Judul Film               : Detective Conan - Crimson Love Letter
Sutradara                 : Kobun Shizuno
Pengisi Suara          : Minami Takayama, Wakana Yamazaki, Rikiya Koyama, Ryo Horikawa
Tanggal tayang       : 15 April 2017

Film ini merupakan film animasi layar lebar ke-21 Detektif Conan Edogawa yang tayang beberapa bulan lalu di Jepang. Berbeda dengan versi serial televisinya, biasanya film layar lebar Detektif Conan selalu menampilkan cerita yang jauh lebih seru dengan menegangkan. Wajar jika menjadi daya tarik yang selalu dinanti para fansnya.

Jika di seri layar lebar sebelumnya, Aoyama Gosho - Penulis dan Kreator komik Detektif Conan - ikut dalam pembuatan skenario, maka di film ini dia sama sekali tidak terlihat dalam pembuatannya. Skenario dibuat oleh Takahiro Okura, dan sepenuhnya merupakan cerita yang sama sekali baru (bukan merupakan adaptasi atau pengembangan dari cerita di komik Detektif Conan).

Dalam film ini dikisahkan diawali dengan penganugrahan penghargaan Satsuki Cup kepada Tim Sepakbola Hyakunin Isshu. Acara tersebut diadakan di dalam Stasiun Televisi Nichiuri dan disiarkan secara langsung. Heiji Hattori (Ryo Horikawa) dan Kazuha Toyama (Yuko Miyumura) - dua orang sahabat Conan dari Osaka - menghadiri acara tersebut.

Baru beberapa saat acara berlangsung, tiba-tiba bom meledak. Berntung saat itu Conan berada tidak jauh dari lokasi kejadian, sehingga dapat menyelamatkan kedua sahabatnya. Sementara itu, semua anggota tim Hyakunin Isshu tewas dalam aksi bom sadis tersebut.

Pasca ledakan bom, Conan bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Momiji Ooka yang mengaku sebagai "Tunangan Heiji". Pengakuan Ooka membuat Conan mencurigainya. Terlebih saat Conan melihat rekaman CCTV, Momiji Ooka ternyata berada di lokasi saat ledakan bom terjadi.

Guna memecahkan kasus peledakan stasiun televisi tersebut, Conan dan Heiji bahu-membahu menyidiki kasus tersebut. Dan di luar dugaan, mereka mendapati fakta yang jauh lebih mengerikan terkait peledakan bom dan latar-belakang kelam Tim Sepakbola Hyakunin Isshu.

Film ini telah tayang di Jepang tanggal 15 April 2017 silam, dan meraup penghasilan cukup fantastis (US$ 60.12 juta). Meski demikian, perolehan film ini masih jauh di bawah film Detektif Conan sebelumnya - Detective Conan : The Darknest Nightmare (名探偵コナン 純黒の悪夢), tayang 16 April 2016 - yang meraup keuntungan US$ 66.28 juta dan merupakan seri Detektif Conan dengan penghasilan terbesar saat ini.

Meski demikian, dengan melihat animo penggemar Detektif Conan di Jepang - serta dunia - saat perilisan film ini, tidak heran jika kita masih akan dapat menonton seri-seri film layar lebar Detektif Conan berikutnya.



PENGISI SUARA "CONAN EDOGAWA"
Karena karakter Conan Edogawa adalah anak laki-laki bertubuh kecil, maka ada sebagian orang berpendapat kalau pengisi suaranya adalah seorang anak laki-laki berusia 10 tahun. Jika Anda berpikir demikian, maka Anda keliru. Karena kenyataannya, pengisi suara Conan Edogawa adalah seorang gadis cantik bernama Minami Takayama.
Conan Edogawa (kiri) dan Minami Takayama (kanan)

Yep, Minami Takayama adalah pengisi suara Conan Edogawa sejak tahun 1996 hingga hari ini. Dia mengisi suara karakter ini baik di serial televisi (anime) hingga film layar lebar. Untuk suara Shinnici Kudo (versi dewasa Conan Edogawa), pengisi suaranya adalah Kappei Yamaguchi.

Minami Takayama adalah Aktris Pengisi Suara, Penyanyi, dan Penulis Lagu. Lahir tanggal 5 Mei 1964, dia mengawali karirnya sebagai Seiyu (Pengisi Suara Anime). Anime pertama di mana Minami mengisi suara adalah di serial televisi Mister Ajikko (1987), di mana dia mengisi suara sebagai Yoichi Ajiyoshi. Setelah itu, dia banyak mengisi suara untuk anime yang lain sperti Little Lord Fauntleroy (1988), Oishinbo (1988), Dash! Yankuro (1989), Ranma 1/2 (1989), City Hunter (1989), Yu Yu Hakusho (1994), dan lain-lain.

Selain menjadi Seiyu, tahun 1990 Minami mencoba mengasah kemampuan bernyanyinya dengan menjadi vokalis grup indie Re-X Band. Minami kemudian memutuskan menjadi penyanyi solo dan merilis album pertamanya, Endless Communication (1992). Saat proses pembuatan album, Minami berkenalan dengan Shina Nagano, seorang penulis lagu yang juga membuatkan lagu untuk album Minami.
Two-Mix Band (Minami dan Shina)

Tahun 1995, Minami dan Shina kemudian membuat band duo Es Connexion, yang kemudian berganti nama menjadi Two-Mix. Grup ini tergolong cukup populer di masa itu. Lagu-lagu mereka banyak digunakan sebagai theme-song untuk beberapa anime terkenal, seperti Gundam Wing dan Detective Conan. Bahkan, karakter Two-Mix pernah muncul dalam dua episode Detective Conan (The 3 "K" of Osaka Case Part 1 and 2, Episode 238 - 239, ditayangkan tanggal 18 dan 25 Juni 2001). Dalam episode tersebut, selain mengisi soundtrack, Minami dan Shina juga ditampilkan dalam karakter anime. Mereka mengisi suara mereka sendiri dalam episode tersebut.

Tahun 1996, Minami mendapat kesempatan untuk mengisi suara Conan Edogawa dana serial anime Detective Conan. Serial tersebut meraih kesuksesan yang sangat luar biasa, sehingga sejak itulah Minami terus dipercaya mengisi suara karakter Detektif Super tersebut. Proyek ini mempertemukan Minami dn Aoyama Gosho, sang kreator Detective Conan, yang kemudian membuat mereka berdua menjalin hubungan intim.
Two-Mix dalam serial televisi Detective Conan (Episode 238 - 239)

Pada tanggal 5 Mei 2005, Minami dan Aoyama Gosho pun menikah. Sayangnya, pernikahan mereka tidak berlangsung lama. Tanggal 10 Desember 2007, mereka memutuskan untuk bercerai. Meski sudah berpisah dengan Gosho, Minami tidak berhenti mengisi suara Detective Conan. Dia terus mengisi suara karakter tersebut hingga hari ini.

Selain itu, secara simultan, Minami juga sibuk dengan proyek Seiyu yang lain, di mana dia juga turut ambil bagian dalam mengisi suara di serial-serial anime seperti Pocket Monsters Best Wishes! (2011), Digimon Xros Wars : Toki wo Kakeru Shounen Hunter-Tachi (2011), One Punch Man (2015), Danganronpa 3 : The End of Kibogamine Gakuen (2016), dan lain-lain.

Tidak hanya mengisi suara, Minami juga mendapat kesempatan bermain film live-action tokusatsu, yaitu Tokusou Sentai Dekaranger (2004). Di Episode 41, Minami tampil dan berperan sebagai Assassinian Jingi.



Judul Film      : The Door
Sutradara        : Gao Bo
Pemeran          : Wang Zi Zi, Peng Cing Ci, Cheng Yu Mi, Tong Yu
Tanggal rilis    : 2 Juni 2017

Tidak semua film adalah film bagus. Dan tidak semua review haruslah review film yang bagus. Yang jelek juga boleh dong saya review. Nah, kali ini saya akan bahas film - yang menurut saya - merupakan Film Terburuk Sepanjang tahun 2017 (mudah-mudahan ada yang lebih buruk lagi daripada film ini).

Film produksi Tiongkok ini sebenarnya menampilkan cerita yang cukup menarik dan sudah mampu bikin penasaran sejak menit-menit awal :

Tiga tahun silam, sebuah Rumah Produksi Film membuat film horor berjudul The Door dengan setting di sebuah pabrik. Dalam sebuah adegan - yang menampilkan Pemeran Utama film tersebut digantung lalu dibakar - terjadi kesalahan fatal yang mengakibatkan kebakaran besar di pabrik tersebut. Semua orang melarikan diri, tetapi lupa menyelamatkan Pemeran Utama film yang sedang tergantung. Akibatnya sang Pemeran Utama pun tewas dalam kebakaran tersebut.

Sejak kejadian itu - menurut kabar burung - arwah sang Pemeran Utama gentayangan di dalam pabrik dan menuntut balas siapa saja yang ada di pabrik tersebut. Karena kuatir menjadi korban dari arwah tersebut, maka para pekerja tidak berani bekerja di pabrik itu lagi. Alhasil, pabrik pun tutup beberapa hari setelah kejadian tersebut.

Tiga tahun kemudian, Rumah Produksi yang dulu memproduksi The Door berniat menuntaskan film tersebut. Selain karena tanggung jawab moral terhadap publik (lantaran film tersebut telah dipublikasikan cukup gencar), Rumah Produksi berharap dengan penuntasan shooting film The Door, maka Arwah sang Pemeran Utama dapat tenang dan tidak mengganggu orang lagi.

Maka proses shooting pun dimulai dengan mengulang bagian saat sang Pemeran Utama digantung dan dibakar. Yang berada di lokasi shooting adalah Pencatat Adegan, Pemeran Utama dan Asisten Sutradara, 3 orang staf stasiun televisi (Reporter, Kameramen, dan Sound-Man), serta Sopir dan Anaknya. Total ada 8 orang.

Sebelum shooting dilakukan, Pencatat Adegan pergi membeli makan malam. Tetapi dia tidak pulang-pulang. Lalu terdengarlah suara wanita menyanyi, dan dimulailah kengerian tanpa henti di malam itu. Satu persatu orang yang ada di dalam pabrik tewas dengan cara yang sadis. Yang masih hidup berusaha melarikan diri, tetapi tidak bisa keluar dari pabrik.Akhirnya mereka memiliki menghadapi teror dengan segala kemampuan mereka.

Benarkah pelakunya adalah Arwah Pemeran Utama film yang tewas 3 tahun lalu? Atau ada orang yang sengaja membunuh mereka?

Sepertinya sebuah film yang menarik, bukan?

Keliru.

Justru sebaliknya : Film ini merupakan film yang buruk sekali. Semuanya serba tanggung dan terkesan dibuat tanpa perhitungan yang matang. Hal ini terasa sekali dengan perubahan "intonasi" yang terus-menerus terjadi sepanjang film sehingga menimbulkan kesan tidak konsisten dan dibuat dengan sangat terburu-buru. Di awal-awal, film ini dibuat dengan teknik "Found Footage Video", tetapi kemudian berubah menjadi normal (mungkin karena Sutradara baru sadar kalau ada beberapa bagian film yang tidak mungkin dibuat dengan teknik itu karena dapat merusak kejutan di film).

Keseluruhan cerita pun dibuat dengan plot yang sangat tidak masuk akal. Belum lagi ditambah dengan adegan-adegan "flashback" yang terlalu dipaksakan, sehingga merusak imajinasi dan "nalar" penonton.

Bayangkan saja : Bagaimana mungkin seseorang dapat berpindah tempat dengan sedemikian cepat dari satu bagian pabrik ke bagian yang lain tanpa suara dan tanpa terlihat orang lain? Lalu bagaimana pun mobil yang tadinya terparkir di luar pabrik, tiba-tiba bisa masuk ke dalam pabrik? Untuk bisa menjawab pertanyaan itu, maka Sutradara pun "menyisipkan" adegan flashback yang menjelaskan hal itu.

Namun semua penjelasan itu nantikan akan menjadi mubazir dan sia-sia setelah Anda menonton bagian akhir film ini. Dijamin, Anda akan menggerutu, mengunyah-ngunyah kertas, jedukin kepala ke tembok, sambil meracau, "Ngapain capek-capek mikir kalau akhir filmnya bakal seperti ini?"

Buat Anda yang menyukai film horor maupun thriller-psikologi, film ini adalah film yang sangat mengecewakan, meski sebenarnya punya konsep cerita yang sangat baik. Ketegangan yang sudah dibangun sejak awal film menjadi sangat mubazir dan jadi terkesan terlalu dipaksakan. Meski memang di akhir cerita menjadi jelas dan masuk akal, namun jika kita bicara film ini secara keseluruhan, The Door masuk kategori film yang buruk.

Jika Anda hanya mencari hiburan tanpa perlu banyak mikir (yang penting asyik nonton film penuh kejutan), film ini bisa masuk kategori "OK-lah.....". Tetapi jika Anda penonton yang sangat "Smart" dan mencari tontonan yang "smart" pula, jangan habiskan waktu Anda menonton film ini.




Judul Serial TV   : El Chapo
Jaringan Televisi : Univision Studios
Pemeran              : Marco de la O, Humberto Busto, Luis Fernando Pena, Juan Carlos Oliva
Tanggal tayang    : 23 April 2017 - onward

Jika bicara tentang Pemimpin Kartel Narkoba Paling Terkenal di Meksiko, tentu yang terpikirkan dalam benak Anda adalah Pablo Escobar. Ya, Gembong Kriminal paling sadis, licin, sekaligus cerdas ini adalah Pemimpin Kartel Narkoba yang paling ditakuti, tidak saja di negaranya sendiri tetapi juga di Amerika Serikat. Dengan kecerdasannya, Escobar mampu mengatur dan mengendalikan jaringan narkoba di seluruh Amerika dan Meksiko, serta menguasai 80% dari peredaran Narkoba di kedua negara tersebut. Berkat bisnisnya ini, Escobar mendapatkan gelar "The King of Cocaine".

Selain Pablo Escobar, sebenarnya ada 1 orang lagi gembong narkoba Meksiko yang juga terkenal sangat sadis dan cerdas. Namanya Joaquin Archivaldo Guzman Loera, atau yang lebih dikenal dengan julukan El Chapo (Shorty / Si Pendek), karena tubuhnya yang terbilang pendek (168 cm) jika dibandingkan masyarakat Meksiko dan Amerika Serikat pada umumnya.


Sepanjang tahun 2003  - 2009, Guzman melakukan banyak gebrakan dalam peredaran narkoba yang membuatnya dikenal kepolisian Amerika sebagai "Pengedar Narkoba Paling Berkuasa di Dunia" dan "Manusia Paling Berbahaya dan Paling Ditakuti di Dunia". Dia bahkan masuk dalam daftar "Orang Paling Berpengaruh di Dunia" versi Majalah Forbes berturut-turut sepanjang tahun 2009 - 2011.

Sepak-terjang Guzman di dunia peredaran narkoba sering dibandingkan dengan Pablo Escobar, dan banyak orang yang menyebut Guzman sebagai "The Godfather of the Drug World" (Pemimpin Dunia Narkoba).

Baru-baru ini, Univision - sebuah stasiun televisi berbahasa Spanyol dan Amerika yang acaranya dikhususkan bagi masyarakat Hispanic yang tinggal di Amerika - bekerja sama dengan Netflix memproduksi sebuah serial televisi berjudul El Chapo, yang mengisahkan kisah hidup Joaquin "El Pacho" Guzman. Ditayangkan sejak 16 Juni 2017, serial dengan total 9 episode ini langsung menarik perhatian banyak penonton. Tidak heran Univision kemudian memutuskan untuk membuat Season Kedua serial ini yang rencananya akan tayang September 2017 mendatang.

Season Pertama El Chapo mengisahkan tentang Joaquin Guzman Loera (diprani Marco de la O), seorang pemuda miskin yang tinggal di sebuah kampung kumuh di wilayah La Tuna, Badiraguato, Sinaloa, Meksiko. Guna membantu perekonomian keluarganya, Guzman bekerja sebagai kurir narkoba. Karena tubuhnya yang pendek dan suka kerja kerasnya, Guzman dengan cepat dikenal oleh koleganya dengan sebutan El Chapo (Si Pendek).

Nama El Chapo semakin terkenal setelah dia berhasil mendapatkan senjata untuk Pablo Escobar dalam waktu 48 jam, serta dapat mengirimkan narkoba melewati perbatasan Meksiko-Amerika melalui terowongan air yang melewati 2 negara tersebut. Aksi berani-matinya ini membuat El Chapo meraih posisi yang sangat bergengsi dalam Kelompok Kartel Meksiko.


Sayang, ketika kesuksesan sudah diraih, ayah El Chapo meninggal dunia. Wanita yang dicintainya pun meninggalkannya setelah tahu El Chapo bergabung dengan para kriminal. Sahabat-sahabatnya juga menjauhinya. Hal ini membuat El Chapo sangat kecewa dan memutuskan untuk meneruskan karirnya sebagai kriminal.

Untuk dapat menjadi penguasa Kartel Narkoba Meksiko, El Chapo harus menyingkirkan para Gembong yang sedang berkuasa saat ini. Karena itu, El Chapo menyiapkan pasukannya untuk melawan dan membunuhi para gembong kartel Narkoba. Selain menjual narkoba, El Chapo juga menjalin persahabatan dengan tentara militer Meksiko dan melakukan jual-beli senjata ilegal.

Dengan semakin besarnya pengaruh yang dimilikinya, El Chapo menjadi sangat tidak terkendali dan berbahaya. Karena itu, Kepolisian Amerika Serikat dan Meksiko bekerja sama untuk meringkus El Chapo. Namun untuk dapat meringkus El Chapo jelas tidak mudah, karena tidak ada bukti yang bisa mengaitkan El Chapo dengan berbagai kasus pembunuhan dan peredaran narkoba skala besar.

El Chapo baru berhasil ditangkap setelah dia membunuh Graciela / Griselda Lopez Perez (Juliette Pardau), seorang wartawati yang berhasil menemukan bukti-bukti keterkaitan El Chapo dengan banyak kasus kriminal di Meksiko.  Dengan bukti-bukti yang tidak terelakkan, ditambah lagi fakta bahwa El Chapo adalah otak di balik kematian Graciela, maka dia pun dijebloskan ke dalam penjara.

Rupanya penjara tidak serta-merta membuat sepak terjang El Chapo terhenti, karena diam-diam dia sedang mempersiapkan rencana baru untuk mengendalikan bisnisnya jauh lebih besar lagi di penjara.

Season 2 akan dimulai September 2017 mendatang di mana kisahnya akan melanjutkan sepak terjang El Chapo selama di penjara, bagaimana aksi pelariannya serta penangkapan dirinya yang dramatis.



ABOUT THE ORIGINAL "EL CHAPO"
Seperti yang saya tulis di awal, Joaquin Archivaldo Guzman Loera atau yang kerap dipanggil "El Chapo" adalah salah seorang Pemimpin Kartel Narkoba Meksiko yang paling berpengaruh hingga hari ini. Lahir di La Tuna, Badiraguato, Sinaloa, Meksiko, El Chapo tumbuh dewasa menjadi Pemimpin Kartel Narkoba Sinaloa. Kepiawaiannya mengelola bisnis narkoba dengan tangan besi dan kekejian yang luar biasa, membuat dia ditakuti oleh banyak orang, termasuk kepolisian Amerika Serikat dan Meksiko.

Wajah El Chapo yang sebenarnya (tanpa kumis)

Wajah El Chapo sebenarnya (dengan kumis)
Sejak menjalankan bisnisnya dari tahun 1980  - 2014, Guzman telah mengekspor narkoba ke Amerika Serikat dengan jumlah total 500 ton. Jumlah itu merupakan jumlah terbesar yang belum pernah diekspor sebelumnya ke Negara Paman Sam tersebut.

Tanggal 24 Mei 1993, dalam sebuah aksi tembak-menembak antara Kartel Sinaloa dan saingannya- Kartel Tijuana - di Hotel Mercury Grand Marquis, Cardinal Katolik dari Guadalajara Pastor Juan Jesus Posadas Ocampo tewas tertembak setelah dihujani 14 tembakan. Guzman menembak Pastor Juan karena salah mengira Pastor Juan sebagai anggota Kelompok Kartel Tijuana.

Kematian Pastor Juan membuat berang Presiden Meksiko Carlos Salinas de Gortari, yang kemudian mengumumkan perang melawan Kartel Sinaloa. Bahkan Presiden Carlos menawarkan hadiah US$ 5 juta bagi siapapun yang berhasil menangkap Guzman, hidup atau mati.

Guzman kemudian berhasil ditangkap di Guatemala, Amerika Tengah tanggal 9 Juni 1993 dan langsung diekstradisi ke Meksiko, serta mendapat hukuman 20 tahun penjara. Namun Guzman berhasil kabur tahun 2001 setelah menyuap petugas penjara. Kaburnya Guzman menjadi sensasi dan berita besar yang memenuhi surat kabar Amerika Serikat dan Meksiko. Pasalnya, penjara Guzman adalah Penjara Federal Center for Social Rehabilitation No. 2 (Puente Grande) di Jalisco, Meksiko, yang merupakan penjara Pengamanan Maksimum. Dengan kaburnya Guzman, maka para petugas di penjara tersebut langsung dicopot dari jabatannya.

Guzman kembali tertangkap tanggal 22 Februari 2014 di lantai empat sebuah kondominium di Mazatian, Sinaloa, Meksiko. Namun dia kembali berhasil kabur tanggal 11 Juli 2015 dengan melewati terowongan bawah tanah penjara.

Tanggal 8 Januari 2016, Guzman kembali ditangkap di perairan Meksiko. Dalam penangkapan terakhir, Guzman melakukan perlawanan dengan menembaki Polisi Perairan Meksiko. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dan Guzman berhasil diamankan.

Saat ini Guzman masih menjalani serangkaian persidangan di Amerika Serikat dan Meksiko guna mempertanggung-jawabkan tindakannya.


Judul TV Seri      : Jean Claude Van Johnson
Jaringan Televisi : Amazon Studio
Pemeran              : Jean Claude Van Damme, Kat Foster, Phylicia Rashad, Moises Arias
Tanggal tayang   : TBA

Penggemar film laga era 1980-an tentu kenal dengan aktor Jean Claude Van Damme. Yep... dia adalah salah satu aktor laga papan atas saat itu bareng Sylvester Stallone, Arnold Schwarzenegger, Chuck Norris, Dolph Lungren, dan lain-lain.

Meski usianya sudah tidak muda lagi, tetapi hingga hari ini, Van Damme masih tetap aktif bermain film layar lebar.

Nah, kali ini Van Damme bekerja sama dengan Amazon Studio guna merilis serial televisi pertamanya berjudul Jean Claude Van Johnson. Serial bergenre eksyen-komedi ini terbilang cukup asyik diikuti karena menampilkan sosok Van Damme yang benar-benar berbeda dari yang kita ketahui sebelumnya.

Dalam serial tersebut, Van Damme berperan sebagai dirinya sendiri, seorang aktor yang telah berusia di atas 60 tahun dan memutuskan untuk pensiun dari dunia hiburan. Meski dunia mengenal Jean Claude Van Damme sebagai aktor film laga, tidak ada yang tahu kalau sebenarnya Van Damme juga seorang Agen Rahasia bernama Jean Claude Van Johnson. Sebagai Agen Rahasia, dia sudah pensiun 2 tahun lebih awal, sejak hubungan asmaranya dengan Vanessa (Kat Foster) kandas. Vanessa sendiri adalah Agen Rahasia sekaligus Pelatih Van Damme sebagai Spionase.

Satu ketika, tanpa sengaja Van Damme berpapasan kembali dengan Vanessa di sebuah restoran. Van Damme ingin memperbaiki hubungan dengan Vanessa, namun ditampik oleh Vanessa. Selain itu, dia harus buru-buru pergi ke Bulgaria karena mendapat tugas dari Agensinya. Mengetahui hal itu, Van Damme mendatangi Jane (Phylicia Rashad), Manager sekaligus Agensinya. Selain menjadi Manager untuk para artis, Jane ternyata juga Pemimpin Agen Rahasia.

Ketika Van Damme menyatakan diri untuk kembali lagi ke dunia Spionase sebagai Van Johnson, Jane segera tahu kalau Van Damme berniat mengajak Vanessa baikan lagi. Karena itu, Jane memberikan misi kepada Van Jonhson untuk bisa berpartner kembali dengan Vanessa. Tetapi untuk bisa menjalankan misi ini tentu tidak mudah, karena Van Damme harus berhadapan dengan Brown, seorang Agen Rahasia yang juga partner Vanessa. Diam-diam Brown pun jatuh hati pada Vanessa.

Selain harus menuntaskan misi, Van Damme terpaksa harus berjuang dengan Brown yang lebih muda untuk mendapatkan cinta Vanessa. Berhasilkah Van Damme?

Serial komedi super kocak berdurasi 30 menit ini baru tayang episode pertamanya secara live-streaming di Amazon Video. Belum ada kepastian kapan episode berikutnya akan tayang. Kita tunggu saja ya....






Judul Film            : We Go On
Sutradara              : Andy Mitton, Jesse Holand
Pemeran               : Clark Freeman, Annette O'Tolle, John Grover, Giovanna Zakarias
Tanggal Tayang    : 5 Maret 2016

Saya baru berkesempatan menonton film ini, padahal aslinya film ini sudah tayang sejak tahun lalu. Meski demikian, film ini merupakan film horor yang cukup menarik, karena menampilkan keseraman dari sudut pandang yang berbeda.

Miles Grisson (Clark Freeman) adalah seorang Video Editor yang tinggal di Los Angeles. Sejak ayahnya meninggal karena bunuh diri, Miles mengalami trauma yang luar biasa dan - di bawah alam sadarnya - dia mengalami banyak ketakutan (phobia) yang tidak masuk akal (takut mobil, takut susu, takut muntahan, takut di keramaian, takut di tempat yang sepi, dan lain-lain).

Meski demikian, Miles adalah orang yang skeptis dan tidak percaya dengan dunia roh atau kehidupan setelah kematian. Menurutnya, manusia hanya hidup untuk kemudian mati. Tidak ada yang namanya hantu, neraka, ataupun surga. Untuk membuktikan kebenaran pikirannya, Grisson kemudian membuat iklan dan menantang siapapun untuk bisa membuktikan padanya kalau hantu itu benar-benar ada. Jika ada orang yang mampu menunjukkan padanya sosok hantu atau membuktikan kalau roh halus itu ada, maka dia akan memberikan hadiah senilai US$ 30,000.

Ada ribuan orang yang merespon tantangannya dengan mengirimkan surat dan video yang menyatakan kalau mereka bisa membuktikan kalau arwah orang mati benar-benar ada. Meski demikian, hampir semuanya terbukti hanya hoax saja. Dari sekian banyak kiriman, dia menemukan ada 3 orang yang tampaknya benar-benar bisa membuktikan padanya kalau hantu benar-benar ada.

Yang pertama adalah  Dr. Ellison (John Glover), seorang psikiatris yang mengaku mampu membuktikan hantu itu ada lewat sains. Untuk itu, Dr Ellisan mengajak Miles mengunjungi sekolah lamanya, guna menemui arwah salah seorang sahabatnya yang tewas terbunuh waktu dulu. Ternyata yang dilakukan Dr. Ellison hanyalah tipuan belaka yang berhasil dibongkar oleh Charlotte (Annette O'Toole), ibu Miles.

Yang kedua adalah seorang paranormal bernama Josefina (Giovanna Zacarias) yang mengaku bertemu dengan seorang bernama "Bill" yang meminta Miles untuk menghentikan pencariannya. Tapi Miles pun menganggap Josefina hanyalah penipu.

Dan yang ketiga, adalah seorang pengusaha bernama Paulo (Logan Kishi) yang mengaku mampu membawa Miles bertemu langsung dengan arwah. Namun orang ini pun ketahuan hanyalah penipu belaka.

Di tengah-tengah penyidikannya, Miles mendapat telepon dari seorang pria yang mengaku bernama Nelson (Jay Dunn), yang mengaku bisa membuktikan dunia roh itu ada, bahkan dapat mengajak Miles untuk bertemu hantu secara langsung. Untuk membuktikan kemampuannya, Nelson mengatakan kalau melihat hantu di video yang sedang dikerjakan oleh Miles. Apa yang dikatakan Nelson ternyata benar, dan Miles pun melihat hantu tersebut.

Miles akhirnya setuju bertemu Nelson di ujung landas pacu Bandara Los Angeles. Nelson pun membawa Miles ke sebuah rumah tua, yang mana di dalam rumah tua itu terdapat mayat. Ternyata mayat tersebut adalah : Nelson sendiri....

Sejak saat itulah, mata Miles seolah terbuka dan dia bisa melihat arwah gentayangan yang terus-menerus mengikuti dan menghantuinya. Terlebih Nelson yang ternyata memiliki urusan di dunia yang belum tuntas dan dia meminta Miles untuk menuntaskan masalah itu untuknya. Dan masalah Nelson tersebut adalah : Dia ingin Miles membunuh kekasih Nelson.

Mungkinkah Miles bisa membunuh kekasih Nelson?

Di akhir cerita, ternyata muncul lagi fakta lain yang lebih mencengangkan dan mengagetkan.

Film horor berdurasi 86 menit terbilang sangat unik karena mengangkat sebuah cerita yang sangat tidak lazim dan penuh kejutan. Tidak ada efek khusus yang digunakan dalam film ini. Meski demikian, penggambaran hantunya sangat realistis dan penuh kejutan. Ditambah lagi alur ceritanya pun benar-benar tidak seperti yang kita duga. Buat Penggemar film horror dan thriller, film ini sangat rekomen banget. Seru dan penuh kejutan, serta sangat cerdas.



DO YOU KNOW? 
Tiga artis dalam film We Go On - Annette O'Toole, Cassidy Freeman, dan John Glover - pernah bermain bersama dalam serial televisi Smallville (2001 - 2011). Dalam serial tersebut Annette O'Toole berperan sebagai Martha Kent, ibu dari Clark Kent. John Glover berperan sebagai Lionel Luthor, ayah dari Lex Luthor. Dan Cassidy Freeman berperan sebagai Tess Mercer, tangan kanan Lex Luthor (Season 8 Smallville).







Minggu ini Despicable Me 3 tayang di seluruh bioskop Indonesia. Penayangan film ini terbilang "terlambat" 1 minggu dari jadwal sebelumnya (30 Juni 2017). Mungkin karena pertimbangan takut bersaing dengan Transformers : The Last Knight yang baru tayang minggu lalu.

Nah, mumpung Despicable Me 3 baru tayang, yuk kita intik fakta-fakta menarik seputar Despicable Me 3 yang tidak banyak diketahui orang. Apa saja ya fakta-faktanya?


1. TANTANGAN UNTUK STEVE CARELL
Despicable Me 3 merupakan tantangan yang terbilang cukup berat untuk Steve Carell. Pasalnya dalam film tersebut, selain harus mengisi suara Gru, dia pun harus mengisi suara Dru, saudara kembar Gru. Meski Carell mendapatkan kebebasan penuh untuk mengintrepretasikan karakter Dru, tetap saja dia mengalami masalah saat mengisi suara kedua karakter tersebut.

Masalahnya kedua karakter yang dibawakan memiliki kesamaan kepribadian, sehingga menyulitkan Carell untuk membayangkan dan menghayati 2 karakter yang memiliki sifat dan pribadi yang sama. Alhasil, di awal pengisian suara, Carell mengalami kesulitan membawakan suara Gru dan Dru, sehingga proses pengisian suara sempat terhenti agar memberikan kesempatan Carell menghayati perannya lagi.

Belakangan, muncul ide Sutradara Pierre Coffin untuk membantu Carell lebih mudah membayangkan karakter Dru dan Gru. Dia menempelkan gambar Gru dan Dru di depan teks dialog Carell. Dengan demikian, Carell bisa mengingat karakter Gru dan Dru. Akhirnya, proses pengisian suara pun berjalan lancar.



2. PENGISI SUARA BALTHAZAR BRATT
Trey Parker adalah pengisi suara Balthazar Bratt. Mungkin namanya terdengar cukup asing di telinga kita. Tetapi buat para animator Hollywood, nama Trey Parker adalah Legenda Hidupyang sangat dihormati di antara para animator.

Trey Parker adalah salah seorang kreator animasi kontroversi South Park (1997 - sekarang). Bersama partnernya, Matt Stone, mereka berdua menulis sekaligus menyutradarai animasi tersebut. Parker pun adalah orang yang bertanggung jawab sebagai Sutradara drama musikal The Book of Mormon, yang membuatnya diganjar penghargaan Tony Award dan Grammy Award.

Selama berkarir, Trey Parker selalu menjadi Sutradara sekaligus pengisi suara animasi yang dibuatnya. Baru di film Despicable Me 3, Parker mengisi suara namun tidak menyutradarai sendiri film tersebut. Dan seperti yang kita ketahui, Sutradara film Despicable Me 3 adalah Pierre Coffin dan Kyle Balda.



3. RAMBUT DRU
Jika Gru digambarkan sebagai sosok yang botak, maka Dru sebaliknya : Dia memiliki rambut yang tebal. Yang menjadi tantangan bagi Tim Kreatif Illumination Studio adalah menampilkan rambut tebal Dru agar membuatnya terlihat anggun namun menyebalkan.

Co-Director Eric Guillon mengakui bahwa bagian tersulit dari membuat rambut Dru adalah bagaimana menggambar rambut Dru dengan indah, padahal - sama seperti Gru - Dru tidak memiliki kening dan bagian kepala atasnya tipis.

Akhirnya setelah berdiskusi dengan tim, mereka memutuskan untuk membuat rambut Dru tebal dan belah-tengah dan ujung yang panjang, sehingga memperlihatkan wajah Gru tampak seperti remaja.



4. MINION MEL
Dalam Despicable Me 3, Anda akan berjumpa dengan seorang Minion unik bernama Mel. Percaya atau tidak, karakter Mel ternyata terinspirasi dari Chris Meledandri, yang tidak lain adalah Pendiri dari Illumination Studio, studio yang memproduksi film Despicable Me.
Minion Mel

Chris Meledandri

Ide membuat karakter Mel ini bermula saat Co-Director Eric Guillon mendesain kartu ulang tahun untuk Meledandri beberapa tahun lalu.  Dia menggambar Meledandri dengan pakaian yang sama seperti Minion, dengan potongan rambut yang sama seperti Meledandri.

Gambar Meledandri di kartu ulang tahun itulah yang kemudian digunakan Guillon untuk menampilkan karakter Minion bernama Mel.



5. INSPIRASI DESPICABLE ME 3
Salah satu bagian Despicable Me 3 menampilkan para Minion berada di dalam penjara. Adegan ini terinspirasi dari film Charlie Chaplin berjudul Modern Times yang dirilis tahun 1936.

Di film Modern Time, Charlie Chaplin dikisahkan secra tidak sengaja dijebloskan ke dalam penjara. Di dalam penjara Charlie Chaplin melakukan serangkaian kekacauan seperti menyelundupkan kokain (yang dikiranya garam), tanpa sengaja membuat pingsan seorang narapidana, serta melakukan tindakan melarikan diri dari penjara.

Banyak adegan dalam film Modern Time diparodikan di film Despicable Me 3 di mana para Minion melakukan serangkaian kekacauan di penjara yang berbuntut kehebohan yang kocak dan menggelikan.



6.  THEME SONG DESPICABLE ME 3
Pharrell Williams mendapat kepercayaan kembali untuk membuat theme song Despicable Me 3. Ini adalah kali ketiga Williams mendapatkan kepercayaan tersebut, setelah sebelumnya dia juga dipercaya untuk membuat theme song film Despicable Me dan Despicable Me 2.

Theme song film Despicable Me 3 yang dinyanyikan Pharrell Williams adalah "Yellow Light". Lagu tersebut sudah tersedia dan dapat diundur secara digital dan streaming.



7.  LAGU MINIONS
Salah satu ciri film Despicable Me - yang paling dinantikan oleh para penonton - adalah lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Minions. Biasanya lagu tersebut merupakan parodi cover-song dari lagu yang pernah populer sebelumnya. Bedanya, lagu tersebut dinyanyikan dengan bahasa Minions - yang merupakan gabungan dari berbagai bahasa di dunia, termasuk bahasa Indonesia - sehingga terdengar lucu dan kocak.

Di film Despicable Me Pertama, ada lagu Copabanana yang merupakan parodi lagu Copacabana yang dinyanyikan oleh Barry Manilow.

Di film Despicable Me 2, ada lagu Underwear yang merupakan parodi lagu I Swear dari  All-4-One.

Nah, di film Despicable Me 3, ada lagu "Papa Mama Loca Pipa" yang merupakan parodi dari lagu "I Am The Very Model of A Modern Major General" (atau yang lebih dikenal dengan judul singkat "Major-General's Song" atau "Modern Major-General's Song).

Uniknya, lagu Major-General's Song yang diciptakan Komposer Lagu Teater W.S Gilbert dan Arthur Sullivan (dikenal dengan duo Gilbert & Sullivan) ini adalah lagu opera The Pirates of Penzance yang dipopulerkan tahun 1879. Lagu ini terkenal karena temponya yang sangat cepat dan dinyanyikan dengan lirik yang sangat panjang tanpa putus dan nyaris tanpa henti. Lagu dengan gaya bernyanyi cepat dan panjang tanpa putus ini dikenal dengan istilah Patter Song.

Nah, jika Anda penasaran seperti apa lagu "Papa Mama Loca Pipa" yang dinyanyikan Minions, berikut ini adalah lagunya :


Sedangkan versi asli dan lengkap dari lagu "Major-General's Song" dapat Anda dengar di sini :


Nah, di antara kedua lagu tersebut, mana yang bisa Anda hafal dan nyanyikan?




8.  PENGHASILAN DESPICABLE ME 3
Sejak ditayangkan tanggal 30 Juni - 4 Juli 2017, penghasilan Despicable Me 3 di wilayah Amerika Utara telah menembus angka US$ 240 juta (dibuat dengan biaya US$ 80 juta). Ini belum termasuk penghasilan dari Amerika Selatan, Eropa, dan kawasan Asia yang baru tayang minggu ini.

Sebagai perbandingan, Despicable Me (2010) meraih penghasilan US$ 543 juta (dibuat dengan dana US$ 69 juta). Sedangkan Despicable Me 2 (2013), penghasilannya meningkat menjadi US$ 971 juta (dibuat dengan dana US$ 76 juta). Hasil paling fantastis didapat di film Minions (2015) dengan pendapatan US$ 1.159 milyar (dibuat dengan dana US$ 74 juta).

Akankah Despicable Me 3 melampaui perolehan Despicable Me 2? Atau bahkan memecahkan rekor yang diraih Minions? Kita tunggu saja nanti....


Judul Film        : Vampire Cleanup Department
Sutradara          : Yan Pak Wing
Pemeran           : Babyjohn Choi, Chen Siao Hau, Richard Ng, Lo Mang, Eric Tsang
Tanggal tayang : 16 Maret 2017

Di era 1980-an, film bertema Vampir China (baca : Jiang Shi) sempat meraih kepopuleran yang luar biasa setelah film Mr Vampire (1985) sukses luar biasa. Film Hong Kong bergenre horror-komedi arahan sutradara Ricky Lau itu seorang Pendeta Tao yang khusus menangani Jiang Shi dan harus berhadapan dengan Jiang Shi ganas yang gentayangan dan meneror masyarakat.

Film Mr Vampire tidak saja sukses di Hong Kong, tetapi juga sukses di seluruh negara Asia Tenggara. Selain dibuat hingga bersekuel-sekuel, film itu juga mengangkat nama aktor Lam Ching Ying dan Chen Siao Hao sebagai aktor papan atas Hong Kong spesialis film bertema Jiang She. Film bergenre Jiang Shi pun menjadi sebuah genre yang sangat populer di masa itu, sehingga banyak film bertema sejenis yang dirilis di era 1980 - 1990an.

Nah, lebih dari 30 tahun kemudian, kini sineas Hong Kong mengangkat lagi genre Jiang Shi ke layar lebar. Dan film yang dirilis adalah Vampire Cleanup Departement. Di film ini, Chen Siao Hao ikut bermain sebagai Pendeta Tao bernama Chau yang bertugas melawan Jiang She. Sayangnya, Lam Ching Ying tidak dapat bergabung dalam film tersebut karena telah meninggal tahun 1997 silam.

Film ini mengisahkan tentang Tim Cheung (Babyjohn Choi), seorang polisi muda, yang sedang menyidiki kasus pembunuhan sadis yang terjadi di tempat parkir sebuah pusat perbelanjaan. Saat sedang meneliti korban, tiba-tiba mayat di sana bangkit dan melompat-lompat ke arah Cheung. Saat dia panik, tiba-tiba muncullah Chau (Chen Siao Hao) yang segera membinasakan mayat hidup tersebut.

Ternyata Chau adalah Pendeta Tao yang juga anggota Vampire Cleanup Department, sebuah kelompok rahasia yang bertugas memusnahkan Jiang Shi yang bergentayangan di kota Hong Kong. Selain Chau, ada juga Chung (Richard Ng) yang tidak lain adalah Paman dari Tim Cheung.

Tim Cheung kemudian bergabung dengan kelompok itu, dan mendapatkan pelatihan langsung dari Pamannya.

Satu ketika, Tim Cheung secara tidak sengaja menyelamatkan mayat hidup wanita bernama Summer (Lim Min Chen) dari tangan Si Raja Jiang She (Lo Mang). Akibat perbuatan Tim Cheung, Raja Jiang She marah besar dan mengamuk. Vampire Cleanup Department pun bersiap untuk menghadapi pertarungan mati-matian melawan Si Raja Jiang She.

Sebagai film hiburan, sekaligus nostalgia film Jiang Shi era 1980-an, film Vampire Cleanup Department adalah film yang sangat menarik. Semua elemen film-film Jiang Shi era 1980-1990an ada di dalam film ini. Tentu saja kemasannya dibuat lebih modern dengan tambahan teknologi CGI, sehingga jauh lebih riil.




Meski Avengers : Infinity War baru akan tayang Mei 2018 mendatang, tapi kehebohan film tersebut sudah terasa sejak hari ini. Hal ini cukup wajar karena Avengers : Infinity War digadang-gadang akan menjadi seri Marvel Cinematic Universe (MCU) paling seru yang pernah dibuat.

Meski Captain America : Civil War (2016) sudah terbilang cukup seru - di mana para anggota Avengers saling bertarung dan akhirnya bubar - namun hal itu belum ada apa-apanya dibandingkan Avengers : Infinity War. Hal ini dikarenakan dalam Avengers : Infinity War mendatang - selain para superhero Marvel yang sudah muncul duluan di Captain America : Civil War (anggota The Avengers, plus Spider-Man, Black Panther, dan Ant-Man) - akan muncul juga para superhero Marvel lain, yang sebelumnya sudah tampil dalam film solo mereka : Doctor Strange dan Guardians of the Galaxy.

Ditambah lagi musuh yang akan dihadapi The Avengers dan para Superhero itu bukan musuh biasa. Dia adalah Thanos, musuh super dari ruang angkasa yang tidak dapat mati. Selain Thanos, Loki - saudara angkat Thor - akan muncul untuk bertarung kembali dengan para superhero The Avengers.

Di tengah hingar-bingar para fans dunia yang bersiap menyambut kehadiran Avengers : Infinity War, ternyata ada gosip tidak sedap yang sedang berhembus. Gosip ini sangat meresahkan para fans Avengers karena pasca Avengers : Infinity War - yang merupakan akhir dari Fase Ketiga MCU - akan terjadi perubahan besar-besaran dalam cerita Avengers mendatang. Sehingga dapat dipastikan, saat masuk Fase Keempat MCU, cerita yang ditampilkan akan banyak mengalami perubahan ekstrim yang bakal bikin banyak fans kejang-kejang dan jantungan.

Dan berikut ini adalah 10 Gosip paling "menakutkan" tentang Avengers : Infinity War yang tidak ingin didengar oleh para fans Avengers di dunia. Kira-kira apa saja ya gosipnya?

1. AKAN ADA SUPERHERO YANG TEWAS DI AVENGERS : INFINITY WAR
Yep.... Inilah berita yang sangat ditakuti oleh para fans The Avengers. Meski kematian superhero bukanlah hal aneh di dunia komik, tetapi ini akan menjadi kisah kematian superhero pertama yang akan diangkat di layar lebar. Tentu saja banyak pro dan kontra terkait dengan rencana produser film untuk mematikan salah satu dari para superhero The Avengers. Bahkan tidak sedikit fans yang menuliskan petisi, menolak rencana "pembunuhan" superhero The Avengers di Avengers Infinity War nanti.

Benarkah akan ada superhero The Avengers yang akan tewas? Hingga hari ini belum ada satu pun pihak Marvel yang membuka suara. Semuanya bungkam.

Meski berita ini masih sebatas gosip, tetapi sudah ada beberapa orang yang membuat prediksi dan menerawang kira-kira superhero mana yang berpotensi untuk "dimatikan". Dan 5 Superhero yang berada di posisi teratas sebagai superhero yang "pantas untuk dimatikan" adalah : Nick Fury, Hulk, Thor, Hawkeye, dan The Falcon.

Kalau menurut Anda?



2.  ROBERT DOWNEY JR AKAN DIGANTI SETELAH AVENGERS : INFINITY WAR
Berita mengejutkan selanjutnya adalah tentang Robert Downey Jr, pemeran Tony Stark alias Iron Man. Dikabarkan kalau Avengers : Infinity War akan menjadi film terakhir Robert Downey Jr bermain sebagai Iron Man. Dan dalam Fase Keemat MCU, peran Tony Stark atau Iron Man akan digantikan orang lain.

Ini jelas berita yang tidak mengenakkan sekaligus menyedihkan. Pasalnya Robert Downey Jr sudah sangat identik dan pas dengan peran sebagai Tony Stark. Lalu mengapa dia harus diganti?

Penjelasannya cukup sederhana : Saat ini Robert Downey Jr sudah berusia 52 tahun, dan dia akan berusia 53 tahun saat Avengers : Infinity War ditayangkan, dan akan berusia 55 tahun saat seri Avengers atau Iron Man berikutnya tayang di Fase Keempat MCU (jika dirata-rata waktu produksi 1 seri MCU adalah 2 tahun). Artinya, dengan usia yang sudah tidak muda lagi, Robert Downey Jr akan cukup kesulitan untuk melakukan banyak adegan aksi dalam film tersebut. Terlebih staminanya pun sudah tidak seperti dulu lagi, sehingga dapat dipastikan akan sulit bagi penonton untuk melihat Iron Man banyak duduk diam daripada melakukan aksi melawan para musuhnya.

Ada gosip yang mengatakan kalau Para Petinggi Marvel sedang berdiskusi untuk mencari pemeran yang lebih muda untuk memerani karakter Tony Stark. Hal ini bertujuan agar karakter Tony Star terlihat lebih segar dan gagah. Meski demikian, hingga hari ini belum ada konfirmasi mengenai hal ini.



3. SAMUEL L. JACKSON AKAN DIGANTI SETELAH AVENGERS : INFINITY WAR
Satu lagi berita yang mengejutkan adalah : Adanya rencana untuk mengganti Samuel L. Jackson pasca Avengers : Infinity War nanti. Banyak fans yang tidak percaya hal ini, mengingat Samuel L. Jackson sudah sangat pas untuk memerani karakter Nick Fury.

Meski perannya tidak sebanyak superhero lain di Avengers, tetapi keberadaan Nick Fury sangat berperangaruh dalam setiap kisah di MCU. Terlebih Samuel L. Jackson membawakan karakter Nick Fury dengan sangat berwibawa, membuat banyak orang kagum padanya.

Perlu Anda ketahui kalau saat ini Samuel L. Jackson sudah berusia 68 tahun. Dan ketika Avengers : Infinity War ditayangkan tahun depan, dia telah berusia 69 tahun. Apabila harus muncul lagi di Fase Keempat MCU, maka usianya telah memasuki 71 tahun.

Dengan usia sedemikian tua, dapat dipastikan aktivitas Samuel L. Jackson akan semakin terbatas. Penonton pun akan sadar dengan hal ini. Sehingga meski dipaksa, kehadiran Samuel L. Jackson sebagai Nick Fury akan terasa sangat mengganggu. Hal ini akan sangat tidak menguntungkan, baik untuk Samuel L. Jackson, maupun film MCU mendatang. Karena itu, ada kemungkinan karakter Nick Fury atau sosok Samuel L. Jackson tidak akan kita lihat lagi setelah Avengers : Infinity War.

Itulah mengapa banyak orang menduga kalau sosok Nick Fury akan menjadi sosok superhero yang akan "dimatikan" di film Avengers : Infinity War nanti. Dalam sebuah pooling mengenai superhero yang akan tewas di film tersebut, Nick Fury berada di posisi puncak. Ini menandakan kalau penonton pun memaklumi kondisi Samuel L. Jackson, sehingga mereka sudah rela jika pada akhirnya tokoh karismatik Nick Fury harus tewas di film Avengers : Infinity War mendatang.



4. KARAKTER SPIDER-MAN TIDAK AKAN PUNYA RUANG BERKEMBANG DI AVENGERS : INFINITY WAR
Apa yang kurang dari Spider-Man? Sosok Superhero Laba-Laba ini merupakan satu-satunya superhero yang filmnya paling sering dibuat. Spider-Man sudah mengalami 2 kali reboot, dan mengalami 3 kali penggantian pemeran (Tobey MacGuire, Andrew Garfield, dan Tom Holland).

Spider-Man memiliki basis fans yang sangat besar di seluruh dunia. Artinya, popularitas superhero ini sangat tinggi dan perannya di film superhero, terutama Avengers sangat dinantikan para penggemarnya.

Meski demikian, President Marvel Comics Kevin Feige mengingatkan penggemar untuk tidak terlalu berharap karakter ini akan banyak berperan di film Avengers : Infinity War. Bahkan jika dibandingkan dengan Captain America : Civil War, kemunculan Spider-Man akan jauh lebih sedikit,dan bisa dikatakan karakternya tidak akan berkembang di film tersebut.

Hal ini terbilang wajar, karena akan ada 30 superhero yang muncul di film Avengers : Infinity War. Jadi sangat tidak mungkin membahas setiap superhero satu-persatu. Selain itu, fokus film tersebut adalah para anggota Avengers, sehingga fokus cerita pasti akan lebih banyak mengulas tentang Captain America, Iron Man, Black Widow, Hulk, Thor, dan Hawkeye.

Meski demikian, para penggemar tidak perlu kecewa, karena Spider-Man sudah dipastikan akan muncul di sekuel film Spider-Man : Homecoming yang akan tayang Juli 2019 mendatang. Film tersebut akan menjadi film pertama dan pembuka dari Fase Keempat MCU.



5. AVENGERS DISSAMBLED AKAN MENJADI SEKUEL AVENGERS : INFINITY WAR
Mimpi terburuk para fans Avengers adalah jika komik Avengers Dissambled diadaptasi ke dalam film layar lebar dan menjadi sekuel dari Avengers : Infinity War. Karena Avengers Dissambled akan menjadi akhir dari seluruh rangkaian perjuangan para Avengers, yang juga berarti akhir dari dunia MCU. Tentu saja para fans tidak rela kalau Avengers berhenti sampai di sini saja.

Sebagai informasi, Avengers Dissembled (dirilis Agustus 2004 - Januari 2005) adalah komik crossover hasil kreasi komikus Brian Michael Bendis yang mengetengahkan berakhirnya masa kejayaan para superhero Avengers yang ditandai dengan beragam kejadian yang mengejutkan : Tony Stark memutuskan untuk mengakhiri identitas Iron Man selamanya serta meninggalkan The Avengers. Thor meninggal dalam pertempuran Ragnarok terakhir. Ant-Man dan Hawkeye pun meninggal. Para Avengers yang tersisa memilih untuk mengasingkan diri, sehingga pada akhirnya The Avengers pun secara resmi bubar.

Komik ini menjadi kontroversi karena menampilkan banyaknya anggota The Avengers yang tewas dalam pertempuran. Kematian para superhero yang tragis itu banyak disesalkan oleh para fans. Meski akhirnya kisah Avengers Dissambled dilanjutkan dengan munculnya The New Avengers, tetap saja Avengers Dissambled menjadi kisah mimpi buruk para fans The Avengers.

So... kini Anda paham kan mengapa banyak penggemar The Avengers menolak keras jika Avengers Dissambled diadaptasi ke layar lebar, apalagi dijadikan sekuel dari Avengers : Infinity War?



6. THE AVENGERS DIBUBARKAN, DIGANTIKAN THE NEW AVENGERS
Ini juga gosip yang bisa bikin para penggemar Avengers kejang-kejang dan menangis bombay : Di Fase Keempat MCU mendatang, ada rencana untuk membubarkan The Avengers dan menggantinya dengan The New Avengers.

Jika Anda seorang penggemar komik fanatik The Avengers, tentu tahu kalau ada komik berjudul The New Avengers yang pernah dirilis Marvel Comics pada tahun 2005 - 2010. Komik yang dibuat Brian Michael Bendis dan David Finch itu mengetengahkan tentang terbentuknya kelompok Avengers yang baru setelah Steve Rogers (Captain America yang asli) tewas. Peran Captain America kemudian diambil alih oleh Bucky Barnes (alias The Winter Soldier), yang kemudian mengajak beberapa superhero lain untuk bergabung.

Maka bergabunglah dalam tim tersebut : Spider-Man, Ronin, Ms Marvel, Mockingbird, Spider-Woman, dan Luke Cage (Pimpinan The New Avengers).

Komik The New Avengers dirilis dalam kurun waktu tertentu dan terbagi menjadi 4 volume :
Volume 1 : 2005 - 2010
Volume 2 : 2010 - 2012
Volume 3 : 2013 - 2015
Volume 4 : 2015 - sekarang

Pada Volume 4, keanggotaan The New Avengers mengalami perubahan yang sangat signifikan, di mana hampir semuanya adalah superhero baru. Kepemimpinan The New Avengers saat itu dipegang oleh Hawkeye, dengan anggota : Wiccan, Hulkling, Squirrel Girl, Pod, Power Man, dan White Tiger. Namun kemudian Hawkeye mengundurkan diri dari kepemimpinan The New Avengers, sehingga kelompok tersebut goyah serta mengalami perpecahan.

Para fans sangat kuatir jika dalam Fase Keempat, Marvel akan membubarkan The Avengers dan menggantikannya dengan The New Avengers. Pasalnya para karakter The New Avengers (terutama yang muncul di Volume 4), hampir semuanya adalah orang baru dan belum terlalu akrab buat para fans Avengers, sehingga sudah pasti karakter mereka kurang berkesan dibandingkan karakter anggota The Avengers yang original.



7. BLADE AKAN TAMPIL DI FASE KEEMPAT MCU, TAPI TIDAK DIPERANI WESLEY SNIPE
Tahun 1998, Marvel Comic pernah merilis film superhero berjudul Blade. Film yang disutradarai Stephen Norrington ini mengisahkan tentang pahlawan super Blade - vampir berdarah manusia - yang melindungi para manusia dari vampir. Film ini sangat sukses, dan membuat nama Wesley Snipe - pemeran Blade - menjadi sangat terkenal. Snipe dianggap banyak fans Marvel Comics sebagai satu-satunya pemeran yang sangat cocok memerani Blade.

Di Fase Keempat MCU pasca Avengers : Infinity War, Blade akan muncul kembali. Belum dipastikan akan tampil dalam film sendiri atau bergabung dalam salah satu seri The Avengers. Yang dapat dipastikan dari film ini adalah : Wesley Snipe tidak akan ikut serta dan bermain sebagai Blade.

Berita ini cukup mengagetkan para fans mengingat banyak dari mereka yang sangat berharap Wesley Snipe dapat tampil kembali membawakan peran Blade.

Meski demikian, keputusan Para Petinggi Marvel Comics sudah bulat kalau mereka tidak akan mengajak Wesley Snipes jika karakter Blade benar-benar dimunculkan pada Fase Keempat MCU. Hal ini dikarenakan usia Wesley Snipes sudah tidak muda lagi, yaitu sudah 54 tahun. Dengan postur tubuh yang tidak muda lagi, tentu agak janggal jika dia harus memerani karakter yang abadi dan tidak pernah tua. Dengan alasan itulah, maka Marvel Comics berencana untuk mencari pemeran baru Blade.

Anda mau mencoba ikut casting sebagai Blade?



8. HOWARD THE DUCK AKAN TAMPIL DI FASE KEEMPAT MCU. SERIUS LOH ????
Meski banyak orang bilang gosip ini hanya gurauan belaka, tetapi ada banyak petunjuk yang disebarkan Marvel Comics yang mengindikasikan kalau Howard the Duck akan menjadi salah satu film yang akan muncul di Fase Keempat MCU.

Petunjuk pertama yang paling kentara dapat dilihat pada post-credit film Guardians of the Galaxy (2014), di mana karakter Howard the Duck muncul di sana. Biasanya apa yang ditampilkan dalam post-credit film MCU akan selalu menjadi pertanda akan munculnya karakter itu di salah satu seri MCU berikutnya, entah berdiri sendiri atau bergabung dengan kelompok lain.

Petunjuk kedua adalah kesuksesan film Deadpool (2016). Seperti yang kita ketahui, Deadpool adalah film produksi Marvel Comics yang sangat sukses tahun lalu. Padahal film ini menampilkan superhero yang tergolong aneh dan tidak biasa. Jika Deadpool yang begitu aneh saja bisa sukses, apalagi Howard the Duck?

Dan petunjuk terakhir adalah pernyataan Kevin Feige, Produser dan Presiden Marvel Studios, yang sempat mengatakan kalau pada Fase Keempat MCU nanti, mereka akan memunculkan banyak karakter aneh yang tidak umum. Besar kemungkinan Howard The Duck akan menjadi satu diantaranya.

Sebagai informasi, Howard the Duck adalah karakter fiksi karya Penulis Steve Gerber dan Val Mayerik. Karakter ini pertama kali muncul di komik Adventure into Fear #19 (Desember 1973). Berbeda dengan karakter superhero yang biasa dibuat Marvel Comics, Howard the Duck adalah karakter nyeleneh yang berhadapan dengan kasus-kasus aneh yang tidak lazim.

Sebagai Pahlawan Pembela Kebenaran, Howard tidak memiliki kekuatan apapun. Dia hanya memiliki kemampuan bela diri yang dikenal dengan sebutan Quak-Fu. Dia pun memiliki kemampuan supranatural yang diperolehnya dari Doctor Strange. Dalam kondisi terdesak, Howard akan mengeluarkan baju pelindung yang disebut "Iron Duck", yang mana baju ini dapat melindunginya dari tembakan, memancarkan cahaya dari dada, serta semburan api dari kedua tangannya.

Selain tampil dalam komiknya sendiri, Howard the Duck sering juga menjadi bintang tamu di komik lain, seperti Generation X, Spider-Man, Wolverine, dan The X-Men. Bahkan dalam komik Civil War 2, Howard the Duck ikut juga bertarung bersama The Avengers menghadapi Thanos.

Pada tahun 1986, Howard the Duck pernah diangkat ke layar lebar dengan judul Howard : A New Breed of Hero (a.k.a. Howard the Duck). Film yang disutradarai Williard Huyck dan diperani Chip Zien, Lea Thompson, Jeffrey Jones, dan Tim Robbins tersebut mengisahkan tentang kehidupan Howard the Duck saat menjadi bebek normal yang tinggal di Planet Duckword, hingga akhirnya pindah ke bumi dan menjadi superhero. Sayangnya film yang diproduksi Lucas Films tersebut gagal saat dirilis, sehingga dengan cepat dilupakan orang.



9. THE DEFENDERS AKAN ADA DI FASE KEEMPAT MCU, TAPI TIDAK DENGAN PEMERANNYA
Gosip yang cukup santer terdengar juga, setelah Avengers : Infinity War, Marvel Comics berencana untuk menggabungkan karakter Marvel serial televisi dengan karakter layar lebar.

Seperti yang Anda ketahui, beberapa waktu lalu, Marvel Comics bekerja sama dengan Netflix merilis beberapa serial superhero Marvel : Daredevil, Jessica Jones, Luke Cage, Iron Fist, dan yang teranyar The Defenders. Empat serial pertama yang dirilis Netflix terbilang sangat sukses, sehingga dapat dipastikan serial televisi The Defenders (yang menampilkan keempat superhero tersebut) akan meraih kesuksesan yang sama saat dirilis Agustus 2017 mendatang.

Sayangnya, kabar buruk yang berhembus : para pemeran karakter Daredevil, Jessica Jones, Luke Cage, dan Iron Fist di serial televisi tidak akan memerani karakter tersebut untuk versi layar lebarnya. Sebaliknya, Marvel Comics akan mencari pemain baru untuk memerani keempat karakter itu.

Kabar ini tentu sangat mengecewakan para fans The Defenders, mengingat pemeran 4 karakter superhero tersebut (Charlie Cox sebagai Matt Murdock / Dare Devil, Krysten Ritter sebagai Jessica Jones, Mike Colter sebagai Luke Cage, dan Finn Jones sebagai Danny Rand / Iron Fist) sudah dianggap sangat pas memerani karakter yang mereka bawakan.

Mudah-mudahan gosip ini tidak benar .....



10. AVENGERS : INFINITY WARS AKAN MENJADI AKHIR DARI CERITA THE AVENGERS
Dan terakhir, kabar yang paling mengejutkan adalah Avengers : Infinity Wars akan menjadi akhir dari seluruh cerita The Avengers. Yep.... meski tidak diungkap terbuka, namun banyak orang berkeyakinan kalau Avengers : Infinity Wars memang dibuat sebagai seri terakhir. Fakta yang terlihat paling jelas adalah film ini akan dirilis dalam 2 seri (seri pertama dirilis Mei 2018 dan seri berikutnya dirilis Mei 2019).

Fakta kedua adalah Marvel Studios baru-baru ini telah mengakuisisi kepemilikan hak produksi The X-Men dari 20th Century Fox. Artinya, ada kemungkinan The X-Men dan The Avengers akan dipersatukan dalam sebuah film.

Apabila disatukan, tentu tidak mungkin menggunakan para pemeran The X-Men dan The Avengers yang sekarang karena kesemua aktor di kedua film itu rata-rata sudah memiliki basis fans mereka masing-masing. Akibatnya jika film tersebut terlalu menonjolkan karakter dari salah satu kelompok superhero itu, dapat dipastikan akan menuai kecaman dari fans mereka. Karena itu, untuk menghindari pertikaian antar fans, maka tidak ada cara lain : Semua aktor pendukung The X-Men dan The Avengers harus aktor baru semua.

Dengan demikian, tentu saja cerita yang disajikan haruslah cerita baru yang tidak ada hubungannya dengan cerita yang sekarang (agar The X-Men dan The Avengers dapat disatukan dalam satu cerita). Jadi ada kemungkinan, dalam Fase Keempat MCU nanti kisah yang disajikan akan sama sekali baru dengan kumpulan superhero yang baru pula.


Shock? Kaget? Jantungan?

Tenang.... Ini baru gosip. Kebenarannya baru bisa kita ketahui setelah tahun 2019 mendatang.

Sementara itu...

Selamat menantikan Avengers : Infinity War tahun depan ....






Judul Film        : Okja
Sutradara          : Bong Joon Ho
Pemeran           : Tilda Swinton, Paul Dano, Ahn Seo Hyun, Steven Yeun, Lily Collins
Tanggal tayang : 28 Juni 2017

Film drama kolaborasi Hollywood - Korea Selatan ini sangat menyentuh dan mengharukan. Tidak saja dari segi ceritanya menarik, namun dari segi efek khusus dan sinematografi, film ini punya kualitas yang sangat baik. Tidak heran jika film ini kemudian terpilih sebagai salah satu film kandidat peraih Palme d'Or di ajang Cannes Film Festival 2017.

Kisah Okja diawali dengan kejadian tahun 2007 di mana Lucy Mirando (Tilda Swinton) terpilih sebagai CEO di perusahaan Mirando Corporation, dan dia sedang mengembangkan spesies babi baru. Terdapat 26 babi terbaik yang telah dia pilih dan sedang diternakkan di seluruh dunia.

Sepuluh tahun kemudian, seorang gadis kecil bernama Mija (Ahn Seo Hyun) hidup bahagia bersama kakeknya di sebuah pedesaan di Korea Selatan. Mereka memiliki seekor babi raksasa bernama Okja. Ternyata Okja adalah salah satu spesies babi baru yang diternakkan oleh Mirando Corporation 10 tahun silam. Ketika Okja akan diambil oleh Mirando Corporation, Mija berusaha menghalanginya.

Namun saat terjadi perebutan Okja, mucullah sekelompok orang yang menamakan diri mereka sebagai ALF (Animal Liberation Front) dan membantu Mija merebut Okja. Ternyata tujuan ALF hanyalah memanfaatkan Mija agar bersedia menyerahkan Okja untuk diteliti di laboratorium.

Okja kemudian dilarikan ke New York. Mengetahui binatang kesayangannya dibawa kabur, Mija kemudian pergi ke New York untuk mencari Okja. Mampukah dia menemukan Okja di kota besar itu?

Film Okja sangat menghibur, sekaligus menyentuh, karena mengisahkan hubungan persahabatan yang luar biasa antara Mija dan Okja. Persahabatan manusia dan ternaknya ini digambarkan dengan sangat dramatis, sehingga dapat membuat penonton meneteskan air mata.

Efek khusus yang digunakan juga sangat baik. Sosok Okja yang aneh tampak sangat hidup dan natural sekali.

Secara keseluruhan, film ini sangat menarik untuk ditonton bersama keluarga.


NewerStories OlderStories Home