Movie Recommended - INI KISAH TIGA DARA (2016)

Judul Film         : Ini Kisah Tiga Dara
Sutradara           : Nia Dinata
Pemeran            : Tara Basro, Shanty, Tatyana Akman, Rio Dewanto, Titiek Puspa, Ray Sahetapy
Tanggal Rilis     : 1 September 2016

Ada film Indonesia yang sangat populer yang beredar tahun 1957. Judulnya Tiga Dara. Film garapan sutradara Usmar Ismail tersebut diperani Chitra Dewi, Mieke Wijaya, dan Indriati Iskak, bertutur tentang tiga saudari yang tinggal bersama neneknya. Karena sang nenek sudah tua, maka ketiganya diminta menikah sesegera mungkin sebelum sang nenek menutup mata selamanya. Film drama-komedi-musikal itu menjadi salah satu film terlaris di masa itu, dan menaikkan popularitas ketiga pemeran film tersebut.

Kini, setelah hampir 60 tahun pasca perilisan film itu, Sutradara Nia Dinata mencoba mengangkat kembali nostalgia masa lalu tersebut dengan membuat ulang (remake) film ikonik tersebut dan merilisnya dengan judul Ini Kisah Tiga Dara.

Sama seperti versi aslinya, Ini Kisah Tiga Dara dibuat dalam bentuk drama-musikal. Alur ceritanya pun dibuat mirip dengan versi aslinya, dengan beberapa perubahan yang cukup krusial, mengikuti perkembangan jaman masa kini.

Dikisahkan tiga kakak-beradik - Gendhis (Shanty), Ella (Tara Basro), dan Bebe (Tatyana Akman) - menjalankan bisnis hotel milik keluarganya yang berada di Maumere, Nusa Tenggara Timur. Ketiganya terlalu fokus menjalankan bisnis sehinga tanpa sadar usia mereka sudah tidak muda lagi. Hal ini sangat menguatirkan Oma mereka (diperani Titiek Puspa). Dia takut ketiga cucu kesayangannya itu akan menjalani hidup tanpa pasangan hidup. Karena itu, dia mendatangi ketiga cucunya di Maumere dan menanyakan soal ambisi dan rencana masa depan mereka. Masalahnya, Oma tidak saja membahas soal masa depan ketiga cucunya. Dia pun turut memikirkan dan memilih jodoh untuk para cucunya. Nah, pusinglah Ketiga Dara itu sekarang, karena dipaksa Oma untuk buru-buru menikah dengan orang yang tidak mereka kenal sebelumnya.

Film ini terbilang menarik karena mengambil lokasi shooting di Maumere, NTB. Banyak pemandangan indah yang ditampilkan di film ini, membuat penonton mungkin tidak akan percaya kalau lokasi indah itu berada di Indonesia. Dengan durasinya yang hanya 91 menit, film ini dipastikan dapat menghibur penonton, terutama yang pernah menonton Tiga Dara versi 1957.



TENTANG "TIGA DARA" (1957)
Seperti yang sudah saya ulas di depan, film Tiga Dara merupakan salah satu film box-office fenomenal di tahun 1957. Film hitam-putih yang disutradarai Usmar Ismail ini diproduksi dan didistribusikan oleh PT Perfini Films.  Proses pembuatan film ini tidaklah mudah, karena untuk bisa memproduksi film ini, Perfini harus meminjam uang dari Pemerintah dalam jumlah yang sangat besar. Sebelumnya, PT Perfini telah mengalami kerugian yang cukup besar karena film-film produksi mereka sebelumnya - beberapa di antaranya adalah Lagi-Lagi Krisis (1955) dan Tamu Agung (1955) - tidak sukses. Sehingga film Tiga Dara menjadi pertaruhan besar bagi Perfini. Apabila film itu juga gagal, maka Perfini bisa bangkrut dan tutup.

Meski para Direksi Perfini sempat ketar-ketir ketika film ini dirilis, tapi ternyata film ini mampu meraup keuntungan finansial yang luar biasa. Film ini tidak saja membuat nama Usmar Ismail - sebagai sutradara film ini - menjadi masyur, para pemain di film itu pun (Chitra Dewi, Mieke Widjaja, dan Indriati Iskak) langsung menjadi populer.

Film ini mengisahkan tentang tiga bersaudari kandung - Nunung (Chitra Dewi), Nana (Mieke Widjaja), dan Nenny (Indriati Iskak). Ketiganya dibesarkan oleh nenek mereka (Fifi Young). Ibu mereka telah tiada dan ayah mereka terlalu sibuk bekerja. Nunung, selaku anak sulung, berperan sebagai ibu bagi kedua adiknya. Karena terlalu fokus dalam memperhatikan kebutuhan adik-adiknya, tanpa disadari usia Nunung sudah tidak muda lagi, dan dia belum punya pasangan. Neneknya berusaha mencarikan pasangan untuk Nunung, tapi semuanya tidak sesuai.

Satu ketika Nunung terserempet skuter yang dibawa Toto (Rendra Karno). Nunung sangat marah pada Toto dan mengumpat-umpatnya. Saat Toto mendatangi rumah Nunung dan mencoba minta maaf malah ditanggapi dengan sikap kasar. Di rumah itulah Toto berkenalan dengan Nana. Hubungan mereka berlanjut serius, hingga kemudian Toto melamar Nana. Lamaran Toto ini justru menjadi konflik antara Nana dan Nunung, karena Nunung tidak terima dilangkahi menikah oleh adiknya.

Film Tiga Dara menjadi film Indonesia pertama yang ditayangkan secara internasional, yaitu di Venice Film Festival (1959). Film ini meraih Penghargaan Best Musical Arrangement di ajang Indonesian Film Week (1960).

Film Tiga Dara pertama kali ditayangkan di Capitol Theatre di Jakarta bulan Agustus 1957. Presiden Sukarno menonton film ini pada tanggal 20 September 1957 di Istana Presiden di Bogor. Beliau secara khusus mengatur acara menonton bersama keluarga tersebut dalam rangka merayakan ulang tahun istrinya, Hartini.

Sebelum Ini Kisah Tiga Dara, film Tiga Dara pernah dibuat ulang pada tahun 1980 dan dirilis dengan judul Tiga Dara Mencari Cinta, dengan sutradara Djun Saptohadi. Film ini disebut-sebut menjadi inspirasi dari film Teguh Karya berjudul Pacar Ketingalan Kereta (1989).


Baru-baru ini film Tiga Dara telah direstorari ulang dan dibuat dalam format gambar 4K, sehingga tampilan gambarnya lebih terang. Selain itu, agar pemirsa masa kini bisa tahu bagaimana kerennya film Tiga Dara, film yang telah direstorasi ini ditayangkan di bioskop seluruh Indonesia pada tanggal 11 Agustus 2016 silam.
NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment