekarang sebagai wanita karir yang cukup sukses. Seolah masih menyimpan harap untuk bisa bertemu Rangga lagi, hingga hari ini Cinta belum memutuskan untuk memilih pasangan dan menikah. Hal serupa juga terjadi pada Rangga yang sama sekali belum punya pasangan.

Satu ketika, teman-teman masa SMA-nya dulu - Maura (Titi Kamal), Milly (Sissy Pricillia), dan Carmen (Adinia Wirasi) - mengajak Cinta untuk reunian sekaligus main bareng ke Yogyakarta. Tanpa berpikir panjang, Cinta pun setuju. Maka mereka pun berkumpul kembali setelah 14 tahun tidak bertemu. Saat pulang dari liburan di Yogyakarta, secara tidak sengaja, Cinta berpapasan dengan Rangga di Bandara. Pria yang pernah meluluhkan hatinya itu selama 14 tahun terakhir ini tidak terdengar kabar. Dan kini dia muncul begitu saja di hadapan Cinta. Api asmara yang sudah padam bertahun-tahun silam, kini membara kembali. Tapi akankah Rangga yang sekarang sama seperti Rangga yang dulu dikenal Cinta : Rangga yang jutek, dingin, cenderung menyebalkan, tetapi kangenin? Akankah hubungan asmara mereka akan terjalin lagi, setelah terpisah oleh waktu selama 14 tahun?

Film yang disutradarai Riri Riza ini sepertinya akan mengaduk-aduk emosi penonton. Jika Anda berniat menonton film drama-romantis yang penuh derai air mata kebahagiaan ini, saya sarankan Anda bawa tissue yang banyak.



TENTANG "ADA APA DENGAN CINTA?"
Film Ada Apa dengan Cinta adalah film Indonesia yang terbilang sangat fenomenal. Tayang perdana 7 Februari 2002, film ini menjadi film yang mengukir sejarah kebangkitan perfilman Indonesia. Ya, di tahun 1990-an, film Indonesia praktis "mati suri" karena penontonnya menurun dengan drastis. Tidak adanya film-film komersil bermutu yang beredar sepanjang dekade itu (rata-rata film Indonesia yang beredar waktu itu adalah film esek-esek), membuat banyak penonton mengalihkan perhatian mereka pada film-film produksi luar negeri. Hal ini membuat banyak orang kuatir kalau film Indonesia kelak akan mati total dan tidak akan pernah hidup lagi.

Banyak seniman film Indonesia yang berjuang sangat keras untuk menghidupkan film Indonesia kembali, semisal membuat film-film bermutu dan "berkualitas" (lebih tepatnya : film seni, yang sangat berbobot tapi tidak punya kualitas komersil). Sayang, perjuangan itu terbilang gagal karena masyarakat sudah memandang sangat miring kualitas film Indonesia. baru pada tahun 2000, muncul 3 film fenomenal yang menjadi awal tnggak kebangkitan perfilman Indonesia : Petualangan Sherina, Jelangkung, dan Ada Apa dengan Cinta?

Petualangan Sherina adalah film drama-musikal anak-anak. Tayang tahun 2000, film tersebut disutradarai Riri Riza dan diperani Penyanyi Sherina Munaf yang kala itu namanya baru mencuat sebagai penyanyi anak-anak terpopuler di Indonesia. Film yang tadinya diperuntukkan untuk anak-anak, justru di luar dugaan menjadi film box-office nasional yang banyak juga ditonton orang dewasa.

Film kedua adalah Jelangkung (diedarkan di internasional dengan judul "The Uninvited") yang merupakan film horor arahan sutradara Rizal Mantovani dan Jose Poernomo. Film yang mengusung tema legenda ritual mistis Jelangkung itu dibuat dengan gaya video klip MTV yang dinamis dan sangat tidak lazim bagi sinema Indonesia kala itu (yang masih mengusung sinema tradisional dengan kamera statis). Keunikan teknik sinematografi ini membuat film Jelangkung sukses dan ditonton hingga 5.7 juta penonton Indonesia kala itu. Film ini pun berhasil menembus pasar luar negeri dan menjadi film pertama yang duduk di tangga box-office Hollywood (meski di peringkat 20 Besar).

Dan puncaknya di tanggal 7 Februari 2002, muncullah film Ada Apa dengan Cinta? - film bergenre drama-romantis - yang disutradarai Rudi Soedjarwo. Film yang diperani Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo itu mengisahkan kisah asmara anak SMA bernama Cinta (Dian Sastro) yang jatuh hati pada teman sekelasnya bernama Rangga (Nicholas Saputra). Film ini menorehkan prestasi yang luar biasa dan menjadi film terpopuler di masa itu.

Lagu temanya (Ada Apa dengan Cinta yang dinyanyikan Melly Goeslaw dan Eric) juga tidak kalah sukses sampai terkenal di negara lain seperti di Malaysia, Brunnei, Filipina, dan Singapura pada masa itu.

Ada Apa dengan Cinta? meraih banyak penghargaan di ajang Festival Film Indonesia (FFI) tahun 2004, di antaranya Sutradara Terbaik (Rudi Soedjarwo), Pemeran Utama Wanita Terbaik (Dian Sastrowardoyo), Tata Musik Terbaik 89Anto Hoed dan Melly Goeslaw) dan Skenario Terbaik (Jujur Prananto, Rako Prijanto, dna Riri Reza).

Secara garis besar, film tersebut mengisahkan tentang Cinta (Dian Sastro), anak SMA langganan juara Lomba Puisi di sekolahnya. Dalam sebuah perlombaan puisi, di luar dugaan Cinta dikalahkan oleh Rangga (Nicholas Saputra), seorang siswa satu SMA dengan Cinta. Karena Cinta juga adalah pengurus mading (majalah dinding) sekolah, dia berencana untuk mewawancarai Rangga. Di luar dugaaan, Rangga menanggapi tawaran wawancara Cinta dengan dingin dan menyebalkan.

Saat itu, buku yang dibawa Rangga - buku "AKU" karya Syumandjaya, berisi kupasan puisi "AKU" karya Chairul Anwar - tertinggal. Cinta membaca dan terkesan dengan isi buku tersebut. Dia kemudian mengembalikan buku tersebut pada Rangga. Sejak itulah hubungan mereka menjadi dekat.

Satu malam, Rangga mengajak Cinta berkencan. Sebelum berangkat kencan, Cinta diteleponi Alya (Ladya Cherill), sahabat Cinta, dan mengajak ketemuan. Namun Cinta menolaknya. Ternyata Alya saat itu sedang frustrasi. Karena Cinta tidak datang, Alya mencoba bunuh diri. Beruntung dia tidak tewas, tapi pasca kejadian itu, Cinta menyesal dan menjauhi Rangga.

Rangga kemudian setuju untuk menjauhi Cinta, dan memutuskan pindah sekolah ke New York, Amerika Serikat. Cinta tidak mengetahui kalau Rangga pindah, hingga dia diberi tahu Carmen (Adinia Wirasti).

Cinta berhasil menyusul Rangga di Bandara. Sebelum masuk ke dalam pesawat, Rangga berjanji pada Cinta kalau dia akan kembali menemui Cinta saat bulan purnama tiba di New York. Dan cerita pun berakhir dengan perpisahan keduanya.

Kesuksesan film ini tidak saja mendongkrak nama Dian Sastro dan Nicholas Saputra sebagai Artis Pendatang Baru yang sangat populer di masa itu, tetapi juga membuat film Indonesia bangkit kembali. Perkembangan film Indonesia yang sangat pesat dimulai sejak film Ada Apa dengan Cinta sukses. Puluhan film-film berbagai jenis genre memenuhi bioskop-bioskop Indonesia, dan nyaris semuanya sukses besar.

Sebenarnya pasca kesuksesan film Ada Apa dengan Cinta, banyak penonton yang berharap film tersebut dibuat sekuelnya, mengingat akhir cerita film tersebut dibuat menggantung. Sayangnya, para pendukung film tersebut belum berniat untuk membuat sekuelnya.

Untuk mengobati rasa penasaran dan kangen para penonton pada sosok Cinta dan Rangga, film Ada Apa dengan Cinta pernah dibuat dalam bentuk sinetron. Pada tahun 2003, setahun pasca kesuksesan film tersebut, Ada Apa dengan Cinta dibuat dalam versi sinetron dan ditayangkan di televisi swasta RCTI. Sinetron bertotal 104 episode itu ditayangkan 7 Desember 2003 - 10 Juli 2005 dengan diperani Ririn Dwi Ariyanti (Cinta), Revaldo (Rangga), Syarmi Amanda (Alya), Olivia Zalianty (Carmen), Nadia Saphira (Milly), Andrew White (Taura), dan Dwi Andhika (Mamet). Melly Goeslaw didapuk untuk menulis lagu tema sinetron ini. Dan jadilah lagu Kubahagia karya Melly menjadi lagu pembuka dan penutup sinetron Ada Apa dengan Cinta? tersebut.

Ceritanya sendiri merupakan lanjutan dari cerita film layar lebarnya, di mana dikisahkan Cinta yang menunggu kepulangan Rangga, mendapati ada seseorang yang ternyata jatuh hati padanya. Orang itu tidak lain adalah Taura, seorang pelayan yang bekerja di kafe tempat Cinta sering berkunjung ke sana.

Saat hubungan Cinta sudah sangat dekat dengan Taura, Rangga kembali ke Indonesia, memenuhi janjinya pada Cinta. Di saat itu, seorang gadis bernama Putri (Jeany Wass), jatuh hati pada Rangga, membuat hati Rangga sempat berpaling dari Cinta.

Meski sudah dibuat sekuelnya, penonton masih tidak puas, dan menghendaki Dian Sastro - Nicholas Saputra memerani kembali peran mereka. Sebuah film pendek berjudul Ada Apa dengan Cinta? 2004 pernah dibuat dan ditayangkan dalam aplikasi LINE (aplikasi pengirim pesan instan untuk Smartphone). Film pendek berdurasi 10 menit 24 detik itu sebenarnya mempromosikan aplikasi terbaru mereka "Find Alumni" yang berfungsi mengumpulkan pengguna LINE yang sesama alumnus sebuah sekolah. Film tersebut justru menjadi viral dan perbincangan banyak orang, karena mengira film tersebut adalah penggalan dari sekuel Ada Apa dengan Cinta?.

Seruan menghidupkan kembali film tersebut kembali gencar didengungkan. Melihat respon penggemar yang begitu hebat - hingga menjadikan pembahasan sekuel Ada Apa dengan Cinta tersebut menjadi trending-topik di Twitter tahun 2012 (film pendeknya sendiri memecahkan rekor dengan ditonton lebih dari 2,5 juta penonton YouTube hanya dalam waktu 2 hari pasca dirilis) - akhirnya Mira Lesmana (produser film Ada Apa dengan Cinta) setuju untuk membuat sekuel film itu. Bersama Riri Riza, sahabat dan rekan kerjanya, Mira Lesmana pun menggarap sekuel film drama-romantis. Para pendukung film Ada Apa dengan Cinta (Dian Sastro, Nicholas Saputra, Titi Kamar, Sissy Priscilla, dan lain-lain) ternyata juga menyambut baik rencana pembuatan sekuel film yang membesarkan nama mereka itu, sehingga mereka pun setuju untuk memerani peran mereka kembali.


Tanggal 6 Mei 2016 mendatang, dunia akan menyambut "pertarungan akbar" superhero kedua (sebelumnya Batman versus Superman) yang bakal menggegerkan dunia. Yep, seri ketiga film layar lebar Captain America - berjudul lengkap Captain America : Civil War - akan dirilis serentak di seluruh dunia. Film ini akan mengisahkan tentang pecahnya kelompok The Avengers akibat perseteruan Captain America dan Iron Man, yang mana keduanya memiliki pendukung masing-masing dan bertarung habis-habisan. Dengan kekuatan kelompok yang nyaris seimbang, membuat banyak orang penasaran : Siapa yang akan menang dalam pertarungan berdarah itu?

Tapi sebelum menonton film itu, ada hal lain yang perlu Anda ketahui tentang film itu. Ternyata banyak fakta ekstrim dan menarik di balik film tersebut. Apa saja faktanya? Simak dulu info berikut ini, sebelum Anda tonton filmnya bulan depan ...


1. INTRODUCING : BLACK PANTHER
Seperti yang Anda ketahui, alur cerita Captain America : Civil War merupakan lanjutan dari film Avengers : Age of Ultron (2015) dan Captain America 2 : Winter Soldier (2014), dan akan menjadi "awal" dari film Avengers : Infinity War - Part 1 (yang akan tayang Mei 2018 mendatang). Yang tidak Anda ketahui, film ini pun merupakan "prekuel" dari kisah Black Panther.

Ya, meski film Black Panther sendiri sedang dalam proses pembuatan (filmnya rencana akan dirilis 16 Februari 2018 mendatang), tapi sepertinya para produser film kurang pede kalau film Black Panther nanti akan sesukses film-film Marvel Comics yang lain, mengingat kurang terkenalnya karakter ini (hal ini terbukti dari komiknya yang "hidup-mati" beberapa kali, meski fans karakter Marvel paling "cool" ini cukup banyak). Adalah lebih baik jika Black Panther tidak diangkat ke layar lebat. Tapi masalahnya dia punya peran sangat penting dalam kejadian "Civil War" sehingga sangat sulit dan "tidak adil" untuk tidak mengupas karakter ini secara mendalam.

Karena itu, kehadiran Black Panther di film Captain America : Civil War akan menjadi ajang "perkenalan" dirinya pada penonton, sebelum Black Panther tampil di filmnya sendiri 2 tahun lagi. Bagaimana sepak-terjang Black Panther, dan mengapa kehadirannya sangat penting bagi masa depan The Avengers (meski dia sendiri bukan bagian kelompok itu)? Anda bisa temukan jawabannya di film Captain America : Civil War.

Black Panther (dengan alter-ego T'Challa, Pangeran dari Suku Wakanda, Afrika) akan diperani Chadwick Boseman. Di film ini, dia akan bergabung dengan Iron Man.



2. ALUR CERITA SEBENARNYA DARI "CIVIL WAR"
Meski akhir cerita film Captain America : Civil War tidak pernah diungkap, tapi banyak penonton - terutama penggemar komik The Avengers dan Captain America - yang "kuatir" jika akhir cerita film tersebut akan dibuat sama seperti komiknya.

SPOILER : Jika Anda belum membaca komiknya, mari saya ceritakan apa sebenarnya yang diulas komik Civil War (yang mudah-mudahan tidak sama dengan filmnya...). 

Civil War adalah komik yang diproduksi Marvel Comics dan diterbitkan antara tahun 2006 - 2007. Komik yang terdiri dari 7 seri dan ditulis oleh Mark Millar (serta digambar Steve McNiven) itu mengisahkan tentang pertarungan kelompok Captain America dan kelompok Iron Man pasca Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan Superhuman Registration Acts. Meski bertujuan mendata para Superhero, tetapi banyak pihak yang merasa aturan itu dibuat untuk membatasi ruang gerak para superhero dan membahayakan kehidupan para superhero (karena mereka harus melaporkan jatidiri asli mereka kepada Pemerintah).

Captain America menentang Peraturan tersebut, tapi Iron Man mendukungnya. Para superhero yang mendukung Iron Man berubah menjadi arogan karena merasa di atas angin setelah mendapat dukungan Pemerintah. Iron Man - bersama Mr Fantastic - kemudian mendirikan penjara di Negative Zone yang digunakan untuk menjebloskan para superhero yang anti-pemerintah (dan anti Iron Man).

Captain America memimpin para superhero yang menolak peraturan pemerintah tersebut, dan membentuk pasukan bawah tanah bernama The Secret Avengers,yang bertujuan melakukan perlawanan gerilya terhadap kelompok pro-pemerintah. Diam-diam, Tigra - salah seorang anggota The Secret Avengers - berkhianat, membuat sebagian besar anggota The Secret Avengers berhasil diciduk pasukan Iron Man. Beruntung Hulkling - salah seorang anggota termuda The Secret Avengers - berhasil menyusup ke penjara di Negative Zone dan melepaskan rekan-rekannya.

Di akhir cerita, dalam pertarungan hidup-mati di New York, Captain America nyaris mengalahkan Iron Man. Tapi dia kemudian memutuskan menyerah pada Iron Man, guna menghindari jatuhnya korban rakyat sipil.

Dengan menyerahnya Captain America, maka Civil War pun berakhir. Iron Man menjebloskan Captain America ke penjara, di mana dia kemudian tewas dibunuh 2 pengikut setia Iron Man : Sharon Carter (kekasih Captain America) dan Crossbones (yang diam-duam adalah pengikut Red Skull, musuh besar Captain America). 

Setelah berakhirnya Civil War, The Avengers pun bubar. Atas restu Pemerintah Amerika Serikat, Tony Stark mendirikan Fifty State Initiative (The Initiative), sejenis Komisi Pemerintahan yang bertugas mengawasi aktivitas manusia berkekuatan super, dan memastikan berjalannya Superhuman Registration Act. The Initiative menjadi cikal-bakal terbentuknya The Mighty Avengers yang dibentuk oleh Tony Stark, setelah dilantik menjadi Direktur S.H.I.E.L.D. Adapun The Mighty Avengers beranggotakan Iron Man, Wonder Man, The Wasp, Black Widow, Sentry, dan Ares. Di bawah kendali mereka, banyak superhero anti-pemerintah yang berhasil dijaring, mendapat pengampunan pemerintah, dan bergabung dengan The Mighty Avengers.

Para superhero yang tidak suka dengan Iron Man memilih pindah ke negara lain.  Beberapa superhero yang memilih tetap tinggal di Amerika Serikat, diam-diam membentuk kelompok bawah tanah yang mereka namai The New Avengers, dengan beranggotakan Spider-Man, Wolverine, Ronin, Doctor Strange, Iron Fist, Mockingbird, Ms. Marvel, Spider-Woman, dan Luke Cage (sebagai Pemimpinnya). Bucky Barnes - sahabat Steve Rogers yang sempat dicuci otak menjadi Winter Soldier - mengambil alih peran sahabatnya itu sebagai Captain America.



3.CIVIL WAR BERHUBUNGAN DENGAN THOR : RAGNAROK
Meski Thor (Chris Hemsworth) tidak muncul dalam pertarungan Captain America - Iron Man di film Civil War, tapi ternyata apa yang diungkap di film Civil War ternyata berhubungan langsung dengan film Thor : Ragnarok yang akan tayang tahun depan.

Menurut Jaimie Alexander, pemeran Sif di film Civil War, Sutradara Anthony dan Joe Russo dengan cerdasnya menyebarkan banyak petunjuk "tidak terduga" yang mengarah pada film Thor tersebut. Mungkin jika menonton sekilas, Anda tidak akan melihatnya. Tetapi jika diperhatikan dengan baik, para penonton akan paham apa yang akan terjadi di film Thor : Ragnarok.



4. FILM INI AKAN BANYAK BERFOKUS PADA BUCKY BARNES
Seperti yang Anda ketahui, Bucky Barnes (diperani Sebastian Stan) adalah sahabat sekaligus musuh Captain America, di mana dia nyaris berhasil membunuh pahlawan super itu di film Captain America: Winter Soldier. Meski demikian, di akhir cerita film tersebut, Bucky teringat kembali pada Captain America dan memutuskan membantu sahabatnya itu.

Nah, di Civil War, Bucky Barnes akan tampil lebih banyak dan fokus cerita sebenarnya lebih banyak padanya. Wajar, mengingat dalam cerita komiknya, Bucky Barnes akan menggantikan Steve Rogers sebagai Captain America setelah sahabatnya itu tewas dibunuh Crossbones. Dan bisa jadi di akhir cerita film Civil War, Bucky Barnes akan mengambil alih peran Captain America, dan tindakannya itu akan menjadi awal dari terbentuknya The New Avengers, dan juga dimulainya perang antar superhero yang akan terjadi di Infinity War.



5. MUSUH BESAR CAPTAIN AMERICA DI CIVIL WAR
Meski Marketing fiilm Captain America : Civil War cenderung mengangkat isu perselisihan Captain America dan Iron Man, tidak berarti film ini hanya mengisahkan pertarungan kelompok kedua super hero itu saja. Selain pertarungan superhero, sebenarnya akan ada pula karakter antagonis yang akan menjadi musuh utama di film Civil War.

Musuh besar itu tidak lain adah Helmut Zemo, atau yang lebih dikenal dengan Baron Zemo. Diperani Daniel Bruhl, Baron Zemo adalah musuh besar Captain America yang terkenal sadis dan merupakan Ilmuan Nazi yang super cerdas serta sadis.  Di film ini Baron Zemo akan tampil mengenakan topeng berwarna Ungu.



6. KEMUNCULAN ANT-MAN DI CIVIL WAR BUKAN TANPA ALASAN
Meski keberadaannya berhubungan dengan Captain America (lewat film Ant-Man), tapi Ant-Man / Scott Lang (diperani Paul Rudd) sendiri sebenarnya tidak ikut terlibat dalam Civil War. Hal ini dapat dilihat di komik Civil War, di mana karakter Ant-Man sama sekali tidak ada.

Lalu mengapa karakter ini justru muncul di film Captain America : Civil War? Ternyata ada alasannya ...

Jika melihat jajaran karakter yang tampil di film Civil War, Anda akan temukan kalau mereka semua adalah karakter "serius". Hal ini akan membuat film Civil War akan terkesan kelam, gelap, dan berat sekali, lantaran kondisi ceritanya demikian. Karena itu, dibutuhkan kehadiran sosok superhero yang bisa mencairkan suasana sedikit, sehingga tidak membebani penonton. Itulah alasan mengapa Ant-Man dihadirkan dalam film ini.

Lewat aksinya yang akan konyol dan humoris, Ant-Man akan membuat film Civil War lebih ringan guna mengimbangi alur ceritanya yang sudah sedemikian berat. Namun tidak berarti kehadirannya hanya akan jadi "badut", karena perannya ternyata juga berdampak cukup besar pada kelanjutan cerita film ini, terutama sekali untuk film Avengers : Infinity War (2018).



7. X-MEN TIDAK MUNCUL DI FILM INI 
Dalam versi komik, X-Men sebenarnya punya peran sangat besar dalam Civil War, terutama sikap yang mereka ambil saat Superhuman Registration Act digelontorkan Pemerintah Amerika Serikat, yang pada akhirnya membuat perseteruan kelompok Captain America - Iron Man makin seru dan kompleks.

Masalahnya, hak produksi film yang menggunakan karakter X-Men dan Marvel Comics dipegang oleh produser yang berbeda  : X-Men dipegang oleh 20th Century Fox, sedangkan Captain America, Iron Man, dan Avengers dipegang Walt Disney. Akibatnya, dapat dipastikan X-Men tidak akan muncul di film-film Marvel Cinematic Universe (MCU). Sayang sekali ....



8. ... DEMIKIAN JUGA FANTASTIC FOUR
Ya, Fantastic Four pun punya peran yang cukup besar dalam Civil War. Dalam versi komiknya, terjadi perselisihan dalam kelompok Fantastic Four di mana Mr Fantastic memutuskan untuk bergabung dengan Iron Man, meninggalkan Invisible Woman, Human Torch, dan The Thing yang berbeda pendapat dengannya.

Pasca bergabung dengan Iron Man, perilaku Mr Fantastic berubah dan menganggap dirinya jauh lebih superior daripada superhero lain. Hal ini membuat anggota Fantastic Four yang lain memutuskan untuk bergabung dengan Captain America dan bertarung melawan Mr Fantastic. Kondisi ironis ini menjadi daya tarik yang dipastikan akan disukai penonton.

Sayangnya, ide memasukkan Fantastic Four ke dalam film Civil War terkendala dengan hak produksi. Sama seperti X-Men, hak produksi Fantastic Four juga dipegang oleh 20th Century Fox, sehingga sangat tidak mungkin memasukkan karakter ini ke dalam film tersebut, meski ceritanya sangat menarik dan punya nilai jual.



9. DI MANAKAH HULK? 
Dua karakter paling dominan yang menarik perhatian penonton di film Avengers : Age of Ultron adalah Hawkeye (diperani Jeremy Renner) dan Hulk (Mark Ruffalo). Keduanya memegang kunci dan peran cukup besar dalam film tersebut. Hal yang sama juga (seharusnya) terjadi di Civil War karena keduanya pun punya peran yang sangat penting dalam perang tersebut.

Hawkeye memang muncul di Civil War. Tapi mengapa Hulk tidak? Ke mana dia?

Pertanyaan ini mencuat dan dipertanyakan para penggemar The Avengers saat film Civil War dibuat. Jika membaca komiknya, Hulk disebutkan menjadi alasan Pemerintah mengeluarkan Superhuman Registration Act, setelah dia mengamuk di Las Vegas dan menewaskan 26 orang rakyat sipil. Munculnya Aturan tersebut menimbulkan gejolak di antara para superhero, yang kemudian membuat mereka terpecah dua : Mendukung Pemerintah (kelompok Captain America) dan menentang Pemerintah (kelompok Iron Man).

Hulk sendiri pada akhirnya memutuskan ikut Kelompok Captain America. Dan setelah Captain America tewas, Hulk bersembunyi, untuk kemudian bergabung dengan The New Avengers.

Kealpaan Hulk dalam film Civil War tidak pernah dijelaskan alasannya dengan rinci oleh pihak produser film ini. Karena itu, dipastikan kita tidak akan bertemu Raksasa Bertubuh Hijau ini hingga tahun 2018, saat dia tampil kembali di film Avengers : Infinity War.



10. ALUR CERITA BARU UNTUK AGENTS OF S.H.I.E.L.D.
Bagi Anda yang mengikuti serial televisi Agents of S.H.I.E.L.D., tentu tahu jika ceritanya sudah masuk ke dalam konflik internal di mana munculnya Agen S.H.I.E.L.D. yang korupsi dan mendukung HYDRA. Begitu kompleksnya cerita di serial televisi tersebut, sehingga terkesan sudah lepas dari MCU dan berdiri sendiri dengan alur mereka sendiri.

Di film Civil War, secara mengejutkan para Agen S.H.I.E.L.D. akan ditampilkan (meski tidak semua anggota) dan akan memainkan alur cerita yang sangat berbeda dari apa yang Anda ketahui dari serial televisinya. Apakah ini pun menandakan kalau kepemimpinan Agents of S.H.I.E.L.D. juga terpecah dua, sehingga sebentar lagi kita akan menyaksikan dua serial televisi Agents of S.H.I.E.L.D dengan cerita dan pemeran yang berbeda? Semoga saja tidak ....


Tahun 1987 - 1995, televisi dunia pernah diramaikan oleh serial televisi kocak berjudul Full House. Buat Anda yang menikmati masa pra-remaja dan remaja di tahun tersebut, tentu sangat kenal dengan serial yang satu ini, karena rutin ditayangkan di televisi nasional.


Nah, 21 tahun pasca berakhirnya serial tersebut, kini diriliskan sekuel dari serial tersebut. Judulnya Fuller House, dan sudah tayang sejak 26 Febrari 2016 kemarin. Serial ini menampilkan hampir semua pemeran utama Full House. Hanya si kembar Mary-Kate dan Ashley Olsen (yang memerani karakter bayi lucu Michelle di serial Full House) belum berminat untuk bergabung, sehingga mereka tidak ditampilkan di Season Pertama yang sedang tayang saat ini.

Agak mirip dengan serial televisi terdahulunya, Fuller House mengisahkan tentang DJ Tanner Fuller (diperani Candace Cameron Bure), anak sulung dari Danny Tanner (Bob Saget) yang baru kehilangan suaminya, Tommy Fuller. Tommy adalah pemadam kebakaran yang meninggal saat menjalankan pekerjaannya. Pasca kepergian suaminya, DJ - yang bekerja sebagai dokter hewan - harus mengasuh 3 orang anaknya : Jackson (Michael Campion) yang sudah remaja, Max (Elias Harger) yang berusia 7 tahun, dan si bayi Tommy Fuller Jr (diperani bayi kembar Dashiell dan Fox Messitt).
Candace Cameron (pemeran DJ Tanner) : Dulu dan Sekarang

Karena kesulitan mengasuh ketiga anaknya, DJ meminta bantuan adiknya, Stephanie (Jodie Sweetin), dan sahabatnya, Kimmy Gibber (Andrea Barber). Stephanie dan Kimmy bersedia membantu DJ, serta memutuskan untuk tinggal bersama DJ agar lebih mudah mengawasi ketiga anak DJ. Mereka tinggal di rumah DJ yang terletak di San Fransisco (di mana rumah tersebut sebenarnya adalah rumah masa kecil DJ dulu).
Stephanie Tanner (Jodie Sweetin) : Dulu dan Sekarang

Meski berusaha hidup mandiri, tapi DJ masih juga sesekali meminta saran dari ayah, paman, dan sahabat ayahnya yang dulu juga pernah merawatnya. Danny Tanner - sang ayah - kini tinggal di Los Angeles dan menjadi Pembawa Acara Televisi Populer Wake Up USA. Jesse Katsopolis (John Stamos), paman Stephanie, kini telah menjadi komposer musik film. Sedangkan Joey Gladstone (Dave Coulier), sahabat Danny, kini telah menjadi Komedian Populer dan tinggal di Las Vegas.
Kimmy Gibber (Andrea Barber): Dulu dan Sekarang
Serial ini mendapatkan respon yang cukup positif dari para penonton Amerika Serikat, terutama para penonton yang berusia di bawah 40 tahun dan pernah menyaksikan serial televisi Full House. Setidaknya kehadiran Fuller House menjadi obat rindu mereka pada Keluarga Tanner yang pernah menghibur mereka di masa muda dulu.

Season pertama serial ini (total 13 episode) telah tuntas tayang serentak tanggal 26 Februari 2016 di Netflix. Tanggal 2 Maret 2016, Netflix telah mengonfirmasikan untuk memperpanjang serial ini dan Season Kedua akan mulai diproduksi dalam waktu dekat.



ABOUT "FULL HOUSE"
Seperti yang saya tulis di awal, Full House adalah serial televisi komedi yang sangat populer di masa lalu. Ditayangkan perdana tanggal 22 September 1987 hingga tayang terakhir 23 Mei 1995, serial ini telah membukukan sebanyak 192 episode yang terbagi dalam 8 Season.

Serial hasil kreasi Jeff Franklin yang ditayangkan di jaringan televisi ABC ini mengisahkan tentang Pembaca Berita Danny Tanner (Bob Saget) yang baru-baru ini kehilangan istriya akibat kecelakaan lalu lintas. Hal ini membuat dia harus mengurusi sendiri 3 orang anak perempuannya yang masih belia : DJ (Candace Cameron) yang baru berusia 10 tahun, Stephanie (Jodie Sweetin) yang berusia 5 tahun, dan Michelle (diperani bergantian oleh si Kembar Mary Kate dan Ashley Olsen) yang masih 10 bulan.
Danny Tanner (Bob Saget) : Dulu dan Sekarang

Karena kewalahan mengurusi ketiga anaknya itu, Danny kemudian meminta bantuan Jesse Katsopolis (John Stamos) - Adik Iparnya yang seorang Rocker - dan Pelawak Stand Up Commedy Joey Gladstone (Dave Coulier). Kedua orang itu sepakat membantu Danny dan mereka pun tinggal serumah dengan Danny.

Jesse Katsopolis (John Stamos) : Dulu dan Sekarang
Keseluruhan episode Full House mengisahkan hubungan yang kocak antara Danny, Jesse, dan Joey dengan ketiga anak Danny tersebut, di mana hubungan mereka perlahan terus menguat dan membuat mereka menjadi satu keluarga.
Joey Gladstone (Dave Coulier) : Dulu dan Sekarang

Serial ini meraih prestasi yang cukup gemilang, di mana rata-rata episode ditonton antara 10 - 17 juta penonton. Season 5 menjadi season yang sangat baik, dengan rata-rata penonton mencapai 17 juta orang per episode. Bahkan di Season 8 - yang merupakan season terakhir - ditonton 12.5 orang perepisode.

Setelah Full House selesai tayang, banyak penonton yang menghendaki agar serial ini dihidupkan kembali. Hal yang sama juga dirasakan John Stamos yang mengambil inisiatif untuk mengumpulkan semua pendukung serial tersebut untuk bermain lagi di serial televisi sekuel Full House. Tapi rencana itu tidak mudah, karena semua pendukung serial tersebut sudah punya jadwal kerja yang sangat padat. Meski demikian, para pendukung Full House sempat berkumpul dalam beberapa kesempatan, meski tidak untuk konteks pembuatan sekuel atau remake serial televisi Full House.

Pada tanggal 9 Mei 1997, dalam salah satu episode America's Funiest Video di mana merupakan episode terakhir yang dibawakan Bob Saget, 6 orang pendukung Full House (John Stamos, Dave Coulier, Candace Cameron, Jodie Sweetin, Andrea Barber, dan Lori Loughlin) tampil memberikan dukungan mereka pada Bob Saget.

Tahun 2012, para pendukung Full House pernah berkumpul, merayakan 25 tahun serial Full House mengudara. Acara yang berupa ramah-tamah dan kumpul-kumpul tersebut, sayangnya, tidak dihadiri Mary-Kate dan Ashley Olsen, duo kembar pemeran si bayi Michelle Tunner. Menurut Manager mereka, Mary-Kate dan Ashley Olsen tidak bisa menghadiri reuni tersebut karena kesibukan mereka di dunia pakaian wanita.
Michelle Tanner (Mary-Kate & Ashley Olsen) : Dulu dan Sekarang
Tanggal 19 Juli 2013, John Stamos memerani karakter Jesse Katsopolis dan tampil di acara Late Night with Jimmy Fallon. Di acara tersebut, Stamos bernyanyi bersama The Ripper, band tempat Jesse Katsopolis berkiprah. Dia menyanyikan beberapa lagu Beach Boys, dan lagu "Everywhere You Look" yang merupakan lagu tema (theme song) dari serial Full House. Di tengah-tengah lagu, secara mengejutkan Bob Saget dan Lori Loughlin tampil untuk memberikna dukungan pada John Stamos.

Bulan Agustus 2014, Warner Bros mengungkapkan rencana mereka untuk merilis ulang serial Full House. Menanggapi rencana tersebut, John Stamos mendekati para petinggi Warner Bros dan mengajukan idenya. Ide tersebut diterima, dan proses produksi Fuller House pun dilakukan. Jeff Franklin - kreator asli Full House - dilibatkan dalam produksi serial tersebut sebagai Produser Eksekutif, bekerja sama dengan produser eksekutif lain untuk serial tersebut, yaitu Thomas L. Miller dan Robert L. Boyett.

Di bulan April 2015, Netflix berhasil membeli hak produksi serial Fuller House. Produksi serial itu pun dimulai Juli 2015. Hampir semua pendukung Full House menyambut baik rencana pembuatan serial Fuller House, dan mereka pun bergabung dalam serial tersebut. Hanya si kembar Mary-Kate dan Ashley Olsen yang, lagi-lagi, tidak memberikan respon mengenai rencana keterlibatan mereka dalam serial tersebut.

Menurut informasi yang saya peroleh, Ashley Olsen tidak berminat untuk berkarir di dunia film lagi karena saat ini sedang fokus untuk membesarkan dunia fashion yang sedang digelutinya beberapa tahun terakhir ini. Hal serupa juga diungkapkan Mary Kate. Meski sempat mempertimbangkan untuk bergabung di serial itu, Mary Kate tidak memberikan konfirmasi saat proses produksi serial tersebut dimulai.

Di awal Januari 2016, produser Fuller House mendekati adik bungsu Si Kembar Olsen, Elizabeth Olsen, dan menawarinya peran Michelle Tanner. Aktris pemeran Wanda Maximoff / Scarlet Witch yang baru menyelesaikan shooting Captain America : Civil War ini dengan sopan menolak tawaran tersebut, karena tidak mau mengambil peran yang pernah membesarkan kedua saudara sulungnya tersebut.

Meski kemungkinan menghadirkan Si Kembar Olsen di serial Fuller House sangat tipis, namun para produser sangat optimis kalau mereka satu waktu akan berubah pikiran dan memutuskan untuk memerani serial tersebut. Karena optimisme itu, maka karakter Michelle Tanner tidak dimunculkan di Season Pertama Fuller House. Hal yang sama juga bakal terjadi di Season 2 yang akan diproduksi sebentar lagi, mengingat hingga hari ini Si Kembar Olsen belum memberikan konfirmasi keterlibatan mereka dalam serial itu.



DO YOU KNOW? 
Theme Song serial Fuller House berjudul "Everywhere You Look" dan dinyanyikan oleh Carly Rae Jepsen. Sebagai informasi, lagu tema ini adalah lagu yang sama yang digunakan di serial televisi Full House. Hanya saja waktu itu dinyanyikan oleh Jesse Frederick.

Di serial ini, Candace Cameron menggunakan nama "Candace Cameron Bure". Nama belakang merupakan nama suaminya, Valeri Bure. Suaminya adalah Pemain Hoki NHL asal Rusian. Mereka menikah tahun 1996, setahun setelah Full House selesai tayang.

Jodie Sweetin, pemeran Stephanie Tanner (adik DJ), sempat berhenti dari dunia film dan memfokuskan diri pada pendidikan. Pasca Full House selesai produksi dan tayang, Sweetin menuntaskan SMA dan Kuliahnya. Dia mulai terjun lagi ke dunia film, khususnya dunia televisi, tahun 2003 dengan menjadi pembawa acara Pants-Off Dance-Off. Hingga hari ini, dia masih aktif bermain film, meski mayoritas adalah Film-Televisi (FTV) dan serial televisi.

Agar mirip dengan Sweetin, Andrea Barber - pemeran Kimmy Gibbler - juga berfokus pada menyelesaikan sekolahnya, pasca berakhirnya Full House tahun 1995. Setelah wisuda dari Whittier College (Jurusan Bahasa Inggris), Barber banyak berkecimpung di dunia pendidikan, dan bekerja sebagai Asisten Direktur Whittier College. Barber baru kembali lagi terjun ke dunia perfilman televisi tahun 2012 dengan menjadi bintang tamu serial televisi komedi Funny or Die. Dan tahun 2016, dia bergabung dengan teman-teman lamanya di Full House untuk membintangi serial televisi Fuller House.



Tahun 2003 silam, ada sebuah film eksyen India yang super-seru dan meraih keuntungan finansial luar biasa berjudul Gangaajal. Film yang disutradarai Prakash Jha dan diperani Ajay Devgan, Gracy Singh, serta Mukesh Tiwari itu mengisahkan tentang perjuangan seorang polisi bernama Amit Kumar (Devgan) yang berhadapan dengan para preman penguasa distrik Tezpur di daerah Bihar, India.


Melanjutkan sukses film itu, maka di tahun ini, dirilislah sekuel film tersebut dengan judul Jai Gangaajal (The End Game). Meski merupakan sekuel, tapi film ini sendiri tidak ada hubungannya dengan cerita film pertama yang dirilis 13 tahun silam. Yang sama hanyalah sutradara serta alur ceritanya saja. Selain itu, di film ini Prakash Jha ikut berperan dalam film ini sebagai Inspektur Korup B.N. Singh.

Film ini mengisahkan tentang kehidupan masyarakat di kota Lakhisarai yang terletak di distrik Bankipur, di mana kota terebut dikuasai oleh kelompok preman pimpinan dua bersaudara Babloo Pandey (Manav Kaul) dan Dablu Pandey (Ninat Kamat). Menggunakan kekuatannya, mereka dengan semena-mena mengambil tanah dan memeras penduduk di kota tersebut. Bahkan mereka menyuap para polisi sehingga tidak ada yang berani menangkap mereka. Agar tidak kelihatan disuap, polisi berpura-pura membela masyarakat ketika Dua Bersaudara Pandey mencoba mengambil alih sebuah pasar dengan kekerasan. Pada akhirnya justru polisi menangkapi orang-orang yang dianggap provokator dan membela Pandey Bersaudara.

Tidak sampai di situ saja. Agar dapat menguasai kota itu sepenuhnya, Pandey Bersaudara kemudian memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Perdana Menteri Kota Tersebut. Menanggapi protes masyarakat, juga kekuatiran akan merebaknya kekacauan jika Pandey Bersaudara terpilih sebagai Perdana Menteri, maka Perdana Menteri yang berkuasa saat itu menugaskan Komisaris Abha Mathur (Priyanka Chopra) untuk memimpin kepolisian di kota tersebut. Abha sendiri tidak lain adalah murid Perdana Menteri, dan dia sangat dipercaya karena kejujuran serta ketegasan Abha dalam bekerja.

Segera setelah mendapatkan mandat, tanpa menunggu lama, Abha turun tangan dan membereskan kasus-kasus kejahatan dan korupsi di kotanya. Para preman pengikut Pandey Bersaudara dipenjarakan. Semua anggota polisi yang diduga menerima suap, termasuk Inspektur Singh (Prakash Jha), dipecat dan dijebloskan ke penjara. Gerak-gerik Pandey Bersaudara pun dibatasi, bahkan dibuat tidak nyaman.

Kesal dengan tindakan Abha, Pandey Bersaudara memerkosa dan membunuh seorang gadis remaja yatim piatu. Mereka pun melakukan pembunuhan pada siapapun yang mendukung Abha. Semakin banyak anggota Pandey yang ditangkap, semakin banyak pula orang yang Pandey Bersaudara bunuh. Tindakan itu menjatuhkan moral para polisi yang mendukung Abha, sehingga satu-persatu mundur. Hal itu membuat Abha frustrasi dan akhirnya memutuskan untuk melakukan perlawanan frontal pada kedua bersaudara tersebut.

Film berdurasi 2 jam 28 menit ini sarat dengan aksi seru perkelahian dan tembak-menembak. Sekilas film ini mengingatkan para penonton pada sepak-terjang Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang saat ini getol memangkas korupsi dan melawan para preman. Meski cara Ahok tidak seperti apa yang dilakukan Komisaris Abha yang tergolong "brutal", tapi keduanya punya semangat yang sama dalam membereskan kota mereka.

Film ini sudah tayang di India tanggal 4 Maret 2016 silam dan sudah tayang serentak di seluruh dunia 8 April 2016 silam. Mungkinkah film ini tayang di Indonesia? Mungkin saja....


Manga Jepang selalu menampilkan cerita-cerita unik dan tidak terpikirkan banyak orang. Tidak heran kalau banyak film yang kemudian diadaptasi dari manga tersebut. Nah, adaptasi manga terbaru yang dirilis bulan ini adalah I Am A Hero, manga bergenre horor yang ditulis dan digambar Kengo Hanazawa.

 Film ini disutradarai Shinsuke Sato, serta diperani Yo Oizumi, Kasumi Arimura, Masami Nagasawa. Film ini sebenarnya sudah tayang perdana di Sitges Film Festival tanggal 13 Oktober 2015 silam. Kalau tayang untuk umum baru akan dilakukan 23 April 2016 mendatang.

Film ini mengisahkan tentang Hideo Suzuki (Yo Oizumi), seorang asisten gambar mangaka (penulis manga) berusia 35 tahun yang hidup dalam kondisi yang memprihatinkan. Dengan gaji kecil dan waktu kerja yang sangat panjang, dia tidak bisa menikmati hidupnya sebagai manusia pada umumnya. Hal ini membuatnya sering melamun dan berimajinasi kalau memiliki pekerjaan dengan gaji tinggi dan hidup bahagia.

Satu ketika, sebuah virus ganas bernama ZQN merebak di Jepang. Orang yang terjangkit virus tersebut berubah menjadi orang gila yang haus untuk membunuh dan memakan korbannya. Siapapun yang terkena gigitan virus itu, akan berubah menjadi gila juga. Uniknya, para korban yang terjangkit virus ZQN memiliki tenaga manusia super, sehingga sangat tidak mungkin untuk dikalahkan.

Di tengah kekacauan itu, Hideo bertemu dengan seorang siswi SMA bernama Hiromi Hayakari. Bersama-sama, mereka berusaha kabur dari kota. Tapi Hiromi kemudian digigit oleh seorang bayi yang terjangkit ZQN. Beruntung bayi tersebut belum punya gigi, sehingga virus itu tidak menjalar ke tubuh Hiromi dengan cepat. Sebelum virus itu menguasai Hiromi, Hideo berjuang keras untuk mencari pertolongan.

Diam-diam, ternyata Hideo sendiri juga tergigit oleh kekasihnya yang terkontaminasi virus ZQN. Karena itu dia berjuang sekuat tenaga untuk menyelamatkan Hiromi, sebelum dirinya dikuasai ZQN dan akhirnya membunuh Hiromi.

Akankah Hideo dan Hiromi akan selamat dari virus ZQN?



DO YOU KNOW?
Manga I Am A Hero dirilis sejak tahun 2009 hingga sekarang (diterbitkan Big Comic Spirits di Jepang dan Dark Horse Comics di Amerika Serikat), dan telah terbit sebanyak 20 volume. Manga ini merupakan salah satu manga paling sukses saat ini dengan penjualan yang telah tembus hingga 4 juta kopi di seluruh dunia.

Manga ini juga meraih nominasi dalam ajang manga bergengsi, dan meraih penghargaan Komik Terbaik Kategori Umum di ajang Shogakukan Manga Award ke-58 (tahun 2013). Manga ini berada di urutan pertama daftar "10 Besar Manga Zombie Terbaik Saat Ini" versi Anime News Network.
NewerStories OlderStories Home