10 Film Terbaik Bertema Aktivitas Mendaki Gunung (Mountaineering)

Aktivitas Mendaki Gunung (Mountaineering) adalah aktivitas yang sangat digemari banyak orang, tidak saja di luar negeri, tetapi juga di Indonesia. Selain meningkatkan rasa cinta pada alam sekitar, juga memberikan rasa takjub pada ciptaan Tuhan saat berada di puncak gunung yang tinggi.

Banyak hal yang sangat menarik yang bisa diceritakan dari aktivitas menantang ini., Mulai dari cuaca di sekitar gunung atau hutan yang mudah berubah-ubah, suasana keakraban yang terjalin diantara sesama Pendaki, hingga kejadian-kejadian ekstrim yang membahayakan jiwa sang Pelaku Mountaineering sendiri. Hal-hal inilah yang kemudian menjadi inspirasi para sineas, yang kemudian membuat film bertema Dunia Mountaineering.

Sebenarnya ada banyak sekali film-film bertema dunia panjat gunung ini. Tapi saya memilihkan 10 film yang menurut saya merupakan film terbaik yang WAJIB ditonton oleh para penggiat dunia Mountaineering. Selain menjadi inspirasi, film-film ini juga akan membuka wawasan tentang kondisi gunung yang akan didaki, serta suasana selama pendakian. Dengan demikian, akan muncul rasa hormat dan penghargaan kepada alam, sehingga selama pendakian, para Pelaku Mountaineering bisa ikut menjaga dan merawat alam agar tidak rusak.

1. NORTH FACE / NORDWAND (2008)
Inilah film legendaris yang wajib ditonton Para Pecinta Kegiatan Panjat Gunung. North Face adalah film produksi Jerman (disutradarai Phillip Stolzi) yang menampilkan kisah nyata aksi panjat gunung Eiger yang dilakukan oleh 2 orang pendaki gunung kenamaan Jerman : Toni Kurz (Benno Furmann) dan Andi Histerstoisser (Florian Lukas).

Seperti yang diketahui banyak orang, Gunung Eiger adalah salah satu gunung tertinggi di Swiss. Dengan ketinggian mencapai 4,158 meter, Gunung ini gunung yang paling menantang untuk didaki. Biasanya para pendaki memilih mendaki sisi utara Gunung Eiger - yang dikenal dengan sebutan The North Face atau Nordwand - karena sisi tersebut memiliki kesulitan yang luar biasa untuk didaki. Selain tebingnya yang nyaris berdiri tegak 90 derajat, udara di sekitar Gunung Eiger sering berubah sangat ekstrim, sehingga membahayakan jiwa para pendaki. Sejak tahun 1930an hingga hari ini, sudah puluhan pendaki yang tewas saat berusaha menaklukkan North Face. Meski demikian, hal ini tidak mengurungkan niat para pendaki untuk mendaki bagian utara Gunung Eiger tersebut.

Nah, pendakian North Face yang paling fenomenal adalah terjadi tahun 1936, di mana saat itu terjadi lomba panjang tebing antara tim pendaki gunung Jerman dan Austria. Negara Jerman diwakili Toni Kurz dan Andi Hinterstoisser yang berasal dari Desa Bechtesgaden, yang terkenal sebagai desa "penghasil" para pendaki gunung handal di dunia.

Saat pendakian dimulai, cuaca di sekitar Gunung Eiger tiba-tiba berubah ekstrim. Satu-persatu pendaki meninggal dunia. Meski demikian, hal itu tidak mengurungkan niat Toni dan Andi untuk terus melajut ke puncak Gunung Eiger. Sayangnya, takdir berkata lain, dan mereka pun akhirnya tewas menggenaskan beberapa meter menjelang puncak Gunung Eiger.

Film ini dengan sangat sempurna berhasil mereka-ulang kejadian yang terjadi di tahun 1936 tersebut. Tidak hanya itu, film ini pun dianggap berhasil menangkap dan menampilkan semua elemen sejarah pendakian Gunung Eiger tersebut.

Film berdurasi 121 menit ini tidak saja sukses di Jerman, tetapi juga sukses di dunia, bahkan menjadi tontonan wajib para pendaki gunung di Amerika Serikat, Inggris, Italia, dan Jepang.



2. EVEREST (2015)
Meski namanya sudah lama melegenda - dan sudah banyak orang yang membuat film dokumenter tentang gunung ini - kisah Gunung Everest baru diangkat ke layar lebar tahun 2015 silam. Disutradarai Baltasar Kormakur serta diperani para aktor papan atas Hollywood (Jason Clarke, Josh Brolin, John Hawkes, Robin Wright, Michael Kelly, Sam Worthington, Keira Knightley, Emily Watson, dan Jaket Gyllenhaal), film ini mengetengahkan kisah nyata tentang bencana badai salju di Gunung Everest yang terjadi tanggal 10 - 11 Mei 1996, dan menewaskan 8 dari 12 orang pendaki gunung yang waktu itu sedang melakukan pendakian.

Diceritakan pada bulan Mei 1996, sekelompok pendaki gunung berkumpul untuk melakukan pendakian ke Gunung Everest. Hampir semua pendaki adalah para pendaki handal yang telah melakukan serangkaian pendakian ke gunung-gunung tertinggi di dunia.

Dalam perjalanan pendaki Gunung Everest, satu-persatu peserta tumbang, sehingga tinggallah 12 orang yang berhasil mendaki dan tiba di puncak Everest. Masalahnya, saat mereka turun, badai salju segera menyambut mereka. Tak ayal, para pendaki itu terjebak di tengah badai. Mereka tidak bisa meminta bantuan, sedangkan Tim Penyelamat tidak dapat naik ke gunung karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

Meski adegan badai salju dilakukan di dalam studio (dan diberi efek CGI), namun pengambilan gambar benar-benar dilakukan di daerah pegunungan yang terletak di wilayah Nepal dan Base-Camp Everest. Sebelum proses pengambilan gambar dilakukan, para pemain film sudah terlebih dulu mempersiapkan diri mereka berlatih panjang gunung. Bahkan Aktor Josh Brolin dan Jake Gyllenhaal telah berlatih naik gunung selama setahun, sebelum pengambilan gambar film Everest.

Film ini tidak saja sukses (meraup keuntungan sebesar US$ 203 juta, dibuat dengan modal US$ 55 juta), tetapi juga meraih berbagai penghargaan film tingkat internasional.



3. K2 (1991)
Pecinta Alam dan Pendaki Gunung tentu sudah tidak asing lagi dengan K2, Gunung Tertinggi Kedua setelah Gunung Everest. Dengan ketinggian 8,611 meter di atas permukaan laut, K2 (yang juga dikenal dengan nama Gunung Goodwin-Austen atau Chhogori) yang terletak di perbatasan Kabupaten Taxkorgan Tajik, Xinjiang (Tiongkok) - Kabupaten Gilgit Baltistan (Pakistan) ini terkenal dengan sebutan "Gunung Buas" (The Savage Mountain) karena sulitnya medan yang harus dilewati para pendaki untuk mencapai puncak gunung tersebut. K2 menempati posisi kedua dalam Daftar 800 Gunung yang Paling Banyak Memakan Korban Jiwa Pendaki. Sejak pendakian pertama di tahun 1856 hingga hari ini, tercatat sudah ada 300 Pendaki Gunung yang berhasil naik ke puncak, 77 Pendaki harus berhenti di tengah jalan karena mengalami luka serius, dan 1 korban meninggal.

Keganasan Gunung K2 dan kegigihan Para Pendaki untuk menaklukkan gunung ini kemudian dibuat film layar lebarnya berjudul K2. Film yang disutradarai Franc Roddam ini diperani Michael Biehn dan Matt Craven. Meski merupakan film fiksi, namun kisahnay sendiri merupakan adaptasi dari pengalaman 2 orang Pendaki Gunung asal Amerika Serikat - Jim Wickmire dan Louis Reichardt - yang pada tahun 1978 tercatat dalam Sejarah sebagai 2 orang Amerika Serikat Pertama yang berhasil mencapai puncak K2.

Dikisahkan dalam film ini, dua orang sahabat - Taylor Brooks (Michael Biehn) dan Harold Jameson (Matt Craven) - adalah 2 orang pekerja kangtoran yang senang mendaki gunung. Satu ketika, kedua sahabat itu melakukan ekspedisi ke Gunung K2. Ekspedisi mereka ini mendapat dukungan dana dari bilioner Phillip Clairborne (Raymond J. Barry), yang sekaligus mendampingi mereka.

Bersama 2 orang pendaki lain - Dallas Woolf (Luca Bercovici) dan Takane Shimuzu (Hiroshi Fujioka) - mereka pun berangkat mendaki gunung tersebut. Di awal pendakian, Clairbone harus berhenti dan dibawa pulang karena terkena Sakit Ketinggian (AMS : Acute Mountain Sickness; gangguan pernafasan karena kekurangan oksigen di daerah ketinggian). Saat perjalanan dilanjutkan, Takane mengalami hiportermia dan meninggal, sedangkan Dallas hilang dalam badai salju.

Taylor dan Harold melanjutkan perjalanan dan berhasil mencapai Puncak Gunung K2. Namun saat mereka turun, Harold tergelincir sehingga mengakibatkan kakinya patah dan kehilangan tali panjatnya. Dengan bersusah-payah - di tengah kondisi Gunung yang sangat tidak bersahabat - Taylor berjuang keras untuk membawa temannya turun ke bawah dengan selamat.

Meski bukan merupakan film box-office, tetapi K2 merupakan film dramatis yang menampilkan kuatnya jalinan persahabatan Taylor dan Harold yang sangat kuat. Bahkan dalam kondisi gunung yang tidak bersahabat, mereka masih tetap bisa bersama-sama berjuang, serta tidak meninggalkan sahabatnya yang sedang dalam kondisi sekarat.



4.  127 HOURS (2010)
Film biografi yang dibuat dalam bentuk "found footage" ini terbilang film klasik yang wajib dikoleksi para Pecinta Alam. Disutradarai Danny Boyle, film yang diperani James Franco ini menampilkan sosok Aron Ralston, seorang Pendaki Bukit (Canyoneer) yang secara tidak sengaja terjebak di dalam lembah Blue John Canyon.

Dengan durasi 93 menit, film ini menampilkan perjuangan Aron Ralston yang tergelincir di dalam lembah Blue John Canyon. Tangan kanannya terjepit di bebatuan lembah, sehingga tidak memungkinkan baginya untuk pergi. Film ini menjadi menarik karena menampilkan cara Aron bertahan hidup meski berada di ruang gerak yang sangat sempit dan perbekalan yang sangat minim.

Selama 5 hari (127 jam), Aron berusaha untuk bertahan hidup. Hingga pada satu titik, ketika merasa tidak mungkin lagi diam menunggu kematian, Aron kemudian memutuskan untuk mengamputasi tangan kanannya yang terjepit.

Film ini merupakan adaptasi dari kisah nyata Aron Ralston - Pendaki Gunung dan Lembah asal Amerika Serikat - yang benar-benar pernah terjebak di tengah lembah di Utah pada tahun 2003. Setelah 5 hari terjebak di tengah lembah, Aron mengambil keputusan yang cukup mengerikan : mengamputasi tangannya sendiri. Kisah perjuangannya ini sebelumnya didokumentasikan dalam otobiografinya berjudul "Between A Rock and A Hard Place"

Meski telah mengalami kejadian buruk, tetapi semangat Aron untuk terus mendaki tidak berhenti. Hingga hari ini, Aron masih giat mendaki gunung dan melakukan banyak aktivitas sosial.



5. SCREAM OF STONE (1991)
Sebuah film adaptasi kisah nyata lain yang cukup menegangkan adalah film Scream of Stone (Cerro Torre : Schrei aus Stein). Film ini merupakan film produksi Jerman yang disutradarai oleh Werner Herzog, dan diperani Vittorio Mezzogiomo, Stefan Glowacz, Mathilda May, Donald Sutherland, Brad Dourif, dan Al Waxman.

Film ini mengisahkan tentang perjuangan Pendaki Gunung Cesare Maestri dan temannya, Toni Egger, dalam usaha mereka menaklukkan Gunung Cerro Torre pada tahun 1959.

Cerro Torre merupakan salah satu gunung dari kumpulan Pegunungan Es Patagonia Selatan di Amerika Selatan. Gunung ini berada di perbatasan Argentina dan Chilli. Selain diselimuti salju, pegunungan ini juga mengalami terpaan angin yang sangat kencang, sehingga sangat menyulitkan para pendaki untuk bisa mencapai puncak gunung tersebut.

Usaha pertama pendakian Gunung Cerro Torre pertama kali dilakukan pada tahun 1959 oleh Toni Egger dan Cesare Maestri. Namun dalam pendakian tersebut, Toni Egger tewas tersapu runtuhan es (avalanche) dan Cesare terpaksa menghentikan usaha pendakiannya karena kondisi cuaca yang tidak membahayakan jiwanya.

Pada tahun 1970, Cesare mendaki Gunung Cerro Torre kembali bersama 5 orang pendaki : Ezio Alimonta, Daniele Angeli, Claudio Baldessarri, Carlo Claus, dan Pitro Vidi. Mereka berenam berhasil menemukan jalur baru mendaki Gunung Cerro Torre, yaitu melalui sebelah Tenggara. Jalur tersebut mereka namakan "The Compressor Route", yang hingga hari ini menjadi Jalur Legendaris yang banyak dilalui banyak pendaki profesional.



6. THE WHITE TOWER (1950)
Film klasik yang diperani aktor legendaris Amerika Serikat Glenn Ford dan Alida Valli ini merupakan film pendakian gunung yang tidak umum pada masanya. Hal ini dikarenakan film ini menampilkan sosok pendaki gunung wanita. Pada masa film ini dibuat, mendaki gunung adalah hal yang tidak lazim dilakukan oleh wanita. Karena itu, film ini sangat unik sekaligus karya monumental bagi para Penyuka Aktivitas Panjat Gunung.

Diadaptasi dari novel berjudul sama karya James Ramsel Ullman, film yang disutradarai Ted Tetzlaff ini mengisahkan tentang Carla Alten (Alida Valli), seorang wanita keras kepala yang memutuskan untuk mewujudkan impian ayahnya, yaitu mendaki hingga ke puncak Gunung "The White Tower" yang merupakan bagian dari deretan pegunungan Swiss Alps. Sebelumnya, ayah Carla sudah pernah mencoba mendaki, tetapi gagal dan meninggal di tengah perjalanan.

Untuk melakukan perjalanan berbahaya ini, Carla meminta bantuan Martin Ordway (Glenn Ford) - seorang Pendaki Gunung Handal - untuk mendampinginya. Dalam pendakian tersebut, Carla dan Martin berkenalan dengan 6 orang lain yang kebetulan berencana melakukan ekspedisi yang sama ke Gunung "The White Tower" yang merupakan gunung yang belum pernah berhasil ditaklukkan para pendaki sebelumnya.

Kedelapan orang tersebut kemudian melakukan pendakian yang sangat mustahil dan berbahaya. Satu-satunya cara untuk bisa mencapai puncak adalah bekerja sama. Meski sangat tidak mudah, namun kedelapan orang tersebut akhirnya bisa saling bekerja sama dan bahu-membahu hingga berhasil mencapai puncak The White Tower.



7. A LONELY PLACE TO DIE (2011)
Film bertema mountaineering tidak melulu bicara tentang drama. Ada juga yang seru bergenre thriller. Salah satu yang sangat menarik untuk ditonton adalah film ini. Produksi Inggris yang disutradarai Julian Gilbey ini diperani oleh Melissa George, Ed Speleers, Karel Roden, Eamonn Walker, Sean Harris, dan Kate Magowan.

Bersetting di Dataran Tinggi Scotlandia yang dipenuhi pegunungan yang menantang untuk didaki, 5 orang Pendaki Gunung - Alison (Melissa George), Ed (Ed Speleers), Rob (Alec Newman), Jenny (Kate Magowan), dan Alex (Gary Sweeney) - secara tidak sengaja menemukan seorang gadis Serbia yang dikubur hidup-hidup di tengah hutan. Setelah berhasil membebaskan gadis itu, kelima orang tersebut diburu-buru oleh orang-orang misterius. Orang tersebut ternyata adalah kelompok mafia. Dan mereka berusaha menutup mulut kelima orang Pendaki Gunung tersebut agar tidak menceritakan tindakan mereka pada pihak berwajib.

Kejar-kejaran seru terjadi di tengah hutan. Dengan kemampuan bertahan hidup yang mereka miliki, kelima pendaki itu pun berusaha mati-matian menyelamatkan diri mereka, sekaligus mencari cara untuk mengalahkan orang-orang yang berusaha membunuh mereka.



8. THE CLIMB (2002)
Film yang disutradarai John Schmidt ini merupakan film yang sangat inspiratif tentang kerja sama dan membuang ego masing-masing pendaki saat sedang melakukan pendakian.

Diperani Jason George, Ned Vaughn, Dabney Coleman, dan David Stuart, film ini mengisahkan tentang dua pendaki gunung dengan kepribadian yang berbeda : Derrick (Jason George) adalah seorang pendaki gunung yang sangat egois dan sombong. Karena telah sering sukses mendaki gunung sendirian, dia merasa dirinya paling hebat dan tidak butuh bantuan siapapun untuk menaklukkan gunung manapun. Sebaliknya, Michael (Ned Vaughn) adalah seorang Pendaki Gunung yang baik hati dan selalu mengedepankan kerja sama untuk bisa menuntaskan sebuah pendakian.

Satu ketika, kedua orang tersebut dipertemukan dalam sebuah misi penyelamatan di sebuah gunung. Lokasi yang sulit dan sangat berbahaya tidak memungkinkan mereka untuk bisa melakukan penyelamatan itu sendirian. Mau-tidak mau, mereka harus bekerja sama untuk dapat menuntaskan tugas tersebut. Mungkinkan Derrick yang arogan mau bekerja sama dengan Michael?



9. INTO THIN AIR : DEATH ON EVEREST (1997)
Delapan belas tahun sebelum film Everest dibuat, film-televisi Into thin Air : Death on Everest sudah lebih dulu mengangkat kisah tentang bencana badai salju dasyat yang menghantam Gunung Everest pada bulan Mei 1996 dan menewaskan 8 orang dari 12 pendaki yang sedang melakukan ekspedisi kala itu.

Film-televisi ini dibuat berdasarkan biografi Into Thin Air yang ditulis oleh Jon Krakauer, salah seorang pendaki yang selamat dalam bencana tersebut. Film-televisi Into Thin Air : Death on Everest disutradarai Robert Markowitz dengan diperani Christopher McDonald, Peter Horton, Nathanael Parker, Richard Jenkins, Tim Dutton, dan Jeff Perry. Film-televisi ini ditayangkan pertama kali di jaringan televisi ABC (American Broadcasting Company) pada tanggal 9 November 1997.



10. NANGA PARBAT (2010)
Daftar ini saya tutup dengan sebuah film dramatis produksi Jerman yang menampilkan kisah pendakian gunung legendaris yang dilakukan oleh 2 bersaudara. Nanga Parbat merupakan film yang merupakan adaptasi dari kisah nyata pendakian yang dilakukan Pendaki Gunung Terkenal dari Jerman : Reinhold Messner dan Gunther Messner.

Disutradarai Joseph Vilsmaier, film dramatis yang diperani Florian Stetter, Markus Krojer, Lorenzo Walcher, Andreas Tobias dan Karl Markovics ini mengisahkan Reinhold Messner (Stetter) yang pada tahun 1970 mengajak adiknya, Gunther Messner (Andreas Tobias) untuk mendaki Nanga Parbat, Gunung Tertinggi Kesembilan (ketinggian 8,126 meter di atas permukaan air. Gunung tersebut berada di sebelah barat Gunung Himalaya. Gunung Nanga Parbat merupakan gunung paling berbahaya untuk didaki. Sudah puluhan pendaki yang tewas saat mencoba menaklukkan gunung ini. Hal ini membuat Nanga Parbat mendapat gelar "Gunung Pembunuh".

Saat pendakian akan dimulai, kondisi cuaca sedang tidak mendukung. Kedua bersaudara itu diperingatkan untuk tidak melanjutkan pendakian. Namun mereka tetap memaksa untuk mendaki. Melalui perjuangan yang cukup berat, Reinhold dan Gunther berhasil mencapai puncak Nanga Parbat dan menancapkan bendera mereka. Sayangnya, saat turun, Gunther cedera akibat hantaman cuaca yang sangat dasyat. Kondisi mereka menjadi parah ketika persediaan makanan habis. Pada saat itu, terjadi longsor salju (avalanche) yang menyebabkan kematian Gunther.

Tim penyelamat akhirnya berhasil menemukan keberadaan Reinhold dan membawanya pulang dengan selamat.

NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment