Recommended TV Series - DAMIEN (2016 - onward)

Tahun 1976 silam, Hollywood merilis film berjudul The Omen, sebuah film horor-thriller yang sangat fenomenal. Film itu mengisahkan tentang setan yang lahir ke dunia sebagai anak seorang Senator. Awalnya, tidak ada orang yang menyadari keberadaannya. Namun setelah satu-demi-satu orang di sekelilingnya tewas, ayahnya mengambil inisiatif untuk membunuhnya. Namun setan bernama Damien Thorn itu terlalu kuat untuk dibunuh.

Film The Omen menjadi salah satu film horor legendaris yang hingga kini masih menjadi salah satu film horor terseram yang pernah dibuat. Atas kesuksesan film ini, The Omen kemudian dibuat hingga 4 seri (dan 1 remake, serta 1 film televisi).

Kini setelah 40 tahun pasca perilisan film The Omen, Jaringan Televisi A&E merilis serial televisinya berjudul Damien. Serial ini sudah tayang sejak 7 Maret 2016 silam. Meski ceritanya merupakan "lanjutan" dari film The Omen, namun alur cerita serial televisi Damien mengambil alur cerita yang terbilang sama sekali baru dan mengabaikan cerita di The Omen 2 hingga The Omen 4 yang merupakan sekuel dari film The Omen.

Dalam serial Damien, dikisahkan bahwa di hari ulang tahunnya yang ke-30,  Damien Thorn (Bradley James) yang bekerja sebagai fotografer sebuah harian melakukan pengambilan gambar bersama sahabatnya, Amani Golkar (Omid Abtahi) di sebuah perkampungan kumuh di Suriah. Saat terjadi kerusuhan di perkampungan itu, Damien tiba-tiba didekati oleh seorang wanita tua yang mengatakan hal-hal aneh. Dia kemudian "mendoakan" Damien, sebelum akhirnya wanita itu pingsan terkena lemparan batu. Pasca kerusuhan itu, wanita tua misterius itu kemudian menghilang.

Kembali ke New York, Damien bersama mantan kekasihnya - yang juga jurnalis - Tiffany Hines (Kelly Baptiste) mencari tahu latar belakang wanita tua tersebut, yang ternyata berhubungan dengan masa kecil Damien serta ramalan yang ditulis di Alkitab (Kitab Wahyu). Dalam penyelidikannya, terungkap kalau Damien adalah keturunan Setan yang terlahir sebagai manusia. Dia tidak mempercayainya. Tapi setelah kematian beruntun orang-orang di dekatnya, terutama Tiffany, Damien mau-tidak mau harus menerima kenyataaan jika dia adalah Keturunan Iblis yang kelak akan menguasai dunia dan manusia.

Ketika mengetahui keberadaan Damien, Uskup Gereja Katolik berupaya untuk menghabisi Damien. Beberapa kali upaya mereka untuk membunuh Damien dapat digagalkan oleh Ann Rutledge (Barbara Hersley), Pemilik Perusahaan Asuransi, yang juga Pelindung Damien. Ann tidak saja menjadi Pelindung tetapi juga mentor yang akan mengarahkan Damien untuk menjadi Pemimpin Iblis Seutuhnya.

Buat Anda yang belum pernah menonton film The Omen sebelumnya, pastilah akan mengakui kalau serial ini adalah serial yang sangat cerdas, intrik dan konflik ceritanya penuh kejutan. Meski bernuansa horor, film ini lebih tepat masuk ketegori thriller karena tidak menampilkan sosok supranatural sama sekali. Tapi bagi penonton yang sebelumnya pernah menonton film ini, pastilah akan kecewa, karena kengerian yang Anda harapkan seperti di layar lebar, tidak ada di film ini. Beberapa adegan memang ada yang mengagetkan, tetapi tidak sampai batas seram seperti film layar lebarnya.

Saat tulisan ini saya buat, serial Damien telah tayang hingga 8 episode dan akan berakhir masa tayangnya di pertengahan Mei 2016 mendatang (dengan total 10 episode untuk Season 1).


ABOUT "THE OMEN"
Seperti yang sudah saya tulis di atas, The Omen adalah salah satu film horor era 1970-an yang sangat populer. Kepopulerannya bersaing ketat dengan film The Exorcist yang kebetulan tayang tidak lama sebelum The Omen (The Exorcist tayang tahun 1973).


Skenario film The Omen dibuat oleh David Seltzer. Disutradarai Richard Donner, film yang diperani Gregory Peck, Harvey Spencer Stephens, Lee Remick, Billie Whitelaw, dan David Warner ini mengisahkan tentang Senator Amerika Serikat Robert Thorn (Gregory Peck) yang mendapat kabar kalau anaknya yang baru lahir meninggal dunia. Tanpa diketahui istrinya, Katherine Thorn (Lee Remick), Robert Thorn mengganti bayinya yang telah meninggal dengan bayi lain yang ibunya baru meninggal pasca melahirkan bayi tersebut. Anak itu pun mereka besarkan dan diberi nama Damien (Harvey Spencer Stephens).

Saat Damien berusia 5 tahun, banyak kejanggalan terjadi di sekitar keluarga Thorn : Muncul anjing hitam yang berjaga-jaga di sekeliling rumah Keluarga Thorn, binatang yang takut pada Damien, bahkan pengasuh Damien tiba-tiba bunuh diri diri. Damien pun menunjukkan tingkah yang aneh, terutama keengganannya untuk ke Gereja dan memegang Alkitab.

Pastor Brennan (Patrick Troughton) yang mengetahui latar-belakang Damien, berusaha memperingatkan Robert Thorn, tapi dia keburu meninggal dengan cara yang sadis. Mengetahui kematian Pastor Brennan, Robert melacak sendiri identitas Damien yang sebenarnya. Dan terungkapkan kalau Damien memang keturunan Iblis. Saat dia berusaha membunuh Damien, justru dia tewas ditembak polisi.

Film yang dibuat dengan biaya US$ 2.8 juta, ternyata sukses besar dan meraup keuntungan finansial sebesar US$ 60.9 juta.
Berkat kesuksesan itu, maka film ini pun dibuat sekuelnya dengan judul Damien : Omen II (1978). Posisi sutradara diambil alih oleh Don Taylor dan pemerannya pun berganti menjadi William Holden, Lee Grant, dan Jonathan Scott-Taylor. Film ini mengisahkan 7 tahun pasca kejadian di seri pertama. Kini Damien (Jonathan Scott-Taylor) telah berusia 12 tahun dan tinggal bersama pamanya, Industrialis Richard Thorn (William Holden) dan istrinya, Ann (Lee Grant). Sama seperti cerita sebelumnya, satu persatu orang di dekat Damien meninggal dengan cara yang mengerikan.

Sementara itu, dalam sebuah penggalian arkelogi, ditemukan 8 Belati Megiddo yang disebutkan merupakan satu-satunya senjata yang dapat membunuh Damien. Di dalam kotak belati tersebut, terdapat surat yang ditulis oleh Arkeolog Carl Bugenhagen (Leo McKern) yang tewas terkubur saat menemukan belati itu. Surat itu berisi peringatan akan jati diri Damien Thorn yang sebenarnya. Surat itu sampai ke tangan Charles Warren (Nicholas Pryor), kurator Thorn Museum, yang segera memberitahui Richard Thorn. Richard tidak mempercayai surat itu. Tidak lama setelah itu, Charles pun tewas ditabrak kereta api. Kematian Charles membukakan mata Richard kalau Damien benar-benar adalah keturunan Iblis yang harus dimusnahkan. Ketika Richard berusaha membunuh Damien dengan belati Megiddo di museum, dia justru dibunuh oleh istrinya, yang tidak lain adalah Pengikut Setan yang ternyata bertugas melindungi Damien. Mereka pun kemudian tewas terbakar di dalam museum. Damien selamat dan kemudian diasuh oleh keluarga sopir Richard.

Seri kedua The Omen ini dibuat dengan dana US$ 6.8 juta, dan secara fantastis meraup keuntungan sebesar US$ 26.5 juta. Hasil ini membuka peluang untuk perilisan sekuel terakhir dari seri The Omen.

Pada tahun 1981, Omen III : The Final Conflict dirilis. Dengan disutradarai Graham Baker, dan diperani Sam Neill, Lisa Harrow, serta Rossana Brazzi, film ini direncanakan sebagai seri terakhir dari rangkaian film horor The Omen.

Mengambil cerita hampir 20 tahun pasca kejadian di seri kedua, kini Damien Thorn telah dewasa. Pria berusia 32 tahun tersebut kini merupakan Konglomerat dan CEO sebuah perusahaan internasional, dan Damien telah menyadari sepenuhnya tujuannya ada di bumi ini. Karena itu dia berencana mencegah penggenapan Janji Kristus di Alkitab dengan menjadikan bumi sebagai Kerajaan Iblisnya.

Pastor DeCarlo (Rossano Brazzi) dari Biara Subiaco telah mengamati Damien cukup lama, dan berniat menghabisinya. Dia berhasil menemukan 7 Belati Megiddo di reruntukan Museum Thorn. Bersama 6 orang biarawan lain, mereka berniat membunuh Damien sebelum dia berhasil menjalankan rencananya. Sementara itu, ketujuh orang pastor itu pun mendapat tugas untuk mencari Bayi Kristus yang datang untuk kedua kalinya. Bayi tersebut merupakan bayi penyelamat manusia, di mana Damien mengincar bayi itu untuk kepentingan dirinya.

Damien berhasil menemukan bayi Kristus terlebih dahulu. Tetapi sebelum dia berhasil membunuh bayi itu, Damien diperalat oleh salah seorang dari Biarawan, sehingga bayi itu berhasil diselamatkan dan Damien pun tewas dihujani 7 belati Megiddo.

Seharusnya Omen III adalah seri terakhir dari trilogi The Omen. Tetapi karena hasil yang diperoleh masih sangat luar biasa (dibuat dengan dana US$ 5 juta, film ini sukses besar meraih US$ 20.4 juta), maka film ini pun kemudian dibuat lagi sekuelnya.
Omen IV : The Awakening dirilis tahun 1991. Berbeda dengan 3 seri sebelumnya, film yang disutradarai Jorge Montesi dan Dominique Othenin-Girard ini dibuat dalam bentuk Film-Televisi (FTV). Semestinya film ini akan dijadikan episode perdana (pilot) dari serial televisi The Omen. Namun karena respon penonton kurang baik, proses pembuatan film ini menjadi serial televisi tidak pernah terealisasi.

Mirip dengan cerita The Omen yang pertama, film ini mengisahkan tentang Pejabat Kongres Virginia bernama Gene York (Michael Woods) dan istrinya, Pengacara Karen (Faye Grant), sudah lama ingin punya momongan, tetapi selalu gagal. Mereka kemudian mengadopsi seorang anak perempuan dari panti asuhan bernama Delia (Asia Vieirra). Sejak kehadiran Delia di keluarga York, dia sudah menunjukkan keganjilan. Bahkan Biarawari yang membabtis Delia mendadak meninggal dunia karena serangan jantung. Meski demikian, Keluarga York masih bisa menorerir keanehan Delia itu.

Setelah berusia 12 tahun, Delia mulai menampakkan kepribadian yang destruktif dan sosiopath. Bahkan orang di sekitarnya satu-persatu tewas. Hal ini mengundang kecurigaan Karen yang meminta bantuan Detektif Earl Knight (Michael Lerner) untuk menyidiki latar belakang orang tua kandung Delia. Dari penyidikan, Knight menemukan fakta mengerikan tentang latar-belakang Delia.Dia berhasil mengirimkan data dan informasi tentang Delia, beberapa saat sebelum tewas.

Saat Karen melahirkan anak lelakinya bernama Alexander, dia mendapati surat dan dokumen dari Knight. Dari sana, dia mengetahui kalau Dalia adalah anak dari Damien Thorn, yang diatur sebagai penerus Damien. Dalam kondisi paranoia, Karen akhirnya bunuh diri.

Film The Omen pernah dibuat ulang pada tahun 2006 dengan sutradara John Moore. Diperani Julia Stiles, Liev Schreiber, dan Mia Farrow, film ini mengetengahkan cerita yang sama persis dengan The Omen pertama. Meski mendapat kritikan dari para kritikus film karena tidak memberikan hal baru dalam film tersebut (malah melakukan pengulangan yang identik dengan film aslinya), The Omen versi 2006 justru sukses secara finansial. Dibuat dengan modal US$ 25 juta, film ini meraup keuntungan sebesar US$ 119.5 juta. Hal ini menunjukkan kalau - meski merupakan konsep ceritanya terbilang "jadul" - namun masih banyak orang yang menikmati film ini. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa kemudian pihak Jaringan televisi A&E setuju untuk memproduseri film Damien dalam versi televisi.



ABOUT "AVE SATANI"
Hal paling kontroversial dari film The Omen adalah penggunaan lagu "Ave Satani" yang menjadi lagu tema (theme song) The Omen, yang juga digunakan sebagian di serial televisi Damien. 

Lagu yang diciptakan Jerry Goldsmith ini meraih penghargaaan di Ajang Academy Award tahun 1976 untuk kategori Best Original Song.  Lagu ini merupakan lagu berbahasa asing pertama yang meraih penghargaan Oscar. Lagu yang berarti "Berjayalah Hai Setan" (Hail Satan) ini sempat dikecam Gereja Katolik Roma dan menganggapnya sebagai lagu Pemujaan Setan.

Meski demikian, menurut Goldsmith, ide pembuatan lagu ini didapatnya setelah mendengarkan musik Gregorian (musik tradisional Gereja Katolik Roma Barat yang populer di Eropa Tengah Abad 9 dan 10). Dengan menggunakan konsep musik Latin yang biasa digunakan di Gereja Katolik, Goldsmith membuat lagu orkestra berlirik bahasa Latin. Goldsmith sendiri tidak bermaksud membuat lagu pemujaan untuk Setan, karena tujuannya hanya untuk menampilkan efek keseraman lewat lagu saja. Hal ini terbukti dari lirik yang digunakan dalam lagu tersebut yang hampir semuanya keliru. Ada pun lirik lagu tersebut adalah : 

Sanguis bebimus (We drink the blood)
Corpus edimus (We eat the body)
Rode corpus Satani (Consume the body of Satan)
Ave, Ave Versus Christus (Hail,Hal Anti-Christ)
Ave Satani (Hail Satan!)



DO YOU KNOW?
Sepertinya Penulis Skenario Glen Mazzara dan Sutradara Shekhar Kapur tidak mempelajari film The Omen secara detil, karena mereka melakukan "kesalahan" yang cukup fatal. Di adegan awal Episode Pertama serial televisi Damien (skenario ditulis Glen, dan sutradara dipegang Shekhar), digambarkan Damien masuk ke dalam gereja dan bersujud di bawah patung salib Yesus Kristus, mempertanyakan mengapa Tiffany (mantan kekasih Damien) dan orang-orang di sekitarnya banyak yang meninggal. Hal ini cukup fatal, mengingat Damien dalam film layar lebar dikisahkan tidak bisa masuk ke dalam Gereja karena naturnya yang adalah Keturunan Iblis.

Untungnya hal ini disadari, sehingga "kesalahan" ini diralat di Episode Kedua (skenario ditulis Mark H. Kruger, sutradara Ernest R. Dickerson), di mana digambarkan Damien saat menghadiri pemakaman Tiffany di dalam gereja, tiba-tiba merasa sakit kepala lalu buru-buru keluar dari gereja dan muntah.

Serial televisi Damien banyak mengambil penggalan dan cuplikan dari film The Omen (1976) sebagai petunjuk korelasi antara film tersebut dengan serial televisi Damien.




NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment