Bulan Maret silam, Jaringan Televisi Hulu merilis sebuah serial televisi 10 episode yang cukup kontroversial berjudul The Path. Serial yang naskah ceritanya ditulis Jessica Goldberg, dengan diperani Aaron Paul, Michelle Monaghan, Rockmond Dunbar, dan Emma Greenwell ini mengangkat cerita tentang sebuah Sekte fiksi bernama Meyerist yang melakukan banyak hal baik, dan menarik simpati banyak orang. Tanpa diketahui, diam-diam sekte ini punya rahasia gelap tersembunyi yang sangat berbahaya.

Dikisahkan Eddie Lane (Aaron Paul), Cal Roberts (Hugh Dancy), dan Sarah Lane (Michelle Monaghan) adalah tiga bersahabat yang bersahabat sejak kecil serta tinggal bersama dalam lingkungan Sekte Gerakan Meyerist. Setelah dewasa, Eddie menikah dengan Sarah dan Cal ditunjuk oleh Dr. Stephen Meyer (Keir Dullea) - pendiri Gerakan Meyerist - sebagai pemimpin. Dr. Meyer sendiri disebutkan mengasingkan diri untuk menuntaskan tiga ajaran terakhir Gerakan Meyerist. Apabila ajaran itu tuntas ditulis, maka para pengikut Meyerist meyakini kalau itulah waktunya Dunia berakhir dan berganti menjadi dunia yang lebih baik yang mereka sebut The Garden.

Saat melakukan retret ke Peru, Eddie mendapatkan penglihatan tentang masa depan Meyerist, di mana ajaran yang diajarkan Stephen Meyer adalah kebohongan dan Meyer sedang sekarat. Eddie panik. Salah seorang peserta retret, Miranda Frank (Minka Kelly) mencoba menenangkan Eddie.

Sepulang dari retret, Eddie mencari tahu lebih dalam tentang Meyerist. Dari sanalah dia bertemu Alison Kemp (Sarah Jones), mantan anggota Meyerist yang kabur dari sekte itu. Dia pun menceritakan pada Eddie hal-hal yang dialaminya namun tidak pernah diketahui para pendukung sekte. Eddie yang diam-diam menghubungi Alison, justru dicurigai istrinya dan Sarah menduga suaminya berselingkuh dengan Miranda. Hal inilah yang kemudian membuat pernikahan Eddie dan Srah goyah.

Di lain pihak, Cal yang mengetahui kalau Stephen Meyer sedang sekarat, mencoba mengambil kesempatan untuk menguasai Gerakan Meyerist seutuhnya. Dia mulai tampil di televisi untuk meraih simpati, dukungan, serta pengikut yang lebih banyak lagi. Hal ini terbukti berhasil dan banyak orang bersimpati pada Meyerist. Tetapi tindakannya tidak disukai Bill (Brian Stokes Mitchell) dan Felicia (Adriane Lenox), dua orang Pendiri Gerakan Meyerist. Diam-diam, mereka mengawasi gerak-gerik Cal untuk mencari tahu motif di balik semua tindakannya.

Aktivitas Gerakan Meyerist ternyata menarik perhatian Detektif Abe Gaines (Rockmond Dunbar), yang mencurigai adanya itikad buruk dari para anggota Gerakan Meyerist. Dia pun menyamar dan masuk menjadi anggota gerakan tersebut. Namun, setelah beberapa lama mengikuti gerakan tersebut, Abe justru mengalami konflik batin dan mempertanyakan imannya.

Serial drama yang sangat seru karena konflik yang dibangunnya ini ditayangkan di Jaringan Hulu sejak 30 Maret 2016 dan telah selesai tayang tanggal 28 Mei 2016 kemarin. Mengingat respon penonton yang cukup baik, maka Hulu memperpanjang serial ini dengan membuat Season Kedua yang rencananya akan tayang awal tahun depan.



ABOUT "MEYERIST MOVEMENT"
Meyerist Movement atau Gerakan Meyerist adalah sebuah sekte atau gerakan keagamaan fiktif yang berfokus pada pengembangan spiritual. Gerakan ini didirikan dan dikembangkan oleh Dr. Stephen Meyer (bersama dua sahabatnya : Bill dan Felicia). Melalui bukunya, "The Ladder", Meyer mengajarkan para pengikutnya "Keselamatan diperoleh ketika manusia memiliki kepercayaan (Faith) pada Sang Cahaya (The Light). Dan guna mendapatkan keselamatan, manusia harus mendaki tangga (The Ladder) meraih cahaya tersebut. Tidak banyak yang bisa mencapai punya tangga, tetapi jika mereka melakukannya dengan sungguh-sungguh, maka mereka akan meraih keselamatan dan kebahagiaan sejati, serta menjadi salah satu bagian dari Taman (The Garden) yang merupakan akhir dari perjalanan hidup manusia".

Menurut Meyer, keselamatan bisa diperoleh ketika manusia membuang semua penderitaan, masalah, kecewa, dan hal-hal buruk yang ada dalam pikiran. Karena itu, hal pertama yang harus dilakukan manusia untuk selamat adalah membuang jauh-jauh pikiran dan perasaan buruk serta bersifat negatif dari dalam diri. Karena itulah, pendukung Meyer banyak memberikan sugesti dan dorongan kepada para pengikutnya untuk membuang semua hal negatif dari dalam diri mereka. Keselamatan juga bisa diperoleh ketika para pengikut Meyerist banyak melakukan kebaikan, menolong orang-orang yang butuh pertolongan, serta makan makanan alami yang tidak merusak tubuh (karena itulah pengikut Meyerist adalah Vegetarian).

Ide mendirikan Gerakan Meyerist ini muncul ketika Stephen Meyer sedang berada di Peru dan mendapatkan visi sedang mendaki tangga yang terbakar menuju ke atas gunung. Saat dia sudah mencapai puncak gunung itu, dia melihat dunia mengalami dua kejadian : Bencana Alam yang dasyat, dan dunia berubah menjadi sebuah Taman yang Indah.

Secara umum, ajaran yang diajarkan Gerakan Meyerist merupakan gabungan antara ajaran Scientologi, Yahudi, Hindu (Yoga), dan Kristen, dengan penekanan pada ajaran Scientologi, di mana dalam banyak adegan, para pengikut Meyerist menggunakan E-meter (alat pendeteksi Aktivitas Elektrodermal / EDA pada tubuh manusia) yang biasa digunakan oleh para pengikut Scientologi.



DO YOU KNOW? 
Awalnya serial ini diberi judul "The Way". Tetapi karena memiliki kesamaan nama dengan Seminari Kristen "The Way International" dan dikuatirkan dapat berdampak negatif, judul serial ini pun diubah menjadi "The Path".

Meski Gerakan Meyerist adalah gerakan agama fiktif, namun - di dunia nyata - banyak orang yang tertarik untuk menjadi pengikut ajaran itu, setelah menonton serial ini. Majalah Vanity Fair menuliskan bahwa Gerakan Meyerist "menginspirasi para penonton untuk melakukan kebaikan, meningkatkan kualitas hidup manusia, dan mengembalikan makna tentang kebaikan, cinta kasih, serta pedamaian. Inilah yang menjadi alasan mengapa Aliran Keagamaan ini disukai banyak orang, meski sebenarnya Meyerist hanyalah fiksi belaka."

Di episode ketiga serial ini, artis senior Kathleen Turner akan tampil dengan berperan sebagai Brenda Roberts, ibu dari Cal Roberts. Brenda adalah seorang wanita pecandu minuman keras dan sangat menjengkelkan di masa tuanya. Kathleen Turner sendiri dulunya adalah artis sensual Hollywood yang sangat populer di tahun 1980-an (dan bersaing ketat dengan Sharon Stone yang juga saat itu terkenal sebagai artis sensual yang melejit lewat film Basic Instinct). Beberapa film terkenal Turner antara lain Body Heat (1981), Romancing the Stone (1984), dan Prizzi's Honor (1985).

Pada tanggal 4 Mei 2016, Hulu memberikan konfirmasi kalau serial ini disetujui untuk dibuatkan Season Kedua. Konfirmasi ini direspon oleh tim kreatif serial The Path dengan mengubah skenario terakhir. Akibatnya di episode terakhir nanti, Anda akan melihat banyak kejadian yang sengaja digantung (tidak dituntaskan), dengan tujuan membuat penasaran penonton agar kemudian mengikuti kelanjutan cerita serial ini di Season Kedua mendatang.

Untuk bisa memunculkan sensasi suasana spiritual, Sutradara Mike Cahill (yang menyutradarai beberapa episode awal The Path) menggunakan tiga kamera dan hanya mengandalkan cahaya natural dari alam. Teknik visual yang disebutnya "Epic Verite" ini berhasil memunculkan suasana tersebut, dan membuat para penonton mempercayai kalau Gerakan Meyerist adalah gerakan yang benar-benar ada.

Banyak orang yang mengira kalau hanya buku komik itu hanya melulu cerita superhero - seperti Superman, Batman, X-Men, The Avengers - yang diadaptasi ke layar lebar. Padahal tidak semua komik mengisahkan super hero. Malah ada beberapa komik yang tidak menceritakan manusia super, dan komik itu juga diadaptasi ke layar lebar. 

Hmm... penasaran kan, kira-kira komik non-Super Hero apa saja sih yang pernah diadaptasi jadi film layar lebar?

1. WEIRD SCIENCE (1985)
Film yang disutradarai John Hughes dan diperani Anthony Michael Hall, Ilan Mitchell-Smith, dan Kelly Le-Brock ini adalah film remaja bergenre fiksi-ilmiah. Karena film ini mengetengahkan tentang remaja tanpa embel-embel superhero, banyak yang tidak menyangka kalau film ini adalah adaptasi dari komik. Ya, komik Weird Science adalah komik terbitan EC Comics yang pernah sangat populer di tahun 1950-an.


Komik Weird Science merupakan komik dwi-mingguan yang terbit sebanyak 22 seri, di mana tiap seri mengangkat cerita yang berdiri sendiri.

Film Weird Science sendiri mengadaptasi cerita komik "Made of the Future" yang terbit di seri kelima dari komik tersebut.

Setelah sukses di layar lebar, Weird Science kemudian diadaptasi dalam format serial televisi dan ditayangkan di USA Network sejak 5 Maret 1994 - 25 Juli 1998. Sebanyak 88 episode (terbagi dalam 5 Season) dibuat dan dirilis. Berbeda dengan komik aslinya, serial televisi Weird Science bergenre komedi dan mengisahkan petualangan Gary Wallace (diperani John Mallory Asher) dan Wyatt Donnelly (Michael Manasseri), dua orang mahasiswa yang tinggal di sebuah kota di California. Saat mereka sedang membuat program simulasi komputer Wanita Sempurna bernama Lisa (Vanessa Angel), petir menghantam rumah mereka, menyebabkan wanita yang ada di simulasi komputer menjelma menjadi manusia nyata.  Seri-seri berikutnya mengisahkan tentang tingkah konyol yang dilakukan Wanita Simulasi Lisa dalam menolong kedua mahasiswa tersebut.



2. RED (2010) & RED 2 (2013)
Film eksyen-seru ini disutadarai Robert Schwentke dan Dean Parisot, dengan pemeran utama Brue Willis, Morgan Freeman, John Malkovich, Mary Louise Parker, dan Karl Urban. Film ini mengisahkan tentang Pensiunan Kesatuan Khusus CIA Frank Moses (Bruce Willis) yang tiba-tiba diserang oleh pasukan tidak dikenal. Guna mencari tahu siapa yang berusaha membunuhnya, Moses mengumpulkan sahabat-sahabatnya kembali untuk memerangi sang pelaku kejahatan.


Karena bentuknya sebagai film eksyen seru, tidak ada yang menyangka kalau film ini merupakan adaptasi dari komik berjudul sama karya Warren Ellis dan Cully Hamner. Komik Red diterbitkan DC Comics antara tahun 2003 - 2004 sebanyak 3 seri.

Film Red menjadi film eksyen yang laris-manis, dengan perolehan sebesar US$ 119 juta (dibuat dengan dana US$ 58 juta) untuk seri pertama dan sebesar US$ 148 juta (dibuat dengan dana US$ 84 juta) untuk seri keduanya. Sukses film ini rencananya akan diikuti dengan perilisan Red 3 yang akan tayang tahun 2017 mendatang serta serial televisi yang saat ini masih dalam proses pengembangan.



3. ROAD TO PERDITION (2002)
Mungkin sangat sulit dipercaya tapi film garapan sutradara Sam Mendes yang diperani Tom Hanks, Paul Newman, Jude Law, dan Daniel Craig ini memang adalah film yang diadaptasi dari komik. 


Komik Road to Perdition dibuat oleh Max Allan Collins yang dicetak DC Comics dan diterbitkan oleh Paradox Press tahun 1998. Alur cerita komik ini sendiri merupakan adaptasi bebas dari manga Jepang berjudul "Lone Wold and Cub" yang terbit tahun 1970.

Film yang dibuat dengan dana US$ 80 juta itu dan meraup keuntungan sebesar US$ 181 juta ini bersetting tahun 1930 dan mengisahkan tentang Michael Sullivan Sr (Tom Hanks), seorang penegak hukum yang bekerja untuk Pimpinan Mafia John Rooney (Paul Newman). Secara tidak sengaja, anak Sullivan menjadi saksi pembunuhan keji yang dilakukan bawahan Rooney, sehingga dia memutuskan untuk menghabisi keluarga Sullivan. Istri dan anak bungsu Sullivan tewas di tangan bawahan Rooney. Mengetahui keluarganya dihabisi, Sullivan berbalik melawan Rooney dan - bersama anak sulungnya - menghabisi mafia itu.



4. SNOWPIERCER (2013)
Film kolaborasi Korea Selatan - Amerika ini disutradarai Bong Joon Ho dan Kelly Masterson. Diperani Chris Evans, Song Kang Ho, Tilda Swinton, Jamie Bell, dan Ed Harris, film ini mengisahkan tentang dunia di masa depan di mana dunia sudah tertutup es. Dalam sebuah kereta api super-cepat bernama Snowpiercer, di gerbong paling belakang terdapat para narapidana yang dipenjara dalam kondisi tidak nyaman. Mereka kemudian memberontak dan berusaha mendapatkan hak dan perlakukan yang sama dengan para penumpang lain di kereta itu. Mulailah terjadi kerusuhan, dan para polisi kereta melakukan segala cara untuk menghentikan kerusuhan itu.


Film yang diproduksi dengan dana US$ 40 juta dan meraup keuntungan sebesar US$ 86 juta tersebut sebenarnya adalah film yang diadaptasi dari komik Perancis berjudul Le Transperceneige karya Jacques Lob, Benjamin Legrand, dan Jean-Marc Rochette yang diterbitkan tahun 1982 oleh Penerbit Casterman.  Pada tahun 1999, komik tersebut dirilis ulang dan diganti judulnya menjadi The Escape, serta dirilis dalam 2 seri : The Explorers (1999) dan The Crossing (2000).

Komik tersebut diterbitkan dalam bahasa Inggrisnya oleh Titan Comics pada tahun 2014, dan dirilis dalam 2 volume : Snowpiercer - The Escape dan Snowpiercer - The Explorers.




5. BULLETPROOF MONK (2003)
Film Produksi Hollywood keempat yang diperani Chow Yun Fat (setelah The Replacement Killers, The Corruptor, dan Anna and the King) ini adalah film eksyen super-seru yang disutradarai Paul Hunter dan diperani juga oleh Seann William Scott dan Jaime King.

Film ini mengisahkan tentang seorang Pendeta Tibet Tanpa Nama (Fat) yang mendapat perintah untuk melindungi Gulungan Kitab Suci Tibet. Tapi gulungan itu kemudian dicuri oleh seorang pencopet, sehingga Pendeta itu harus mencari cara untuk merebutnya kembali. Di pihak lain, ada sekelompok orang yang juga mengincar gulungan itu, sehingga terjadilah kejar-kejaran dan perebutan gulungan tersebut.

Meski sejak awal sudah sering diinformasikan kalau film ini adalah adaptasi dari komik, namun tidak banyak orang yang sadar tentang itu. Ya, Bulletproof Monk adalah adaptasi dari komik berjudul sama yang ditulis Brett Lewis, R.A. Jones, dan Michael Avon Oeming, dan diterbitkan oleh Image Comics antara tahun 1998 - 1999. Walau alur ceritanya masih setia mengikuti cerita asli komik, tapi banyak komponen komik yang diubah di layar lebar. Salah satunya adalah karakter Kar (Seann William Scott) yang seharusnya pria Asia, namun di layar lebar diperani aktor Amerika.



6. 2 GUNS
Denzel Washington dan Mark Wahlberg bersatu dalam film eksyen-komedi super-seru garapan Sutradara Islandia Baltasar Kormakur. Film yang dibuat dengan modal US$ 61 juta namun meraup keuntungan sebesar US$ 132 juta tersebut mengisahkan tentang Agen DEA dan anggota kesatuan marinir US Navy yang merampok bank.

Percaya atau tidak, film in merupakan adaptasi dari komik berjudul sama karya Steven Grant dan Mateus Santolouco, yang dirilis tahun 2007 oleh Penerbit Boom! Studios.

Meski merupakan adaptasi, tapi film ini sendiri tidak mengikuti jalan cerita komik. Banyak perubahan krusial yang dilakukan saat komik tersebut diadaptasi, yang mengakibatkan versi layar lebar 2 Guns jauh lebih berdarah-darah ketimbang versi komik.



7. A HISTORY OF VIOLENCE (2006)
Sangat sulit untuk dipercaya kalau film ini merupakan adaptasi dari komik, tetapi inilah faktanya. A History of Violance adalah film yang diadaptasi dari komik berjudul sama karya John Wagner dan Vince Locke. Komik tersebut diterbiitkan tahun 1997 oleh Paradox Press, dan kemudian dirilis ulang oleh Vertigo.

Komik satu seri bertotal 285 halaman itu mengisahkan tentang seorang mantan anggota mafia bernama Tom yang bertobat, lalu berganti identitas dan menetap di sebuah kota kecil di Michigan. Namun satu waktu identitasnya terbongkar ketika dia menangkap perampok yang mencoba merampok tokonya, dan tindakannya dimuat di media-massa. Hal ini membuat orang-orang yang menjadi musuhnya mengetahui keberadaannya, dan berniat membunuhnya.

Film yang diperani Viggo Mortensen, Ed Harris, Maria Bello, dan Ashton Holmes itu menjadi film yang cukup sukses dengan meraup keuntungan sebesar US$ 60.7 juta (dibuat dengan dana US$ 30 juta). Meski menggunakan alur dan konsep cerita yang sama dengan komiknya, tapi A History of Violance mengalami beberapa perubahan cukup besar, termasuk nama karakternya (tokoh protagonis di komik bernama Tom McKenna, sedangkan di layar lebar adalah Tom Stall) dan juga kota lokasi kejadian (di komik lokasi kejadian di Michican, sedangkan di film adalah kota Indiana).




8. FROM HELL (2001)
Film horor misteri yang diperani Johnny Depp, Heather Graham, Ian Holm, dan Robbie Coltrane ini disutradarai Duo Bersaudara Hughes (Albert dan Allen Hughes).  Mengambil setting tahun 1888, film ini mengisahkan tentang aksi pembunuhan yang dilakukan oleh karakter misterius Jack The Ripper. Aksi pembunuhannya menarik perhatian Frederick Abberline (Depp), seorang detektif pecandu narkoba, yang mencoba mencari tahu identitas sebenarnya dari pembunuh itu.


Alurnya yang kelam dan gelap, membuat orang tidak menyangka sama sekali kalau film ini merupakan adaptasi dari komik berjudul sama garapan Alan Moore dan Eddie Campbell. Alan Moore sendiri adalah komikus yang sangat terkenal lewat komik-komik populernya yang banyak diangkap ke layar lebar seperti Sin City dan Watchmen.

Sama seperti versi komiknya, film layar lebar From Hell banyak mengusung adegan sadis dan brutal, sehingga mendapat kritikan dari para kritikus. Meski demikian, banyak pula orang yang memuji film ini karena Hughes Bersaudara mampu menampilkan film dengan dengan sangat realistis dan menghidupkan dengan detil apa yang digambarkan di komik.



9. ART SCHOOL CONFIDENTIAL (2006)
Film komedi garapan sutradara Terry Zwigoff ini merupakan film komedi remaja yang cukup menyegarkan. Diperani Max Minghella, Sophia Myles, John Malkovich, Matt Keeslar, dan Ethan Suplee,



Art School Confidential sendiri aslinya adalah komik hitam-putih yang dibuat Daniel Clowes dan diterbitkan di majalah komik Eightball, Edisi ke-Tujuh (terbit November 1991). Komik ini kemudian dikompilasi dan diterbitkan dalam buku koleksi Orgy Bound dan Twentieth Century Eightball.

Komik tersebut merupakan komik sindiran tentang Sekolah Seni di Amerika Serikat, tempat Clowes pernah bersekolah di sana. Versi filmnya sendiri mengisahkan tentang seorang remaja bernama Jerome (Max Minghella) yang berhasrat menjadi seniman, dan mengambil sekolah seni di sana. Selama sekolah Jerome banyak mengalami kejadian-kejadian konyol yang tidak terduga.




10. 13 SINS (2014)
Dikenal pula dengan judul 13 : Game of Death, film bergenre horror-thriller ini disutradarai Daniel Stamm dan diperani Mark Webber, Devon Graye, Tom Bower, dan Rutina Wesley. Film ini merupakan adaptasi dari film Thailand berjudul 13 Beloved (13 Game Sayong, dirilis tahun 2006), dan film Thailand tersebut merupakan adaptasi dari komik berjudul 13th Quiz Show karya komikus Eakasit Thairaat dan diterbitkan di majalah komik My Mania.


Film ini mengisahkan tentang seorang pria yang barusan kehilangan pekerjaan, kemudian tanpa sengaja menerima telepon yang mengajaknya mengikuti acara kuis berhadiah besar. Pria tersebut akan mendapatkan hadiahnya jika mampu melakukan 13 Tantangan yang diberikan oleh Pemberi Kuis. Diawali dengan tantangan yang mudah berhadiah US$ 1,000 (membunuh lalat), sang pria terus mendapat tantangan yang semakin berat dan berbahaya, bahkan nyaris merengut nyawanya sendiri.

Meski 13 Sins kurang sukses saat dirilis di Amerika Serikat, namun versi Thailand-nya terbilang cukup sukses. Selain meraup keuntungan finansial yang luar biasa, film itu pun juga sukses meraih banyak penghargaan perfilman bergengsi di Thailand. Atas kesuksesannya, 13 Beloved dibuat sekuelnya, 14 Beyond (2009).
Liburan telah tiba... Ya, liburan sekolah telah tiba. Dan kini saatnya melihat kira-kira film apa saja ya yang bisa ditonton di masa liburan seperti sekarang?

Well... Sepertinya Hollywood sudah paham dengan jadwal liburan sekolah di kawasan Asia, sehingga mereka telah menyiapkan berbagai tontonan menarik yang patut ditunggu di masa sekolah ini. Hmm... kira-kira film apa saja yang wajib ditunggu bulan Juni nanti ya?

1. TEENAGE MUTANT NINJA TURTLE : OUT OF THE SHADOWS
Tanggal rilis      : 3 Juni 2016
Sutradara           : Dave Green
Pemeran / Pengisi suara : Megan Fox, Stephen Amell, Will Arnett, Brian Tee

Melanjutkan sukses film Teenage Mutant Ninja Turtles (2014), maka tahun ini film super hero Kura-kura Ninja muncul lewat sekuelnya. Masih diperani sebagian besar pemeran utama film pertamanya, TMNT : Out of the Shadows akan mengisahkan lanjutan cerita yang ditinggalkan di seri pertama.

Meski sudah mengalahkan musuh besar mereka, ternyata Dr. Baxter Stockman (Tyler Perry) tidak menyerah bergitu saja. Bersama Shredder (Brian Tee), mereka berdua menciptakan monster mutant yang lebih kuat dan perkasa : Bebop (Gary Anthony Williams) dan Rocksteady (Stephen Farrelly). Bagi penggemar Kura-kura Ninja, sudah pasti tahu karakter seperti apa Bebop dan Rocksteady itu.

Selain berurusan dengan kedua mahluk mutan itu, Ninja Turtles juga harus berurusan dengan mahluk ruang angkasa dari Dimensi X pimpinan Krang (Brad Garrett) yang berminat menguasai dunia. Dalam pertarungan itu, Ninja Turtles berhasil menemukan mesin Retro-Mutagen yang dapat membuat mereka menjadi manusia. Akankah para Kura-kura Ninja tertarik berubah menjadi manusia? Atau tetap pada bentuk asli mereka dan bertarung menyelamatkan manusia? Di seri ini, selain dibantu teman manusia mereka - April O'Neil (Megan Fox) dan Vern Fenmick (Will Arnett), mereka pun dibantu oleh pahlawan bertopeng pemain hockey Casey Jones (Stephen Amell).



2. THE CONJURING 2
Tanggal Rilis     : 10 Juni 2016
Sutradara           : James Wan
Pemeran             : Patrick Wilson, Vera Farmiga, Frances O'Connor, Madison Wolfe

Tahun 2013 silam, The Conjuring dinobatkan sebagai "Film Horor Terseram". Hal ini dapat dibuktikan dari banyaknya penonton yang mengaku trauma dan ketakutan luar biasa pasca menonton film tersebut. Kesuksesan film The Conjuring tersebut, akhirnya diikuti dengan perilisan film The Conjuring yang tayang tahun ini.

Masih berfokus pada kasus nyata yang pernah ditangani pasangan Ed Warren (Patrick Wilson) dan Lorraine Warren (Vega Farmiga), film ini mengisahkan tentang kasus poltergeist (energi supranatural yang terjadi di sebuah tempat / rumah) yang terjadi di London Borough of Enfield, yang sangat populer tahun 1977 - 1979 dan dikenal dengan sebutan Enfield Poltergeist.


Enfield Poltergeist adalah kasus supranatural misterius yang terjadi di sebuah Council House (rumah milik pemerintah yang disewakan dengan harga murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah) di Bromsdown, Enfield, Inggris. Kasus ini mencuat setelah seorang penyewa rumah bernama Peggy Hodgson (diperani Frances O'Connor) melaporkan kepada polisi kalau benda-benda di dalam rumah mereka bergerak sendiri. Polisi yang datang ke rumah itu menyaksikan sendiri benda-benda di dalam rumah dapat bergerak sendiri. Mereka pun mendengar suara aneh, dan benda berterbangan mengenai mereka. Kasus itu menarik perhatian banyak orang dan mendapatkan perhatian media massa hingga akhir tahun 1979.

Penyidikan pasangan Warren mengarah pada 2 anak perempuan Hodgson - Janet (Madison Wolfe) dan Margaret (Lauren Esposito) - yang menunjukkan gejala kerasukan. Dan ternyata dugaaan mereka benar. Untuk bisa mengalahkan kekuatan supranatural kedua bersaudari itu, Pasangan Warren dibantu oleh Maurice Grosse (Simon McBurney) dam Anita Gregory (Franka Potente) yang bahu-membahu mengerahkan seluruh tenaga mereka untuk menghancurkan kekuatan tersebut.

Dalam kejadian nyata, Maurice Grosse dan Anita Gregory adalah 2 orang paranormal yang juga menyidiki kasus Enfield Poltergeist. Hanya saja, mereka tidak pernah bekerja sama, baik satu sama lain, maupun dengan pasangan Warren. Jadi hanya di film sajalah Anda bisa melihat mereka berempat saling bekerja sama.



3. NOW YOU SEE ME 2 
Tanggal rilis      : 10 Juni 2016
Sutradara           : Jon M. Chu
Pemeran            : Jesse Eisenberg, Mark Ruffalo, Woody Harrelson, Dave Franco, Daniel Radcliffe, Lizzy Caplan, Jay Chou, Michael Caine, Morgan Freeman

Setelah sukses besar di tahun 2013, kini sekuel Now You See Me bisa dilihat di bulan ini. Masih didukung oleh para pemeran utama seri pertama (kecuali Isla Fisher pemeran Henley Reeves yang tidak bisa terlibat dalam film ini dikarenakan sedang hamil. Perannya digantikan karakter baru bernama Lula yang diperani Lizzy Caplan), film ini disebutkan akan melanjutkan cerita dari seri sebelumnya.

Meski demikian, hingga hari ini saya belum mendapatkan informasi yang solid mengenai alur cerita film ini. Yang pasti cerita ini akan mengisahkan balas dendam Arthur Tressler (Michael Caine) terhadap 4 Horsemen dan The Fifth Horsemen yang telah menjebaknya masuk penjara. Anaknya, Walter Mabry (Daniel Radcliffe), diam-diam membuat strategi untuk menjebak kelima pesulap yang telah memenjarakan ayahnya tersebut. Namun bukan The Horsemen namanya jika mereka dapat dijebak dengan mudah. Serangkaian tipu-muslihat telah mereka persiapkan untuk menjebak balik Walter. Seperti apa perang strategi yang akan terjadi di antara mereka?

Di film ini, Aktor dan Penyanyi Terkenal asal Taiwan Jay Chou akan berperan sebagai Li. Siapa dia dan apa peran Li dalam "perang strategi" tersebut? Tidak ada informasi detil soal itu. Pastinya, sama seperti seri pertamanya, film ini akan penuh dengan kejutan yang sama sekali tidak terduga.

Meski hasil seri ini belum ketahuan, tetapi pihak produser ternyata telah mempersiapkan seri ketiga Now You See Me yang akan diproduksi dalam waktu dekat ini.



4. WARCRAFT
Tanggal Rilis      : 10 Juni 2016
Sutradara            : Duncan Jones
Pemeran             : Travil Fimmel, Paula Paton, Ben Foster, Dominic Cooper, Toby Kebbel, Daniel Wu

Nah, ini dia film adaptasi dari game legendaris yang paling ditunggu oleh para gamers dunia. Direncanakan sejak tahun 2006, film ini akhirnya tuntas juga diproduksi dan tahun ini bisa dinikmati oleh para penonton di dunia.

Mengusung cerita yang sama seperti alur game-nya, film ini mengisahkan tentang Planet Azeroth yang dipimpin oleh Kelompok Manusia satu ketika dikejutkan dengan terbukanya Dark Portals yang menghubungkan Azeroth dengan Dunia Draenor. Pada saat itu, Draenor sedang diambang kehancuran. Sehingga pasukan dunia itu - disebut Orc - memilih Azeroth sebagai dunia baru tempat mereka bisa tinggal. Namun untuk bisa tinggal di dunia itu, Orc harus berhadapan dengan Manusia yang tidak rela dunia mereka ditinggali para Orc yang kejam dan brutal.

Pasukan Manusia - dipimpin Anduin Lothar (Travis Fimmel) - pun bersiap dalam menghadapi pasukan Orc. Di lain pihak, Pasukan Orc - Pimpinan Durotan (Toby Kebbell) - mengerahkan segala upaya untuk bisa menguasai Azeroth demi kelangsungan hidup bangsa dan keluarga mereka. Siapakah yang akan menang?

Sebagai informasi, Warcraft adalah game PC produksi Blizzard Entertainment yang dirilis tahun 1994. Dirilis dengan judul lengkap Warcraft : Orc & Humans (1994), game tersebut menjadi game terlaris yang disukai banyak gamers. Kesuksesan game ini terus berlanjut saat sekuel game tersebut dirilis, yaitu Warcraft II : Tides of Darkness (1995), dan Warcraft II : Beyond the Dark Portal. Hingga hari ini, game Warcraft telah dibuat sebanyak 14 seri. Mengikuti kesuksesan game-nya, Warcraft juga dibuat dalam bentuk novel, manga, permainan kartu, dan lain-lain.

Jadi jika Anda penggemar game Warcraft, tentu tidak akan ketinggalan untuk menonton film ini.




5. CENTRAL INTELLIGENCE
Tanggal rilis            : 17 Juni 2016
Sutradara                 : Rawson Marshall Thurber
Pemeran                  : Dwayne Johnson, Kevin Hart, Amy Ryan, Aaron Paul

Jika Anda penggemar film komedi, tentu tidak akan ketinggalan untuk menyaksikan film terbaru Dwayne "The Rock" Johnson. Yep, mantan pegulat WWF ini tampil lagi di film terbarunya yang super kocak, sekaligus super seru.

Dikisahkan Bob Stone (Johnson) dulunya adalah seorang kutu-buku bertubuh tambun yang sering menjadi korban bully saat sekolah SMA. Kini dia telah dewasa, dan menjadi seorang Agen CIA paling berbahaya. Ketika dia mendapat tugas baru yang sangat berbahaya, dia meminta bantuan untuk bisa menuntaskan tugasnya itu. Dan orang yang ditunjukkan adalah satu-satunya sahabat yang selalu membela Stone saat masih di SMA, yaitu Calvin Joyner (Kevin Hart). Kini, Joyner bekerja sebagai Akuntan.

Saat mendapat tawaran bekerja sama dengan Stone, Joyner mengira sahabatnya itu hanya bercanda. Namun setelah melalui serangkaian tembak-tembakan seru, serta kejar-kejaran di jalan yang mendebarkan, Joyner pun terpanggil untuk menjadi parner Stone, memerangi kejahatan.



6. FINDING DORY
Tanggal rilis           : 17 Juni 2016
Sutradara                : Andrew Stanton
Pengisi suara          : Ellen DeGeneres, Albert Brooks, Hayden Rolence, Diane Keaton

Tahun 2003 silam, film produksi Pixar - Disney berjudul Finding Nemo menjadi salah satu film animasi paling sukses di masanya, baik secara finansial maupun penghargaan (Finding Nemo memenangkan Piala Oscar untuk Best Animated Feature). Atas kesuksesan itu, Disney sebenarnya sempat berencana membuat sekuel Finding Nemo di tahun 2005. Namun setelah terjadi perselisihan dengan Steve Jobs (waktu itu pemilik Pixar), rencana pembuatan sekuel itu dihentikan. Skenario awal sekuel Finding Nemo pernah dibuat tahun 2006, tetapi prosesnya tidak dilanjutkan. Terkatung-katung selama 6 tahun, akhirnya Disney - Pixar bekerja sama kembali untuk mengembangkan proyek sekuel Finding Nemo yang saat itu sudah berganti nama menjadi Finding Dory. Dan barulah di tahun 2013, kepastian produksi Finding Dory dirilis ke publik. Para pengisi suara Finding Nemo telah dikonfimasi akan ikut mengisi suara di film Finding Dory.

Enam bulan pasca kejadian di seri pertama, setelah Nemo (Hayden Rolence) menemukan kembali ayahnya kembali, Si Ikan Pasific Regal berwarna Biru Dory (Ellen DeGeneres) memutuskan untuk tinggal bersama Nemo dan keluarganya. Satu malam, dalam tidurnya, tiba-tiba Dory teringat masa kecilnya, terutama keluarganya yang diduga tinggal di daerah yang bernama "Permata dari Morro Bay, California".

Maka bersama Nemo dan Marlin (Albert Brooks), ayah Nemo, Dory pun melakukan perjalanan menuju ke California untuk mencari orang tuanya. Sepanjang perjalanan (sama seperti saat Marlin dan Dory mencari Nemo), mereka mengalami banyak kekonyolan, serta bertemu kawan-kawan baru seperti Destiny si Paus Hiu (Kaitlin Olson), Ikan aus Bailey (Ty Burrell), dan Si Gurita Hank (Ed O'Neill) yang membantu mereka menemukan jalan menuju California.

Selain itu, mereka pun bertemu dengan kawan-kawan Nemo saat dia terjebak di akuarium seperti Gill
Si Ikan Moorish Idol (Willem Dafoe) dan Ikan Strip Feb (Vicki Lewis).



7. INDEPENDENCE DAY : RESURGENCE
Tanggal rilis               : 24 Juni 2016
Sutradara                    : Roland Emmerich
Pemeran                     : Jeff Goldblum, Bill Pullman, Judd Hirsch, Vivia A. Fox

Tahun 1996, film Independence Day yang disutradarai Roland Emmerich menjadi salah satu film box-office yang fenomenal. Diproduksi dengan dana US$ 75 juta, film ini meraup keuntungan hingga US$ 817 juta. Sukses ini mengangkat nama Roland Emmerich menjadi sutradara internasional spesialis film-film disaster dan fiksi-ilmiah berbujet besar.

Kini setelah dua puluh tahun, Roland Emmerich merilis sekuel film yang telah membesarkan namanya itu. Dibuat dengan dana yang lebih besar (US$ 200 juta), Roland menjanjikan akan menampilkan tontonan yang jauh lebih dasyat daripada seri sebelumnya. Sekuel film Independence Day ini akan dibuat dalam 2 seri. Seri pertama akan dirilis tahun ini, dan seri berikutnya akan dirilis tahun depan.

Film ini menggunakan setting masa 20 tahun pasca kejadian di seri pertama, di mana guna mengantisipasi serangan mahluk ruang angkasa, PBB telah menciptakan ESD (Earth Space Defence), Program Perlindungan dunia secara global yang berfungsi untuk memberikan tanda bahaya manakala muncul serangan dari ruang angkasa. Manusia juga mempersiapkan pasukan militer di Bulan, Mars, dan Rhea (bulan terbesar di Planet Saturnus) sebagai garda terdepan untuk menghadapi mahluk ruang angkasa sebelum mereka menyerang bumi.

Rupanya, 20 tahun silam, saat para mahluk ruang angkasa dikalahkan, mereka berhasil mengirimkan sinyal permintaan bala bantuan. Sinyal itu diterima oleh pasukan mahluk ruang angkasa, yang segera menyiapkan pasukan yang jauh lebih besar dan lebih kuat lagi untuk menggempur bumi. Kali ini, perang akan berlangsung tidak saja di bumi, tetapi juga di ruang angkasa. Akankah manusia menang kali ini?



8. THE SHALLOWS 
Tanggal rilis          : 29 Juni 2016
Sutradara              : Jaume Collet-Serra
Pemeran               : Blake Lively, Oscar Jaenada

Dan bulan ini akan ditutup dengan film thriller penuh ketegangan : The Shallows. Film "murah-meriah" ini mengisahkan tentang Nancy (Blake Lively), seorang peselancar yang satu ketika melakukan aksinya di pantai New South Wales, Australia.

Dalam melakukan aksi selancarnya, Nancy terpental sejauh lebih dari 200 meter di luar garis pantai setelah mengalami serangan dari Hiu Raksasa. Selain tidak dapat ditolong orang, kini jiwanya terancam karena hiu tersebut mengincar dan setiap saat akan menyerang dirinya. Satu-satunya tempat Nancy berlindung dari serangan itu adalah di atas sebongkah karang di tengah laut. Masalahnya, saat air pasang, karang akan tenggelam dan hiu punya kesempatan untuk menyerang Nancy.

Karena itu, sebelum air pasang dan menutupi karang, Nancy harus mencari cara untuk melarikan diri dari tempat itu. Masalahnya : Bagaimana caranya?



Buat penggemar komik, tentu kenal dengan komik berjudul Outcast. Ya, komik kreasi Robert Kirkman ini adalah komik horor yang dirilis oleh Image Comics sejak tahun 2014 dan hingga hari ini masih dirilis. Robert Kirkman sendiri tidak lain adalah juga kreator komik The Walking Dead, komik horor yang juga sangat populer saat ini, di mana serial televisinya telah memasuki Season Ketujuh tahun ini.

Sama seperti serial The Walking Dead, komik serial Outcast yang sukses menarik perhatian Fox International Channels, yang kemudian setuju untuk memproduseri komik Outcast menjadi serial televisi dengan total 10 episode. Serial yang akan tayang 3 Juni 2016 mendatang di saluran televisi Cinemax dan Fox TV ini, di luar dugaan tiba-tiba dirilis secara "online" via Facebook Live pada tanggal 21 Mei 2016 kemarin di akun Fox-TV. Meski diperuntukkan untuk masyarakat Eropa, tetapi saya jadi ikut-ikutan berkesempatan menonton tayang perdana serial ini.

Bersetting di sebuah kota kecil bernama Rome di daerah West Virginia, Amerika Serikat, serial ini mengisahkan kehidupan Kyle Barnes (Patrick Fugit), yang semasa kecilnya tinggal bersama Ibunya yang kerasukan setan. Selama bertahun-tahun, Barnes mengalami penyiksaan fisik dari sang ibu. Semula dia tidak berani melawan. Tetapi seiring waktu, ketika penyiksaan fisik itu sudah tidak bisa ditolerir lagi, Barnes melawan. Perlawanan Barnes berhasil membuat Ibunya terlepas dari kerasukan, tetapi akibatnya dia menjadi koma dan tidak mengenali Barnes lagi.

Barnes tumbuh dewasa dan menikah dengan sorang wanita bernama Alison. Ternyata sama seperti ibu Barnes, Alison pun mengalami kerasukan dan membunuh anak mereka. Kematian anaknya membuat Barnes depresi dan memutuskan untuk mengurung diri.

Dua tahun pasca kejadian tersebut, sebuah kejadian kerasukan lain terjadi pada keluarga lain di mana korbannya adalah seorang anak kecil bernama Joshua Austin (Gabriel Bateman). Pendeta Anderson (Philip Glenister) mencoba mengusir roh jahat yang merasuki Joshua, tetapi tindakannya nyaris sia-sia, hingga dia berjumpa dengan Barnes, yang memutuskan untuk bertemu Joshua. Dalam pertemuan itu, Barnes dikejutkan dengan kenyataan kalau Joshua mengenal Barnes serta masa lalunya. Tidak hanya itu, Joshua menyerang Barnes dan berusaha menyedot roh Barnes. Barnes berhasil melepaskan Joshua dari kerasukan yang dialaminya. Tapi sejak kejadian itu, Barnes baru menyadari kalau kasus kesurupan yang terjadi di sekitarnya ini bukanlah kebetulan, dan dia sedang diincar oleh Mahluk Supranatural. Mengapa? Ada apa dengan dirinya?

Episode pertama Outcast menampilkan beberapa adegan yang terbilang cukup sadis dan mengerikan. Jadi buat Anda yang tidak tahan dengan adegan sadis, sebaiknya jangan coba-coba nonton serial ini.



DO YOU KNOW? 
Serial televisi Outcast sebenarnya sudah dibahas Robert Kirkman dan Fox jauh sebelum komiknya dirilis. Saat konsep cerita telah dibuat dan disetujui untuk diproduksi, Cinemax membeli hak tayangnya di Amerika Serikat.

Season pertama serial Outcast akan terdiri dari 10 episode. Dan baru saja Season Pertama serial ini selesai diproduksi, tanggal 21 Maret 2016 kemarin, Fox sudah memberikan konfirmasi untuk membuat Season Kedua serial ini yang akan ditayangkan tahun 2017 mendatang.


Tahun 2014 silam, Belgia merilis sebuah mini-seri seru berjudul Cordon. Serial - yang skenarionya ditulis Carl Joos - ditayangkan jaringan televisi VTM tanggal 10 Maret 2014 tersebut terdiri dari 10 episode dan mengisahkan tentang sebuah virus flu yang mewabah di Kota Antwerp, Belgia, yang memaksa Pemerintah mengkarantina sebagian besar warganya. Akibat karantina itu, terjadi keributan besar yang berujung pada aksi anarkis dan kerusuhan, yang menyebabkan sebagian besar orang di kota itu tewas.

Serial ini sangat sukses di seluruh negara Eropa, dan rata-rata setiap episodenya ditonton lebih dari 10 juta penonton. Melihat kesuksesan serial Cordon, maka Jaringan Televisi The CW pun tertarik untuk membeli hak tayang, dan merilis serial ini dalam versi Amerika Serikat dengan judul Containment. Serial ini baru tayang 19 April 2016 silam dan - saat artikel ini dibuat - telah memasuki episode 3 dari total rencana tayang 13 episode.

Mirip seperti cerita aslinya, serial televisi yang dibuat dalam bentuk mini-seri ini mengisahkan tentang penemuan sebuah wabah flu mengerikan yang dibawa oleh seorang pria asal Siria ke Atlanta, Amerika Serikat. Virus Flu - yang kemudian dikenal dengan nama H7N2 tersebut - menyerang penderita dengan sangat cepat. Hanya dalam waktu 48 jam, orang yang terjangkit virus tersebut langsung mati dengan mengerikan : organ dalamnya hancur dan dia tewas dengan muntah darah.

Virus yang dibawa pria dari Siria itu ternyata telah menyebar ke keluarganya, di mana keluarganya melakukan kontak dengan orang lain, sehingga dengan cepat virus itu menyebar. Agar tidak semakin luar penyebaran virus tersebut, Pemerintah memutuskan untuk mengkarantina sebagian kota Atlanta (yang dikenal dengan Zona 6). Masalah muncul karena kemudian Dokter Sabine Lommers (Claudia Black) - orang kepercayaan Pemerintah Amerika Serikat untuk menangani masalah penyebaran virus tersebut - memutuskan untuk menutup total semua akses dari dan menuju Zona 6. Artinya, tidak ada orang yang bisa keluar maupun masuk ke dalam Zona 6.

Kekacauan kemudian timbul. Orang-orang di dalam Zona 6 mulai panik dan melakukan serangkaian aksi anarkis agar bisa keluar dari tempat itu. Polisi yang bertugas di dalam Zona 6 pun tidak banyak, karena sebagian besar ada di luar Zona 6. Dengan perbandingan 1 polisi berbanding 400 orang penduduk, tentu bukan urusan yang mudah untuk ditangani jika para penduduk melakukan perlawanan kepada para polisi.

Major Alex Carnahan (David Gyasi) - Pimpinan Kepolisian Atlanta - mencoba menambah personilnya di dalam Zona 6, karena saat itu hanya ada 6 orang polisi di dalam zona tersebut dan hanya Petugas Jake Riley (Chris Wood) - orang kepercayaan Alex Carnahan - yang bisa diandalkan untuk menangani masalah jika sewaktu-waktu kerusuhan meledak di dalam Zona 6. Tapi sangat tidak mungkin jika hanya Jake sendirian yang harus berhadapan dengan para penduduk di dalam Zona 6.

Masalah menjadi rumit setelah  Leo Green (Trevor St. John) - reporter berita online - menyiarkan informasi tentang adanya jalan rahasia yang bisa digunakan penduduk Zona 6 untuk keluar. Akibatnya, banyak penduduk yang berusaha kabur dari tempat itu, sehingga polisi mengambil tindakan berat : menembak mati orang yang melarikan diri tersebut, karena kuatir mereka membawa virus dan menularkan orang-orang di luar Zona 6. Ditambah lagi dengan keputusan Dokter Sabine Lommers yang mematikan jaringan internet dan telepon di dalam Zona 6, sehingga penduduk tidak dapat berkomunikasi dengan dunia luar. Kondisi ini membuat Penduduk semakin panik dan setiap saat kerusuhan bisa saja meledak.

Setiap episode mini-seri ini merupakan kejadian dalam 1 hari. Jadi 13 episode serial Containment akan menceritakan kejadian selama 13 hari.

Meski alur ceritanya jauh lebih cepat dibandingkan versi aslinya, Containment mungkin terbilang lemah dalam pendalaman karakter para tokohnya. Para tokoh inti serial ini tidak dijelaskan latar-belakangnya sama sekali (terutama Dokter Sabine Lommers yang terlihat punya kekuasaan yang sangat besar sehingga mampu mengatur apapun kebijakan di dalam dan di luar Zona 6, tanpa perlu minta persetujuan Senat maupun Presiden sekalipun), sehingga agak membingungkan para penonton.

Meski ada beberapa kejanggalan dalam serial ini (misalnya hampir semua karakter sama sekali tidak tidur, makan, dan minum meski sudah beberapa hari), mini-seri ini sangat menarik untuk disimak karena intensitas ketegangannya yang berhasil dipertahankan setiap episodenya. Jadi 40 menit setiap episodenya terasa sangat pendek, karena keseruan yang ditampilkan.

Jadi jika Anda senang menonton serial televisi yang berisi adegan menegangkan dari awal hingga akhir, serial ini dijamin mampu membuat Anda tertegun di depan televisi tanpa bergeming sedikit pun.
Hari ini saya baru berkesempatan menonton film terbaru  Shah Rukh Khan yang disutradarai Maneesh Sharma ini, setelah film ini diputar di layar lebar Indonesia beberapa minggu yang lalu (di India sendiri film ini dirilis tanggal 15 April 2016). Salah satu alasan saya tertarik menonton film ini bukan karena Shah Rukh Khan tetapi tata-sinematografi film ini yang sangat keren, di mana Shah Rukh Khan memerani 2 karakter yang terpaut usia sangat jauh, dan keduanya saling bermusuhan.

Adalah Gaurav Chandna (Shah Rukh Khan) yang sejak kecil telah memuja Superstar Bollywood Aryan Khanna (juga diperani Shah Rukh Khan). Karena kecintaannya pada aktor ini, Gaurav sangat terobesesi dengan aktor itu. Terlebih karena dia memiliki wajah yang nyaris mirip dengan aktor idolanya tersebut.

Ketika Aryan Khanna merayakan ulang tahunnya yang ke-40, Gaurav bertolak dari kampungnya di daerah Delhi menuju ke Mumbai dengan mengikuti napak tilas jejak perjalanan Aryan Khanna saat masih meniti karir, mulai dari menyusup naik ke kereta api dan menginap di hotel tempat Aryan pertama kali tinggal di Mumbai. Keinginan Gaurav adalah ingin bertemu Aryan. Malang, dia hanya bisa melihat aktor pujaannya dari jauh.

Saat dia mengetahui aktor Sid Kapoor (yang diperani aktor Sid Kapoor yang sesungguhnya) ingin menjatuhkan nama Aryan, Gaurav menjebak aktor itu, menyiksanya, dan memaksa Kapoor meminta maaf pada Aryan. Permintaan maaf Kapoor diunduh Gaurav ke media sosial dan langsung menjadi viral. Gaurav kemudian memberitahu Aryan kalau dialah yang membuat Kapoor minta maaf pada Aryan. Karena merasa tindakan Gaurav keliru, Aryan memanggil polisi untuk menangkap Gaurav.

Kecewa dengan perlakukan aktor favoritnya, Gaurav pulang ke kampung halamannya dan menyiapkan rencana balas dendam.

Setahun kemudian, Gaurav telah mengubah penampilannya sehingga makin mirip Aryan. Dia mengikuti ke mana aktor itu pergi dan melakukan kekacauan (dengan berpura-pura sebagai Aryan), sehingga merusak namanya. Aryan kemudian menyadari kalau Gaurav-lah yang mencemarkan nama baiknya, lalu membuat skenario seolah-olah jatuh hati pada wanita yang dicintai Gaurav. Gaurav yang cemburu, segera melabrak Aryan. Dan terjadilah perkelahian hidup-mati antara keduanya.

Film ini sangat menarik karena menampilkan akting Shah Rukh Khan yang sangat gemilang. Dia memerani Gaurav yang masih berusia 17 tahun dengan tubuh ceking dan kecil, serta Aryan yang bertubuh tegak dan gagah seperti dirinya yang asli. Teknik pengambilan gambar ini mengadaptasi teknik yang dilakukan Peter Jackson saat membuat film The Hobbit dan The Lord of the Rings, di mana dalam film itu Peter Jackson menampilkan sosok Hobbit yang kelihatan jauh lebih kecil dibandingkan karakter yang lain. Untuk menampilkan wajah muda Shah Rukh Khan digunakan teknik 3D Scanning yang dilakukan oleh Greg Cannom, ahli tata-rias efek khusus dari Hollywood. Greg adalah penata rias paling populer saat ini dan telah bekerja untuk banyak film-film box-office Hollywood terkenal seperti Van Helsing, Hannibal, The Curious Case of Benjamin Button, The Passion of the Christ, Big Momma's House, dan Mrs Doubtfire.

Banyak adegan yang terbilang cukup kompleks dalam proses pembuatannya, terutama adegan yang mempertemukan Gaurav dan Aryan dalam satu adegan, baik saat Aryan mengkonfrontir Gaurav di penjara, maupun saat mereka bertarung di atap rumah. Adegan lain yang cukup memikat adalah saat Gaurav kabur dari kejaran polisi. Adegan yang menampilkan Gaurav meloncati balkon kamar hotel, sedikit-banyak mengingatkan saya pada adegan kejar-kejaran yang dilakukan Jackie Chan di film Project A.

Secara umum film ini sangat menarik. Teknik sinematografi, efek khusus, dan jalinan ceritanya benar-benar mengikuti pola film Hollywood. Hal ini membuat penonton - kalau hanya sekilas menonton - tidak akan menyadari kalau film ini adalah film Bollywood. Durasinya yang tidak terlalu panjang (hanya 2 jam 7 menit), juga terbilang pas karena ceritanya sendiri dibuat sangat padat dan tidak bertele-tele. Saya pribadi sangat menyukai film ini karena akting Shah Rukh Khan yang memang luar biasa. Setelah My Name Is Khan, film ini adalah film terbaik berikutnya dari Shah Rukh Khan. Dia menampilkan akting kelas dunia yang luar biasa dengan membawakan akting 2 karakter beda usia dengan sangat baik. Sangat wajar jika saya kemudian tertarik untuk menonton film ini kembali ...




Tahun 1976 silam, Hollywood merilis film berjudul The Omen, sebuah film horor-thriller yang sangat fenomenal. Film itu mengisahkan tentang setan yang lahir ke dunia sebagai anak seorang Senator. Awalnya, tidak ada orang yang menyadari keberadaannya. Namun setelah satu-demi-satu orang di sekelilingnya tewas, ayahnya mengambil inisiatif untuk membunuhnya. Namun setan bernama Damien Thorn itu terlalu kuat untuk dibunuh.

Film The Omen menjadi salah satu film horor legendaris yang hingga kini masih menjadi salah satu film horor terseram yang pernah dibuat. Atas kesuksesan film ini, The Omen kemudian dibuat hingga 4 seri (dan 1 remake, serta 1 film televisi).

Kini setelah 40 tahun pasca perilisan film The Omen, Jaringan Televisi A&E merilis serial televisinya berjudul Damien. Serial ini sudah tayang sejak 7 Maret 2016 silam. Meski ceritanya merupakan "lanjutan" dari film The Omen, namun alur cerita serial televisi Damien mengambil alur cerita yang terbilang sama sekali baru dan mengabaikan cerita di The Omen 2 hingga The Omen 4 yang merupakan sekuel dari film The Omen.

Dalam serial Damien, dikisahkan bahwa di hari ulang tahunnya yang ke-30,  Damien Thorn (Bradley James) yang bekerja sebagai fotografer sebuah harian melakukan pengambilan gambar bersama sahabatnya, Amani Golkar (Omid Abtahi) di sebuah perkampungan kumuh di Suriah. Saat terjadi kerusuhan di perkampungan itu, Damien tiba-tiba didekati oleh seorang wanita tua yang mengatakan hal-hal aneh. Dia kemudian "mendoakan" Damien, sebelum akhirnya wanita itu pingsan terkena lemparan batu. Pasca kerusuhan itu, wanita tua misterius itu kemudian menghilang.

Kembali ke New York, Damien bersama mantan kekasihnya - yang juga jurnalis - Tiffany Hines (Kelly Baptiste) mencari tahu latar belakang wanita tua tersebut, yang ternyata berhubungan dengan masa kecil Damien serta ramalan yang ditulis di Alkitab (Kitab Wahyu). Dalam penyelidikannya, terungkap kalau Damien adalah keturunan Setan yang terlahir sebagai manusia. Dia tidak mempercayainya. Tapi setelah kematian beruntun orang-orang di dekatnya, terutama Tiffany, Damien mau-tidak mau harus menerima kenyataaan jika dia adalah Keturunan Iblis yang kelak akan menguasai dunia dan manusia.

Ketika mengetahui keberadaan Damien, Uskup Gereja Katolik berupaya untuk menghabisi Damien. Beberapa kali upaya mereka untuk membunuh Damien dapat digagalkan oleh Ann Rutledge (Barbara Hersley), Pemilik Perusahaan Asuransi, yang juga Pelindung Damien. Ann tidak saja menjadi Pelindung tetapi juga mentor yang akan mengarahkan Damien untuk menjadi Pemimpin Iblis Seutuhnya.

Buat Anda yang belum pernah menonton film The Omen sebelumnya, pastilah akan mengakui kalau serial ini adalah serial yang sangat cerdas, intrik dan konflik ceritanya penuh kejutan. Meski bernuansa horor, film ini lebih tepat masuk ketegori thriller karena tidak menampilkan sosok supranatural sama sekali. Tapi bagi penonton yang sebelumnya pernah menonton film ini, pastilah akan kecewa, karena kengerian yang Anda harapkan seperti di layar lebar, tidak ada di film ini. Beberapa adegan memang ada yang mengagetkan, tetapi tidak sampai batas seram seperti film layar lebarnya.

Saat tulisan ini saya buat, serial Damien telah tayang hingga 8 episode dan akan berakhir masa tayangnya di pertengahan Mei 2016 mendatang (dengan total 10 episode untuk Season 1).


ABOUT "THE OMEN"
Seperti yang sudah saya tulis di atas, The Omen adalah salah satu film horor era 1970-an yang sangat populer. Kepopulerannya bersaing ketat dengan film The Exorcist yang kebetulan tayang tidak lama sebelum The Omen (The Exorcist tayang tahun 1973).


Skenario film The Omen dibuat oleh David Seltzer. Disutradarai Richard Donner, film yang diperani Gregory Peck, Harvey Spencer Stephens, Lee Remick, Billie Whitelaw, dan David Warner ini mengisahkan tentang Senator Amerika Serikat Robert Thorn (Gregory Peck) yang mendapat kabar kalau anaknya yang baru lahir meninggal dunia. Tanpa diketahui istrinya, Katherine Thorn (Lee Remick), Robert Thorn mengganti bayinya yang telah meninggal dengan bayi lain yang ibunya baru meninggal pasca melahirkan bayi tersebut. Anak itu pun mereka besarkan dan diberi nama Damien (Harvey Spencer Stephens).

Saat Damien berusia 5 tahun, banyak kejanggalan terjadi di sekitar keluarga Thorn : Muncul anjing hitam yang berjaga-jaga di sekeliling rumah Keluarga Thorn, binatang yang takut pada Damien, bahkan pengasuh Damien tiba-tiba bunuh diri diri. Damien pun menunjukkan tingkah yang aneh, terutama keengganannya untuk ke Gereja dan memegang Alkitab.

Pastor Brennan (Patrick Troughton) yang mengetahui latar-belakang Damien, berusaha memperingatkan Robert Thorn, tapi dia keburu meninggal dengan cara yang sadis. Mengetahui kematian Pastor Brennan, Robert melacak sendiri identitas Damien yang sebenarnya. Dan terungkapkan kalau Damien memang keturunan Iblis. Saat dia berusaha membunuh Damien, justru dia tewas ditembak polisi.

Film yang dibuat dengan biaya US$ 2.8 juta, ternyata sukses besar dan meraup keuntungan finansial sebesar US$ 60.9 juta.
Berkat kesuksesan itu, maka film ini pun dibuat sekuelnya dengan judul Damien : Omen II (1978). Posisi sutradara diambil alih oleh Don Taylor dan pemerannya pun berganti menjadi William Holden, Lee Grant, dan Jonathan Scott-Taylor. Film ini mengisahkan 7 tahun pasca kejadian di seri pertama. Kini Damien (Jonathan Scott-Taylor) telah berusia 12 tahun dan tinggal bersama pamanya, Industrialis Richard Thorn (William Holden) dan istrinya, Ann (Lee Grant). Sama seperti cerita sebelumnya, satu persatu orang di dekat Damien meninggal dengan cara yang mengerikan.

Sementara itu, dalam sebuah penggalian arkelogi, ditemukan 8 Belati Megiddo yang disebutkan merupakan satu-satunya senjata yang dapat membunuh Damien. Di dalam kotak belati tersebut, terdapat surat yang ditulis oleh Arkeolog Carl Bugenhagen (Leo McKern) yang tewas terkubur saat menemukan belati itu. Surat itu berisi peringatan akan jati diri Damien Thorn yang sebenarnya. Surat itu sampai ke tangan Charles Warren (Nicholas Pryor), kurator Thorn Museum, yang segera memberitahui Richard Thorn. Richard tidak mempercayai surat itu. Tidak lama setelah itu, Charles pun tewas ditabrak kereta api. Kematian Charles membukakan mata Richard kalau Damien benar-benar adalah keturunan Iblis yang harus dimusnahkan. Ketika Richard berusaha membunuh Damien dengan belati Megiddo di museum, dia justru dibunuh oleh istrinya, yang tidak lain adalah Pengikut Setan yang ternyata bertugas melindungi Damien. Mereka pun kemudian tewas terbakar di dalam museum. Damien selamat dan kemudian diasuh oleh keluarga sopir Richard.

Seri kedua The Omen ini dibuat dengan dana US$ 6.8 juta, dan secara fantastis meraup keuntungan sebesar US$ 26.5 juta. Hasil ini membuka peluang untuk perilisan sekuel terakhir dari seri The Omen.

Pada tahun 1981, Omen III : The Final Conflict dirilis. Dengan disutradarai Graham Baker, dan diperani Sam Neill, Lisa Harrow, serta Rossana Brazzi, film ini direncanakan sebagai seri terakhir dari rangkaian film horor The Omen.

Mengambil cerita hampir 20 tahun pasca kejadian di seri kedua, kini Damien Thorn telah dewasa. Pria berusia 32 tahun tersebut kini merupakan Konglomerat dan CEO sebuah perusahaan internasional, dan Damien telah menyadari sepenuhnya tujuannya ada di bumi ini. Karena itu dia berencana mencegah penggenapan Janji Kristus di Alkitab dengan menjadikan bumi sebagai Kerajaan Iblisnya.

Pastor DeCarlo (Rossano Brazzi) dari Biara Subiaco telah mengamati Damien cukup lama, dan berniat menghabisinya. Dia berhasil menemukan 7 Belati Megiddo di reruntukan Museum Thorn. Bersama 6 orang biarawan lain, mereka berniat membunuh Damien sebelum dia berhasil menjalankan rencananya. Sementara itu, ketujuh orang pastor itu pun mendapat tugas untuk mencari Bayi Kristus yang datang untuk kedua kalinya. Bayi tersebut merupakan bayi penyelamat manusia, di mana Damien mengincar bayi itu untuk kepentingan dirinya.

Damien berhasil menemukan bayi Kristus terlebih dahulu. Tetapi sebelum dia berhasil membunuh bayi itu, Damien diperalat oleh salah seorang dari Biarawan, sehingga bayi itu berhasil diselamatkan dan Damien pun tewas dihujani 7 belati Megiddo.

Seharusnya Omen III adalah seri terakhir dari trilogi The Omen. Tetapi karena hasil yang diperoleh masih sangat luar biasa (dibuat dengan dana US$ 5 juta, film ini sukses besar meraih US$ 20.4 juta), maka film ini pun kemudian dibuat lagi sekuelnya.
Omen IV : The Awakening dirilis tahun 1991. Berbeda dengan 3 seri sebelumnya, film yang disutradarai Jorge Montesi dan Dominique Othenin-Girard ini dibuat dalam bentuk Film-Televisi (FTV). Semestinya film ini akan dijadikan episode perdana (pilot) dari serial televisi The Omen. Namun karena respon penonton kurang baik, proses pembuatan film ini menjadi serial televisi tidak pernah terealisasi.

Mirip dengan cerita The Omen yang pertama, film ini mengisahkan tentang Pejabat Kongres Virginia bernama Gene York (Michael Woods) dan istrinya, Pengacara Karen (Faye Grant), sudah lama ingin punya momongan, tetapi selalu gagal. Mereka kemudian mengadopsi seorang anak perempuan dari panti asuhan bernama Delia (Asia Vieirra). Sejak kehadiran Delia di keluarga York, dia sudah menunjukkan keganjilan. Bahkan Biarawari yang membabtis Delia mendadak meninggal dunia karena serangan jantung. Meski demikian, Keluarga York masih bisa menorerir keanehan Delia itu.

Setelah berusia 12 tahun, Delia mulai menampakkan kepribadian yang destruktif dan sosiopath. Bahkan orang di sekitarnya satu-persatu tewas. Hal ini mengundang kecurigaan Karen yang meminta bantuan Detektif Earl Knight (Michael Lerner) untuk menyidiki latar belakang orang tua kandung Delia. Dari penyidikan, Knight menemukan fakta mengerikan tentang latar-belakang Delia.Dia berhasil mengirimkan data dan informasi tentang Delia, beberapa saat sebelum tewas.

Saat Karen melahirkan anak lelakinya bernama Alexander, dia mendapati surat dan dokumen dari Knight. Dari sana, dia mengetahui kalau Dalia adalah anak dari Damien Thorn, yang diatur sebagai penerus Damien. Dalam kondisi paranoia, Karen akhirnya bunuh diri.

Film The Omen pernah dibuat ulang pada tahun 2006 dengan sutradara John Moore. Diperani Julia Stiles, Liev Schreiber, dan Mia Farrow, film ini mengetengahkan cerita yang sama persis dengan The Omen pertama. Meski mendapat kritikan dari para kritikus film karena tidak memberikan hal baru dalam film tersebut (malah melakukan pengulangan yang identik dengan film aslinya), The Omen versi 2006 justru sukses secara finansial. Dibuat dengan modal US$ 25 juta, film ini meraup keuntungan sebesar US$ 119.5 juta. Hal ini menunjukkan kalau - meski merupakan konsep ceritanya terbilang "jadul" - namun masih banyak orang yang menikmati film ini. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa kemudian pihak Jaringan televisi A&E setuju untuk memproduseri film Damien dalam versi televisi.



ABOUT "AVE SATANI"
Hal paling kontroversial dari film The Omen adalah penggunaan lagu "Ave Satani" yang menjadi lagu tema (theme song) The Omen, yang juga digunakan sebagian di serial televisi Damien. 

Lagu yang diciptakan Jerry Goldsmith ini meraih penghargaaan di Ajang Academy Award tahun 1976 untuk kategori Best Original Song.  Lagu ini merupakan lagu berbahasa asing pertama yang meraih penghargaan Oscar. Lagu yang berarti "Berjayalah Hai Setan" (Hail Satan) ini sempat dikecam Gereja Katolik Roma dan menganggapnya sebagai lagu Pemujaan Setan.

Meski demikian, menurut Goldsmith, ide pembuatan lagu ini didapatnya setelah mendengarkan musik Gregorian (musik tradisional Gereja Katolik Roma Barat yang populer di Eropa Tengah Abad 9 dan 10). Dengan menggunakan konsep musik Latin yang biasa digunakan di Gereja Katolik, Goldsmith membuat lagu orkestra berlirik bahasa Latin. Goldsmith sendiri tidak bermaksud membuat lagu pemujaan untuk Setan, karena tujuannya hanya untuk menampilkan efek keseraman lewat lagu saja. Hal ini terbukti dari lirik yang digunakan dalam lagu tersebut yang hampir semuanya keliru. Ada pun lirik lagu tersebut adalah : 

Sanguis bebimus (We drink the blood)
Corpus edimus (We eat the body)
Rode corpus Satani (Consume the body of Satan)
Ave, Ave Versus Christus (Hail,Hal Anti-Christ)
Ave Satani (Hail Satan!)



DO YOU KNOW?
Sepertinya Penulis Skenario Glen Mazzara dan Sutradara Shekhar Kapur tidak mempelajari film The Omen secara detil, karena mereka melakukan "kesalahan" yang cukup fatal. Di adegan awal Episode Pertama serial televisi Damien (skenario ditulis Glen, dan sutradara dipegang Shekhar), digambarkan Damien masuk ke dalam gereja dan bersujud di bawah patung salib Yesus Kristus, mempertanyakan mengapa Tiffany (mantan kekasih Damien) dan orang-orang di sekitarnya banyak yang meninggal. Hal ini cukup fatal, mengingat Damien dalam film layar lebar dikisahkan tidak bisa masuk ke dalam Gereja karena naturnya yang adalah Keturunan Iblis.

Untungnya hal ini disadari, sehingga "kesalahan" ini diralat di Episode Kedua (skenario ditulis Mark H. Kruger, sutradara Ernest R. Dickerson), di mana digambarkan Damien saat menghadiri pemakaman Tiffany di dalam gereja, tiba-tiba merasa sakit kepala lalu buru-buru keluar dari gereja dan muntah.

Serial televisi Damien banyak mengambil penggalan dan cuplikan dari film The Omen (1976) sebagai petunjuk korelasi antara film tersebut dengan serial televisi Damien.




NewerStories OlderStories Home