TV Series Recommended - THE EXORCIST (2016 - onward)

Judul Serial TV    : The Exorcist
Ditayangkan         : Fox
Pemeran               : Alfonso Herrera, Ben Daniels, Genna Davis
Tanggal tayang     : 23 September 2016 - seterusnya

The Exorcist merupakan salah satu film terseram yang pernah dibuat. Pertama kali dirilis dalam bentuk layar lebar tahun 1973, film adaptasi dari novel berjudul sama karya Novelis William Peter Blatty ini menjadi film terlaris sepanjang masa. Meskipun sudah 43 tahun sejak film itu dirilis, namun film The Exorcist masih tetap diminati banyak orang. Bahkan generasi masa kini pun tertarik untuk menonton film tersebut.

Karena animo penonton itulah maka film layar lebar tersebut kemudian diputuskan untuk dirilis dalam bentuk serial televisi. Alur cerita yang ditampilkan dalam serial ini terbilang sangat berbeda dengan yang ditulis di novel maupun di layar lebar. Meski demikian, serial televisi The Exorcist masih setia mengikuti garis besar cerita dalam novel.

Serial yang baru mulai tayang 12 jam yang lalu (23 September 2016) di Amerika Serikat ini mengisahkan tentang Pastor Marcus Keane (Ben Daniels), seorang Pastor Spesialis Pengusiran Roh Jahat (Exorcist), yang sering melakukan pengusiran roh jahat dengan cara yang kontroversial dan tidak disetujui oleh Pihak Vatikan. Delapan belas tahun silam, dia pernah mencoba melakukan pengusiran roh jahat terhadap seorang anak berusia 10 tahun bernama Gabriel di Meksiko. Namun roh yang menguasai anak itu terlalu kuat, sehingga anak itu akhirnya tewas. Kecewa dan frustrasi karena kegagalannya itu, Pastor Marcus memutuskan untuk menutup diri di Pusat Retret St. Aquinas di Los Angeles.

Di masa kini, Pastor Tomas Ortega (Alfonso Herrera) memimpin Gereja St. Anthony di Chicago. Salah seorang jemaatnya, Angela Rance merasakan kelainan pada anak sulungnya, Katherine Rance (Brianne Howey) setelah dia menjenguk salah seorang temannya yang baru meninggal. Sejak itu, Katherine menjadi sering mengurung diri di dalam kamarnya. Adiknya, Casey Range (Hannah Kasulka), mencoba memancing kakaknya untuk keluar dari kamar, namun tidak berhasil.

Angela Rance merasa Katherine mengalami kerasukan, sehingga meminta Pastor Tomas Ortega untuk menjenguk rumahnya. Karena Talenta Pengusiran Roh Jahat bukan kemampuan yang dimilikinya, Pastor Tomas menolak membantu Angela. Tapi kemudian dia sering bermimpi melihat Pastor Marcus yang melakukan pengusiran roh jahat pada Gabriel 18 tahun silam. Pastor Tomas sama sekali tidak kenal siapa Pastur Marcus, sehingga dia tidak tahu latar belakang Pastor Marcus. Mimpi itu semakin intens, sehingga Pastur Marcus merasa Tuhan sedang menyuruh dirinya untuk menemui Pastor Marcus.

Secara tidak terduga, Henry Rance (Alan Ruck) - suami Angela - menyebutkan lokasi Pastor Marcus berada. Pastor Tomas pun pergi menemui Pastor Marcus dan menceritakan mimpi-mimpinya serta masalah yang dihadapinya. Pastor Marcus tidak bersedia membantu, sehingga mengusir Pastor Tomas.

Pastor Tomas memutuskan untuk menjenguk keluarga Angela Rance. Dan di rumah itu, dia baru mengetahui kalau yang kerasukan itu ternyata adalah Casey, bukan Katherine.

Di lain pihak, Pastor Marcus kemudian menyadari kalau kasus kerasukan yang dialami keluarga Rance bukan kasus biasa, karena yang mengalami kerasukan bukan hanya Casey saja. Maka, setelah 18 tahun tidak melakukan prosesi Pengusiran Roh Jahat, Pastor Marcus akhirnya memutuskan untuk turun tangan kembali melakukan pengusiran roh jahat, sekaligus menyidiki kejadian kerasukan massal yang akan terjadi dalam waktu dekat.

Belum ada informasi berapa total episode yang akan dibuat untuk serial The Exorcist. Sementara ini, sudah 4 episode yang dibuat dan akan terus tayang setiap minggu.



ABOUT "THE EXORCIST"
The Exorcist adalah film horor klasik yang menjadi salah satu film horor paling seram hingga hari ini. Film The Exorcist juga menjadi film horor paling sukses karena telah meraup keuntungan finansial sebesar US$ 661 juta dan menjadi salah satu film horor paling menguntungkan sepanjang masa.

Film The Exorcist merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Novelis William Peter Blatty. Aslinya, novel ini berkisah tentang kejadian kerasukan yang dialami oleh seorang anak pra-remaja 12 tahun bernama Regan MacNeil, anak dari seorang aktris terkenal di masa itu.

Lewat proses pengusiran roh jahat yang dilakukan 2 orang pastor - Pastor Lankester Merrin dan Pastor Damien Karras - akhirnya Regan Mac Neil berhasil diselamatkan.

Ide pembuatan novel tersebut didapat Blatty dari catatan kasus kerasukan yang terjadi pada tahun 1949, yang dibacanya saat dia kuliah di Kampus Georgetown University. Saat menulis novel The Exorcist, Blatty menggunakan sosok Gerald Lankester Harding (1901 - 11 Februari 1979) sebagai model untuk menggambarkan karakter Pastor Merrin. Harding adalah Arkeolog Inggris yang menemukan Naskah Laut Mati.

Prosesi pengusiran Roh Jahat yang ditulis Blatty di novelnya pun merupakan prosesi sebenarnya yang pernah dilihatnya sendiri saat Pastor William S. Bowdern - seorang Pastor Aliran Jesuit -  melakukan pengusiran roh jahat saat mengajar di University St. Louis.

Meski Blatty menyebutkan kalau novelnya ini murni merupakan cerita fiksi, namun dari investigasi yang dilakukan oleh Jurnalis Mark Opsasnick pada Oktober 1997 - Oktober 1998, terungkap kalau novel Blatty sebenarnya merupakan kejadian nyata yang terjadi pada tahun 1949 di Cottage City, Maryland. Di waktu itu, terjadi sebuah prosesi pengusiran roh jahat yang cukup mengerikan pada seorang anak remaja yang disebut dengan nama samaran Roland Doe. Begitu menyeramkan kejadian itu, masyarakat Maryland menghendaki kejadian itu tidak diekspos.

Novel The Exorcist kemudian diadaptasi menjadi film layar lebar pada tahun 1973. Film yang diperani Max von Sydow (sebagai Pastor Merrin), Jason Miller (Pastor Damien Karras), dan Linda Blair (Regan McNeil) tersebut menggunakan plot yang sama seperti yang tertuang di novel.Film ini meraup kesuksesan yang luar biasa. Sayangnya, ketika sekuel film ini dibuat, tidak satupun dari sekuel tersebut yang mampu meraup kesuksesan seperti film pertamanya.

Pada tahun 1977, sekuel The Exorcist berjudul Exorcist II : The Heretic dirilis. Diperani Linda Blair, Richard Burton, Louise Fletcher, Max von Sydow, dan James Earl Jones, film ini mengisahkan 4 tahun pasca kejadian di seri pertamanya (dan tidak ada hubungannya dengan kisah di novel The Exorcist), di mana Regan MacNeil sudah terbebas dari kerasukan iblis Pazuzu. Meski demikian, Regan kemudian menyidiki misteri Pazuzu dan alasan mengapa dia menjadi kerasukan. Penyidikan Regan membawanya ke pedalaman Afrika, di mana dia berjumpa dengan Kokomo, anak yang diyakini sebagai korban pertama yang dirasuki Pazuzu. Film ini gagal secara finansial dan dicap banyak kritikus sebagai "Film Terburuk Sepanjang Masa".

Tahun 1990, The Exorcist III dirilis. William Peter Blatty menulis skenario sekaligus menyutradarai film ini. Alur ceritanya diadaptasi dari novel Legion (terbit tahn 1983) karya Blatty yang merupakan sekuel dari novel The Exorcist. Film ini diperani oleh para pemeran baru (George C. Scott, Ed Flanders, Jason Miller, Scott Wilson, dan Brad Dourif). Meski mengisahkan kejadian 15 tahun pasca film pertama (serta mengabaikan kejadian yang terjadi di Exorcist II : The Heretic), film ini tidak berhubungan dengan kedua seri tersebut. Satu-satunya benang merah yang menghubungkan film tersebut dengan 2 seri sebelumnya adalah keberadaan karakter Damien Karras (diperani Jason Miller) yang di awal-awal film disebut sebagai "Patient X".

The Exorcist III mengisahkan tentang Ahli Filsafat William F. Kinderman yang menyidiki rangkaian pembunuhan yang terjadi di Georgetown. Penyidikannya membawanya pada seorang pembunuh berantai bernama James "The Gemini" Venamun yang melakukan serangkaian pembunuhan sadis 15 tahun silam. Sang pembunuh telah tewas, tetapi kemudian diyakini kalau rohnya merasuki orang-orang tertentu untuk melakukan pembunuhan kembali.

Meski hasil film ini jauh lebih baik daripada Exorcist II, namun tetapi tidak mampu menyamai kesuksesan film The Exorcist yang pertama

Pada tahun 2004, seri keempat The Exorcist berjudul Exorcist : The Beginning dirilis. Film yang disutradarai Renny Harlin ini merupakan prekuel pertama dari The Exorcist dan menceritakan latar belakang Pastor Lankester Merrin (diperani Stellan Skarsgard). Meski dipromosikan sangat intens, film tersebut juga gagal saat dirilis.

Karena Exorcist : The Beginning tidak sukses, maka di tahun 2005, film Dominion : Prequel to the Exorcist kemudian dirilis dan menjadi prekuel kedua dari The Exorcist. Paul Schrader didapuk menjadi sutradara film yang skenarionya ditulis William Wisher dan Caleb Carr ini. Alur cerita film ini sama dengan film Exorcist : The Beginning, dengan beberapa perubahan pada elemn film agar lebih seram dan menakutkan. Meski demikian, lagi-lagi film ini gagal dan mendapatkan banyak kritik negatif dari penonton.



DO YOU KNOW? 
Banyak pihak yang mengklaim bahwa film layar lebar The Exorcist (1973) adalah film yang dikutuk. Ellen Burstyn, pemeran Chris MacNeil (aktris yang juga ibu dari karakter Regan MacNeil) di film tersebut memberikan konfirmasi terkait kutukan film The Exorcist. Dalam buku otobiografinya - Lessions in Becoming Myself (2006) - Burstyn menyebutkan, saat proses pembuatan film The Exorcist, sempat terjadi kebakan yang menghanguskan semua interior film. Anehnya, hanya kamar Regan MacNeil - yang juga merupakan tempat berlangsungnya ritual pengusiran roh jahat - tidak terbakar sama sekali. Selain itu, banyak pula kasus kecelakaan selama proses pengambilan gambar, sehingga beberapa pemeran film - termasuk Linda Blair yang memerani Regan MacNeil - harus dirawat di rumah sakit karena terluka akibat kecelakaan misterius di tempat shooting.
Adegan Kontroversial Spider Walk di film "The Exorcist" (1973)
Salah satu kontroversi yang berkembang dalam masyarakat adalah adanya keterlibatan iblis dan Sekte Pemuka / Pengikut Setan dalam pembuatan film The Exorcist. Salah satu indikasi tersebut adalah adegan "gaya berjalan laba-laba" (Spider Walk) Regan MacNeil yang sangat tidak mungkin dilakukan oleh manusia normal. Karena itu, maka masyarakat menilai kalau Iblislah yang tampil di adegan itu. Setelah bertahun-tahun merahasiakan teknik pembuatan film itu, akhirnya pada tahun 2000, William Friedlin membocorkan rahasia teknik "jalan laba-laba" tersebut. Adalah Linda R. Hager - seorang Kontortionis (ahli melipat tubuh) - yang melakukan adegan itu dan melakukan pengambilan gambar tanggal 11 April 1973. Adegan itu terlihat nyata berkat sudut pengambilan gambarnya yang pas serta kemampuan Hager yang memang luar biasa dalam melipat-lipat tubuhnya sehingga mampu berjalan seperti laba-laba (tangan dan kaki dilipat ke arah punggung dan berjalan terbalik). Pada tahun 1998, film The Exorcist dirilis ulang dengan judul The Exorcist : 25th Anniversary Special Edition. Kali ini adegan "jalan laba-laba" yang dilakukan Hager dihapus dan digantikan dengan gambar CGI. Teknologi ini memungkinkan "jalan laba-laba" yang ditampilkan makin nyata dan menyeramkan. Adegan ini disempurnakan dan ditampilkan lagi di versi The Exorcist : The Version You've Never Seen, di mana adegannya tampak semakin nyata dan mengerikan.

Awalnya The Exorcist akan dibuat versi reboot-nya. Ide ini telah tercetus sejak tahun 2012. Namun ide ini tidak pernah terwujud. Pada tahun 2016, alih-alih membuat versi layar lebar, Jeremy Slater mengusulkan untuk membuat The Exorcist dalam versi serial televisi. Idenya disetujui Fox dan pada bulan Mei 2016, pembuatan serial televisi The Exorcist pun mulai dilakukan.

Keseluruhan proses pengambilan gambar film ini dilakukan di Andersonville, yang lokasinya tidak jauh dari kota Chicago, Illinois, Amerika Serikat.

Lagu tema (theme song) film The Exorcist berjudul Tubular Bells. Lagu yang sangat terkenal dan melegenda ini dibuat oleh Komposer Mike Oldfield. Meski menjadi lagu yang sangat terkenal hingga hari ini, Mike Oldfield tidak terkesan dengan hasil ini.

Sebelum memilih lagu Tubular Bells sebagai lagu tema film The Exorcist, Sutradara William Friedkin mendengar musik lagu tema film Sorcerer (1977) yang dibawakan oleh grup musik eksperimental asal Jerman Tangerine Dream. Dia sangat ingin lagu sejenis digunakan juga untuk film The Exorcist. Karena itu, dia membuat komposisi lagu klasik modern yang merupakan campuran dari musik Cello Concerto No. 1 (1972) yang dibawakan Polymorphia, beberapa potongan musik karya komposer Krzysztof Penderecki, 5 potong musik orkestra karya Komposer Anton Webern, dan beberapa potong musik karya Jack Nitzsche. Komposisi lagu ini tidak pernah digunakan, dan pada akhirnya musik Tubular Bells milik Mike Oldfield-lah yang digunakan sebagai lagu tema.

Musik Tububar Bells dapat Anda dengar di episode pertama The Exorcist, di mana lagu tersebut muncul di akhir episode tersebut.







NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment