Judul Film        : Omerta 
Sutradara          : Hansal Mehta
Pemeran           : Rajkumar Rao, Rajesh Tailang, Rupinder Nagra, Timothy Ryan Hickernell
Tanggal tayang : 4 Mei 2018

Apa yang mendorong seseorang menjadi teroris? Bagaimana bisa seseorang yang begitu taat beragama justru menjadi pembunuh mengerikan yang tidak segan-segan menghabisi nyawa seseorang atas nama agamanya?

Film Omerta adalah film biografi India yang mengangkat kisah nyata transformasi seorang pria baik-baik menjadi teroris paling keji yang ditakuti dunia. Karya sutradara Hansal Mehta ini sudah tayang sejak tahun 2017 dan meraih berbagai penghargaan internasional, termasuk Toronto International Film Festival, Mumbai Film Festival, Florence Film Festival, Hong Kong International Film Festival dan Busan International Film Festival.


Omerta mengisahkan tentang Ahmed Omar Saeed Sheikh (diperankan dengan sangat gemilang oleh Rajkumar Rao), seorang pria Muslim keturunan Pakistan yang tinggal di Inggris. Terbilang sebagai anak yang sangat cerdas, Ahmed kemudian tertarik dengan ajaran Jihad. Pasca perkenalannya dengan orang-orang radikal, perilaku Ahmed pun mulai berubah. Dia sering melakukan kekerasan kepada teman-teman sekampusnya, sehingga dia diskorsing oleh sekolah.

Selain mendalami ajaran kaum radikal, Ahmed mulai ikut pelatihan militer yang dilakukan oleh teman-temannya yang tergabung dalam Harkat-ul-Ansar, sebuah kelompok radikal di Inggris. Pelatihan ini kemudian membentuk dirinya menjadi seorang ekstrimis yang melakukan hal-hal di luar logika orang-orang normal.

Aksi pertama Ahmed bersama kelompoknya terjadi pada tahun 1994, di mana dia menculik para turis Inggris yang berwisata di India, lalu membawa mereka ke wilayah Ghaziabad, yang berlokasi di luar New Delhi. Dengan menggunakan para turis yang mereka culik, Ahmed dan kelompoknya memaksa pemerintah India untuk melepaskan para tentara militan yang dipenjara di Kashmir. Dalam kasus ini, polisi berhasil menyelamatkan para turis yang diculik serta menangkap Ahmed bersama kelompoknya.

Ahmed menjalani kehidupan penjara hingga tahun 1999. Namun penjara tidak membuat Ahmed jera, bahkan membuatnya melakukan tindakan ekstrim yang lebih mengerikan lagi. Pada tahun 2002, Ahmed menculik Daniel Pearl (Timothy Ryan Hickenel), Jurnalis The Wall Street Journal. Tidak hanya menculik, Ahmed pun memenggal kepala Daniel Pearl, dan kejadian itu dipertontonkannya dalam sebuah siaran langsung di televisi swasta. Akibat tindakan Ahmed, dunia menjadi gempar dan seruan perang terhadap teroris muncul di seluruh dunia.

Ahmed berhasil ditangkap pada bulan Juli 2002 dan akhirnya dinyatakan bersalah atas kematian Daniel Pearl. Untuk mempertanggung-jawabkan tindakannya, Ahmed dihukum gantung.

Dengan maraknya kasus terorisme di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, film ini sepertinya menjadi sebuah jawaban atas pertanyaan banyak orang, "Mengapa seseorang mau menjadi teroris dan mengorbankan nyawa banyak orang - termasuk dirinya - atas nama Agama?" Film ini dengan gamblang menampilkan kehidupan para anggota ekstrimis dan mempercayai makna "Jihad" dari sudut pandang yang sangat berbeda.



DO YOU KNOW? 
Ide pembuatan film ini sebenarnya telah muncul sejak tahun 2005. Sayang, karena masalah finansial, proses pengerjaan film ini baru dilakukan tahun 2016.

Film ini merupakan kolaborasi keempat antara Sutradara Hansal Mehta dan Aktor Rajkummar Rao. Sebelumnya mereka sudah bekerja sama di film Shahid (2012), Citylights (2014), dan Aligarh (2015).

Film ini pertama kali ditayangkan di Toronto International Film Festival 2017 dan mendapatkan respon yang sangat positif dari para kritikus film. Sayangnya film ini awalnya tidak diizinkan tayang di India karena Badan Sensor Film India tidak menyetujui penayangan beberapa adegan yang dinilai terlalu ekstrim dan dapat mendorong orang untuk mendukung aksi terorisme. Setelah melalui proses editing yang sangat panjang, akhirnya film ini diizinkan untuk tayang tanggagl 4 Mei 2018 silam.

Untuk mempersiapkan dirinya memerani karakter Ahmeed Omar Saeed Sheikh, Rajkummar Rao menonton semua video dan dokumenter serta rekaman ucapan kebencian yang dilakukan Ahmeed. Rao pun berlatih mengikuti gaya bicara Ahmed dengan berulang-ulang ucapan kebencian Ahmed tersebut. Akibatnya, Rajkummar Rao merasakan dirinya dipenuhi dengan "amarah dan kebencian yang luar biasa", dan merasakan dirinya mengalami sedikit "gangguan mental" saat proses pengambilan gambar. Menurut Rajkummar Rao, karakter Ahmed merupakan karakter yang paling sulit yang pernah diperaninya hingga hari ini.



Judul Film            : Target
Sutradara              : Raditya Dika
Pemeran               : Raditya Dika, Cinta Laura, Willy Dozan, Yayan Ruhiyan, Rommy Rafael
Tanggal tayang    : 15 Juni 2018

Kita mengenal sosok Raditya Dika sebagai seorang Komikus Cerdas yang selalu menciptakan karya-karya kocak namun bermakna dan intelek. Jika sebelumnya, Dika selalu membuat film bertema drama-komedi (ingat film Single, Cinta Brontosaurus, Manusia Setengah Salmon, The Guys, dan lain-lain), maka di film terbarunya, Dika akan menampilkan film bertema thriller-komedi.

Menggaet para aktor dan aktris papan atas Indonesia (Cinta Laura, Yayan Ruhiyan, Willy Dozan, Rommy Rafael, Ria Ricis, dan Samuel Rizal), film ini akan mengangkat cerita yang terbilang baru dan seru.

Dikisahkan sekelompok orang terbangun di sebuah tempat misterius. Dari pengamatan mereka, tempat itu ternyata merupakan lokasi shooting untuk pembuatan sebuah film berjudul "Target". Kemudian mereka mendapat arahan dari sebuah suara yang terdengar di pengeras suara yang mengatakan kalau mereka harus melakukan semua hal yang tertuang dalam skenario "Target" yang terletak tidak jauh dari mereka.

Seluruh gerak-gerik mereka diawasi dan direkam. Jika ada yang berusaha kabur atau tidak mau melakukan hal yang diinstruksikan di skenario, maka mereka akan dibunuh.

Akankah orang-orang tersebut akan selamat?



DO YOU KNOW? 
Film "Target" merupakan film ketiga kolaborasi Raditya Dika dengan Soraya Intercine Films. Film pertama adalah Single (2015) yang sukses besar dan masuk dalam berbagai nominasi di Ajang Indonesia Box Office Movie Awards (2016). Atas kesuksesan itu, Soraya Intercine Films kembali mengajak Dika untuk bekolaborasi membuat film The Guys (2017). Sayang, film itu tidak sesukses Single. Meski demikian, Soraya Intercine masih yakin Dika mampu menciptakan film sukses lagi. Karena itu, mereka kembali mengajak Dika untuk membuat film "Target".

Film ini adalah film layar lebar ketujuh yang disutradarai Dika. Pertama kali Dika menyutradarai Marmut Merah Jambu (2014). Lalu diikuti Malam Minggu Miko - The Movie (2014), Single (2015), Koala Kumal (2016), Hangout (2016), dan The Guys (2017).

Berbeda dengan film-film sebelumnya, khusus untuk film Target, Dika terbilang cukup pelit dalam membagikan informasi seputar film terbarunya ini. Mulai dari proses pembuatan, hingga sinopsis film, semuanya terbilang sangat tertutup.

Yayan Ruhian - pemeran Mad Dog di dwilogi film The Raid - didapuk sebagai koreografer laga untuk film Target.
Salah satu ciri umum film horor adalah selalu diawali dengan adegan pembuka untuk menceritakan latar belakang cerita. Datar dan nyaris tidak seram. Keseraman baru dimulai setelah menit ke-15 dan intens ketegangan akan terus naik hingga akhir film.

Namun ternyata ada beberapa film horor yang justru melakukan sebaliknya : Justru sejak awal film, Penonton sudah disuguhi dengan keseraman yang bertubi-tubi. Biasanya para penonton "tidak siap" sehingga akan terkaget-kaget sejak awal. Dan sangat wajar jika film demikian akan melekat erat di dalam pikiran para penonton sebagai "Film Paling Seram" yang pernah ditonton.

Berikut ini adalah 10 film horor dengan adegan pembuka paling seram, yang akan bikin Anda bermimpi buruk. Film-film ini nyaris tidak memberikan sedikitpun celah buat para penonton untuk bernafas dan akan membombardir Penonton dengan adegan-adegan seramnya dari awal hingga akhir film. Hmm..... Anda siap untuk menontonnya?


1. IT FOLLOWS (2014)
Film arahan Sutradara David Robert Michael ini berbeda dengan film horor pada umumnya. Jika film horor biasa menampilkan kejutan diiringin lagu latar yang seram, justru film ini didesain sedemikian rupa agar penonton tidak pernah menyadari kapan kejutan muncul. Semua adegan dibuat dengan sangat datar, dan terkadang agak membosankan, sampai akhirnya muncul kejutan yang membuat Penonton terkaget-kaget. Kejutannya pun hanya sekilas, sehingga kalau mengedipkan mata, Anda akan kehilangan momen kejutan tersebut dan akan bingung, "Seramnya di mana?"


Nah, seperti adegan pembuka film ini : Hanya menampilkan adegan seorang wanita yang ketakutan dan berlari-lari mengelilingi halaman depan rumahnya, lalu masuk ke mobilnya dan memacu mobil tersebut ke pantai. Tiba di pantai, sang gadis menelepon orang tuanya, lalu mengucapkan salam perpisahan. Nah, kejutan pun dimulai saat adegan berganti keesokan harinya di mana gadis itu sudah tewas dengan tubuh "berantakan". Adegan ini dibuat dengan sangat datar sekali. Tidak menunjukkan tanda-tanda seram, sampai Anda tiba-tiba dikagetkan dengan munculnya adegan tubuh sang gadis yang sudah berantakan.

Meski secara umum film ini tidak terlalu menarik dan tidak seseram film horor pada umumnya, tapi saya yakin Anda akan bertahan dan menonton film tersebut hingga tuntas, karena penasaran gara-gara menonton adegan pembuka tersebut.



2. FRIDAY THE 13TH : A NEW BEGINNING (1985)
Penggemar film horor "vintage" mungkin ingat dengan karakter ikonik Jason Voorhees, sang pembunuh legendaris dari Danau Crystal yang gemar membantai siapapun yang dia temui. Karakter ini ada di film layar lebar Friday the 13th dan telah dibuat dalam 12 seri. Ciri khas film Friday the 13th adalah selalu menampilkan adegan-adegan sadis dan super brutal, sehingga sangat jarang ada orang yang bisa menonton film tersebut hingga akhir tanpa menutup mata (gak kuat melihat adegan-adegan pembunuhan sadis disertai mutilasi dan sejenisnya).

Kalau Anda ingin tahu seri mana yang paling seram, maka Anda perlu menonton seri kelima dari film tersebut. Judulnya Friday the 13th : A New Beginning. Dirilis tahun 1985, film ini masih menampilkan adegan-adegan sadis "murni" tanpa bantuan efek khusus komputer. Film ini diawali dengan adegan Tommy Jarvis (Cory Feldman) - salah seorang korban yang selamat dari pembantaian yang dilakukan Jason di seri sebelumnya - mengalami mimpi buruk. Dalam mimpinya, dia melihat Jason bangkit dari kubur lalu memburu dirinya.

Di jamannya, adegan ini merupakan adegan kejutan yang cukup bikin trauma dan mimpi buruk. Yang lebih mengerikan lagi : Film ini menampilkan adegan pembunuhan yang super sadis dan dicap para kritikus sebagai seri Friday the 13th paling sadis dan paling berdarah. Teknik pembunuhan yang ditampilkan pun sudah melewati ambang toleransi penonton di masa itu, dan benar-benar bikin trauma siapapun yang pernah menontonnya.



3. IT (1990)
Film horor kreasi Stephen King ini menampilkan adegan pembuka yang sangat ikonik dan hingga kini menimbulkan trauma siapapun yang pernah menontonnya.

Bayangkan saja : Film ini diawali dengan seorang anak kecil - berpakaian jas hujan kuning - bermain di tengah hujan. Saat perahu kertasnya jatuh ke selokan, dia melihat badut Pennywise Si Badut Penari (diperani Tim Curry) di dalam selokan. Siapa yang bisa menduga kalau badut - yang saat itu dikenal publik Amerika sebagai karakter lucu dan menggemaskan - berubah menjadi monster seram yang langsung melahap anak tersebut.

Adegan ikonik inilah yang kelak kemudian mengubah persepsi para penonton dunia, yang kemudian memandang badut sebagai karakter yang seram dan mengerikan.



4. HALLOWEEN (1979)
Film horor legendaris karya Sutradara John Carpenter ini merupakan karya klasik yang tidak akan dilupakan oleh banyak penggemar film horor sejati. Sama seperti Friday the 13th, film ini menampilkan banyak adegan-adegan pembunuhan sadis. Meski tidak seintens Friday the 13th, tetapi Halloween sudah cukup bikin trauma para penonton yang berani menontonnnya.


Adegan pembuka film ini menampilkan adegan yang cukup legendaris : Kamera menampilkan adegan seolah-olah dari mata penonton sendiri yang menyaksikan adegan tersebut. Kita akan melihat "sang kamera" mengenakan topeng, lalu berjalan memasuki sebuah rumah. Saat melihat seorang gadis di kamar sendiri, tanpa peringatan sedikit pun, tiba-tiba kita melihat "sang kamera" menghujamkan pisau ke tubuh sang gadis berulang-ulang dengan cara yang sangat keji dan kejam.

Cukup mengagetkan, terutama karena perspetif kamera dibuat seolah-oleh penontonlah yang melakukan adegan tersebut. Wajar jika banyak orang yang kemudian trauma pasca menonton film ini.



5. THE STEPFATHER (1987)
Film horror besutan sutradara Joseph Ruben ini menampilkan adegan sadis dan horor yang tidak disangka-sangka penonton. Film ini diawali dengan adegan Henry Morrison (diperani Terry O'Quin) - seorang psikopat gila - sedang mencuci tangannya, kemudian mengganti semua pakaiannya, lalu berangkat kerja.

Saat dia berjalan melewati ruang tamu, barulah penonton terkaget-kaget melihat apa yang ada di sana : Ruang tersebut berantakan dan terdapat mayat anggota keluarganya yang tergeletak di lantai, tewas bersimbah darah. Namun Henry dengan acuh dan santai berjalan keluar rumah sambil bersiul-siul. Adegan miris ini jelas membuat siapapun akan merinding ketakutan sembari mereka-reka, seberapa tinggi kadar kegilaan Henry Morrison.

Meski tidak setenar Halloween dan Friday the 13th, namun film ini sangat populer di zamannya dan memiliki banyak penonton fanatik yang menyukai film horor-psikopat ini.


6. CUBE (1997)
Film ini adalah film Kanada karya sutradara Vincenso Natali yang merupakan perpaduan antara fiksi ilmiah dengan horor. Film super-cerdas ini menampilkan adegan-adegan horor yang terbilang cukup baru di masanya, sehingga menjadikan film ini cukup ikonik dan legendaris.

Film ini diawali dengan adegan seorang pria yang baru terbangun dan menemukan dirinya terperangkap di sebuah ruangan tertutup. Dia mencoba mencari jalan keluar, namun ke mana pun dia pergi, tidak ada pintu keluar yang memungkinkannya bisa keluar dari tempat tersebut. Dan saat melewati sebuah tempat, tanpa terduga, dia dihantam oleh sebuah benda yang tidak terlihat. Adegan selanjutnya : Benar-benar mengerikan.... !!!!

Film Cube menjadi salah satu film horor yang cukup bikin penasaran. Hal menarik saat menonton film ini adalah penonton diajak berpikir dan menebak-nebak akhir ceritanya. Cerdas. Menghibur. Sekaligus : Seram dan Super Sadis... !!!



7. THE HITCHER (1986)
Ini dia film horor-sadsi yang bisa bikin Anda ketakutan hanya dari dialognya saja. Film cerdas ini tidak saja penuh dengan adegan pembunuhan sadis yang bikin miris, tetapi juga dialognya pun bisa bikin Anda mimpi buruk.

Arahan Sutradara Robert Harmon ini mengisahkan tentang seorang pembunuh psikopat yang berpura-pura menumpang naik mobil, lalu membunuh pemilik mobilnya.

Film ini dibuka dengan adegan yang tampaknya biasa saja : Seorang pria bernama Jim Halsey (C. Thomas Howell) membawa mobilnya di tengah hujan. Saat melewati sebuah jalan sepi, dia melihat seorang pria di tengah jalan sedang mengacungkan jempol, minta tumpangan. Kasihan dengan pria yang kehujanan tersebut, Jim pun mengajak pria itu menaiki mobilnya. Di dalam mobil, terjadilah percakapan yang santai. Sang Pria (diperani dengan sangat baik oleh Rutger Hauer) mengucapkan terima kasih kepada Jim, kemudian menceritakan alasan mengapa dia sampai kehujanan. Rupanya mobil yang dibawanya kehabisan bensin. Tapi Pria tersebut tidak merasa perlu untuk mengisi bensin karena mobil itu bukan miliknya, tapi milik orang lain. Orang tersebut tidak akan kemana-mana karena sang Pria telah memotong kaki, tangan, dan lehernya. Dan Sang Pria akan melakukan hal yag sama pada Jim Halsey.

Oke.... kalau ada orang yang Anda bantu, tetapi dia kemudian mengatakan hal demikian, bagaimana perasaan Anda?



8. TWILIGHT ZONE : THE MOVIE (1983)
Film besutan Sutradara George Miller ini terbilang sangat legendaris. Selain karena kejadian di balik layar saat proses pengambilan gambar (hingga menewaskan beberapa artis pendukung film ini, terutama pemeran anak-anaknya), film yang terdiri dari beberapa cerita pendek ini menampilkan banyak kejutan yang mengejutkan.

Salah satu yang paling mengejutkan - karena sama sekali tidak terduga - adalah adegan awal yang menampilkan aktor Dan Aykroyd dan Albert Brooks. Dalam adegan tersebut diceritakan Dan dan Albert sedang berdiskusi tentang hal yang paling menyeramkan menurut mereka. Pada saat giliran Dan yang akan menceritakan hal seram, dia meminta Albert untuk menghentikan mobil yang dibawanya. Saat mobil telah dihentikan, Dan tiba-tiba berbalik dan diam. Albert mendesak temannya menceritakan hal paling menyeramkan, Dan berbalik dan ternyata ......

Adegan tersebut kemudian menjadi sangat fenomenal dan sering ditiru film-film horor yang lain



9. EVIL DEAD (2013)
Versi remake arahan sutradara Sam Raimi ini sempat disebut sebagai film horor "paling berdarah", karena penggunaan "cairan" darah palsu yang sangat banyak oleh Sam Raimi lantaran ingin menampilkan adegan berdarah senyata mungkin.

Film ini dibuka dengan adegan yang sangat miris : Seorang wanita muda diikat di tiang rumah. Kemudian ada seorng wanita tua yang membacakan mantra. Wanita muda tersebut meminta dirinya untuk dilepaskan, tapi sang wanita tua seolah-olah tidak mendengar permintaan tersebut, dan mulai membaca mantera sihir.

Adegan makin miris ketika ayah wanita muda itu muncul, dan mengatakan kalau wanita tua itu adalah orang baik yang akan menolongnya. Lalu sang ayah menuangkan bensin di kepala anaknya. Sang anak menangis dan terus-menerus minta Ayahnya melepaskan dirinya. Namun saat sang ayah telah menyalakan korek api - dan bersiap membakar ayahnya - kengerian sebenarnya dimulai .....

Buat orang berpenyakit jantung, saya sarankan untuk tidak menonton film ini, bahkan sejak awal film. Evil Dead benar-benar "evil" karena menampilkanbanyak adegan sadis nan brutal, ditambah kengerian-kengerian yang di luar ambang toleransi manusia normal.




10. BLACK SUNDAY (1960)
Dan film terakhir yang ada di daftar ini adalah film Italia berjudul Black Sunday (La maschera del demonio) atau yang dikenal juga dengan judul lain : The Mask of Satan. Film hitam-putih arahan sutradara Mario Bava ini diadaptasi dari cerita pendek "Ivy" karya Nikolai Gogol banyak menggunakan narasi sebagai penjelasan pada setiap adegannya. Film ini sendiri mengisahkan tentang seorang pria yang membalas dendam pada seorang Penyihir yang telah membunuh saudaranya, tetapi 200 tahun kemudian penyihir itu lahir kembali dan melakukan pembalasan pada keturanan pria tersebut.

Film ini merupakan film yang teramat-sangat super sadis dan brutal. Bahkan hingga hari ini, karena kekejaman yang ditampilkan dalam film ini sangat ekstrim, banyak negara yang masih melarang peredaran film ini dalam bentuk apapun.

Bagian awal film ini sudah bisa menggambarkan kengerian seperti apa yang ada di sepanjang film ini. Film ini dibuka dengan sekelompok orang mengelilingi seorang wanita yang dituduh sebagai penyihir. Punggung sang wanita ditandai dengan besi panas (hingga menampilkan kulitnya yang melepuh). Kemudian sang Algojo memasangi topeng ke wajah wanita tersebut. Ada paku panjang di dalam topeng tersebut. Setelah topeng terpasang, lalu sang Algojo menghantamkan martil ke wajah wanita tersebut. Bayangkan sendiri apa yang terjadi .....



Belakangan ini banyak orang sedang heboh dan membicarakan film-film bertema LGBT (Lesbian - Gay - Bisex - Transgender) yang sedang beredar luas. Semua orang menguatirkan film itu akan merusak kaum muda masa kini, dan mulai ribut-ribut memboikot film bertema hal terlarang tersebut.

Saya pribadi hanya bisa senyum saja, karena apa yang diributkan orang-orang itu "lebay" dan terbilang sangat terlambat. Film bertema LGBT bukan baru-baru ini muncul, tetapi sudah jauh-jauh hari. Bahkan sejak 1960-an, dunia sebenarnya sudah ramai dengan film-film bertema LGBT. Hanya saja peredaran film tersebut masih sangat terbatas di kalangan LGBT saja. Namun mulai memasuki era 1980-an, film-film LGBT sudah mulai terbuka dan beredar luas di layar bioskop komersial serta dinikmati penonton dengan bebas.

Film bertema LGBT tidak saja dibuat sineas Hollywood. Sineas Indonesia pun sebenarnya "cukup berani" dan sudah menampilkan tema ini di film-film mereka. Tentu saja karena penggambarannya yang sangat "sopan" dan "halus", tidak banyak yang menyadari kalau diam-diam tema LGBT sudah disusupi di film-film Indonesia.

Sejak tahun 1980-an hingga hari ini sudah banyak film bertema LGBT yang beredar luar di masyarakat. Jika Anda penasaran, berikut ini adalah 10 film Indonesia bertema LGBT yang sudah beredar dan cukup populer. Saya yakin Anda tahu film-film ini, hanya tidak menyadari saja kalau film ini bertemakan LGBT.

1. ISTANA KECANTIKAN (1988)
Film arahan sutradara Wahyu Sihombing ini adalah salah satu film Indonesia yang cukup populer di masanya. Tidak hanya sukses secara finansial, film ini pun mendapatkan 6 nominasi di ajang Festival Film Indonesia (FFI) 1988 untuk kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktris Terbaik (Nurul Arifin), dan Aktor Terbaik. Dan dari keenam nominasi tersebut, Mathias Muchus meraih penghargaan untuk kategori Aktor Terbaik.

Sekilas film ini adalah drama biasa yang bertutur tentang hubungan terlarang antara seorang gadis cantik bernama Siska (Nurul Arifin) dengan seorang pria bernama Sumitro (Agus Melasz). Ketika Siska hamil, Sumitro tidak mau bertanggung jawab dan mencari orang lain yang rela menikahi Siska.

Dia pun bertemu dengan Niko (Mathias Muchus), seorang pria yang sudah dipaksa keluarganya untuk segera menikah. Akhirnya Sumitro pun mempertemukan Niko dengan Siska, dan mereka pun menikah.

Ternyata diam-diam Niko adalah pria gay yang punya hubungan asmara dengan Toni (Toni Hidayat), seorang pegawai salon Istana Kecantikan. Mengetahui "suaminya" adalah gay, Siska malah menggoda Toni. Hal itu membuat Niko terbakar cemburu dan berusaha membunuh "istrinya" tersebut. Alih-alih, justru Toni yang terbunuh dan Niko pun harus mendekam di penjara akibat perbuatannya.



2. ARISAN ! (2003)
Film karya sutradara Nia Dinata ini tentu bukan film asing buat Anda sekalian. Film yang diperani Cut Mini Theo, Tora Sudiro, Surya Saputra, dan Aida Nurmala ini merupakan film drama-komedi Indonesia pertama di era 2000an yang ditonton lebih dari 100,000 orang penonton. Jumlah ini terbilang cukup besar pada masanya (jika dibandingkan dengan film masa kini, di mana penonton film Indonesia rata-rata sudah mencapai 1 juta penonton....).

Film ini secara blak-blakan menampilkan kehidupan sosialita Jakarta masa itu yang terbilang kontroversial. Satu hal yang paling mengejutkan adalah adanya adegan Tora Sudiro (memerani karakter Sakti) berciuman bibir dengan Surya Saputra (memerani karakter Nino). Adegan ikonik ini sempat menjadi perbincangan hangat, yang sekaligus mengangkat pamor film tersebut.

Film ini menjadi film kedua yang memenangkan 6 kategori utama di Festival Film Indonesia (FFI) 2003, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor Terbaik, Aktris Terbaik, Aktor Pendukung Terbaik, dan Aktris Pendukung Terbaik. Film pertama yang pernah meraih prestasi demikian adalah film Ibunda (1986).

Atsa kesuksesan film ini, Jaringan Televisi Lokal AnTV pernah membuat versi sinetron film ini. Tapi tentu saja tanpa memasukkan adegan ciuman pria dengan pria tersebut. Bisa heboh kalo sampe ditonton anak-anak... !!!



3. THE SUN, THE MOON, AND THE HURRICANE (2016)
Film besutan sutradara Andri Cung ini sepertinya tidak tayang di Indonesia, karena saya sendiri tidak menemukan jadwal tayang film ini di bioskop manapun di seluruh kota Indonesia. Meski demikian film ini mendapat pujian dan respon yang positif dari para kritikus film saat tayang di International Film Festival (IFF) di Australia April 2016 silam.  Bahkan berkat film ini, Andri meraih penghargaan Sutradara Pendatang Baru Terbaik di Ajang Vancouver International Film Festival.

Film ini mengisahkan persahabatan 2 orang pria : Kris dan Rain. Dari awalnya bersahabat, hubungan mereka merambah menjadi hubungan kekasih. Namun karena karakter Kris yang posesif dan egois, Rain merasa kurang nyaman. Selain itu, muncul ketakutan dalam diri Rain tentang masa depannya, terutama jika masyarakat mengetahui dirinya gay. Karena itu, Rain pun meninggalkan Kris.

Kisahnya maju sekitar 15 - 20 tahun kemudian. Rain sudah menjadi pribadi yang lebih dewasa dan mandiri. Meski demikian, dia masih lajang serta menjalani hidup yang bebas. Tanpa sengaja dia bertemu kembali dengan Kris yang waktu itu telah menikah dengan seorang wanita. Pertemuan itu ternyata memunculkan benih-benih cinta lama mereka. Akankah Kris dan Rain akan bersatu kembali dalam jalinan tali kasih?



4. LOVELY MAN (2011)
Karya Sutradara Teddy Soeriatmadja ini menjadi salah satu legenda sendiri bagi perfilman Indonesia karena meraih banyak penghargaan internasional. Yang paling membanggakan dari film ini adalah saat mendapat kesempatan untuk diputar di acara Busan International Film Festival 2011.

Diprani Donny Damara dan Raihaanun, film mengharukan ini mengisahkan tentang seorang anak perempuan bernama Cahaya (Raihaanun) yang kangen ayahnya, kemudian memutuskan untuk mencari Ayahnya - Syaiful (Donny Damara) - yang bekerja di Jakarta. Setelah melalui pencarian yang melelahkan, Cahaya berhasil menemukan ayahnya. Tapi betapa kagetnya Cahaya kalau ternyata Ayahnya bekerja sebagai transgender untuk menafkahi keluarganya di kampung.

Meski mendapat kecaman dari sebuah ormas besar di Indonesia saat akan film ini diputar di Indonesia, namun film ini mendapatkan respon yang positif dari penonton Indonesia. Berkat aktingnya yang memukau pun, Donny Damara mendapatkan penghargaan Piala Citra FFI untuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik. Selain penghargaan di Indonesia, Donny Damara pun meraih penghargaan serupa di ajang internasional, seperti Osaka Asian Film Festival, Tiburon International Film Festival, dan Asian Film Awards.



5. BERBAGI SUAMI / LOVE FOR SHARE (2006)
Setelah mengejutkan penonton dengan tema LGBT di film Arisan!, Nia Dinata kembali menghebohkan penonton Indonesia dengan menyutradarai sebuah film kontroversial lain berjudul Love for Share (Berbagi Suami). Film bertemakan poligami ini diperani El Manik, Jajang C. Noer, Atiqah Hasiholan, Lukman Sardi, Ria Irawan, Rieke Diah Pitaloka, dan Shanty.

Meski ceritanya seputar kehidupan poligami, namun menjelang akhir film, Nia Dinata secara mengejutkan menampilkan hal tidak terduga : hubungan asmara lesbian antara Dwi (Rieke Diah Pitaloka) dan Siti (Shanty). Meski tidak ditampilkan secara eksplisit, namun di akhir cerita dikisahkan Dwi dan Siti memutuskan kabur dari rumah untuk kemudian hidup bahagia berdua. Olala....

Berkat aktingnya yang menawan, Rieke Diah Pitaloka dan Shanty masuk nominasi Piala Citra FFI 2006.



6. COKLAT STROBERI (2007)
Film garapan Sutradara Upi Avianto ini mengisahkan kisah 2 orang mahasiswi - Key (Nadia Saphira) dan Citra (Marsha Timothy) - yang kesulitan membayar rumah kontrakan mereka. Akhirnya demi meringankan biaya, mereka memasukan 2 orang laki-laki - Nesta (Nino Fernandez) dan Aldi (Mario Merdhitia) - untuk tinggal serumah dengan mereka demi membantu membayar uang kontrakan.

Awalnya Key dan Citra menganggap kedua pria itu biasa-biasa saja. Namun belakangan mereka menemukan kejanggalan pada kedua pria tersebut. Dan kecurigaan mereka terbukti : Nesta dan Aldi ternyata pasangan gay.



7.SANUBARI JAKARTA (2007)
Film antologi ini disutradarai oleh 10 sutradara Indonesia yang masing-masing menampilkan 1 cerita pendek tentang kehidupan percintaan kaum urban Jakarta. Yang mengejutkan : Semua cerita di film ini mengetengahkan kisah cinta para lesbian, gay, dan transgender.

Selain tema kontroversial, film ini tidak segan menampilkan adegan-adegan "dewasa" yang menekankan tentang kehidupan para pelaku LGBT tersebut. Seperti pada cerita Kentang (sutradara : Aline Jusria) yang menampilkan pasangan gay - Drajat dan Acel - yang melepas rindu di sebuah kamar kos. Saat mereka sedang bermesraan, selalu saja ada gangguan yang membuat mereka batal melampiaskan kerinduan mereka tersebut. Adegan bermesraan - termasuk ciuman bibir - ditampilkan apa adanya dan sangat intim.

Atau cerita Lumba-lumba (sutradara : Lola Amaria) yang bercerita tentang kisah cinta seorang guru TK bernama Adinda dengan Anggya, ibu dari salah seorang murid Adinda. Gilanya, ternyata suami Anggya sendiri adalah seorang biseks, dan diam-diam sedang punya hubungan gelap dengan seorang pria lain.

Secara umum, film Sanubari Jakarta adalah film ekstrim yang seolah-olah "didedikasikan" untuk para LGBT sejati, karena menampilkan semua sisi kisah cinta LGBT Jakarta dengan selugas-lugasnya, tanpa canggung, dan tanpa batasan sama sekali.



8. SELAMAT PAGI, MALAM (2014)
Film karya Sutradara Lucky Kuswandi ini sempat tayang beberapa saat di layar lebar Indonesia. Bahkan film ini pernah dipromosikan oleh sebuah stasiun televisi Indonesia dan disebut sebagai salah satu drama terbaik Indonesia tahun itu.

Film ini menampilkan sosok 3 wanita - Gia (Adinia Wirasti), Indri (Ina Panggabean), dan Ci Surya (Dayu Wijanto) - yang tinggal di Jakarta dan menghadapi sulitnya hidup di Ibukota.  Saat ketiga wanita itu bertemu, maka dimulailah petualangan dunia malam Jakarta yang penuh kejutan dan tidak terduga.



9. PART OF THE HEART (2013)
Film karya sutradara Paul Agusta ini diperani Endy Arfian, Ardy Rinady, Bunaya Yulius, dan Elbert Powa. Ceritanya terbilang cukup ekstrim : Mengisahkan tentang Peter (Endy Arfian), seorang pria dengan orientasi seksual homoseksual. Meski demikian, Peter mengharapkan untuk bisa hidup normal. Meski demikian, hal itu tidak mudah, sehingga membuatnya menjadi stres dengan dirinya sendiri.

Sepanjang 88 menit, Penonton akan disajikan 8 konflik yang dialami Peter yang terbagi menjadi delapan bab, dimulai sejak dirinya berusia 10 tahun hingga 40 tahun. Setiap konflik hidup Peter terbagi menjadi potongan bab film yang menggambarkan kehidupan Peter yang terpotong-potong.



10.  TENTANG DIA (2005)
Dan daftar ini saya tutup dengan film Tentang Dia yang disutradarai Rudy Soedjadwo. Film yang diperani Adinia Wirasti, Sigi Wimala, Fauzi Baadila, dan Didi Petet ini diangkat dari cerpen karya Melly Goeslaw.

Ceritanya bertutur tentang Gadis (Sigi Wimala) yang sakit hati karena dikhianati oleh kekasihnya. Dia kemudian menutup diri dan menjadi pemurung.

Dalam sebuah kecelakaan, Gadis berkenalan dengan seorang wanita bernama Rudi (Adinia Wirasti) yang kemudian mendorong Gadis untuk dapat menikmati hidupnya kembali. Saat Gadis telah dapat melepaskan bebannya, dia merasakan sikap Rudi yang tiba-tiba over-protektif pada dirinya. Gadis kemudian menyadari kalau Rudi jatuh hati padanya.

Film ini meraih 5 nominasi FFI tahun 2005 dan memenangkan 2 kategori : Aktris Pendukung Terbaik (Adinia Wirasti) dan Musik Terbaik (Anto Hoed).

Film Tentang Dia pun menelurkan beberapa lagu hits di masa itu, seperti "Tentang Dia" (duet Melly Goeslaw dan Evan Sanders), "Cinta" (duet Melly Goeslaw dengan Krisdayanti), "Cukup", dan "Biar Saja Ini Mengalir" (kedua lagu terakhir dinyanyikan Melly Goeslaw). Kesemua lagu tersebut merupakan ciptaan Melly Goeslow.




Jika Anda menonton film Infinity War hingga akhir (maksud saya benar-benar sampai akhir, saat daftar credit-title selesai ditayangkan), maka Anda tentu ingat bahwa ada adegan tambahan (post credit-title) yang menampilkan Nick Fury yang berubah menjadi abu sebagai akibat Infinity Stones yang dimiliki Thanos.

Namun beberapa saat sebelum Nick Fury menghilang, dia sempat mengaktifkan komunikator dan memanggil seseorang. Dan sebagian besar penonton segera melihat ada sebuah simbol di layar komunikator tersebut. Simbol itu tidak lain adalah lambang dari Captain Marvel, salah seorang superhero Marvel yang "diyakini" akan muncul di sekuel Avengers berikutnya.
Logo Captain Marvel

Banyak penonton kemudian bertanya-tanya, "Siapa Captain Marvel itu?" Dan banyak orang - termasuk saya - sempat menduga kalau Captain Marvel adalah super-hero pria. Nyatanya, Captain Marvel yang dimaksud adalah Superhero Wanita. Yep... Dia akan menjadi superhero wanita Marvel pertama yang akan ditampilkan secara eksklusif oleh Marvel lewat film solonya (Captain Marvel) yang akan dirilis tahun 2019, dua bulan sebelum perilisan Avengers 4.

Mengapa banyak orang mengira Captain Marvel adalah pria?

Selain dari namanya, jika merunut sejarah Captain Marvel, sosok ini awalnya memang adalah pria.

Karakter Captain Marvel sudah ada sejak tahun 1940, dan pertama kali muncul di komik superhero Captain Billy's Whiz Bang yang diterbitkan Fawcett Publications. Karakter Captain Marvel waktu itu sangat sukses dan populer, hingga sempat dibuat komik "keluarga" Captain Marvel yang menampilkan karakter seperti Captain Marvel Jr, Mary Marvel, Lieutenant Marvel, dan lain-lain.

Kesuksesan Keluarga Marvel ini ternyata melampaui kesuksesan Superman - produksi DC Comics - yang lebih dulu dirilis di komik (1938). Karena ada kemiripan antara Captain Marvel dengan Superman, pihak DC Comics menggugat Fawcett Comics. Tapi DC Comics tidak memenangkan gugatannya, dan Fawcett Comics tetap diizinkan untuk memproduksi kisah Captain Marvel tersebut.

Tahun 1953, komik Amerika Serikat mengalami penurunan pamor dan kepopuleran Captain Marvel pun mulai pudar. Fawcett memutuskan menjual produk Captain Marvel-nya, yang kemudian dibeli oleh Marvel Comics pada tahun 1960, lalu mempatenkan nama "Captain Marvel" sebagai produk mereka.

Sayangnya, Marvel tidak membeli para tokoh Captain Marvel sehingga semua tokoh Captain Marvel (beserta keluarganya) tersebut dibeli oleh DC Comics pada tahun 1974. Karena nama "Captain Marvel" telah menjadi milik Marvel Comics, maka DC Comics menggunakan nama "Shazam!" untuk karakter Captain Marvel yang mereka beli.



EVOLUSI CAPTAIN MARVEL 
Captain Marvel versi Marvel Comic pertama kali muncul di komik Marvel Super-Heroes #12 (terbit Desember 1967). Komik yang dibuat Stan Lee dan Gene Colan ini mengisahkan tentang karakter Captain Mar-Vell, seorang mahluk ruang angkasa Kerajaan Kree yang ditugaskan ke bumi untuk mengamati planet tersebut. Setibanya di bumi, Captain Mar-Vell justru membela masyarakat bumi. Akibatnya dia dianggap berkhianat dan Kerajaan Kree berencana untuk menghancurkan bumi. Karena itu Captain Mar-Vell kemudian bertarung melindungi bumi dari berbagai ancaman dari ruang angkasa.
Captain Mar-Vell

Karakter Captain Mar-Vell merupakan salah satu karakter favorit pembaca komik Marvel dan berada di urutan #24 dalam daftar "Top 50 Avengers" versi IGN.

Captain Mar-Vell pernah "dimatikan" pada tahun 1982. Dalam novel grafik berjudul "The Death of Captain Marvel" karya Jim Starlin, Captain Mar-Vell menderita kanker setelah tubuhnya menyerap gas beracun bernama "Compound 13". Kondisi Captain Mar-Vell sebenarnya bisa diobati oleh obat-obatan yang ada di Kerajaan Kree. Sayang, karena dia dianggap sebagai penghianat, maka tidak ada orang Kree yang mau menolongnya. Captain Mar-Vell pun akhirnya meninggal.

Meski sudah meninggal, namun di tahun 1990 kisah Captain Mar-Vell dilanjutkan kembali, di mana dia dibangkitkan oleh Thanos menggunakan Batu Realitas (Reality Gem). Namun kehidupan Captain Mar-Vell tidak lama, dan dia meninggal kembali.

Pada tahun 2010, kisah Captain Mar-Vell dilanjutkan kembali di mana dia dikisahkan bangkit kembali dari kematian untuk melindungi para anggota The Avengers. sekaligus bertarung melawan Dewa Kematian (Grip Reaper) yang pernah mencabut nyawanya.
Monica Rambeau

Captain Marvel kedua bernama Monica Rambeau. Karakter ini adalah hasil rekaan Roger Stern dan John Romita Jr. Pertama kali muncul di The Amazing Spider-Man Annual #16 (1982), Monica adalah polisi wanita berkulit hitam asal New Orleans yang dirasuki kekuatan super yang membuatnya mampu menyerap berbagai energi untuk digunakan sebagai senjata. Monica pun memutuskan menggunakan kekuatan tersebut untuk melawan kejahatan, dan menyebut dirinya dengan nama Captain Marvel.

Captain Marvel sempat ditampilkan sebagai salah seorang anggota The Avengers. Saat bergabung di kelompok itu, dia mendapat pelatihan khusus dari Captain America dan Wasp. Setelah Captain America meninggal, dan Wasp - yang menggantikan Captain America sebagai Pemimpin the Avengers - mundur dari kepemimpinan, Captain Marvel kemudian ditunjuk menjadi Pemimpin The Avengers. Selama kepemimpinannya, Captain Marvel pernah berseteru dengan X-Men, The Olympian Gods, dan Kelompok Super Adaptoid.
Genis-Vell

Genis-Vell merupakan karakter Captain Marvel ketiga yang diciptakan oleh Marvel Comics. Hasil kreasi Ron Marz dan Ron Lim ini pertama kali muncul di komik Silver Surfer Annual #6 (1993). Awalnya dia menggunakan nama "Legacy" dan "Photon". Namun sejak tahun 1995, Genis-Vell mulai menggunakan nama Captain Marvel setelah dikisahkan dia merupakan anak dari Captain Mar-Vell. Dalam perkembangan ceritanya, Genis-Vell berubah menjadi karakter antagonis setelah membunuh anaknya sendiri yang mengancam akan menghancurkan jagat-raya.

Dalam salah satu alur cerita, Genis-Vell dan Monica Rambeau pernah dipertemukan dan mereka berduel karena merasa masing-masing punya hak menggunakan nama "Captain Marvel". Di akhir pertarungan, keduanya sepakat untuk mengganti nama masing-masing : Genis-Vell menggunakan nama "Photon" dan Monica menggunakan nama "Pulsar".
Phyla-Vell
Captain Marvel keempat adalah Phyla-Vell, adik bungsu dari Genis-Vell. Karakter rekaan Peter David dan Paul Azaceta ini pertama kali muncul di komik Captain Marvel (Vol.5) #16, rilisan Januari 2004. Phyla-Vell lahir ketika Genis-Vell menciptakan jagat-raya kembali (pasca dihancurkan oleh anaknya).

Phyla-Vell punya kemampuan menyerap energi di sekitarnya, lalu mengubahnya menjadi energi api. Sayang, dalam bagian komik Guardians of the Galaxy berjudul Annihiation : Conquest #6 (April 2008), Phyla-Vell tewas setelah menyelamatkan teman-temanya, para anggota Guardians of the Galaxy.

Khn'nr
Captain Marvel kelima adalah Khn'nr. Kreasi Paul Jenkins dan Tom Raney ini pertama kali muncul di komik Civil War : The Return (Maret 2007). Sebenarnya Khn'nr adalah mahluk Skrull - mahluk ruang angkasa yang bisa menyamar menjadi orang lain - yang mencuri DNA Captain Mar-Vell dan mengunci DNA itu ke dalam tubuhnya. Akibatnya Khn'nr memiliki kemampuan yang sama dengan Captain Mar-Vell.

Meskipun merupakan mahluk Skrull, namun saat mahluk tersebut menyerang bumi, Khn'nr justru bertarung membela bumi. Karakter Captain Marvel versi Khn'nr saat ini sudah dimatikan oleh para kreatornya.

Dan Captain Marvel yang terakhir adalah Carol Danvers. Tokoh kreasi Kelly Sue DeConnick dan Dexter Soy ini sebenarnya pertama kali tampil di komik Marvel Super-Heroes #13 (Maret 1968). Pada saat itu, dia digambarkan sebagai anggota kesatuan United States Air Force dan sahabat dari Captain Mar-Vell.

Carol Denvers baru berubah menjadi superhero ketika DNA tubuhnya bercampur dengan DNA Captain Mar-Vell dalam sebuah kecelakaan. Pasca kecelakaan itu, Carol Denvers pun berubah menjadi Ms. Marvel (komik Ms. Marvel #1, Januari 1977). Meski awalnya tampil di komik Avengers, namun sejak tahun 1981, Ms. Marvel lebih sering terlibat dengan petualangan X-Men. Baru pada tahun 2000, Ms. Marvel kembali lagi menjadi bagian dari The Avengers.

Pasca kembalinya bergabung dengan The Avengers, Carol Danvers mengganti nama superhero-nya menjadi Warbird. Kemudian Scarlet Witch mengubah namanya menjadi "Captain Marvel" (komik House of M, rilisan Juni 2005).  Dan hingga hari ini, Carol  Danvers dikenal publik sebagai Captain Marvel.



FILM "CAPTAIN MARVEL" (2019)
Captain Marvel versi Carol Danvers merupakan karakter yang bisa dibilang cukup memegang peranan penting dalam alur-cerita komik Marvel, terutama cerita rilisan tahun 2000 hingga hari ini.

Carol Danvers adalah pengacara yang membela The Avengers saat Pemerintah Amerika Serikat meluncurkan Aturan Registrasi Manusia Super (Superhuman Registration Act). Aturan tersebut nantinya menjadi pemicu terjadinya perang antar-superhero yang dikenal dengan nama "Civil War" (komik Civil War, rilisan 2006. Kisah ini sudah diadaptasi Marvel Comics menjadi film "Captain America : Civil War").

Pasca perang tersebut, Carol Danvers keluar dari keanggotaan The Avengers dan - bersama para robot Transformers - membentuk tim baru bernama The Mighty Avengers. Kelompok ini kemudian bekerja sama dengan Tony Stark (yang waktu itu telah menjadi Direktur dari S.H.I.E.L.D) untuk melakukan aksi yang dikenal dengan nama "Operation : Lightning Storm", di mana Carol Danvers dan kelompoknya bertugas menghabisi para musuh super sebelum mereka menjadi ancaman dunia.

Dengan posisinya yang cukup penting, maka sangat wajar jika Marvel Comics memutuskan untuk menghidupkan karakter Captain Marvel versi Carol Danvers ke layar lebar, sekaligus menjadi tokoh utama yang disebut-sebut akan menjadi lawan tangguh dalam menghadapi Thanos di Avengers 4.

Dalam film Captain Marvel nanti, sosok Carol Danvers akan diperani Brie Larson. Ceritanya pun bukan sekuel dari Infinity War, melainkan flash-back yang mengisahkan awal mula Carol Danvers dapat menjadi superhero dan perjumpaan pertamanya dengan Nick Fury, Direktur S.H.I.E.D. Selain mengisahkan sosok Carol Danvers, film tersebut juga akan menampilkan Captain Mar-Vell (Jude Law), Captain Marvel Pertama yang menjadi pelatih Carol Danvers.

Bagaimana kisah selengkapnya dari film Captain Marvel? Tunggu rilisan filmnya bulan Maret 2019 mendatang....







Judul TV Seri     : The Trading Floor 
Produksi             : Fox Asia - Tencent (China)
Pemeran             : Francis Ng, Joseph Chang, Patrick Tam, Yu Nan
Tanggal tayang   : 24 Mei 2018
Total episode      : 5 episode

Tahun 2016 silam, HBO merilis film-televisi The Psychic yang menjadi film-televisi HBO pertama berbahasa Mandarin. Walau diprediksi hanya akan sukses di wilayah Asia Tenggara saja, namun rupanya film tersebut justru sukses di Amerika dan Eropah.

Francis Ng
Melihat hal itu, Jaringan Televisi Fox Asia ikut tertarik untuk merilis film-televisi berbahasa Mandarin. Namun berbeda dengan HBO, Fox Asia memproduksi mini-seri berbahasa Kanton (Cantonese). Untuk itu, mereka bekerja sama dengan perusahan provider internet terbesar di Tiongkok (Tencent) dalam mewujudkan rencana itu. Aktor Andy Lau ikut serta dalam proyek ini sebagai Produser.Dan jadilah serial televisi The Trading Floor yang akan dirilis 24 Mei 2018 mendatang.

Serial ini akan mengetengahkan kondisi ekonomi Hong Kong dalam kurun 20 tahun terakhir ini, dimulai dari tahun 1997 saat Hong Kong dikembalikan Pemerintah Inggris ke Pemerintah Tiongkok, hingga tahun 2017 saat Hong Kong memasuki krisis ekonomi global.

Mini seri ini akan mengisahkan tentang seorang profesor ekonomi (Francis Ng) yang mengumpulkan sekelompok orang untuk menguasai perekonomian dunia. Lewat strategi bisnis yang mereka lakukan,dalam waktu sekejab, mereka mampu mengendalikan arus pergerakan uang di seluruh dunia. Namun tindakan mereka tentu tidak lancar, karena ada sebagian anggota tim tersebut yang berencana untuk melakukan hal yang sama untuk kepentingan mereka sendiri.
Andy Lau

Meski merupakan produser serial ini, Andy Lau sama sekali tidak muncul sama sekali di serial ini.

Seperti apa kisah seru mini-seri ini? Tunggu saja tanggal tayangnya ya....



DO YOU KNOW ?
Salah satu studio produksi yang menangani proses pembuatan mini-seri ini adalah Focus Television. Perusahaan ini tidak lain adalah perusahaan milik Andy Lau yang memfokuskan bisnisnya dalam memproduksi acara dan film televisi. The Trading Floor akan menjadi produksi pertama perusahaan tersebut.
Para Pendukung mini-seri "The Trading Floor"

Sebagai produksi pertama perusahaannya, Andy Lau menghendaki miniseri ini dibuat dengan kualitas premium. Karena itu, mini-seri The Trading Floor akan dirilis dalam format 4K dengan durasi masing-masing episode 55 - 60 menit.

Sutradara mini-seri ini dipercayakan pada KK Wang, yang tidak lain adalah sutradara yang memproduksi mini-seri "The Election" yang sangat sukses tahun 2014 silam.

Pengerjaan skenario mini-seri "The Trading Floor" dilakukan selama 2 tahun.





Judul TV Seri     : Santa Clarita Diet
Ditayangkan       : Netflix (web tv-series)
Pemeran              : Drew Barrymore, Timothy Olyphant, Liv Hewson, Skyler Gisondo
Tanggal tayang   : 3 Februari 2017 - sekarang 

Film bertema zombie biasanya menampilkan adegan-adegan seram, kelam, dan menakutkan. Tapi tidak dengan serial televisi bergenre komedi-horor ini. Ditayangkan oleh Netflix dalam bentuk serial web-tv, serial ini terbilang sangat menarik, bahkan sangat sukses saat dirilis. Tidak heran jika saat ini sedang dalam proses pembuatan untuk Season Ketiganya yang akan dirilis tahun depan.

Serial ini mengisahkan tentang sepasang suami-istri Joel (Olyphant) dan Sheila (Barrymore) yang keduanya bekerja sebagai Sales Real-Estate di Santa Clarita, California. Satu ketika, Joel memperhatikan istrinya mengalami perubahan yang cukup drastis : Sheila mulai sering muntah-muntah. Awalnya muntah cairan kuning. Tapi semakin hari muntahannya makin aneh. Terakhir, muntahannya adalah organ tubuh dalam. Selain itu, Sheila mengalami libido tinggi, sehingga hampir tiap malam mengajak suaminya berhubungan badan.

Tidak hanya itu, darah Sheila mengental dan menghitam. Bahkan jantungnya berhenti berdetak, dan dia mulai menyukai makan daging mentah. Meski demikian, dia masih tetap beraktivitas seperti biasa.

Satu malam, usai berpesta dengan teman sekantor, libido Sheila tiba-tiba melonjak dan dia mulai menggoda tetangganya, Gary. Sheila berhasil menahan dirinya, namun Gary memaksa untuk berhubungan dengan Sheila. Karena itu, Sheila membunuh Gary dan memakannya.

Ketika Joel mengetahui tindakan istrinya, dia berusaha menyingkirkan sisa tubuh Gary. Dan saat mengetahui kondisi istrinya, Joel pun akhirnya membantu istrinya mencari korban, sebelum dia dan anak mereka dimakan Sheila.

Serial ini menampilkan akting menawan dari Drew Barrymore dan Timothy Olyphant. Selain itu, akting Liv Hewson sebagai Abby Hammond - anak Sheila dan Joel - juga menarik perhatian. Meski dikritisi penonton karena menampilkan banyak adegan sadis dan mengerikan, namun serial ini dipuji dari segi alur cerita.

Season pertama ditayangkan tanggal 3 Febrauri 2017 silam dengan total 10 episode (@22 - 34 menit per episode). Sedangkan Season Kedua tayang 23 Maret 2018, juga sebanyak 10 episode. Season ketiga (10 episode) rencananya akan tayang di awal tahun 2019.


DO YOU KNOW? 
Selain menjadi pemeran utama, Drew Barrymore dan Timothy Olyphant juga merangkat sebagai Executive Producer untuk serial ini.

Serial ini mendapatkan protes keras dari masyarakat Jerman lantaran iklan serial ini saat dipromosikan di negara tersebut. Dalam poster iklan serial Santa Clarita Diet, Netflix menampilkan gambar potongan jari manusia yang dibuat dalam bentuk sajian Currywurst (makanan siap saji khas Jerman yang menyajikan sosis yang dilumuri saos tomat).

Iklan Promo "Santa Clarita Diet" di Jerman
Hal ini sontak memicu protes warna Jerman yang karena menampilkan gambar kekejaman dan kengerian, khususnya bagi anak-anak. Protes ini sampai ke telinga Konsulat Periklanan Jerman, yang segera memanggil Netflix. Sebagai jawaban atas protes tersebut, Netflix akhirnya memutuskan menghentikan promosi serial Santa Clarita Diet dengan mencabut semua poster yang telah mereka pasang.

Season pertama dan kedua Santa Clarita Diet mendapatkan respon yang sangat positif dari penonton di seluruh dunia.
OlderStories Home