Buat Anda yang menikmati masa remaja di era 1970 - 1980an tentu pernah dengar para super-hero Jepang seperti Casshern, Gatchaman, Hurricane Polymar, dan Tekkaman. Yep, keempat karakter ini merupakan karakter superhero legendaris asal Jepang yang sangat sukses di masanya.

Nah, apa jadinya kalau keempat karakter ini dipertemukan dalam 1 film layar lebar? Tentu keren banget. Yep... Dalam rangka memperingati 55 tahun Rumah Produksi Tatsunoko Production (yang memproduksi keempat serial superhero tersebut), maka bekerja sama dengan Rumah Produksi Digital Frontier (yang memproduksi anime The Boy and The Beast dan Wolf Children), Tatsunoko Production merilis film layar lebar berjudul Infini T-Force 3DCG.

Sesuai namanya, Infini T-Force akan dibuat dalam format 3D dengan teknik CGI yang super-canggih. Kisahnya sendiri merupakan adaptasi dari manga Infini T-Force : Mirai No Byosen yang ditulis dan digambar Ukyo Kodachi (pernulis anime Baruto, dan novel Naruto : Gaara Hiden Sajingenso). Manga tersebut terbit Desember 2015 silam di Shogakukan (Monthly Hero's Magazine).

Film ini akan mengisahkan tentang seorang gadis remaja bernama Emi yang memiliki pinsil ajaib yang bisa mengabulkan semua permintaannya. Satu ketika, Emi terjebak dalam sebuah aksi perampokan. Ketika nyawanya terancam, Emi kemudian menggambar 4 orang tokoh superhero yang merupakan pahlawan yang mampu menghadapi kejahatan. Dan dia pun menggambar 4 orang superhero : Casshen, Gatchaman, Polymar, dan Tekkaman. Keempat superhero itu pun langsung hidup dan menolong Emi. Namun rupanya, superhero itu tidak muncul begitu saja, karena ternyata ada musuh lain yang lebih hebat sedang berniat menguasai dunia.

Film Inifi T-Force 3DCG akan menjadi satu dari 3 produksi terbaru Tatsunoko Production yang akan dirilis tahun ini sebagai peringatan ulang tahn ke-55 perusahaan tersebut. Dua produksi lain yang akan juga akan dirilis adalah film live-action Hurricane Polymar dan serial televisi Time Bokan 24.

Film Infini T-Force 3DCG rencananya akan dirilis di bulan Oktober 2017. Tanggal pastinya belum ditentukan. Jadi tunggu saja ya....



MENGENAL "INFINI T-FORCE"
Empat superhero yang akan muncul di film Infini T-Force adalah : Casshern, Gatchaman, Polymar, dan Tekkaman. Anda yang lahir di era 1990an ke atas kemungkinan besar tidak akan kenal keempat superhero ini. Karena itu, sebelum menonton filmnya yang super seru, kita kenalan dulu dengan mereka berempat ya....

Casshern - atau dikenal juga dengan sebutan Casshan atau Neo Human Casshern (新造人間キャシャーン - Shinzo Ningen Kyashan)- adalah superhero kreasi Akita Shoten. Karakter ini pertama kali muncul dalam serial komik Kodansha tahun 1973, dan langsung sukses hingga kemudian dibuatkan serial anime-nya yang dirilis 2 Oktober 1973 - 25 Juni 1974. Casshern adalah sebuah Android yang memiliki kekuatan super seperti : kecepatan gerak dan kemampuan bela diri.

Film tentang superhero ini sudah beberapa kali dibuat ulang. Tahun 1993, Casshern dibuat dalam bentuk OVA (Original Video Animation) sebanyak 4 episode berjudul Robot Hunter Casshern. Tahun 2004, Casshern dibuat dalam bentuk film layar lebar live-action dengan pemeran Yusuke Iseya (sebagai Casshern). Dan terakhir, anime Casshern dibuat ulang pada tahun 2008 dengan judul Casshern Sins.

Gatchaman - atau juga disebut Science Ninja Team Gatchaman (科学忍者隊ガッチャマン - Kagaku Ninjatai Gatchaman) - sebenarnya adalah 5 orang superhero berpakaian seperti burung. Kelima anggota Gatchaman memiliki kemampuan bertarung yang unik dan masing-masing punya kemampuan yang berbeda-beda, sesuai dengan pakaian yang mereka kenakan.

Superhero ini pertama kali dirilis dalam bentuk serial animasi pada tanggal 1 Oktober 1972 - 29 September 1974 (105 episode). Serial anime Gatchaman menjadi sangat sukses, sehingga dibuat ulang dalam bentuk sekuel dan berbagai versi. Dalam film Infini T-Force 3DCG, hanya ada 1 anggota Gatchaman yang tampil, yaitu Ken Washio - atau dikenal juga dengan sebutan The Eagle - yang tidak lain adalah Pemimpin dari Kelompok Gatchaman.

Polymar atau Hurricane Polymar (破裏拳ポリマー - Hariken Porima) adalah superhero kreasi Tatso Yoshida yang dirilis dalam bentuk serial anime. Serial ini pertama kali dirilis tanggal 4 Oktober 1974 - 28 Maret 1975 (26 episode), mengisahkan tentang Takeshi Yoroi, seorang remaja yang memiliki seragam sakti. Ketika dia mengenakan seragam itu, Takeshi akan memiliki kekuatan sakti untuk bertarung dengan lawan-lawannya. Selain itu, saat mengenakan seragam tersebut, Takeshi mampu berubah menjadi kendaraan sesuai yang dia inginkan.

Hurricane Polymar pernah dirilis di Indonesia dalam bentuk video pada tahun 1980an, dan sempat sangat populer di masa itu.

Dan karakter yang terakhir adalah Tekkaman atau dikenal juga dengan sebutan The Space Knight Tekkaman (宇宙の騎士テッカマン p- Uchu No Kishi Tekkaman). Tokoh ini merupakan karakter anime yang dirilis pertama kali di Jepang tangal  2 Juli 1975 - 24 Desember 1975 (26 episode). Tekkaman adalah superhero yang diciptakan Doktor Amachi untuk melawan para alien yang mencoba menguasai bumi.

Saat pertama kali dirilis, Tekkaman tidak terlalu populer. Namun saat dibuat ulang dan dirilis dengan judul Tekkaman Blade (1992), serial ini menjadi sangat populer di dunia. Bahkan karena sangat sukses, serial ini kemudian dibuat sekuelnya berjudul Tekkaman Blade 2 (1994).







Judul Serian      : Extraordinary Mission
Sutradara           : Alan Mak & Anthony Pun
Pemeran            : Huan Xuang, Duan Yi Hong, Lang Yue Ting, Zu Feng
Tanggal tayang : 31 Maret 2017

Kalau bicara soal film produksi Tiongkok - apalagi film eksyen - saya terbilang cukup selektif. Soalnya sebagian film mereka bertemakan propaganda dan alurnya terlalu "kuno". Nah, yang cukup menarik minat saya adalah film Extraordinary Mission yang baru tayang 2 bulan kemarin di Tiongkok.

Film aksi-thriller ini tidak saja menjadi salah satu film box-office lokal, tetapi juga merambah hingga ke luar negeri. Banyak hal yang menarik dari film ini. Selain sinematografinya yang cukup modern dan canggih, alur ceritanya pun tergolong tidak biasa, bahkan penuh kejutan. Meski berdurasi cukup panjang (lebih dari 2 jam), film ini tidak membuat penonton mengantuk, tetapi terus dibuat penasaran untuk terus mengikuti film ini hingga tuntas.

Film ini sendiri bercerita tentang seorang polisi bernama Lin Kai (Huang Xuang) yang menyamar sebagai pengedar narkoba. Selama tiga tahun, dia ikut dalam sebuah organisasi peredaran narkoba pimpinan Yang Bin (Xiao Cong). Meski cukup terorganisir dan besar, namun organisasi tersebut terbilang hanya "pemain kecil". Selama ini, mereka mendapat perlindungan dari Inspektur Jendral Wang Bo (Zhao Bing Rui). Tentu saja untuk setiap penjualan narkoba, Inspektur Wang Bo mendapatkan bagian.

Dalam sebuah transaksi narkoba dengan sebuah kelompok dari Thailand bernama Eagle, Lin Kai berhasil mengirimkan informasi kepada rekannya, sehingga transaksi itu gagal dan narkoba serta uang transaksi disita polisi. Akibat tindakan itu, Yang Bin kemudian dihabisi oleh Kelompok Eagle. Wang Bo sendiri dipaksa Eagle untuk bekerja sama dengan mereka dan mengembalikan semua uang serta narkoba yang disita polisi.

Sementara itu, Lin Kai berhasil mendapat kepercayaan kelompok Eagle dan dipekerjakan di kelompok tersebut. Di sana, Lin Kai berhasil membuat omset Eagle naik 2 kali lipat, membuat dia makin disayang oleh Pemimpin Kelompok. Bahkan Lin Kai mendapat kesempatan untuk berkenalan dengan Para Ketua Eagle, serta mendapat kepercayaan untuk mengurusi penjualan Amphetamine di wilayah Tiongkok.

Mendapatkan kepercayaan, dan penghasilan yang besar, jelas sangat menggiurkan. Akankah Lin Kai tergoda? Atau dia tetap berpegang pada prinsipnya sebagai seorang polisi yang menegakkan keadilan dan kebenaran?

Film ini terbilang sangat seru, karena menampilkan banyak adegan tembak-tembakan dan kejar-kejaran mobil. Film ini pun meraih pemasukan cukup tinggi saat dirilis di Tiongkok (CNY 105 juta), yang membuatnya menjadi salah satu Film Box-Office Terbaik tahun ini dari Tiongkok.

Beberapa adegan sempat mengingatkan saya pada film Infernal Affairs, terutama cara komunikasi Lin Kai dengan rekan-rekan kepolisian. Selain itu, banyak juga adegan tembak-tembakan yang memiliki kemiripan dengan gaya aksi John Woo di film-film produknya era 1980-1990an. Meski demikian, film ini terbilang cukup menarik untuk disimak, mengingat film ini banyak aksi yang cukup keren.







Judul Serian        : Fight For My Way / Third Rate My Way
Pemeran              : Park Seo Joon, Kim Ji Won, Ahn Jae Hong, Song Ha Yoon
Ditayangkan       : KBS2
Tanggal Tayang  : 22 Mei - 25 Juli 2017
Total episode      : 20

Setiap orang punya cita-cita. Namun berapakah yang berani memperjuangkan cita-citanya? Inilah yang akan diulas oleh drama Korea bergenre romantis ini.

Serial ini mengisahkan tentang seorang pria bernama Ko Dong Man (Park Seo Joon) yang sejak kecil bercita-cita menjadi ahli bela diri. Karena itulah sejak kecil dia sangat rajin berlatih beladiri Taekwondo. Tapi setelah dewasa, dia menemukan kalau untuk bisa meraih cita-cita masa kecilnya tidaklah mudah. Bekerja sebagai seorang staf rendahan, gaji yang diterimanya hanya cukup untuk bertahan hidup saja.

Meski demikian, dia tidak putus asa. Demi memenuhi cita-citanya, Dong Man kemudian mendaftarkan dirinya ikut ajang UFC (Ultimated Fighting Championship). Jika menang, maka dia dapat meneruskan cita-citanya sebagai ahli bela diri.

Sementara itu, seorang gadis cantik bernama Choi Ae Ra (Kim Ji Won) bercita-cita menjadi seorang Penyiar Radio. Namun setelah dewasa, dia justru tidak mendapatkan pekerjaan yang dicita-citakannya tersebut. Alih-alih menjadi penyiar radio, dia akhirnya hanya bisa bekerja sebagai Petugas Informasi di sebuah pusat perbelanjaan.

Kedua orang tersebut kemudian bertemu dengan tidak sengaja, dan dipersatukan oleh 1 kesamaan : Mereka bersama-sama ingin mewujudkan cita-cita masa kecil. Mungkinkah cita-cita mereka itu terwujud?

Serial ini memiliki pesan moral yang sangat mendalam. Banyak orang yang - karena tekanan hidup - tidak berani memperjuangkan cita-cita mereka. Hanya Para Pemberanilah yang berani memperjuangkan dan meraih apa yang menjadi impian mereka sejak kecil.

Banyak kritikus dan pengamat yang menilai serial ini akan menjadi salah satu serial terbaik dengan rating tertinggi. Salah satu alasannya adalah karena serial ini diperani oleh Park Seo Joon dan Kim Ji Won.

Anda tentu kenal dong dengan kedua artis ini.....
Kiri : Park Seo Joon; Kanan : Kim Ji Won

Park Seo Joon adalah artis kenamaan Korea Selatan yang melejit lewat serial-serial televisi terkenal seperti Kill Me, Heal Me (2015), She Was Pretty (2015), dan Hwarang (2016).

Sedangkan Kim Ji Won baru-baru ini bermain di serial televisi Descendants of the Sun (2016) bareng Song Joong Ki dan Song Hye Kyo. Di serial itu, dia berperan sebagai Letnan Pertama Yoon Myeong Ju, seorang dokter yang juga anak dari Letnan Jendral Yoon.

Serial ini akan tayang tanggal 22 Mei 2017 dengan total 20 episode. Berbeda dengan serial Korea Selatan pada umumnya yang rata-rata berdurasi 50 - 60 menit perepisodenya, maka serial ini akan berdurasi lebih panjang, yaitu 70 menit perepisodenya.


Judul Film      : Pirates of The Caribbean - Dead Men Tell No Tales
Sutradara        : Joachim Ronning & Espen Sandberg
Pemeran         : Johnny Depp, Javier Bardem, Branton Thwaites, Geoffrey Rush
Tanggal rilis   : 26 Mei 2017

Jack Sparrow berpetualang kembali !!!

Ya, Pirates of the Caribbean : Dead Men Tell No Tales adalah film kelima petualangan Si Bajak Laut Kocak Jack Sparrow. Dan untuk kelima kalinya, Johnny Deep dipercaya memerani karakter legendaris kreasi Ted Eliott, Stuart Beattie, dan Jay Wolpert ini.

Pada seri ini, Jack Sparrow akan berhadapan dengan musuh lamanya, Kapten Armando Salazar, seorang pemburu bajak laut yang hidup abadi. Kapten Armando sudah lama mencari keberadaan Jack Sparrow, dan kini dia mendapat kesempatan untuk menangkap bajak laut yang sudah lama diincarnya itu. 

Dengan mengendarai kapalnya - Silent Mary - Kapten Armando Salazar berhasil kabur dari Segitiga Iblis (Devil's Triangle) dan memutuskan untuk menghabisi semua bajak laut yang mereka temui. Agar bisa mengalahkan Kapten Armando Salazar dan pasukannya, Jack Sparrow harus mencari Trisula Poseidon (Trident of Poseidon), sebuah artefak kuno yang terletak di suatu tempat di tengah lautan.

Di waktu bersamaan, Henry Turner - anak dari Will Turner dan Elizabeth Swann - sedang mencari cara untuk menyelamatkan ayahnya yang terkena kutukan The Flying Dutchman. Seperti yang diceritakan dalam seri ketiga Pirates of the Caribbean (At World's End) dikisahkan kalau - demi untuk menyelamatkan Jack Sparrow - Will Turner memutuskan untuk bergabung dengan Pasukan The Flying Dutchman. Akibatnya, Will Turner harus tinggal di dunia orang mati. Akankah Henry mampu menyelamatkan ayahnya?



ABOUT "PIRATES OF THE CARIBBEAN"
Pirates of the Caribbean adalah salah satu film franchise produksi Walt Disney terlaris saat ini. Awalnya, Pirates of the Caribbean adalah salah satu atraksi permainan di Disneyland yang sudah diperkenalkan ke publik sejak tahun 1967. Disney kemudian memutuskan untuk membuat sebuah dongeng berdasarkan atraksi tersebut. Ide ini baru terwujud di tahun 2003 dalam bentuk film layar lebar, dan kini film Pirates of the Caribbean telah menjadi salah satu franchise Disney tersukses, dengan perolehan total US$ 3.7 milyar (hingga Januari 2015). Dan diperkirakan penghasilan mereka akan lebih banyak lagi ketika Pirates of The Caribean : Dead Men Tell No Tales dirilis minggu depan.

Pirates of the Caribbean pertama dirilis tanggal 28 Juni 2003 dengan judul lengkap Pirates of the Caribbean : The Curse of the Black Pearl. Film ini disutradarai Gore Berbinski, dan diperani Johhny Depp, Orlando Bloom, dan Keira Knightley. Film ini mengisahkan tentang pertemuan antara Bajak Laut Kapten Jack Sparrow dengan Tukang Besi Will Turner. Mereka berdua harus menyelamatkan gadis muda bernama Elizabeth Swann yang diculik oleh Bajak Laut Kapal Black Pearl pimpinan Hector Barbossa (diperani Geoffrey Rush). Kapten Hector Barbossa adalah seorang bajak laut yang sudah lama mati. Tetapi karena terkena kutukan, dia dan awaknya hidup abadi dan akan berubah menjadi tengkorak di malam hari.

Film Pirates of The Caribbean : The Curse of the Black Pearl secara fantastis meraup keuntungan hingga US$ 654 juta (dibuat dengan biaya US$ 140 juta). Selain itu, film tersebut juga mendapatkan banyak nominasi penghargaan dari berbagai ajang festival film. Berkat film ini, Johnny Depp memenangi penghargaan Screen Actors Guild Award untuk kategori Outstanding Performance by a Male Actor in a Leading Role.

Sukses film tersebut kemudian diikuti dengan sekuelnya, Pirates of the Caribbean : Dead Man's Chest yang dirilis tahun 2006. Masih disutradarai oleh sutradara serta artis yang sama, kisah film ini melanjutkan cerita dari seri pertamanya. Dikisahkan Will Turner meminang Elizabeth Swann sebagai istrinya. Tetapi di tengah pernikahan mereka, Lord Cutler Beckett (Tom Hollander) datang dan memaksa Will Turner untuk mempertemukannya dengan Kapten Jack Sparrow, karena dia ingin mendapatkan artefak Dead Man's Chest yang dimiliki Sparrow. Di lain pihak, Jack Sparrow sedang dikejar-kejar Hantu Bajak Laut Davy Jones (Bill Nighty) yang menagih hutang Sparrow padanya.

Sekuel Pirates of the Caribbean ini meraih kesuksesan jauh melampau seri pertamanya. Dibuat dengan biaya US$ 225 juta, film ini meraih keuntungan finansial hingga US$ 1,066 milyar. Film ini kini berada di peringkat kedua-belas Peringkat Film Berpenghasilan Tertinggi di Dunia (posisinya baru tergeserkan 6 tahun kemudian oleh The Avengers yang dirilis tahun 2012).

Setahun kemudian, tahun 2007, sekuel berjudul Pirates of the Caribbean : At World's End dirilis. Film ini melanjutkan kisah dari seri sebelumnya. Masih tetap dengan sutradara dan pemeran yang sama, film ini bercerita tentang Will Turner dan Elizabeth Swann yang berusaha menyelamatkan Jack Sparrow yang dipenjara oleh Davy Jones. Kali ini mereka mendapat bantuan dari Hector Barbossa dan para awak kapal Black Pearl.

Dibuat dengan dana yang jauh lebih besar (US$ 300 juta), film Pirates of the Caribbean : At World's End menjadi salah satu film termahal yang pernah dibuat. Meski banyak kritikus yang menilai kualitas film ini kalah dibandingkan dengan 2 seri sebelumnya, namun film ini masih tetap menguntungkan dengan perolehan US$ 960 juta, dan menjadikannya sebagai Film Terlaris Tahun 2007.

Awalnya, film Pirates of the Caribbean : At World's End akan menjadi film terakhir dari serial Pirates of the Caribbean. Namun mengingat menghasilan yang diraih sangat memuaskan, maka Disney Pictures setuju untuk membuat sekuel berikutnya.

Pirates of the Caribbean : On Stranger Tides dirilis tahun 2011 dan menjadi seri keempat dari petualangan Jack Sparrow. Sutradara film ini berganti menjadi Rob Marshall, dan hanya aktor Johnny Depp serta Geoffrey Rush saja yang diikutkan dalam sekuel ini. Alur ceritanya pun terbilang agak berbeda dengan seri sebelumnya, karena diadaptasi bebas dari novel On Stranger Tides karya Tim Powers.

Di seri ini, Jack Sparrow bersama kekasihnya, Angelica (diperani Penelope Cruz), mencari Mata Air Awet Muda. Dalam petualangan ini, mereka harus berhadapan dengan Bajak Laut Legendaris Blackbeard (Ian McShane), yang tidak lain adalah ayah kandung dari Angelica.

Film Pirates of the Caribbean : On Stranger Tides menjadi seri pertama dari keseluruhan Pirates of the Caribbean yang dibuat dengan format Disney Digital 3D dan IMAX 3D. Film ini memecahkan banyak rekor box-office di banyak negara. Film ini bahkan duduk di peringkat ke-22 Tangga Box Office Film Terlaris di Dunia (dengan perolehan US$ 1.045 milyar, dan dibuat dengan dana US$ 410.6 juta).

Akankah Pirates of the Caribbean : Dead Men Tell No Tales akan memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang On Stranger Tides? Kita lihat saja nanti...






Judul Serian     : Ruler - Master of the Mask (군주-가면의 주인 )
Pemeran           : Yoo Seung Ho, Kim So Hyun, Kim Myung Soo, Yoon So Hee
Produksi           : MBC
Tanggal tayang : 10 Mei - 13 Juli 2017
Total episode    : 40

Penggemar drama Korea tentu kenal dong dengan aktor Yoo Seung Ho? Yep... Nama Aktor Tampan ini menjadi sangat terkenal setelah bermain di serial televisi Korea Selatan Remember : War of the Son (2015).  Dalam serial itu, Yoo Seung Ho berperan sebagai Seo Jin Woo, seorang pengacara dengan daya ingat yang sangat luar biasa. Berkat aktingnya yang meyakinkan di serial itu, Yoo Seung Ho memenangkan penghargaan Excellence Award di Ajang SBS Drama Award 2016 untuk kategori Actor in A Genre Drama.
Yoo Seung Ho

Sejak itu, namanya menjadi sangat populer dan dia kerap mendapat peran utama serial televisi terkenal. Nah, salah satu serial terbaru yang diperaninya adalah Ruler : Master of the Mask. Serial yang rencananya bertotal 40 episode ini baru tayang 10 Mei 2017 kemarin. Jadi terbilang masih baru banget.

Di serial ini, Seung Ho berperan sebagai Yi Seon, Pangeran Kerajaan Jangheon, berjuluk Pangeran Sado. Dalam Sejarah Korea, Pangeran Sado (13 Februari 1735 - 12 Juli 1762) adalah anak kedua dari Raja Yeongjo (1694 - 1776). Meski anak raja, tetapi Pangeran Sado mendapat perlakukan kurang pantas dari ayahnya. Bahkan saat berusia 27 tahun, Raja Yeongjo menghukum Pangeran Sado dengan cara dibiarkan mati kelaparan. Serial ini akan mengisahkan tentang perjuangan Pangeran Sado meraih kekuasaan, namun berakhir tragis.

Bersetting abad 18, dikisahkan Kerajaan Joseon mengalami perpecahan karena banyaknya perselisihan internal di dalam kerajaan. Hal ini diperparah dengan pembiaran Kelompok Pyun Soo Hwe yang berkuasa dan melakukan monopoli persediaan air. Di tengah kekacauan itu, Pangeran Yi Seon mendobrak dan melakukan pembenahan terhadap kekacauan di negaranya.

Dengan dibantu kekasihnya - Han Ga Eun (diperani Kim So Hyun) - Pangeran Yi Seon membenahi kekacauan negaranya sehingga kemudian menjadi damai dan bersatu. Meski sudah melakukan yang terbaik untuk negaranya, ternyata tindakannya membuat banyak orang istana membencinya. Dan salah satu orang yang sangat ingin menghabisi Pangeran Yi Seon adalah ayahnya sendiri : Raja Yeong Jo (Kim Myung Soo).

Sejak tayang tanggal 10 Mei 2017 kemarin, serial ini meraih point cukup tinggi. Point tertinggi yang diraih saat ini adalah 13.4 (Episode 4), yang mana membuat serial ini menduduki Peringkat Keempat Serial Televisi Korea Selatan dengan Rating Tertinggi saat ini.


DO YOU KNOW? 
Pemeran  kekasih Pangeran Yi Seon adalah aktris muda nan cantik bernama Kim So Hyun. Buat penggemar drama Korea seperti Anda, tentu tidak asing dengan artis yang satu ini. Namanya melejit ketika bermain di serial televisi Moon Embracing the Sun (2012). Sebelum serial ini, So Hyun bermain di serial komedi-horor Hey Ghost, Let's Fight (2016). Walau terlihat cukup dewasa, Kim So Hyun sebenarnya baru berusia 17 tahun (lahir tanggal 4 Jni 1999).

Kim So Hyun
Meski alur ceritanya berbeda, tetapi media Korea Selatan banyak yang menyebutkan serial Ruler : Master of The Mask memiliki kesamaan dengan serial televisi Love in the Moonlight (2016; KBS2). Selain karena aktor pemeran utama kedua serial itu berusia sama, penyanyi theme song kedua serial tersebut pun sama (K. Will dan Hwang Chi Yeul).

MBC sangat gencar mempromosikan serial Ruler : Master of th
e Mask. Bahkan 6 bulan sejak serial ini ditayangkan, MBC sudah mulai mempromosikannya. Trailer pertama serial ini ditayangkan pertama kali di MBC Drama Awards. Selanjutnya trailer tersebut rutin ditayangkan di berbagai acara di televisi Korea Sealtan, termasuk Naver dan V-Live.

Serial Ruler : Master of the Mask menjadi serial kedua yang mempertemukan Kim Myung Soo dan Yoon So Hee. Sebelumnya mereka pernah bekerja sama di serial televisi The Day After We Broke Up (2016).







Judul Film     : Alien - Covenant
Sutradara       : Ridley Scott
Pemeran         : Michael Fassbender, Katherine Waterston, Billy Crudup, Danny McBride
Tanggal Rilis  : 19 Mei 2017

Tahun 2012 silam, Sutradara Ridley Scott merilis film thriller-horror-fiksi ilmiah berjudul Prometheus. Film ini merupakan prekuel dari kuadrologi film Alien yang sangat sukses di era 1979 - 1997 silam. Film Prometheus mengisahkan tentang perjalanan pesawat ruang angkasa Prometheus melakukan penjelajahan ke ruang angkasa setelah menemukan Peta Bintang di Scotlandia. Perjalanan itu akhirnya membawa mereka ke sebuah bulan bernama LV-223. Di sanalah mereka kemudian menemukan mahluk buas yang kelak dikenal dengan sebutan "Alien" atau "Xenomorphs".

Nah, film Alien : Covenant akan melanjutkan cerita dari film Prometheus tersebut.

Disebutkan bahwa beberapa tahun setelah kejadian Prometheus, sebuah pesawat koloni bernama Covenant kembali melakukan perjalanan ke ruang angkasa. Mereka menemukan sebuah planet terisolasi yang letaknya sangat jauh di ujung galaksi. Di planet itulah, mereka kemudian memutuskan untuk menetap. Namun tanpa mereka ketahui, planet itu ternyata adalah habitat asli dari "Xenomorphs". Dan tentu saja, kedatangan mereka memancing para mahluk tersebut untuk menyerang mereka. Akankah orang-orang di pesawat Covenant akan selamat?


ABOUT "ALIEN"
Untuk penonton yang lahir di tahun 2000-an, mungkin tidak mengenal "Alien". Tapi mahluk yang satu ini adalah mahluk yang sangat mengerikan dan pernah menebar teror dan jadi mimpi buruk para moviegoers.

Alien adalah film fiksi ilmiah yang disutradarai Ridley Scott dan pertama kali dirilis tahun 1979. Film tersebut mengisahkan tentang para astronot Nostromo yang melakukan perjalanan ke sebuah planetoid (planet kecil) setelah menerima sinyal misterius yang terpancar dari planet tersebut. Saat berada di planet tersebut, salah seorang di antara astronot itu terkontaminasi darah mahluk misterius. Mahluk itu kemudian tumbuh di dalam tubuh astronot tersebut, dan kemudian membunuhnya. Sang mahluk lalu bersembunyi di dalam pesawat Nostromo, kemudian menghabisi satu-persatu astronot di sana.

Film Alien sangat sukses di masa itu, serta mengangkat nama Sutradara Ridley Scott dan aktris Sigourney Weaver sehingga dikenal publik dunia. Tidak hanya sukses secara finansial, film ini pun meraih banyak penghargaan bergengsi industri perfilman dunia.

Atas kesuksesan film Alien, maka pada tahun 1986, dirilislah sekuelnya berjudul Aliens. Sigourney Weaver masin dipercaya untuk memerani karakter Ellen Ripley, satu-satunya asntronot Nostromo yang selamat dari serangan mahluk Alien bernama "Xenomorphs". Sementara posisi sutradara dipegang oleh James Cameron.

Film Aliens melanjutkan cerita dari film Alien, di mana 57 tahun kemudian, Ellen Ripley yang tidur suri diselamatkan oleh sebuah pesawat ruang angkasa yang kebetulan menemukannya. Sementara itu, planetoid tempat Ellen Ripley dan tim menemukan telur Alien, kini telah berubah nama menjadi LV-426 dan telah menjadi koloni tempat tinggal manusia. Sesaat setelah Ellen Ripley ditemukan, koloni itu tiba-tiba tidak bisa dihubungi. Merasa ada hal yang tidak beres, maka pesawat tersebut berangkat menuju ke LV-426. Rupanya semua penduduk koloni tersebut telah tewas dibunuh ratusan mahluk "Xenomorphs". Satu-satunya penduduk yang selamat adalah Newt Jorden, seorang anak kecil yang berhasil bersembunyi dari serangan mahluk "Xenomorphs" tersebut. Merasa senasib Ellen Ripley kemudian berjuang mati-matian untuk menyelamatkan anak tersebut.

Film Aliens meraih kesuksesan jauh di atas film sebelumnya.  Dibuat dengan biaya US$ 18 juta, film ini ternyata mampu meraih keuntungan finansial hingga US$ 180 juta lebih. Dan sama seperti film sebelumnya, Aliens meraih banyak penghargaan perfilman internasional, dan terpilih sebagai The Best Films Of All Time.

Atas kesuksesan film Aliens, maka Alien 3 kemudian dirilis tahun 1993. Sigourney Weaver kembali berperan sebagai Ellen Ripley, sedangkan sutradara berganti menjadi David Fincher.  Film Alien 3 melanjutkan cerita dari Aliens, di mana Allen Ripley terdampar di sebuah pesawat ruang angkasa bernama Sulaco, yang tidak lain adalah penjara tempat tinggal para kriminal sadis. Rupanya seekor "Xenomorphs" bersembunyi di pesawat yang ditumpangi Allen Ripley. Sudah dapat diduga : "Xenomorpsh" itu muncul dan menghabisi satu-persatu para kriminal di penjara ruang angkasa tersebut.

Meski dibuat dengan dana yang lebih besar (US$ 50 juta), film ini ternyata tidak mampu memberikan penghasilan yang lebih baik dan "hanya" mampu meraup keuntungan finansial sebesar US$ 150 juta. Banyak masalah yang terjadi selama proses pembuatan film Alien 3. Salah satu masalah terbesar adalah perubahan skenario yang terus-menerus terjadi. Akibatnya, proses shooting sempat berlangsung tanpa skenario, dan para aktor / aktris pendukung film ini harus bisa berimprovisasi selama pengambilan gambar. Selain itu, perubahan sutradara juga turut mempengaruhi proses pembuatan film. Semula, Vincent Ward ditunjuk sebagai sutradara film ini. Lalu saat proses produksi berlangsung, posisinya digantikan David Fincher yang saat itu belum punya pengalaman menjadi Sutradara.

Meski terbilang kualitasnya kurang memuaskan dibandingkan seri kedua Alien, tetapi pihak Produser masih meyakini kalau Alien masih mampu memberikan penghasilan yang baik. Karena itu, mereka pun setuju untuk mendanai sekuel Alien selanjutnya.

Alien : Resurrection (1997) menjadi seri keempat dari film Alien. Disutradarai Jean-Pierre Jeunet dan diperani Sigourney Weaver, film ini mengambil setting 200 tahun setelah kejadian di film sebelumnya. Dalam film ini dikisahkan Allen Ripley telah mati di seri sebelumnya. Meski demikian, dia berhasil dikloning. Karena DNA yang digunakan adalah darah Ripley yang sudah bercampur dengan darah Ratu Xenomorph, maka Ripley hasil kloning menjadi manusia super dengan kekuatan luar biasa. Sementara itu, manusia bereksperimen dengan Xenomorph dan berhasil mengembang-biakkan mahluk tersebut. Rupanya mahluk itu tumbuh menjadi ganas dan berhasil melarikan diri. Pihak militer menduga kalau Allen Ripley berencana untuk mengembangkan Xenomorph dan menghancurkan umat manusia. Karena itu, dia harus dihabisi.

Film ini dibuat dengan biaya US$ 60 juta dan berhasil meraup keuntungan hingga US$ 160 juta lebih. Meski penghasilan yang didapat masih jauh dari film pertama dan kedua, tetapi dari segi kualitas, Alien : Resurrection jauh lebih baik dibandingkan film Alien 3. Selain itu, dari segi cerita sudah mengalami perubahan yang sangat signifikan, sehingga mendapatkan respon yang sangat positif dari kritikus film.

Pasca Alien : Resurrection, pihak produser sempat berencana untuk membuat sekuel lanjutan franchise Alien ini. Sayangnya, ide itu tidak pernah terealisasi. Meski demikian, karakter Alien sempat dipertemukan dengan karakter Predator dalam film Alien vs Predator (2004)  dan sekuelnya, Alien vs Predator : Requiem (2007). Meski kedua film itu cukup sukses, namun para kritikus justru memberikan tangapan negatif atas film ini.


Judul Film       : The Wall
Sutradara         : Doug Liman
Pemeran          : Aaron Taylor-Johnson, John Cena
Tanggal Rilis   : 12 Mei 2017

Anda penggemar film eksyen-super seru? Kayaknya kudu nonton film ini. Yep... tanggal 12 Mei mendatang, film ini akan tayang di bioskop Amerika Serikat dan dunia. Bergenre film perang, film ini menampilkan cerita yang sangat seru dengan setting lokasi shooting yang sangat minimalis. Pemerannya pun tidak banyak-banyak : Hanya 2 orang.

Film ini bertutur tentang 2 orang Tentara Sniper Amerika Serikat  - SSG Shane Matthew (John Cena) dan SGT Allen Issaic (Aaron Taylor-Johnson) - yang bertugas di Irak dan mendapat tugas untuk memerangi tentara Sniper Irak yang barusan membunuhi para pekerja konstruksi yang sedang melakukan pemasangan konstruksi pipa di tengah gurun.

Saat melakukan misi mereka dan menyidiki keberadaan Sniper Irak yang membunuhi para pekerja, tiba-tiba SSG Matthew ditembak oleh Sniper Irak yang keberadaannya tidak diketahui. Sniper yang belakangan diketahui bernama "Juba" itu adalah sniper yang sangat hebat, karena mampu melakukan aksinya dengan sempurna tanpa terendus keberadaannya.

SSG Matthew dan SGT Allen kemudian berlindung di sebuah tembok dan berusaha meminta bantuan melalui radio telekomunikasi. Rupanya radio tersebut telah disadap oleh "Juba" dan dengan lihainya, dia memanipulasi SSG Matthew dan SGT Allen, seolah-olah kedua tentara itu sedang berbicara dengan Atasan mereka.

"Juba" tidak saja berhasil membuat frustrasi SSG Matthew dan SGT Allen, namun dia berhasil juga menjebak pasukan yang berusaha menyelamatkan kedua tentara itu, dan menghabisi mereka semua. Akankah SSG Matthew dan SGT Allen berhasil selamat serta menguak keberadaan "Juba"?

Film super-seru ini awalnya akan tayang 10 Maret 2017, namun diundur dan dipastikan akan tayang 12 Mei 2017 mendatang.



DO YOU KNOW? 
Skenario film ini ditulis oleh Dwain Worrell, seorang guru Bahasa Inggris saat dia sedang bertugas mengajar di China tahun 2014. Ketika naskahnya ditawarkan ke beberapa produser, skenario itu ditolak. Baru pada bulan November 2014, Amazon Studios melirik skenario karya Worrell tersebut dan memutuskan untuk membeli hak produksinya.

John Cena
Wajah John Cena - pemeran Tentara Amerika Serikat SSG Shane Matthew - tentu tidak asing lagi buat Anda. Dia adalah Pegulat Profesional WWE yang sudah malang-melintang di dunia hiburan sejak tahun 1999. Setelah namanya melejit dan terkenal sebagai pegulat WWE, Cena merambah dunia tarik suara dengan merekam album perdananya You Can't See ME yang dirilis tahun 2005. Album tersebut laku keras dan berada di urutan 15 US Billboard 200 Chart. Pada tahun 2006, Cena mendapat kesempatan untuk bermain di film The Marine (2006). Film ini sukses besar, dan membuat dirinya mendapat kesempatan lebih banyak lagi bermain film. Hingga hari ini, Cena masih aktif menjadi pegulat WWE dan bermain film.

Aaron Taylor-Johnson
Sedangkan pemeran SGT Allen Issaic adalah Aaron Taylor-Johnson. Apabila Anda juga merasa wajahnya familiar, tentu tidak aneh. Soalnya Taylor-Johnson adalah pemeran karakter Dave Lizewski, yang tidak lain adalah superhero Kick-Ass di dwilogi Kick-Ass.  Selain itu, dia juga dikenal sebagai pemeran Superhero Quicksilver di film Avengers : Age of Ultron (2015).

Judul Film       : King Arthur - Legend of The Sword
Sutradara         : Guy Ritchie
Pemeran           : Charlie Hunnam, Jude Law, Astrid Berges-Frisbey, Djimon Hounson
Tanggal rilis     : 12 Mei 2017

King Arthur atau Raja Arthur adalah salah satu tokoh asal Inggris yang kisah hidupnya sudah sering menjadi cerita dan legenda yang sangat populer, terutama kisah Pedang Excalibur miliknya dan Ksatria Meja Bundar (The Knights of The Round Table) yang merupakan pasukan andalannya. Sejak berabad-abad silam hingga hari ini, kisah hidupnya telah diadaptasi ribuan kali ke dalam karya sastra. Selain itu juga pernah diadaptasi dalam serial televisi dan film layar lebar.

Nah, di bulan Mei ini, akan ada adaptasi terbaru dari kisah hidup Raja Arthur dalam bentuk film layar lebar. Disutradarai oleh Guy Ritchie, film ini mengisahkan latar belakang Arthur sebelum menjadi raja yang dikemas dalam bentuk cerita eksyen-fantasi.

Alkisah Arthur (diperani Charlie Hunnam) adalah seorang preman amatiran penguasa jalan dan gang di wilayah Londinium (sekarang London). Bersama teman-temannya, mereka gemar mencopet dan membuat ulah yang meresahkan masyarakat. Tanpa sengaja, satu ketika Arthur melihat sebuah pedang bernama Excalibur yang tertancap di batu. Banyak orang mencoba mencabut pedang itu, tetapi tidak satu pun yang berhasil.

Arthur tertantang untuk mencoba mencabut pedang itu. Dan di luar dugaannya, pedang itu tercabut olehnya. Dengan memiliki pedang Excalibur, Arthur kemudian diramalkan akan menjadi penyelamat masyarakat dari kekejaman Raja Vortigern yang Tiran.

Arthur kemudian bergabung dengan pasukan pemberontak pimpinan wanita perkasa bernama Guinevere. Bersama pasukan itu, Arthur kemudian berlatih menguasai pedang Excalibur dan menyiapkan dirinya untuk bertarung melawan Raja Vortigern, yang tidak lain adalah pembunuh orang tua Arthur.

Film King Arthur : Legend of The Sword akan menjadi seri pertama dari 6 seri Legenda King Arthur yang rencana kesemuanya akan disutradarai oleh Guy Ritchie.


NewerStories OlderStories Home