Judul TV Seri   : Ice Fantasy (幻城 )
Produksi           : Hunan Satelite Television
Pemeran            : Feng Shao Feng, Victoria Song, Ma Tian Yu, Zhang Meng
Tanggal tayang : sejak 24 Juli 2016
Total episode    : 62


Jika Jepang punya Final Fantasy, maka China kini punya Ice Fantasy. Sama-sama mengangkat genre drama-eksyen-fantasi, serial yang baru tayang sejak 24 Juli 2016 silam ini sangat ditunggu-tunggu oleh pemirsa China. Hal ini dikarenakan serial tersebut merupakan adaptasi dari novel terlaris China tahun 2003 berjudul City of Fantasy karya Guo Jing Ming (novel tersebut terjual hingga 1.5 juta kopi dan menjadi novel kedua terlaris hingga hari ini).

Untuk bisa menghadirkan dengan nyata apa yang tertulis di novel tersebut, pihak produser menggelontorkan dana yang sangat besar untuk membangun properti film dan penggunaan teknologi CGI. Dan Hennah - Desainer Setting Film trilogi The Lord of The Rings - dipercaya untuk menangani properti serial televisi ini. Pembuatan setting film dilakukan di sebuah lahan seluas 7,000 meter persegi, dan menggunakan 500 ton salju buatan. Untuk membuat Istana Kerajaan saja, dana yang digunakan sebesar 2 juta Yuan, dengan menggunakan 100 pemahat. Untuk adegan perang, Tim Kreatif membuat khusus 6,000 properti perang. Bisa dibayangkan betapa besar proyek ini.

Serial televisi Ice Fantasy mengisahkan tentang kondis bumi 100 tahun setelah terjadinya perang antara Suku Es dan Suku Api, di mana Suku Api kalah dalam perang tersebut. Meski menang, namun Suku Es mengalami kehancuran yang cukup fatal. Pangeran Ka Suo (Feng Shao Feng) dan adik angkatnya Ying Kong Shi terluka parah, sehingga harus beristirahat di dalam Istana Es. Konflik internal Kerajaan Es muncul ketika Ka Suo menolak naik tahta setelah kekasihnya, Li Luo (Victoria Song) dan adik angkatnya hilang.

Penyidikan Ka Suo menguak fakta kalau ternyata ada pengikutnya di dalam Istana Es yang berkhianat, dan menjadi otak di balik hilangnya Li Luo dan Kong Shi. Semakin dalam penyidikan yang dilakukannya, Ka Suo kemudian bertemu dengan Yuan Ji (Yan Yi Kuan), seorang pemimpin sebuah Kuil Misterius yang berniat menghancurkan Istana Es.
Istana Suku Es yang dibuat semegah istana di film Lord of the Rings

Dalam sebuah pertempuran hebat, Ka Suo berhasil mengalahkan Yuan Ji. Namun cerita belum berakhir, karena ternyata Kong Shi diculik oleh Ratu Kerajaan Api, yang tidak lain adalah ibu Kong Shi sendiri. Kini otak Kong Shi telah dicuci habis dan dia tidak ingat masa lalunya. Dia diangkat menjadi Pangeran Kerajaan Api, dan ditugaskan untuk menghancurkan Kerajaan Es.

Maka dimulailah kembali perang besar antara Suku Es dan Suku Api. Hanya saja kali ini yang bertarung adalah 2 orang Saudara yang pernah berjuang bersama.

Bagaimana bisa Ratu Api adalah ibu kandung Kong Shi? Apa hubungan Ratu Api dengan Raja Es di masa lalu? Akanlah Kong Shi tega membunuh kakak angkatnya, Ka Suo?


DO YOU KNOW? 
Sejak menjadi best-seller tahun 2003, novel City of Fantasy sudah puluhan kali dicoba untuk diadaptasi dalam versi layar lebar. Sayangnya, novel tersebut dinilai terlalu rumit sehinga tidak mungkin diadaptasi dalam tontonan yang hanya berdurasi kurang dari 2 jam. Setelah berbagai kegagalan, akhirnya Tim Kreatif Hunan Television berhasil mengubah novel itu menjadi serial televisi dengan total 62 episode.

Proses pengambilan gambar keseluruhan episode Ice Fantasy dilakukan di Kota Chifeng, Mongolia, sejak tanggal 16 Agustus 2015, dan selesai bulan Febrari 2016. Total waktu yang digunakan untuk shooting keseluruhan episode serial ini adalah 187 hari.
Feng Shao Feng (kiri) dan Victoria Song (kanan)
Serial Ice Fantasy merupakan serial kedua di mana Feng Shao Feng berakting bersama Victoria Song. Sebelumnya mereka pernah dipertemukan dalam serial televisi My Best Friend's Wedding (yang merupakan remake dari film layar lebar berjudul sama yang dirilis tahun 1997 dan diperani Julia Roberts, Cameron Diaz, Rupert Everett, dan Dermot Mulroney).

Serial ini sudah mulai tayang di Hunan Satelite Television Diamond Independent tanggal 24 Juli 2016. Saat ini serial tersebut baru bisa ditonton oleh pemirsa China melalui situs video-berbayar China : Tencent, iQiyi, Youku, LeTV, Mango TV, Sohu, dan PPTV.






Judul Film     : Operation Chromite
Sutradara       : Lee Jae Han
Pemeran        : Liam Neeson, Lee Jung Jae, Lee Beom Soo, Jin Se Yeon
Tanggal rilis  : 27 Juli 2016

Perang Saudara Korea Selatan dan Korea Utara (dikenal dengan sebutan "한국전쟁 " atau Choguk Haebang Chonjaeng) terjadi 25 Juni 1950 - 27 Juli 1953, adalah perang paling fenomenal dalam sejarah Korea. Dalam perang tersebut, Korea Utara - didukung pasukan Uni Soviet (sekarang : Rusia) - menginvasi Korea Selatan, yang mendapat dukungan dari Amerika Serikat.

Sepanjang masa perang tersebut, ada 1 peristiwa perang besar yang menjadi tonggak kemenangan Korea Selatan atas Korea Utara, yang dikenal dengan sebutan "The Battle of Incheon" (Perang Incheon; 인천상륙작전 / Incheon Sangnyuk Jakjeon). Perang tersebut merupakan perang paling besar dalam sejarah Korea, karena saat itu Korea Selatan - gabungan dengan Pasukan Amerika Serikat / PBB - mengerahkan 75,000 tentara dan 261 kapal perang untuk menggempur pasukan Korea Utara. Untuk memenangkan perang itu, Jendral Douglas MacArthur - yang memimpin langsung perang tersebut - menggunakan strategi perang yang sangat tidak lazim. Strategi ini di luar dugaan mampu menghancurkan kekuatan Pasukan Korea Utara, yang membuat mereka akhirnya kalah telak di perang itu. Strategi dan operasi dalam Perang Incheon itu dikenal dengan sebutan "Operation Chromite".

Nah, film ini mengisahkan latar belakang, persiapan, serta eksekusi dari "Operation Chromite" yang terkenal itu.

Film ini diawali dengan jatuhnya Kota Incheon (kota pelabuhan paling penting di Korea Selatan) ke tangan Korea Utara. Untuk bisa memenangkan perang, Korea Selatan harus bisa mengambil balik Incheon. Karena itu, Jendral Douglas MacArthur (Liam Neeson) mengumpulkan 8 tentara Korea Selatan, yang dipimpin Letnan Angkatan Laut Jang Hak Soo (diperani Lee Jung Jae) untuk melakukan Operasi "X-Ray", di mana kedelapan orang tentara itu ditugaskan menyusup ke dalam kota Incheon, dan menyabotase gudang logistik Pasukan Korea Utara.

Tentu saja Operasi "X-Ray" adalah operasi yang sangat berbahaya dan berisiko tinggi. Tetapi kesuksesan operasi inilah yang kelak menjadi awal kemenangan Tentara Korea Selatan.

Selanjutnya, MacArthur telah dan pasukan Korea Selatan mempersiapkan pasukan ampibi yang merupakan lapis kedua penyerangan berikutnya. Pasukan Ampibi ini pun kelak dikenal masyarakat Korea Selatan karena kecerdasan dan keberanian mereka menghabisi tentara Korea Utara dengan cara yang unik dan tidak umum.

Film kolosal berdurasi 128 menit ini merupakan film Asia pertama yang diperani Liam Neeson. Sebelumnya Neeson sudah sering bekerja sama dengan perusahaan film internasional di luar Hollywood. Salah satunya adalah perusahaan Perancis, saat dia membintangi trilogi Taken yang laris manis tersebut.


Judul Film      : Shin Godzilla (Shin Gojira / Godzilla Resurgence)
Sutradara        : Hideaki Anno dan Shinji Higuchi
Pemeran         : Hiroki Hasegawa, Yutaka Takenouchi, Satomi Ishihara
Tanggal Rilis  : 29 Juli 2016

Tahun 2014, ketika Legendary Pictures merilis film Godzilla terbaru versi Hollywood, Toho - pemilik lisensi film Godzilla - mengumumkan rencana mereka untuk merilis film Godzilla versi Jepang terbaru yang rencananya akan dirilis tahun 2016 mendatang. Dan sesuai pengumuman yang mereka sampaikan, maka di tahun 2016 ini - tepatnya tanggal 29 Juli 2016 - Toho merilis film terbaru Godzilla berjudul Shin Godzilla.

Film ini merupakan film Godzilla ke-29 yang diproduksi Toho dan merupakan film Godzilla ke-31 yang pernah diproduksi Jepang dan Hollywood. Godzilla yang dirilis saat ini merupakan film reboot ketiga, setelah sebelumnya Godzilla pernah direboot tahun 1984 dan 1999.

Karena merupakan reboot, maka alur cerita yang digunakan adalah alur yang sama sekali baru dan tidak berhubungan dengan film Godzilla sebelumnya, baik cerita Godzilla versi Hollywood maupun versi Jepang.

Dikisahkan terjadi gempa dan banjir air bah misterius yang terjadi di Tokyo Bay Aqua-Line. Sekretaris Kabinet Jepang Rando Yaguchi (Hiroki Hasegawa) mendapatkan informasi kalau penyebab bencana alam tersebut adalah mahluk misterius yang tinggal di bawah laut Jepang. Saat disampaikan di Forum Kabinet Pemerintahan, Yaguchi malah mendapat cibiran dan tertawaan dari rekan-rekan sekerjanya. Mereka tetap berkeyakinan kalau kejadian itu adalah bencana alam biasa dan tidak perlu membuat masyarakat panik.

Apa yang disampaikan Yaguchi kemudian menjadi nyata. Tidak lama kemudian, masyarakat menyaksikan mahluk raksasa berbentuk kadal muncul dari dasar laut. Tanpa memberikan kesempatan masyarakat untuk menyelamatkan diri, mahluk itu memasuki kota Tokyo dan melakukan pengrusakan. Masyarakat panik. Pemerintah tidak siap. Dan dengan menggunakan persenjataan seadanya serta tanpa persiapan, Tentara Jepang pun maju menggempur mahluk raksasa itu. Akankah mereka akan menang?


DO YOU KNOW? 
Dalam film ini, tubuh Godzilla dikisahkan setinggi 118.5 meter dan merupakan ukuran tubuh tertinggi Godzilla (di film Godzilla versi Hollywood yang dirilis Legendary Pictures tahun 2014, tinggi tubuh Godzilla adalah 100 meter).

Desain Godzilla di film ini dibuat oleh Mahiro Maeda. Untuk versi maketnya, dibuat oleh Takayuki Takeya. Versi maket Godzilla terbaru saat ini dipajang di Nico Nico Super Conference sebagai bagian promosi film Shin Godzilla.

Film ini akan dirilis dalam 2 judul. Untuk perilisan di Jepang, film ini akan dirilis dengan judul Shin Godzilla (Shin Gojira). Sedangkan untuk perilisan internasional, film ini akan beredar dengan judul Godzilla Resurgence. Namun khusus untuk negara Amerika dan Karibia, film ini tetap dirilis dengan judul Shin Godzilla.

Sutradara Hideaki Anno dan Shinji Higuchi sebelumnya pernah bekerja sama dalam pembuatan anime kontroversi Neon Genesis Evangelion (1995 - 1996).

Selain dirilis dalam format konvensional (2D dan 3D), film Shin Godzilla juga akan dirilis dalam format IMAX, 4DX, dan MX4D.

Film ini akan "dipenuhi" artis-artis populer Jepang yang akan menjadi cameo dan pemeran pembantu. Beberapa di antaranya : Kengo Kora, Ren Osugi, Akira Emoto, Kimiko Yo, Jun Kunimura, Mikako Ichikawa, Pierre Taki, Takumi Saito, Keisuke Koide, Arata Futura, dan lain-lain.


Judul Serial TV : STRANGER THINGS
Distributor         : Netflix
Pemeran            : Winona Ryder, Davide Harbour, Millie Bobby Brown, Glen Matarazzo
Tanggal Rilis     : 15 Juli 2016

Penonton yang melewati masa muda di tahun 1990-an, tentu kenal dengan Winona Ryder, si gadis cantik yang tampil sangat menawan di film The Age of Innocence bareng Michelle Pfeiffer dan Daniel Day-Lewis. Berkat film itu, Ryder meraih penghargaan Golden Globe Award untuk kategori Best Supporting Actress. Namanya makin melambung setelah memerani film Reality Bites (1994), film yang menjadi awal terciptanya istilah Generasi X bagi remaja era 1990-an.

Meski karirnya cukup gemilang, tapi semuanya tidak bertahan lama. Perilaku Ryder yang buruk - terutama kebiasaan kleptomania (mencuri) - membuat karir keartisan Ryder berakhir. Sejak tahun 2001 - 2005, Ryder praktis mundur dari dunia film. Dia sempat beberapa kali mencoba bangkit di dunia film, tetapi tidak berjalan dengan baik.

Hingga akhirnya di tahun 2016, Ryder mendapat kesempatan untuk bermain sebagai pemeran utama di serial televisi Stranger Things. Meski sebagai pemeran utama, peran Ryder di serial bertotal 8 episode ini sebenarnya tidak terlalu banyak karena ceritanya berfokus pada petualangan anak dan teman-temannya anaknya yang notabene semuanya adalah remaja. Tapi .... ya, buat yang kangen melihat wajah Winona Ryder yang imut dan lugu, bolehlah melepas kekangenan Anda di sini.

Di serial kreasi Duffer Bersaudara (Matt dan Ross Duffer) ini, Ryder berperan sebagai Joyce Byers, seorang wanita yang telah bercerai dan kini hidup bersama dua orang anaknya yang telah remaja : Will Byers dan Jonathan Byers (Charlie Heaton).

Pada tanggal 6 November 1983, di kota Indiana, Will Byers lenyap secara misterius setelah berjumpa dengan mahluk misterius. Hal ini menyebabkan kepanikan Joyce, sehingga meminta bantuan polisi untuk menemukan anaknya.

Sehari setelah kejadian itu, seorang gadis muda misterius (diperani Millie Bobby Brown) muncul di sebuah restoran di kota tersebut. Karena kondisinya yang memprihatinkan, pemilik restoran memberi gadis itu makan. Tidak lama, muncul seorang wanita di restoran itu, dan langsung membunuh pemilik restoran tersebut. Sang gadis misterius berhasil melarikan diri dan bersembunyi di hutan. Di sana, dia kemudian bertemu dengan 3 orang sahabat Will - Lucas (Caleb McLaughlin), Mike (Finn Wolfhard), dan Dustin (Gaten Matarazzo) - yang mencari sahabat mereka tersebut di hutan. Mereka pun membawa pulang gadis itu.

Selanjutnya mereka mengetahui kalau gadis misterius itu bernama Eleven (dari tato yang ada di tangannya). Dia memiliki kekuatan psikokinetik, dan hanya memiliki kemampuan bicara yang terbatas. Eleven kemudian setuju untuk membantu ketiga remaja itu untuk menemukan Will. Ternyata menghilangkan Will ada kaitannya penelitian yang dilakukan Agen Pemerintah, dan mengancam keselamatan penduduk kota Indiana.

Kedelapan episode ini ditayangkan serentak di Netflix pada tanggal 15 Juli 2016. Penonton dapat menontonnya dengan cara streaming-berbayar di jaringan Netflix. Secara umum, penonton dan kritikus merespon serial ini dengan sangat baik. Hal yang menjadi daya tarik dalam serial ini adalah atmosfir era 1980-an yang dihadirkan sangat sempurna. Mulai dari musik, suasana kota, pakaian, hingga mobil yang digunakan, semua detil yang ada di serial ini sangat diperhatikan, sehingga nuansa masa lalu yang dibangun terasa sangat pas sekali.

Banyak juga penonton yang menonton film ini menilai serial Stranger Things memiliki kemiripan penggarapan seperti film-film petualangan anak-anak khas Stephen Spielberg di era 1980-an. Saya pribadi juga menilai hal yang sama. Serial ini mirip dengan film-film petualangan anak-anak di era tersebut, seperti The Goonies, E.T., dan Stand By Me. Bagaimana dengan Anda?



Judul Film    : Train to Busan (부산행 )
Sutradara      : Yeon Sang Ho
Pemeran       : Gong Yoo, Jung Yu Mi, Ma Dong Seok
Tanggal rilis : 20 Juli 2016


Beberapa hari lalu, film super-seru ini tayang di Korea Selatan. Film ini menjadi film bertema zombie pertama yang diproduksi oleh sineas Korea Selatan. Terinspirasi film zombie klasik "Dawn of The Dead" karya George A. Romero, Sang Sutradara Yeon Sang Ho membuatnya menjadi sebuah tontonan sadis nan brutal yang lebih bisa diterima oleh masyarakat Asia.

Dikisahkan Seok Woo (diperani Gong Yoo) adalah seorang Manager sebuah perusahaan ternama yang barusan bercerai dan berpisah dengan istrinya. Seok Woo tinggal di Seoul, sedangkan istrinya tinggal di Busan. Anak tunggal mereka yang tinggal bersama Seok Woo, Su An (Kim Soo Ahn), berulang tahun. Satu-satunya hadiah yang diinginkan Su An di hari bahagianya tersebut adalah bertemu dengan ibunya yang tinggal di Busan. Demi membahagiakan anaknya, Seok Woo setuju untuk pergi ke Busan dengan menggunakan kereta super-cepat.

Sesaat setelah Seok Woo dan Su An menaiki kereta api, sebuah virus mematikan dengan cepat mewabah dan menulari banyak orang. Dalam waktu singkat, hampir semua penduduk Korea Selatan terjangkiti virus tersebut, yang mana merubah mereka menjadi zombie haus darah.

Di dalam kereta, Seok Woo dan Su An berkenalan dengan beberapa orang penumpang, yaitu si Pendiam Sang Hwa (Ma Dong Seok) yang pergi bersama istrinya yang cantik Sung Kyung (Jung Yu Mi), Pemain Baseball Populer Young Guk (Chi Woo Sik), dan Cheerleader Jin hee (Ahn So Hee). Mereka kemudian menyadari hampir semua penumpang dalam kereta telah terjangkiti virus dan menjadi zombie. Hanya mereka bertujuh yang masih selamat dari virus tersebut.

Tanpa senjata, dan dengan kondisi terjepit di dalam kereta api, keenam orang tersebut terpaksa harus bertarung dengan para zombie agar bisa selamat.

Para kritikus memuji film ini karena efek visual film ini benar-benar istimewa. Tata-rias para zombie pun dipuji karena dibuat sangat baik dan meyakinkan sekali. Ketegangan yang dibangun dalam film berdurasi 118 menit ini sangat pas, dan tidak membosankan.

Film ini tidak saja menghadirkan adegan menegangkan, tetapi juga alur cerita drama yang cukup menyentuh dan dramatis, terutama saat Su An terjebak di tengah-tengah para zombie, sehingga Seok Woo harus mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan Su An.
Kim Soo Ahn

Para kritikus juga memberikan penghargaan dan apresiasi pada akting aktris anak-anak Kim Soo Ahn yang secara cemerlang berakting dengan sangat baik di film tersebut. Banyak penonton yang tersentuh dan menangis oleh anting Soo Ahn yang dinilai mereka sangat mengharukan dan sempurna.


DO YOU KNOW? 
Film ini mendapatkan kesempatan untuk ditayangkan perdana di Cannes Film Festival (11 - 22 Mei 2016).

Ini adalah kali kedua Gong Yoo dan Jung Yu Mi bermain bersama dalam satu film. Sebelumnya mereka berdua sudah pernah dipertemukan di film berjudul The Crucible (2011).
Judul Serial        : Hey Ghost, Let's Fight (Bring It On, Ghost)
Ditayangkan       : tvN
Pemeran             : Ok Taec Yeon, Kim So Hyun, Kwon Yul
Tanggal tayang   : 11 Juli - 30 Agustus 2016
Total episode      : 16

Secara kebetulan, serial ini punya alur cerita yang mirip dengan serial televisi Ghost-Seeing Detective Cheo Yong (귀신보는 형사, 처) produksi OCN yang sangat sukses di tahun 2014. Meski demikian, serial Hey Ghost, Let's Fight ! punya perbedaan yang cukup signifikan dengan Detective Cheo Yong. Jika serial Detective Cheo Yong cukup serius dan karakter utamanya (diperani Oh Ji-No) bertugas memecahkan kasus pembunuhan dengan arahan hantu, maka di serial Hey Ghost, karakter utamanya justru bekerja sama dengan sang hantu untuk melakukan pengusiran arwah (eksorsistis). Nah, lho...

Diadaptasi dari webtoon berjudul sama yang dirilis dan populer di tahun 2007 - 2010, Hey Ghost, Let's Fight ! mengisahkan tentang seorang gadis remaja bernama Kim Hyun Ji (Kim So Hyun) yang sangat rajin belajar. Saat akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, Hyun Ji mengalami nasib naas di mana dia meninggal akibat kecelakan lalu-lintas. Akibat kejadian tersebut, arwah Hyun Ji menjadi hantu dan berkelana di dunia.

Selama beberapa tahun, Hyun Ji hidup sendirian di dunia roh, sampai akhirnya dia berjumpa dengan seorang pria muda bernama Park Bong Pal (Ok Taec Yeon) yang bisa berkomunikasi dengan arwah dan hantu. Karena butuh uang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, Bong Pal bekerja sebagai "Pengusir Arwah" (Exorcist). Dibantu Hyun Ji, Bong Pal kemudian melakukan pembersihan roh dengan cara mendengarkan cerita para hantu, kemudian membantu para hantu tersebut memasuki dunia roh.

Keduanya saling bekerja sama dan banyak membantu para arwah meninggalkan dunia. Meski demikian, aksi mereka ternyata mendapat cibiran dari Joo Hye Sung (Kwon Yul) yang menganggap Bong Pal hanyalah penipu murahan. Hye Sung - yang seorang profesor obat-obatan dan ahli bedah termuda dan tercerdas di Korea Selatan - menggunakan keahliannya untuk membuktikan Bong Pal melakukan penipuan, sehingga bisa ditangkap dan dipenjarakan Pihak Berwajib.

Serial ini mulai tayang 11 Juli 2016 kemarin di Jaringan Televisi Kabel tvN. Di luar dugaan, serial ini langsung meraih penonton sebanyak 5.2 %, sebuah rekor yang cukup memuaskan (padahal rata-rata penonton drama tv kabel hanya berkisar 3% saja). Ini membuktikan kalau penggemar serial ini cukup banyak.

Saat artikel ini saya tulis, serial ini baru memasuki episode kedua. Masih ada kesempatan bagi Anda untuk mengikuti serial ini lewat jaringan televisi kabel tvN.



DO YOU KNOW? 
Serial ini dirilis dalam beberapa judul Inggris. Judul tersebut adalah :
- Hey Ghost, Let's Fight
- Let's Fight, Ghost
- Bring It On, Ghost
Ok Taec Yeon
Buat penggemar K-Pop, tentu tidak akan asing dengan wajah Ok Taec Yeon yang memerani karakter Park Bong Pal. Yep, dia adalah salah satu anggota boy-band Korea Selatan 2PM. Bermain di drama televisi sebenarnya bukan hal baru baginya, karena sejak tahun 2010, Taec Yeon sudah bermain drama televisi. Diawali dengan serial Cinderella's Sister (2010, sebagai figuran), Dream High (2011), Who Are You (2013), Wonderful Days (2014), dan Assemby (2015).

Kim So Hyun
Sedangkan Kim So Hyun - pemeran Si Hantu Cantik Kim Hyun Ji - adalah artis muda yang sudah sangat terkenal sejak dia masih anak-anak. Memulai karir aktingnya tahun 2006 - saat baru berusia 5 tahun - di serial televisi Drama City Special (episode Ten Minute Minor), So Hyun Kecil langsung menarik perhatian banyak orang. Namanya mulai dikenal orang setelah bermain sebagai Joo Hye Rin, anak seorang pendeta yang diculik kawanan perampok, di film layar lebar Man of Vendetta (2010). Film tersebut meraih penghasilan sebesar US$ 6,5 juta, dan menjadi film terlaris di tahun tersebut. Di dunia drama televisi, So Hyun dikenal pemirsa berkat perannya sebagai Yoon Bo Kyung Muda di serial televisi populer Moon Embracing the Sun (2012). Karirnya di serial televisi terus menanjak setelah membintangi banyak serial populer dengan rating tinggi, seperti : Rooftop Prince, Missing You, Iris 2, The Secret of Birth, I Can Hear Your Voice, The Suspicious Housekeeper, The Girl Who Sees Smells, dan Who Are You : School 2015.

Proses pembuatan serial televisi ini terbilang sangat cepat. Pada bulan Maret 2016, tvN mengumumkan rencana untuk mengadaptasi manga webtoon Hey Ghost, Let's Fight!. Kemudian di tanggal 4 Mei 2016, semua pendukung serial telah terpilih. Proses latihan membaca skrip dilakukan tanggal 18 Mei 2016. Proses shooting segera dilakukan, dan episode pertama langsung tayang tanggal 11 Juli 2016. Berarti total waktu yang dibutuhkan untuk memproses serial ini hanya sekitar 4 bulan saja. Luar biasa.


Judul Film     : High and Low The Movie
Sutradara       : Sigeaki Kubo
Pemeran        : Akira, Seungri (Big Bang), Sho Aoyagi, Hiroyuki Takaya, Yushin Okami
Tanggal Rilis  : 16 Juli 2016

Penggemar grup boyband asal Korea Selatan Big Bang pastinya menunggu banget perilisan film ini. Soalnya, inilah film internasional pertama yang akan diperani oleh Seungri, yang tidak lain adalah salah satu personil grup keren itu. Filmnya sendiri akan tayang minggu ini di Jepang.

Tentunya film yang akan diperani Seungri ini bukan main-main. Film High and Low - The Movie adalah film "remake" (atau lebih tepatnya "ringkasan") dari serial televisi berjudul sama yang sangat populer di tahun 2015 silam. Para pemeran yang mendukung film ini pun mayoritas adalah pemeran yang sama dengan serial televisinya, termasuk di dalamnya 19 anggota grup boy-band EXILE TRIBE yang sebelumnya ikut serta mendukung serial televisinya.

Mengambil setting suatu masa tertentu di Jepang, terdapat sebuah kota yang dulunya dikuasai oleh sebuah kelompok geng bernama Mugen. Adalah 2 bersaudara Amamiya - Masaki Amamiya (Takahiro) dan Hiroto Amamiya (Hiroomi Tosaka) - yang berani menentang kekuasaan Geng Mugen. Dalam pertarungan berdarah antara Amamiya Bersaudara dan Geng Mugen, Geng Mugen berhasil dikalahkan dan tercerai-berai.

Dalam kondisi kacau, muncullah 5 kelompok yang berniat menggantikan posisi Geng Mugen : Sano Rengokai, White Rascals, Oya Koukou, Rude Boys, dan Daruma Gurentai. Kelima kelompok ini kemudian dikenal dengan sebutan S.W.O.R.D. Kelimanya saling bertarung untuk menjadi yang terhebat.

Di tengah pertarungan kelima kelompok itu, tiba-tiba muncul kelompok lain bernama "Mighty Warriors" yang dipimpin Ice (Elly), Bernie (Aran Shirahama), dan 9 (Anarchy). Siapakah mereka? Apakah mereka musuh atau kawan? Jika kawan, di Geng mana mereka berpihak?

Anda tentu bertanya, Seungri (bernama lengkap Lee Seung Hyun) sendiri berperan sebagai apa di sana? Well.... Pria tampan kelahiran tanggal 12 Desember 1990 tersebut akan berperan sebagai Li, Ketua Geng Korea Chanson yang akan turut bertarung untuk menjadi pemimpin kota pasca hancurnya Geng Mugen. Nah... seru kan?



ABOUT HIGH AND LOW - TV MINI SERIES
Tahun 1963 silam, Akira Kurosawa pernah merilis sebuah film layar lebar berjudul High and Low (天国と地獄 ) yang diperani Toshiro Mifune, Tatsuya Nakadai, dan Kyoko Kagawa. Tapi jangan salah, film tersebut tidak ada hubungannya dengan serial televisi High and Low. Bahkan ceritanya pun sangat jauh berbeda.

Serial televisi High and Low adalah serial televisi yang diproduksi dan ditayangkan di Nippon Television Network (NTV) tanggal 21 Oktober - 23 Desember 2015. Serial tersebut diproduseri oleh mantan Pemimpin boy-band EXILE, Hiroyuki Iragashi, dan disutradarai Shigeaki Kubo. Pendukung serial ini adalah semua anggota boy-band EXILE TRIBE yang berjumlah 19 orang.

Mini seri berdurasi 20 - 22 menit perepisode dengan total 10 episode tersebut berjudul lengkap HIGH & LOW - THE STORY OF S.W.O.R.D, mengisahkan tentang pertentangan 5 geng yang berusaha menguasai kota yang sebelumnya dikuasai oleh Geng Mugen. Ada pun kelima geng tersebut adalah :
1. SANNOH RENGOKAI,
2. WHITE RASCALS,
3. OYA KOUKOU
4. RUDE BOYS
5. DARUMA GURENTAI

Di tengah pertarungan mereka tersebut, muncullah geng baru bernama "Mighty Warriors". Kemunculan geng itu kemudian menjadi misteri, apakah mereka memihak salah satu kelompok atau menjadi musuh yang harus diwaspadai?

Di Season Kedua serial High & Low (baru tayang 23 April 2016 silam), dikisahkan kalau ternyata kehadiran "Mighty Warriors" adalah untuk menghancurkan 5 geng S.W.O.R.D. tersebut. Karena itu, geng S.W.O.R.D. pun bersatu untuk melawan "Mighty Warriors". Dalam Season Kedua ini pun terungkap kalau ternyata "Mighty Warriors" punya keterkaitan dengan Amamiya Bersaudara, yang menyebabkan kehancuran Geng Mugen.

Sebelum perilisan High & Low - The Movie, tanggal 7 Mei 2016, dirilislah film Road High & Low. Film yang disutradarai Sigeaki Kubo tersebut merupakan prekuel dari film dan serial televisi High & Low, di mana film itu mengisahkan masa muda 3 orang Pemimpin Geng Sannoh Rengokai yang legendaris : Cobra (Takanori Iwata), Yamato (Nobuyuki Suzuki), dan Noboru (Keita Machida). Ketiganya bersahabat sejak kecil. Tetapi saat sekolah di SMA, sebuah tragedi menghancurkan masa depan mereka, sehingga ketiga kemudian memutuskan untuk bergabung dengan Geng Mugen, untuk kemudian keluar dari geng tersebut, membentuk kelompok Sannoh Rengokai dan berseteru dengan 4 geng lainnya.




Judul Dorama    : Your Home is My Business (Ie Uru Onna)
Pemeran             : Keiko Kitagawa, Asuka Kudo, Yudai Chiba, Toru Nakamura
Tanggal rilis       : 13 Juli 2016
Total episode      : 8

Bisnis sedang sulit? Ga bisa kejar target? Kayaknya Anda perlu nonton serial televisi ini untuk mendapatkan inspirasi agar mampu menghalau masalah yang ada.

Serial bertotal 8 episode ini menceritakan tentang kondisi perekonomian Jepang saat ini. Saat Jepang sedang bersiap untuk menjadi Tuan Rumah Summer Olympics 2020 yang akan diadakan di Tokyo, perekonomian menjadi semakin memburuk. Hal ini juga berdampak pada penjualan rumah di mana harga rumah makin tinggi. Yang menjual rumah sulit mendapatkan pembeli, dan yang mau beli tidak sanggup membayar.

Namun ternyata hal ini tidak berlaku buat Machi Sangenya (Keiko Kitagawa), seorang agen Real Estate yang berusia 30 tahun dan masih single. Dengan penampilannya yang menarik, serta kemampuan komunikasinya yang luar biasa baik, Sangenya tidak pernah sekali pun gagal menjual rumah apapun dan dalam kondisi apapun.

Diam-diam, Sangenya ternyata punya metode unik sendiri yang diterapkannya agar bisa menarik hati konsumennya untuk membeli rumah, meski harga rumah yang ditawarkan sangat tinggi dan kondisi rumah tidak sesuai dengan harga yang diajukan. Metode Sangenya tersebut adalah dengan menyelami masalah yang dihadapi konsumen dan keluarganya. Dengan memahami permasalahan konsumen tersebut, Sangenya ikut membantu menuntaskan masalah sang Konsumen.

Setiap episode menampilkan Sangenya menawarkan rumah kepada para Konsumen. Awalnya konsumen akan selalu menolak membeli rumah yang ditawarkan Sangenya karena harganya yang sangat tinggi. Tetapi di akhir cerita, mereka akhirnya membeli rumah tersebut tanpa menawar, setelah Sangenya berhasil membereskan masalah-masalah yang dihadapi sang Konsumen.

Meski terkesan kepo, tapi apa yang dilakukan Machi Sangenya sebenarnya adalah bentuk perhatian dan keperdulian kepada Konsumen. Banyak Marketing yang kini bekerja hanya berfokus pada target, dan sudah lupa pada perhatian pada Konsumen. Akibatnya kebutuhan konsumen terabaikan, dan mereka dirugikan lantaran Marketing yang hanya perduli pada kepentingan diri sendiri mengejar omset.

Jadi jika ingin kerja mencapai target, perdulilah dulu pada kepentingan konsumen.


Judul Film     : Jin-Rou Game - Prison Break
Sutradara       : Maya Ayabe
Pemeran         : Riria, Yutaro Watanabe, Kasumi Yamaya, Naoya Shimizu, Natsumi Okamoto
Tanggal rilis   : 2 Juli 2016

Anda suka film Battle Royale? Berarti kemungkinan besar suka film Jin-Roh Game : Prison Break. Yep... film yang juga dirilis dengan judul lain "The Werewolf Game - Prison Break" ini adalah seri keempat dari film Jin-Roh Game yang merupakan salah satu film yang cukup populer di Jepang. Meski merupakan seri keempat, tetapi Anda tidak perlu kuatir dan bingung dengan ceritanya, karena film ini berdiri sendiri dan semua karakternya tidak punya hubungan dengan karakter di seri-seri sebelumnya. Satu-satunya kesamaan yang menjadi benang merah film ini dengan film sebelumnya adalah pada permainan Jin-Roh (The Werewolf) yang menjadi alur utama film ini.

Film ini mengisahkan 12 orang remaja yang tiba-tiba mendapati diri mereka terjebak di sebuah sekolah. Mereka diharuskan untuk mengikuti sebuah permainan bernama Jin-Roh, di mana mereka terbagi dalam 2 kelompok yang terdiri dari 6 "Penduduk". Di siang hari, kedua kelompok itu harus mencari siapa diantara mereka adalah "Jin-Roh" (Sang Srigala) yang menyamar sebagai manusia. Apabila ada "Penduduk" yang menjadi tersangka "Jin-Roh", maka mereka harus membunuh "penduduk" itu. Tetapi jika mereka keliru membunuh, maka "Jin-Roh" yang sebenarnya berhak membunuh salah satu "Penduduk" di malam harinya.

Tentu saja permainan mengerikan ini sangat sulit karena para peserta tidak pernah tahu siapa orang yang mendapat peran sebagai "Jin-Roh"dan berapa banyak jumlahnya. Permainan ini baru berakhir jika "Jin-Roh" yang sesungguhnya ditemukan, atau tinggal 1 orang peserta saja.



ABOUT THE GAME OF "JIN-ROH"
"Jin-Roh" atau Werewolf adalah permainan adu strategi yang cukup populer di era 1980-an hingga 2000. Awalnya, permainan ini bernama Mafia dan diperkenalkan oleh seorang warga Rusia bernama Dmitry Davidoff tahun 1986. Permainan ini biasanya dimainkan dalam acara informal dan dimainkan secara perkelompok (minimal 6 orang dalam 1 kelompok). Tentu saja, berbeda dengan film "Jin-Roh" yang berdarah-darah dan saling bunuh, permainan ini aslinya hanyalah permainan debat dan adu strategi. 

Setiap kelompok terdiri dari (minimal 6 orang), di mana setiap kelompok akan memilih salah satu dari anggotanya untuk menjadi "Sang Serigala". Permainan terbagi dalam 2 fase : Siang dan Malam. Pada Fase Siang Hari, para pemain memilih salah satu anggota lawannya sebagai "Sang Serigala". Apabila pilihan mereka salah, maka pada Fase Malam Hari, lawan mereka boleh mengeliminasi salah satu anggota mereka.

Permainan berakhir apabila salah satu kelompok berhasil mengeliminasi "Sang Serigala" atau semua anggota lawan mereka.

Tidak ada batasan waktu dalam permainan ini.

Dalam perkembangannya, setiap peserta punya peran tambahan yang membuat waktu bermain menjadi lebih panjang dan lama. Beberapa peran tersebut antara lain :
- Detektif : punya kemampuan menganalisa tim lawan di Sesi Malam.
- Dokter : punya kemampuan melindungi anggota timnya agar tidak dibunuh di Sesi Malam.
- Barman : punya kemampuan menghidupkan salah satu karakter yang telah dibunuh di Sesi Malam sebelumnya.
- Vigilante : punya kemampuan membunuh para pemain di Sesi Malam.
- Wizard : punya kemampuan meramal / memutuskan siapa "Sang Serigala" di kelompok lawan.
- Witness : punya keleluasaan untuk mengintip / melihat siapa "Sang Serigala" di kelompok lawan, tetapi tidak boleh memberitahukannya kepada anggota kelompoknya.
- Traitor : pemain yang boleh menjebak rekan sekelompoknya sendiri.
- Village Idiot : pemain yang menjebak kelompok lawan agar "membunuhnya", agar "Serigala" sebenarnya di kelompoknya tidak tertangkap.

Permainan ini sangat terkenal karena dapat melatih kemampuan analisa, kerja sama tim, serta melatih kemampuan strategi. Begitu populernya permainan ini, sehingga banyak dimainkan di berbagai negara. Variasi permainannya pun makin banyak dan rumit, sehingga butuh waktu sangat panjang untuk menuntaskan permaianan ini.

Selain dimainkan secara nyata, "Jin-Roh" kini juga dimainkan dalam bentuk "online". Sejak tahun 2008, IRC Channels telah merilis game "Mafia Online" yang mana memberikan kesempatan bagi para penggemar permainan ini untuk bernama secara "online". Komunikasi dilakukan dengan cara tekstual dan jumlah pemain tidak dibatasi. Permainan ini menjadi permainan yang tidak pernah selesai dan terus berlanjut.



ABOUT "JIN-ROH : THE MOVIE"
Tanggal 27 Oktober 2013, film "Jin-Roh Game" (judul lain : The Werewolf Game - The Villagers Side) dirilis. Disutradarai Izuru Kumasaka, film tersebut diperani oleh para artis muda seperti Nanami Sakuraba, Taiga, Seika Taketomi, Amane Okayama, Jingi Irie, Hakaru Ohsawa, dan Hikari Kajiwara.
Jin-Roh Game (2013)

Diadaptasi dari novel "Jinro Gemu" karya Ryo Kawakami (diterbitkan 25 Juli 2013 oleh Takeshobo) dan merupakan adaptasi dari permainan Mafia kreasi Dmitri Davidoff, film ini mengisahkan tentang Airi (Sakuraba), seorang siswi yang diculik saat pulang dari sekolahnya. Dia dibawa ke sebuah gedung di mana di sana telah ada 9 orang siswa-siswi lain yang juga diculik. Mereka kemudian dipaksa untuk bermain permainan bernama "Werewolf" (Jin-Roh), di mana mereka dibagi menjadi 2 kelompok. Setiap kelompok harus memilih salah seorang anggota mereka untuk menjadi "Jin-Roh".

Dalam Fase Siang hari, mereka harus memilih dan memutuskan siapa anggota kelompok lawan mereka yang merupakan "Werewolf", dan harus dihabisi. Apabila mereka salah memilih, maka di Fase Malam Hari, kelompok lawan berhak memilih salah satu anggota mereka dan menghabisinya.
Jin-Roh Game 2 - The Beast Side (2014)
Film tersebut sukses, sehingga kemudian dibuat sekuelnya. Masih mengadaptasi dari novel karya Ryo Kawakami berjudul "Jinroh Gemu - Besat Side" (terbit 17 April 2014), sekuel berjudul "Jin-Roh Game - The Beast Side" itu dirilis 30 Agustus 2014. Dengan durasi 112 menit, film tersebut mengangkat cerita yang mirip dengan seri pertamanya tetapi dengan pendekatan dan karakter yang berbeda.

Dikisahkan 10 orang siswa diculik untuk dipaksa bermain dalam permainan "Jin-Roh". Diantara para siswa itu, terdapat seorang siswi bernama Yuka Kabayama (Tao Tsuchiya) yang ikut. Secara kebetulan, dalam pemilihan karakter, dia mendapatkan kartu untuk memerani karakter "Jin-Roh". Karena itu, di Sesi Siang Hari, dia harus menutupi identitasnya agar tidak dicurigai. Masalahnya, sedari awal permainan, dia sudah dicurigai dan terus-menerus disudutkan. Karena itu, Yuka terus berupaya mencari akal agar tidak terbunuh.
Jin-Roh Game 3 - Crazy Like a Fox (2015)
Film tersebut pun sukses besar sehingga akhirnya dibuat sekuelnya yang dirilis tahun 2015. Diadaptasi dari novel "Jinro Gemu - Crazy Like A Fox" karya Ryo Kawakami (terbit 28 Mei 2015), film yang diperani Sara Takatsuki, Reiya Masaki, Ami Tomite, dan Yoshiki Saito ini terbilang lebih bernuansa drama dan tidak sesadis seri-seri sebelumnya.

Dikisahkan Ayaka Morii (Takatsuki) dan 9 siswa lainnya dipaksa untuk mengikuti permainan "Jin-Roh". Dalam pemilihan pemain, Ayaka mendapat kartu peran sebagai "Jin-Roh". Karena dia menjadi sasaran utama, maka dia harus berhati-hati untuk tidak menarik perhatian para pemain lain memilihnya sebagai "Jin-Roh". Sepanjang permainan, Ayaka jatuh hati pada Yosuke Takigawa (Reiya Masaki). Namun ketika cinta itu bersemi dan mekar, Ayaka harus menerima kenyataan kalau Yosuke bukanlah orang yang harus dicintainya.



Judul Film    : Camping
Sutradara      : Kim Joo Man
Pemeran       : Chae Min Seo, Lee Su Jung, Kim Hee Sang
Tanggal Rilis : 14 Juli 2016

Bagi Anda yang senang berkemping berwisata ke hutan liar atau ke alam yang masih asri, sepertinya perlu menonton film Korea Selatan bergenre thriller-suspense ini. Film berjudul Camping ini akan tayang minggu ini dan berpotensi menjadi salah satu film thriller yang akan duduk di 10 Besar Box-Office Korea Selatan.

Berdurasi hanya 69 menit, film seru ini akan mengisahkan tentang Sun Young (Chae Min Seo), seorang staf perusahaan periklanan yang sangat hobi berpetualang ke alam liar yang di hutan. Satu ketika saat liburan, dia mengajak 2 orang sahabatnya - Eun Mi (Erica Lee Su Jung) dan Yung Sik (Lee Su Jung) - untuk kemping bersama di hutan.

Dalam perjalanan mendaki sebuah bukit, mereka bertiga berpapasan dengan seorang pria misterius bernama Tae Ho (Kim Hee Sang), yang tidak lain adalah seorang pembunuh dan pengedar narkoba. Mengetahui identitas Tae Ho, mereka bertiga berusaha kabur. Namun malangnya, Yung Sik tewas. Tinggallah Sun Young dan Eun Mi, dua wanita yang harus berjuang bertahan hidup dari kejaran Tae Ho.

Kengerian bertambah ketika kedua wanita itu berjumpa dengan sekelompok pria yang juga mengejar Tae Ho. Mengetahui keberadaan dua wanita di tengah hutan, timbul niat jahat para pria itu. Dan mereka pun mengejar Sun Young dan Eun Mi. Berhasilkah kedua wanita itu selamat?


Judul Serial TV  : Doctors
Jaringan televisi  : SBS
Total episode       : 20
Tanggal tayang    : 20 Juni - 23 Agustus 2016

Sebuah serial televisi Korea Selatan yang lagi jadi pusat perhatian penonton saat ini adalah serial DOCTORS. Ditayangkan sejak 20 Juni 2016, serial ini dengan gemilang berhasil meraih jumlah penonton dengan rating rata-rata 20.8%, menjadikan setiap episodenya hampir selalu menempati posisi pertama peringkat tontonan televisi Korea Selatan.

Serial yang diperani Kim Rae Won, Park Shin Hye, Yoon Kyun Sang, dan Lee Sung Kyung ini disebut-sebut sebagai serial paling realistis yang menggambarkan hubungan antara dokter dan pasiennya, serta penilaian masyarakat terhadap latar belakang dan masa lalu seseorang.

Yoo Hye Jung (Park Shin Hye) adalah seorang gadis yang sangat bermasalah saat bersekolah dulu. Selain senang berkelahi, Hye Jung pun dikenal sebagai pemimpin sebuah geng paling ditakuti di sekolahnya. Karena perilaku tidak terpujinya tersebut, Hye Jung dijauhi banyak orang. Hal ini membuat dia memutuskan untuk menutup diri rapat-rapat dan juga menjauhi lingkungannya.

Perubahan perilaku mulai terjadi pada Hye Jung, manakala dia berkenalan dengan seorang guru  bernama Hong Ji Hong (Kim Rae Won) yang mengubahnya dari seseorang tanpa masa depan, menjadi seseorang yang berarti bagi lingkungan sekitarnya. Hal inilah yang kemudian mendorong Hye Jung untuk belajar sungguh-sungguh dan menjadi dokter yang bisa menolong banyak orang.

Namun setelah menjadi dokter dan ahli bedah, tidak serta-merta membuat Hye Jung mendapat penghargaan dari orang-orang di sekitar. Banyak yang masih ingat dengan masa lalu Hye Jung yang kelam, justru berusaha menjatuhkan namanya. Dan Hye Jung harus bekerja keras untuk meyakinkan semua orang bahwa dia telah berubah menjadi orang yang lebih baik.

Sejauh ini serial televisi Doctors punya 3 lagu pengiring : No Way (dinyanyikan Park Yong In dan Kwon Sun Il dari grup R&B Urban Zakapa), Sunflower (dinyanyikan oleh penyanyi cantik Younha), dan That Love (dinyanyikan Jung Yup, personil Brown Eyed Soul). Ketiga lagu ini telah dirilis dalam bentuk single dan langsung masuk ke posisi teratas tangga lagu Korea Selatan.

Di luar Korea Selatan, serial ini telah ditayangkan di stasiun televisi kabel berbayar ONE TV Asia (Singapura, Malaysia, dan Indonesia) setiap hari Selasa dan Rabu. Sedangkan di Thailand, serial ini ditayangkan di Channel 8 di Jaringan Televisi RS Promotion setiap hari Senin dan Selasa sejak tanggal 4 Juli 2016 kemarin.


Judul Serial TV    : Wanted
Jaringan Televisi  : SBS
Tanggal tayang     : 22 Juni - 11 Agustus 2016
Total episode        : 16

Wanted menjadi salah satu serial televisi yang lagi "hot"saat ini di Korea Selatan karena alur ceritanya yang sangat seru dan mendebarkan. Diperani oleh Kim A Joong, Ji Hyun Woo, dan Uhm Tae Woong, serial berdurasi 60 menit yang kini telah tayang sebanyak 6 episode di Korea Selatan ini telah berhasil menarik perhatian 10% penonton Korea Selatan, dan rating ini terus naik.

Jung Hye In (Kim Ah Joong) adalah artis populer Korea Selatan yang film-filmnya selalu laris. Guna tetap mempertahankan posisinya sebagai artis papan atas, Hye In harus terus-menerus berakting dan memperlihatkan sisi baiknya pada fansnya, bahkan termasuk saat dia menjalankan kehidupan sehari-harinya.

Namun segalanya berubah saat dia mendapat kesempatan untuk mengikuti variety show sebuah televisi di mana dalam acara tersebut, Hye In mendapatkan tantangan melakukan berbagai tugas berbahaya. Acara tersebut disiarkan secara langsung. Awalnya, Hye In menolak. Tetapi setelah tahu kalau anaknya diculik dan baru akan dibebaskan jika dia menjalankan semua tantangan yang diberikan, Hye In mau-tidak mau harus menjalankan semua tantangan itu. Pada saat itulah, Hye In harus melepaskan kepura-puraannya dan menunjukkan siapa dia sebenarnya pada para penonton, demi menyelamatkan anak satu-satunya. Akankah Hye In mampu menuntaskan semua tantangan berbahaya tersebut?

Beberapa pengamat menilai serial ini merupakan kombinasi dari alur cerita "God's Gift 14 Days" dan "Liar Game" (versi Koreotona Selatan), karena setiap episode selalu penuh kejutan yang tidak terduga. Banyak penonton juga mengakui setiap episode serial ini menarik ditonton karena selalu mengecoh mereka dengan alur cerita yang tidak mereka sangka.

Akting Kim Ah Joong terbilang sangat menawan dan serial ini merupakan sebuah perubahan yang cukup drastis baginya. Jika sebelumnya Ah Joong dikenal penonton sebagai aktris yang banyak bermain di film dan serial televisi drama-romantis (200 Pounds Beauty, When Romance Meets Destiny, dan The Accidental Couple), maka di serial ini, dia menampilkan akting yang menawan sebagai seorang artis sekaligus ibu yang mengalami depresi serta tekanan mental lantaran anaknya diculik, sementara di saat bersamaan dia harus tetap berakting sangat natural di hadapan penonton yang menontonnya melakukan semua tindakan berbahaya dalam tayangan yang disiarkan langsung. Cukup seru dan menegangkan sekali.


Fenomena kesuksesan film bergenre "found footage" dalam beberapa tahun belakangan ini menjadi tren di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan pembuatan filmnya yang relatif sangat murah, namun hasil yang diperolehnya sangat besar. Lewat film "found footage", penonton digiring untuk mempercayai film yang mereka tonton merupakan rekaman dari sebuah kejadian menakutkan. Hal ini sangat berdampak pada psikologi penonton, di mana mereka jadi ikut merasakan "kejadian menakutkan" yang dialami oleh orang yang "merekam" kejadian tersebut. Sensasi menonton film demikian membuat banyak orang yang tertarik untuk menonton film "murah-meriah" tersebut.

Meski sensasi "nyata" menjadi hal yang menarik saat menonton film "found footage", tidak berarti menonton film ini tanpa konsekuensi. Karena film jenis ini menampilkan adegan rekaman video dari pembuat film "amatir", maka penonton akan sering menyaksikan adegan yang kabur, bergerak-gerak, dan tidak fokus. Buat penonton awam, adegan demikian tentu akan sangat bikin frustrasi (bahkan ekstrimnya : Bikin sakit kepala dan perut). Tapi bagi penonton yang sudah terbiasa menonton film demikian, hal ini dapat menimbulkan sensasi tersendiri, di mana mereka bisa berimajinasi tentang kejadian yang terjadi saat itu.

Melihat kesuksesan film bergenre ini, banyak sineas (termasuk sineas ternama sekalipun, seperti J.J. Abrams) tertarik untuk membuatnya. Tidak hanya sineas Hollywood saja, banyak sineas dari berbagai negara pun turut membuat film jenis ini. Salah satunya adalah sineas Korea Selatan, Lee Chul Na, yang tanggal 2 Desember 2010 silam merilis film bergenre "found footage" berjudul "The Haunted House Project" atau dirilis dengan judul lain "Deserted House".

Secara umum, film ini mengisahkan tentang misteri yang menyelimuti sebuah pabrik tua di sebuah desa kecil di propinsi Gyeonggi, di mana 42 tahun silam dikisahkan pemilik pabrik itu berselingkuh dengan sekretarisnya. Perselingkuhan itu diketahui oleh istrinya, hingga membuat mereka bertengkar hebat, sampai-sampai seluruh desa mendengar pertengkaran mereka tersebut. Sehari pasca pertengkaran itu, sekretaris pemilik pabrik itu menghilang. Banyak rumor yang mengatakan kalau sang sekretaris diculik dan dibunuh oleh orang-orang suruhan istri pemilik pabrik. Mayat sang sekretaris kemudian dikubur di halaman samping pabrik.

Beberapa hari setelah itu, dikabarkan pabrik menjadi gempar karena sering melihat adanya penampakan sekretaris pemilik pabrik tersebut. Tidak hanya penampakan, beberapa pekerja mengalami kesurupan, bahkan beberapa di antaranya meninggal.

Sang pemilik pabrik lalu memanggil Pengusir Setan untuk menyucikan lokasi pabrik. Tapi sang Pengusir Setan justru tewas terbunuh. Setelah melihat hal itu, sang pemilik pabrik - yang belakangan mengetahui lokasi penguburan sekretarisnya - bermaksud membongkar tempat penguburan tersebut dan memindahkannya ke tempat lain. Namun justru orang-orang yang membongkar tempat itu tewas.

Sejak kejadian itu, tidak ada orang yang mau bekerja di pabrik itu. Pabrik itu pun akhirnya tutup, dan kini menjadi gedung rusak tidak berpenghuni. Meski demikian, kabar tentang hantu sekretaris yang meninggali gedung itu masih menjadi buah-bibir penduduk sekitar. Tercatat selama kurun waktu 42 tahun, telah ada 6 orang hilang, 3 orang meninggal secara misterius, dan 11 kasus pembunuhan misterius yang terjadi di dalam gedung tua tersebut.

Tahun 2010, 6 orang - terdiri dari 3 orang anggota Klub Penyuka Rumah Hantu dan 3 orang kru televisi lokal - membuat film tentang gedung tua bekas pabrik tersebut. Namun mereka berenam dinyatakan hilang setelah memasuki gedung tersebut. Tiga bulan pasca kehilangan mereka, polisi tidak berhasil menemukan jasad mereka sama sekali. Hanya menemukan rekaman video selama mereka berada di dalam gedung. Dan rekaman itulah yang kemudian ditonton oleh para penonton di film "The Haunted House Project" ini.

Sebenarnya di awal-awal, film ini telah berhasil membangun suasana misterius yang bikin penasaran penonton. Sayangnya, kemisteriusan tersebut dihancurkan Sutradara Lee Chul Na, membuat penonton merasakan ilfil tingkat tinggi saat menonton film berdurasi 84 menit ini. Akting para pendukung film ini (Shin Kyung Sun, Yoon E Na, Jun In Kul, Lee Hwa Jung, Hyun Tae Ho, dan Shin So Yul) terbilang sangat parah. Sepertinya mereka terbiasa berakting di film-film berskenario, dengan alur cerita yang jelas. Karena itu, ketika harus berakting natural di film tanpa struktur cerita yang jelas, mereka sangat kebingungan. Tampak sekali mereka berusaha tampil serealistis mungkin, tetapi gagal dan tidak mampu berimprovisasi dengan baik.

Hal lain yang cukup mengganggu adalah pengambilan gambarnya yang selalu "berhasil" menyajikan gambar-gambar dengan "angle" atau posisi yang baik. Sutradara Lee Chul Na sepertinya lupa kalau film yang dibuatnya adalah film berjenis dokumenter dari sudut pandang para pemeran filmnya. Jadi sangat tidak mungkin film demikian bisa mendapatkan sudut pengambilan gambar yang baik dan "sempurna". Hal ini tentu saja langsung menghilangkan "sensasi" yang ingin dibangun, karena penonton sudah menyadari kalau film yang mereka tonton adalah bohongan dan semuanya murni settingan belaka.

Selanjutnya, semuanya sudah dengan sangat mudah terbaca, dan Anda yang awam pun sudah bisa menebak setiap adegan yang akan terjadi di film tersebut. Pakem cerita yang disajikan akhirnya menjadi sangat standar, dan membosankan.

Nilai plus yang bisa saya berikan untuk film "The Haunted House Project" adalah pada keberanian para kru film menggunakan lokasi pengambilan gambar di dalam gedung tua yang sudah sangat bobrok dan setiap saat dapat rubuh. Risiko yang diambil para kru sangat besar. Beruntung saja jika sepanjang proses pembuatan film, tidak satu pun dari mereka yang mengalami kecelakaan di lokasi shooting.


Judul Film      : Skiptrace
Sutradara        : Renny Harlin
Pemeran         : Jackie Chan, Fan Bing Bing, Johnny Knoxville, Leo Ku, Eric Tsang
Tanggal rilis   : 22 Juli 2016

Tahun ini akan ada 2 film Jackie Chan yang akan dirilis : Skiptrace dan Railroad Tigers. Skiptrace adalah film produksi kolaborasi Hollywood dan China yang akan rilis akhir bulan ini. Sedangkan Railroad Tigers adalah film produksi China yang akan rilis akhir tahun 2016 nanti. Yang akan saya bahas saat ini adalah film Skiptrace.

Di film ini, Jackie Chan berperan sebagai Bennie Chan, seorang detektif Hong Kong yang sudah lebih dari 10 tahun terakhir ini mengincar Pemimpin Kriminal Victor Wong (Leo Ku). Mengetahui dirinya diincar oleh Bennie, Victor terus-menerus melakukan kucing-kucingan dengan detektif tersebut. Hingga akhirnya Samantha (Fan Bing Bing), keponakan Bennie, secara tidak sengaja terjebak dalam sindikat Victor, permainan pun berubah.

Dengan Samantha di tangan Victor, Bennie tidak bisa berbuat apa-apa, terlebih saat Victor melarikan diri ke Mongolia. Meski demikian, Bennie sadar kalau nyawa Samatha terancam. Bennie kemudian mendapat bantuan dari seorang penjudi cerewet bernama Connor Watts (Johnny Knoxville) yang bisa membawanya ke Mongolia. Parahnya, Connor ternyata tidak tahu apa-apa tentang Mongolia, dan idenya membantu Bennie hanyalah ingin kabur dari kepolisian setempat. Akhirnya, Bennie terjebak dengan Connor yang selalu bikin ulah, sampai membuat Bennie berurusan dengan polisi China.

Menelusuri Gurun Gobi dan pegunungan Mongol, akhirnya Bennie berhasil juga mencium jejak Victor Wong. Dan saatnya bagi Bennie untuk bertindak, menyelamatkan Samantha dari cengkraman Victor.

Sekilas, film ini mengingatkan saya pada film Rush Hour dan Shanghai Noon, yang mana partner Jackie adalah orang yang tidak bisa apa-apa, selain cerewet dan banyak omong. Sepertinya perpaduan ini menjadi rumus sukses film-film Jackie Chan di Hollywood, karena terbukti dengan dipertemukan dengan orang cerewet, Jackie Chan selalu mampu tampil memukau di filmnya.

Seperti film-film Jackie pada umumnya, film ini dipenuhi dengan adegan kocak dan aksi perkelahian yang super-seru. Sutradara Renny Harlin - yang terkenal dengan film-film box-officenya seperti Cliffhanger, Die Hard 2, The Long Kiss Goodnight, dan Deep Blue Sea - cukup cerdas dalam menyutradarai film Jackie Chan, sehingga aksi laga Jackie tampak sangat nyata dan seru sekali.

Dibuat dengan dana US$ 32 juta, film berdurasi 120 menit ini dipastikan akan dapat menjadi film box-office yang tidak saja berjaya di Asia, tetapi juga di Amerika Serikat.


DO YOU KNOW? 
Dialog dalam film Skiptrace akan menggunakan 3 bahasa : Inggris, Mandarin, dan Kanton.

Film ini sebenarnya dijadwalkan akan tayang 24 Desember 2015. Tetapi proses produksinya terhambat, sehingga akhirnya mundur ke tangal 22 Juli 2016.

Awalnya, film ini akan disutradarai Sam Fell. Tapi saat proses shooting akan dimulai, Sam Fell mundur, sehingga posisinya digantikan oleh Renny Harlin.

Seann William Scott merupakan aktor pertama yang ditunjuk untuk memerani karakter penjudi Connor Watts. Namun posisinya kemudian digantikan oleh Johnny Knoxville.

Jadwal shooting film Skiptrace seharusnya dimulai 13 Januari 2014. Namun karena mundurnya Sutradara Sam Fell dari proyek itu, membuat proses pengambilan gambar film ini terlambat, dan baru dimulai 3 September 2014. Pengambilan gambar selesai tanggal 15 Desember 2014.

Saat pengambilan gambar di Pulau Lantau, Hong Kong, kapal yang ditumpangi kameramen Chan Kwok Hung terbalik, membuat dirinya dari 7 orang kru di kapal itu tenggelam. Ketujuh kru dapat diselamatkan, tetapi Chan bernasib naas dan meninggal dalam insiden tersebut. Chan Kwok Hung adalah Kameramen handal yang namanya sudah sangat terkenal di perfilman Hong Kong. Dia sering terlibat di banyak film-film box-office Hong Kong, seperti Tokyo Raiders (2000). Invisible Target (2007), dan Fly Me to Polaris.
NewerStories OlderStories Home