Movie Recommended - JINROH GAME : PRISON BREAK (2016)

Judul Film     : Jin-Rou Game - Prison Break
Sutradara       : Maya Ayabe
Pemeran         : Riria, Yutaro Watanabe, Kasumi Yamaya, Naoya Shimizu, Natsumi Okamoto
Tanggal rilis   : 2 Juli 2016

Anda suka film Battle Royale? Berarti kemungkinan besar suka film Jin-Roh Game : Prison Break. Yep... film yang juga dirilis dengan judul lain "The Werewolf Game - Prison Break" ini adalah seri keempat dari film Jin-Roh Game yang merupakan salah satu film yang cukup populer di Jepang. Meski merupakan seri keempat, tetapi Anda tidak perlu kuatir dan bingung dengan ceritanya, karena film ini berdiri sendiri dan semua karakternya tidak punya hubungan dengan karakter di seri-seri sebelumnya. Satu-satunya kesamaan yang menjadi benang merah film ini dengan film sebelumnya adalah pada permainan Jin-Roh (The Werewolf) yang menjadi alur utama film ini.

Film ini mengisahkan 12 orang remaja yang tiba-tiba mendapati diri mereka terjebak di sebuah sekolah. Mereka diharuskan untuk mengikuti sebuah permainan bernama Jin-Roh, di mana mereka terbagi dalam 2 kelompok yang terdiri dari 6 "Penduduk". Di siang hari, kedua kelompok itu harus mencari siapa diantara mereka adalah "Jin-Roh" (Sang Srigala) yang menyamar sebagai manusia. Apabila ada "Penduduk" yang menjadi tersangka "Jin-Roh", maka mereka harus membunuh "penduduk" itu. Tetapi jika mereka keliru membunuh, maka "Jin-Roh" yang sebenarnya berhak membunuh salah satu "Penduduk" di malam harinya.

Tentu saja permainan mengerikan ini sangat sulit karena para peserta tidak pernah tahu siapa orang yang mendapat peran sebagai "Jin-Roh"dan berapa banyak jumlahnya. Permainan ini baru berakhir jika "Jin-Roh" yang sesungguhnya ditemukan, atau tinggal 1 orang peserta saja.



ABOUT THE GAME OF "JIN-ROH"
"Jin-Roh" atau Werewolf adalah permainan adu strategi yang cukup populer di era 1980-an hingga 2000. Awalnya, permainan ini bernama Mafia dan diperkenalkan oleh seorang warga Rusia bernama Dmitry Davidoff tahun 1986. Permainan ini biasanya dimainkan dalam acara informal dan dimainkan secara perkelompok (minimal 6 orang dalam 1 kelompok). Tentu saja, berbeda dengan film "Jin-Roh" yang berdarah-darah dan saling bunuh, permainan ini aslinya hanyalah permainan debat dan adu strategi. 

Setiap kelompok terdiri dari (minimal 6 orang), di mana setiap kelompok akan memilih salah satu dari anggotanya untuk menjadi "Sang Serigala". Permainan terbagi dalam 2 fase : Siang dan Malam. Pada Fase Siang Hari, para pemain memilih salah satu anggota lawannya sebagai "Sang Serigala". Apabila pilihan mereka salah, maka pada Fase Malam Hari, lawan mereka boleh mengeliminasi salah satu anggota mereka.

Permainan berakhir apabila salah satu kelompok berhasil mengeliminasi "Sang Serigala" atau semua anggota lawan mereka.

Tidak ada batasan waktu dalam permainan ini.

Dalam perkembangannya, setiap peserta punya peran tambahan yang membuat waktu bermain menjadi lebih panjang dan lama. Beberapa peran tersebut antara lain :
- Detektif : punya kemampuan menganalisa tim lawan di Sesi Malam.
- Dokter : punya kemampuan melindungi anggota timnya agar tidak dibunuh di Sesi Malam.
- Barman : punya kemampuan menghidupkan salah satu karakter yang telah dibunuh di Sesi Malam sebelumnya.
- Vigilante : punya kemampuan membunuh para pemain di Sesi Malam.
- Wizard : punya kemampuan meramal / memutuskan siapa "Sang Serigala" di kelompok lawan.
- Witness : punya keleluasaan untuk mengintip / melihat siapa "Sang Serigala" di kelompok lawan, tetapi tidak boleh memberitahukannya kepada anggota kelompoknya.
- Traitor : pemain yang boleh menjebak rekan sekelompoknya sendiri.
- Village Idiot : pemain yang menjebak kelompok lawan agar "membunuhnya", agar "Serigala" sebenarnya di kelompoknya tidak tertangkap.

Permainan ini sangat terkenal karena dapat melatih kemampuan analisa, kerja sama tim, serta melatih kemampuan strategi. Begitu populernya permainan ini, sehingga banyak dimainkan di berbagai negara. Variasi permainannya pun makin banyak dan rumit, sehingga butuh waktu sangat panjang untuk menuntaskan permaianan ini.

Selain dimainkan secara nyata, "Jin-Roh" kini juga dimainkan dalam bentuk "online". Sejak tahun 2008, IRC Channels telah merilis game "Mafia Online" yang mana memberikan kesempatan bagi para penggemar permainan ini untuk bernama secara "online". Komunikasi dilakukan dengan cara tekstual dan jumlah pemain tidak dibatasi. Permainan ini menjadi permainan yang tidak pernah selesai dan terus berlanjut.



ABOUT "JIN-ROH : THE MOVIE"
Tanggal 27 Oktober 2013, film "Jin-Roh Game" (judul lain : The Werewolf Game - The Villagers Side) dirilis. Disutradarai Izuru Kumasaka, film tersebut diperani oleh para artis muda seperti Nanami Sakuraba, Taiga, Seika Taketomi, Amane Okayama, Jingi Irie, Hakaru Ohsawa, dan Hikari Kajiwara.
Jin-Roh Game (2013)

Diadaptasi dari novel "Jinro Gemu" karya Ryo Kawakami (diterbitkan 25 Juli 2013 oleh Takeshobo) dan merupakan adaptasi dari permainan Mafia kreasi Dmitri Davidoff, film ini mengisahkan tentang Airi (Sakuraba), seorang siswi yang diculik saat pulang dari sekolahnya. Dia dibawa ke sebuah gedung di mana di sana telah ada 9 orang siswa-siswi lain yang juga diculik. Mereka kemudian dipaksa untuk bermain permainan bernama "Werewolf" (Jin-Roh), di mana mereka dibagi menjadi 2 kelompok. Setiap kelompok harus memilih salah seorang anggota mereka untuk menjadi "Jin-Roh".

Dalam Fase Siang hari, mereka harus memilih dan memutuskan siapa anggota kelompok lawan mereka yang merupakan "Werewolf", dan harus dihabisi. Apabila mereka salah memilih, maka di Fase Malam Hari, kelompok lawan berhak memilih salah satu anggota mereka dan menghabisinya.
Jin-Roh Game 2 - The Beast Side (2014)
Film tersebut sukses, sehingga kemudian dibuat sekuelnya. Masih mengadaptasi dari novel karya Ryo Kawakami berjudul "Jinroh Gemu - Besat Side" (terbit 17 April 2014), sekuel berjudul "Jin-Roh Game - The Beast Side" itu dirilis 30 Agustus 2014. Dengan durasi 112 menit, film tersebut mengangkat cerita yang mirip dengan seri pertamanya tetapi dengan pendekatan dan karakter yang berbeda.

Dikisahkan 10 orang siswa diculik untuk dipaksa bermain dalam permainan "Jin-Roh". Diantara para siswa itu, terdapat seorang siswi bernama Yuka Kabayama (Tao Tsuchiya) yang ikut. Secara kebetulan, dalam pemilihan karakter, dia mendapatkan kartu untuk memerani karakter "Jin-Roh". Karena itu, di Sesi Siang Hari, dia harus menutupi identitasnya agar tidak dicurigai. Masalahnya, sedari awal permainan, dia sudah dicurigai dan terus-menerus disudutkan. Karena itu, Yuka terus berupaya mencari akal agar tidak terbunuh.
Jin-Roh Game 3 - Crazy Like a Fox (2015)
Film tersebut pun sukses besar sehingga akhirnya dibuat sekuelnya yang dirilis tahun 2015. Diadaptasi dari novel "Jinro Gemu - Crazy Like A Fox" karya Ryo Kawakami (terbit 28 Mei 2015), film yang diperani Sara Takatsuki, Reiya Masaki, Ami Tomite, dan Yoshiki Saito ini terbilang lebih bernuansa drama dan tidak sesadis seri-seri sebelumnya.

Dikisahkan Ayaka Morii (Takatsuki) dan 9 siswa lainnya dipaksa untuk mengikuti permainan "Jin-Roh". Dalam pemilihan pemain, Ayaka mendapat kartu peran sebagai "Jin-Roh". Karena dia menjadi sasaran utama, maka dia harus berhati-hati untuk tidak menarik perhatian para pemain lain memilihnya sebagai "Jin-Roh". Sepanjang permainan, Ayaka jatuh hati pada Yosuke Takigawa (Reiya Masaki). Namun ketika cinta itu bersemi dan mekar, Ayaka harus menerima kenyataan kalau Yosuke bukanlah orang yang harus dicintainya.



NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment